To see the other types of publications on this topic, follow the link: Gambut.

Journal articles on the topic 'Gambut'

Create a spot-on reference in APA, MLA, Chicago, Harvard, and other styles

Select a source type:

Consult the top 50 journal articles for your research on the topic 'Gambut.'

Next to every source in the list of references, there is an 'Add to bibliography' button. Press on it, and we will generate automatically the bibliographic reference to the chosen work in the citation style you need: APA, MLA, Harvard, Chicago, Vancouver, etc.

You can also download the full text of the academic publication as pdf and read online its abstract whenever available in the metadata.

Browse journal articles on a wide variety of disciplines and organise your bibliography correctly.

1

Marlina, Sari. "Tata Air dan Kerentanan Lingkungan Lahan Gambut." Media Ilmiah Teknik Lingkungan 2, no. 2 (2017): 25–34. http://dx.doi.org/10.33084/mitl.v2i2.125.

Full text
Abstract:
Tanah gambut memiliki penyebaran yang luas di Indonesia. Lahan-lahan dataran rendah di Palau pulau Sumatera, Kalimantan dan Irian umunnyatertutup oleh endapan gambut. Gambut adalah bahan organik setengah lapuk yangterakumulasi di permukaan tanah. Bahan ini bersifat sangat sarang dan koloidal,serta dapat menyerap air sampai dengan salu setengah kali dari berat keringnya.Gambut unumnya terakumulasi pada permukaan tanah yang tergenang atau sangatlembap. Kimia air gamhut dicirikan dengan pH yang rendah karena tingginyakandungan asam humat. Kandungan nutrisi tanah gambut untuk tunbuhan sangat diten
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
2

Lesmana, Rina. "Identifikasi Kenampakan Fisik Tanah Gambut (Peat Soil) di Kelurahan Tanjung Selor Timur Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara." Jurnal Pendidikan Tambusai 6, no. 3 (2022): 13688–93. http://dx.doi.org/10.31004/jptam.v6i3.4492.

Full text
Abstract:
Indonesia memiliki areal gambut terluas di zona tropis, diperkirakan mencapai 21 juta Ha, mempresentasikan 70% areal gambut di Asia Tenggara dan 50% dari lahan gambut tropis di dunia. Lahan gambut Indonesia terpusat di tiga pulau besar yaitu Sumatra (35%), Kalimantan (32%), Papua (30%), dan pulau lainnya (3%) dengan total luas 21 juta ha. Dalam pemanfaatan lahan gambut untuk pertanian, karakteristik atau sifat fisik gambut yang penting untuk dipelajari adalah kematangan gambut, kadar air, berat isi (bulk density), daya menahan beban (bearing capacity), penurunan permukaan tanah (subsidence), s
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
3

Rahmawati, Reni, Patricia E. Putir, M. Damiri, Yusinta Tanduh, and Nursiah. "KERAGAMAN FUNGI MIKORIZA ARBUSKULA (FMA) DI LAHAN GAMBUT KONVERSI HUTAN ALAM MENJADI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT." HUTAN TROPIKA 15, no. 1 (2022): 8–19. http://dx.doi.org/10.36873/jht.v15i1.1710.

Full text
Abstract:
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keragaman Fungi Mikoriza Arbuskula(FMA) lahan gambut konversi hutan alam menjadi perkebunan kelapa sawit diKotawaringin Timur. Penelitian dilaksanakan pada 4 (empat) lokasi di KabupatenKotawaringin Timur, yakni: (1) Hutan rawa gambut alami di Kecamatan Kota Besi (2)Lahan gambut untuk perkebunan kelapa sawit umur tanam kurang dari 4 tahun diKecamatan Parenggean; (3) Lahan gambut perkebunan kelapa sawit umur tanam 4-10tahun di Kecamatan Cempaga; dan (4) Lahan gambut perkebunan kelapa sawit umurtanam di atas 10 tahun di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
4

Muhaya, Rina, and Asysyifa Asysyifa. "BIAYA REVEGETASI GAMBUT BERDASARKAN KARAKTERISTIK SPESIFIK LAHAN GAMBUT." Jurnal Hutan Tropis 9, no. 2 (2021): 454. http://dx.doi.org/10.20527/jht.v9i2.11297.

Full text
Abstract:
Peat revegetation is an effort to reduce the rate of areas reduction and the decreasing of storing capability of carbon and to restore the ecological function of peatlands. The purpose of this study was to analyze the cost components of peatland revegetation activities and to analyze the cost of each peat revegetation activity component. The research location taked place in 2 (two) villages, Haur Gading District, HSU Regency, South Kalimantan. The components of revegetation costs were grouped into: transportation costs, tools and mateials, payment and other costs. Data obtained from surveys an
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
5

Febrianti, Nur. "PEMODELAN TINGGI MUKA AIR GAMBUT BERDASARKAN SIFAT FISIK LAHAN GAMBUT." Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan 20, no. 2 (2018): 70–76. http://dx.doi.org/10.29244/jitl.20.2.70-76.

Full text
Abstract:
Lahan gambut di Indonesia cukup luas yaitu sekitar 7% dari luas daratan Indonesia. Beberapa tantangan terutama berkaitan dengan perubahan penggunaan lahan dialami oleh gambut di Indonesia. Pemanfaatan lahan gambut berdasarkan peraturan dapat dilakukan pada ekosistem gambut berfungsi budidaya yang biasanya disertai dengan pembangunan kanal untuk menurunkan tinggi muka air (TMA). Oleh karena itu pengamatan TMA harus dilakukan untuk meminimalkan dampak pemanfaatan lahan gambut. Untuk menghemat waktu dan biaya maka perlu adanya suatu model yang dapat menduga kedalaman muka air gambut berdasarkan s
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
6

Widiastuti, Tri, and Siti Latifah. "Pemberdayaan Petani Lahan Gambut Melalui Proses Penjernihan Air Gambut." JPPM: JURNAL PENGABDIAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT 1, no. 2 (2017): 155. http://dx.doi.org/10.30595/jppm.v1i2.1750.

Full text
Abstract:
Masyarakat di kawasan gambut umumnya mengandalkan air hujan untuk kebutuhan air bersih sehari-hari, akan tetapi ketersediaan air hujan menjadi terbatas pada musim kemarau, itu berarti tidak ada pilihan lain selain memanfaatkan air gambut yang mengalir di parit dilingkungan tempat tinggal mereka. Program KKN PPM bertujuan untuk memberdayakan petani melakukan penjernihan air gambut melalui program alih teknologi dan pendampingan petani. Penjernihan air gambut menggunakan bahan - bahan alami yang mudah didapatkan dilingkungan sekitar mereka, yaitu menggunakan kapur sirih, PAC dan Tawas sebagai ko
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
7

Marlina, Sari. "Pengelolaan Ekosistem Gambut Pasca Kebakaran Lahan Gambut di Provinsi Kalimantan Tengah." Media Ilmiah Teknik Lingkungan 2, no. 1 (2017): 26–30. http://dx.doi.org/10.33084/mitl.v2i1.129.

Full text
Abstract:
Ekosistem gambut Indonesia, khususnya Kalimantan Tengah telah mengalami kerusakan yang masif akibat pemanfaatan yang melebihi daya dukung dan daya tampungnya, serta adanya kebakaran lahan. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup menyatakan bahwa ekosistem gambut merupakan bagian penting dari lingkungan hidup yang harus dilindungi dan dikelola dengan baik.Oleh karena itu, pasca kebakaran lahan gambut di Kalimantan Tengah, perlu adanya pengelolaan ekosistem gambut tersebut. Hal-hal yang perlu dilakukan adalah adanya penataan ulang ekosistem gambut,
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
8

Gunawan, Haris, Dian Afriyanti, Ivan A. Humam, et al. "Pengelolaan Lahan Gambut Tanpa Bakar: Upaya Alternatif Restorasi pada Lahan Gambut Basah." Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) 10, no. 4 (2020): 668–78. http://dx.doi.org/10.29244/jpsl.10.4.668-678.

Full text
Abstract:
Dua dekade terakhir, tata kelola gambut menyebabkan rentannya gambut terhadap kebakaran baik dari aspek degradasi lahan karena drainase, iklim maupun budaya bertani masyarakat. Rewetting adalah upaya mutlak dalam restorasi gambut. Tetapi kebutuhan produksi perlu upaya antara yang mengantarkan gambut terestorasi secara hidrologi, yang mana pengelolaan lahan tanpa bakar merupakan salah satunya. Pengelolaan lahan tanpa bakar di lahan gambut dengan teknologi penyediaan unsur hara secara organik memiliki persyaratan aplikasi ameliorant pada gambut yang basah. Sehingga diperoleh dampak penyediaan un
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
9

Antang, Emmy Uthanya, Lilis Supriati, Adi Jaya, and Haris Gunawan. "Pengembangan Usahatani Masyarakat dalam Upaya Restorasi Lahan Gambut di Kampung Misik, Kalimantan Tengah." Pengabdian Kampus : Jurnal Informasi Kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat 8, no. 1 (2022): 43–51. http://dx.doi.org/10.52850/jpmupr.v8i1.3978.

Full text
Abstract:
Kerusakan lahan gambut disebabkan oleh berbagai faktor, diantaranya pemanfaatan dengan membuat saluran-saluran drainase yang berlebihan, sehingga lahan gambut basah menjadi kering, dan rawan untuk kejadian kebakaran berulang. Pemerintah Indonesia membentuk Badan Restorasi Gambut yang bertujuan untuk percepatan pemulihan kawasan dan pengembalian fungsi hidrologis gambut. Kegiatan Pengembangan masyarakat yang dilakukan bertujuan untuk meningkatkan dan mengembangkan pendapatan masyarakat melalui usahatani masyarakat di kawasan target prioritas restorasi gambut. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pe
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
10

Perkasa, Petrisly, Lola Cassiophea, Samuel Layang, et al. "MODEL 3D PONDASI KACAPURI SEBAGAI SOLUSI BERBASIS KEARIFAN LOKAL UNTUK PEMBANGUNAN PADA TANAH GAMBUT DI DESA GOHONG." Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti 5, no. 4 (2024): 909–20. https://doi.org/10.38048/jailcb.v5i4.4276.

Full text
Abstract:
Penggunaan pondasi di tanah gambut memiliki latar belakang masalah yang cukup kompleks, mengingat karakteristik tanah gambut yang lunak, kurang stabil, dan rentan terhadap penurunan permukaan karena sifatnya yang lunak, sehingga dapat menyebabkan keruntuhan bangunan. Pengabdian dengan melakukan pembuatan pondasi Kacapuri yang merupakan kearifan lokal suku Dayak menjadi solusi untuk permasalahan tersebut. Pengabdian ini bertujuan untuk membuat pondasi Kacapuri dengan paduan pondasi telapak pada tanah gambut di desa Gohong, kabupaten Pulang Pisau, provinsi Kalimantan Tengah yang sebagian wilayah
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
11

Dirga Subardi, Fadli, Muhamad Yusa, and Lita Darmayanti. "Kajian Sifat Fisik Lahan Gambut Terhadap Tahanan Listrik Dengan Alat Geolistrik (Studi Kasus: Desa Lukun, Kecamatan Tebing Tinggi Timur, Kabupaten Kepulauan Meranti)." Sainstek (e-Journal) 10, no. 1 (2022): 60–66. http://dx.doi.org/10.35583/js.v10i1.217.

Full text
Abstract:
Lahan gambut merupakan tanah yang memiliki kandungan organik tinggi hasil pembusukan tanaman. Parameter karakteristik utama lahan gambut adalah kadar air, berat volume, berat jenis, kadar abu, dan kadar serat. Provinsi Riau memiliki 3,867 juta hektar lahan gambut termasuk Kabupaten Kepulauan Meranti yang sebagian besar merupakan lahan gambut. Pengujian laboratorium terhadap sifat fisik gambut membutuhkan waktu dan biaya yang mahal. Secara umum resistivitas listrik suatu material dipengaruhi oleh karakteristik fisiknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara nila
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
12

Dirga Subardi, Fadli, Muhamad Yusa, and Lita Darmayanti. "Kajian Sifat Fisik Lahan Gambut Terhadap Tahanan Listrik Dengan Alat Geolistrik (Studi Kasus: Desa Lukun, Kecamatan Tebing Tinggi Timur, Kabupaten Kepulauan Meranti)." Sainstek (e-Journal) 10, no. 1 (2022): 60–66. http://dx.doi.org/10.35583/js.v10i1.9.

Full text
Abstract:
Lahan gambut merupakan tanah yang memiliki kandungan organik tinggi hasil pembusukan tanaman. Parameter karakteristik utama lahan gambut adalah kadar air, berat volume, berat jenis, kadar abu, dan kadar serat. Provinsi Riau memiliki 3,867 juta hektar lahan gambut termasuk Kabupaten Kepulauan Meranti yang sebagian besar merupakan lahan gambut. Pengujian laboratorium terhadap sifat fisik gambut membutuhkan waktu dan biaya yang mahal. Secara umum resistivitas listrik suatu material dipengaruhi oleh karakteristik fisiknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara nila
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
13

Waroki, Veronika Gita, Asnawati Asnawati, and Dwi Zulfita. "RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANMAN GAMBAS DENGAN PEMBERIAN PUPUK NPK DAN PUPUK ORGANIK CAIR PADA MEDIA GAMBUT." Jurnal Sains Pertanian Equator 12, no. 3 (2023): 521. http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i3.63141.

Full text
Abstract:
Gambas merupakan tanaman yang merambat, gambas juga dapat dibudidayakan di dataran rendah maupun tinggi dan banyak ditemukan di daerah tropis. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi gambas dan mengatasi masalah pada tanah gambut adalah dengan kombinasi pupuk NPK dan POC dengan dosis dan konsentrasi yang sesuai kebutuhan tanaman. penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis interaksi antara pupuk NPK dan POC yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman gambas pada tanah gambut. Penelitian ini akan dilakukan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
14

Legowo, Agung Cahyo. "Teknologi Pengolahan Air Gambut Untuk Santri Ponpes Al Mursyidul Amin Gambut." Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) 1, no. 1 (2021): 116. http://dx.doi.org/10.20527/ilung.v1i1.3581.

Full text
Abstract:
Air sebagai salah satu kebutuhan utama untuk menunjang kehidupan manusia memiliki resiko berupa adanya penyakit bawaan air (water borne disease). Seperti permasalahan di pondok pesantren Al Mursyidul Amin. Para santri mengalami keluhan penyakit kulit diantaranya kutu air, luka lecet hingga bernanah. Pemenuhan kebutuhan air bersih harus sesuai persyaratan kualitas air bersih yang distandarkan. Air gambut secara umum tidak memenuhi persyaratan. Air gambut adalah air permukaan yang banyak terdapat di daerah rawa maupun dataran rendah. Pengolahan air gambut menjadi air bersih yang umum dilakukan d
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
15

Sudiana, Nana. "STUDI MUKA AIR TANAH GAMBUT DAN IMPLIKASINYA TERHADAP BAHAYA KEBAKARAN LAHAN GAMBUT DI KESATUAN HIDROLOGI GAMBUT (KHG) KAHAYAN- SEBANGAU DI KALIMANTAN TENGAH." Jurnal Sains dan Teknologi Mitigasi Bencana 14, no. 1 (2019): 1–7. http://dx.doi.org/10.29122/jstmb.v14i1.3550.

Full text
Abstract:
Indonesia memiliki luas lahan gambut tropis terbesar di dunia yaitu mencapai 20 juta Ha, terbagi menjadi 865 Kesatuan Hidrologi Gambut (KHG) yaitu ekosistem gambut yang letaknya diantara 2 sungai atau antara sungai dan laut. Permasalahan utama lahan gambut adalah terjadinya kebakaran lahan gambut yang secara rutin terjadi setiap musim kemarau. Upaya pencegahan dan pengendalian terus dilaksanakan melalui berbagai kegiatan yang antara lian berupa studi. Studi ini bertujuan untuk menganalisis potensi bahaya kebakaran lahan gambut berdasarkan tinggi muka air gambut dan kondisi tutupan lahan di Kes
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
16

Alexandro, Rinto, Akhmad Frenky Okada, Elisabet Pardosi, et al. "MEDIA PEMBELAJARAN DARING MENGGUNAKAN METODE DEMONSTRASI PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI UNTUK MEMBERI EDUKASI TENTANG KAWASAN TANAH GAMBUT DI SMAN 10 PETUK KATIMPUN." Bakti Banua : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 1, no. 2 (2020): 64–72. http://dx.doi.org/10.35130/bbjm.v1i2.131.

Full text
Abstract:
Lahan gambut terbentuk karena adanya penambahan bahan organik segar yang lebih cepat dari pada perombakannya sehingga terjadi timbunan organic dari waktu ke waktu gambut Indobesia sangat potensial di manfaatkan untuk penyediaan bahan pangan. Pemanfaatan lahan gambut yang lebih masif untuk memasok bahan pangan di picu oleh (1) laju alih fungsi lahan pertanian, (2) pertambahan jumlah penduduk, dan (3) keinginan menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia. Tanah gambut dalam system klasifikasi tanah USDA termasuk dalam ordo Histosol. Tanah gambut juga dapat di klasifikasikan berdasarkan tin
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
17

Hafiz Alfarisyi, Sigit Sutikno, and Rinaldi. "Analisis Pembasahan Lahan Gambut Akibat Pembangunan Sekat Kanal (Studi Kasus: Desa Lukun, Kabupaten Kepulauan Meranti)." JURNAL TEKNIK 14, no. 1 (2020): 45–52. http://dx.doi.org/10.31849/teknik.v14i1.3347.

Full text
Abstract:
Restorasi gambut sangat diperlukan untuk merehabilitasi ekosistem gambut. Badan Restorasi Gambut (BRG) telah menerapkan upaya restorasi gambut salah satunya melalui kegiatan rewetting (pembasahan lahan gambut kembali dengan pembuatan sekat kanal) di dalam wilayah Kesatuan Hidrologi Gambut (KHG). Desa Lukun memiliki lahan gambut yang terbakar dan terdegradasi cukup luas. Dengan adanya pembasahan kembali gambut, diharapkan gambut yang terganggu hidrologinya akan mengalami perbaikan dan gambut akan tetap dalam kondisi basah sehingga laju degradasi dan potensi kebakaran gambut dapat dicegah. Oleh
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
18

Satyawan, Verda Emmelinda, Erianto Indra Putra, Yulianto Sulistyo Nugroho, et al. "Uji Laboratorium Pola Perambatan Panas pada Sampel Gambut yang Berulangkali Terbakar di Jambi." Journal of Tropical Silviculture 13, no. 01 (2022): 72–78. http://dx.doi.org/10.29244/j-siltrop.13.01.72-78.

Full text
Abstract:
Kebakaran gambut relatif sulit dipadamkan karena karakter kebakaran gambut yang membara di bawah permukaan tanah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perambatan api yang membara pada gambut yang sering terbakar dengan berbagai kadar air. Variabel yang diukur adalah perubahan suhu terhadap waktu, laju propagasi, dan laju kehilangan massa. Kadar air dari daerah yang sering terbakar yang dikeringkan selama 16 dan 24 jam adalah 272,00% dan 494,00%. Kadar air pada penelitian sebelumnya yang dilakukan terhadap sampel gambut yang dikeringkan selama 16 dan 14 jam adalah 577,52% dan 713,24%. An
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
19

Sudiana, Nana. "STUDI LUAS DAN SEBARAN LAHAN GAMBUT DI KABUPATEN KAMPAR PROVINSI RIAU." Jurnal Alami : Jurnal Teknologi Reduksi Risiko Bencana 2, no. 1 (2018): 47. http://dx.doi.org/10.29122/alami.v2i1.2816.

Full text
Abstract:
Kabupaten Kampar mempunyai potensi lahan gambut sekitar 191.363 ha. Sekitar separuh luasan merupakan gambut tipis, sedangkan sisanya bervariasi dari mulai gambut sedang hingga gambut dalam. Saat ini gambut di Kabupaten Kampar sudah dikelola untuk kawasan budidaya, baik untuk tanaman pangan maupun tanaman perkebunan dan HTI. Permasalahannya adalah di Kabupaten Kampar belum tersedianya data detil mengenai luas dan sebaran sumberdaya lahan gambut sebagai acuan rencana perlindungan dan pengelolaannya. Tujuan studi ini adalah identifikasi luas dan sebaran lahan gambut di Kabupaten Kampar, Provinsi
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
20

Bagaskara, Gilang, Rahyul Amri, and Yusnita Rahayu. "RANCANG BANGUN SISTEM PENDETEKSI KEBAKARAN LAHAN GAMBUT JENIS KAYUAN DENGAN MEMANFAATKAN KARAKTERISTIK PANAS YANG DITIMBULKANNYA." SINERGI 21, no. 3 (2017): 157. http://dx.doi.org/10.22441/sinergi.2017.3.001.

Full text
Abstract:
Kebakaran lahan gambut yang sudah meluas menimbulkan bencana asap dan penyakit pada masyarakat. Pemantauan kebakaran lahan gambut yang memiliki tingkat akurasi tertinggi adalah ASEAN Specialized Meteorological Center (ASMC) dengan tingkat akurasi sebesar 60%. Dibutuhkan perancangan pendeteksi kebakaran lahan gambut, guna untuk mitigasi bencana kebakaran lahan gambut. Karena gambut yang ada di provinsi Riau umumnya adalah gambut jenis kayuan, jadi penelitian dilakukan pada gambut kayuan. Beberapa metode pengambilan data pada penelitian ini yaitu: uji laboratorium, pengambilan data di lahan gamb
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
21

Pirngadi, Rahmat Suryanto. "SOSIALISASI PENGELOLAAN LAHAN GAMBUT DALAM KEGIATAN USAHA TANI BERKELANJUTAN DI SMK NEGERI 1 RUNDENG." RESWARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 3, no. 2 (2022): 713–21. http://dx.doi.org/10.46576/rjpkm.v3i2.1968.

Full text
Abstract:
Jumlah lahan gambut di Indonesia saat ini mencapai 22,5 juta hektar. Bertambahnya jumlah penduduk dan kebutuhan pangan masyarakat Indonesia saat ini memaksa masyarakat mulai melakukan aktivitas pertanian di atas lahan gambut. SMK Negeri 1 Rundeng adalah sebuah sekolah menegah kejuruan yang berada di kecamatan Rundeng Kota Subulussalam provisnsi Aceh. Sebagian besar kecamatan Rundeng terdiri dari lahan gambut. Lahan gambut di kecamatan Rundeng telah mengarah pada kerusakan akibat dari kegiatan pertanian yang dilakukan oleh petani dengan cara mengeringkan air diatas permukaan lahan gambut. Kegia
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
22

Mursadin, Aqli, Rudi Siswanto, and Abdul Ghofur. "Penggunaan Kompor Briket Tanah Gambut Sebagai Bahan Bakar Alternatif Di Desa Kayu Bawang Kecamatan Gambut." Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) 2, no. 4 (2023): 632. http://dx.doi.org/10.20527/ilung.v2i4.6852.

Full text
Abstract:
Kebutuhan energi dari tahun ke tahun terus meningkat. Sebagian besar kebutuhan energi penduduk pedesaaan adalah untuk sektor rumah tangga. Tanah gambut yang mempunyai nilai kalori yang dapat dijadikan sebagai salah satu energi alternatif untuk memenuhi kebutuhan energi di Desa kayu bawang Kecamatan Gambut. Melihat kondisi ini maka potensi sumber daya alam terutama tanah gambut harus benar-benar dimanfaatkan dengan baik, karena dengan potensi alam tersebut akan menunjang berjalannya perekonomian dengan baik. Salah satu teknologi tepat guna yang mampu memanfaatkan tanah gambut sebagai bahan baka
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
23

Ivansyah, Okto, Jaini Fakhrudin, and Muhammad Ali. "Imaging Lahan Gambut Menggunakan Electrical Resistivity Imaging: Estimasi Cadangan Karbon Gambut pada Agroekosistem Kelapa Sawit." Jurnal Vokasi 15, no. 1 (2020): 8–14. http://dx.doi.org/10.31573/vokasi.v15i1.148.

Full text
Abstract:
Luas lahan gambut di Indonesia sekitar 14,9 juta hektar dan potensi gambut Kalimantan Barat sebesar 1,6 Juta Hektar. Keberadaan gambut pada suatu bentang lahan menjadi penting peranannya pada konservasi karbon (C), mengingat sebagain besar hutan rawa gambut telah kehilangan vegetasi dan terdegradasi. Oleh karena itu lahan gambut merupakan cadangan karbon yang masih tersisa pada suatu bentang lahan. Estimasi cadangan karbon di Indonesia mencapai 37 Giga ton, dengan cadangan karbon terbesar berada di Sumatera dan Kalimantan yakni masing masing 22,3 dan 11,3 Giga ton (Gt). Penggunaan metode geofi
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
24

Arifin, Arifin, S. W. Atmojo, P. Setyono, and W. S. Dewi. "Identifikasi Derajat Kematangan Gambut Kedalaman 0-100 cm Lahan Perkebunan Kelapa Sawit Kabupaten Kubu Raya." Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah 12, no. 2 (2024): 294. http://dx.doi.org/10.26418/jtllb.v12i2.72394.

Full text
Abstract:
Penerapan sistem drainase pada lahan gambut pada perkebunan kelapa sawit belum mengadopsi prinsip konservasi. Penggunaan pupuk yang tidak tepat dapat menyebabkan pembusukan gambut secara cepat. Pemahaman terhadap perubahan sifat gambut diperlukan untuk menentukan pendekatan yang tepat dalam menentukan degradasi gambut. Penelitian ini mencari metode survei tanah menggunakan bor Eijkelkamp pada perkebunan kelapa sawit Perusahaan Mitra Aneka Rezeki yang terletak di Kecamatan Teluk Pakedai, Kabupaten Kubu Raya, Indonesia. Investigasi karakteristik gambut dilakukan pada delapan satuan lahan yang di
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
25

Krisnohadi, Ari. "Analisis Pengembangan Lahan Gambut untuk Tanaman Kelapa Sawit Kabupaten Kubu Raya." Perkebunan dan Lahan Tropika 1, no. 1 (2012): 1. http://dx.doi.org/10.26418/plt.v1i1.24.

Full text
Abstract:
Pengembangan kelapa sawit di lahan gambut Kubu Raya memiliki tantangan sehubungan dengan kondisi fisiografisnya yang memiliki kendala sifat fisik, kimia dan biologis. Dengan diberlakukannya Permentan no. 14/2009 tentang Pedoman Pemanfaatan Lahan Gambut untuk Budidaya Kelapa Sawit, pemanfaatan lahan gambut menjadi urgen sehubungan dengan fungsi lahan gambut untuk aspek konservasi. Penelitian dilakukan dengan metode survey dan dipetakan melalui analisis overlay, skoring, krigging dan buffer pada peta tematik kontur, jenis tanah, dan kriteria kesesuaian lahan untuk tanaman kelapa sawit. Hasil pen
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
26

Priyono, Priyono, and Sigit A. Wibisono. "KARAKTERISTIK GAMBUT BERDASARKAN ANALISIS GEOKIMIA DAN PETROGRAFI ORGANIK DI KABUPATEN INDRAGIRI HILIR, PROVINSI RIAU." Buletin Sumber Daya Geologi 13, no. 2 (2018): 128–40. http://dx.doi.org/10.47599/bsdg.v13i2.72.

Full text
Abstract:
Gambut merupakan salah satu sumber energi alternatif. Luas lahan gambut Indonesia menempati peringkat keempat di dunia, yaitu sekitar 26 juta hektar. Pemanfaatan dan pengelolaan lahan gambut di Indonesia masih sebatas untuk lahan pertanian dan perkebunan saja, sedangkan pemanfaatan gambut sebagai sumber energi masih belum dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan kualitas gambut sebagai salah satu sumber energi di Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau. Analisis geokimia dan petrografi organik dilakukan terhadap 17 perconto gambut di daerah penelitian. Hasil anal
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
27

Benung, Martwein, Ermal Subhan, and Kornelis. "STUDI KOMPARASI METODE GEOLISTRIK DENGAN BOR TANGAN UNTUK ESTIMASI CADANGAN KARBON GAMBUT." Jurnal Pertambangan 4, no. 4 (2020): 225–34. http://dx.doi.org/10.36706/jp.v4i4.545.

Full text
Abstract:
Gambut merupakan salah satu sumberdaya lahan yang mempunyai fungsi hidroekologi dan berperan penting pada sistem biosfer sebagai sumber karbon, pengendali sirkulasi CO2, dan berpengaruh besar pada kondisi keseimbangan karbon di atmosfer bumi. Gambut merupakan tanah yang terbentuk dari bahan organik, yang berakumulasi dan semakin lama akan terbentuk penebalan lapisan gambut dengan jumlah bahan organik yang terakumulasi semakin banyak. Terdapat hubungan yang erat antara ketebalan gambut dengan kandungan bahan organik dan juga dengan kandungan karbon dalam bahan gambut. Penelitian ini bertujuan u
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
28

Evaliani, Yohana Kevisa, Nurhasanah Nurhasanah, and Djoko Nugroho. "Identifikasi Ketebalan Gambut Berdasarkan Parameter Fisis pada Metode Ground Penetrating Radar (GPR) di Tulung Selapan, Ogan Komering Ilir." PRISMA FISIKA 9, no. 1 (2021): 72. http://dx.doi.org/10.26418/pf.v9i1.45676.

Full text
Abstract:
Penelitian lapisan gambut penting untuk pengolahan lahan gambut lebih lanjut. Pengukuran kedalaman dan ketebalan lapisan tanah gambut menjadi tujuan dalam penelitian ini. Metode ground penetrasi radar (GPR) dengan menggunakan alat Ultra GPR yang digunakan karena sifatnya yang praktis dan ekonomis serta akurat dalam mengukur kedalaman gambut. Ultra GPR multi frekuensi digunakan untuk mengukur kedalaman gambut. Parameter pengukuran meliputi amplitudo dan kecepatan rambat gelombang elektromagnetik. Data GPR berupa radargram yang diambil dari lahan gambut di Penyabungan, Kecamatan Tulung Selapan,
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
29

Rohaniah, Rohaniah, Akhmad Rizalli Saidy, and Ahmad Kurnain. "Hubungan Kadar Lengas Gambut dan Tinggi Muka Air pada Beberapa Tipe Tutupan Lahan Gambut." Acta Solum 1, no. 1 (2022): 7–10. http://dx.doi.org/10.20527/actasolum.v1i1.1380.

Full text
Abstract:
Kemampuan gambut dalam menyerap air mempunyai arti penting bagi pengelolaan lahan gambut yang sering digambarkan dengan kurva retensi air menurut fungsi potensial air. Penelitian ini dirancang untuk memahami hubungan antara tinggi muka air dengan kadar lengas tanah gambut. Data tinggi muka air tanah (TMA) yang diperoleh melalui pengukuran langsung di lapangan. Data kadar lengas ditetapkan di laboratorium. Data kadar seratnya dianalisis secara kuantitatif dengan bentuk diagram menurut tipe penggunaan lahan dan tingkat kematangan gambutnya. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa semakin ting
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
30

Setiawan, Saeful, Dian Anisa Rokhmah Wati, Retno Eka Pramitasari, and Mohammad Munib Rosadi. "PENGARUH PERSENTASE SEKAM PADI DAN TANAH GAMBUT SEBAGAI BAHAN BAKAR BRIKET TERHADAP KADAR KARBON." Jurnal MOTION ( Manufaktur, Otomasi, Otomotif, dan Energi Terbarukan) 3, no. 1 (2024): 8–11. http://dx.doi.org/10.33752/motion.v3i1.7067.

Full text
Abstract:
Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh persentase sekam padi dan tanah gambut terhadap kadar karbon. Komposisi 70 % sekam padi 30 % tanah gambut, 75 % sekam padi 25 % tanah gambut, 80 % sekam padi 20 % tanah gambut, 85 % sekam padi 15 % tanah gambut, dan 90 % sekam padi 10 % tanah gambut. Data yang diperoleh dari penelitian ini akan diuji dengan menggunakan aplikasi SPSS 25 dengan metode nonparametrik yaitu uji Kurskal Wallis. Hasilnya menunjukan nilai signifikan sebesar 0,017 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan signifikan persentase sekam padi dan ta
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
31

Miranti, Maya Sylvani Yuneta Wenika Simbolon Rapela Susanti. "Review: Berbagai Macam Jenis Membran Untuk Pemulihan Air Gambut." Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin 1, no. 5 (2023): 598–602. https://doi.org/10.5281/zenodo.8280003.

Full text
Abstract:
Air gambut yang juga dikenal sebagai air rawa atau air rawa gambut, adalah jenis air di ekosistem gambut atau lahan basah gambut. Kualitas air gambut umumnya tidak memenuhi standar kualitas air minum atau kebutuhan pertanian. Oleh karena itu, perlu dilakukan pemulihan air gambut. Pemulihan air gambut ini dapat dilakukan dengan teknologi membran. Dalam pemulihan air gambut, pemilihan jenis membran yang tepat sangat penting. Penulisan pada review jurnal ini menggunakan metode pustaka dengan penelusuran referensi dari jurnal-jurnal yang memiliki keterkaitan dengan masalah yang dikaji. Rentang wak
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
32

Khoerani, Annisa, Dewi Amalia, and Suherman Sulaiman. "PERBANDINGAN KARAKTERISTIK GAMBUT PALANGKARAYA YANG TELAH DISTABILISASI DENGAN BAKTERI BACILLUS SUBTILIS." Potensi: Jurnal Sipil Politeknik 25, no. 2 (2024): 85–93. https://doi.org/10.35313/potensi.v25i2.5824.

Full text
Abstract:
Indonesia merupakan negara dengan sebaran gambut terbanyak di Asia Tenggara. Luas lahan gambut di Indonesia mencapai 13.43 juta hektar yang tersebar di empat pulau besar di Indonesia. Pembangunan infrastruktur di lahan gambut memiliki banyak resiko karena karakteritik gambut yang buruk, seperti kadar air dan kadar serat yang tinggi, hingga daya dukung yang rendah. Oleh karena itu pada saat ini banyak penelitian yang dilakukan untuk meningkatkan karakteristik gambut berupa stabilisasi, hanya saja stabilisasi yang dilakukan banyak menggunakan bahan kimia yang dapat mencemari lingkungan. Pada dew
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
33

Rolita, Devia, Boni Pahlanop Lapanporo, and Zulfian Zulfian. "Identifikasi Ketebalan Tanah Gambut Lahan Permukiman di Sungai Raya Dalam dengan Metode Geolistrik Resistivitas." PRISMA FISIKA 8, no. 2 (2020): 153. http://dx.doi.org/10.26418/pf.v8i2.42747.

Full text
Abstract:
Telah dilakukan penelitian mengenai identifikasi ketebalan tanah gambut lahan permukiman di Sungai Raya Dalam. Resistivitas tanah gambut diukur menggunakan metode Geolistrik Resistivitas konfigurasi Wenner-Schlumberger. Pengambilan data dilakukan sebanyak 4 lintasan dengan panjang lintasan 62 meter dan jarak antar elektroda 2 meter. Data resistivitas tanah gambut dipetakan dalam bentuk 2D menggunakan perangkat Res2Dinv. Berdasarkan distribusi nilai resistivitas dapat diinterpretasikan bahwa struktur lapisan bawah permukaan lahan gambut di Sungai Raya Dalam terdiri dari tanah gambut dan lempung
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
34

Resdati, Achmad Hidir, and Syafrizal. "PERAN MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN BUDIDAYA SAYURAN DI LAHAN GAMBUT." Jurnal Cakrawala Ilmiah 1, no. 2 (2021): 201–8. http://dx.doi.org/10.53625/jcijurnalcakrawalaindonesia.v1i2.494.

Full text
Abstract:
Lahan gambut merupakan lahan yang berasal dari bentukan gambut beserta vegetasi yang terdapat diatasnya pada daerah yang bertopografi rendah dan bercurah hujan tinggi, gambut merupakan sumberdaya alam yang banyak memiliki kegunaan antara lain untuk budidaya tanaman pertanian maupun kehutanan, dan akuakultur, selain juga dapat digunakan untuk bahan bakar, media pembibitan, ameliorasi tanah dan untuk menyerap zat pencemar lingkungan. Pengelolaan lahan gambut yang berwawasan lingkungan sangat perlu dipraktekan mengingat lahan gambut merupakan salah satu lahan untuk masa depan. Beberapa kunci poko
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
35

Muhammad Arief Pinandita, Galuh Yuliani, Agus Subarnas, Denni Widhiyatna, Maryono, and Siska Mutiara. "KARAKTERISASI DAN ESTIMASI SUMBER DAYA GAMBUT SEBAGAI MATERIAL ADSORBEN LOGAM BERAT DALAM LARUTANDI BLOK TELUK MERANTI, KABUPATEN PELALAWAN, PROVINSI RIAU." Buletin Sumber Daya Geologi 15, no. 2 (2020): 101–15. http://dx.doi.org/10.47599/bsdg.v15i2.302.

Full text
Abstract:
Indonesia memiliki areal gambut terluas di zona tropis, yaitu sebesar 70% di Asia Tenggara dan 50% dari lahan gambut tropis di dunia. Saat ini, pemanfaatan gambut masih relatif rendah, sedangkan ancaman kebakaran lahan gambut pada musim kemarau terus menjadi permasalahan serius di berbagai wilayah di Indonesia. Selain memiliki potensi sebagai sumber energi, gambut juga memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai adsorben alami bagi logam berat. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan karakterisasi gambut dan mengestimasi besarnya sumber daya gambut di Blok Teluk Meranti, Provinsi Riau yang da
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
36

Saputra, Jamin, Risal Ardika, and Charlos Stevanus. "PRODUKSI TANAMAN KARET KLON IRR 118 DI LAHAN GAMBUT." Warta Perkaretan 41, no. 2 (2023): 61–68. http://dx.doi.org/10.22302/ppk.wp.v41i2.905.

Full text
Abstract:
Lahan gambut merupakan salah satu lahan yang tidak layak untuk tanaman karet, namun dengan pengelolaan yang baik, lahan gambut dapat digunakan untuk budidaya tanaman karet. Kendala budidaya tanaman karet di lahan gambut antara lain drainase yang kurang baik, tanaman mudah tumbang pada saat tanaman sudah menghasilkan, pH tanah sangat masam dan kandungan hara yang rendah. Saat ini belum banyak hasil penelitian tanaman karet di lahan gambut, sehingga hasil-hasil penelitian di lahan gambut sangat dibutuhkan untuk pengelolaan lahan gambut untuk budidaya tanaman karet. Pengamatan produksi taaman kar
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
37

Yuliani, Febri. "Pelaksanaan Cannal Blocking Sebagai Upaya Restorasi Gambut di Kabupaten Meranti Provinsi Riau." Spirit Publik: Jurnal Administrasi Publik 12, no. 1 (2017): 69. http://dx.doi.org/10.20961/sp.v12i1.11746.

Full text
Abstract:
Indonesia memiliki Lahan Gambut terluas (14,9 juta ha) ke 4 di dunia setelah Kanada, Rusia, dan Amerika Serikat dan merupakan Lahan gambut tropika terluas di dunia. Indonesia menyimpan cadangan Karbon Gambut mencapai 46 giga ton, atau sekitar 8-14% dari Karbon yang terdapat dalam gambut dunia. Manfaat ekosistem gambut antara lain adalah untuk: Kehutanan, Pengendali Banjir dan suplai air, Potensi wisata, Mata pencaharian Masyarakat lokal (perikanan, pertanian, perkebunan), Stabilisasi iklim, Keanekaragaman hayati, serta untuk Pendidikan dan penelitian. Kebakaran lahan dan hutan yang terjadi set
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
38

Rosyida, R., and Yunita Sopiana. "Dampak Kebakaran Lahan Gambut terhadap Perekonomian Masyarakat di Kecamatan Gambut Kabupaten Banjar." JIEP: Jurnal Ilmu Ekonomi dan Pembangunan 4, no. 2 (2021): 463. http://dx.doi.org/10.20527/jiep.v4i2.4403.

Full text
Abstract:
This research was conducted to find out: (1) to find out how the impact of land fires on the economy of the community in the Gambut District of Banjar Regency before the occurrence of land fires (2) to find out how the impact of the land fires on the economy of the community in the Gambut District of Banjar Regency after the land fires. The respondents of this study were 87 community heads of households residing in Gambut Village, Banjar Regency. This research is a qualitative descriptive study. Data collection methods used were interviews (in-depth interviews and questionnaires), observation,
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
39

Ayushinta, Rahma Dania, Susila Herlambang, Dyah Arbiwati, and Maswar Maswar. "HUBUNGAN KEMATANGAN GAMBUT DENGAN KADAR LENGAS TERHADAP EMISI KARBON DIOKSIDA (CO2) PADA GAMBUT KALIMANTAN TENGAH." JURNAL TANAH DAN AIR (Soil and Water Journal) 18, no. 1 (2023): 11. http://dx.doi.org/10.31315/jta.v18i1.9471.

Full text
Abstract:
Gambut tersusun oleh material organik lebih dari 45% dengan kandungan air yang relatip banyak. Gambut memiliki tingkat kematangan dan kadar lengas yang berbeda akan menentukan besarnya emisi CO2 terutama pada pembukaan lahan untuk budidaya pertanian. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh tingkat kematangan dan kadar lengas gambut terhadap sifat kimia tanah gambut dan produksi gas karbon dioksida (CO2). Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dua faktor dengan 3 ulangan. Masing-masing faktor yaitu tingkat kematangan gambut (Fibrik, Hemik dan Saprik) dan
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
40

Ghofur, Abdul, Agung Cahyo Legowo, and Zain Lillahulhaq. "Pemanfaatan Tanah Gambut Sebagai Energi Domestik Di Desa Kayu Bawang Melalui Teknologi Pembriketan." Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) 2, no. 4 (2023): 672. http://dx.doi.org/10.20527/ilung.v2i4.6976.

Full text
Abstract:
Kebutuhan energi diwilayah Kabupaten Banjar dari tahun ke tahun terus meningkat. Sebagian besar kebutuhan energi penduduk pedesaaan adalah untuk sektor rumah tangga. Tanah gambut yang mempunyai nilai kalori cukup tinggi dapat dijadikan sebagai salah satu energi domestik untuk memenuhi kebutuhan energi. Dengan potensi yang cukup besar dan nilai kalori efektif sekitar 24 MJ/kg, tanah gambut dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar, sehingga masalah kebutuhan akan sumber energi dapat diatasi, Berdasarkan ketersediaan sumber daya gambut yang cukup banyak di desa Kayu Bawang ini, maka daerah mempunya
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
41

Saharjo, Bambang Hero, and Nisa Novita. "Potensi Tinggi Pengelolaan Kebakaran Lahan Gambut untuk Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca di Indonesia." Journal of Tropical Silviculture 13, no. 01 (2022): 53–65. http://dx.doi.org/10.29244/j-siltrop.13.01.53-65.

Full text
Abstract:
Copernicus Atmosphere Monitoring Service (CAMS) melaporkan bahwa peningkatan emisi GRK hutan dan lahan Indonesia pada tahun 2019 terutama disebabkan oleh pembakaran lahan gambut yang kaya karbon. Sekitar 1,65 juta ha terbakar dan setengah juta ha gambut terbakar dalam peristiwa kebakaran hebat pada tahun 2019, namun emisi GRK (gas rumah kaca) yang dihasilkan hampir mendekati dibandingkan dengan kebakaran tahun 2015 di mana 2,6 juta ha area terbakar. Ribuan hektar lahan yang secara ekologis penting dibakar, mengakibatkan kabut asap beracun yang mengancam kesehatan manusia serta mengganggu hutan
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
42

Zulkarnaini, Zulkarnaini, and Hasim As'ari. "DISEMINASI PERATURAN DESA (PERDES) UNTUK PENCEGAHAN KEBAKARAN LAHAN GAMBUT." Jurnal Kebijakan Publik 10, no. 2 (2019): 75. http://dx.doi.org/10.31258/jkp.10.2.p.75-82.

Full text
Abstract:
Masyarakat desa yang tinggal sekitar lahan gambut memanfaatkan dan mengelola lahan gambut berdasarkan kebiasaan mereka yang kurang bijak, misalnya membuka lahan dengan cara membakar untuk kemudian ditanami. Sebagai akibatnya, terutama pada musim kering, kebakaran lahan gambut tidak bisa terhindarkan. Tujuan penulisan ini memfokuskan perlunya inisiasi dari masyarakat lokal dalam pengelolaan lahan gambut agar dapat mencegah terjadinya kabakaran. Lokus penelitian di desa-desa rawan terjadi kebakaran lahan gambut di pesisir Kabupaten Bengkalis, tepatnya Kecamatan Bandar Laksamana. Kajian ini sejal
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
43

Tizia, Hagus, Monita Olivia*, and Edy Saputra. "Kuat Tekan dan Porositas Beton menggunakan Air Gambut dan Kapur Tohor untuk Konstruksi di Lingkungan Gambut." JURNAL TEKNIK 14, no. 1 (2020): 61–68. http://dx.doi.org/10.31849/teknik.v14i1.3894.

Full text
Abstract:
Air gambut banyak ditemukan di daerah lahan gambut atau dataran rendah di Sumatera, khususnya di Kabupaten Bengkalis. Air gambut berwarna coklat tua kehitaman, memiliki kadar organik tinggi dan memiliki kemasaman tinggi. Pada umumnya di daerah terpencil di pulau Bengkalis dengan sumber air bersih terbatas maka air gambut sering digunakan sebagai air pencampur beton. Air gambut juga dipakai sebagai air perawatan beton, padahal karakteristik air gambut tidak memenuhi persyaratan sebagai air bersih. Pada penelitian ini dilakukan kajian kuat tekan dan porositas beton menggunakan air gambut yang be
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
44

Hartanto, Nur, Erwan Suriaatmadja, and Zulkarnain Zulkarnain. "PENINGKATAN PERAN MASYARAKAT UNTUK PENGELOLAAN EKOSISTEM GAMBUT DI DESA LIANG BUAYA, KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA." JAUS: JURNAL ABDIMAS UNTAG SAMARINDA 2, no. 1 (2024): 1. http://dx.doi.org/10.31293/jaus.v2i1.7648.

Full text
Abstract:
Peningkatan peran masyarakat dalam mengelola ekosistem gambut di Desa Liang Buaya, Kabupaten Kutai Kartanegara. Program Desa Mandiri Peduli Gambut (DMPG) bertujuan untuk melibatkan partisipasi aktif masyarakat dalam melindungi dan mengelola ekosistem gambut. Program ini diimplementasikan melalui pembinaan yang terstruktur, dengan tujuan untuk mengubah sikap masyarakat terhadap ekosistem gambut, meningkatkan mata pencaharian, dan meningkatkan partisipasi dalam pemulihan ekosistem gambut. Keterlibatan Universitas Mulawarman dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam program ini diharap
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
45

Srihandayani, Susy, Aidil Abrar, and Surya Indrawan. "STABILISASI BERBASIS ION EXCHANGE UNTUK MENINGKATKAN DAYA DUKUNG SUBGRADE DI KOTA DUMAI." Siklus : Jurnal Teknik Sipil 5, no. 2 (2019): 63–69. http://dx.doi.org/10.31849/siklus.v5i2.3236.

Full text
Abstract:
Kadar air tinggi dan organik yang terkandung pada gambut sangat berpengaruh Kadar air tinggi dan organik yang terkandung pada gambut sangat berpengaruh terhadap daya dukung sebagai lapisan tanah dasar. Berbagai upaya telah dilakukan dengan perkuatan maupun modifikasi tanah secara fisik maupun kimia. Stabilisasi berbasis Ion Exchange dengan menggunakan Difa SS dan semen dapat menjadi pilihan untuk meningkatkan daya dukung tanah gambut. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Difa SS dan semen dengan kadar tertentu terhadap tanah gambut. Dari pengujian propertis tanah, tanah gambut yang d
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
46

Putra, Erianto Indra, Sulistio Rizky Iskandar, Yulianto Sulistyo Nugroho, Ati Dwi Nurhayati, and Eko Setianto. "Pola Propagasi Panas dari Sampel Gambut Yang Terbakar di Jambi." Journal of Tropical Silviculture 13, no. 01 (2022): 47–52. http://dx.doi.org/10.29244/j-siltrop.13.01.47-52.

Full text
Abstract:
Kadar air gambut adalah salah satu faktor yang memengaruhi terjadinya kebakaran gambut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kadar air gambut terhadap proses perambatan pembakaran, serta pola perambatan pembakaran gambut pada skala uji laboratorium, menggunakan reaktor panas berukuran 10x10x10 cm3 dengan 3x3 thermocouple Penelitian ini menunjukan bahwa proses pembakaran terjadi pada seluruh sampel gambut pada kadar air yang hilang (350.91%, 577.52%, dan 713.24%). Pola perambatan pembakaran yang terjadi relatif sama pada semua tingkat kadar air yang hilang, dengan termokopel 8 pal
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
47

Wijaya, Alek, Eka Puji Agustini, and Eko Nardo. "Sistem Informasi Geografis Dalam Pemetaan Lahan Gambut di Kabupaten Musi Banyuasin." Jurnal RESTI (Rekayasa Sistem dan Teknologi Informasi) 2, no. 1 (2018): 330–36. http://dx.doi.org/10.29207/resti.v2i1.298.

Full text
Abstract:
Kelestarian alam adalah isu yang sangat sentral pada masa ini, hal ini di sebabkan oleh semakin banyaknya kerusakan yang alam yang terjadi dikarenakan ketidakperdulian manusia akan pentingya menjaga agar alam tetap menjadi tempat yang bersahabat untuk kehidupan kita. Salah satu penopang kelestarian alam adalah adanya kelestarian lahan gambut yang mampu menyimpan gas karbon yang berfungsi untuk menahan laju paningkatan suhu bumi. Salah satu upaya yang dilakukan untuk menjaga kelestarian lahan gambut adalah tersedianya data dan informasi tentang kondisi lahan gambut yang komprehensif dan terbaru
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
48

Pulunggono, Heru Bagus, Moh Zulfajrin, and Arief Hartono. "Distribusi Sifat Kimia Gambut di Perkebunan Sawit dan Hubungannya dengan Kedalaman Lapisan Gambut dan Jarak dari Tanah Mineral Berbahan Induk Batuan Ultrabasa." Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan 22, no. 1 (2020): 22–28. http://dx.doi.org/10.29244/jitl.22.1.22-28.

Full text
Abstract:
Lahan gambut di lokasi penelitian yang digunakan untuk perkebunan sawit berdampingan dengan tanah mineral berbahan induk ultrabasa berkadar Mg tinggi. Tanah berkadar Mg tinggi dapat mengakibatkan terhambatnya pertumbuhan tanaman dan gangguan serapan hara. Penelitian ini bertujuan mempelajari distribusi beberapa sifat kimia tanah seperti pH; kandungan unsur kalium (K), kalsium (Ca), magnesium (Mg), natrium (Na) dapat ditukar; besi (Fe), mangan (Mn), tembaga (Cu), seng (Zn) total dan terekstrak DTPA dalam gambut dan hubungannya dengan kedalaman lapisan gambut dan jarak terhadap tanah mineral ber
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
49

Aulian Barry, Desi Silviani Putri. "Analisis Besi (Fe) Terlarut dalam Air Tanah pada Lahan Gambut dengan Sekat Kanal." Jurnal Sains Pertanian Equator 12, no. 4 (2023): 813. http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i4.66813.

Full text
Abstract:
Ekosistem rawa gambut memiliki ciri-ciri muka air tanah yang tinggi. Perubahan ekosistem rawa gambut menjadi lahan pertanian dapat merubah beberapa sifat tanah, salah satunya yaitu kadar besi (Fe) dalam air tanah. Kondisi aerobik mendukung terjadinya oksidasi besi, dimana tingginya kadar besi yang teroksidasi dapat mengganggu bahkan meracun tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kadar besi terlarut (Fe2+ dan Fe3+) pada lahan gambut dengan sekat kanal dan lahan gambut tanpa sekat kanal. Penelitian ini dilakukan dengan membuat 2 transek, yaitu A (lahan gambut dengan sekat kanal) d
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
50

Hamid, Ardiansyah, Nofrialdi, and Niken Patitis. "Analisis Warna, Bau, pH, Kekeruhan dan TDS Air Gambut Desa Rimbo Panjang." Jurnal Sains dan Ilmu Terapan 6, no. 1 (2023): 1–5. http://dx.doi.org/10.59061/jsit.v6i1.134.

Full text
Abstract:
Desa Rimbo Panjang yang sebagian besar merupakan tanah gambut menyebabkan air tanah di daerah tersebut adalah air gambut. Karakteristik utama air gambut bisa dilihat dari warnanya yang merah kecoklatan serta pHnya yang bersifat asam sehingga air gambut tidak dijadikan sebagai sumber air minum. Masyarakat Desa Rimbo Panjang menggunakan air gambut untuk aktivitas sehari-hari seperti mandi dan mencuci tanpa diolah terlebih dahulu. Oleh karena itu, dilakukan penelitian untuk melihat karakteristik air gambut berdasarkan parameter warna, bau, pH, TSS, TDS dan dibandingkan dengan Permenkes No. 32 Tah
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
We offer discounts on all premium plans for authors whose works are included in thematic literature selections. Contact us to get a unique promo code!