To see the other types of publications on this topic, follow the link: Anarkismi.

Journal articles on the topic 'Anarkismi'

Create a spot-on reference in APA, MLA, Chicago, Harvard, and other styles

Select a source type:

Consult the top 50 journal articles for your research on the topic 'Anarkismi.'

Next to every source in the list of references, there is an 'Add to bibliography' button. Press on it, and we will generate automatically the bibliographic reference to the chosen work in the citation style you need: APA, MLA, Harvard, Chicago, Vancouver, etc.

You can also download the full text of the academic publication as pdf and read online its abstract whenever available in the metadata.

Browse journal articles on a wide variety of disciplines and organise your bibliography correctly.

1

Abrori, Muchammad. "Pemodelan Matematika Anarkisme Demo Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan Solusinya Dari Tinjauan Matematika." Jurnal Fourier 5, no. 2 (2016): 57. http://dx.doi.org/10.14421/fourier.2016.52.57-64.

Full text
Abstract:
Demo anarkisme sudah menjadi hal yang umum yang sering dilihat oleh kalangan akademisi di UIN Sunan Kalijaga. Seringkali demo anarkisme ini menjadi tidak terkendali karena emosional mahasiswa yang tinggi dan emosional penjaga keamanan serta adanya ketidakpuasan mahasiswa terhadap peraturan kampus.Metode yang digunakan dalam penelitian ini dengan membuat model penyebab demo anrkisme menggunakan ordinary differential equation dan membuat simulasi dengan MATLAB. Dari pemodelan dicari titik ekuilibrium, eksistensi titik ekuilibrium dan kestabilannya.Hasil dari penelitian ini adalah pemodelan, titi
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
2

Silangit, Nusantara Tarigan. "Tindakan Anarkis dalam Menyampaikan Aspirasi di Depan Umum Perspektif Hukum Pidana." Rechtsnormen Jurnal Komunikasi dan Informasi Hukum 3, no. 2 (2025): 91–98. https://doi.org/10.56211/rechtsnormen.v3i2.804.

Full text
Abstract:
Unjuk rasa atau demonstrasi merupakan salah datu bagian dari kehidupan demokrasi di suatu negara karena demonstrasi merupakan salah satu cara untuk mengungkapkan pendapat di muka umum. Namun demonstrasi terkadang telah menjadi semakin tak berarah, dan merugikan masyarakat apabila terjadi tindak pidana misalnya dengan pengrusakan serta anarkisme. Kegiatan demonstrasi yang harus dilakukan pertama kali adalah melakukan izin kepada Kepolisian sekitar yang akan menjadi tempat berlangsungnya kegiatan demonstrasi tersebut. Setelah semua persyaratan dalam melakukan demonstrasi terpenuhi maka kegiatan
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
3

Eivind Tjønneland. "Nærøs anarkisme." Norsk litteraturvitenskapelig tidsskrift 12, no. 2 (2009): 147–49. http://dx.doi.org/10.18261/issn1504-288x-2009-02-05.

Full text
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
4

Fauziyah, Erlina. "Epistemologi Anarkisme." Jurnal Akuntansi Hukum dan Edukasi 2, no. 1 (2025): 147–53. https://doi.org/10.57235/jahe.v2i1.5831.

Full text
Abstract:
Terdapat satu hal yang harus ditekankan terkait materi ini bahwa “Anarkisme” yang dimaksud disini bukanlah Anarkisme secara filosofi politik atau gerakan yang skeptis terhadap aturan- aturan yang ditetapkan oleh pemerintah, melainkan anarkisme secara epistemologi yang sering disebut sebagai “Epistemologi Anarkisme” atau “Epistemological Anarchism” dalam bahasa Inggris. Istilah Epistemologi Anarkisme ini sendiri merupakan bagian dari salah satu metode dalam pemerolehan suatu ilmu (Filsafat Ilmu) yang memiliki arti yang sangat berbeda dengan Anarkisme dari sisi politik. Dalam bidang kajian Filsa
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
5

Emberland, Ada Lønne. "Kampen mot hjernediktaturet." DIN - Tidsskrift for religion og kultur, no. 2 (March 28, 2025): 188–208. https://doi.org/10.52145/din.2024.2.2416.

Full text
Abstract:
Artikkelen analyserer hvordan norsk motkultur rundt 1970 kombinerte anarkisme, alternativ religiøsitet og psykedelisk rusbruk, med utgangspunkt i det motkulturelle miljøet i Hjelms gate 3 i Oslo. Dette var hovedsete for blant annet Gateavisa, som formidlet idéen om psykedelisk rus som frigjøring fra samfunnets undertrykkelse («hjernediktaturet»). Interne debatter i dette miljøet viser spenning mellom politiske aktivister («fists») og nyåndelig og esoterisk orienterte rusbrukere («heads»). Mens enkelte mente psykedelisk rus førte til politisk passivitet, hevdet andre, inspirert av Huxley og Lea
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
6

Bello, Petrus CKL. "HUBUNGAN HUKUM DAN MORALITAS MENURUT H.L.A HART." Jurnal Hukum & Pembangunan 44, no. 3 (2014): 373. http://dx.doi.org/10.21143/jhp.vol44.no3.27.

Full text
Abstract:
Hukum positivisme Hart bertujuan mensintesa sikap hukum alam dan hukum moralitas yang memiliki hubungan yang diperlukan dan posisi positivisme hukum klasik dunia yang menganggap bahwa dua kutub yang benar-benar tidak memiliki hubungan. Namun, upaya Hart untuk mendamaikan dua tradisi yang bertentangan tidak bekerja, bukan membuat sistem pemikiran Hart tentang masalah ini tetap ambigu. Di satu sisi, Hart menyatakan bahwa hukum dan moralitas saling terhubung, bahkan sampai ke titik yang hubungan mereka menjadi hubungan alam mutlak, sementara di sisi lain, ia menegaskan bahwa keduanya tidak benar-
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
7

Otterstrøm, Sara. "Den hierarkiske anarkisme." Peripeti 6, no. 12 (2018): 91–101. http://dx.doi.org/10.7146/peri.v6i12.107708.

Full text
Abstract:
How did the Volksbühne Theatre arise and which values does it embrace? To which degree has the artistic content and the organisational structure been influenced by politics? By using examples and witness reports, a picture of Volksbühne’s identity in the political landscape is drawn.
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
8

Jannah, Hasmita. "Tinjauan Psikologis Tentang Anarkisme dan Bughat." Jurnal Psikologi Terapan (JPT) 2, no. 1 (2021): 14. http://dx.doi.org/10.29103/jpt.v2i1.3625.

Full text
Abstract:
Anarchism is an ideology in which individuals are socialized without government. Individuals more maintain their creativity in a country. Here the concept of anarchism is similar to the concept of bughat. Bughat is a group that opposes the government or opts out of the government. But there is also a difference between the two, anarchism is more understanding to feel free, not to be arranged and he wants to always rebel his government if he feels not in accordance with what he wants. While this bughat form of rebellion action of his government. This study aims to mebuat comparison or compariso
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
9

Arvid Nærø. "Henrik Ibsens anarkisme nok en gang." Norsk litteraturvitenskapelig tidsskrift 12, no. 2 (2009): 144–46. http://dx.doi.org/10.18261/issn1504-288x-2009-02-04.

Full text
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
10

Werdiyanti, Tera Puspita, As Martadani Noor, and Rizal Paharizal. "Solidaritas Anarkisme Suporter Bola PSIM DAN PSS." POPULIKA 7, no. 2 (2021): 158–75. http://dx.doi.org/10.37631/populika.v7i2.377.

Full text
Abstract:
This research is located in Sleman, Yogyakarta. This research was conducted when researcher saw the solidarity of anarchism of football supporters. Factors related to the solidarity of anarchism of football supporters and the empowerment of football supporters, especially with PSIM and PSS. This research wants to describe more clearly how the solidarity of anarchism is, the factors associated with solidarity of anarchism and the empowerment of suporter in PSIM and PSS football clubs. This research was conducted with a qualitative descriptive research method. Data was collected by Snow Ball sam
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
11

Ita Wijayanti, Zaenal Abidin. "Peranan Pendidikan Moral Dan Kontrol Diri Lawrence Kohlberg Dalam Penanggulangan Anarkhisme Remaja." INSPIRASI (Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam) 6, no. 2 (2022): 121. http://dx.doi.org/10.61689/inspirasi.v6i2.375.

Full text
Abstract:
Tujuan tulisan ini adalah untuk memberikan pemahaman bahwa dengan pendidikan moral yang baik dan pengendalian diri akan menjadikan kekerasan sebagai perbuatan yang menghina, dapat dihindari dan merugikan, serta membantu membina remaja yang tanggap secara moral dan warga negara yang berkomitmen melakukan tindakan pemberantasan anarkisme dalam segala bentuknya sebagai tugas mereka. Metodologi tulisan ini membahas langkah-langkah mengatasi anarkisme remaja dengan menggunakan metode kualitatif, analisis induktif, dan penawaran. Hasil tulisan ini menawarkan bagaimana pandangan Lawrence Kohlberg mel
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
12

Rodríguez Araújo, Enrique. "PROYECTO LUCRECIA DAPHNE ANARKISTA VISUAL." Revista Iberoamericana 88, no. 279 (2022): 469–80. http://dx.doi.org/10.5195/reviberoamer.2022.8208.

Full text
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
13

Angelia, Alissa, and Kemal Fikri Royadi. "KONTRAK SOSIAL SEBAGAI INSTRUMEN UNTUK MENCAPAI KETERTIBAN UMUM DALAM MASYARAKAT ANARKIS." Mimbar Hukum 35, no. 2 (2023): 244–66. http://dx.doi.org/10.22146/mh.v35i2.8134.

Full text
Abstract:
Abstract Anarchism has always been understood as a condition of society in the absence of government or a supreme institution whose main objective is to manifest the core value of human freedom and equality in their society. The absence of supreme institution alone could be challenging, especially on determining whether the public order can be achieved within its society or not. The purpose of this essay is to further research about Rousseau’s social contract theory, its applicability in anarchistic societies, and how it might be utilized to establish public order in the absence of a legislati
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
14

Ainul Yakin Hidayatullah, Andi Purnawati, and Maisa. "Penyidikan terhadap Demonstran yang Anarkis Mengakibatkan Luka dan Kerusakandi Kota Palu." Jurnal Kolaboratif Sains 4, no. 5 (2021): 277–86. http://dx.doi.org/10.56338/jks.v4i5.1879.

Full text
Abstract:
Metode yang digunakan dalam penulisan skripsi ini adalah menggunakan pendekatan Penelitian Empiris. Penelitian ini bertujuan : (1)Untuk mengetahui dan mengalisis penyidikan terhadap demonstran yang anarkis mengakibatkan luka dan kerusakan fasilitas umum di Kota Palu (2) Untuk mengetahui dan menganalisis kendala yang dihadapi dalam penyidikan terhadap demonstran yang anarkis mengakibatkan luka dan kerusakan fasilitas umum di Kota Palu. Hasil Penelitian ini adalah (1)Salah satu bentuk menyampaikan pendapat didepan umum adalah demontrasi, demontrasi tidak selamanya berjalan dengan baik adakalanya
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
15

NURWAHYUDI, ADE. "EPISTEMOLOGI ANARKISME PENYIARAN ISLAM DALAM PERSPEKTIF PAUL K. FEYEREBEND." Indonesian Journal of Islamic Communication 1, no. 2 (2019): 87–102. http://dx.doi.org/10.35719/ijic.v1i2.161.

Full text
Abstract:
Dalam makalah ini saya akan membahasa tentang ilmu filsafat ini dengan tiga komponen yang terdiri dari ontology, Epistomologi dan aksiologi ketiga tersebut merupakan komponen yang tidak lepas dari pembahasan makalah ini. Namun dalam tulisan makalah ini saya akan mencoba untuk menyampaikan pembahasan tentang epistenologi anarkisme dalam pemikiran Paul K Feyebend terhadap ilmu penyiaran islam. Dimana pengembangan ilmu tersebut di sampaikan dalam ilmu Ilmu dan pengetahuan tentang filsafat ini dan di dalamnya ada beberapa perangkat yang mampu mengurai hakikat sesuatu.
 
 In this paper I
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
16

Jacob, Frank. "Anarkisme og radikalisering av jødiske immigranter i New York." Historisk tidsskrift 101, no. 2 (2022): 125–40. http://dx.doi.org/10.18261/ht.101.2.4.

Full text
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
17

Afandi, Agus, and Sjafiatul Mardliyah. "ANARKISME BERAGAMA: Tinjauan Paradigma dan Metodologi Pemahaman Ajaran Islam." Al-Tahrir: Jurnal Pemikiran Islam 14, no. 1 (2014): 205. http://dx.doi.org/10.21154/al-tahrir.v14i1.81.

Full text
Abstract:
<p>Violence in the name of religion is a widespread phenomenon in Indonesia. The question is why such violence occurs and why Muslims are often the perpetrators of religious violence? This article examines these questions from the paradigm and method of understanding Islam. There are various methods in studying Islam promoted by different Muslim groups, such as traditionalists, modernists and post-modernists. There are also many other methods advanced by fundamentalist, apologetic modernist, modernist and secularist Muslims. These methods yield different understanding of Islam, and even
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
18

Nurnazmi, Nurnazmi, Hala Saied Sayed Ahmed Mahmoud, and Mohamad Anas. "ANARKISME EPISTEMOLOGIS PAUL KARL FEYERABEND DALAM KAJIAN ILMU PENGETAHUAN." EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI) 6, no. 1 (2023): 41–55. http://dx.doi.org/10.33627/es.v6i1.1110.

Full text
Abstract:
Teori sebelumnya menyatakan bahwa syarat untuk mengatakan makna benar di dalam sebuah pernyataan ilmiah adalah verifikasi. Popper dengan falsifikasinya mensyaratkan uji kesalahan dalam menentukan dasar-dasar atau hukum-hukum ilmu pengetahuan, sedangkan Feyerabend menolak pendapat-pendapat tersebut. Metode penelitian yang digunakan yakni library research dengan desain library research. Paradigma penelitian yang sesuai dengan masalah dan tujuan penelitian yakni paradigma pragmatis. Desain library research deskriptif. Anarkisme epistemologi Feyerabend, antara lain: (1) Anti Metode, Prinsip apa sa
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
19

Suharto, Suharto, and Mahmuddin Mahmuddin. "Komunikasi Dakwah dan Fenomena Demonstrasi Anarkis di Makassar." Idarotuna 3, no. 2 (2021): 116. http://dx.doi.org/10.24014/idarotuna.v3i2.12163.

Full text
Abstract:
Artikel ini bertujuan untuk mengkaji metode komunikasi dakwah dalam meminimalisir demonstrasi anarkis dan mengkaji faktor-faktor yang menghambat komunikasi dakwah terhadap fenomena demostrasi anarkis. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif yang bersumber datanya diambil dari berbagai literatur dan dianalisis berdasarkan analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode komunikasi dakwah yang tepat digunakan dalam rangka meminimalisir demonstrasi anarkis adalah melalui dakwah bil hikmah, al mauidzah dan al mujadalah. Sedangkan faktor-faktor yang menghambat komunikasi da
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
20

Fadal, Kurdi. "Epistemologi Anarkisme Paul Feyerabend dalam Studi Ilmu Tafsir al-Quran." RELIGIA 18, no. 1 (2015): 1. http://dx.doi.org/10.28918/religia.v18i1.619.

Full text
Abstract:
Tulisan ini mengkaji tentang epistemologi anarkisme Paul Feyerabend dalam studi tafsir al-Qur'an. Selama ini studi tafsir al-Qur'an telah berkembang sangat pesat sejak periode formatif, afirmatif hingga transformatif. Berbagai metode dan pendekatan telah lahir mengiringi. Perkembangan itu menunjukkan bahwa studi tafsir berjalan secara dinamis. Namun, sebagian menilai tafsir al-Qur'an telah selesai pasca generasi ketiga dalam Islam. Melalui prinsip Anything Goes yang digagas Feyerabend, metode dan pendekatan apapun yang ditawarkan untuk menafsirkan al-Qur'an dapat berjalan dan "berkontestasi" s
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
21

Zima, Dubravka. "Anarkiste u Viencu: literarni opus Vladimira Mažuranića." Fluminensia 33, no. 2 (2021): 583–96. http://dx.doi.org/10.31820/f.33.2.3.

Full text
Abstract:
U članku se interpretira literarni opus Vladimira Mažuranića, koji je tijekom 1870-ih i 1880-ih godina surađivao u Viencu književnim prilozima i esejima, a 1883. napisao dramu Grof Ivan, nagrađenu na natječaju Matice hrvatske. U književnom se radu Mažuranić bavio tzv. ženskim pitanjem (o čemu je objavio tri članka u Viencu) i ruskom književnošću (članak o Turgenjevu i nihilizmu), napisao je nekoliko prigodnih i sentimentalnih pjesama te komediju o anarhizmu. U članku se njegov književni opus kontekstualizira s obzirom na aktualnost njegovih književnih i društvenih interesa, uključujući i činje
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
22

Sapwan Sapwan. "Analisis Yuridis Pertanggung Jawaban Pidana bagi Pelaku Anarkis dalam Unjuk Rasa." Jurnal Hukum dan Sosial Politik 1, no. 1 (2023): 106–28. http://dx.doi.org/10.59581/jhsp-widyakarya.v1i1.292.

Full text
Abstract:
Pelaku unjuk rasa anarkis dapat dimintai pertanggungjawaban pidana terhadap terjadinya kerusakan maupun korban baik korban luka apalagi korban jiwa. Penelitian ini tentang Analisis Yuridis Pertanggungjawaban Pidana Bagi Pelaku Anarkis dalam Unjuk Rasa dengan permasalahan apakah faktor-faktor penyebab terjadinya unjuk rasa anarkis dan bagaimanakah analisis yuridis pertanggungjawaban pidana bagi pelaku anarkis dalam unjuk rasa? Pendekatan penelitian ini yakni yuridis normatif yang berdasarkan data sekunder yakni teori-teori hukum pakar dari literatur, buku-buku, rujukan internet. Faktor-faktor p
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
23

J, Hasse. "ANARKISME DEMONSTRASI MAHASISWA : STUDI KASUS PADA UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ALAUDDIN MAKASSAR." Journal of Government and Politics 3, no. 1 (2012): 45–64. http://dx.doi.org/10.18196/jgp.2012.0004.

Full text
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
24

Widarma, Widarma, Ansori Lubis, and Novi Juli Rosani Zulkarnain. "ASPEK YURIDIS DALAM PENCEGAHAN DEMONSTRASI YANG DILAKUKAN SECARA ANARKIS DI WILAYAH HUKUM POLRESTABES MEDAN." JURNAL RETENTUM 5, no. 2 (2023): 205. http://dx.doi.org/10.46930/retentum.v5i2.1348.

Full text
Abstract:
Para pihak melakukan penyampaian aspirasi dengan media demonstrasi ternyata tidak mengikuti peraturan yang ada, sehingga banyak dari hak warga negara terabaikan di dalam pelaksanaan demonstrasi. Pada lembaga kepolisian diharapkan sangat berperan penting sebagai pengaman proses dari demokrasi yang berjalan. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu apakah penyebab timbulnya demonstrasi yang dilakukan anarkis pada Wilayah Hukum Polrestabes Medan, bagaimana pencegahan pada aspek yuridis dapat dilaksanakan agar tidak terjadi demonstrasi anarkis pada Wilayah Hukum Polrestabes Medan, apakah faktor
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
25

Kadir, Yusrianto, Roy Marthen Moonti, Ramdhan Kasim, Arifin Tumuhulawa, and Marten Bunga. "PENERAPAN PROSEDUR TETAP NOMOR 1 TAHUN 2010 TENTANG PENANGULANGAN ANARKIS." Journal Evidence Of Law 1, no. 2 (2022): 1–17. http://dx.doi.org/10.59066/jel.v1i2.43.

Full text
Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Penerapan Prosedur Tetap Nomor 1 Tahun 2010 Tentang Penanggulangan Anarkis dan mengetahui Faktor yang menghabat Penerapan Prosedur Tetap Nomor 1 Tahun 2010 Tentang Penanggulangan Anarkis. Jenis penelitian yang digunakan adalan penelitian normatif empiris. Penelitian hukum normatif empiris adalah penelitian hukum mengenai pemberlakuan ketentuan hukum normatif (kodifikasi, undang-undang) secara in action pada setiap peristiwa hukum tertentu yang terjadi dalam masyarakat. Dari penelitian ini ditemukan bahwa Penerapan prosedur tetap nomor 1 tahun 2010 tent
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
26

Hartanto, Abdillah Yoga Setya, Hartoyo, and Subekti. "PERTANGGUNG JAWABAN PIDANA PELAKU UNJUK RASA ANARKIS." COURT REVIEW: Jurnal Penelitian Hukum (e-ISSN: 2776-1916) 5, no. 03 (2024): 13–22. https://doi.org/10.69957/cr.v5i03.1800.

Full text
Abstract:
Penelitin ini membahas tentang Penegakan Hukum Unjuk Rasa Anarkis Dalam Perspektif Hukum Pidana dengan rumusan masalah terkait bagaimana ketentuan pidana aksi unjuk rasa anarkis dalam peraturan perundang-undangan? Serta bagaimanakah bentuk pertanggung jawaban dari pelaku aksi unjuk rasa anarkis? Pendekatan yang digunakan dalam penelitian yaitu yuridis normative yang didasari oleh data sekunder seperti teori hukum dan perundang-undangan yang berasal dari literatur, buku, jurnal, dan internet. Ketentuan unjuk rasa diatur dalam Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 sedangkan tanggungjawab pidana diten
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
27

Sayekti, Fitria Tungging, Redyanto Noor, and M. Suryadi. "FORMASI IDEOLOGI DAN NEGOSIASI DALAM CERPEN SIPLEG KARYA OKA RUSMINI: KAJIAN HEGEMONI GRAMSCI." HUMANIKA 28, no. 2 (2021): 171–85. http://dx.doi.org/10.14710/humanika.v28i2.38390.

Full text
Abstract:
Penelitian ini membahas hegemoni berlatar tempat di daerah Bali, dalam cerpen Sipleg karya Oka Rusmini. Bahasan pertama yaitu formasi ideologi apa saja yang dimiliki para tokoh pada cerita melalui kutipan dalam cerpen Sipleg. Setiap tokoh memiliki ideologi yang mempengaruhi pemikiran dan sikapnya kepada orang lain di sekitarnya. Tanpa disadari ideologi yang mereka yakini memunculkan tindakan hegemoni kepada tokoh lain di cerita Sipleg. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formasi ideologi apa saja yang terdapat di dalam cerpen Sipleg karangan Oka Rusmini. Penelitian ini juga bertujuan unt
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
28

Gantriis, Anders. "EN ANONYM DANSK ANARKISTS LIV OG VIRKE: Werner Andersen-Lund (1912-2003)." Arbejderhistorie - tidsskrift for historie, kultur og politik, no. 1 (April 12, 2024): 135–41. https://doi.org/10.7146/arbejderhistorie.vi1.144761.

Full text
Abstract:
Vi bringer her to artikler om dansk anarkisme i mellemkrigstidenog Internationale Unges Forbund (IUF). Artiklen ‘Skovgadensfolk’ er skrevet af Werner Andersen-Lund og artiklenom IUF af Oda Carøe Brandt. Anders Gantriis, som oprindelighar fået artiklerne af Werner Andersen-Lund, lægger formed en indledning om Werner Andersen-Lund. Oda CarøeBrandt præsenteres i Werner Andersen-Lunds essay.
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
29

Farhan, Ibnu. "Anarkisme Epistemologis Paul Karl Feyerabend dan Relevansinya dalam Membentuk Pandangan Moderasi Beragama." Analisis: Jurnal Studi Keislaman 20, no. 2 (2020): 109–30. http://dx.doi.org/10.24042/ajsk.v20i2.7605.

Full text
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
30

Wahyudi, Mohamad Nur. "Epistemologi Islam di Era Modern: Studi Analisis Pemikiran Feyerabend tentang Anarkisme Epistemologi." Alhamra Jurnal Studi Islam 2, no. 2 (2021): 134. http://dx.doi.org/10.30595/ajsi.v2i2.11791.

Full text
Abstract:
Dalam kajian filsafat epistemologi merupakan bagian yang paling sering dibahas, dikarenakan epistemolgi sendiri merupakan suatu hal yang paling fundamental dalam berbagai disiplin pengetahuan tentunya tidak hanya dalam kajian filsafat.. Dalam hal ini tidak bisa dipungkiri semenjak era renasains di dunia Barat terjadi sebuah transformasi terkait konsep epistemologi yang dijadikan pegangan yaitu rasionalisme dan emperisme, dan dari kedua aliran inilah yang kemudian dijadikan metode utama bagi perkembangan ilmu modern. Dan tentunya ini bertolak belakang dengan kajian atau khazanah keilmuan Islam,
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
31

Brandt, Oda Carøe. "INTERNATIONALE UNGES FORBUND (I.U.F.): En bevægelse uden ledere." Arbejderhistorie - tidsskrift for historie, kultur og politik, no. 1 (April 12, 2024): 150–60. https://doi.org/10.7146/arbejderhistorie.vi1.144763.

Full text
Abstract:
August 1930 mødtes unge partiløse socialister fra Skandinavienog Europa i en lejr ved Ravnsø og grundlagde bevægelsen: InternationaleUnges Forbund (I.U.F.).Gruppen S.A.U. (Socialistisk Arbejder Ungdom) havde taget initiativettil lejren. Vi havde længe haft opfattelsen af, at der var et behovfor at samle unge revolutionære i en international bevægelse for antiautoritærsocialisme (anarkisme). Det viste sig at være rigtigt.
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
32

Arafat Juanda, Fadli Yasser, Asrullah Asrullah, and Andi dewi Pratiwi. "PERANAN KEPOLISIAN DALAM PENANGGULANGAN AKSI UNJUK RASA ANARKIS DI WILAYAH HUKUM KEPOLISIAN DAERAH SULAWESI SELATAN DAN BARAT." Jurnal Hukum Unsulbar 3, no. 1 (2020): 16–24. http://dx.doi.org/10.31605/j-law.v3i1.597.

Full text
Abstract:
Penanganan aksi unjuk rasa oleh kepolisian di wilayah hukum sulselbar menunjukkan bahwa masih dapat diatasi dengan melakukan tindakan pre-emtif, prefentif dan represif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji faktor-faktor yang menyebabkan maraknya aksi unjuk rasa anarkis dan peran kepolisian dalam upaya penanggulangan aksi unjuk rasa anarkis di wilayah Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan dan Barat. Penelitian ini dilakukan di Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan dan Barat, Kepolisian Resort Kota Besar Makassar, Kepolisian Resort Gowa, Kepolisian Resort Maros, Pemerintah Kota Makassar, Pemerintah
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
33

Ikmal, Moh, and Mohammad Arifin. "Anarkisme Politik di Aras Lokal (Peran “Bandit” Politik dalam Pilkades Di Kabupaten Sumenep)." Jurnal Ilmu Politik dan Pemerintahan 6, no. 2 (2020): 123–52. http://dx.doi.org/10.37058/jipp.v6i2.2219.

Full text
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
34

Suryana, Mohammed Aden. "Representasi Kelompok Anarko di Media:Bias Media Atas Pemberitaan Kalangan Anarko dan Paham Anarkisme." Jurnal Media dan Komunikasi 3, no. 1 (2023): 16–32. http://dx.doi.org/10.20473/medkom.v3i1.37681.

Full text
Abstract:
Abstract
 Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi kalangan anarko di media arus utama atas kehadiran mereka pada berbagai aksi sosial mulai dari peringatan Hari Buruh (MayDay) hingga aksi penolakan terhadap Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja melalui berbagai simbol, tanda yang mereka munculkan selama melakukan aksi sosial dan hubungan dengan wacana media dalam menggambarkan serta memberitakan kalangan anarko. Metode analisis wacana kritis (critical discourse analysis) digunakan dalam penelitian ini sebagai upaya memahami relasi kuasa antara wacana media dalam menggambarkan kal
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
35

Setiawan, Ikhsan, and Astrifidha Rahma Amalia. "Anarkisme Epistemologi Paul K. Fayerabend dan Relevansinya dengan Berpikir Kritis dalam Pendidikan Islam." Akhlaqul Karimah: Jurnal Pendidikan Agama Islam 2, no. 1 (2023): 36–45. https://doi.org/10.58353/jak.v2i1.101.

Full text
Abstract:
Islamic education has an important role in building a civilization. the main priority of an education system is educating students on how to learn and think critically, but Islamic education is considered to have not been able to achieve this target. Paul K. Feyerabend was a philosopher with the great thought of anarchism epistemology, the basic principle of his thought is anything goes. He argues that there should be no need to be too rigid in using a method or theory. Because none of these methods are perfect, it could be that the methods or theories that we believe and use are not actually
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
36

Muhyiddin, Dandy Sobron, Nanat Fatah Natsir, and Erni Haryanti. "Memahami Gagasan Anything Goes Paul Karl Feyerabend dan Implikasinya terhadap Pendidikan Islam." JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan 5, no. 1 (2022): 290–301. http://dx.doi.org/10.54371/jiip.v5i1.412.

Full text
Abstract:
Penelitian ini menjelaskan tentang memahami gagasan anything goes Paul Karl Feyerabend dan implikasinya terhadap pendidikan islam. Metode yang digunakan dalam kajian ini menggunakan metode atau pendekatan kepustakaan (library research), bahwa studi pustaka atau kepustakaan dapat diartikan sebagai serangkaian kegiatan yang berkenaan dengan metode pengumpulan data pustaka, membaca dan mencatat serta mengolah bahan penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gagasan Feyerabend yang disebut anarkisme epistemologis, yaitu suatu teori epistemologi yang memiliki pandangan tidak ada aturan meto
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
37

Mohtar, Tarmila, and Jagad Aditya Dewantara. "NEGARA: KEADAAN SUATU MASYARAKAT BERDASARKAN IDEOLIGI YANG DIANUTNYA." Jurnal Kewarganegaraan 5, no. 2 (2021): 466–75. http://dx.doi.org/10.31316/jk.v5i2.2294.

Full text
Abstract:
AbstrakIdeologi adalah suatu konsep pemikiran yang mencakup kumpulan gagasan, ide, keyakinan dan kepercayaan yang menjadi dasar terkait kehidupan manusia yang sifatnya menyeluruh dan terstruktur yang menyangkut kehidupan masyarakat dalam berbagai bidang dan bertujuan untuk mencapai tujuan atau cita-cita bersama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Setiap ideologi mempunyai karakteristik tersendiri dan ideologi ini juga menjadi penentu dari keadaan suatu masyarakat oleh suatu negara. oleh karena itu penulis dalam kepenulisan ini akan membahas mengenai keadaan suatu masyarakat berdasarkan id
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
38

Zahara, Usi, Ismansyah, and Yoserwan Hamzah. "Penyidikan Tindak Pidana Penghasutan Dalam Unjuk Rasa Anarkis Oleh Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kota Padang." Unes Journal of Swara Justisia 8, no. 1 (2024): 166–86. http://dx.doi.org/10.31933/ujsj.v8i1.494.

Full text
Abstract:
Aksi unjuk rasa anarkis kerap kali dipicu oleh tindakan penghasutan oleh oknum tertentu. Seperti kasus Demonstrasi yang terjadi di depan kantor DPRD Sumatera Barat kota Padang pada tanggal 25 September 2019, yang berakhir anarkis akibat adanya dugaan penghasutan yang dilakukan oleh Ananda Harahap. Pembuktian tindak pidana ini, sering kali menimbulkan dilema bagi aparat penegak hukum, disebabkan mudahnya tindak pidana penghasutan berlindung dibalik hak untuk kemerdekaan berserikat dan menyatakan pendapat. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis-sosiologis yang bersifat deskriptif.
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
39

Sukri Badaruddin, Nabila Fani Basri, and Sri Wahyuni. "PENANGANAN UNJUK RASA DIKAJI DALAM SUDUT PANDANG YURIDIS." QISTHOSIA : Jurnal Syariah dan Hukum 1, no. 2 (2020): 130–44. http://dx.doi.org/10.46870/jhki.v1i2.114.

Full text
Abstract:
Unjuk rasa atau demontrasi dalam kenyataan sehari-hari meimbulkan permasalahan dalam tingkat pelaksanaan, meskipun telah dijamin dalam konstitusi kita namun tata cara pelaksanaan unjuk rasa sering kali melukai spirit demokrasi itu sendiri. Aksi unjuk rasa sering kali berubah menjadi aksi yang anarkis dan melanggar tertib sosial yang telah terbangun dalam masyarakat. Tahun 1998 di saat awal mula tumbangnya Soeharto dimana puluhan ribu mahasiswa berunjuk rasa turun keruas-ruas jalan di Jakarta merupakan sebuah momen dimana unjuk rasa dapat menjadi aksi anarkis berupa perampokan, penjarahan dan p
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
40

Handayani, Ni Nyoman Lisna, and Ni Ketut Erna Muliastrini. "Eliminasi Radikalisme Berbasis Adat (Pengembangan Model Alternatif Deteksi Dini Anarkisme Berlegitimasi Agama Di Provinsi Bali)." LAMPUHYANG 12, no. 2 (2021): 86–105. http://dx.doi.org/10.47730/jurnallampuhyang.v12i2.257.

Full text
Abstract:
Tujuan jangka panjang penelitian ini adalah: dihasilkannya model pencegahan perilaku radikal dan tindakan terorisme di wilayah bali, dengan basis keunggulan nilai-nilai budaya dan lembaga lokal di masing-masing desa adat yang ada di Provinsi Bali. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian pengembangan tipe “front-ended prototyfe studies” dengan mengedepankan kritik sosial-budaya dan rekonstruksi generalisasi radikalisme. Data dalam penelitian ini akan dikumpulkan dengan: (1) pedoman observasi, (2) pedoman wawancara, (3) kuisioner, (4) pedoman studi dokumen, (5) fokus groups discussion,
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
41

Lumban Gaol, Rumondang. "Kebebasan yang Memerdekakan: Sumbangsih Pemikiran Filsafat Anarkisme Epistemologis Paul K. Feyerabend Terhadap Pemahaman Radikalisme Agama." Aradha: Journal of Divinity, Peace and Conflict Studies 1, no. 2 (2021): 145. http://dx.doi.org/10.21460/aradha.2021.12.703.

Full text
Abstract:
AbstractThis article discusses whether it is true that the biblical texts legitimize religious radicalism. Religious radical movements are present and carry out very violent actions, this is due to religious beliefs that are held as absolute, imposing their beliefs without seeing the beliefs of other parties so as to deny the freedom of others. The purpose of this study is to explore the philosophical thought of Paul Feyerabend’s epistemological anarchism and then see its relevance to the understanding of religious radicalism. The research method used in this paper is a literature study (libra
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
42

Pamuji, Ryan Satria. "Analisis Anarkisme Remaja dalam Kejahatan Klitih di Kabupaten Bantul: Faktor, Karakteristik, dan Upaya Penegakan Hukum." Proceedings Series on Social Sciences & Humanities 17 (July 30, 2024): 332–40. http://dx.doi.org/10.30595/pssh.v17i.1179.

Full text
Abstract:
The phenomenon of street violence that occurs in Bantul Regency, Yogyakarta, namely klitih, is a serious concern for the local community. This research aims to analyze the factors that influence juvenile involvement in crime, characteristics of perpetrators, crime patterns, and efforts to increase the effectiveness of law enforcement in dealing with these problems. The research method used is a normative approach with a qualitative descriptive approach. Secondary data was obtained from various literary sources and related legal documents. The results of the research show that social factors, t
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
43

Ma'shumah, Nadia Khumairo. "KONSTRUKSI IDEOLOGI PEMERINTAH ATAS PRAKTIK RADIKALISME, ANARKISME DAN INTOLERAN OLEH ORMAS: SEBUAH PENDEKATAN TEKSTUAL DAN KRITIS." MIMESIS 2, no. 1 (2021): 1. http://dx.doi.org/10.12928/mms.v2i1.3455.

Full text
Abstract:
The conflict between FPI and the government forms a long story line. As a party that has legitimacy, the government has full access and power in the form of authority in determining policies, implementing law enforcement efforts and regulating access to the mass media to stem and withdraw the legality of community movements. This study seeks to identify and examine ideological construction through the production of discourse. This is echoed and rolled out by the government and the National Police in framing public perceptions of FPI. This research is a qualitative descriptive study combining t
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
44

Islam, Syaiful. "KARAKTERISTIK PENDIDIKAN KARAKTER; MENJAWAB TANTANGAN MULTIDIMENSIONAL MELALUI IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013." EDURELIGIA; JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM 1, no. 2 (2017): 89–100. http://dx.doi.org/10.33650/edureligia.v1i2.50.

Full text
Abstract:
Pelaksanaan pendidikan karakter di lingkungan pendidikan formal memiliki Pengaruh yang efektif dalam mengatasi fenomena anarkisme, pengenaan kehendak, perkelahian Pelajar, proliferasi pengedar narkoba dan pengguna, krisis lingkungan, krisis moral, dan Berbagai kecenderungan sosial lainnya. Pendidikan formal adalah sistem pendidikan yang terorganisir, terarah, dan terukur. Kurikulum 2013 mengorientasikan dan menekankan pada Penguatan nilai moral, afektif, dan nilai konsep KI-1 (sikap spiritual), KI-2 (Sikap sosial), KI-3 (pengetahuan), dan KI-4 (penerapan pengetahuan). Implementasi dari Pendidi
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
45

Iffan, Ahmad, Muhammad Ridho Nur, and Asrizal Saiin. "KONSEPTUALISASI MODERASI BERAGAMA SEBAGAI LANGKAH PREVENTIF TERHADAP PENANGANAN RADIKALISME DI INDONESIA." PERADA 3, no. 2 (2020): 187. http://dx.doi.org/10.35961/perada.v3i2.220.

Full text
Abstract:
Tulisan ini bertujuan untuk memberikan konsepsi moderasi beragama sebagai langkah preventif dalam penanggulangan radikalisme di Indonesia. Karena tanpa melakukan konseptualiasi moderasi keagamaan yang benar akan berdampak terhadap pemikiran masyarakat yang memiliki fanatisme buta terhadap suatu pemahaman agama, oleh karena demikian hal ini akan melahirkan tindakan tindakan anarkisme yang berakhir dengan melakukan tindakan kriminal. Karena radikalisme lahir dari pemikiran dangkal masyarakat terhadap merespon konflik sosial keagamaan. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normative den
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
46

Nurislamiah, Siti, Ariesta Setyawati, Hasim Hasim, and Rosbandi Rosbandi. "HUMANISME PROGRESIF DALAM FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM." ISLAMIKA 18, no. 01 (2024): 9–24. https://doi.org/10.33592/islamika.v18i01.4836.

Full text
Abstract:
Tulisan ini berupaya menyederhanakan aliran-aliran filsafat pendidikan ke dalam tiga aliran saja yaitu konservatisme, liberalisme, anarkisme dan meretas jalan yang memungkinkan filsafat pendidikan Islam berperan di dalamnya. Caranya dengan mencari titik singgung di antara ketiga aliran tersebut kemudian menganalisisnya dalam konteks ajaran Islam. Mereka bertemu dalam konsep religiusitas/tauhid dan humanisme/amal shaleh. Ketika kedua konsep tersebut dihadapkan pada persoalan pendidikan dan kemasyarakatan, muncul tantangan baru bahwa filsafat pendidikan Islam kecuali harus religius dan humanis j
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
47

Kautsar, Muhammad, Parlaungan Siahaan, Novridah Purba, Rizal Sinaga, Atta Zulfahrizan, and Muhammad Tanjung. "Penerapan Nilai Persatuan dalam Perilaku Sosial Mahasiswa terhadap Sikap Anarkis di Lingkungan Kelas B Ilmu Komputer Angkatan 2023 FMIPA Universitas Negeri Medan." Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora 4, no. 2 (2024): 14. https://doi.org/10.53697/iso.v4i2.2093.

Full text
Abstract:
Nilai persatuan dalam Pendidikan Pancasila sangat penting di lingkungan akademik untuk menciptakan suasana belajar yang kondusif dan bebas konflik. Namun, sikap anarkis, seperti kekerasan verbal dan fisik, muncul di Kelas B angkatan 2023 Program Studi Ilmu Komputer FMIPA Universitas Negeri Medan, yang mengancam ketertiban. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh nilai persatuan terhadap perilaku sosial mahasiswa dalam mencegah tindakan anarkis. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan pengumpulan data melalui observasi dan kuesioner, yang dianalisis secara tematik. H
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
48

Nuraenun, Nuraenun. "Manajemen Krisis Public Relation dalam Menanggapi Kekerasan Sosial dan Meningkatkan Harmoni dengan Masyarakat." Jurnal Manajemen dan Budaya 4, no. 1 (2024): 1–9. http://dx.doi.org/10.51700/manajemen.v4i1.547.

Full text
Abstract:
Terjadinya tindakan pengerusakan dan anarkis di Ponpes Assunah Lombok menyebabkan beberapa fasilitas yang terdapat di Ponpes mengalami kerusakan, dan beberapa kendaraan yang terparkir di lokasi tersebut juga menjadi sasaran pembakaran. Tujuan Penelitian ini untuk mengeksplorasi strategi manajemen krisis yang diterapkan oleh Pondok Pesantren Assunah Lombok yaitu dengan menggunakan teori Pemulihan Citra (Image Restoration) oleh William L Benoit. Pendekatan penelitian yang diterapkan adalah konstruktivisme dengan metode kualitatif dan studi kasus partikularistik, difokuskan pada peristiwa, situas
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
49

Putri, Yolanda, ARRIVAL RINCE PUTRI, and RIRI LESTARI. "ANALISIS KESTABILAN MODEL MATEMATIKA AKSI DEMONSTRASI MAHASISWA DI SUMATERA BARAT." Jurnal Matematika UNAND 12, no. 3 (2024): 213. http://dx.doi.org/10.25077/jmua.12.3.213-221.2023.

Full text
Abstract:
Aksi demonstrasi atau unjuk rasa merupakan salah satu fenomena di dunia nyata yang sering terjadi dan melibatkan berbagai kalangan, baik mahasiswa, buruh, maupun anggota suatu organisasi. Khususnya di Sumatera Barat, pada tanggal 23 dan 25 September 2019 telah terjadi demonstrasi polemik RUU di gedung DPRD Sumatera Barat yang melibatkan ribuan mahasiswa, aparat kepolisian, dan anggota DPRD Tingkat I.Pada penelitian ini dibahas model matematika aksi demonstrasi mahasiswa. Model ini merujuk pada model Richardson. Model dianalisis kestabilannya melalui analisis kestabilan titik ekuilibrium. Kesta
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
50

Fajri, Muhammad Faris Al. "“Nilai-nilai Bawah Tanah:” Tinjauan Antropologis Tentang Anarkisme Dalam Paradigma Cultural Studies di Kalangan Anak Muda Kota Makassar." Emik 7, no. 1 (2024): 1–16. http://dx.doi.org/10.46918/emik.v7i1.2257.

Full text
Abstract:
The anarchist punk subculture started with a spirit of resistance, but unfortunately the popular culture that absorbed this subculture has caused it to lose its resistance essence. Despite its spirit, the subculture has been integrated into the very system it previously resisted. This article focuses on the ways in which young people in Makassar City consume "underground values" and their anarchic forms of expression in adopting these values through creativity, especially in the form of music. This research uses Critical Ethnography as a cultural research approach that uses a critical paradigm
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
We offer discounts on all premium plans for authors whose works are included in thematic literature selections. Contact us to get a unique promo code!