To see the other types of publications on this topic, follow the link: Diplomasi Maritim.

Journal articles on the topic 'Diplomasi Maritim'

Create a spot-on reference in APA, MLA, Chicago, Harvard, and other styles

Select a source type:

Consult the top 50 journal articles for your research on the topic 'Diplomasi Maritim.'

Next to every source in the list of references, there is an 'Add to bibliography' button. Press on it, and we will generate automatically the bibliographic reference to the chosen work in the citation style you need: APA, MLA, Harvard, Chicago, Vancouver, etc.

You can also download the full text of the academic publication as pdf and read online its abstract whenever available in the metadata.

Browse journal articles on a wide variety of disciplines and organise your bibliography correctly.

1

Hermawan, Cecep, and Hasan Sidik. "Momentum Diplomasi Maritim Indonesia: Rencana Aksi Nasional Penanganan Sampah Plastik di Laut 2019-2024." Padjadjaran Journal of International Relations 1, no. 1 (2019): 23. http://dx.doi.org/10.24198/padjir.v1i1.21590.

Full text
Abstract:
The purpose of this article are explaining the National Action Plan against Marine Plastic Debris 2018-2025 as the diplomatic momentum for Indonesia to to succeed in its maritime diplomacy. Researchers used the theory of maritime diplomacy proposed by Christian le Miere. In analyzing existing maritime diplomacy, researchers used the momentum diplomatic theory from G.R. Berridge in researching diplomatic strategies used in transforming national policies into diplomatic strategies. In this study, researchers used qualitative research with discourse analysis as the technique for data analysis to
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
2

Kurniawan, Lutfi. "DIPLOMASI PERTAHANAN INDONESIA MELALUI NAVAL DIPLOMACY DAN SEA POWER DI LAUT CINA SELATAN PADA TAHUN 2020." Inovasi Pembangunan : Jurnal Kelitbangan 11, no. 02 (2023): 125–42. http://dx.doi.org/10.35450/jip.v11i02.375.

Full text
Abstract:
Implementasi diplomasi pertahanan terutama di wilayah maritim masih menjadi salah satu permasalahan yang ada pada proses diplomasi pertahanan suatu negara. Terdapat pemahaman akan strategi diplomasi pertahanan yang masih terlalu luas di wilayah maritim suatu negara, yaitu diplomasi maritim (maritime diplomacy) sehingga pelaksanaan diplomasi pertahanan di wilayah kelautan atau maritim suatu negara masih belum efektif. Studi-studi terdahulu memaparkan bahwa maritime diplomacy adalah suatu strategi dalam diplomasi pertahanan di wilayah maritim yang sangat luas dan identik dengan penggunaan aktor-
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
3

Kurniawan, Wahyu. "Eksplorasi Hubungan Simbiotik antara Diplomasi Angkatan Laut dan Keamanan Maritim: Sebuah Tinjauan Interdisipliner." Saintek: Jurnal Sains Teknologi dan Profesi Akademi Angkatan Laut 16, no. 2 (2023): 69–77. http://dx.doi.org/10.59447/saintek.v16i2.117.

Full text
Abstract:
The naval diplomacy is an important instrument in foreign policy to maintain maritime security and protect national interests at sea. This problematic focuses on actual matters that influence the behavior of other countries through naval presence, actions and communications. Maritime security includes protection against non-traditional threats such as piracy, terrorism, smuggling, as well as enforcement of maritime law and international agreements. Cooperation between countries in naval diplomacy is very important to overcome cross-border maritime security threats. Cooperation mechanisms inclu
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
4

Rijal, Najamuddin Khairur. "Smart Maritime Diplomacy: Diplomasi Maritim Indonesia Menuju Poros Maritim Dunia." Jurnal Global & Strategis 13, no. 1 (2019): 63. http://dx.doi.org/10.20473/jgs.13.1.2019.63-78.

Full text
Abstract:
This article examines the efforts of Indonesia's maritime diplomacy, especially in Southeast Asia and ASEAN to realize the World Maritime Axis (WMA) vision. WMA is the “jargon” of the Joko Widodo government to realize Indonesia’s ideals as an advanced, independent, and strong maritime state, and has positive contribution to the world. Through a descriptive-qualitative research approach, to answer the efforts of Indonesian maritime diplomacy, the primary data was collected through a review of the annual reports of the Ministry of Foreign Affairs and the Ministry of Maritime Affairs and Fisherie
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
5

Prabowo, Angga Reza. "Diplomasi Maritim Indonesia-Australia di Era Pandemi Covid-19: Studi Kasus Kerjasama Bakamla-Australian Border Force." Bappenas Working Papers 5, no. 2 (2022): 176–95. http://dx.doi.org/10.47266/bwp.v5i2.169.

Full text
Abstract:
Guna mencapai Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia/PMD, diplomasi maritim memiliki peran yang penting. Berkaitan perihal dimaksud, Indonesia dan Australia memiliki landasan kerja sama di bidang maritim berdasarkan Joint Declaration on Maritime Cooperation tahun 2017, dan diperkuat dengan Plan of Action tahun 2018. Salah satu instansi pendukung pelaksanaan Plan of Action adalah Badan Keamanan Laut Republik Indonesia/Bakamla dan Australian Border Force/ABF. Disaat pelaksanaan Plan of Action, terjadi kondisi pandemi COVID-19 yang mempengaruhi implementasi kerja sama. Di sisi lain, berdasarkan ko
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
6

Khoirunissa, Luna, and Maria Indira Aryani. "Diplomasi Maritim Indonesia dalam Perumusan ASEAN Outlook on the Indo-Pacific." Frequency of International Relations (FETRIAN) 3, no. 2 (2022): 44–70. http://dx.doi.org/10.25077/fetrian.3.2.44-70.2021.

Full text
Abstract:
ASEAN Outlook on the Indo-Pacific (AOIP) merupakan konsep kerja sama di kawasan Indo-Pasifik yang dicanangkan oleh ASEAN yang diresmikan pada Juni 2019, di tengah maraknya berbagai pandangan tentang kerja sama di Indo-Pasifik. Indonesia yang merupakan salah satu pendiri ASEAN seringkali dikenal sebagai pelopor maupun inisiator berbagai kerja sama di kawasan. Indonesia juga merupakan penggagas utama adanya konsep AOIP. Oleh karena itu, tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan tentang bagaimana upaya diplomasi maritim Indonesia dalam perumusan AOIP, baik melalui forum internal ASEAN serta forum m
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
7

Hastuti, Lina. "Diplomasi Maritim Sebagai Upaya Mewujudkan Indonesia Sebagai Poros Maritim Dunia: Harapan dan Tantangan." Media Iuris 5, no. 1SpecialIssue (2022): 91–106. http://dx.doi.org/10.20473/mi.v5i1specialissue.42235.

Full text
Abstract:
AbstractAt the East Asia Summit in Naypyidaw, Myanmar, on November 13, 2014, President Joko Widodo conveyed the idea of Indonesia as a world maritime axis. The world’s maritime axis is intended as a strategic idea that is realized to ensure inter-island connectivity, develop the shipping and fishing industries, improve sea transportation, and focus on maritime security. This is consistent with Indonesia’s strategic location between the Indian Ocean and the Pacific Ocean, where the two oceans serve as global trade crossing lanes that power the global economy. Bearing in mind that Indonesia is t
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
8

Afifah Winda Ramadhani, Muhammad Imran Hanafi, Mulawarman Mulawarman, and Dea Rizky Amalia. "Peran Diplomasi Maritim Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia." Amandemen: Jurnal Ilmu pertahanan, Politik dan Hukum Indonesia 2, no. 1 (2024): 47–65. https://doi.org/10.62383/amandemen.v2i1.663.

Full text
Abstract:
This paper discusses the role of Indonesia's maritime diplomacy in realizing its vision as the Global Maritime Fulcrum (Poros Maritim Dunia - PMD). Indonesia’s maritime diplomacy focuses on strengthening maritime security, enhancing maritime infrastructure connectivity, sustainable marine resource management, and promoting maritime culture. Through active participation in international forums such as IORA and cooperation with G20 countries, Indonesia aims to strengthen its strategic position as a global maritime trade hub. This study highlights how maritime diplomacy supports the achievement o
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
9

Chadhafi, Mochammad Imam, and Aldwin Hafidz Harsandy. "Diplomasi Maritim TNI Angkatan Laut dalam mewujudkan Poros Maritim Dunia." Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik 5, no. 1 (2024): 299–312. https://doi.org/10.38035/jihhp.v5i1.2928.

Full text
Abstract:
Diplomasi maritim menjadi transportasi utama yang bisa digunakan oleh Pemerintah Indonesia untuk mewujudkan stabilitas keamanan nasional baik pada level nasional, regional maupun global. Pemerintah Indonesia memiliki keinginan yang sangat kuat untuk membangun kembali budaya maritim dan menjaga serta mengelola sumber daya laut guna mendorong pengembangan infrastruktur dan konektivitas maritim. Dimana kondisi tersebut bertujuan untuk membangun kekuatan pertahanan maritim yang dapat digunakan dalam memperkuat kemampuan diplomasi maritim. Kehadiran TNI Angkatan Laut sebagai aktor utama telah mengh
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
10

Ismah, Syaiful Anam, Zulkarnain, and YA Wahyudin. "Workshop Diplomasi Maritim Memanfaatkan Posisi Strategis Indonesia dalam Jalur Perdagangan Dunia: Meninjau Selat Lombok-Selat Makassar." Journal of Community Development & Empowerment 1, no. 1 (2020): 31–40. http://dx.doi.org/10.29303/jcommdev.v1i1.4.

Full text
Abstract:
Kegiatan pengabdian ini ditujukan untuk para calon aparatur pemerintah NTB yaitu praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) kampus Nusa Tenggara Barat (NTB). Sebagai calon pemangku kebijakan maka perlu dikenalkan metode diplomasi, dalam hal ini diplomasi maritim sebagai bentuk dukungan untuk visi Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia dimana pemerintah daerah memiliki peran besar didalamnya. NTB sebagai provinsi yang terdiri dari banyak pulau dan wilayah perairan luas menyimpan potensi maritim yang membutuhkan pengelolaan berkelanjutan yang didukung kerjasama dengan berbagai pihak. Wilayah
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
11

Fathurrahman, Dzulfiar. "ASEAN: Tantangan terhadap Upaya Perwujudan Visi Poros Maritim Dunia." Gema Keadilan 4, no. 1 (2017): 32–44. http://dx.doi.org/10.14710/gk.2017.3653.

Full text
Abstract:
Sejak memulai pemerintahannya pada tahun 2014 lalu, visi Presiden Joko ‘Jokowi’ Widodo untuk menjadikan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia acap kali dikritik oleh sejumlah akademisi. Kritiknya dimulai dari masalah birokrasi hingga ke substansinya. Di lain pihak, esai ini berusaha untuk melihat bagaimana Perhimpunan BangsaBangsa Asia Tenggara (ASEAN) memberikan pengaruh terhadap upaya perwujudan visi Poros Maritim Dunia. Indonesia diposisikan sebagai primus inter pares di antara negara-negara anggota ASEAN lainnya. Kondisi ini kemudian memberikan tekanan kepada Indonesia agar meletakkan ASEA
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
12

Editor, Dewan. "Momentum Pertama." Padjadjaran Journal of International Relations 1, no. 1 (2019): 1. http://dx.doi.org/10.24198/padjir.v1i1.21587.

Full text
Abstract:
Pada edisi pertama kali ini, kami mengangkat tema diplomasi – sebuah tema yang menjadi penciri utama kajian Hubungan Internasional. Diplomasi dengan beragam bentuknya dipaparkan disini, mulai dari diplomasi maritim, diplomasi keamanan, diplomasi ekonomi, hingga diplomasi budaya. Beragam bentuk diplomasi juga bersandingan dengan ragam tingkatan analisis, mulai dari level negara hingga keterlibatan masyarakat luas – yang dikenal dengan konsep diplomasi publik. Tujuan dan instrumen diplomasi menjadi pembahasan menarik dalam artikelartikel yang kami sajikan. Karena bagaimanapun, perkembangan tekno
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
13

Pramudianto, Andreas. "Peradilan Internasional dan Diplomasi dalam Sengketa Lingkungan Hidup Maritim." Jurnal Hukum Lingkungan Indonesia 4, no. 1 (2017): 111. http://dx.doi.org/10.38011/jhli.v4i1.52.

Full text
Abstract:
Sengketa maritim terkait lingkungan hidup yang selama ini disidangkan dan diputuskan di beberapa peradilan internasional seperti Mahkamah Internasional (International Court of Justice/ICJ), Studi ini mencoba untuk mendeskripsikan kasus lingkungan hidup maritim melalui jalur diplomasi dan peradilan internasional sehingga mampu memberikan hasil yang bermanfaat bagi pengembangan hukum dan hubungan internasional. Kesimpulan menunjukan bahwa diplomasi dan putusan peradilan internasional telah memberikan dasar dan petunjuk hukum bagi negara-negara dan aktor bukan negara dalam hubungan internasional.
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
14

Hendriman Putra. "Peran TNI Angkatan Laut dalam Perkuatan Ketahanan Maritim Indonesia: Pengamanan IKN dari ancaman di ALKI II." Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik 4, no. 6 (2024): 2238–46. https://doi.org/10.38035/jihhp.v4i6.2459.

Full text
Abstract:
Pemindahan IKN berimplikasi pada perubahan geografi militer dan karakter ancaman dan perlunya penyesuaian strategi pertahanan nasional. Pertahanan maritim dalam upaya pemindahan ibu kota ke Kalimantan merupakan sebuah upaya komprehensif dan berkelanjutan pada pengaturan dan pengelolaan ruang wilayah yurisdiksi NKRI. Tantangan yang muncul adalah bagaimana TNI AL menjalankan fungsi pertahanan, menegakan hukum dan menjaga keamanan laut yurisdiksi nasional. Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis Peran TNI Angkatan Laut khususnya dalam Pengamanan IKN dari ancaman di ALKI II
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
15

Irawan, Fendi, and Indra Kusumawardhana. "Diplomasi Angkatan Laut Indonesia-Cina: Studi Kasus Implementasi Forum NTNCT (Navy to Navy Cooperation Talk) dalam Menjaga Stabilitas Keamanan Maritim Indonesia." SOSIO DIALEKTIKA 8, no. 1 (2023): 1. http://dx.doi.org/10.31942/sd.v8i1.8306.

Full text
Abstract:
Indonesia sebagai salah satu negara maritim terbesar memiliki tujuan menjaga stabilitas keamanan maritim. Dalam mewujudkannya perlu adanya stabilitas kerja sama keamanan maritim. Pada prinsipnya, upaya Indonesia dalam menciptakan stabilitas keamanan maritim masih belum optimal. Masalah pencurian ikan oleh kapal asing masih marak terjadi. Faktor lingkungan strategis dan kerja sama pertahanan keamanan maritim menjadi aspek yang paling penting dalam mewujudkan poros maritim dunia. Cina menjadi negara dengan kekuatan armada laut maritim terbesar di Asia Pasifik dipandang perlu menjadi mitra strate
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
16

Samy, Muhammad, and Jayanti Aarnee Kusumadewi. "Diplomasi Pertahanan Maritim Indonesia dalam Menghadapi Ancaman Keamanan Non-tradisional Upaya Mewujudkan Visi Poros Maritim Dunia." Jurnal Hubungan Internasional 14, no. 1 (2021): 45. http://dx.doi.org/10.20473/jhi.v14i1.25547.

Full text
Abstract:
Sitting between two world’s biggest oceans and bussiest shipping lanes, Indonesia’s geographic positioning has given it a very strategic leverage. Such potential is then stressed out during the era of President Joko Widodo with his vision of Global Maritime Fulcrum. One of the crucial aspects needed for optimalization in order for this idea to be achived is security. Indonesian waters have been known to be quite hostile due to the ploriferation of non-traditional threats such as piracy, terrorism, and transnational crimes. A series of maritime defense diplomacy thus have been initiated and int
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
17

Muh. Fadry Amry Guricci and Seniwati Seniwati. "Strategi Keamanan Maritim di Asia Tenggara: Kerjasama Diplomasi maritim di ASEAN." Konsensus : Jurnal Ilmu Pertahanan, Hukum dan Ilmu Komunikasi 1, no. 6 (2024): 130–39. https://doi.org/10.62383/konsensus.v1i6.474.

Full text
Abstract:
Southeast Asia, as a strategic region connecting two of the world's major oceans, faces a range of maritime security challenges, both traditional, such as territorial disputes in the South China Sea, and non-traditional, such as piracy, human trafficking, and illegal fishing. This article discusses maritime security strategies in the region, with a primary focus on maritime diplomacy cooperation under the ASEAN framework. Using maritime security theory, maritime diplomacy, and a literature analysis, the article examines the effectiveness of ASEAN's regional cooperation in addressing the comple
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
18

Inayah, Astiwi, and Agus Hadiawan. "DIPLOMASI MARITIM INDONESIA DALAM MENANGANI MASALAH ILLEGAL, UNREPORTED AND UNREGULATED FISHING (IUUF) DI PERAIRAN PESISIR BARAT, LAMPUNG." SOSIOLOGI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya 22, no. 2 (2020): 106–19. http://dx.doi.org/10.23960/sosiologi.v22i2.61.

Full text
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
19

Muhammad Sajidin, Inggar Saputra, and Wida Nofiasari. "STRATEGI KEAMANAN MARITIM INDONESIA DALAM MENGHADAPI ANCAMAN KEJAHATAN TRANSNASIONAL DI ASIA TENGGARA." Jurnal Lemhannas RI 11, no. 3 (2023): 170–77. http://dx.doi.org/10.55960/jlri.v11i3.476.

Full text
Abstract:
Salah satu ancaman yang sering muncul bagi Indonesia dan negara di Asia Tenggara adalah kejahatan yang melintasi batas negara atau kejahatan transnasional (Transnational crime). Kejahatan jenis ini muncul akibat kedekatan geografis wilayah suatu negara yang berdampak mudahnya akses untuk melakukan kejahatan transnasional. Untuk mengatasi kejahatan transnasional tersebut, diperlukan tindakan hukum, operasi intelijen dan upaya diplomasi antar negara Asia Tenggara untuk mencegah agar kejahatan transnasional tidak lagi terjadi di lautan. Tujuan utama penelitian ini adalah melihat bagaimana strateg
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
20

Maulana, Anugerah Akbar. "Gunboat Diplomacy in Natuna Waters from 2010-2020: Indonesia’s Deterrence in South China Sea Conflict." Insignia: Journal of International Relations 9, no. 1 (2022): 1. http://dx.doi.org/10.20884/1.ins.2022.9.1.4550.

Full text
Abstract:
Abstract
 SCS conflict comprises a substantial threat to Indonesia as China’s nine-dash line overlaps with Indonesia’s Exclusive Economic Zone EEZ in Natuna waters. The spillover of the conflict was exposed through China’s incursions in Natuna waters from 2010 to 2020 as China regard it has the right to carry out activities in several areas of Natuna waters that are considered as part of maritime territorial violations for Indonesia. Indonesia deploys the capabilities of its naval forces’ in Natuna waters in response to China’s incursions in which this phenomenon could be regarded as gunb
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
21

Putriningtyas, Serin. "Kaburnya Pengaturan Tanggung Jawab Pemerintah Terhadap Pencemaran Laut (Studi Kasus Pencemaran Laut Timor oleh PT. T Exploration and Production (PTTEP))." Gema Keadilan 4, no. 1 (2017): 99–109. http://dx.doi.org/10.14710/gk.2017.3774.

Full text
Abstract:
Sesuai dengan kondisi geografisnya, Indonesia bercita-cita sebagai poros maritim dunia. Pemerintah memiliki sejumlah agenda terkait dengan visi tersebut diantaranya terkait dengan pembangunan budaya maritim, pengelolaan sumber daya maritim, pembangunan infrastruktur dan konektivitas maritim, diplomasi dan pertahanan keamanan maritim. Diharapkan dari diberlakukannya poros maritim tersebut perekonomian dan kemakmuran Indonesia meningkat. Namun, untuk menjadi Poros Maritim Indonesia masih memiliki beberapa hambatan dan masalah. Diantaranya adalah kasus yang membuat perairan Indonesia tercemar. Ad
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
22

Roedy, Roedy, Bambang Irwanto, and Robby Mochamad Taufik. "Peran strategic thinking dalam menjaga stabilitas keamanan regional dan mewujudkan kesejahteraan nasional sesuai amanat UUD 1945." Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial 8, no. 1 (2025): 166–73. https://doi.org/10.17977/um022v8i12025p166-173.

Full text
Abstract:
The role of strategic thinking in maintaining regional security stability and achieving national welfare in accordance with the mandate of the 1945 Constitution Strategic thinking plays an important role in maintaining regional security stability and national welfare according to the 1945 Constitution. Indonesia plays a strategic role in multilateral diplomacy to face long-term challenges in Southeast Asia. This study uses a qualitative approach with a literature study method, analysing foreign policy and national security. The results show that strategic thinking contributes to regional stabi
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
23

Muhammad Rezky Hafidzzur Rahim and Agussalim Burhanuddin. "Dampak Pelaksanaan Multilateral Naval Exercise Komodo Terhadap Diplomasi Maritim Indonesia." ALADALAH: Jurnal Politik, Sosial, Hukum dan Humaniora 2, no. 1 (2023): 129–46. http://dx.doi.org/10.59246/aladalah.v2i1.638.

Full text
Abstract:
Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) is Indonesia's concrete effort to strengthen maritime diplomacy and the role of the Indonesian Navy (TNI AL) in the context of international relations. MNEK has been implemented four times starting from 2014 to 2023. MNEK is an active diplomatic initiative to build bilateral and multilateral relations, increase preparedness, and strengthen cooperation in responding to natural and humanitarian disasters. In its series of preparations, MNEK involves planning stages, namely the Initial Planning Conference (IPC), Middle Planning Conference (MPC), and Final
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
24

Yunizar, Faradila Dwi. "EFEKTIVITAS DIPLOMASI KEAMANAN MARITIM DALAM MENANGANI KASUS ILLEGAL FISHING DI LAUT NATUNA." Journal of Integrative International Relations 8, no. 1 (2023): 1–14. http://dx.doi.org/10.15642/jiir.2023.8.1.1-14.

Full text
Abstract:
Pelanggaran penangkapan ikan Illegal, Unreported, and Unregulated (IUU) oleh kapal penangkap ikan dan Coast Guard China, yang merugikan ekonomi dan melanggar hak kedaulatan Indonesia serta mengganggu keamanan maritim, menjadi penyebab krisis Laut Natuna Utara. Tujuan dari artikel ini adalah untuk mendeskripsikan upaya Indonesia dalam memberantas illegal fishing di sana. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif, menggunakan strategi analisis data kualitatif, dan mengambil data sekunder dari kajian literatur dan internet. Teori kerjasama regional oleh K.J. Holsti dan Hans J. Morgenthau serta gag
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
25

Suwarno, Eko Hadi, Bambang Irwanto, and Didi Efendi. "Implementasi Navy To Navy Cooperation Talk Antara Tentara Nasional Indonesia dengan China Guna Menjaga Stabilitas Maritim Indonesia Melalui Hubungan Diplomasi Pertahanan." JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan 7, no. 8 (2024): 8493–98. http://dx.doi.org/10.54371/jiip.v7i8.5767.

Full text
Abstract:
Indonesia dan China telah mematangkan latihan bersama Angkatan Laut kedua negaranya, hal tersebut bertujuan sebagai bagian dalam memperluas bentuk kerja sama militer dan pertahanan yang disepakati kedua belah pihak demi menjaga stabilitas maritim Indonesia dengan melalui hubungan diplomasi kedua negara. Selama ini Indonesia dan China telah melaksanakan latihan bersama antara Komando Pasukan Khusus TNI Angkatan Darat dengan Pasukan Khusus China, sehingga saat ini kerjasama tersebut ditingkatkan lagi melalui kerjasama Navy To Navy Cooperation Talk (NTNCT) atau latihan bersama pasukan khusus kedu
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
26

Chrystofer, Chrystofer. "Penguatan Hubungan Politik Internasional Indonesia dalam Mewujudkan Kedaulatan Poros Maritim yang Ideal." Gema Keadilan 4, no. 1 (2017): 24–31. http://dx.doi.org/10.14710/gk.2017.3633.

Full text
Abstract:
Kedaulatan maritim menjadi salah satu isu yang semakin penting dalam perumusan kebijakan politik luar negeri Indonesia. Perang global melawan illegal fishing, kerusakan laut, dan konservasi budidaya kekayaan hasil laut semakin memperoleh legitimasi dan dukungan yang luas dari dunia Internasional. Keterlibatan Indonesia dalam memperkuat kebijakan maritim tentu juga harus mengedapankan kerjasama secara hukum dan politik antar negara baik itu melalui hubungan bilateral, regional, dan multilateral. Kerjasama internasional ini harus dicermati oleh pemerintah, karena dalam pelaksanaanya akan diwarna
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
27

Nisa, Aprilia Chairun. "Diplomasi Maritim Indonesia Dalam Indian Ocean Rim Association (IORA)." JOURNAL OF GOVERNMENT SCIENCE 1, no. 2 (2020): 51–63. http://dx.doi.org/10.54144/govsci.v1i2.6.

Full text
Abstract:
By 2014, as a follow up the 1982 Djuanda Declaration, Indonesian President Joko Widodo initiated and promoted the idea of making Indonesia a World Maritime Axis. Indonesian leadership in IORA from 2015 to 2017 was a stepping stone and media effort to realise such a national interest, and various form of diplomacy have been carried out within and through this organisation. The connectivity between pillars of this World Martitime Axis and priorities of IORA strategic issues became an advantage in promoting such a concept. This article examines Indonesia’s national interests and maritime diplomac
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
28

Indrawati, Indrawati, and Agung Yudhistira Nugroho. "Penerapan Prinsip Politik Luar Negeri Indonesia Melalui Diplomasi Maritim [The Implementation of Indonesian Foreign Policy through Maritime Diplomacy]." Verity: Jurnal Ilmiah Hubungan Internasional (International Relations Journal) 10, no. 20 (2019): 14. http://dx.doi.org/10.19166/verity.v10i20.1462.

Full text
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
29

Adi, Agus Prabowo, Danang Marsudi, Edy Iwan Bangun, Juli Herman, and Manahan Budiarto Pandjaitan. "Peran Sunan Gunung Jati dalam Pertahanan Maritim (Analisis Historis Riset ALRI di Cirebon)." JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan 7, no. 12 (2024): 13599–606. https://doi.org/10.54371/jiip.v7i12.6393.

Full text
Abstract:
Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kontribusi Sunan Gunung Jati dalam pengembangan dan penguatan pertahanan maritim di wilayah Cirebon pada masa kepemimpinannya, selain itu juga untuk menganalisis strategi dan kebijakan yang diterapkan oleh Sunan Gunung Jati dalam menjaga keamanan maritim Cirebon serta untuk menganalisis relevansi peran Sunan Gunung Jati dalam pertahanan maritim ALRI di Cirebon era modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan berbagai narasumber yang kompeten, observasi dan studi dokumentasi.
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
30

Soplanit, Marsello Graito, and Irmawan Effendi. "DIPLOMASI MARITIM INDONESIA DALAM ADMM-PLUS EXPERTS’ WORKING GROUPS ON MARITIME SECURITY TAHUN 2023." BHUVANA: Journal of Global Studies 2, no. 2 (2024): 172–201. http://dx.doi.org/10.59408/bjgs.v2i2.197.

Full text
Abstract:
This article explains Indonesia's maritime diplomacy in the ADMM-Plus Experts' Working Group (EWG) on Maritime Security in 2023. This research aims to explore the significance of Indonesia's participation in this multilateral forum, with a focus on Indonesia's national interests. The research method used is qualitative with an internet-based research and document-based research approach and is supported by the concepts of maritime diplomacy and foreign policy. The research results show that Indonesia's participation in the ADMM-Plus EWG aim to strengthen Indonesia's identity as the world's mar
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
31

Putra, Guntur Adi, and Yuliati Yuliati. "Menilik diplomasi pendidikan Agama Buddha oleh Kerajaan Sriwijaya dalam Prasasti Nalanda abad ke-9 M." Historiography 1, no. 3 (2021): 343. http://dx.doi.org/10.17977/um081v1i32021p343-351.

Full text
Abstract:
This paper is a study that reveals the existence and diplomatic relations between Buddhist religious education established by the Sriwijaya Kingdom and the Pala Kingdom based on the Nalanda Inscription in the 9th century AD. Srivijaya's fame lies not only in its strength as a maritime empire but also in the aspect of religious diplomacy. The Buddhist teachings adopted by the Srivijaya Kingdom were very strong and attracted monks to study in this kingdom. One of the monks who had studied in Sriwijaya was I-Tsing from China. Through this, we can know that Srivijaya was once the center of Buddhis
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
32

Birahayu, Dita. "HAMBATAN HUKUM DALAM DIPLOMASI MARITIM SEBAGAI ALTERNATIF PENYELESAIAN SENGKETA KELAUTAN." Perspektif Hukum 19, no. 1 (2019): 105. http://dx.doi.org/10.30649/phj.v19i1.194.

Full text
Abstract:
<em>Forms of Indonesia as an archipelagic state struggle began Juanda Declaration of 1957 to the United Nations on the Law of the Sea in 1982. As a form of struggle Negara Indonesia in defending its maritime territory, there are legal barriers in an effort to enforce the maritime vision requiring maritime diplomacy as one solution. Through maritime diplomacy, national interests can be accommodated. The complexity of the problems that arise in the maritime region of Indonesia, the government of Indonesia should strengthen sectors including sectors related to maritime law. The purpose of t
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
33

Madu, Ludiro. "Urgensi Indian Ocean Rim Association (IORA) dalam Diplomasi Maritim Indonesia." Intermestic: Journal of International Studies 2, no. 2 (2018): 171. http://dx.doi.org/10.24198/intermestic.v2n2.5.

Full text
Abstract:
This article examines the recent trend of increasing confidence in President Joko Widodo's administration to conduct multilateral diplomacy in order to complement bilateral diplomacy. Assuming that Indonesia as the chair of IORA 2015-2017 has strategic opportunities in designing, organizing and implementing IORA's pillars, goals, future direction. By using qualitative method, this article argues that some of the achievements of IORA in which Indonesian diplomacy has contributed during its leadership to face future challenges. Indonesia's maritime diplomacy during its leadership at IORA has sig
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
34

Dwi W., Harits, and Bagus Subekti N. "Upaya Indonesia Meningkatkan Pariwisata Maritim melalui Diplomasi Kebudayaan di Asia Tenggara." Indonesian Perspective 2, no. 1 (2017): 51. http://dx.doi.org/10.14710/ip.v2i1.15554.

Full text
Abstract:
Indonesia is one of the largest archipelagic countries in the world, having more than 17,000 islands. It becomes one priority to the state building, more importantly in the national economy. State economic development can be driven by maximizing the potential of seawater through the tourism industry, especially in maritime tourism which is one part of the third pillars of the maritime axis. Maritime tourism may serve as an instrument of Indonesian diplomacy to compete in Southeast Asia’s tourism race. It could be very significant when the government is able to manage the potential resources. T
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
35

Jemaon, Jemaon, Eko Arie Kurniawan, and Agung Setiawan. "Analisis Peran Indonesia dalam Anti Piracy Angkatan Laut untuk Mengamankan Jalur Perdagangan Internasional." JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan 7, no. 9 (2024): 10967–71. http://dx.doi.org/10.54371/jiip.v7i9.5880.

Full text
Abstract:
Penulisan jurnal ini menganalisis terkait dengan peran strategis Indonesia dalam kerjasama internasional anti piracy dalam meningkatkan keamanan jalur perdagangan internasional. Dengan fokus pada Selat Malaka dan keterlibatan dalam operasi multinasional, jurnal ini membahas terkait dengan evaluasi efektivitas strategi pertahanan yang diterapkan oleh Angkatan Laut Indonesia, dibandingkan dengan pendekatan yang dilakukan oleh negara-negara lain seperti Malaysia dan Jepang. Hasil Penulisan jurnal menunjukkan bahwa kerjasama internasional dan peningkatan kapasitas operasional secara signifikan men
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
36

Oktavia, Ola, Jonni Mahroza, Lukman Yudho Prakoso, Sri Patmi, and Tasdik Tasdik. "PERAN ANGKATAN LAUT INDONESIA DALAM MELAKSANAKAN BLOKADE LAUT DI BAWAH KENDALI ORGANISASI PERSERIKATAN BANGSA BANGSA." AS-SIYASAH : Jurnal Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik 9, no. 1 (2024): 62. http://dx.doi.org/10.31602/as.v9i1.14220.

Full text
Abstract:
Artikel ini menggali peran krusial yang dimainkan oleh Angkatan Laut Indonesia dalam menjaga stabilitas keamanan global melalui implementasi blokade laut yang diatur oleh PBB. Dengan mempertimbangkan status Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, keberadaan luas perairan yang dimilikinya memperkuat urgensi pengelolaan keamanan maritim di bawah pengawasan PBB. Tulisan ini secara rinci akan mengekspos bagaimana kerjasama yang ditekankan dengan PBB dalam konteks blokade laut dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam memperkuat tingkat keamanan global serta melindungi kepenti
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
37

Sasmita, Anggraini Ika. "Diplomasi Maritim Indonesia dalam Kasus Illegal Fishing oleh Nelayan Vietnam Tahun 2018-2019." Jurnal Hubungan Internasional 14, no. 1 (2021): 81. http://dx.doi.org/10.20473/jhi.v14i1.21645.

Full text
Abstract:
Indonesia is considered as a maritime state due to the fact the 2/3 of its territory is covered by the sea. Indonesian waters hold a high potential for maritime resources. With this potential comes a challenge for Indonesia to manage and protect its maritime resources from foreign actors that try to enter Indonesian waters and exploit the resources in it illegally or conduct illegal fishing. Vietnam has become the country of origin for most of the perpetuators of illegal fishing from 2018-2019. This research aims to explain the efforts of Indonesia through maritime diplomacy to in order to tac
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
38

Jose, Hino Samuel, and Laode Muhamad Fathun. "DIPLOMASI MARITIM INDONESIA DI IORA PADA KASUS ILLEGAL, UNREPORTED, DAN UNREGULATED FISHING." Jurnal Dinamika Global 6, no. 02 (2021): 232–58. http://dx.doi.org/10.36859/jdg.v6i2.624.

Full text
Abstract:
Maritime sovereignty is an integral part of the Indonesia�s foreign policy, historically in the era of Nusantara, many competitions to conquer maritime territory was even tangible from the era of Majapahit and Sriwijaya kingdom during their ruling. With the notion of Indonesia as the world�s maritime axis, Indonesia�s diplomacy is defined clearly by the manifestation of efforts either in bilateral, regional, and multilateral. This article discussed on how Indonesia�s diplomacy through IORA cooperation is done to overcome the issue of IUU fishing during the presidency of Joko Widodo from 2015 u
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
39

Fathun, Laode Muhamad. "“PARIWISATA DI ERA EKONOMI DIGITAL” SEBUAH IMPLEMENTASI PILAR KEBIJAKAN POROS MARITIM DI ERA JOKOWI DALAM KONTEKS PARADIPLOMACY." Jurnal Dinamika Ekonomi Pembangunan 1, no. 2 (2018): 56–70. http://dx.doi.org/10.33005/jdep.v1i2.70.

Full text
Abstract:
Paper ini membahas tentang peran paradiplomacy dalam mengimplementasikan kebijakan Poros Maritim Dunia dalam bidang pariwisata di era ekonomi digital. Dengan metode analisis kualitatif penulis menemukan bahwa paradiplomasiberperan aktif dalam upaya mewujudkan implementasi Poros Maritim Dunia yang menjadi domain Presiden Jokowi. Paradiplomasi melakukan kerjasam-kerjasama internasional dalam bentuk sister city untuk memajukan pariwisata nasional yang tentunya menjadi leader sektor Indonesia dalam pemasukan APBN. Hal ini kemudian menjadi e diplomasi bagi pemerintah daerah serta menjadi tolak ukur
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
40

Padillah, Inshan, Lukman Yudho Prakoso, Pujo Widodo, and Panji Suwarno. "DIPLOMASI KEAMANAN MARITIM MENGHADAPI ANCAMAN PENYELUDUPAN NARKOBA DI ALKI DALAM RANGKA INDONESIA EMAS 2024." NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial 11, no. 10 (2024): 3926. https://doi.org/10.31604/jips.v11i10.2024.3926-3935.

Full text
Abstract:
Upaya diplomasi yang dilakukan oleh Indonesia dalam mengatasi risiko penyelundupan narkoba di Alur Laut Kepulauan Indonesia. Narkoba dibeberapa negara digunakan sebagai obat medis. Namun, seringkali dilakukan penyalahgunaan. Sehingga keberadaannya menjadi ancaman bagi suatu negara terutama pada generasi muda sebagai penerus bangsa. Terlebih dalam mewujudkan visi Indonesia sebagai negara nusantara berdaulat, maju dan berkelanjutan yang disingkat menjadi Indonesia emas 2045, narkoba menjadi sebuah ancaman serius yang harus dihadapi dan keberadaan Indonesia yang memiliki tiga jalur laut sebagai j
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
41

Iswardhana, Muhammad Ridha. "Analisis Tata Kelola Maritim Indonesia: Implementasi Visi Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta." Jurnal Kebijakan Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan 13, no. 2 (2023): 125. http://dx.doi.org/10.15578/jksekp.v13i2.12542.

Full text
Abstract:
Indonesia sebagai negara maritim memiliki banyak peluang dan ancaman. Hal tersebut memerlukan adanya perhatian yang lebih besar terhadap wilayah laut. Penelitian ini membahas strategi Pemerintah Indonesia untuk meningkatkan peluang ekonomi dan mengatasi tantangan melalui Poros Maritim Dunia. Tujuan riset ini adalah menganalisa kebijakan Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam pengembangan wilayah pesisir menggunakan teori geopolitik dan teori kekuatan laut. Penelitian ini menerapkan metode kualitatif studi kasus. Data yang digunakan berupa data prime
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
42

Fathun, Laode Muhamad. "ASEAN Contemporary Security: Maritime Diplomacy in Handling of Maritime Security Threats in Malaka Strait." Insignia: Journal of International Relations 6, no. 1 (2019): 50. http://dx.doi.org/10.20884/1.ins.2019.6.1.1414.

Full text
Abstract:
Abstract
 This paper will explain the consequences of Indonesia's geopolitical location, namely in the Malacca Strait as an international trade route. The Malacca Strait is a crossing route for foreign ships to distribute goods to various regions. However, the strategic channel not only attracts sympathy from international entrepreneurs but also attracts these criminals and hijackers to obtain economic results from this activity. The Malacca Strait strategically makes pirates and pirates criminalize passing ships. On the other hand, the consequences of state legal matters are maintaining
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
43

Buana, Resky Septi, and Andi Aina Ilmih. "Diplomasi Internasional dalam Penyelesaian Sengketa Keamanan Maritim: Studi Hubungan Indonesia – Singapura dalam Kasus Selat Malaka." Law, Development and Justice Review 8, no. 1 (2025): 37–51. https://doi.org/10.14710/ldjr.8.2025.37-51.

Full text
Abstract:
The aim of this research is to analyze the role of international diplomacy, particularly maritime and legal diplomacy, in maintaining maritime security and resolving boundary disputes in the Strait of Malacca between Indonesia and Singapore. The Strait of Malacca is a strategic global trade route vulnerable to threats such as piracy, terrorism, and territorial violations. This study employs a normative legal method with a conceptual and statutory approach, drawing from both national and international regulations. The urgency of this research lies in the need for effective regional collaboratio
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
44

Monique Tuhumury, Scheline, Novriest Umbu Walangara Nau, and Triesanto Romulo Simanjuntak. "Penerapan Kepentingan Luar Negeri Indonesia Melalui Mekanisme ASEAN Outlook on The Indo-Pacific dengan Filipina." Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik 5, no. 2 (2024): 1178–90. https://doi.org/10.38035/jihhp.v5i2.3369.

Full text
Abstract:
Konflik kemaritiman antara Indonesia dan Filipina terkait praktik illegal fishing dan tantangan keamanan lainnya di kawasan perairan Asia Tenggara, khususnya setelah diperkenalkannya ASEAN Outlook on The Indo-Pacific (AOIP). Studi ini menyoroti bagaimana teori liberalisme dan konsep kepentingan nasional berperan dalam analisis strategi yang diambil kedua negara untuk menangani masalah ini melalui kerja sama multilateral. Pendekatan liberalisme diterapkan melalui kerangka kerja AOIP, yang mendorong dialog, diplomasi, serta penguatan keamanan maritim yang inklusif. Hasil penelitian menunjukkan b
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
45

Berkat Immanuel Salempa and Seniwati Seniwati. "Diplomasi Maritim “Rempah” di Nusantara: Perjalanan dari Maluku Sampai ke Pelabuhan Malaka." Journal of Creative Student Research 2, no. 6 (2024): 71–84. https://doi.org/10.55606/jcsr-politama.v2i6.4571.

Full text
Abstract:
Spice commodities are very important commodities in trade in the past, spice trading routes built by the people of the archipelago and traders from India and China, caused many local ports to emerge which developed rapidly into ports that were visited by many merchant ships from various regions, past ports such as Maluku, Banda, Makassar, and Malacca. In the context of global trade, a trade network was formed that connected the western world as consumers and the eastern world as producers of commodities. The regions in the archipelago are known as centers of spice production that are very dive
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
46

Wijaya, Tomy, Yessy Ade Sagita, Euis Meylva, Sani Safitri, and Rani Oktapiani. "Analisis Letak Geografis Kerajaan Sriwijaya dalam Mendukung Pusat Perdagangan Maritim di Asia Tenggara." PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora 4, no. 4 (2025): 5834–41. https://doi.org/10.56799/peshum.v4i4.9274.

Full text
Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran letak geografis Kerajaan Sriwijaya dalam mendukung posisinya sebagai pusat perdagangan maritim di Asia Tenggara pada abad ke-7 hingga ke-13 Masehi. Sriwijaya memanfaatkan lokasinya yang strategis di Selat Malaka serta kedekatannya dengan muara-muara sungai besar seperti Musi dan Batanghari untuk memperkuat jaringan perdagangan serta distribusi barang dari pedalaman ke pasar internasional. Penelitian ini menggunakan metode sejarah dengan pendekatan geografi, melalui tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Data dikumpul
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
47

Dewita, Jasmine Sika. "INDONESIA PARTICIPATION IN DEFENSE DIPLOMACY IN INDO-PACIFIC [PARTISIPASI INDONESIA DI DIPLOMASI PERTAHANAN INDO-PASIFIK]." Verity: Jurnal Ilmiah Hubungan Internasional (International Relations Journal) 13, no. 25 (2021): 35. http://dx.doi.org/10.19166/verity.v13i25.4467.

Full text
Abstract:
<p><span>Global political, economic, and social dynamics in this modern era have shifted the interests of every nation from defense power acquirement to domination of resources. One of the richest of resources area is Indo-Pacific. There is still no international statute about the region’s territorial borders, but some powerful states compose their own version of the borders scheme, based on their own national interests. As general geographical consensus, the area ranges from Pacific Ocean, Indian Ocean, and the land areas within. The geopolitically strategic region contains plente
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
48

Pasaribu, Nico Daniel, and Lukman Yudho Prakoso. "STRATEGI PERTAHANAN MARITIM INDONESIA SEBAGAI RESPON TERHADAP SENGKETA DI WILAYAH LAUT CINA SELATAN." Jurnal Strategi Pertahanan Laut 9, no. 2 (2023): 19–28. http://dx.doi.org/10.33172/spl.v9i2.14489.

Full text
Abstract:
Abstrak: Dinamika lingkungan strategis di kawasan Laut China Selatan terus mengalamiperubahan. Indonesia yang secara tegas mendeklarasikan dirinya sebagai non-claimantstatesturutdalam arena persengketaan dalam upaya claimant-states dalam merebutkan hak di Laut CinaSelatan. Sengketa tersebut melibatkan Indonesia akibat adanya klaim wilayah Laut Cina Selatanoleh Tiongkok yang beririsan dengan wilayah yurisdiksi ZEE Indonesia di laut Natuna Utara.Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan lebih lanjut mengenai stratrgi pertahanan maritimIndonesia sebagai respon terhadap konflik Laut Cina Sela
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
49

Rusyda Izzana Zayanni Hilmi. "Analisis Politik Luar Negeri Indonesia dalam Aksi Penenggelaman Kapal Vietnam di Perairan Indonesia Tahun 2019." Journal of Integrative International Relations 9, no. 1 (2024): 60–69. https://doi.org/10.15642/jiir.2024.9.1.60-69.

Full text
Abstract:
Penenggelaman kapal Vietnam di perairan Indonesia pada tahun 2019 adalah insiden yang menyoroti peran penting politik luar negeri Indonesia dalam menghadapi tantangan di tingkat domestik. Tujuan jurnal ini menggali isu-isu penting dalam insiden tersebut melalui lensa analisis State Level atau perspektif domestic constraints. Penelitian ini mengarah pada penelitian deskriptif dengan mengaplikasian data sekunder dari internet dan kajian literatur, serta menekankan pada analisis data kualitatif. Teori Hans J. Morgenthau dan K. J. Holsti mengenai kerjasama regional dan teori Makmur Keliat dan Scot
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
50

Musyaqqat, Syafaat Rahman. "MERAJUT RELASI MENGGENGGAM TRADISI: MASYARAKAT NUSA UTARA DALAM DIPLOMASI MARITIM INDONESIA – FILIPINA (1955−1974)." Sejarah dan Budaya : Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya 13, no. 2 (2019): 127. http://dx.doi.org/10.17977/um020v13i22019p127-141.

Full text
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
We offer discounts on all premium plans for authors whose works are included in thematic literature selections. Contact us to get a unique promo code!