Pour voir les autres types de publications sur ce sujet consultez le lien suivant : Media etikasi.

Articles de revues sur le sujet « Media etikasi »

Créez une référence correcte selon les styles APA, MLA, Chicago, Harvard et plusieurs autres

Choisissez une source :

Consultez les 50 meilleurs articles de revues pour votre recherche sur le sujet « Media etikasi ».

À côté de chaque source dans la liste de références il y a un bouton « Ajouter à la bibliographie ». Cliquez sur ce bouton, et nous générerons automatiquement la référence bibliographique pour la source choisie selon votre style de citation préféré : APA, MLA, Harvard, Vancouver, Chicago, etc.

Vous pouvez aussi télécharger le texte intégral de la publication scolaire au format pdf et consulter son résumé en ligne lorsque ces informations sont inclues dans les métadonnées.

Parcourez les articles de revues sur diverses disciplines et organisez correctement votre bibliographie.

1

Xayriniso, Jo'rayeva Shavkat qizi. "O'ZBEKISTONDA JURNALISTNING HUQUQLARI, JAVOBGARLIGI, STANDART VA ETIKASIGA NISBATAN QO'LLANILADIGAN AXLOQ VA AMALIYOT TAMOYILLARI." Journal of Social Sciences and Researches 1, no. 1 (2022): 22–26. https://doi.org/10.5281/zenodo.7125980.

Texte intégral
Résumé :
<em>Bu maqolada O&#39;zbekiston jurnalistlarining olib borayotgan Ishida kamchilikka yo&#39;l qo&#39;ymasligi uchun ba&#39;zi bir qoidalar ,jumladan, ularning huquqlari, o&#39;zini tutish va so&#39;zlashish etikasi, axborotni tomoshabinga yetkazib berish davomida xatoga &nbsp;yo&#39;l qo&#39;ymasligi uchun qoidalar va eslatmalar keltirib o&#39;tilgan.</em>
Styles APA, Harvard, Vancouver, ISO, etc.
2

JO'RAYEVA, Iroda. "OAV VA GENDER TENGLIK: AXBOROT TARQATISHDА SAMARALI YONDASHUVLAR". Journal of Science-Innovative Research in Uzbekistan 3, № 4 (2025): 647–53. https://doi.org/10.5281/zenodo.15343628.

Texte intégral
Résumé :
Mazkur maqolada ommaviy axborot vositalarida gender tenglik mavzularini samarali va professional tarzda yoritish masalalari tahlil etiladi. OAVning gender stereotiplarni shakllantirishdagi va ularni bartaraf etishdagi o&lsquo;rni, axborot tarqatishda tenglik tamoyillariga rioya qilish usullari yoritilgan. Shuningdek, gender mavzularini yoritishda uchraydigan asosiy muammolar va ularni hal etish bo&lsquo;yicha takliflar ham berilgan. Tadqiqot natijalari gender tenglikni OAV orqali keng targ&lsquo;ib etish va jamiyatda ijtimoiy adolatni mustahkamlash imkoniyatlarini ko&lsquo;rsatadi.
Styles APA, Harvard, Vancouver, ISO, etc.
3

Kasim, Azahar, Awan Ismail, and Chamil Wiraya. "SOCIAL MEDIA ETHICS AND REGULATIONS: A STUDY OF FACEBOOK RESTRICTIONS ON MEDIA IN MALAYSIA." International Journal of Law, Government and Communication 7, no. 28 (2022): 296–315. http://dx.doi.org/10.35631/ijlgc.728023.

Texte intégral
Résumé :
Social media is a term that refers to websites that combine applications to allow users to create and exchange and share content with other users online. Social media users often imagine that social media is a secure and closed platform for them to share provocative and controversial content without realizing the potential impact of such sharing. However, Facebook does censor posts by users as a control strategy. It has some restrictions on access or posting and transfer of information as well as outlines the rights and responsibilities of users over each posting made. This study was conducted
Styles APA, Harvard, Vancouver, ISO, etc.
4

ÖZTÜRK, Muammer. "A Bibliometric Analysis of Studies on “Halal Label”." Medya ve Din Araştırmaları Dergisi 6, no. 1 (2023): 205–20. http://dx.doi.org/10.47951/mediad.1271976.

Texte intégral
Résumé :
Bu çalışma Web of Science veri tabanında yer alan “helal etiket” kavramını içeren araştırma makalelerin bibliyometrik verilerine odaklanmaktadır. İslam hukukunda bazı ürünlerin tüketilmesi yasaklanmıştır. Üreticiler de ürünlerin İslam hukukuna uygun olduğunu ve Müslümanların tüketmesinde bir sakınca olmadığını belirtmek için ürünlerine aldıkları sertifikalar doğrultunda helal etiketi yerleştirmektedir. Helal etiketi, tüketicilerin satın alma davranışlarını yönlendirdiği gibi üreticilerin de ürünlerini satması ve kar elde etmesine yardımcı olmaktadır. Bu çalışma kapsamında “helal etiket” içeren
Styles APA, Harvard, Vancouver, ISO, etc.
5

Amrullah, Fariz. "Filsafat dan Etika Media: Quo Vadis Etika di Era Media Digital." Jurnal Al Nahyan 1, no. 1 (2025): 33–39. https://doi.org/10.58326/jan.v1i1.200.

Texte intégral
Résumé :
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kondisi saat ini dan arah masa depan etika media di era digital. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode analisis konten, penelitian ini menyelidiki berbagai bentuk pelanggaran etika yang terjadi di media digital, faktor-faktor yang mendasarinya, dan dampaknya terhadap integritas jurnalistik. Temuan penelitian ini mengungkapkan bahwa konvergensi media tradisional dan digital, tekanan ekonomi, dan penyebaran informasi yang cepat secara signifikan mempengaruhi praktik jurnalistik, seringkali mengarah pada pelanggaran etika. Penelitian ini
Styles APA, Harvard, Vancouver, ISO, etc.
6

Ramdani, Fauziah, Arifuddin Tike, and Zelfia Zelfia. "Kebebasan Pers dan Etika Media (Telaah Konsep Kebebasan Pers dan Etika Media)." RESPON JURNAL ILMIAH MAHASISWA ILMU KOMUNIKASI 5, no. 4 (2024): 93–102. https://doi.org/10.33096/respon.v5i4.273.

Texte intégral
Résumé :
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan konsep kebebasan pers, etika media dan hubungan antara kebebasan pers dan penerapan etika media dalam praktik jurnalistik di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research). Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Kebebasan pers dianggap sebagai pilar demokrasi karena media berperan sebagai pengawas pemerintah dan lembaga kekuasaan lainnya. 2) Munculnya UU Pers tahun 1999 melegitimasi peran dan tanggu
Styles APA, Harvard, Vancouver, ISO, etc.
7

Indriani Rorong, Novita. "Budaya Kekerasan dalam Media Elektronik Ditinjau dari Sudut Pandang Etika Kristen." Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika 3, no. 1 (2020): 88–109. http://dx.doi.org/10.34081/fidei.v3i1.97.

Texte intégral
Styles APA, Harvard, Vancouver, ISO, etc.
8

Sipayung, Dea Enjelina, Halima Lahagu, Natalia Pasaribu, et al. "Pelanggaran Etika Dalam Media Sosial." Jurnal Akuntansi Hukum dan Edukasi 2, no. 1 (2025): 174–80. https://doi.org/10.57235/jahe.v2i1.5851.

Texte intégral
Résumé :
Media sosial menjadi sarana utama untuk berinteraksi dengan orang lain di era modern berkat kemajuan teknologi informasi dan komunikasi. Namun, kemudahan berkomunikasi melalui media sosial juga memungkinkan pelanggar etika seperti hoaks, ujaran kebencian, pencemaran nama baik, dan pelanggaran privasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan berbagai jenis pelanggaran etika yang terjadi dalam media sosial serta menganalisis faktor-faktor yang menyebabkannya dan bagaimana hal itu berdampak baik pada masyarakat maupun individu. Metode penelitian yang digunakan adalah observasi media sos
Styles APA, Harvard, Vancouver, ISO, etc.
9

Azis, Ahmad Ridhai, and Fahmi Fahmi. "Etika Dakwah dan Media Sosial." Alhaqiqa: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam 5, no. 1 (2021): 31–40. http://dx.doi.org/10.36915/alhaqiqa.v5i1.145.

Texte intégral
Résumé :
ABSTRAK Artikel ini membahas tentang konsep dakwah menurut Islam dan peran media sosial dalam berdakwah. Secara mendasar dakwah meliputi isi (esensi) dan cara (metode). Isi (materi) memang harus disampaikan sesuai dengan sumber normativitas agama, namun juga dituntut adanya kontekstualisasi. Apalagi metode penyampaiannya, harus senantiasa seiring dan selaras dengan perkembangan zaman. Dari hasil kajian yang penulis lakukan sampai pada kesimpulan bahwa; dakwah merupakan sebuah kewajiban bagi setiap muslim. Dakwah juga harus dilakukan dengan cara-cara yang arif dan bijaksana, tidak konfrontatif,
Styles APA, Harvard, Vancouver, ISO, etc.
10

Simanjuntak, Herbin, and Feri Aman Mendrofa. "ETIKA BERAPOLOGIA DI MEDIA SOSIAL." JURNAL TABGHA 3, no. 2 (2022): 78–88. http://dx.doi.org/10.61768/jt.v3i2.30.

Texte intégral
Résumé :
Tulisan ini berusaha membawa pembaca untuk tidak memisahkan etika pada pelaksanaan apologia di media sosial. Beberapa dialog apologia yang ditampilkan sedikit banyak sering terseret keluar dari etika Kristen yang seharusnya tetap dipraktikan dalam keadaan apapun. Dampaknya kegiatan apologia tidak lagi menjadi berkat bahkan dapat berujung pada kosekuensi hukum. Melalui penelitian ini penulis menginginkan para praktisi pembela iman kristen tidak memisahkan etika menurut persepektif kristen dalam berapologia. Penyusunan tulisan ini memakai metode penelitian kualitatif dimana penulis mendasarkan p
Styles APA, Harvard, Vancouver, ISO, etc.
11

Ispandriarno, Lukas S. "MEMBACA MEDIA DARING, MENGIKUTI MEDIA SOSIAL: DI MANA ETIKA?" Jurnal Komunikasi 10, no. 1 (2015): 23–28. http://dx.doi.org/10.20885/komunikasi.vol10.iss1.art3.

Texte intégral
Styles APA, Harvard, Vancouver, ISO, etc.
12

Dwi pramonojai, Gilrandi Aristya. "Politik Popularitas Menurut Etika Kristen." Ritornera - Jurnal Teologi Pentakosta Indonesia 3, no. 2 (2023): 90–97. http://dx.doi.org/10.54403/rjtpi.v3i2.68.

Texte intégral
Résumé :
Popularity politics cannot be separated from a democratic political system. Technological advances provide very wide space for political popularity. As a result, Christians often experience difficulties in responding to the political dynamics that occur. This study uses a literature review method with a descriptive qualitative approach. As a result, populist politics is incompatible with Christian ethics if it is not based on integrity. Christian ethics places truth and justice as the basis of ethics, which can result in someone becoming unpopular.Keywords: politics, integrity, ethicsPolitik p
Styles APA, Harvard, Vancouver, ISO, etc.
13

Silvana Oktanisa and Fransisca Ully Marshinta. "Kajian Moralitas Dan Etika Terhadap Pelaksanaan Hukum Media Di Indonesia." JURNAL HUKUM, POLITIK DAN ILMU SOSIAL 2, no. 1 (2023): 179–88. http://dx.doi.org/10.55606/jhpis.v2i1.1386.

Texte intégral
Résumé :
Keefektifan serta peran media menjadikan media sebagai bagian penting dalam membentukkepribadian, perilaku dan pengalaman kesadaran masyarakat. Namun, persoalan yang terjadi pada media khususnya diIndonesia saat ini membawa pesandan pemberitaan yang seringkali lepas kendali dan tidak meperhitungkan nilai-nilai etis. Berbagai pelanggaran terjadi seperti pelanggaran media jurnalistik,pelanggaran hak cipta, pelanggaran media internet dan media sosial. Penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan deskriptif analitis.Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode dokumentasi.
Styles APA, Harvard, Vancouver, ISO, etc.
14

Biji Bintang Habibitasari and Ema Rizki Novida. "Penanaman Etika Bermedia Sosial bagi Anggota Duta Kampus UKM Pengembangan Diri STIKES Banyuwangi." Jurnal Pengabdian Masyarakat (JUDIMAS) 1, no. 1 (2023): 14–32. http://dx.doi.org/10.54832/judimas.v1i1.86.

Texte intégral
Résumé :
Pendahuluan: Media sosial merupakan platform jejaring online yang banyak digunakan oleh kalangan remaja. Media sosial banyak dipilih sebagai alat untuk mencari informasi, menunjukan jati diri dan sebagainya. Dalam penggunaannya, media sosial tidak hanya memberikan dampak positif, namun juga dapat memberikan dampak yang buruk. Hal ini disebabkan sifat khas remaja yang masih mencari jati diri sehingga kurangnya kontrol dalam penggunaan media sosial. Pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan sosiliasi penanaman etika bermedia sosial khususnya pada remaja. Tujuan: Responden dapat memahami tent
Styles APA, Harvard, Vancouver, ISO, etc.
15

Afriani, Febi, and Alia Azmi. "Penerapan Etika Komunikasi di Media Sosial." Journal of Civic Education 3, no. 3 (2020): 331–38. http://dx.doi.org/10.24036/jce.v3i3.372.

Texte intégral
Résumé :
Penelitian ini dilatar belakangi oleh pentingnya penerapan etika komunikasi di media sosial WhatsApp oleh mahasiswa. Etika komunikasi di media sosial ini terbagi atas tiga poin penting yang harus diterapkan oleh setiap penggunanya termasuk mahasiswa. Tujuan penelitian untuk menganalisis bagaimana penerapan etika komunikasi mahasiswa di media sosial WhatsApp. Penelian ini menggunakan metode analisis isi kualitatif dengan menggunakan teknik observasi dan dokumentasi. Objek penelitian adalah semua postingan mahasiswa mahasiswa PPKn Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang tahun masuk 2016 p
Styles APA, Harvard, Vancouver, ISO, etc.
16

Siallagan, Thomson. "Mengembangkan Etika Sosial Antara Siswa dengan Guru dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen Sistem Daring." SANCTUM DOMINE: JURNAL TEOLOGI 11, no. 1 (2021): 37–54. http://dx.doi.org/10.46495/sdjt.v11i1.105.

Texte intégral
Résumé :
Abstrak&#x0D; Di masa pandemi 19, sistem pembelajaran tatap muka berubah menjadi sistem pembelajaran jarak jauh. Anak belajar dari rumah dan guru mengajar dengan menggunakan jaringan internet. Berbagai persoalan muncul dalam sistem pembelajaran online ini, termasuk masalah etika sosial antara siswa dengan guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana mengembangkan etika sosial antara siswa dengan guru dalam pembelajaran online di masa pandemi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kajian pustaka dengan menggunakan literatur-literatur yang berkaitan dengan subjek kajian. Hasi
Styles APA, Harvard, Vancouver, ISO, etc.
17

Wahyuni, Sri. "Etika Berkomunikasi di Media Sosial (Whatsapp)." EUNOIA (Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia) 1, no. 2 (2021): 156. http://dx.doi.org/10.30821/eunoia.v1i2.1150.

Texte intégral
Résumé :
&lt;em&gt;Whatsapp&lt;/em&gt; sebagai media sosial mempunyai berbagai fitur yang tersedia bagi para penggunanya dapat mempermudah untuk berkomunikasi dan bertukar informasi dari tempat yang jauh, sehingga membuat jarak dan waktu lebih efisien. Dalam berkomunikasi dibutuhkan etika yaitu mempertimbangkan nilai-nilai dan norma etika yang baik. Dari artikel ini disampaikan etika berkomunikasi menggunakan &lt;em&gt;whatsapp&lt;/em&gt;, yaitu: (1) Berikan salam, (2)Perkenalkan diri, (3) Tidak bertele-tele, (4) Gunakan bahasa yang baik, (5) Lihat waktu pengiriman, (6) Mematuhi peraturan yang berlaku,
Styles APA, Harvard, Vancouver, ISO, etc.
18

Siregar, Lisna Wati. "Etika Bermedia Sosial." Al-Murabbi: Jurnal Pendidikan Islam 1, no. 2 (2023): 179–91. http://dx.doi.org/10.62086/al-murabbi.v1i2.365.

Texte intégral
Résumé :
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan media sosial yang baik dan benar menurut perspektif Islam. Metode penelitian yang digunakan dalam penyusunan jurnal ini adalah dengan menggunakan literature review dimana peneliti mengumpulkan bahan-bahan untuk keperluan penelitian yang diperoleh dari artikel-artikel dalam sistem jurnal online untuk menggali bagaimana media praktis dari perspektif Islam. Jelaskan bagaimana menjadi efektif dan efisien. Diskusi penelitian. Dalam menyajikan data, peneliti mengumpulkan data dari jurnal dan artikel, berfokus pada penyajian data secar
Styles APA, Harvard, Vancouver, ISO, etc.
19

Astuti, Irawati Diah. "Fenomena Kidfluencer dalam Beretika Media Sosial." Martabat: Jurnal Perempuan dan Anak 6, no. 2 (2023): 214–41. http://dx.doi.org/10.21274/martabat.2022.6.2.214-241.

Texte intégral
Résumé :
Media sosial saat ini menjadi bagian kehidupan yang sulit dipisahkan dari masyarakat. Bahkan, media sosial juga menjadi lahan bagi sebagian orang untuk mengais rupiah yang dipergunakan untuk berbagai kebutuhan hidup. Tak hanya orang dewasa, anak-anak juga turut hadir di media sosial sebagai objek untuk menghasilkan uang. Padahal, penggunaan media sosial dibatasi oleh aturan usia untuk menghindari berbagai hal yang bisa membahayakan anak di masa depan. Namun, orang-orang dewasa, yang umumnya merupakan orang tua si anak itu sendiri, melegitimasi terjunnya anak-anak ke media sosial demi berbagai
Styles APA, Harvard, Vancouver, ISO, etc.
20

Abdullah, Abdullah, Istika Ahdiyanti, and Dwi Iin Kahina. "Etika Komunikasi Islam Dalam Media Sosial." Al-Hikmah: Jurnal Dakwah dan Komunikasi 1, no. 2 (2022): 1–15. http://dx.doi.org/10.47945/al-hikmah.v1i2.721.

Texte intégral
Résumé :
Current technological developments, especially informatics and communication have reached a golden point, one of which is social media. This is evidenced by human activities, which range from children, teenagers to the elderly who are completely dependent on social media and have become a necessity of their life. Social media has quite a lot of positive impacts on people's lives, but it can also have negative impacts if its users are too excessive. Therefore, the self-awareness of media users is very important to be improved and supported by ethics or Islamic teachings in social media. This is
Styles APA, Harvard, Vancouver, ISO, etc.
21

Siti, Fatihah Ashari Nina Yuliana. "Etika Berkomunikasi Dalam Lingkungan Media Sosial." Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial 1, no. 5 (2023): 271–75. https://doi.org/10.5281/zenodo.10365522.

Texte intégral
Résumé :
<i>The development of social media directly impacts human order and behavior. The symptoms of this cyber bullying behavior in Indonesia are already very worrying and troubling many people who play social media.&nbsp; Ethics gives humans the experience of how they live their lives through a series of daily actions. Which means ethics can help human activities to make a decision, how they behave and act in a way that is right for the view in living this life.&nbsp;A good communication ethic will create a good and harmonious atmosphere and relationship between communities. It is inversely proport
Styles APA, Harvard, Vancouver, ISO, etc.
22

Hariguna, Taqwa, Berlilana, and Retno Waluyo. "Sosialisasi Etika Penggunaan Media Sosial untuk Mencegah Bullying pada Siswa MTs Ushriyyah Purbalingga." ADI Pengabdian Kepada Masyarakat 3, no. 2 (2023): 107–13. http://dx.doi.org/10.34306/adimas.v3i2.865.

Texte intégral
Résumé :
Teknologi komunikasi dan informasi mempengaruhi perkembangan platform media sosial yang beredar di masyarakat. Penggunaan media sosial memiliki dampak negatif dan dampak positif. Saat ini siswa juga sudah menggunakan media sosial, namun konten video atau foto yang diupload pada media sosial masih banyak ditemui yang tidak sesuai dengan etika dan mengarah cyberbullying pada media sosial. Berdasarkan obeservasi dan wawancara siswa MTs Ushriyyah Purbalingga belum mengetahui etika dalam penggunaan medisa sosial. Tim pengabdian Universitas Amikom Purwokerto melakukan kegiatan pengabdian masyarakat
Styles APA, Harvard, Vancouver, ISO, etc.
23

Hutajulu, Lois, and Romiaty Romiaty. "HUBUNGAN ANTARA INTENSITAS MEDIA SOSIAL DENGAN ETIKA KOMUNIKASI SISWA SMP N 2 PALANGKA RAYA TAHUN AJARAN 2021/2022." Jurnal Pendidikan 23, no. 1 (2022): 20–29. http://dx.doi.org/10.52850/jpn.v23i1.4651.

Texte intégral
Résumé :
Abstract&#x0D; Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan intensitas penggunaan media sosial dengan etika komunikasi siswa. Penelitian ini merupakan penelitian korelasi, dengan sampel 48 orang. Teknik Pengumpulan data utama pada penelitian ini menggunakan angket penggunaan media sosial dan etika komunikasi untuk mengetahui ada tidaknya hubungan penggunaan media sosial dengan etika komunikasi siswa. Dari hasil analisi penelitian menggunakan korelasi product moment diperoleh r hitung sebesar - 0,018. Melihat taraf signifikansi 5% pada r tabel product moment dengan dk = n-2 = 48-2=46 dipe
Styles APA, Harvard, Vancouver, ISO, etc.
24

Khumaedi, Teddy. "PENYIMPANGAN ETIKA DALAM KOMUNIKASI MASSA." AT-TAWASUL 1, no. 2 (2022): 64–71. http://dx.doi.org/10.51192/ja.v1i2.208.

Texte intégral
Résumé :
Pemanfaatan ruang media komunikasi saat ini telah jauh berkembang pesat seiring dengan revolusi teknologi komunikasi, dimana setiap orang dihadapkan pada banyak pilihan untuk mampu menyalurkan sekaligus mengakses informasi terkini baik melalui media konvensional seperti media cetak maupun media elektronik dan yang paling berkembang saat ini adalah media sosial yang masih merupakan bagian dari pada media massa. Dan percakapan di media sosial merupakan keniscayaan yang sangat sulit untuk dihindarkan oleh siapa pun termasuk kalangan orang tua renta sekalipun, mengingat zaman sekarang penggunaan g
Styles APA, Harvard, Vancouver, ISO, etc.
25

Sari Siahaan, Febri, Ahmad Rasyiddin, and Ibrahim Tri Nugroho. "SOSIALISASI MEDIA SOSIAL DENGAN MEMANFAATKAN MEDIA SOSIAL SEBAGAI PERSONAL BRANDING PADA SMA NEGERI 6 TIGARAKSA." Jurnal Pengabdian Masyarakat Ekonomi dan Bisnis Digital 1, no. 2 (2024): 107–13. http://dx.doi.org/10.59407/jpmebd.v1i2.1110.

Texte intégral
Résumé :
Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di SMA Negeri 6 Tigaraksa bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa dalam personal branding melalui media sosial. Tujuan dari program ini adalah untuk memberikan siswa pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk membangun dan mengelola citra pribadi mereka secara efektif di dunia digital. Program dilaksanakan melalui serangkaian workshop dan seminar yang mencakup topik-topik seperti konsep personal branding, strategi konten, etika digital, dan pengembangan jaringan profesional. Metode yang digunakan dalam program ini meliput
Styles APA, Harvard, Vancouver, ISO, etc.
26

Waluyo, Retno. "Sosialisasi Etika Bermedia Sosial Untuk Menyikapi Berita Hoax Di SMA Muhamadiyah 4 Purbalingga." Diklat Review : Jurnal manajemen pendidikan dan pelatihan 2, no. 3 (2019): 246–50. http://dx.doi.org/10.35446/diklatreview.v2i3.295.

Texte intégral
Résumé :
Teknologi digital menghadirkan ruang komunikasi dan media informasi yang tidak lagi terbatas oleh waktu dan jarak. Media sosial yang memungkinkan siapa saja untuk berpendapat. Hoax menjadi perbincangan hangat di media massa maupun media sosial belakangan ini karena dianggap meresahkan publik. Penggunaan smartphone dikalangan pelajar SMA/SMK sudah tidak dapat terhindarkan lagi dan terus meningkat, setiap waktu dapat menggunakan smartphone untuk membuka media sosial sehingga mendapatkan informasi dengan mudah. Pengetahuan siswa maupun Guru di SMA Muhamadiyah 4 Purbalingga terkait etika bermedia
Styles APA, Harvard, Vancouver, ISO, etc.
27

Kho, Ardi, Oscar Jayanegara, Benny Aristo, and Dewi Sri Surya Wuisan. "Etika Bisnis Pada Usaha Kecil dan Menengah dengan Pemanfaatan Instagram dan Komunikasi Media Komputer." ADI Bisnis Digital Interdisiplin Jurnal 4, no. 1 (2023): 143–48. http://dx.doi.org/10.34306/abdi.v4i1.944.

Texte intégral
Résumé :
Perkembangan teknologi dalam komunikasi yang terjadi melalui media sosial atau lingkungan virtual. Komunikasi media sosial disebut sebagai komunikasi yang dimediasi komputer. Situs web media sosial seperti Facebook, Instagram, dan lainnya disebut sebagai CMC. Jarak dan waktu bukanlah penghalang untuk berkomunikasi saat menggunakan media sosial. masyarakat di media sosial juga memanfaatkan aktivitas jual beli yang dilakukan oleh sebagian orang. Banyak pengguna menggunakan program media, khususnya Instagram saat menggunakan media sosial untuk aktivitas jual beli. Salah satu sarana online yang di
Styles APA, Harvard, Vancouver, ISO, etc.
28

Tambunan, Nurhalima, Sekar Katresna, Alya Salsabila, Khairuddin Yusuf, and Salwa Nabila. "ETIKA KOMUNIKASI DALAM MEDIA SOSIAL PADA IBU-IBU PERWIRITAN DI PERUMAHAN GRIYA PERMATA IV TANJUNG ANOM." Journal Acta Diurna 19, no. 2 (2023): 49. http://dx.doi.org/10.20884/1.actadiurna.2023.19.2.8067.

Texte intégral
Résumé :
Sebagai makhluk sosial, manusia pastinya menjalani proses komunikasi dalam kehidupan sehari-hari. Proses komunikasi itu dapat dilakukan dengan menggunakan peran media yang ada. Berkembangnya teknologi maka perkembangan media pun semakin canggih. Salah satunya dengan hadirnya media sosial yang digemari oleh seluruh kalangan. Saat ini proses komunikasi menjadi lebih mudah, sehingga kita juga mengenal komunikasi media, yang dalam penelitian ini adalah melalui media sosial. Dalam menggunakan media sosial tentunya tidak boleh sembarangan, namun ada etika komunikasi yang perlu diperhatikan. Etika ko
Styles APA, Harvard, Vancouver, ISO, etc.
29

Lauk, Epp. "Žiniasklaidos laisvė? Žurnalistų etikos problemos Estijoje." Informacijos mokslai 47 (January 1, 2008): 59–65. http://dx.doi.org/10.15388/im.2008.0.3342.

Texte intégral
Résumé :
Šiame straipsnyje nagrinėjama pokomunistinių šalių spaudos laisvė, laisvoji rinka ir egzistuojantys žurnalistų etikos kodeksai, kurių nepakanka garbingos ir etiškos žurnalistikos, prižiūrimos savireguliacinių institucijų, plėtrai. Estijos pavyzdys, kaip demokratijos ir laisvos rinkos ekonomikos modelis, atskleidžia, jog vienoje iš “laisviausių” šalių žiniasklaidos elitas, siekdamas savo interesų ir pelno, išplėtojo užgaulingą “savireguliacijos simuliaciją”. Ten, kur valstybės žiniaskaidos politika išlieka itin liberali, o pilietinės ir politinės kultūros neišplėtotos, “socialiai atsakingos” žu
Styles APA, Harvard, Vancouver, ISO, etc.
30

Budiman, Arip Budiman. "Analisis Etika Ibnu Miskawaih terhadap Fenomena ‘Flexing’ di Media Sosial." SETYAKI : Jurnal Studi Keagamaan Islam 1, no. 4 (2023): 30–40. http://dx.doi.org/10.59966/setyaki.v1i4.647.

Texte intégral
Résumé :
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi relevansi etika Ibnu Miskawaih dalam meninjau fenomena flexing yang dianggap tidak sesuai dengan ajaran Islam, khususnya perilaku riya. Fenomena flexing muncul seiring pengaruh media sosial yang mendorong orang untuk tampil dan mendapatkan pengakuan, terutama dari individu yang terkesan superkaya. Rumusan masalah penelitian mengidentifikasi apakah terdapat relevansi etika Miskawaih dalam meninjau perilaku flexing. Metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan digunakan untuk menganalisis konsep etika Miskawaih dan perilaku flexin
Styles APA, Harvard, Vancouver, ISO, etc.
31

Blegur, Romelus, Sugihyarto Sugihyarto, Sulianus Susanto, and Sicilia Sima. "Etika dalam beribadah." Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan) 13, no. 1 (2023): 131–50. http://dx.doi.org/10.51828/td.v13i1.315.

Texte intégral
Résumé :
Prioritas ibadah melalui media online tampak mengalami pergeseran oleh karena kebebasan mengakses dan memilih ibadah yang disukai sesuai selera peribadi, serta penggunaan ruang dan waktu ibadah yang tidak proporsional. Hal tersebut tidak etis sebab dengan demikian ibadah tidak dialami secara substansial. Bertolak dari itu, maka fokus penelitian ini adalah pada tinjauan etis terkait prioritas ibadah melalui media online yang tampak mengandung problem tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah content analysis dengan mengacu pada sumber-sumber pustaka, baik artikel online maupun
Styles APA, Harvard, Vancouver, ISO, etc.
32

Arifandi, Ahmad, and Irma Yusriani Simamora. "Penerapan Etika Komunikasi di Media Sosial: Analisis Pada Grup WhatsApps Having Fun." Jurnal Dinamika Sosial Budaya 25, no. 1 (2023): 306. http://dx.doi.org/10.26623/jdsb.v25i1.4479.

Texte intégral
Résumé :
&lt;p&gt;Manusia sebagai makhluk sosial tentu saja melakukan aktivitas komunikasi dalam kesehariannya. Proses komunikasi pun bisa dilakukan dengan menggunakan bantuan media. Semakin berkembangnya teknologi, perkembangan media pun menjadi semakin canggih. Salah satu diantaranya adalah perkembangan media sosial. Pada saat ini, proses komunikasi sudah sangat mudah dengan kita mengenal media sosial. Dalam penggunaan media sosial, tentu saja tidak bisa seenaknya, tapi ada etika komunikasi yang perlu diperhatikan dan diterapkan. Etika komunikasi pada media sosial inilah yang akan dikaji oleh penulis
Styles APA, Harvard, Vancouver, ISO, etc.
33

Zuhdiniati, Zuhdiniati, Baiq Nahdiyyati, Baiq Rahmi Aulia Az-Zahra, et al. "Media Sosial dan Perubahan pada Anak Remaja: Implikasi terhadap Etika Berbahasa dan Karakter." Jurnal Kajian Bahasa, Sastra dan Pengajaran (KIBASP) 7, no. 1 (2023): 338–51. http://dx.doi.org/10.31539/kibasp.v7i1.7234.

Texte intégral
Résumé :
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh media sosial TikTok dan Facebook terhadap kemunduran etika berbahasa dan perubahan karakter pada anak remaja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam dan observasi partisipatif untuk mengumpulkan data dari sejumlah responden siswa yang aktif menggunakan media sosial TikTok dan Facebook. Data yang dikumpulkan dianalisis secara tematis untuk mengidentifikasi pola perilaku dan perubahan karakter yang terjadi pada anak remaja seiring dengan penggunaan media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengguna
Styles APA, Harvard, Vancouver, ISO, etc.
34

Meunasah Tampubolon, Runni Teguh, and Padian Adi Salamat Siregar. "Pentingnya Etika dalam Bermedia Sosial." Jurnal Hukum Indonesia 1, no. 1 (2022): 30–33. http://dx.doi.org/10.58344/jhi.v1i1.3.

Texte intégral
Résumé :
Pendahuluan: Media sosial kini lekat dengan kalangan sosial, khususnya generasi milenial saat ini. hampir semua remaja, dewasa bahkan anak-anak memiliki media sosial. Tidak hanya satu tetapi beberapa media sosial, kebebasan berekspresi di media sosial merupakan wadah bagi orang untuk mengekspresikan keinginannya, tetapi karena itu ada beberapa orang yang tidak dapat mengontrol perilakunya di media sosial. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk sosialisasi pentingnya etika dalam bermedia sosial pada anak usia dini. Metode: Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode stud
Styles APA, Harvard, Vancouver, ISO, etc.
35

Bramantha, Heldie, Ratih Kesuma Dewi, Aenor Rofek, and Fitriyatul Jannah. "ETIKA DALAM PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL BAGI SISWA MAN 2 KABUPATEN SITUBONDO." MIMBAR INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian 2, no. 2 (2023): 564. http://dx.doi.org/10.36841/mimbarintegritas.v2i2.3296.

Texte intégral
Résumé :
Penggunaan internet dengan smartphone melalui hasil survei mengungkapkan bahwa rata-rata pengakses internet Indonesia berasal dari smartphone atau sekitar 67,2 juta atau 50,7 persen. Penggunaan internet tidak hanya digunakan oleh kalangan dewasa atau mahasiswa tetapi siswa sekolah (SMP, SMA, MA Sederajat) sudah banyak yang menggunakan internet. Penggunaan akses internet lebih banyak digunakan untuk media sosial ( facebook, tiktok, Instagram, dll), tetapi bagi siswa SMA akses internet belum digunakan secara baik dalam berkomentar atau menulis pada media sosial tidak menunjukkan etika komunikasi
Styles APA, Harvard, Vancouver, ISO, etc.
36

Widyatmoko, Agus Toto. "Etika Menulis dengan Cahaya." Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi 5, no. 2 (2017): 209. http://dx.doi.org/10.14710/interaksi.5.2.209-2018.

Texte intégral
Résumé :
Abstract :The mass media had great influence in conveying a message against their common. The values of the message was set out in the text and images are presented by the media. The message may contain meaning positive and inspiring in describing events, so that is not interfere psychological of audience. In the context of photojournalism, the expression that the power of the image can be far beyond the message conveyed through text. Because the meaning of the message, the essence of photojournalism must pay attention to the rules of journalism were set in the Press Law and the Code of Ethics
Styles APA, Harvard, Vancouver, ISO, etc.
37

Widyatmoko, Agus Toto. "Etika Menulis dengan Cahaya." Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi 5, no. 2 (2017): 209. http://dx.doi.org/10.14710/interaksi.5.2.209-218.

Texte intégral
Résumé :
Abstract :The mass media had great influence in conveying a message against their common. The values of the message was set out in the text and images are presented by the media. The message may contain meaning positive and inspiring in describing events, so that is not interfere psychological of audience. In the context of photojournalism, the expression that the power of the image can be far beyond the message conveyed through text. Because the meaning of the message, the essence of photojournalism must pay attention to the rules of journalism were set in the Press Law and the Code of Ethics
Styles APA, Harvard, Vancouver, ISO, etc.
38

Evelina, Lidya Wati. "Analisis Isu S (Suku) A (Agama) R (Ras) A (Antar Golongan) di Media Social Indonesia." Jurnal ULTIMA Comm 7, no. 1 (2015): 107–22. http://dx.doi.org/10.31937/ultimacomm.v7i1.426.

Texte intégral
Résumé :
Tujuan penelitian: Untuk mengetahui konten-konten di media sosial yang berkaitan dengan Isu SARA di Indonesia dari tahun 2013 hingga 2015. Untuk mengetahui alasan perlunya Etika Bermedia sosial dalam konteks masyarakat multietnis. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Cyberculture meliputi relasi antara nature dan technology. Pesan dalam cyber culture bila merupakan sebuah pesan yang memperkenalkan sebuah aksi atau reaksi. Metode Penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan melakukan wawancara semi terstruktur dengan para informan yang sudah dipilih dan sesua
Styles APA, Harvard, Vancouver, ISO, etc.
39

Nurhadi, Zikri Fachrul, Ummu Salamah, Muhammad Ilham Fadhilah, and Yuni Dahlia Yosepha Mogot. "MAKNA PESAN ETIKA MENGGUNAKAN MEDIA SOSIAL BAGI SANTRI DI ERA TRANSFORMASI DIGITAL." Jurnal Common 6, no. 1 (2022): 97–115. http://dx.doi.org/10.34010/common.v6i1.7537.

Texte intégral
Résumé :
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena derasnya arus informasi yang beredar di media sosial era transformasi digital, dan dengan seiring terjadinya penurunan etika di kalangan anak remaja. Sejalan dengan hal tersebut pesantren menjadi tempat di mana para remaja melakukan perbaikan diri mulai dari etika hingga norma beragama. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan motif, pengalaman, dan makna pesan etika menggunakan media sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teori fenomenologi yang memiliki asumsi bahwa manusia secara aktif menginterpretasikan pengalama
Styles APA, Harvard, Vancouver, ISO, etc.
40

Permana, Gumiwang Arkadia Putra, Aceng Kosasih, and Indah Sari. "ETIKA MENGGUNAKAN SOSIAL MEDIA TIKTOK DALAM AJARAN ISLAM." Jurnal Inovasi Pendidikan dan Teknologi Informasi (JIPTI) 6, no. 1 (2025): 110–27. https://doi.org/10.52060/jipti.v6i1.2646.

Texte intégral
Résumé :
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis etika penggunaan sosial media TikTok dalam perspektif ajaran Islam. TikTok sebagai platform sosial media yang populer, telah membawa perubahan signifikan dalam cara individu berinteraksi dan berbagi konten. Namun, penggunaan TikTok juga menimbulkan berbagai isu etika yang perlu diatasi, terutama dalam konteks nilai-nilai Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka untuk mengumpulkan dan menganalisis literatur yang relevan. Data dikumpulkan dari berbagai sumber, termasuk buku, artikel jurnal, dan dokumen resmi y
Styles APA, Harvard, Vancouver, ISO, etc.
41

Zainuddin, Husna. "Etika Penggunaan Media Sosial dalam Al-Qur’an sebagai Alat Komunikasi di Era Digitalisasi." AL-MUTSLA 2, no. 1 (2020): 26–38. http://dx.doi.org/10.46870/almutsla.v2i1.50.

Texte intégral
Résumé :
Artikel ini membahas tentang etika penggunaan media sosial yang dikaitkan dengan kandungan isi al-Qurán sebagai pedoman bagi setiap manusia. Media sosial telah menjadi alat komunikasi paling dibutuhkan di era globalisasi saat ini, sehingga dibutuhkan etika dalam penggunaannya. Dalam menggunakan media sosial sebaiknya mengacu pada al-Qur’an yang telah diwahyukan kepada Rasulullah Muhammad saw. Sebagai pedoman hidup bagi seluruh ummat manusia tentunya mampu menjadi sumber rujukan tertinggi. Dalam al-Qur’an terjelaskan etika berkomunikasi dengan media sosial yang tidak bertentangan dengan konstit
Styles APA, Harvard, Vancouver, ISO, etc.
42

Husnah. Z. "Etika Penggunaan Media Sosial Dalam Al-Qur’an Sebagai Alat Komunikasi si Era Digitalisasi." AL-MUTSLA 1, no. 2 (2021): 149–62. http://dx.doi.org/10.46870/jstain.v1i2.14.

Texte intégral
Résumé :
Artikel ini membahas tentang etika penggunaan media sosial yang dikaitkan dengan kandungan isi al-Qurán sebagai pedoman bagi setiap manusia. Media sosial telah menjadi alat komunikasi paling dibutuhkan di era globalisasi saat ini, sehingga dibutuhkan etika dalam penggunaannya. Dalam menggunakan media sosial sebaiknya mengacu pada al-Qur’an yang telah diwahyukan kepada Rasulullah Muhammad saw. Sebagai pedoman hidup bagi seluruh ummat manusia tentunya mampu menjadi sumber rujukan tertinggi. Dalam al-Qur’an terjelaskan etika berkomunikasi dengan media sosial yang tidak bertentangan dengan konstit
Styles APA, Harvard, Vancouver, ISO, etc.
43

Anas Zairi, Anas Muhammad Adam, Harith Mahayuddin, and Nazmi Nazri. "KESEDARAN MAHASISWA MUSLIM TERHADAP ETIKA PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL." E-Journal of Islamic Thought & Understanding 5, no. 2 (2022): 122–30. https://doi.org/10.24191/ejitu.v5i2.7318.

Texte intégral
Résumé :
Kajian ini bertujuan untuk menganalisis tahap kesedaran Islam dalam kalangan pengguna media sosial terhadap etika penggunaannya serta mengenal pasti pengaruh prinsip-prinsip Islam terhadap tingkah laku digital mereka, memandangkan wujudnya masalah penyalahgunaan media sosial seperti penyebaran fitnah, ujaran kebencian, dan konten tidak bermoral terutamanya dalam kalangan generasi muda. Objektif kajian bertujuan mengenal pasti tahap kesedaran mahasiswa berdasarkan prinsip syariah, menganalisis hubungan antara kefahaman nilai Islam dengan amalan digital, dan mencadangkan langkah penambahbaikan .
Styles APA, Harvard, Vancouver, ISO, etc.
44

Layali Ihyani, M. Chothibul Umam Assa'ady Assa'ady, Rini Adriani Auliana, Susilo Talidobel, and Febria Nurmelia Marlina. "Membangun Etika Santri Di Era Industri 4.0." al madani 2, no. 2 (2023): 121–27. http://dx.doi.org/10.37216/al-madani.v2i2.1237.

Texte intégral
Résumé :
Perkembangan zaman dan pengaruh media yang buruk menjadi ancaman bagi komunitas santri saat ini. Media yang disalahgunakan telah merubah komunitas santri kedalam pusaran modernitas dan kehidupan kota yang hedonis. Pengaruh media yang buruk semakin besar dengan adanya perilaku penyimpangan yaitu menempatkan kehidupan agama tidak bersifat teosentris atau bermuara pada Tuhan namun menempatkan pada kehidupan antroposentris atau bertolak pada manusia. Humanisme ini melahirkan etika baru dalam kehidupan modern yang tidak bersendikan lagi pada agama, tetapi pada kemanusiaan, atau lebih tegasnya nafsu
Styles APA, Harvard, Vancouver, ISO, etc.
45

Wibowo, Satrio Budi, and Filipus Davin. "Pengembangan E-Modul Etika Penggunaan Media Sosial." Counseling Milenial (CM) 3, no. 1 (2021): 40–55. http://dx.doi.org/10.24127/konselor.v3i1.1807.

Texte intégral
Résumé :
Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan E-modul etika bermedia sosial. Penelitian ini merupakakan penelitian pengembangan, pengembangan yang dimaksud dalam penelitian ini adalah pengembangan media E-Modul Bermedia Sosial. Pengembangan media pembelajaran modul ini mengadopsi pada metode 4D ( Define, Design, Develop, Desseminate). Dalam penelitian ini, dilakukan pengembangan media mengikuti langkah-langkah atau prosedur pengembangan 4D. Instrumen validasi dalam penelitian ini menggunakan angket dengan pedoman skor menggunakan skala likert 1-5. Berdasarkan hasil pengembangan yang dilakukan
Styles APA, Harvard, Vancouver, ISO, etc.
46

Meilinda Xanderina, Maria Ramanda Kalawa Putri, and Jadiaman Parhusip. "Peran Etika Dalam Pencegahan Penyalahgunaan Teknologi Informasi Pada Media Sosial." Informatech : Jurnal Ilmiah Informatika dan Komputer 1, no. 2 (2024): 211–17. https://doi.org/10.69533/4hchfz57.

Texte intégral
Résumé :
Teknologi informasi telah menjadi elemen fundamental dalam kehidupan masyarakat modern, namun penggunaannya sering kali disertai pelanggaran etika, terutama dalam media sosial. Permasalahan seperti penyebaran berita palsu, perundungan daring, pelanggaran privasi, dan distribusi konten berbahaya menunjukkan dampak negatif dari penyalahgunaan media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran etika digital dalam mencegah penyalahgunaan teknologi informasi dan media sosial serta menyusun strategi efektif untuk meningkatkan kesadaran etika digital. Metode penelitian meliputi studi literat
Styles APA, Harvard, Vancouver, ISO, etc.
47

Hardiani, Hardiani, and Sigit Sugiarto. "Peran etika kerja islam dan manajemen pengetahuan terhadap peningkatan komitmen organisasi pada bank muamalat Cabang makassar." AkMen JURNAL ILMIAH 20, no. 1 (2023): 1–11. http://dx.doi.org/10.37476/akmen.v20i1.3480.

Texte intégral
Résumé :
Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh etika kerja islam dan manajemen pengetahuan terhadap komitmen organisasi. Jenis penelitian yaitu eksploratif dengan pendekatan kuantitatif yang akan menjelaskan penyebab komitmen organisasi tinggi. Populasi sebanyak 150 karyawan bank Muamalat cabang Makassar, sampel sebanyak 60 responden dengan teknik simple random sampling menggunakan rumus slovin. Hasil penelitian memberikan bukti etika kerja islam dan manajemen pengetahuan memiliki pengaruh positif dan signifikan dalam meningkatkan kimitmen organisasi karyawan pada bank muamalat cabang makassar. Kon
Styles APA, Harvard, Vancouver, ISO, etc.
48

Prawiroharjo, Pukovisa, and Nurfanida Libritany. "Tinjauan Etika Penggunaan Media Sosial oleh Dokter." Jurnal Etika Kedokteran Indonesia 1, no. 1 (2017): 31. http://dx.doi.org/10.26880/jeki.v1i1.7.

Texte intégral
Résumé :
Penggunaan media sosial memberikan banyak manfaat bagi profesi dokter, antara lain memperluas jaringan profesi, membantu proses pendidikan profesi, mempermudah promosi fasilitas pelayanan kesehatan dan promosi kesehatan. Namun, penggunaan media sosial yang tidak bijaksana dapat menjadi menimbulkan masalah etik yang merusak reputasi profesi dokter. Masalah etik yang timbul akibat penggunaan media sosial oleh dokter umumnya disebabkan karena pelanggaran privasi pasien, ketidakjelasan batas hubungan antara dokter dengan pasien, pencemaran reputasi profesi, kualitas dan tingkat kepercayaan informa
Styles APA, Harvard, Vancouver, ISO, etc.
49

Belo, Yosia. "Tinjauan Etika Kristen Terhadap Penggunaan Media Sosial." JURNAL LUXNOS 7, no. 2 (2021): 288–302. http://dx.doi.org/10.47304/jl.v7i2.165.

Texte intégral
Résumé :
Abstract: This study is about a review of Christian ethics on the use of social media. This is done because of the widespread use of negative social media, including among Christians. By using qualitative research methods, especially literature studies, the following conclusions are obtained: Christians must use social media wisely, to witness, for the glory of God, and based on the guidance of the Holy Spirit or not to follow the flesh and satisfy its lusts.&#x0D; Abstrak: Penelitian ini tentang tinjauan etika Kristen terhadap penggunaan media sosial. Hal ini dilakukan karena begitu maraknya
Styles APA, Harvard, Vancouver, ISO, etc.
50

Afif, Bahrul. "Konsep Etika Epikuros dan Problem Media Sosial." Indonesian Journal of Islamic Theology and Philosophy 1, no. 2 (2020): 1–22. http://dx.doi.org/10.24042/ijitp.v1i2.5029.

Texte intégral
Résumé :
In the last few decades, one of the ethical problems that has taken a lot of public attention is the hoax problem on social media. Social media, which was originally created as a medium to facilitate the delivery of messages and information, is actually being misused to spread false news which eventually breeds hatred and animosity. One philosopher who is famous for his thoughts on ethical concepts, namely Epicurean. This article will discuss how the Epikuros ethical concept and its relevance to social media problems. This paper is classified in library research and uses the hermeneutical desc
Styles APA, Harvard, Vancouver, ISO, etc.
Nous offrons des réductions sur tous les plans premium pour les auteurs dont les œuvres sont incluses dans des sélections littéraires thématiques. Contactez-nous pour obtenir un code promo unique!