To see the other types of publications on this topic, follow the link: Dukun Santet.

Journal articles on the topic 'Dukun Santet'

Create a spot-on reference in APA, MLA, Chicago, Harvard, and other styles

Select a source type:

Consult the top 16 journal articles for your research on the topic 'Dukun Santet.'

Next to every source in the list of references, there is an 'Add to bibliography' button. Press on it, and we will generate automatically the bibliographic reference to the chosen work in the citation style you need: APA, MLA, Harvard, Chicago, Vancouver, etc.

You can also download the full text of the academic publication as pdf and read online its abstract whenever available in the metadata.

Browse journal articles on a wide variety of disciplines and organise your bibliography correctly.

1

Andriadin, Andriadin, Syamsuddin, Bulqis, and M. Asad Imaduddin. "Kajian Kriminologi:Mendalami Stigma Sosial Di Balik Tindak Pidana Penganiayaan Terduga Pelaku Santet Wilayah Bima NTB." Jurnal Hukum Legalita 6, no. 1 (2024): 11–19. https://doi.org/10.47637/legalita.v6i1.1273.

Full text
Abstract:
Isu kekerasan, penghinaan, dan pelecehan terhadap mereka yang dituduh sebagai pelaku santet merupakan isu global seperti peristiwa pembantaian dukun santet di Prancis, Skotlandia, Kamboja, dan Jepang. Indonesia ditandai dengan peristiwa pembantaian dukun santet banyuwangi tahun 1998-1999. Bima Nusa Tenggara Barat (Ntb), juga menjadi bagian tersebarnya isu dukun santet serta tindakan penganiayaan yang dilakukan oleh warga masyarakat terhadap terduga dukun santet. Rumusan masalah penelitian, bagaimana bentuk tindak pidana penganiayaan terhadap terduga pelaku santet di Bima Ntb, bagaimana kajian
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
2

Intan, Tania, and Trisna Gumilar. "Perempuan Bersampur Merah Karya Intan Andaru: Resiliensi Perempuan Terhadap Stigma dan Trauma." Linguista: Jurnal Ilmiah Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya 4, no. 1 (2020): 9. http://dx.doi.org/10.25273/linguista.v4i1.6439.

Full text
Abstract:
<p>Penelitian ini mengkaji resiliensi protagonis perempuan terhadap stigma dan trauma yang terindikasi di dalam novel berjudul <em>Perempuan Bersampur Merah </em>(2019)<em> </em>karya Intan Andaru<em> </em>terbitan PT. Gramedia Pustaka Utama. Permasalahan dalam novel tersebut<em> </em>dilatari oleh peristiwa pembantaian dukun santet di wilayah Banyuwangi tahun 1998. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif analisis dengan pendekatan psikologi sastra. Data diperoleh melalui teknik simak catat dan dianalisis dengan metode analisis isi. H
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
3

Endri, Endri, Heni Widiyani, Muhamad Alhafis, et al. "PENYULUHAN DAN PEMAHAMAN HUKUM TERHADAP PASAL SANTET DALAM RUU KUHP DAN BAGAIMANA PROSES PENEGAKAN HUKUMNYAPENYULUHAN DAN PEMAHAMAN HUKUM TERHADAP PASAL SANTET DALAM RUU KUHP DAN BAGAIMANA PROSES PENEGAKAN HUKUMNYA." Takzim : Jurnal Pengabdian Masyarakat 3, no. 1 (2023): 1–5. http://dx.doi.org/10.31629/takzimjpm.v3i1.4941.

Full text
Abstract:
Latar belakang munculnya pasal santet ialah dikarenakan santet diindonesia sendiri diakui dan juga dipercaya keberadaanya ditengah- tengah masyarakat dan menimbulkan keresahan namun tidak dapat diberantas oleh hukum karena kesulitan dalam hal pembuktiannya. Dalam RKUHP sendiri munculnya pasal santet disebabkan karena keresahan yang bersipat penipuan karena ada beberapa oknum yang mengaku atas kemampuannya bisa mencelakai orang lain dan menjadikan itu sebagai usaha untuk mendapatkan penghasilan. Selain itu banyaknya kasus hukum main hakim sendiri juga menjadikan alasan munculnya pasal santet di
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
4

Jannah, Nor Eka Miftakhul, and Ifahda Pratama Hapsari. "Kriminalisasi Pelaku Santet Menurut Hukum Positif Di Indonesia." UNES Law Review 6, no. 1 (2023): 2808–19. http://dx.doi.org/10.31933/unesrev.v6i1.1057.

Full text
Abstract:
Seiring perkembangan zaman dan teknologi dapat mempengaruhi perkembangan hukum pidana yang ada di indonesia saat ini. hukum pidana yang berlaku saat ini tidak terlepas dari tradisi-tradisi yang ada di lingkungan masyarakat indonesia. Salah satunya ialah kepercayaan masyarakat akan fenomena Mistis ilmu gaib. Hingga Saat ini ilmu gaib sangat marak terjadi di masyarakat indonesia ilmu gaib juga digunakan menjadi sarana yang dipilih untuk melukai seseorang bahkan membunuh seseorang, hal ini dilakukan oleh pelaku yang tidak bertanggung jawab untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan untuk merugika
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
5

Saputra, Heru SP. "Kritik Kemanusiaan: Menghayati Novel Perempuan Bersampur Merah, Memaknai Kasus Pembantaian Dukun Santet di Banyuwangi." Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal 2, no. 2 (2023): 272–90. http://dx.doi.org/10.21009/arif.022.05.

Full text
Abstract:
Artikel ini bertujuan mendiskusikan dimensi sosiologis novel Perempuan Bersampur Merah karya Intan Andaru, khususnya terkait kritik kemanusiaan. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan sosiologi sastra. Hasil kajian menunjukkan bahwa karya fiksi ini mengingatkan kembali memori kehidupan sosial dan budaya terkait pembantaian dukun santet tahun 1998 di Banyuwangi, berupa mediasi estetis dengan mengaktifkan memori historis, baik individu maupun kelompok yang mengalaminya secara langsung atau tidak langsung. Pengarang mengemas narasi dengan budaya lokal, termasuk berbagai
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
6

Barokah, Fitria. "Mistisisme Politik : Eksistensi Magis dalam Perpolitikan Indonesia." JIIP: Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan 8, no. 1 (2023): 1–19. http://dx.doi.org/10.14710/jiip.v8i1.13275.

Full text
Abstract:
Indonesia sudah memasuki era disrupsi dengan diiringi kemajuan teknologi infomasi, kepercayaan akan hal-hal magis masih eksis sampai sekarang. Dalam roda perpolitikan Indonesia sangat erat kaitannya dengan ilmu-ilmu magis. Metode yang digunakan adalah literature review untuk mengkaji secara kritis pengetahuan mengenai gagasan, temuan yang berorientasi akademik yang ditemukan didalam sebuah dokumen kepustakaan. Data akan didapatkan melalui studi kepustakaan, buku, jurnal, website, dan hal-hal yang menjadi relevensi dengan permasalahan dunia mistis dengan politik. Tulisan ini membahaspengelompok
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
7

Eliana, Siska. "ANALISIS PRAKTEK DUKUN SANTET : DUGAAN PELANGGARAN HAM MENURUT PRESPEKTIF HUKUM POSITIF DAN HUKUM ISLAM." Ilmu Hukum Prima (IHP) 6, no. 2 (2023): 221–30. http://dx.doi.org/10.34012/jihp.v6i2.4325.

Full text
Abstract:
Indonesia is a state of law that upholds justice for the community without exception. In the formulation of Pancasila, it has been stated that justice must be upheld for all Indonesian people, as well as mentioned in the Koran that being fair must be upheld; even the Koran states that the protection of life, maintenance of life, and provision of life must be given to all humans. Unrest over the protection of human rights which is sometimes violated and taken lightly by individuals who have spiritual knowledge, with different backgrounds of humans who believe and claim and consider themselves t
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
8

Retsikas, Konstantinos. "The semiotics of violence: Ninja, sorcerers, and state terror in post-Soeharto Indonesia." Bijdragen tot de taal-, land- en volkenkunde / Journal of the Humanities and Social Sciences of Southeast Asia 162, no. 1 (2008): 56–94. http://dx.doi.org/10.1163/22134379-90003674.

Full text
Abstract:
In July 1998, two months after President Soeharto resigned from power, several reports appeared in Indonesian and international media of a series of killings taking place in Java. The killings initially involved the murders of people suspected of practising black magic (dukun santet). Many of the alleged sorcerers and victims were kyai, venerated scholar/teachers of Islam who head boarding schools (pesantren). The bloodshed, entailing the killing of several hundred people over a period of five months, from July to November 1998, has come to be known as the ‘ninja killings’, named after the fab
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
9

Sianipar, Hot Marangkup Tumpal, Abednego Andhana Prakosajaya, and Ayu Nur Widiyastuti. "PRAKTIK PERDUKUNAN MENURUT TIGA PRASASTI PENINGGALAN KEDATUAN SRIWIJAYA ABAD KE 6 – 7 MASEHI." JURNAL PENELITIAN SEJARAH DAN BUDAYA 6, no. 2 (2020): 194–220. http://dx.doi.org/10.36424/jpsb.v6i2.186.

Full text
Abstract:
Praktik perdukunan banyak digunakan untuk berbagai macam kepentingan. Salah satunya ialah penggunaan santet (ilmu magis) dari seorang dukun. Ini dinilai sebagai tindakan yang merugikan dan membahayakan masyarakat. Praktik perdukunan memang sudah mengakar di Nusantara seperti terlihat pada prasasti-prasasti peninggalan Kedatuan Sriwijaya. Penelitian ini mengambil objek penelitian tiga prasasti peninggalan Kedatuan Sriwijaya, yakni prasasti Kota Kapur, Palas Pasemah, dan Telaga Batu. Penelitian ini bertujuan untuk membahas bentuk praktik dan sifat perdukunan dalam tiga prasasti peninggalan Kedat
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
10

Abdullah, Ahmad Zakki, Abdul Ghofur, I. Nyoman Aji Suadhana Rai, and Ratu Laura Baskara. "PERSEPSI MISTISME DI KALANGAN GEN Z (PENDEKATAN EKSPLANATORI-SENTIMEN PADA VIDEOBLOG FERRI IRWANDI)." Media Bahasa, Sastra, dan Budaya Wahana 30, no. 2 (2024): 105–15. https://doi.org/10.33751/wahana.v30i2.11538.

Full text
Abstract:
Penelitian ini mengkaji sentimen dan sikap publik terhadap mistisme yang disajikan dalam konten video digital, dengan fokus pada analisis komentar video Kanal YouTube oleh Ferry Irwandi yang membahas praktik mistis yaitu dan santet dan dukun. Melalui metode mix-methods penelitian ini melakukan analisis sentiment, wordcloud, dan juga analisis tema dan kategori untuk mengeksplorasi bagaimana mistisme, yang sering kali dianggap tabu dan kontroversial, dipersepsikan oleh generasi modern, khususnya generasi Z. Hasil analisis menunjukkan adanya polarisasi yang kuat dalam persepsi publik: di satu sis
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
11

Kusairi, Latif. "Bukti Acara Pemeriksaaan Kepolisian sebagai Data Sejarah : Upaya Merekontruksi Kekerasan Banyuwangi Tahun 1998-1999." Journal of Islamic History 1, no. 2 (2021): 101–19. http://dx.doi.org/10.53088/jih.v1i2.122.

Full text
Abstract:
Writing a history of violence often encounters obstacles in finding data. This is due to the concern and silence of the perpetrators to reveal the chronology of historical events. The process of searching for archived data is sometimes also not found in archival institutions. In the other hand, historians are not yet very familiar with the data obtained from the authorities. The history of violence reconstruction with the issue of dukun santet in Banyuwangi is also the same. Investigation the data found many obstacles such as historical actors who do not want to tell incidents that happened. T
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
12

Thamrin, Husni. "Concept of Accountability Settlement Past Gross Human Rights Violations in Indonesia." Ipso Jure 1, no. 6 (2024): 66–75. http://dx.doi.org/10.62872/fmqr8v19.

Full text
Abstract:
The Indonesian government is now seeking to resolve the country's past egregious human rights crimes. Although the current policies are encompassed within the regulatory framework concerning this issue: Legal disputes and activities that do not involve going to court. In the eyes of justice, these two approaches are not an option but a combination that can be used together. The problem is that the government's only choice leads to one solution: settlement outside the court. Methodology: Researchers compared settlement practices in several countries to conclude how Indonesia should solve past g
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
13

Yusoff, Ahmad Nasir, and Nik Rosniwati Ismail. "Santau: Peranan Perubatan Tradisional Dan Kaitannya Dengan Akta 775." International Journal of Islam and Contemporary Affairs 3, no. 1 (2023): 95–120. http://dx.doi.org/10.61465/jurnalyadim.v3i1.117.

Full text
Abstract:
Santau ialah sejenis bahan sihir yang disediakan daripada ramuan-ramuan bagi tujuan menyakiti dan mencederakan seseorang; dipuja melaui mantera-mantera dan kaedah tertentu bagi menghadirkan jin untuk menyeksa mangsa sehingga ada yang mati perlahan-lahan dalam kesengsaraan. Boleh dikatakan santau diamalkan hampir di semua negara-negara Asia Tenggara, hanya mungkin dengan nama yang berbeza-beza; di Indonesia ia dikenali sebagai “santet”. Artikel ini bertujuan mengenal pasti kesan teknik ‘Tepuk Daun Nangka’ sebagai kaedah rawatan yang kompeten, sistematik dan komprehensif terhadap pesakit santau,
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
14

Syaiful, Ferry Lismanto, Fauzia Agustin, Rusmana Ningrat, Uyung Gatot S. Dinata, and Efrizal Efrizal. "PENGEMBANGAN SAPI POTONG MELALUI PENERAPAN TEKNOLOGI DETEKSI KEBUNTINGAN DINI DAN INOVASI PAKAN RAMAH LINGKUNGAN PADA KELOMPOK TANI DI NAGARI PERSIAPAN LANGGAM, PASAMAN BARAT." Jurnal Hilirisasi IPTEKS 1, no. 4a (2018): 191–202. http://dx.doi.org/10.25077/hilirisasi.1.4.138-149.0.

Full text
Abstract:
Kabupaten Pasaman Barat merupakan daerah yang memiliki potensi lahan perkebunan maupun pertanian yang cukup luas. Daerah Langgam merupakan salah satu nagari di Kecamatan Kinali Kabupaten Pasaman Barat yang memiliki daya dukung lahan berupa lokasi yang luas. Daerah ini cocok untuk pemeliharaan sapi potong yang bisa memberikan keuntungan yang baik bagi peternak jika dikelolah dengan manajemen yang baik. Disamping itu daya dukung lahan yang luas berpotensi untuk pengembangan usaha sapi potong. Namun disuatu sisi, potensi yang dimiliki daerah ini belum tergali secara optimal dan rendahnya pengetah
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
15

ki, sepuh. "dukun santet." June 11, 2017. https://doi.org/10.5281/zenodo.805919.

Full text
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
16

Friyadi, Arif. "THE EDUCATIONAL CONTENT OF PESULAP MERAH IN EXPOSING SHAMANISTIC PRACTICES IN INDONESIA: A CONTEXTUAL STUDY OF THE HADITH ON AL-KAHANAH." Nabawi: Journal of Hadith Studies 5, no. 2 (2024). https://doi.org/10.55987/njhs.v5i2.136.

Full text
Abstract:
Shamanistic practices, such as love spells and black magic, remain widely believed in Indonesian society, reinforcing the stereotype of shamans as figures who can solve mystical problems. This phenomenon has deep roots, stretching back to the eras of animism and dynamism, and continues today amid a lack of scientific understanding. Recently, Pesulap Merah has taken to digital platforms to openly criticize and expose these practices, prompting many to question the claims about shamans' supernatural powers. This study seeks to explore the relevance of the hadith on al-kahanah, which forbids sham
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
We offer discounts on all premium plans for authors whose works are included in thematic literature selections. Contact us to get a unique promo code!