To see the other types of publications on this topic, follow the link: Dermatofitlar.

Journal articles on the topic 'Dermatofitlar'

Create a spot-on reference in APA, MLA, Chicago, Harvard, and other styles

Select a source type:

Consult the top 50 journal articles for your research on the topic 'Dermatofitlar.'

Next to every source in the list of references, there is an 'Add to bibliography' button. Press on it, and we will generate automatically the bibliographic reference to the chosen work in the citation style you need: APA, MLA, Harvard, Chicago, Vancouver, etc.

You can also download the full text of the academic publication as pdf and read online its abstract whenever available in the metadata.

Browse journal articles on a wide variety of disciplines and organise your bibliography correctly.

1

Maxmudov, Kamoliddin Xamidovich. "OYOQ ONIXOMIKOZINI DAVOLASHDA YANGI ANTIFUNGAL PREPARATLARNING SAMARADORLIGI." NEWS IN HEALTH CARE 2, no. 1 (2025): 41–45. https://doi.org/10.5281/zenodo.15035670.

Full text
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
2

Anita, Anita, Ahyar Ahmad, Hasnah Natsir, et al. "PENDERITA DIABETES MELITUS DI KECAMATAN MAMAJANG KOTA MAKASSAR." Medika Kartika Jurnal Kedokteran dan Kesehatan, Volume 5 No 4 (December 30, 2022): 388–400. http://dx.doi.org/10.35990/mk.v5n4.p388-400.

Full text
Abstract:
Diabetes Melitus merupakan kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia akibat kelainan sekresi insulin. Tingginya kadar glukosa pada kulit dapat berkontribusi terhadap manifestasi kulit sehingga rentan terinfeksi jamur, di antaranya jamur dermatofita. Dermatofita ini merupakan golongan jamur yang melekat dan tumbuh pada jaringan keratin seperti kulit dan kuku, sebagai sumber nutrisi untuk membentuk kolonisasi. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi jamur dermatofita serta mengetahui morfologi dermatofita pada kuku dan kulit sela jari kaki penderita diabetes melitus di
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
3

Indra Jati, Nur Octavia, Tiara Dini Harlita, and Sresta Azahra. "GAMBARAN DERMATOFITA PENYEBAB TINEA PEDIS PADA PEKERJA BANGUNAN DI KECAMATAN PALARAN KOTA SAMARINDA." Jurnal Kesehatan Tambusai 6, no. 1 (2025): 221–29. https://doi.org/10.31004/jkt.v6i1.35547.

Full text
Abstract:
Jamur dermatofita dapat menyebabkan penyakit infeksi kulit pada manusia, disebut dermatofitosis. Salah satu penyakit dermatofitosis yaitu Tinea Pedis dan sering ditemukan pada sela jari kaki ditandai dengan timbulnya ruam yang membentuk lingkaran seperti cincin, kulit menjadi tebal. Penyebabnya adalah genus Trichophython, Microsporum dan Epidermophyton. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran dermatofita penyebab Tinea Pedis pada pekerja bangunan di Kecamatan Palaran Kota Samarinda. Jenis penelitian deskriptif dengan desain cross sectional. Sampel 55 kerokan sela jari kaki pekerja ban
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
4

Husni, Hifzil, Ennesta Asri, and Rina Gustia. "Identifikasi Dermatofita Pada Sisir Tukang Pangkas Di Kelurahan Jati Kota Padang." Jurnal Kesehatan Andalas 7, no. 3 (2018): 331. http://dx.doi.org/10.25077/jka.v7.i3.p331-335.2018.

Full text
Abstract:
Tinea kapitis merupakan kelainan kulit pada daerah kepala berambut yang disebabkan oleh jamur dermatofita. Jamur dermatofita dapat ditularkan secara langsung dari manusia, hewan, tanah dan secara tidak langsung melalui benda seperti handuk, topi dan sisir yang digunakan bergantian. Alat pangkas dapat menjadi sumber penularan infeksi secara tidak langsung. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi dermatofita pada sisir tukang pangkas di kelurahan Jati Padang. Jenis penelitian ini adalah deskriptif observasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh sisir yang digunakan tukang pangk
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
5

Husni, Hifzil, Ennesta Asri, and Rina Gustia. "Identifikasi Dermatofita Pada Sisir Tukang Pangkas Di Kelurahan Jati Kota Padang." Jurnal Kesehatan Andalas 7, no. 3 (2018): 331. http://dx.doi.org/10.25077/jka.v7i3.882.

Full text
Abstract:
Tinea kapitis merupakan kelainan kulit pada daerah kepala berambut yang disebabkan oleh jamur dermatofita. Jamur dermatofita dapat ditularkan secara langsung dari manusia, hewan, tanah dan secara tidak langsung melalui benda seperti handuk, topi dan sisir yang digunakan bergantian. Alat pangkas dapat menjadi sumber penularan infeksi secara tidak langsung. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi dermatofita pada sisir tukang pangkas di kelurahan Jati Padang. Jenis penelitian ini adalah deskriptif observasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh sisir yang digunakan tukang pangk
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
6

Miladiarsi Miladiarsi, Indas Wari Rahman, Santi Santi, and Nurfardila Nurfardila. "Uji Diagnostik Jamur Dermatofita Pada Luka Kaki Penderita Diabetes Melitus dengan Metode PCR (Polymerase Chain Reaction)." Jurnal Biotek 11, no. 1 (2023): 112–22. https://doi.org/10.24252/jb.v11i1.31707.

Full text
Abstract:
Luka diabetik sering terjadi pada penderita diabetes melitus sebagai akibat dari adanya gangguan perfusi pada jaringan serta infeksi jamur, salah satunya dermatofita yang berlebihan sehingga menyebabkan kematian jaringan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi jamur dermatofita pada luka kaki penderita diabetes melitus dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR). Jenis penelitian observasional laboratorik dengan desain cross sectional study, dan teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu total sampling dengan cara swab luka kaki pada pasien diabetes melitus. Metode penelitian mengguna
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
7

Basarang, Mujahidah, Rahmawati Rahmawati, and Wahyono Wahyono. "DERMATOPHYTA PADA PAKAIAN BEKAS IMPOR YANG DIPERJUALBELIKAN DI KOTA MAKASSAR." Jurnal Medika 1, no. 1 (2016): 20–23. http://dx.doi.org/10.53861/jmed.v1i1.93.

Full text
Abstract:
Dermatophyta adalah golongan jamur yang dapat menyerang jaringan yang mengandung keratin (zat tanduk) sehingga dapat berkolonisasi ke dalam jaringan berkeratin, meliputi stratum korneum, rambut, kuku dan jaringan tanduk hewan menyebabkan penyakit dermatofitosis. Timbulnya penyakit dari pakaian bekas impor ini bisa berawal dari kontak langsung dengan kulit atau ditransmisikan oleh tangan manusia yang kemudian terjadi infeksi. penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dermatofita pada pakaian bekas impor yang diperjualbelikan di kota Makassar. Sampel dikumpulkan dari beberapa pasar tradisi
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
8

Fonna, Tischa Rahayu, and Jihan Haura. "Gambaran Klinis pada penderita Tinea Unguium, Penyuluhan di Puskesmas Syamtalira Bayu, Aceh Utara." Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan 1, no. 1 (2023): 6. http://dx.doi.org/10.29103/auxilium.v1i1.12610.

Full text
Abstract:
Onikomikosis merupakan infeksi jamur pada kuku yang disebabkan oleh jamur dermatofita, ragi, atau kapang. Sedangkan tinea unguium istilah untuk infeksi kuku akibat dermatofita. Secara umum, 80-90% penyebab kasus onikomikosis adalah dermatofita Trichophyton rubrum dan Trichophyton mentagrophytes. Di Indonesia, penyebab yang banyak dilaporkan adalah Candida spp., T. Rubrum dan T. Mentagrophytes. Insiden dari onikomikosis meningkat pada populasi geriatri, pada pasien imunokompromais seperti diabetes, peripheral arterial disease, kondisi imunosupresi seperti kondisi HIV dan agen imunosupresan. Oni
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
9

Saviestya, Kaorie Bunga, and Dhelya Widasmara. "Tinea Unguium Yang Disebabkan Microsporum sp. : Sebuah Kasus Jarang." Jurnal Klinik dan Riset Kesehatan 3, no. 2 (2024): 137–43. http://dx.doi.org/10.11594/jk-risk.03.2.7.

Full text
Abstract:
Onikomikosis merupakan suatu infeksi jamur pada kuku yang dapat disebabkan oleh dermatofita, non-dermatofita, dan yeast, sedangkan tinea unguium merupakan suatu infeksi oleh golongan dermatofita pada kuku. Onikomikosis diketahui terjadi pada 2-18,5% populasi di seluruh dunia dimana 4-20 kali lebih sering terdapat pada kuku jari kaki dibandingkan kuku jari tangan. Pada pasien sistemik lupus eritematosus dilaporkan 25% mengalami adanya perubahan kuku dimana abnormalitas yang paling sering ditemukan adalah onikolisis. Berikut dilaporkan pasien wanita berusia 27 tahun dengan keluhan kuku jari kaki
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
10

Fahmi, Norma Farizah, Dwi Aprilia Anggraini, and Yogi Khoirul Abror. "POLA INFEKSI JAMUR KUKU (ONIKOMIKOSIS) JARI TANGAN DAN KAKI PADA PEKERJA TEMPAT PENITIPAN HEWAN PADA MEDIA POTATO DEXTROSE AGAR (PDA)." Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal 12, no. 2 (2021): 107–23. http://dx.doi.org/10.34305/jikbh.v12i2.324.

Full text
Abstract:
Onikomikosis merupakan infeksi pada lempeng kuku yang dapat disebabkan oleh jamur dermatofita (Tinea unguium), non dermatofita atau yeast. Onikomikosis adalah kelainan kuku yang disebabkan oleh jamur dermatofita dan non-dermatofita. Infeksi onikomikosis menyebabkan kerusakan pada kuku yang menyebabkan lempeng kuku menebal, rapuh dan mudah hancur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui identifikasi jamur kuku tangan dan kaki pada pekerja penitipan hewan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Pengambilan sampel penelitian dilakukan di empat tempat penitipan hewan yang
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
11

Zebua, Winda Irawati, Kiki Nurtjahja, and Sartini Sartini. "Infeksi Jamur Dermatofita Pada Penderita Mikosis Kuku." Jurnal Ilmiah Biologi UMA (JIBIOMA) 3, no. 1 (2021): 8–17. http://dx.doi.org/10.31289/jibioma.v3i1.539.

Full text
Abstract:
Dermatophytes are a group of fungi that cause nail abnormalities. This study aims to determine dermatophyte fungal infections in patients with nail mycoses. The method used in this study is descriptive and the sample was taken by purposive sampling with the criteria of damaged toenails, with characteristics: nails are not shiny, brownish to black from the base to the tip then the nails are examined directly with 10% KOH and cultured using media Sabouraud Dextrose Agar (SDA). The fungi isolated on slanted agar containing SDA and each fungal species were then identified using preparations for mi
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
12

Wahyu, Fadlan Fadilah, Carolus Byli Pandu Eka Putra, and Muhammad Fitra Wardhana Sayoeti. "RESISTENSI ANTI JAMUR PADA DERMATOFITOSIS : LITERATURE REVIEW." Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan 11, no. 5 (2024): 921–29. http://dx.doi.org/10.33024/jikk.v11i5.13947.

Full text
Abstract:
Dermatofitosis atau disebut juga tinea adalah sekelompok infeksi jamur yang disebabkan oleh jamur dermatofita. Telah terjadi peningkatan infeksi dermatofita yang resisten terhadap antijamur di seluruh dunia. Resistensi anti jamur awalnya tercatat di India namun kini juga dilaporkan di beberapa negara Eropa, Iran, Jepang, dan Tiongkok, serta baru-baru ini telah terjadi di Amerika Serikat. Tujuan penulisan artikel ini untuk mengkaji penelitian terdahulu mengenai resistensi anti jamur pada dermatofitosis. Penelitian ini menggunakan desain literature review, yaitu melakukan tinjauan sistematis den
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
13

Husen, Fajar, Nur Aini Hidayah Khasanah, and Nuniek Ina Ratnaningtyas. "Identifikasi Jamur Non-Dermatofita Penyebab Onikomikosis Kuku (Tinea unguium) Pada Petani Padi." Jurnal Media Analis Kesehatan 15, no. 1 (2024): 35–45. http://dx.doi.org/10.32382/jmak.v15i1.586.

Full text
Abstract:
Mikosis superfisial adalah infeksi yang biasanya terjadi pada kuku atau kulit. Kuku adalah bagian tubuh yang paling sering terinfeksi, terutama jika mereka tidak mencucinya dengan sabun secara teratur. Tinea unguium adalah jenis infeksi yang disebabkan oleh jamur (dermatofita) yang menginfeksi kuku, umumnya kuku jari kaki, dan merupakan jenis onikomikosis (penyakit yang disebabkan oleh infeksi jamur pada kuku). Dermatofita sangat mudah menginfeksi kuku karena dapat menginvasi bagian tubuh yang berkeratin, seperti kuku dan kulit kepala, meskipun dalam proses perkembangbiakan dan invasinya, jamu
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
14

Prasetyo, Bayu Febram, Rini Madyastuti Purwono, Nenis Rahma Wulandari, and Firda Hikmarizky. "Frekuensi Penggunaan Obat Antifungal di Salah Satu Klinik Hewan di Kabupaten Bogor pada Tahun 2020 - 2022." Jurnal Sain Veteriner 42, no. 2 (2024): 287. http://dx.doi.org/10.22146/jsv.90442.

Full text
Abstract:
Dermatofitosis adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh kapang dermatofita dan umum terjadi pada hewan peliharaan seperti anjing dan kucing. Penyakit ini bersifat zoonosis dan mudah terjadi di lingkungan dengan kelembaban yang tinggi. Penanganan dermatofitosis salah satunya dengan pemberian obat antifungal. Penelitian ini bertujuan mengetahui frekuensi jumlah penggunaan obat antifungal terbanyak untuk kasus dermatofitosis di klinik hewan objek penelitian. Penelitian dilakukan secara deskriptif dengan menggunakan 71 data rekam medis pasien yang terinfeksi dermatofita. Hasil penelitian menunju
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
15

Rufaidah, Ana, Eko Sugeng Pribadi, and I. Ketut Mudite Adnyane. "Teknik Memanen Makrokonidia dari Dermatofita Microsporum gypseum dan Trichophyton mentagrophytes." Jurnal Mikologi Indonesia 4, no. 2 (2020): 182. http://dx.doi.org/10.46638/jmi.v4i2.87.

Full text
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
16

Ihsan, Bagus Muhammad, and Mutia Adhiva. "IDENTIFIKASI DERMATOFITA PADA SISIR TUKANG PANGKAS DI KOTA BARU PONTIANAK." SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah 2, no. 11 (2023): 4979–87. http://dx.doi.org/10.55681/sentri.v2i11.1724.

Full text
Abstract:
Abstract: Dermatophytes are fungi that parasitize keratinized tissues such as human skin, nails and hair. Dermstophytosis is also called tinea and has variations according to its anatomical location, such as tinea capitis, tinea barre, tinea krkuris, tinea pedis and tinea corporis. Tinea capitis is a skin disease caused by dermatophyte fungi. Transmission of this disease is very easy through shoes, clothes, hats and combs that are used interchangeably, such as at barbershops and other public facilities. Barbershops are public places where disease transmission can occur from person to person th
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
17

Kavaliauskienė, Sandra, Romualda Povilionytė, Jūratė Jakubovskienė, et al. "Onichomikozės ir nagų žvynelinės dažnumo sąsajos." Medicina 46, no. 3 (2010): 180. http://dx.doi.org/10.3390/medicina46030025.

Full text
Abstract:
Tyrimo tikslas. Nustatyti pažeistų nagų onichomikozės dažnumą sergantiesiems žvy neline ir šia liga nesergantiems tiriamiesiems. Medžiaga ir metodai. Į tyrimą įtraukti 559 pacientai (168 vyrai ir 391 moteris) tirti dėl nagų grybinės infekcijos, jiems atlikta mikroskopija ir pasėlis. Rezultatai. Žvyneline sirgo 30/559 (5,3 proc.) tiriamųjų (9 vyrai ir 21 moteris). Onichomikozės dažnumas (pagal teigiamus pasėlio rezultatus) tarp sergančiųjų žvyneline buvo 7/30 (23,3 proc.) palyginus su 125/529 (23,6 proc.) žvyneline nesergančiais tiriamaisiais (p>0,05). Iš septynių teigiamų pasėlių penkiems (
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
18

Wimpi, Buana Dewanti, Diana Natalia, and Effiana Effiana. "Uji aktivitas antijamur ekstrak etanol Eleutherine americana Merr. terhadap Microsporum canis secara in vitro." Jurnal Cerebellum 5, no. 4A (2019): 1497. http://dx.doi.org/10.26418/jc.v5i4a.43235.

Full text
Abstract:
Latar Belakang: Dermatofitosis adalah suatu kondisi penyakit yang ditandai dengan infeksi pada jaringan berkeratin seperti epidermis, rambut dan kuku. Kondisi ini disebabkan oleh sekelompok jamur berfilamen terkait yang dikenal sebagai dermatofita. Bawang dayak (Eleutherine americana Merr.) merupakan tanaman berumbi merah yang mengandung senyawa bioaktif yang memiliki kemampuan menghambat pertumbuhan jamur golongan dermatofita. Metode: Umbi bawang dayak diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Uji aktivitas antijamur menggunakan metode difusi cakram Kirby-Bauer dengan
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
19

Melinda, Tanti, Syarifah NYRS Asseggaf, Mahyarudin Mahyarudin, and Diana Natalia. "Aktivitas anti jamur ekstrak etanol daun kesum (Polygonum minus Huds.) terhadap jamur Trichophyton mentagrophytes." Majalah Kedokteran Andalas 42, no. 3S (2019): 48. http://dx.doi.org/10.25077/mka.v42.i3s.p48-56.2019.

Full text
Abstract:
Dermatofitosis merupakan penyakit kulit yang diakibatkan oleh kolonisasi jamur dermatofita yang menyerang jaringan keratin epidermis bagian superfisial seperti kulit, kuku, dan rambut. Salah satu spesies terbanyak penyebab dermatofitosis yaitu Trichophyton mentagrophytes. Tanaman Kesum (Polygonum minus Huds.) memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder yang berpotensi sebagai anti jamur. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas anti jamur ekstrak etanol daun Kesum terhadap jamur Trichophyton mentagrophytes, dan mengetahui diameter zona hambat oleh ekstrak etanol daun Kesum
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
20

Hasbi, Nurmi. "IDENTIFIKASI JAMUR PENYEBAB TINEA MANNUM PADA PEDAGANG IKAN DI PASAR KODIM KOTA PEKANBARU." Jurnal Sains dan Teknologi Laboratorium Medik 5, no. 2 (2021): 1–8. http://dx.doi.org/10.52071/jstlm.v5i2.74.

Full text
Abstract:

 Tinea mannum merupakan infeksi jamur dermatofitosis yang terjadi pada kulit tangan. Penyakit ini umumnya menginfeksi pada pekerja yang lingkungan bekerjanya basah dan lembab termasuk pedagang ikan. Data tentang infeksi Tinea mannum masih sedikit di Indonesia, khususnya pada pedagang ikan di Pasar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jamur penyebab Tinea mannum pada pedagang ikan di pasar Kodim Kota Pekanbaru. Penelitian ini merupakan suatu studi deskriptif dengan metode purposive sampling yang melibatkan 12 pedagang ikan yang menderita infeksi tinea mannum. Diagnosi
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
21

Aryasa, I. Nyoman, Ni Wayan Desi Bintari, and I. Dewa Agung Ketut Sudarsana. "INFEKSI JAMUR KUKU (ONYCHOMYCOSIS) PADA LANSIA DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA WANA SERAYA." Bali Medika Jurnal 7, no. 1 (2020): 116–24. http://dx.doi.org/10.36376/bmj.v7i1.115.

Full text
Abstract:
Onychomycosis merupakan infeksi pada lempeng kuku yang dapat disebabkan oleh jamur dermatofita (Tinea unguium), non dermatofita atau yeast. Infeksi onychomycosis menyebabkan kerusakan pada kuku yang menyebabkan lempeng kuku menebal, rapuh dan mudah hancur. Penelitian ini bertujuan untuk gambaran onychomycosis pada lansia di Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) Wana Seraya. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Pengambilan sampel penelitian dilakukan di Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) Wana Seraya di Jl. Gemitir No.66, Kesiman Kertalangu, Denpasar Timur, Kota Denpasar, Bal
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
22

Nurfadilah, Alia, Herry Hermansyah, Karneli Karneli, and Refai Refai. "Gambaran Keberadaan Tinea Unguium Pada Kuku Kaki Petani Padi Di Kelurahan Sungai Selincah Kecamatan Kalidoni Kota Palembang Tahun 2021." Jurnal Fatmawati Laboratory & Medical Science 1, no. 1 (2021): 37–48. http://dx.doi.org/10.33088/flms.v1i1.184.

Full text
Abstract:
Latar Belakang : Salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada petani yaitu dermatofitosis disebabkan jamur dermatofita. Tinea unguium merupakan dermatofitosis yang menyerang bagian kuku. Infeksi ini sering terjadi pada seseorang yang bekerja ditempat lembab dan kotor seperti sawah. Apabila sudah terinfeksi, jamur ini sulit diatasi. Tujuan Penelitian : Mengetahui keberadaan Tinea unguium pada kuku kaki petani padi berdasarkan Jenis Kelamin, Umur, Penggunaan APD, Personal Hygen, Penggunaan Sumber Air, Pendidikan dan Lama Bekerja. Metode penelitian bersifat deskriptif, pendekatan cross s
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
23

Christoper, Woris, Diana Natalia, and Sari Rahmayanti. "Uji Aktivitas Antijamur Ekstrak Etanol Umbi Bawang Dayak (Eleutherine americana (Aubl.) Merr. Ex K. Heyne.) terhadap Trichophyton mentagrophytes secara In Vitro." Jurnal Kesehatan Andalas 6, no. 3 (2018): 685. http://dx.doi.org/10.25077/jka.v6.i3.p685-689.2017.

Full text
Abstract:
Dermatofitosis adalah suatu infeksi pada jaringan berkeratin yang disebabkan karena adanya kolonisasi dari jamur jenis dermatofita. Salah satu spesies dermatofita yang paling banyak menginfeksi yaitu Trichophyton mentagrophytes. Tanaman bawang dayak (Eleutherine americana (Aubl.) Merr. Ex K. Heyne) merupakan tanaman yang biasa digunakan masyarakat untuk mengobati penyakit kulit. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui aktivitas antijamur ekstrak etanol umbi bawang terhadap pertumbuhan Trichophyton mentagrophytes, mengetahui kandungan metabolit sekunder dan untuk mengetahui konsentrasi efektif
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
24

Christoper, Woris, Diana Natalia, and Sari Rahmayanti. "Uji Aktivitas Antijamur Ekstrak Etanol Umbi Bawang Dayak (Eleutherine americana (Aubl.) Merr. Ex K. Heyne.) terhadap Trichophyton mentagrophytes secara In Vitro." Jurnal Kesehatan Andalas 6, no. 3 (2018): 685. http://dx.doi.org/10.25077/jka.v6i3.758.

Full text
Abstract:
Dermatofitosis adalah suatu infeksi pada jaringan berkeratin yang disebabkan karena adanya kolonisasi dari jamur jenis dermatofita. Salah satu spesies dermatofita yang paling banyak menginfeksi yaitu Trichophyton mentagrophytes. Tanaman bawang dayak (Eleutherine americana (Aubl.) Merr. Ex K. Heyne) merupakan tanaman yang biasa digunakan masyarakat untuk mengobati penyakit kulit. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui aktivitas antijamur ekstrak etanol umbi bawang terhadap pertumbuhan Trichophyton mentagrophytes, mengetahui kandungan metabolit sekunder dan untuk mengetahui konsentrasi efektif
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
25

Rohmah, Mahbubatur, and Acivrida Mega Charisma. "Studi Literatur: Gambaran Klinis dan Prosedur Diagnostik Onikomikosis." Journal General Health and Pharmaceutical Sciences Research 2, no. 4 (2024): 1–11. https://doi.org/10.57213/tjghpsr.v2i4.275.

Full text
Abstract:
Onikomikosis merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh jamur yang menyerang kuku. Jamur penyakit kuku dapat disebabkan oleh jamur dermatofit, maupun non dermatofit. Jamur golongan dermatofit terdiri dari 3 genus saja yaitu Tricophyton, Microsporum, dan Epidermophyton. Semua genus tersebut memiliki enzim keratinase yang menjadi penentu termasuk jamur dermatofita, dengan penyakit yang diderita biasanya disebut Tinea unguium. Adapun jamur lain yang dapat menyebabkan onikomikosis yang bukan termasuk 3 Genus tersebut, maka dikelompokkan paada jamur non dermatofita. Gejala yang ditimbulkan oniko
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
26

Rocha, Joana, Maria Luz Duarte, Pedro Oliveira, and Celeste Brito. "DERMATOFITIAS NO DISTRITO DE BRAGA – ESTUDO RETROSPECTIVO DOS ÚLTIMOS 11 ANOS (1999 – 2009)." Journal of the Portuguese Society of Dermatology and Venereology 69, no. 1 (2016): 69–78. http://dx.doi.org/10.29021/spdv.69.1.635.

Full text
Abstract:
Objectivos: Avaliar a prevalência das micoses superficiais, agentes etiológicos envolvidos e características epidemiológicas da população da consulta de Dermatologia do Hospital de Braga, observada por dermatofitia, nos últimos 11 anos; analisar a distribuição de espécies em relação ao grupo etário e área cutânea envolvida; comparar os resultados com estudos anteriores referentes à mesma área geográfica.Material e Métodos: Exame micológico directo e cultura de 5825 amostras colhidas em doentes observados na consulta do Serviço de Dermatologia do Hospital de Braga, entre Janeiro de 1999 e Dezem
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
27

Sulistyawati, Ledi RN, Diana Natalia, and Mahyarudin Mahyarudin. "Uji aktivitas antijamur ekstrak etanol eleutherine americana. merr. terhadap trichophyton tonsurans secara in vitro." Majalah Kedokteran Andalas 41, no. 1 (2018): 22. http://dx.doi.org/10.22338/mka.v41.i1.p22-31.2018.

Full text
Abstract:
Dermatofitosis adalah infeksi pada epidermis kulit, rambut dan kuku disebabkan oleh jamur dermatofita. Salah satu spesies dermatofita yang tersebar di seluruh dunia yaitu Trichophyton tonsurans. Eleutherine americana. Merr. dipercaya memiliki kemampuan untuk mengobati penyakit kulit. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis senyawa metabolit sekunder yang terdapat pada ekstrak etanol umbi bawang Dayak dan mengetahui aktivitas anti jamur ekstrak etanol umbi bawang Dayak terhadap pertumbuhan Trichophyton tonsurans. Metode: Ekstraksi umbi bawang Dayak menggunakan metode maserasi dengan
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
28

Basarang, Mujahidah, Tuty Widyanti, Andi Fatmawati, and Nurhikmah Nurhikmah. "PERTUMBUHAN DERMATOFITA DAN JAMUR LAIN PENYEBAB TINEA PEDIS PADA PETANI MENGGUNAKAN MEDIA BEKATUL." Jurnal Medika 4, no. 1 (2019): 25–30. http://dx.doi.org/10.53861/jmed.v4i1.163.

Full text
Abstract:
Bekatul adalah lapisan dari beras yang terlepas dari proses penggilingan gabah/padi. Bekatul mengandung karbohidrat sebanyak 84,36% juga mengandung kalsium, magnesium, mangan, zat besi, kalium, dan natrium yang merupakan salah satu sumber energi utama dalam pertumbuhan dan perkembangan jamur dan nitrogen yang kompleks. Sehingga bekatul dapat digunakan sebagai media alternatif untuk mengisolasi jamur penyebab penyakit infeksi seperti Tinea pedis. Tinea pedis merupakan dermatofitosis pada kaki, terutama pada sela-sela jari kaki dan telapak kaki yang disebabkan oleh bermacam-macam jenis jamur yai
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
29

Aryani, Inda Astri, Fifa Argentina, Sarah Diba, Hari Darmawan, and Grady Garfendo. "Isolasi dan Identifikasi Spesies Dermatofita Penyebab Tinea Kruris di Pusat Pelayanan Kesehatan Primer." Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya 7, no. 1 (2020): 17–21. http://dx.doi.org/10.32539/jkk.v7i1.7761.

Full text
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
30

Mimi Maulida, Arie Hidayati, Sulamsih Sri Budini, and Nur Fajrina. "Hubungan Dermatofitosis dan Non Dermatofitosis Dengan Diabetes Melitus Tipe 2." Journal of Medical Science 6, no. 1 (2025): 12–20. https://doi.org/10.55572/jms.v6i1.144.

Full text
Abstract:
Dermatofitosis adalah penyakit yang disebabkan oleh kolonisasi jamur dermatofita yang menyerang jaringan yang mengandung keratin (zat tanduk) seperti stratum korneum pada epidermis kulit, rambut dan kuku. salah satu faktor predisposisi dermatofitosis ialah Diabetes Melitus (DM). Tingginya kadar glukosa darah pada penderita diabetes menyebabkan meningkatnya glukosa kulit yang dapat mengganggu proses imun dan menyuplai energi untuk jamur berkembang, sehingga mudah muncul manifestasi kelainan pada kulit, salah satunya adalah dermatofitosis. Penelitian World Health Organization (WHO) terhadap insi
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
31

Gaol, Kardo Binter Wisda Lumban. "Aktivitas Antijamur Ekstrak Etanol Daun Daruju (Acanthus ilicifolius Linn.) Terhadap Trichophyton rubrum." Journal of Comprehensive Science 4, no. 4 (2025): 1480–97. https://doi.org/10.59188/jcs.v4i4.3105.

Full text
Abstract:
Dermatofitosis atau infeksi jamur superfisial pada jaringan berkeratin masih menjadi masalah yang mendunia khususnya wilayah beriklim tropis seperti Indonesia. Kebersihan pejamu, imunogenitas dan lingkungan adalah faktor utama pada pathogenesis dermatofitosis dalam pembentukan kolonisasi dermatofita pada jaringan. Trichophyton rubrum merupakan dermatofita yang paling sering menyebabkan berbagai jenis dermatofitosis yang bersifat kronis dan menahun seperti tinea kapitis, tinea barbae, tinea korporis, tinea pedis, tinea unguium, dan tinea kruris. Daruju (Acanthus ilicifolius Linn.) merupakan tan
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
32

Kamil, Kamil, Miftahul Khasanah, La Ode Marsudi, and Sulastri Sulastri. "Studi Literature Agen dan Faktor Risiko Penyebab Tinea Unguium Pada Infeksi Kuku Kaki Petani." Jurnal Teknologi Laboratorium Medik Borneo 1, no. 1 (2021): 34–41. https://doi.org/10.35728/jutelmo.v1i1.816.

Full text
Abstract:
Tinea unguium merupakan infeksi jamur pada lempeng kuku yang disebabkan oleh jamur golongan Dermatofita. Infeksi ini menyebabkan permukaan kuku menjadi bergelombang, menebal, rusak, dan muda rapuh serta membuat warna kuku berubah menjadi kuning, coklat, bahkan kehitaman. Infeksi yang terjadi pada kuku dapat menyerang pada seseorang yang bekerja atau melakukan kontak langsung dengan lingkungan yang lembab dan kotor seperti petani. Keberihan kuku menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya Tinea unguium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui agen penyebab dan faktor-faktor risiko penyebab
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
33

Endrawati, Dwi, Eko Sugeng Pribadi, Agustin Indrawati, and Eni Kusumaningtyas. "MOLECULAR TECHNIQUE FOR DERMATOPHYTE IDENTIFICATION ISOLATED FROM PETS IN JAKARTA AND BOGOR." Jurnal Veteriner 22, no. 1 (2021): 56–67. http://dx.doi.org/10.19087/jveteriner.2021.22.1.56.

Full text
Abstract:
Dermatophytosis is one of the superficial mycoses which causes skin health problems in pet animals. This study conducted molecular characterization using polymerase chain reaction-restriction fragment length polymorphism (PCR-RFLP) on specimens obtained from patients suspected of dermatophytosis in several clinics in DKI Jakarta Province and Bogor City. Fifty samples of skin scrapings from patients suspected of clinically dermatophytosis were collected and analyzed by conventional and molecular techniques. The Research aimed to identify dermatophyte that were isolated from pet animals using PC
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
34

Matos, Ana Cristina, Daniela Alves, Ana Cláudia Coelho, et al. "Crvena lisica (Vulpes vulpes) i egipatski mungos (Herpestes ichneumon) kao prijenosnici dermatofita u Portugalu." Veterinarska stanica 54, no. 3 (2022): 323–28. http://dx.doi.org/10.46419/vs.54.3.2.

Full text
Abstract:
Dermatophytosis is a common dermatological infection, affecting humans, pets, domestic ruminants and wild animals. It is a cause for concern as it represents a risk to public and animal health. The aim of this study was to describe the occurrence of dermatophyte infection in wild mammals (road-killed and hunted) in Portugal. Fungal isolation was performed on the fur and scales of 101 wild mammals. Based on the observation of microstructures and colony morphology, fungal isolates were identified to the genus level. Dermatophytes were found in two of the 10 studied species: 3/51 (5.9%; 95% confi
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
35

Zahira, Saroci Dorratul, Mahya Ihsan, and Hasna Ul Maritsa. "Aktivitas Ekoenzim Nanas (Ananas comosus L. Merr.) Var. Queen Sebagai Antimikosis Dermatofita (Trichophyton rubrum)." Biospecies 16, no. 1 (2023): 63–69. http://dx.doi.org/10.22437/biospecies.v16i1.21096.

Full text
Abstract:
Ecoenzyme is a type of product made from fermented fruit/vegetable waste that can be used as an antimycosis. chemical compounds and acetic acid has the ability as an antimicrobial. Trichophyton rubrum is a type of dermatophyte fungus that can cause chronic dermatophysis. This fungus is very easy to grow in humid conditions. The purpose of this study was to determine the ability of pineapple ecoenzymes from Tangkit as antimycosis against Trichophyton rubrum fungus, to determine the antimycosis activity of pineapple ecoenzymes from Tangkit in inhibiting T. rubrum fungi and to determine the conte
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
36

Ida Ayu, Diah Purnama Sari. "TINEA KORPORIS ET KRURIS ET FASIALIS DENGAN TERAPI KOMBINASI ANTI JAMUR." Ganesha Medicine 3, no. 1 (2023): 46–56. http://dx.doi.org/10.23887/gm.v3i1.59579.

Full text
Abstract:
Abstrak
 Tinea atau dermatofitosis merupakan infeksi superfisial pada kulit, rambut, dan kuku yang disebabkan oleh infeksi dermatofita. Dermatofita merupakan kelompok jamur yang memiliki kemampuan untuk menggunakan keratin sebagai sumber nutrisinya, oleh karena itu dermatofita menginfeksi jaringan yang mengandung keratin seperti kulit, rambut, dan kuku. Tinea disebabkan oleh tiga kelompok jamur yakni Epidermophyton, Trichophyton, dan Microsporum. Kami melaporkan seorang wanita berusia 50 tahun yang dikonsulkan dengan keluhan gatal yang dirasakan sejak 1 tahun yang lalu. Keluhan gatal dise
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
37

RTS.Gita Putri Enindra. "PROGRAM KESEHATAN KERJA UNTUK KELUHAN PENYAKIT JAMUR TINEA UNGUIUM PADA KUKU KAKI PEKERJA PABRIK TAHU DAN TEMPE DI KALIDERES JAKARTA BARAT." Oshada 1, no. 2 (2024): 25–34. http://dx.doi.org/10.62872/92kv6363.

Full text
Abstract:
dalam setiap aktivitas bisnis untuk mencegah risiko kecelakaan kerja dan penyakit. Namun, masih banyak pelaku usaha di Indonesia yang belum menerapkan manajemen K3 secara efektif. Kecelakaan kerja merupakan masalah serius di Indonesia, dengan tingkat kecelakaan yang cukup tinggi terutama di sektor industri kecil dan mikro seperti pabrik tahu dan tempe. Penyakit yang umum terjadi di antara pekerja pabrik tahu dan tempe termasuk luka luar, masalah pernafasan, dan masalah otot, yang sebagian besar disebabkan oleh kondisi lingkungan kerja yang tidak aman dan paparan bahan kimia. Di Indonesia, kond
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
38

Amukty, I. Nyoman Fidry Octora Young, and Ni Made Indah Puspasari. "Karakteristik Penderita Dermatofitosis di Poliklinik Kulit dan Kelamin RSUD Tabanan Periode Tahun 2016-2021." Syntax Literate ; Jurnal Ilmiah Indonesia 9, no. 10 (2024): 5186–92. http://dx.doi.org/10.36418/syntax-literate.v9i9.16107.

Full text
Abstract:
Dermatofitosis merupakan penyakit yang di sebabkan oleh kolonisasi jamur dermatofita menyerang jaringan yang mengandung keratin, seperti stratum korneum pada epidermis kulit, rambut dan kuku. Penelitian ini bertujuan untukmendapatkan karakteristik penderita dermatofitosis di Poliklinik Kulit dan Kelamin RSUD Tabanan tahun 2016-2021. Penelitian deskriptif restrospektif ini mengambil sampel secara konsekutif dengan mengevaluasi rekam medis untukmendapatkan karakteristik dermatofitosis berdasarkan umur, jenis kelamin, diagnosis, pengobatan dan lama pengobatan. Laki-laki (61,50%) dan kelompok umur
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
39

Fatmawati, Andi, Mujahidah Basarang, Anita Anita, Rahmawati Rahmawati, and Siti Nur Amaliyah. "KARAKTERISTIK JAMUR PENYEBAB TINEA UNGUIUM PADA PEDAGANG IKAN." Jurnal Medika 8, no. 1 (2023): 20–25. http://dx.doi.org/10.53861/jmed.v8i1.374.

Full text
Abstract:
Tinea unguium merupakan infeksi pada lempeng kuku yang disebabkan oleh jamur dermatofita. Salah satu profesi yang rentan terkena infeksi jamur adalah pedagang ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran jamur penyebab Tinea unguium pada pedagang ikan di Pasar Sungguminasa. Sampel yang digunakan yaitu kuku kaki dari pedagang ikan. Penelitian ini menggunakan metode pemeriksaan kultur dengan menggunakan media sabouraud dextrose agar yang diperiksa secara mikroskopik dengan menggunakan lactophenol cotton blue. Hasil penelitian ini menemukan adanya jamur Aspergilus flavus, Aspergillus
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
40

Natasha, Cut Alia, Nelva Karmila Jusuf, and Imam Budi Putra. "Aktivitas Antifungal Ekstrak Daun Lawsonia inermis terhadap Candida albicans." Jurnal Biotek Medisiana Indonesia 9, no. 2 (2021): 139–46. http://dx.doi.org/10.22435/jbmi.v9i2.4418.

Full text
Abstract:
Abstract
 Onychomycosis is a chronic nail infection caused by fungi, such as dermatophytes, non-dermatophytes, and yeast. Proper management is needed to halt the progression of this fungal infection and get good therapeutic results. Current antifungal medications are less effective because of their hepatotoxicity, long-term use, and the presence of fungal resistance. The study aimed to prove the antifungal of Lawsonia inermis leaves extract on Candida albicans as a cause of onychomycosis. This research is using C. albicans pure strain samples (ATCC10231) and laboratory isolates from patie
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
41

Warouw, Mathilda W., Tara S. Kairupan, and Pieter L. Suling. "Efektivitas Anti Jamur Sistemik Terhadap Dermatofitosis." JURNAL BIOMEDIK (JBM) 13, no. 2 (2021): 185. http://dx.doi.org/10.35790/jbm.13.2.2021.31833.

Full text
Abstract:
Abstract: Dermatophytosis or tinea is the most frequent fungal infection in the world caused by the dermatophyte fungi group. These dermatophytes infect the stratum corneum of the skin, hair shaft, and nails. Systemic antifungals are one of the treatment options for dermatophytosis, especially in cases of widespread infection or failure of topical therapy. This study aims to determine the effectiveness of various systemic antifungals (griseofulvin, terbinafine, and azole derivatives) against dermatophytosis. This study was in the form of a literature review by searching and collecting data usi
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
42

Herry Hermansyah, Azahra Olivia Khofipah, Nyayu Shafa Zakiyah, Diyanah Choirunnisyah Destriani, and Winda Audy Kinanti. "PEMANFAATAN DAUN KETEPENG UNTUK PENYAKIT TINEA CAPITIS OLEH JAMUR GOLONGAN DERMATOPHYTA." Jurnal Mitra Masyarakat 4, no. 1 (2023): 48–53. http://dx.doi.org/10.47522/jmm.v4i1.167.

Full text
Abstract:
Penyebab Tinea capitis adalah jamur Dermatofita yang menyerang rambut dan kulit kepala, dan biasanya terjadi pada anak anak, paling sering menginfeksi anak-anak usia 3 sampai 14 tahun. Genus Jamur pada dermatofitosis dibagi menjadi tiga, yaitu; Epidermophyton, Microsporum, dan Trichophyton. Dan genus yang menginfeksi Pada Tinea capitis adalah genus Trichophyton dan Microsporum. Kegiatan ini memiliki tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam melakukan pencegahan penyakit Tinea capitis. Dapat disimpulkan kegiatan pengabdian yang telah dilakukan pada warga di Kelurahan Kuto Bat
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
43

Sofariah, Miyati, Bayu Febram, and Wiwin Winarsih. "Frekuensi Penggunaan Obat Antifungal untuk Dermatofitosis pada Kucing di Klinik Hewan Starvet Bogor Tahun 2017 dan 2018." Jurnal Health Sains 2, no. 7 (2021): 907–14. http://dx.doi.org/10.46799/jhs.v2i7.222.

Full text
Abstract:
Dermatofitosis merupakan infeksi kapang superfisial pada kulit yang sering ditemukan menyerang hewan peliharaan seperti kucing. Penyakit ini mudah terjadi dalam suasana dengan suhu dan kelembaban yang tinggi. Pemberian obat antifungal biasa dilakukan untuk menangani maupun mencegah kasus dermatofitosis. Tujuan penelitian ini untuk menggambarkan frekuensi penggunaan obat antifungal terbanyak dalam menangani kasus dermatofitosis di klinik hewan objek penelitian. Penelitian dilakukan secara deskriptif dengan menggunakan 39 data rekam medis dari pasien yang terinfeksi dermatofita. Hasil penelitian
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
44

Wahdini, Maya, Lies Marlysa Ramli, and Risa Miliawati N.H. "Karakteristik Pasien dan Spesies Dermatofita Penyebab Tinea Kruris di Rumah Sakit Umum Daerah Gunung Jati Cirebon Jawa Barat." Global Medical & Health Communication (GMHC) 3, no. 2 (2015): 71. http://dx.doi.org/10.29313/gmhc.v3i2.1549.

Full text
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
45

Maulidia Amri, Sarah, Iis Kurniati, Yuliansyah Mulya Sundara, and Asep Dermawan. "PENGGUNAAN TEPUNG BIJI NANGKA (Artocarpus heterophyllus Lamk) SEBAGAI ALTERNATIF MEDIA Sabouraud Dextrose Agar UNTUK PERTUMBUHAN Trichophyton rubrum." Jurnal Kesehatan Siliwangi 4, no. 1 (2023): 463–71. http://dx.doi.org/10.34011/jks.v4i1.1481.

Full text
Abstract:
Dermatofitosis adalah penyakit kulit disebabkan oleh jamur dermatofita yang bersifat keratinofilik. Tepung biji nangka memiliki kandungan karbohidrat yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi tepung biji nangka yang optimal untuk pertumbuhan Trichophyton rubrum. Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperiment dengan empat perlakuan dan tiga pengulangan, yaitu konsentrasi tepung biji nangka sebesar 6,5%, 8,5% dan 10,5%, serta kontrol menggunakan SDA. Trichophyton rubrum diinokulasikan secara single dot pada media SDA dan media tepung biji nangka, kemudian diamati se
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
46

Fatmawati, Andi, Nurhidayat Nurhidayat, and Asma Yuliani. "INFEKSI OPORTUNISTIK TINEA CAPITIS PADA PENDERITA PEDICULOSIS CAPITIS." Jurnal Medika 6, no. 2 (2021): 56–61. http://dx.doi.org/10.53861/jmed.v6i2.234.

Full text
Abstract:
Pediculosis capitis merupakan penyakit infeksi pada kulit kepala manusia yang disebabkan oleh infestasi ektoparasit Pediculus humanus capitis yang dapat menular di kepala tanpa disadari karena kontak erat di lingkungan yang sama seperti asrama pesantren. Di kepala penderita pediculosis ditemukan banyak lesi pada kulit, rambut saling melekat, bintik-bintik hitam atau coklat pada pangkal rambut, radang pada kulit kepala serta eksudat nanah yang berasal dari luka gigitan Pediculus humanus capitis yang meradang. Infeksi sekunder berupa tinea capitis dapat menyerang penderita pediculosis. Infeksi i
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
47

Khoiroh, Zaimatul, and Tias Pramesti Griana. "Potensi Daun Kesambi (Schleicera Oleosa) Sebagai Kandidat Agent Anti Jamur Untuk Penyakit Onikomikosis (Infeksi Jamur Pada Kuku)." Journal of Islamic Medicine 3, no. 2 (2019): 36–41. http://dx.doi.org/10.18860/jim.v3i2.15487.

Full text
Abstract:
Onikomikosis merupakan infeksi jamur pada kuku yang disebabkan oleh jamur golongan dermatofita. Penelitian potensi daun kosambi (Schleicera oleosa) sebagai kandidat agent anti jamur untuk penyakit onikomikosis (infeksi jamur pada kuku) telah dilakukan. Daun kosambi (Schleicera oleosa) diekstrak menggunakan methanol. Telah diketahui ekstrak methanol daun kosambi berpotensi sebagai antijamur. Penelitian ini bertujuan membuktikan ekstrak daun Kosambi (Schleicera oleosa (Lour.) Oken) mampu menghambat pertumbuhan Trichophyton spp dan membuktikan daya hambat ekstrak daun Kosambi (Schleicera oleosa (
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
48

Nurfadillah, Nurfadillah, Hartati Hartati, and Sulfiani Sulfiani. "Identifikasi Jamur Dermatofita Penyebab Tinea unguium Pada Kuku kaki Petani di Dusun Ballakale Desa Aska Kecamatan Sinjai selatan Kabupaten Sinjai." Kampurui Jurnal Kesehatan Masyarakat (The Journal of Public Health) 3, no. 2 (2021): 84–92. http://dx.doi.org/10.55340/kjkm.v3i2.498.

Full text
Abstract:
Tinea unguium is an infection of the nail plate caused by the fungus Dermatophyta. The majority of the livelihood in Dusun Ballakale Desa Aska Kecamatan Sinjai selatan Kabupaten Sinjai is farming where the habit of farmers in this area is to work on rice fields that are in direct contact with soil, water and mud for a long time without wearing protective equipment, one of which is boots to protect the feet. Nails that are in direct contact with soil or mud for a long time and are rarely cleaned can trigger fungal growth. The purpose of this study was to determine the presence or absence of a d
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
49

Sulviana, Dede, Mujahidah Basarang, and Andi Fatmawati. "IDENTIFIKASI Trichophyton mentagrophytes PADA PEDAGANG IKAN PENDERITA TINEA PEDIS DI PASAR DAYA KOTA MAKASSAR." Jurnal Medika 5, no. 1 (2020): 19–24. http://dx.doi.org/10.53861/jmed.v5i1.177.

Full text
Abstract:
Tinea pedis adalah penyakit infeksi jamur dermatofita tersering yang ditemukan di daerah kulit telapak kaki dan sela jari kaki. Beberapa faktor risiko Tinea pedis adalah penggunaan sepatu tertutup yang lama setiap hari, pemakaian kaus kaki ketika bekerja, dan paparan jamur. Penelitian ini dilakukan pada pedagang ikan yang sehari-harinya bekerja di tempat yang lembab karena berhubungan langsung dengan air dan memakai sepatu tertutup dala m jangka waktu yang lama yang dilakukan di Pasar Daya kota Makassar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya jamur Trichophyton mentagr
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
50

Kartini, Ani, Mujahidah Basarang, and Muhammad Angga Nurhadi. "IDENTIFIKASI Trichophyton rubrum PADA KAOS KAKI BEKAS YANG DIPERJUALBELIKAN DI KOTA MAKASSAR." Jurnal Medika 2, no. 1 (2017): 30–33. http://dx.doi.org/10.53861/jmed.v2i1.129.

Full text
Abstract:
Trichophyton rubrum merupakan salah satu dermatofita yang menyerang jaringan keratin kulit dan menyebabkan infeksi kulit yaitu tinea pedis yang berlokasi di antara jari-jari kaki. Infeksi ini banyak terdapat pada orang yang kerap memakai sepatu dan kaos kaki bekas. Penularan tinea pedis dapat terjadi melalui penggunaan barang penderita seperti kaos kaki. Kaos kaki bekas merupakan kaos kaki yang telah digunakan dan dijual kembali karena masih bernilai ekonomis sehingga kaos kaki bekas dapat menularkan tinea pedis dari pengguna sebelumnya yang tidak diketahui. Penelitian ini bertujuan untuk meng
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
We offer discounts on all premium plans for authors whose works are included in thematic literature selections. Contact us to get a unique promo code!