Letteratura scientifica selezionata sul tema "Ikterus"

Cita una fonte nei formati APA, MLA, Chicago, Harvard e in molti altri stili

Scegli il tipo di fonte:

Consulta la lista di attuali articoli, libri, tesi, atti di convegni e altre fonti scientifiche attinenti al tema "Ikterus".

Accanto a ogni fonte nell'elenco di riferimenti c'è un pulsante "Aggiungi alla bibliografia". Premilo e genereremo automaticamente la citazione bibliografica dell'opera scelta nello stile citazionale di cui hai bisogno: APA, MLA, Harvard, Chicago, Vancouver ecc.

Puoi anche scaricare il testo completo della pubblicazione scientifica nel formato .pdf e leggere online l'abstract (il sommario) dell'opera se è presente nei metadati.

Articoli di riviste sul tema "Ikterus"

1

Yusmaidi, Yusmaidi, Rakhmi Rafie e Annisa Permatasari. "Karakteristik Pasien Ikterus Obstruktif Et Causa Batu Saluran Empedu". Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada 11, n. 1 (30 giugno 2020): 328–33. http://dx.doi.org/10.35816/jiskh.v11i1.277.

Testo completo
Abstract (sommario):
Ikterus Obstruktif merupakan ikterus yang disebabkan oleh obstruksi empedu. Batu saluran empedu merupakan salah satu penyebab ikterus obstruktif yang paling sering.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui karakteristik pasien ikterus obstruktif et causa batu saluran empedu di RSUD Dr.H. Abdul Moeloek Bandar Lampung Tahun 2017-2018. Jenis penelitian ini adalah deskriptif retrospektif menggunakan data sekunder dari rekam medik. Sampel penelitian ini menggunakan teknik Purposive Sampling. Sampel penelitian ini sebanyak 35 pasien. Kasus terbanyak menyerang pada kelompok umur 46-65 tahun sebanyak 18 pasien (51,4%)dan 22 pasien (62,9%) pada perempuan. Keluhan utama dan pemeriksaan fisik terbanyak pada sklera dan kulit ikterik sebanyak 100%. Dari hasil pemeriksaan laboratorium dan usg didapatkan sebanyak 51,4% leukosit normal dan gambaran pelebaran saluran empedu intrahepatik sebanyak 85,7%. Penatalaksanaan dilakukan tindakan operatif sebanyak 57,1%. Karakteristik terbanyak ditemukan pada kelompok umur 46-65 tahun, jenis kelamin perempuan dengan keluhan utama dan pemeriksaan fisik yaitu sklera dan kulit ikterik, leukosit normal, gambaran usg terdapat pelebaran saluran empedu intrahepatik, dan dilakukan tindakan operatif.
Gli stili APA, Harvard, Vancouver, ISO e altri
2

Wirth, S., e F. Zepp. "Ikterus". Monatsschrift Kinderheilkunde 159, n. 6 (25 maggio 2011): 532. http://dx.doi.org/10.1007/s00112-010-2362-6.

Testo completo
Gli stili APA, Harvard, Vancouver, ISO e altri
3

Dancygier, Henryk. "Ikterus". DoctorConsult - The Journal. Wissen für Klinik und Praxis 2, n. 3 (novembre 2011): e185-e191. http://dx.doi.org/10.1016/j.dcjwkp.2011.10.006.

Testo completo
Gli stili APA, Harvard, Vancouver, ISO e altri
4

K., Rahayu Eryanti, Rismawati Simbung, Hasriani Saleng e Jumrah Sudirman. "Pengaruh delay cord clamping terhadap ikterus neonatorum". Jurnal Riset Kebidanan Indonesia 4, n. 2 (31 dicembre 2020): 49–53. http://dx.doi.org/10.32536/jrki.v4i2.98.

Testo completo
Abstract (sommario):
Latar belakang: Ikterus merupakan suatu kondisi yang ditandai dengan hiperbilirubin. Ikterus dapat terjadi pada saat bayi lahir dan setiap saat selama masa neonatus. Dampaknya apabila berlanjut berupa ketulian, gangguan bicara, retardasi mental serta kerusakan otak. Waktu penjepitan tali pusat berperan penting dalam menentukan kecukupan zat besi pada bayi baru lahir terutama saat proses transfusi plasenta. Tujuan penelitian : Diketahuinya pengaruh delay cord clamping terhadap kejadian ikterus neonatorum. Metode : Desain penelitian menggunakan Quasi Eksperimen dengan pendekatan posttest only. Perlakuan dilakukan pada 2 kelompok dengan penundaan 1 menit dan 2 menit masing-masing 17 sampel. Populasi seluruh bayi baru lahir di Puskesmas Bara-Baraya dan Puskesmas Pattingaloang pada tanggal 08 Juli- 24 September 2020. Jumlah sampel 34 bayi baru lahir yang diambil secara purposive sampling. Instrumen menggunakan lembar observasi. Data dianalisis dengan menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kesalahan ɑ = 0,05. Hasil : Hampir seluruhnya bayi dengan penundaan penjepitan tali pusat 2 menit tidak Ikterus 88,2%, ikterus fisiologis 11,8% dan tidak ada yang ikterus patologis. Dan persentase pada penundaan penjepitan tali pusat 1 menit ikterus patologis 35,3%, ikterus fisiologis 17,6% dan tidak ikterus 47,1%. Hasil uji Chi-Square menunjukkan ada pengaruh delay cord clamping terhadap kejadian ikterus neonatorum (p=0,008). Simpulan: Ada pengaruh delay cord clamping terhadap kejadian ikterus neonatorum.
Gli stili APA, Harvard, Vancouver, ISO e altri
5

PURNAMIATI, NI PUTU. "ANALISIS KADAR BILIRUBIN SERUM BAYI YANG MENGALAMI IKTERUS NEONATUS". International Journal of Applied Chemistry Research 1, n. 2 (25 settembre 2020): 26. http://dx.doi.org/10.23887/ijacr.v1i2.28720.

Testo completo
Abstract (sommario):
Penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang bertujuan untuk: (1) mengetahui kadar bilirubin indirect serum bayi yang mengalami ikterus neonatus, dan (2) persentase hiperbilirubinemia pada bayi yang mengalami ikterus neonatus. Subyek penelitian ini adalah serum bayi yang mengalami ikterus neonatus, sedangkan obyek penelitian ini adalah kadar bilirubin indirect serum bayi yang mengalami ikterus neonatus. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Patologi Klinik Rumah Sakit Sanglah Denpasar dari tanggal 14 Juni 2005 sampai dengan 25 Juni 2005. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) kadar bilirubin indirect serum bayi yang mengalami ikterus neonatus adalah 5,81 mg/dL sampai 28,7 mg/dL dan (2) persentase terjadinya hiperbilirubinemia pada bayi yang mengalami ikterus neonatus adalah 50%.
Gli stili APA, Harvard, Vancouver, ISO e altri
6

Auliasari, Nimas Anggie, Risa Etika, Ilya Krisnana e Pudji Lestari. "Faktor Risiko Kejadian Ikterus Neonatorum". Pediomaternal Nursing Journal 5, n. 2 (4 settembre 2019): 183. http://dx.doi.org/10.20473/pmnj.v5i2.13457.

Testo completo
Abstract (sommario):
ABSTRAKPendahuluan: Ikterus neonatorum merupakan manifestasi klinis pada neonatus yang ditandai dengan warna kuning pada kulit dan sklera akibat dari akumulasi produksi bilirubin tak terkonjugasi yang berlebih dalam jaringan. Berdasarkan data di RSUD Dr. Soetomo, tepatnya di ruang NICU dari 844 neonatus (46,8%) mengalami ikterus neonatorum. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian ikterus neonatorum.Metode: Desain penelitian menggunakan analitik observasional dengan pendekatan case control. Sampel yang digunakan sebanyak 84 neonatus. Teknik pengambilan sampel menggunakan sequential sampling. Variabel independen yaitu inkompatibilitas ABO, prematuritas, BBLR, asfiksia, dan riwayat ibu DM, sedangkan variabel dependen adalah ikterus neonatorum. Pengumpulan data berupa data sekunder dari neonatus dan ibu. Analisis data menggunakan Contingency coefficient dengan α=0,05.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan 85,7% neonatus yang inkompatibilitas ABO mengalami ikterus neonatorum dan didapatkan nilai p=0,048, OR=6.833. Terdapat 57,4% neonatus yang prematur mengalami ikterus neonatorum dan didapatkan nilai p=0,028, OR=3,077. Terdapat 42,4% BBLR yang mengalami ikterus neonatorum dan didapatkan nilai p=0,032, OR=0,346. Terdapat 60% neonatus yang asfiksia mengalami ikterus neonatorum dan didapatkan nilai p=0,500. Terdapat 85,7% riwayat Ibu DM yang mengalami ikterus neonatorum dan didapatkan nilai p=0,048, OR=6,833.Kesimpulan: Kesimpulan penelitian ini, terdapat hubungan antara inkompatibilitas ABO, prematuritas, BBLR, dan riwayat Ibu DM dan tidak ada hubungan antara asfiksia dengan kejadian ikterus neonatorum di RSUD Dr. Soetomo.
Gli stili APA, Harvard, Vancouver, ISO e altri
7

Fatriani, Rully. "Faktor Risiko Yang Berhubungan Dengan Kejadian Ikterus Neonatorum Pada Bayi Baru Lahir". Jurnal Kesehatan Panca Bhakti Lampung 8, n. 1 (20 aprile 2020): 47. http://dx.doi.org/10.47218/jkpbl.v8i1.78.

Testo completo
Abstract (sommario):
Ikterus neonatorum merupakan masalah kesehatan yang sering ditemukan di antara bayi baru lahir (BBL) pada minggu pertama kehidupannya, jika tidak ditangani sejak dini dapat berakibat fatal bahkan kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian ikterus neonatorum pada BBL. Penelitian yang bersifat analitik korelatif dengan pendekatan cross sectional ini dilakukan terhadap 188 BBL, diambil dengan sistematik random sampling. Data diperoleh dari rekam medik dan dianalisis menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian diperoleh 82 (43,6%) BBL mengalami ikterus neonatorum, dengan 42 (71,2%) BBL dari 59 BBL dengan riwayat persalinan induksi oksitosin mengalami ikterus neonatorum, 24 (68,6 %) BBL dari 35 BBL prematur mengalami ikterus neonatorum dan 48 (35,3%) BBL dari 136 BBL yang diberi ASI mengalami ikterus neonatorum. Kesimpulan penelitian ini yaitu ikterus neonatorum lebih berpeluang terjadi pada BBL dengan riwayat persalinan induksi oksitosin, BBL prematur dan BBL yang diberi ASI. Petugas kesehatan yang berwenang diharapkan meminimalkan tindakan induksi oksitosin dan melakukan perawatan intensif sesuai prosedur pada BBL.
Gli stili APA, Harvard, Vancouver, ISO e altri
8

Gremmelmaier. "Schmerzloser Ikterus". Praxis 91, n. 8 (1 febbraio 2002): 325–27. http://dx.doi.org/10.1024/0369-8394.91.8.325.

Testo completo
Abstract (sommario):
Die Hepatopathie ist eine häufige Medikamentennebenwirkung. Anhand einer Fallbeschreibung werden pathophysiologische Aspekte und die Differentialdiagnose des Ikterus diskutiert. Neuere Daten weisen im Falle der Amoxicillin/Clavulansäure-induzierten cholestatischen Hepatitis auf ein durch HLA-Klasse ll Antigen vermitteltes immunallergisches Geschehen.
Gli stili APA, Harvard, Vancouver, ISO e altri
9

Fickelscherer, Arno, Jörg Dieter Herrlinger e Jürgen Schröder. "Schmerzloser Ikterus". Medizinische Klinik 92, n. 9 (settembre 1997): 527. http://dx.doi.org/10.1007/bf03044927.

Testo completo
Gli stili APA, Harvard, Vancouver, ISO e altri
10

Spengler, U. "Differenzialdiagnose Ikterus". Der Gastroenterologe 5, n. 4 (26 giugno 2010): 363–72. http://dx.doi.org/10.1007/s11377-009-0390-3.

Testo completo
Gli stili APA, Harvard, Vancouver, ISO e altri
Più fonti

Tesi sul tema "Ikterus"

1

Fältsjö, Klara. "Prolongerad neonatal ikterus iRegion Örebro län". Thesis, Örebro universitet, Institutionen för medicinska vetenskaper, 2021. http://urn.kb.se/resolve?urn=urn:nbn:se:oru:diva-93315.

Testo completo
Abstract (sommario):
Inledning: Prolongerad neonatal ikterus defineras som kvarstående ikterus vid 14 dagarsålder hos fullgångna barn. Den vanligaste orsaken till detta, hos ett för övrigt friskt barn, ärbröstmjölksinducerad ikterus men prolongerad ikterus kan också vara tecken på allvarligsjukdom såsom kolestas. I Region Örebro län fanns en rutin för utredning av barn medprolongerad ikterus som användes under perioden 21 september 2020, till och med 12 februari2021. Den byggde på att barnavårdscentralen skickade remiss för provtagning som sedangenomfördes på barnkliniken, universitetssjukhuset Örebro (USÖ). Syfte: Syftet med studien var att utvärdera Region Örebro läns regionala rutin för utredningav prolongerad neonatal ikterus, som tillämpades under perioden 21 september 2020 till ochmed 12 februari 2021. Metod: Studiepopulationen bestod av 33 patienter med prolongerad neonatal ikterus sominkommit till barnkliniken för provtagning enligt rutinen under studieperioden 21 september2020 till och med 12 februari 2021. En prospektiv kvalitetssäkrande journalgranskninggenomfördes på barnkliniken USÖ. Resultat: Incidensen av prolongerad neonatal ikterus i Region Örebro län beräknades till3,4% (95% KI, 2,3–4,5). Ett barn med kolestas konstaterades. Ingen remiss innehöll allakriterier som fanns beskrivna i rutinen och ingen skillnad i remisskvalité beroende påprofession kunde fastställas. De flesta barn inkom för provtagning vid cirka tre veckors ålderoch fem patienter uteblev från provtagning. Slutsats: Studien visade att Region Örebro läns rutin för prolongerad neonatal ikterus, underperioden som rutinen tillämpades, till stor del var resurskrävande och följsamheten till rutinenvar bristfällig, vilket kunde leda till patientsäkerhetsrisker och ineffektiv vård. För attförbättra detta föreslår vi skapandet av en ny rutin där hänsyn tas till de risker som vår studiehar identifierat.
Gli stili APA, Harvard, Vancouver, ISO e altri
2

Vente, Thomas. "Ein neues System zur schnelleren Anlage grosslumiger perkutan-transhepatischer Gallengangsdrainagen bei Patienten mit obstruktivem Ikterus eine prospektive randomisierte Studie /". [S.l.] : [s.n.], 2001. http://deposit.ddb.de/cgi-bin/dokserv?idn=963995855.

Testo completo
Gli stili APA, Harvard, Vancouver, ISO e altri
3

Vente, Thomas [Verfasser]. "Ein neues System zur schnelleren Anlage großlumiger perkutan-transhepatischer Gallengangsdrainagen bei Patienten mit obstruktivem Ikterus : eine prospektive randomisierte Studie / Thomas Vente". 2001. http://d-nb.info/963995855/34.

Testo completo
Gli stili APA, Harvard, Vancouver, ISO e altri
4

Annandale, Elizabeth. "Die etiologiese verband tussen verstadigde neurologiese integrasie en latere leer-problematiek by kinders met klinies betekenisvolle neonatale bilirubienmetings (Afrikaans)". Thesis, 2008. http://hdl.handle.net/2263/28165.

Testo completo
Abstract (sommario):
In hierdie studie word die etiologiese verband tussen verstadigde neurologiese integrasie en latere leerproblematiek by kinders met klinies betekenisvolle neonatale bilirubienmetings ondersoek. Resente navorsing dui aan dat kinders met klinies betekenisvolle bilirubienmetings tydens die neonatale fase ‘n groter risiko loop om later verstadigde neurologiese integrasie te vertoon, veral weens die kwesbaarheid van die neonatale brein vir toksiene. Hierdie navorsingsresultate suggereer ‘n verband tussen klinies betekenisvolle neonatale bilirubienmetings en latere leerproblematiek, aangesien spesifieke breinareas wat deur neonatale bilirubien aangetas word ook vaardighede medieer wat belangrik is vir prestasie in sekere leerareas, te wete lees, skryf en reken. Neonatale fisiologiese geelsug is nie altyd met die blote oog sigbaar nie, en derhalwe word simptome soos oormatige slaperigheid en ingekorte behoefte aan voeding dikwels deur onervare moeders geïgnoreer, omdat die baba nie opmerklik “geel” is nie. Verder word neonatale fisiologiese geelsug nie altyd as sodanig gediagnoseer nie, weens verskeie faktore soos ontoereikende primêre gesondheidsorgdienste op die afgeleë platteland, tuisgeboortes en vroeë ontslag van moeders en babas uit klinieke en hospitale, veral gesien in die lig daarvan dat neonatale geelsug piekvlak tussen dag drie en dag sewe bereik. Bilirubienmeting is nie standaard prosedure by afgeleë klinieke nie, en waar ‘n rowwe skatting deur die klinieksuster op ‘n klinies betekenisvolle bilirubientelling dui, word moeders dan dikwels aangeraai om natuurlike fototerapie (sonlig) toe te pas. Verdermeer vind opvolgkonsultasies by ‘n klinieksuster dikwels eers plaas nadat die baba ongeveer een maand oud is, en voorligting aan die moeder rakende moontlike kwesbaarhede wat verband hou met klinies betekenisvolle neonatale bilirubienmetings is gebrekkig. Sodanige ouers kan dus heeltemal onbewus wees van die potensiële skade wat aangerig kan word aan die ontwikkelende brein, en intervensie vind gevolglik nie tydig plaas nie. Betekenisvolle duidinge wat uit hierdie navorsingsprojek mag voortvloei, kan derhalwe benut word ten einde spesifieke kwesbaarhede in kinders met klinies betekenisvolle neonatale bilirubienmetings tydig te kan identifiseer; en hoë-risiko leerders se moontlike latere leerproblematiek deur tydige intervensie tydens die voorskoolse jare te ondervang, voordat pobleme in die grondslagfase manifesteer. ‘n Empiriese ondersoek is uitgevoer waarby 37 deelnemers betrek is. Gebaseer op die resultate van die data-analise en interpretasie van die resultate word die hipotese aanvaar. Relevante aanbevelings met betrekking to praktykverbetering en verdere navorsing word gemaak. ENGLISH: With this study the etiological link between delayed neurological integration, high neonatal bilirubin measures and learning difficulties were investigated. Recent research findings suggest that children with high neonatal bilirubin measures are at a greater risk for delayed neurological integration later on, especially because of the susceptibility of the neonatal brain for toxins. The results of this research project suggest an etiological link between neonatal hyperbilirubinemia and learning difficulties at a later stage, since specific brain-areas which are affected by the bilirubin do mediate skills important for performance in certain learning areas, e.g. reading, writing and arithmetic. It is not always possible to notice neonatal physiological jaundice; hence, inexperienced mothers tend to ignore symptoms like sleepiness and lack of appetite, merely because their babies do not appear “yellowish”. Neonatal physiological jaundice is often misdiagnosed due to various factors like inadequate primary health care services in rural areas, home births and early discharge from hospitals - particularly in light of the fact that jaundice peaks between day three and day seven after birth. Measurement of neonatal bilirubin levels is not a standard procedure at rural clinics, and mothers are often advised to make use of natural phototherapy (sunlight) when the baby appears “yellowish”. Follow-up consultation often occurs when the baby is already one month old; hence mothers often receive inadequate information concerning neonatal hyperbilirubinemia. Parents might therefore be totally unaware of the potential vulnerability and harm to the developing brain, and intervention often does not take place. Significant indicators of this research project can be used to identify well in advance specific vulnerabilities in learners with neonatal hyperbilirubinemia, as well as potentially high-risk learners during the pre-school years, before such vulnerabilities escalate during the foundation phase. An empirical study with 37 participants was conducted. Based on the data analyses and interpretation of the results, the hypothesis was accepted. Relevant recommendations concerning best practice and further research were done.
Thesis (PhD)--University of Pretoria, 2008.
Educational Psychology
unrestricted
Gli stili APA, Harvard, Vancouver, ISO e altri

Capitoli di libri sul tema "Ikterus"

1

Koelz, H. R., P. G. Lankisch e S. Müller-Lissner. "Ikterus". In Fibel der gastrointestinalen Leitsymptome, 30–33. Berlin, Heidelberg: Springer Berlin Heidelberg, 1995. http://dx.doi.org/10.1007/978-3-642-79600-5_8.

Testo completo
Gli stili APA, Harvard, Vancouver, ISO e altri
2

Scheurlen, M., e W. Dölle. "Ikterus". In Differentialdiagnose in der Inneren Medizin, 420–48. Berlin, Heidelberg: Springer Berlin Heidelberg, 1989. http://dx.doi.org/10.1007/978-3-642-73507-3_33.

Testo completo
Gli stili APA, Harvard, Vancouver, ISO e altri
3

Koelz, H. R. "Ikterus". In Klinische Gastroenterologie und Stoffwechsel, 37–38. Berlin, Heidelberg: Springer Berlin Heidelberg, 2000. http://dx.doi.org/10.1007/978-3-642-57194-7_9.

Testo completo
Gli stili APA, Harvard, Vancouver, ISO e altri
4

Weill, Francis S. "Ikterus". In Ultraschalldiagnostik in der Gastroenterologie, 485–520. Berlin, Heidelberg: Springer Berlin Heidelberg, 1987. http://dx.doi.org/10.1007/978-3-642-69731-9_26.

Testo completo
Gli stili APA, Harvard, Vancouver, ISO e altri
5

Lang, T. "Ikterus". In Pädiatrische Differenzialdiagnostik, 105–7. Berlin, Heidelberg: Springer Berlin Heidelberg, 2014. http://dx.doi.org/10.1007/978-3-642-29798-4_22.

Testo completo
Gli stili APA, Harvard, Vancouver, ISO e altri
6

Hünseler, Christoph. "Ikterus". In Repetitorium Kinder- und Jugendmedizin, 625–27. Berlin, Heidelberg: Springer Berlin Heidelberg, 2019. http://dx.doi.org/10.1007/978-3-662-56790-6_35.

Testo completo
Gli stili APA, Harvard, Vancouver, ISO e altri
7

Classen, M. "Ikterus". In Interdisziplinäre Gastroenterologie, 155–67. Berlin, Heidelberg: Springer Berlin Heidelberg, 1985. http://dx.doi.org/10.1007/978-3-642-70522-9_11.

Testo completo
Gli stili APA, Harvard, Vancouver, ISO e altri
8

Dancygier, H. "Cholestase und Ikterus". In Klinische Hepatologie, 329–54. Berlin, Heidelberg: Springer Berlin Heidelberg, 2003. http://dx.doi.org/10.1007/978-3-642-55902-0_17.

Testo completo
Gli stili APA, Harvard, Vancouver, ISO e altri
9

Stein, Jürgen, Karima Farrag e Oliver Schröder. "Prüfung der biliären Sekretionsleistung – Ikterus und Cholestase". In Funktionsdiagnostik in der Gastroenterologie, 187–95. Berlin, Heidelberg: Springer Berlin Heidelberg, 2019. http://dx.doi.org/10.1007/978-3-662-59133-8_13.

Testo completo
Gli stili APA, Harvard, Vancouver, ISO e altri
10

de Mas, C. R. "Persistierender Ikterus — eine ungewöhnliche Komplikation nach endoskopischer Papillotomie". In Fallorientierte Differentialdiagnosen in der Gastroenterologie, 128–33. Berlin, Heidelberg: Springer Berlin Heidelberg, 1993. http://dx.doi.org/10.1007/978-3-642-77931-2_18.

Testo completo
Gli stili APA, Harvard, Vancouver, ISO e altri

Atti di convegni sul tema "Ikterus"

1

Piringer, P., A. Ziachehabi, M. Kienbauer, F. Wewalka e R. Schöfl. "Hot Axios® Duodenojejunostomie bei Ikterus". In 52. Jahrestagung & 30. Fortbildungskurs der Österreichischen Gesellschaft für Gastroenterologie & Hepatologie (ÖGGH). Georg Thieme Verlag KG, 2019. http://dx.doi.org/10.1055/s-0039-1691886.

Testo completo
Gli stili APA, Harvard, Vancouver, ISO e altri
2

Nietsch, HH. "Schmerzloser Ikterus – nicht immer Tumor: Krankheitsbild der Autoimmun-Cholangiopathie". In 46. Jahrestagung der Gesellschaft für Gastroenterologie in Bayern e.V. Georg Thieme Verlag KG, 2018. http://dx.doi.org/10.1055/s-0038-1648559.

Testo completo
Gli stili APA, Harvard, Vancouver, ISO e altri
Offriamo sconti su tutti i piani premium per gli autori le cui opere sono incluse in raccolte letterarie tematiche. Contattaci per ottenere un codice promozionale unico!

Vai alla bibliografia