To see the other types of publications on this topic, follow the link: Gereja Paulus, Jakarta, Indonesia.

Journal articles on the topic 'Gereja Paulus, Jakarta, Indonesia'

Create a spot-on reference in APA, MLA, Chicago, Harvard, and other styles

Select a source type:

Consult the top 50 journal articles for your research on the topic 'Gereja Paulus, Jakarta, Indonesia.'

Next to every source in the list of references, there is an 'Add to bibliography' button. Press on it, and we will generate automatically the bibliographic reference to the chosen work in the citation style you need: APA, MLA, Harvard, Chicago, Vancouver, etc.

You can also download the full text of the academic publication as pdf and read online its abstract whenever available in the metadata.

Browse journal articles on a wide variety of disciplines and organise your bibliography correctly.

1

Abrianti, Tine, and Purnama Salura. "Ekspresi puitik sakral pada bentuk arsitektur Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) Paulus di Jakarta." ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur 4, no. 1 (2019): 99–110. http://dx.doi.org/10.30822/arteks.v4i1.84.

Full text
Abstract:
Arsitektur Gereja menampilkan ekspresi fungsinya secara berlapis. Lapis pertama dapat ditangkap secara perseptual melalui ekspresinya yang menunjukkan fungsi sakral. Lapis selanjutnya ditangkap secara asosiatif pada ekspresinya yang terpengaruh dari tradisi dan ideologi Gereja. Pada lapis yang tertinggi ekspresi sakral ditampilkan secara puitik. Ekspresi puitik yang tampil dalam arsitektur Gereja sangat mendukung fungsi sakralnya. Sifat puitik yang menggugah perasaan dan membangkitkan imajinasi sangat sesuai dengan fungsi sakral Gereja sebagai sebuah ambang yang menandai perbedaan dunia profan
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
2

Baene, Blasius B. "Gereja Katolik dan Dialog Antaragama Di Indonesia Sejak Konsili Vatikan II." Perspektif 10, no. 1 (2015): 77–91. http://dx.doi.org/10.69621/jpf.v10i1.6.

Full text
Abstract:
Dialog antaragama dalam konteks Indonesia sebenarnya merupakan salah satu isu krusial bagi Gereja. Paradigma baru melakukan misi di dunia saat ini telah dipromosikan sejak Konsili Vatikan II (1962-1965) dan seterusnya untuk kemajuan hidup bersama di dunia bersama ini dan untuk kebaikan umat manusia. Gereja Katolik Indonesia terpanggil untuk menjadikan dialog antaragama sebagai nada utama dan metode misinya dan dalam melakukannya bekerja sama dengan orang-orang dari agama lain untuk masyarakat yang adil dan damai. Gereja Indonesia menjalankan karakter misioner ini dari banyak dokumen gerejawi,
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
3

Saputra, Jefri Andri. "Kritik Historis terhadap Konsep “Mencari Keadilan pada Orang Tidak Benar” dalam 1 Korintus 6:1-9a." Jurnal Apokalupsis 13, no. 2 (2022): 153–75. http://dx.doi.org/10.52849/apokalupsis.v13i2.61.

Full text
Abstract:
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perjumpaan antara keragaman alternatif resolusi konflik di Indonesia mulai dari pengadilan negara, pengadilan lembaga adat, dan pastoral dari gereja, dengan kritikan Paulus dalam pelaksanaan resolusi konflik di luar gereja di Korintus. Olehnya itu, penulis bertujuan untuk menginterpretasi kritikan Paulus dalam 1 Korintus 6:1-9a, sehingga tidak disalahartikan sebagai penolakan berbagai alternatif resolusi konflik di Indonesia. Penulis menganalisis teks ini dengan menggunakan metode penelitian kualitatif, dalam pendekatan kritik historis. Penulis berasumsi ba
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
4

Purba, Sin'ear. "Studi Social Scientific-Criticism (Kritik Sosiologi) Terhadap 1 Korintus 3 : 10-23Yang di Relevansikan Kepada Gereja-Gereja Di Indonesia Masa Kini." Jurnal Teologi Trinity 2, no. 2 (2025): 31–50. https://doi.org/10.62494/jtt.v2i2.33.

Full text
Abstract:
Denominasi gereja-gereja di Indonesia sebagian besar disebabkan adanya perselisihan dan perpecahan dalam gereja karena faktor budaya, pandangan doktrin yang berbeda, politik kekuasaan dalam gereja, persoalan liturgika, sehingga terjadi konflik dan membuka denominasi gereja baru. Hingga beberapa pimpinan gereja dan jemaat menganggap gerejanyalah yang paling benar yang sesuai dengan firman Allah dan ajaran Kristus serta mengelompokan diri menurut bapak rohani mereka. Akibat banyak denominasi gereja-gereja di Indonesia sangat berdampak dalam kualitas iman jemaat yang menyebabkan ketidak konsisten
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
5

Casriarno, Adida, and Demianus Nataniel. "DINAMIKA PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DI TENGAH WABAH CORONA: SEBUAH REFLEKSI BERDASARKAN PENGAJARAN PAULUS DALAM GALATIA 6:2." Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi, Pendidikan Agama Kristen, dan Musik Gereja 4, no. 1 (2020): 25–42. http://dx.doi.org/10.37368/ja.v4i1.135.

Full text
Abstract:
Artikel ini membahas bagaimana tradisi pengajaran Paulus dalam Galatia 6:2 dapat menginspirasi gereja-gereja dalam melaksanakan pendidikan agama Kristen di tengah masyarakat majemuk di Indonesia, yang tengah menghadapi pandemi virus Corona. Dengan mengangkat ideologi imperialis sebagai latar belakang permasalahan yang tengah dihadapi oleh Paulus dan jemaat-jemaat di Galatia, serta hakikat dan tujuan Pendidikan Agama Kristen maka gereja-gereja dipanggil untuk memiliki kreativitas dalam menghadapi pandemi tersebut. Kreativitas yang dapat dikembangkan adalah menjadikan budaya gotong royong sebaga
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
6

Simarmata, Amsal. "Ekklesiologi: Gereja Sebagai Tubuh Kristus Menurut Paulus dalam 1 Korintus 12:12-26 dan Tanggung Jawab Gereja Memelihara Kesatuan Dalam Interdenominasi." ILLUMINATE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani 6, no. 2 (2023): 91–105. http://dx.doi.org/10.54024/illuminate.v6i2.218.

Full text
Abstract:
Abstract: This research is based on the problem of the existence of boundaries in various interdenominational churches in Indonesia. That is, there are mainstream churches that alienate themselves from non-mainstream churches, and vice versa. However, the churches in Indonesia are actually the result of seeds from God's word that were planted thousands of years ago so that they produce fruit, namely the church until now. If the church is the product of God's word, then it will come to an understanding, the church exists until now inseparable from the work of the owner of the word, namely Chris
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
7

Simanjuntak, Hotman Parulian. "TEOLOGI PAULUS TENTANG KARUNIA-KARUNIA ROH DAN IMPLIKASINYA BAGI PROBLEMATIKA PNEUMATOLOGIS GEREJA MASA KINI." Missio Ecclesiae 3, no. 2 (2014): 104–27. http://dx.doi.org/10.52157/me.v3i2.39.

Full text
Abstract:
Di sepanjang sejarah perkembangan Gereja yang merupakan sejarah perkembangan teologi hingga pada era postmodern ini, para teolog telah banyak melakukan aktivitas atau upaya menafsirkan, merumuskan, mengajarkan dan memberitakan firman Allah (berteologi). Meskipun aktivitas atau upaya tersebut belum menghasilkan rumusan doktrin teologi yang signifikan dan berlaku bagi semua kalangan Gereja. Salah satunya adalah doktrin Pneumatologi yang kembali hangat dibicarakan dan dimonopoli oleh sekelompok Gereja tertentu, sehingga menjadi topik utama yang dibahas oleh hampir seluruh Gereja di dunia ini, ter
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
8

Ziliwu, Alnodus Jamsenjos Indirwan, Markus Setiawan, and Youla Martje Gosal. "Kualifikasi Konselor dalam Konteks Pelayanan Misi Gereja di Era Industri 4.0: Analisis Berdasarkan 1 Timotius 3:1-7." SCRIPTA: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kontekstual 17, no. 1 (2024): 15–29. https://doi.org/10.47154/sjtpk.v17i1.254.

Full text
Abstract:
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis kualifikasi konselor menurut 1 Timotius 3:1-7 sebagai pedoman bagi gereja dalam menentukan penilik sebagai konselor, dengan harapan meningkatkan efektivitas pelayanan misi gereja dalam konteks Industri 4.0 di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode analisis literatur deskriptif terhadap teks 1 Timotius 3:1-7. Hasil penelitian mengungkapkan empat aspek penting. Pertama, kualifikasi sebagai penilik jemaat (1 Tim. 3:1-3) dianggap esensial. Kedua, pengalaman yang baik (1 Tim. 3:4-5) menjadi faktor penting dalam menentuk
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
9

Gesika, Gesika. "PENGINJILAN KEPADA SUKU BATAK DI TIBAN CENTER SEBAGAI LANGKAH STRATEGIS PERTUMBUHAN GEREJA KRISTEN SETIA INDONESIA JEMAAT ANUGERAH BATAM." SESAWI: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen 4, no. 2 (2023): 263–74. http://dx.doi.org/10.53687/sjtpk.v4i2.153.

Full text
Abstract:
Gereja yang mengalami pertumbuhan adalah Gereja yang melakukan tugas dan tanggung jawabnya yaitu penginjilan. Penginjilan adalah tugas yang diberikan Yesus Kristus kepada semua orang tanpa terkecuali. Pemberitaan Injil merupakan suatu keharusan bagi rasul Paulus dan tidak menjadi sebuah alasan untuk bermegah dan celakalah mereka yang tidak mau memberitakan Injil. Integrasinya penginjilan dalam gereja adalah sebagai langkah strategis untuk pertumbuhan gereja. Penginjilan juga merupakan salah satu dari tri tugas gereja. Maka salah apabila gereja melalaikan tugas tersebut dan berorientasi pada pe
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
10

Rusli, Djohan. "MODEL MISI GEREJA MENGHADAPI AJARAN SESAT DALAM SURAT PAULUS KEPADA TIMOTIUS SEBAGAI PEGANGAN GEREJA BETHEL INDONESIA MOJOPAHIT JEMBER." THEOLOGIA INSANI (Jurnal Theologia, Pendidikan, dan Misiologia Integratif) 2, no. 1 (2023): 32–53. http://dx.doi.org/10.58700/theologiainsani.v2i1.26.

Full text
Abstract:
Umat Kristen perlu memahami model misi gereja dalam menghadapi ajaran sesat sebagai pegangan hidup pada masa kini. Dengan pengetahuan jemaat tentang firman Tuhan yang sangat minim, sementara kemajuan informasi dan teknologi sangat pesat terutama di bidang media sosial, menjadi ancaman serius bagi gereja dengan tayangan beraneka-ragam pengajaran yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, yang tidak sesuai dengan Injil Yesus Kristus. Dari hasil penelitian dan kajian teoretik terungkap bahwa diperlukan model misi gereja yang mengikuti misi Kristus, yaitu: model penginjilan, model pemuri
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
11

I Nyoman Paska, Paskalis Edwin. "PASTORAL ALA PAULUS DAN RM. PAUL JANSSEN." SAPA - Jurnal Kateketik dan Pastoral 4, no. 2 (2019): 3–22. http://dx.doi.org/10.53544/sapa.v4i2.73.

Full text
Abstract:
Karya pastoral dewasa ini melanjutkan karya pastoral sejak zaman Gereja Purba. Bentuk, strategi, dan tujuannya tentu tidak harus persis sama, namun juga tidak boleh bertentangan sama sekali atau dilupakan begitu saja. Apa yang telah dilakukan di masa lampau dapat menjadi inspirasi yang baik bagi pastoral dewasa ini. Romo Paul Janssen, CM, pendiri Institut Pastoral IPI-Malang memberi contoh cara berpastoral seperti itu. Beliau mengaktualisasikan karya pastoral yang dilakukan Paulus dengan berhasil di Jawa Timur, khususnya Madiun dan Malang. 
 Melalui penelitian dan refleksi atas teks-teks
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
12

Azahra, Sheren, Nadya Putri Larasati, Dian Monica Erveline Basri, and Astrid Hapsari Rahardjo. "Studi Karakteristik Fasad Arsitektur Transisi pada Gereja di Jakarta." Arsitekta : Jurnal Arsitektur dan Kota Berkelanjutan 5, no. 01 (2023): 44–53. http://dx.doi.org/10.47970/arsitekta.v5i01.410.

Full text
Abstract:
Arsitektur di Indonesia sangat beragam, selain banyaknya suku dan budaya, juga masa penjajahan Belanda yang cukup lama, sehingga menyisakan warisan arsitektur. Terdapat 3 periodisasi gaya arsitektur kolonial yaitu arsitektur indsiche empire abad 18-19, arsitektur kolonial transisi di indonesia tahun 1890-1915 dan gaya arsitektur kolonial modern tahun 1915-1940. Penelitian ini dipilih arsitektur kolonial transisi, karena merupakan arsitektur kolonial awal yang ada di Indonesia. Penelitian bertujuan menganalisa karakteristik fasad gereja dibangun dalam kurun waktu tahun 1890-1915 kemudian dianal
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
13

Soeherman, Sylvia. "Tujuan Pengajaran Gereja dan Implikasinya." Veritas : Jurnal Teologi dan Pelayanan 4, no. 1 (2003): 107–19. http://dx.doi.org/10.36421/veritas.v4i1.101.

Full text
Abstract:
Penelitian menunjukkan adanya penurunan jumlah kehadiran jemaat dalam kelas-kelas pembinaan seperti Sekolah Minggu. Kurang tertariknya jemaat terhadap kelas-kelas tersebut membawa dampak terhadap kehidupan, pertumbuhan iman dan kesaksian jemaat. Hal yang hampir serupa juga dihadapi oleh gereja-gereja di Indonesia. Paulus Lie, dalam prawacana bukunya, mengatakan banyak guru yang mengeluhkan kurang menariknya acara yang digelar di Sekolah Minggu sehingga minat anak untuk datang ke Sekolah Minggu menurun. Masalah ini coba dijawab oleh banyak gereja dengan menggunakan metode yang kreatif. Oleh kar
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
14

Setyobekti, Andreas Budi, Susanna Kathryn, and Suwondho Sumen. "Implementasi Nilai-nilai Bhineka Tunggal Ika dalam Membingkai Keberagaman Pejabat Gereja Bethel Indonesia di DKI Jakarta." SOTIRIA (Jurnal Theologia dan Pendidikan Agama Kristen) 4, no. 1 (2021): 1–10. http://dx.doi.org/10.47166/sot.v4i1.29.

Full text
Abstract:
Indonesia memiliki filosofi Bhineka Tunggal Ika sebagai salah satu kekayaan yang mampu mempersatukan berbagai latar belakang keadaan dan masyarakat Indonesia. Filosofi ini adalah bagian dari 4 pilar kebangsaan yang mengikat perbedaan suku, bangsa, daerah, dan golongan yaitu: Pancasia, UUD 45, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI. Semangat Nasionalisasi tentu melekat dalam filosofi ini. Sedangkan dalam kehidupan bergereja, maka terdapat dua bentuk atau model penyelengaraan keorganisasian gereja di Indonesia. Gereja dengan nafas kedaerahan dan gereja dengan nafas Nasional. Masing-masing model penyelengg
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
15

RIYANTO, FX EKO ARMADA. "Konteks Misi Katolik di Indonesia." Seri Filsafat Teologi 32, no. 31 (2022): 16–43. http://dx.doi.org/10.35312/serifilsafat.v32i31.187.

Full text
Abstract:
Artikel ini berfokus pada tonggak-tonggak sejarah misi dalam Gereja Katolik. Dengan metode historis-panoramik, penulis berusaha untuk mengajukan beberapa tonggak penting yang telah dilalui oleh para misionaris, sebagai salah satu bukti nyata penyebaran iman mereka, yang didorong oleh amanat Kristus untuk mewartakan Injil ke segala makhluk (Markus 16:15). Amanat ini terartikulasi dalam karya para rasul. Dari Kisah Para Rasul, kita ketahui ada beberapa pusat misi, dimana para Rasul mempersiapkan diri dengan pengajaran
 
 dan pembentukan komunitas. Diantaranya, yang paling jelas ialah A
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
16

Kosasih, Rosa Ivana, Timbul Haryono, and Wisma Nugraha. "Perubahan Fungsi pada Ornamen Tionghoa Gereja Santa Maria De Fatima Jakarta." Jurnal Kajian Seni 6, no. 1 (2020): 38. http://dx.doi.org/10.22146/jksks.52230.

Full text
Abstract:
Gereja Santa Maria de Fatima merupakan sebuah bangunan rumah tinggal seorang kapitan Tionghoa. Pater Wilhelmus Kraus Van Eiden. SJ mengubah dan menetapkan bangunan rumah tinggal tersebut sebagai gereja Katholik. Sebagian ornamen–ornamen Tionghoa yang dipertahankan dianggap memiliki nilai filosofis karena pemilik sebelumnya merupakan seorang kapitan yang memilik kepercayaan Konfusius, Taoisme, dan Buddha (Tridharma). Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui elemen visual pada ornamen Tionghoa dan perubahan fungsi ornamen Tionghoa gereja Santa Maria de Fatima pada saat menjadi rumah tinggal dan se
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
17

Rini, Wahju A. "PENGENALAN TEMPRAMEN DASAR ABRAHAM, MUSA, PETRUS DAN PAULUS DALAM PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN." Jurnal Shanan 2, no. 1 (2018): 138–53. http://dx.doi.org/10.33541/shanan.v2i1.1503.

Full text
Abstract:
Temperamen merupakan kombinasi dari sifat-sifat bawaan sejak lahir, terdapat empat macam yaitu Sanguin, Kolerik, Melankolis dan Plegmatis, masing masing memiliki kelemahan dan kelebihan. Temperamen merupakan bahan dasar yang membentuk watak dan kepribadian manusia, masing-masing memiliki keunikan, satu dengan yang lain berbeda secara mendasar, baik dalam pikiran, perasaan maupun keinginan (Stanley Heath, 1999). Penelitian ini bertujuan untuk mengenal temperamen dasar dari Abraham, Petrus dan Paulus sebagai salah satu cara untuk mempersiapkan generasi yang berkarakter dan menjadi salah satu tug
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
18

Bela, Hardianus. "Paradoks Keutamaan Kristus menurut Kolose 1:15-19 dan Peran Leluhur Memberi Berkah dalam Konteks Budaya Toraja." EPIGRAPHE: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani 6, no. 2 (2022): 238. http://dx.doi.org/10.33991/epigraphe.v6i2.388.

Full text
Abstract:
This article describes the supremacy of Christ, a theological foundation built by Paul in Colossians 1:15-19 which became the basis of teaching for believers in Colossae who were growing in faith in Christ. Various false teachings shake the congregation's faith, affecting their belief in Christ. The presence of Paul's letter is an answer to the problems faced. Inspired by Paul's efforts to counter the influence of heresy in the Colossian church, the author explains the theological foundation of the supremacy of Christ in this paper. What was built by Paul is also a solid basis to counter the i
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
19

Basri, Dian Monica Erveline, Repanca, Muhammad Mickael Faza, and Wahyu Cahyo Nugroho. "Analisa Elemen Arsitektur Gereja Katedral." Journal of Architecture and Human Experience 3, no. 1 (2024): 51–60. https://doi.org/10.59810/archimane.v3i1.108.

Full text
Abstract:
Dalam Gereja Katolik, terdapat tiga jenis yang biasa digunakan umat untuk merayakan ibadah, yaitu Gereja Basilika, Gereja Katedral dan Gereja Paroki. Yang terbesar adalah Gereja Basilika, sedangkan yang terkecil adalah Gereja Paroki. Indonesia tidak memiliki Gereja Basilika, sehingga gereja dengan daya tampung terbesar adalah pada Gereja Katedral. Dalam hal ini katedral yang dipilih oleh peneliti adalah katedral yang dekat dengan daerah domisili peneliti yaitu Katedral Jakarta, Katedral Bogor dan Katedral Bandung. Jika dilihat sekilas ketiga studi kasus ini memiliki tampilan fasad yang mirip s
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
20

Lolo, Asnita. "De Jonge, C. Pembimbing ke dalam Sejarah Gereja." Diligentia: Journal of Theology and Christian Education 1, no. 1 (2019): 105. http://dx.doi.org/10.19166/dil.v1i1.1896.

Full text
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
21

Waruwu, Rahmat, and Anggiat Simanulang. "Pengaruh penginjilan pribadi terhadap perintisan gereja di gereja kristus tuhan, jemaat lima roti dan dua ikan jakarta utara." Voice of HAMI: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 5, no. 2 (2023): 149–66. https://doi.org/10.59830/voh.v5i2.78.

Full text
Abstract:
ABSTRAK Penginjilan pribadi memiliki pengaruh erat dengan perintisan gereja. Penginjilan pribadi sebagai strategi dalam perintisan gereja menentukan keberhasilan dalam melakukan kegiatan perintisan gereja. Tanpa penginjilan pribadi, kegiatan perintisan gereja akan sulit dilakukan oleh seorang perintis. Sebagai seorang perintis harus memperhatikan kegiatan perintisan gereja, karena penginjilan pribadi sangat mempengaruhi adanya perintisan gereja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa besar pengaruh penginjilan pribadi terhadap perintisan gereja di Gereja Kristus Tuhan Indonesia (GKTI
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
22

Lumingkewas, Marthin Steven, Youke L. Singal, Roce Marsaulina, and Stenly R. Paparang. "PANCASILA DITEKAN, GEREJA TERTEKAN." Didache: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani 2, no. 1 (2020): 1–17. http://dx.doi.org/10.55076/didache.v2i1.35.

Full text
Abstract:
Dari waktu ke waktu Pancasila selalu menjadi topik utama dalam isu nasional di Indonesia. Semenjak dirumuskan dan dipergunakan sebagai ideologi negara yang merangkul dan mengayomi seluruh kepentingan dan golongan di Indonesia oleh bung Karno, Pancasila ternyata tidak pernah bebas dari kepentingan. Bung Karno dan Soeharto menggunakan Pancasila sebagai alat pukul bagi kelompok kanan dan kiri Indonesia. Pada akhirnya kelompok tertentu memberikan antipasti terhadap Pancasila dan ingin menggantikan ideologi yang merupakan hasil kompromi anak bangsa digantikan dengan ideologi syariah yang hanya mewa
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
23

Santo, Joseph Christ, and David Christian. "Menjawab Sisi Alkitabiah Pelayanan Daring: Refleksi Surat Filipi." Angelion: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen 2, no. 2 (2021): 255–65. http://dx.doi.org/10.38189/jan.v2i2.228.

Full text
Abstract:
Peristiwa pandemi Covid-19 yang merebak pada tahun 2020 secara tidak langsung telah mendorong penduduk bumi termasuk orang Kristen memasuki Era Masyarakat 5.0 melalui pemanfaatan ruang digital. Sebagian gereja di Indonesia pun beralih dari ibadah tatap muka langsung menjadi ibadah daring, ada yang bersifat sementara selama awal pandemi dan ada yang masih meneruskan sampai saat ini. Tidak semua orang Kristen bisa menerima dengan sepenuh hati cara ibadah seperti ini, terutama mereka yang meragukan sisi alkitabiahnya. Tulisan ini dibuat untuk menjawab pertanyaan apakah ibadah daring dapat diterim
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
24

Gunawan, Chandra. "Etika Paulus tentang Perceraian: Studi I Korintus 7:10-16." Veritas : Jurnal Teologi dan Pelayanan 14, no. 1 (2013): 85–106. http://dx.doi.org/10.36421/veritas.v14i1.272.

Full text
Abstract:
Tema mengenai perceraian selalu menjadi tema yang cukup menarik untuk didiskusikan dan penting untuk dibahas. Penulis pernah menyampaikan sebuah khotbah mengenai perceraian dan setelah kebaktian selesai ada beberapa jemaat langsung bertanya mengenai bagaimana mereka harus menilai kasus-kasus perceraian yang mereka lihat baik dalam keluarga dekat mereka ataupun teman atau kerabat mereka. Angka perceraian di Indonesia setiap tahunnya bertambah tidak kurang dari 10%; pada tahun 2009 terjadi 216.286 kasus perceraian, dan di tahun 2010 terjadi peningkatan menjadi 285.184 perkara. Meningkatnya angka
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
25

Dawir, Timotius, and Doni Heryanto. "Role Model Kompetensi Kepemimpinan Rohani Paulus dalam Kisah Para Rasul: Studi pada Majelis Daerah GPdI Papua." KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta 5, no. 1 (2022): 91–101. http://dx.doi.org/10.47167/kharis.v5i1.76.

Full text
Abstract:
An important demand is placed on a leader, which is their leadership competency. The purpose of this research is to demonstrate the spiritual leadership competency of Paul, as portrayed by the author of Acts, as a role model for the Pentecostal Church in Indonesia in Papua. The method used is descriptive with a qualitative approach to the literature review related to the issue or topic of leadership with Paul as the role model. Leadership narratives in Acts become the main source, supplemented by various references from sources such as journal articles and books. In conclusion, Paul's post-con
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
26

Sinaga, Tahapan Deddy Zulfian. "KAJIAN FENOMENOLOGI TERHADAP PAK ONLINE BAGI KAUM LANSIA DI GSRI JAKARTA DALAM MASA PANDEMI COVID-19." VISIO DEI: JURNAL TEOLOGI KRISTEN 3, no. 2 (2021): 238–59. http://dx.doi.org/10.35909/visiodei.v3i2.230.

Full text
Abstract:
Penelitian ini mengkaji persepsi dan pengalaman lansia dalam penyelenggaraan pendidikan agama Kristen secara online di gereja sebagai dampak dari pembatasan sosial pada masa pandemi COVID-19. Subyek penelitian adalah lansia di Gereja Santapan Rohani Indonesia (GSRI) Jakarta. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Analisis data menggunakan teknik yang dikemukakan oleh Clark Moustakas yaitu sintesis dan esensi makna. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa kaum lansia dapat menikmati program pendidikan agama Kristen secara online di gereja walau mereka mengalami
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
27

Wasisto Raharjo Jati, Almunawar Bin Rusli, and Rukmina Gonibala. "MASALAH KEBEBASAN BERAGAMA DAN BERKEYAKINAN (KBB) DI INDONESIA KONTEMPORER." Jurnal Sosiologi Agama 17, no. 2 (2023): 197–216. http://dx.doi.org/10.14421/jsa.2023.172-04.

Full text
Abstract:
Artikel ini mengkaji penggunaan politik identitas dalam kontroversi pendirian rumah ibadah di Provinsi DKI Jakarta dan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Kami menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan sosiologi pembanguna. Hasil penelitian kami menemukan bahwa kasus penyegelan Gereja Pantekosta di Indonesia (GPDI) Sleman, diakibatkan oleh kebijakan negara dan intimidasi dari Front Jihad Islam (FJI) Yogyakarta. Posisi minoritas belum menjadi perhatian utama penguasa lokal karena belum memberi dampak timbal balik karena itu berpotensi mendisrupsi tatanan sosial dan
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
28

Trisno, Rudy, Antariksa Antariksa, and Purnama Salura. "PENGARUH FUNGSI RITUAL PADA BENTUK ARSITEKTUR Kasus Studi : Gereja Katedral, Gereja Theresia,Gereja Salib Suci, Gereja Santo Matias Rasul dan Gereja Stella Maris." NALARs 15, no. 1 (2016): 25. http://dx.doi.org/10.24853/nalars.15.1.25-34.

Full text
Abstract:
ABSTRAK: Fenomena pudarnya sakralitas bentuk gereja Katolik di seluruh dunia cukup merisaukan Paus Benedictus. Ternyata pudarnya sakralitas bentuk terjadi juga pada gereja Katolik di Indonesia khususnya Jakarta. Secara keseluruhan, permasalahan yang muncul dari fenomena ini adalah tidak terjalinnya relasi yang baik antara fungsi kegiatan dengan bentuk tersebut serta makna yang tampil dari relasi tersebut. Tarik-menarik antara kedua fungsi dan bentuk inilah yang kemudian dimaknai oleh manusia melalui pengamatan langsung bagi pengguna maupun pengamat arsitektur. Metode yang digunakan dalam penel
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
29

Surbakti, Pelita Hati. "Kepedulian Sosial yang Rasional dan Mendidik: Analisis Sosial dan Analisis Argumentasi 1 Timotius 5:3-16." DUNAMIS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani 8, no. 1 (2023): 399–416. http://dx.doi.org/10.30648/dun.v8i1.1060.

Full text
Abstract:
Abstract. A number of forms of social care have become church traditions throughout time. On the other hand, many have predicted that in 2023 the world, including Indonesia, will experience quite heavy economic pressure. In a situation like this, what if the church also experiences a crisis, either financially or in terms of other resources? Can the tradition of social care be annulled? To answer this question, this paper conducted argumentation analysis and social analysis in interpreting 1 Timothy 5:3-16. This study showed that Paul reminded the congregation leader (Timothy), that despite li
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
30

Rudjiono, Rudjiono, Yosua Mika, and Budi Santoso. "Perancangan Company Profile Interaktif Berbasis Multimedia Sebagai Sarana Informasi Dan Promosi Di LSM SAIN-Sayang Anak Indonesia GGBI Jakarta Pusat." Pixel :Jurnal Ilmiah Komputer Grafis 15, no. 1 (2022): 35–52. http://dx.doi.org/10.51903/pixel.v15i1.695.

Full text
Abstract:
LSM-SAIN GGBI merupakan lembaga yang bergerak padabidang pelayanan anak dan gereja. Companyprofile Interaktif adalah program berbasis multimedia yang dapat digunakan untuk penunjang informasi danpromosi yang sudah ada pada LSM-SAIN GGBI. SAIN sudah melakukan promosi dengan mengadakan ToT (Training of trainers) sebanyak tiga kali, namun itupun belum bisa menjangkau seluruh wilayah pelayanan GGBI, Tahun 2017-2020 (sebelum pandemi) masih sedikit gereja-gereja yang terlibat dalam Gerakan Sayang Anak Indonesia, sehingga menghambat tercapainya visi-misi SAIN untuk menjangkau, memuridkan dan memberik
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
31

Djamino Widi Sulistija and Stephanus Karnadhi. "Dampak Perceraian Pada Anak Di Gereja Bethel Indonesia Wilayah Jakarta Barat." Jurnal Budi Pekerti Agama Kristen dan Katolik 2, no. 4 (2024): 243–55. https://doi.org/10.61132/jbpakk.v2i4.784.

Full text
Abstract:
Divorce is a reality that occurs in the church with various complex causal factors ranging from economic problems, domestic violence, infidelity, quarrels and several other causes. Divorce causes deep emotional wounds and various deviant behaviors in both children and their parents. Children become sensitive individuals, easily angered, depressed and even have suicidal tendencies. This research was conducted at five GBIs located in West Jakarta. The research sources were five people from teenagers to adults whose parents were divorced. This type of research is field research and the author use
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
32

Pratama, Stephen, and Chairy Chairy. "MEDIA KOMUNIKASI PEMASARAN PADA INSTITUSI GEREJA (ANALISIS TERHADAP PERAN INSTAGRAM)." Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis 4, no. 1 (2020): 137. http://dx.doi.org/10.24912/jmieb.v4i1.7683.

Full text
Abstract:
Penelitian ini mengeksplorasi komunikasi pemasaran yang dilakukan Gereja Mawar Sharon melalui Instagram kepada Jemaatnya yang berada di Jakarta. Instagram dipilih karena merupakan salah satu media sosial yang paling banyak penggunanya di Indonesia. Media sosial ini digunakan untuk menghubungkan Gereja Mawar Sharon dengan pengikutnya (followers). Penelitian yang merupakan penelitian deskriptif ini menggunakan analisis sumber atau studi komunikator. Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak terdapat hambatan yang ditemui oleh Gereja Mawar Sharon ketika menggunakan Instagram sebagai alat komunikasi
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
33

Marianti, Dhea, and Suzy S. Azeharie. "Komunikasi Transendental Antara Penari Tamborin dan Tuhan." Koneksi 2, no. 2 (2019): 285. http://dx.doi.org/10.24912/kn.v2i2.3897.

Full text
Abstract:
Penelitian ini merupakan hasil penelitian kualitatif membahas tentang komunikasi ritual Tarian Tamborin. Tarian Tamborin merupakan suatu bentuk wujud penyampaian pujian dan penyembahan umat Kristiani kepada Tuhan. Tarian ini biasanya dilakukan pada setiap hari minggu dalam Ibadah Raya Gereja Bethel Indonesia di Jakarta. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui komunikasi ritual Tarian Tamborin dalam Ibadah Raya Gereja Bethel Indonesia di Jakarta. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori komunikasi ritual, teori komunikasi non verbal dan teori komunikasi transendental. P
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
34

Lobodally, Altobeli, and Satya Candrasari. "Interpretasi Jemaat Gereja Baptis Indonesia Rosypinna tentang Ibadah Bernuansa Politis." JURNAL TEOLOGI GRACIA DEO 2, no. 1 (2019): 13–25. http://dx.doi.org/10.46929/graciadeo.v2i1.28.

Full text
Abstract:
Political contestation has attracted so many people. It is including president election that will be facing by the Indonesian at the 2019. That moment has been interpreted to by the congregation of Rosypinna Church Kelapa Gading, North Jakarta. Because heard the political message is also heard in the worship. So, this researchs aim to know how the Rosypinna Church Conggregation interpret the political worship. This research is using the encoding-decoding theory, with qualitative research and the audience analysis reception as the method. This research is using indepht interview to get the resu
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
35

Gunawan, Chandra. "The Apostles and the Apostolic Church." Veritas : Jurnal Teologi dan Pelayanan 16, no. 1 (2017): 67–90. http://dx.doi.org/10.36421/veritas.v16i1.11.

Full text
Abstract:
How should a contemporary reader understand the complexities of the early church? Many scholars utilize a religious studies perspective to understand the early church concluding that the church grew as a direct result (synthesis) of group conflicts (in particular, the Pauline and Petrine communities). This essay approaches the early church from a different paradigm. Using theological analysis, the author concludes that although the early church contained elements of diversity, she exhibits significant unity. The Catholic Epistles (the letters of James, Peter, John, and Jude) are independent le
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
36

Prabowo, Prabowo. "Problematika Nomos Dan Hubungannya Dengan Kasih Karunia Dalam Surat Roma." Journal KERUSSO 5, no. 2 (2020): 75–93. http://dx.doi.org/10.33856/kerusso.v5i2.149.

Full text
Abstract:
It’s long time, churches debate on the application of the law to believers today. Some of the figures found grace is no longer relevant in the church. But some Christian leaders argue otherwise, saying that the law is still relevant and should be done. But, now a days many interpretations that are not right about Paul's theology on the application of the law in a period of grace. False interpretations of verses taken from Paul's letters caused God's people to be confused. Therefore, there is a need for proper interpretation through the process of exegesis of the Book of Romans 2-8, resulting i
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
37

Ohodo, Yohosua, and Roberth Ruland Marini. "Kualifikasi Pemimpin Jemaat Menurut 1 Timotius 3:1-7 bagi Gembala Sidang GPdI Wilayah Keerom Timur." KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta 3, no. 2 (2021): 117–31. http://dx.doi.org/10.47167/kharis.v3i2.53.

Full text
Abstract:
Paul has laid out clear qualifications regarding the things a church leader should have. Paul believes that the quality of church leaders who are developed seriously and responsibly in a person is something important and becomes a solid foundation for church leadership. The need for qualified church leaders is also felt to be very important for the Pentecostal Church in Indonesia in the East Keerom region, Papua. Therefore, a study is needed to determine the qualifications of church leaders according to 1 Timothy 3: 1-7. The method used in this research is qualitative with a descriptive analys
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
38

Magnis-Suseno, Franz. "Armada Riyanto, CM Katolisitas Dialogal: Ajaran Sosial Katolik Yogyakarta: P.T. Kanisius 2014, 328 hal." DISKURSUS - JURNAL FILSAFAT DAN TEOLOGI STF DRIYARKARA 17, no. 1 (2018): 137–39. http://dx.doi.org/10.36383/diskursus.v17i1.186.

Full text
Abstract:
Berikut ini diperkenalkan tiga buku yang ditulis oleh para dosen Sekolah Tinggi Filsafat dan Teologi Widya Sasana di Malang tentang bagaimana Gereja Katolik perlu menempatkan diri dalam ruang publik Indonesia.
 
 Fokus buku pertama, tulisan Prof. Dr. Armada Riyanto (2014), adalah ajaran sosial Gereja Katolik, jadi ajaran mengenai bagaimana Gereja Katolik memahami panggilannya dalam masyarakat yang sekaligus menjadi ruang publiknya. Sepintas alur buku ini dapat mem- bingungkan karena penulis suka melancong ke pelbagai bidang sam- pingan, apalagi ia tidak menjelaskan susunan bukunya. N
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
39

Sidharta, Juaniva, Ramot Simanjuntak, Nenny Anggraini, and Desideria Regina. "SOSIALISASI PENTINGNYA MANAJEMEN KEUANGAN UNTUK PELAKU UMKM JEMAAT GKP KLASIS JAKARTA DALAM MEMAJUKAN USAHANYA." JURNAL Comunità Servizio : Jurnal Terkait Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat, terkhusus bidang Teknologi, Kewirausahaan dan Sosial Kemasyarakatan 5, no. 1 (2023): 1124–32. http://dx.doi.org/10.33541/cs.v5i1.4626.

Full text
Abstract:
Peran Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dalam perekonomian Indonesia sangat penting dan merupakan pilar terpenting dalam peningkatan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Secara umum, khususnya dalam aspek keuangan, hanya sedikit UMKM yang mengalami perkembangan dalam kinerja keuangannya. Salah satu faktor yang menyebabkan hal tersebut terjadi adalah karena rendahnya kesadaran pelaku UMKM terhadap pentingnya pengelolaan keuangan. Pencatatan keuangan sangat penting bagi usaha apapun, namun pelaku UMKM sering mengabaikan hal tersebut, termasuk warga jemaat Gereja Kristen Pasundan (GKP) Klasis Jakarta s
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
40

Ridwan, Benny. "POTRET ORGANISASI KEAGAMAAN DAN RESPON TERHADAP DINAMIKA KEHIDUPAN KEBERAGAMAAN DI SALATIGA." INFERENSI 5, no. 1 (2016): 101. http://dx.doi.org/10.18326/infsl3.v5i1.101-120.

Full text
Abstract:
This research is expected to become contribution for development ofreligious social science. Practically, this research is expected can presentlessons learned for the partys (religious organization), for the agenda ofactivities advocate and empowering of society. This research is focusedat organizational portrait and his religion figure activities. This researchgive information of profile organizations of religion in Salatiga, responseand attitude to dynamics in multicultural society. This research donewith collectively by different researcher, also differ academic backgroundof him. Expected w
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
41

Payong, Marselus Ruben, Marianus Mantovanny Tapung, and Maksimus Regus. "MEMBANGUN KESADARAN KRITIS ORANG MUDA MANGGARAI DALAM MENANGGAPI FENOMENA BUNUH DIRI DENGAN PENDEKATAN CATEGORICAL GROUP GUIDANCE." Randang Tana - Jurnal Pengabdian Masyarakat 3, no. 3 (2020): 107–19. http://dx.doi.org/10.36928/jrt.v3i3.586.

Full text
Abstract:
Bunuh diri adalah fenomen yang mencemaskan masyarakat beberapa tahun terakhir di wilayah Manggarai Raya. Angka bunuh diri cenderung meningkat selama tiga tahun terakhir. Sebagai dosen di Universitas Katolik Indonesia St. Paulus, kami terpanggil menanggapi fenomena ini dengan melakukan kegiatan pengabdian masyarakat. Kegiatan ini menggunakan pendekatan bimbingan kelompok kategorial. Pendekatan ini dilaksanakan dengan bentuk ceramah, diskusi, curah pendapat, dan berbagi pengalaman. Bimbingan dilakukan pada komunitas-komunitas orang muda di asrama atau tempat tinggal. Dampak dari kegiatan ini ada
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
42

Magnis-Suseno, Franz. "Raymundus Sudhiarsa SVD, Paulinus Yan Olla, MSF (ed.) Menjadi Gereja Indonesia yang Gembira dan Berbelaskasih Dulu, Kini dan Esok Seri Filsafat Teologi Widya Sasana, Malang: STFT Widya Sasana 2015, 460 hal." DISKURSUS - JURNAL FILSAFAT DAN TEOLOGI STF DRIYARKARA 17, no. 1 (2018): 140–42. http://dx.doi.org/10.36383/diskursus.v17i1.187.

Full text
Abstract:
Buku kedua suntingan Raymundus Sudhiarsa dan Paulinus Yan Olla (2015) memuat duapuluh tulisan — sumbangan dosen-dosen STFT Widya Sasana pada hari Studi 2015 — yang berfokus pada dua dokumen tulisan kunci Paus Fransiskus: “Evangelii Gaudium” (2013) dan “Misericodiae Vultus” (2015). Hari Studi itu mengangkat pertanyaan bagaimana menjawab tantangan agar Gereja Indonesia menjadi “gem- bira dan berbelaskasih.” Tulisan-tulisan ini dibagi dalam empat kelom- pok: Tinjauan historis, tinjauan biblis, tinjauan filosofis dan sosio-kultural, dan tinjauan teologis-pastoral, disusul penutup. Saya membatasi d
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
43

Setiawan, Iwan. "PENDERITAAN MENURUT ROMA 8:18-25 DAN IMPLIKASINYA BAGI GEREJA TUHAN MASA KINI." Missio Ecclesiae 6, no. 2 (2017): 139–66. http://dx.doi.org/10.52157/me.v6i2.73.

Full text
Abstract:
Penderitaan adalah kata yang sering dihindari oleh manusia termasuk orang percaya. Selain itu situasi zaman sekarang yang semakin menekan umat manusia, seperti yang dikatakan Tuhan Yesus bahwa zaman akhir dunia ini ditandai bukan oleh perdamaian, melainkan oleh peperangan yang bertambah-tambah (Mat. 24:6). Banyak martir di negara-negara komunis yang menjadi korban kekerasan dan penindasan, yang mengakibatkan penderitaan. Mengenai Indonesia, meskipun bukan negara komunis atau negara terlarang untuk Injil, namun ratusan gereja telah dirusak dan dibakar, yang mengakibatkan korban yang cukup banya
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
44

Rusmanto, Ayub. "KRITERIA KEPENATUAAN MENURUT 1 TIMOTIUS 3:1-7 DAN RELEVANSINYA DENGAN PELAYANAN MASA KINI DI GEREJA SANTAPAN ROHANI INDONESIA." EKKLESIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani 3, no. 2 (2025): 91–105. https://doi.org/10.63576/ekklesia.v3i2.99.

Full text
Abstract:
Abstract: The dynamics of church ministry today show the phenomenon of the younger generation not being interested in becoming elders, due to the many rules and requirements. In this case, the researcher examines the criteria for eldership according to 1 Timothy 3: 1-7 and the relevance of the criteria to today's ministry which is still based on Biblical values. Researchers used an investigative descriptive qualitative approach to find understanding and meaning of views or perspectives on the criteria for proper eldership in the midst of Independent Congregations and in the Indonesian Spiritua
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
45

Sumual, Ivonne Sandra, Lois Hasudungan, Aldi Abdillah, and Ferdinand Edu. "Peran dan Kerjasama Gereja Bethel Indonesia Torsina dengan Pemerintah dalam Menyejahterakan Masyarakat di daerah Olafuliha’a, Pantai Baru, Rote Ndao: Implementasi Roma 13:1-7." LOGON ZOES: Jurnal Teologi, Sosial dan Budaya 4, no. 2 (2021): 89–107. http://dx.doi.org/10.53827/lz.v4i2.29.

Full text
Abstract:
Welfare is the main goal that must be achieved in a government system. The government is also said to be successful if there is equitable welfare and is felt by the people under its government. To achieve this goal, of course, the government cannot walk alone. There needs to be a synergy from all parties so that there must be involvement of all parts involved in a government system, one of which is the church. The church is not just a religious institution that carries out a service program for church members. Rather, more than that, the church must take real action in realizing prosperity for
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
46

Mamahit, Ferry Yefta. "Globalisasi, Gereja Injili dan Transformasi Sosial." Veritas : Jurnal Teologi dan Pelayanan 6, no. 2 (2005): 255–78. http://dx.doi.org/10.36421/veritas.v6i2.151.

Full text
Abstract:
Sebuah penelitian terhadap keprihatinan sosial gereja injili, khususnya terhadap masalah kemiskinan di dua kota besar Jakarta dan Bandung, mengungkapkan bahwa sekitar 20-27% dari seluruh responden telah mengalokasi dana untuk urusan sosial dan itu dilakukan 1-4 kali per tahun, dan kemungkinan hal itu dilakukan secara seremonial, maksudnya dilakukan pada saat perayaan-perayaan gerejawi seperti Paskah, Natal atau acara tertentu. Informasi ini mengisyaratkan betapa kurangnya tanggapan komunitas orang percaya terhadap masalah kemiskinan. Tindakan sosial belum menjadi sebuah “gaya hidup.” Di satu s
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
47

Alviana, Nona Novi, and Vincentius Ariandy Yovie Kristiyanto. "Pengaruh Pendalaman Iman Terhadap Keterlibatan Umat Dalam Perayaan Ekaristi di Lingkungan Santo Petrus Balikpapan." In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi 1, no. 7 (2022): 219–22. http://dx.doi.org/10.56393/intheos.v1i7.1180.

Full text
Abstract:
Pendalaman iman dewasa adalah upaya Gereja Katolik Indonesia untuk makin menumbuh-kembangkan anugerah iman yang telah kita terima dalam pembaptisan. Pendalaman iman merupakan komunikasi iman atau tukar menukar pengalaman iman antara anggota atau kelompok. Pendalaman iman memiliki hubungan batin dengan seluruh kegiatan liturgis dan sacramental. Pendalaman iman dalam liturgi adalah pendalaman iman yang dirayakan dalam litugi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendalaman iman litugi terhadap keterlibatan umat dalam perayaan ekaristi di Lingkungan Santo Petrus Paroki St.
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
48

Kristianto, Paulus Eko. "Resensi Buku: Inses, Seksualitas, dan Teologi: Menuju Teologi Tubuh Menurut Perspektif Teologi Feminis Lintas Agama di Indonesia." Aradha: Journal of Divinity, Peace and Conflict Studies 3, no. 2 (2024): 173–76. http://dx.doi.org/10.21460/aradha.2023.32.1006.

Full text
Abstract:
Buku ini lahir dari tesis yang penulis, Obertina Modesta Johanis, pendeta Gereja Kristen Pasundan, pertahankan di Sekolah Tinggi Filsafat Theologi (STFT) Jakarta. Buku ini dimaksudkan mengarah pada upaya untuk merespons realita inses secara teologis. Pertanyaan utamanya yaitu sejauh mana teologi tubuh dengan perspektif teologi feminis lintas agama dapat menjadi sumbangan dalam usaha penghapusan tindak kekerasan seksual (inses) terhadap (anak) perempuan, khususnya di Indonesia? (Johanis 2022, 5) Pertanyaan itu coba dijawab melalui bangunan teologi imajinatif yang dapat menolong (anak) perempuan
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
49

Kristiyanto, Eddy. "Julianus Mojau Meniadakan atau Merangkul?: Pergulatan Teologis Protestan dengan Islam Politik di Indonesia, Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2012, xxvi + 447 hlm." DISKURSUS - JURNAL FILSAFAT DAN TEOLOGI STF DRIYARKARA 12, no. 1 (2013): 143–50. http://dx.doi.org/10.36383/diskursus.v12i1.128.

Full text
Abstract:
Satu lagi, buku teologi (sosial) yang berbobot terbit! Berawal dari penelitian yang dimaksudkan untuk penyusunan disertasi pada The South East Asia Graduate School of Theology (SEAGST), 2004, Pendeta Gereja Masehi Injili di Halmahera, Julianus Mojau menyodorkannya kepada khalayak ramai di Indonesia.
 
 Argumen utama buku ini dapat diformulasikan dalam pertanyaan berikut ini: bagaimana model teologi sosial sebagaimana dihasilkan oleh tokoh-tokoh Kristen Protestan dan dokumen-dokumen yang meretas dari Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia selama kurun waktu tiga dasawarsa, konkretnya
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
50

Baskoro, Paulus Kunto, and Elkana Yudhistira. "Strategi Penginjilan Paulus di Efesus Berdasarkan Kitab Kisah Para Rasul 19-20 dan Implementasinya Pada Masyarakat Majemuk Masa Kini." Jurnal Teologi dan Pelayanan Kerusso 8, no. 2 (2023): 109–19. http://dx.doi.org/10.33856/kerusso.v8i2.316.

Full text
Abstract:
Ephesus was one of the significant and pivotal cities within the Roman Empire. A characteristic of a major urban center is the diverse social fabric it encompasses. The Apostle Paul, chosen as God's anointed messenger, achieved remarkable success in converting souls within this city, even establishing a congregation in Ephesus. In the pages of Acts 19 and 20, one can glean insights into the strategies employed by Paul in spreading the gospel throughout Ephesus, resulting in the conversion of many individuals to believe in Jesus and the establishment of the Ephesus church. The methodology emplo
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
We offer discounts on all premium plans for authors whose works are included in thematic literature selections. Contact us to get a unique promo code!