To see the other types of publications on this topic, follow the link: John Fiske.

Journal articles on the topic 'John Fiske'

Create a spot-on reference in APA, MLA, Chicago, Harvard, and other styles

Select a source type:

Consult the top 50 journal articles for your research on the topic 'John Fiske.'

Next to every source in the list of references, there is an 'Add to bibliography' button. Press on it, and we will generate automatically the bibliographic reference to the chosen work in the citation style you need: APA, MLA, Harvard, Chicago, Vancouver, etc.

You can also download the full text of the academic publication as pdf and read online its abstract whenever available in the metadata.

Browse journal articles on a wide variety of disciplines and organise your bibliography correctly.

1

CHIPTARIPTA, CHINANTYA. "REPRESENTASI PERAN AYAH DALAM FILM “MIRACLE IN CELL NO. 7 ” 2013 (ANALISIS SEMIOTIKA JOHN FISKE)." Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Communique 6, no. 1 (2023): 146–60. http://dx.doi.org/10.62144/jikq.v6i1.271.

Full text
Abstract:
Film merupakan sebagai media hiburan, informasi dan penyampaian pesan yang dapat memberikan pengaruh pada masyarakat merujuk pada isi pesan pada film ini. Film berjudul “Miracle in Cell No. 7 (2013)” termasuk film yang menggambarkan mengenai perjuangan ayah pada anaknya dengan rela berkorban untuk kebahagiaan anaknya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan representasi peran ayah dalam “Miracle in Cell No.7 (2013)” dengan menggunakan analisis semiotika John Fiske. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah semiotika John Fiske dengan menggunakan tiga level analisis
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
2

Hamamoto, Darrell Y. ": Television Culture . John Fiske." Film Quarterly 43, no. 3 (1990): 63. http://dx.doi.org/10.1525/fq.1990.43.3.04a00210.

Full text
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
3

Saum, Lewis O. "John Fiske and the West." Huntington Library Quarterly 48, no. 1 (1985): 47–68. http://dx.doi.org/10.2307/3817096.

Full text
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
4

Salsabilla, Nadifa Aprilia, Kusnarto Kusnarto, and Diana Amalia. "Pemaknaan Percaya Diri Penampilan dalam Iklan." JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan 6, no. 12 (2023): 10358–64. http://dx.doi.org/10.54371/jiip.v6i12.2954.

Full text
Abstract:
Fenomena standar kecantikan yang masih kental di Indonesia turur di konstruk media, salah satunya melalui iklan. Peneliti akan menganalisis iklan dengan menggunakan kajian semiotika John Fiske dan lima (5) aspek kepercayaan diri menurut Anthony. Iklan yang akan diteliti adalah iklan sampo Dove versi Rambutku Mahkotaku. Untuk mencapai tujuan penelitian, peneliti menggunakan paradigma konstruktivis, dengan pendekatan kualitatif dan analisis semiotika John Fiske berdasarkan level realitas yang menjelaskan penampilan model, level representasi dapat disebut dengan teknik pengambilan gambar, pencaha
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
5

Hamamoto, Darrell Y. "Review: Television Culture by John Fiske." Film Quarterly 43, no. 3 (1990): 63. http://dx.doi.org/10.2307/1212650.

Full text
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
6

Turner, Graeme. "John Fiske and the building of cultural studies." International Journal of Cultural Studies 25, no. 1 (2021): 3–13. http://dx.doi.org/10.1177/13678779211052607.

Full text
Abstract:
This article reflects on the career of cultural and media studies figure, John Fiske, from both a personal and a scholarly perspective. Fiske was an influential force within the development of cultural studies and television studies over the 1980s and 1990s, and a much-loved and respected teacher and mentor. He was also a controversial figure at times. Fiske was accused of cultural populism, of revisionism, and an unwarranted optimism about the political agency of media consumers. While this article does not take on such accusations in any detail, it sets out to demonstrate the importance of a
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
7

Marcellino, Bernhard Samuel, Seto Herwandito, and Sampoerno ,. "Representasi Kecanduan dalam Film No More Bets." Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Communique 7, no. 2 (2025): 296–304. https://doi.org/10.62144/jikq.v7i2.521.

Full text
Abstract:
Kecanduan adalah titik dimana seseorang atau kelompok kehilangan kontrol dalam diri nya. Sebab,kecanduan ini bisa terpengaruh dari lingkungan keluarga atau pun lingkungan sekitar tempat kita bermain. Salah satu film dari negara China yang berjudul No More Bets memberikan banyak sekali pesan didalamya ,diantaranya tentang Penipuan dan Judi. Gu Tianzhi adalah pelaku dan juga korban dari bahaya nya kecanduan ini,karena dengan kecanduan berjudi itu akan merelakan segala galanya untuk mendapatkan keuntungan yang cepat tanpa harus bekerja dengan giat. Peneliti menggunakan analisis semiotika John Fis
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
8

Yolanda, Putri, Leni Janati, and Ujiah Anugrah. "Representasi Kekerasan Seksual terhadap Tokoh Utama Perempuan dalam Film Penyalin Cahaya: Pendekatan Semiotika." Literature Research Journal 2, no. 2 (2024): 39–54. https://doi.org/10.51817/lrj.v2i2.893.

Full text
Abstract:
Fenomena dalam film Penyalin Cahaya yaitu salah satu film yang menunjukkan isu-isu terkini mengenai kekerasan seksual. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tanda atau simbol yang mencerminkan level realitas, representasi, dan ideologi kekerasan seksual terhadap tokoh utama perempuan dalam film Penyalin Cahaya. Metode deskriptif kualitatif dan pendekatan semiotika John Fiske sebagai metode penelitian. Data penelitian berupa tanda atau simbol yang menandakan kekerasan seksual berupa level realitas, representasi, dan ideologi. Analisis data terbagi menjadi tiga tingkatan yaitu tanda ata
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
9

Putri, Riza Helmi, Siti Nur Rosyidah, Ulfa Dwi Damayanti, and Mila Sari. "Representasi Profesional Public Relations pada Tokoh Bae Ta Mi dalam Drama Korea Search: WWW." Komunikasiana: Journal of Communication Studies 4, no. 2 (2022): 118. http://dx.doi.org/10.24014/kjcs.v4i2.21668.

Full text
Abstract:
Penelitian ini berfokus pada Representasi Profesional Public Relations Pada Tokoh Bae Ta Mi Dalam Drama Korea Search: WWW. Dengan tujuan penelitian untuk mengetahui representasi profesional Public Relations pada tokoh Bae Ta Mi dalam drama Korea Search:WWW dengan memanfaatkan sudut pandang kajian semiotika John Fiske. Hasil penelitian ini tokoh Bae Ta Mi memenuhi syarat profesional Public Relations dari ketiga level kajian semiotika John Fiske. Baik dari level realitas, representasi dan ideology. Tokoh Bae Ta Mi dapat merepresentasikan seorang profesional Public Relations. Dalam drama yang men
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
10

Mufida, Nabila Kholifatu, and Menul Teguh Riyanti. "REPRESENTASI NILAI BUDAYA DALAM IKLAN TELEVISI SIRUP MARJAN ‘PURBASARI DAN LUTUNG KASARUNG’ 2020." Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain 18, no. 2 (2022): 173–80. http://dx.doi.org/10.25105/dim.v18i2.9640.

Full text
Abstract:
Iklan sirup marjan telah melakukan salah satu upaya untuk mengangkat kearifkan lokal menjadi sebuah kreativitas, yang mendekonstruksi cerita rakyat sebagai daya tarik emosional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai budaya yang direpresentasikan di dalam iklan, serta bagaimana sisi kreativitas ini bisa menjadi salah satu hal yang menarik untuk dijadikan sebuah ide. Data dikumpulkan melalui observasi dan studi literatur. Metode yang digunakan ialah kualitatif deskriptif yang ditopang oleh teori John Fiske. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya representasi budaya yang t
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
11

Salas, Hagi Julio, and Tina Kartika. "REPRESENTASI IDENTITAS SANTRI (Analisis Semiotika Model John Fiske Dalam Film Cahaya Cinta Pesantren)." Al-Mishbah: Jurnal Ilmu Dakwah dan Komunikasi 16, no. 1 (2020): 57. http://dx.doi.org/10.24239/al-mishbah.vol16.iss1.179.

Full text
Abstract:
Film termasuk dalam media komunikasi massa elektronik yang dianggap mampu menjadi media efektif untuk membujuk dan mempersuasi khalayak luas. Film mempengaruhi khalayak melalui tanda-tanda yang dimuculkan dalam tayangan seperti yang terdapat dalam Film Cahaya Cinta Pesantren. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tanda-tanda yang merepresentasi identitas santri dalam film Cahaya Cinta Pesantren. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan analisis semiotika model John Fiske. Hasil penelitian ini adalah adanya representasi identitas santri yang digambarka
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
12

Pah, Trivosa, and Rini Darmastuti. "ANALISIS SEMIOTIKA JOHN FISKE DALAM TAYANGAN LENTERA INDONESIA EPISODE MEMBINA POTENSI PARA PENERUS BANGSA DI KEPULAUAN SULA." Communicare : Journal of Communication Studies 6, no. 1 (2019): 1. http://dx.doi.org/10.37535/101006120191.

Full text
Abstract:
Lentera Indonesia is one of the documentary programs by television station NET TV. This program displayed the story from the people who struggled to bring positive thinking and impact to the community. This program has a lot of signs and meanings. This article will be explained about Lentera Indonesia’s program edition “Building the potential of the nation’s next generation in Sula Island, North Maluku Province” which aired on May 6th, 2018 and is located in the village of Lekokadai, Sula Island, Nort Maluku Province. This article conducted to find out the meaning of this episode. This article
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
13

Syaifullah, Rafli Fahrezi. "Hubungan Ibu dan Anak dalam Film Turning Red." JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan 6, no. 9 (2023): 6629–37. http://dx.doi.org/10.54371/jiip.v6i9.2801.

Full text
Abstract:
Film Turning Red merupakan sebuah film yang mengangkat tentang tema hubungan ibu dan anak. Film Turning Red ini disutradari oleh Domee Shi dengan durasi 1 jam 40 menit. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui bagaimana hubungan ibu anak direpresentasikan dalam film Turning Red. Menggunakan metode penelitian dengan pendekatan kualitatif deskriptif dan memilih metode analisis semiotika John Fiske untuk membedah kode-kode dan arti mendalam dalam film. Dari hasil penelitian, ditemukan berbagai penggambaran tentang hubungan ibu dan anak yang ada pada film Turning Red. Selain itu juga terdap
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
14

Suhada, Siti, Royanti Royanti, and Rini Lestari. "ANALISIS SEMIOTIKA DALAM MEMPRESENTASIKAN BUDAYA PERNIKAHAN DINI PADA FILM “YUNI”." Journal of Sustainable Transformation 1, no. 2 (2023): 68–79. http://dx.doi.org/10.59310/jst.v1i2.22.

Full text
Abstract:
Film Yuni mengangkat cerita kehidupan remaja yang duduk di bangku SMA di Serang Banten, yang menyuguhkan kondisi masyarakat yang melakukan pernikahan dini, dan faktor yang melatarbelakangi salah satunya adalah pengaruh sosial budaya. Penelitian ini bertujuan mengetahui isu-isu pernikahan dini serta melihat potret dampak buruknya perihal pernikahan dini yang diwakili oleh film Yuni dilihat dari tingkatan realitas, representasi, dan ideologi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang dianalisis menggunankan analisis semiotika John Fiske. Subjek dan objek dalam penelitian adalah observasi
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
15

Fikri, Fikri, Dyta Septiyatik, La Ode Andri, and Mudhiah Umamah. "Da’wah values in the opening ceremony video of the World Cup Qatar 2022 (A John Fiske’s semiotic analysis)." Islamic Communication Journal 8, no. 1 (2023): 115–32. http://dx.doi.org/10.21580/icj.2023.8.1.14143.

Full text
Abstract:
This study aims to identify the three levels of semiotics based on John Fiske's semiotic theory and to explain da'wah values in the opening video of the Qatar 2022 World Cup. This study uses a descriptive method with an interpretive qualitative research data approach. The data were collected by watching the video and taking screenshots. The data were categorized and analyzed based on John Fiske's semiotic theory. The results show that there are da'wah values including faith, sharia, and morals. In addition, the three levels of signs conveyed by John Fiske are reflected in the costumes of actor
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
16

Yana Priana, Irwanto, and Panji Suratriadi. "Analisis Semiotika John Fiske dalam Film Just Mom." Tamilis Synex: Multidimensional Collaboration 3, no. 1 (2025): 36–48. https://doi.org/10.70610/tls.v3i1.752.

Full text
Abstract:
This family genre film tells the story of the old age of a mother named Siti (Christine Hakim), who feels lonely, because her children are busy with their own affairs. Plus, Siti's body was weakening because she was suffering from cancer. In the midst of longing for her children, Siti takes care of a homeless person named Murni (Ayu Shita) who suffers from ODGJ and is heavily pregnant. His presence made Siti's days more colorful. The film Just Mom shows that work born from the heart will be conveyed to the heart by the unrequited love a mother has for her children. And from humanizing a mother
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
17

Fiske, John. "Betydningsfulde øjeblikke - med modtageren i centrum." MedieKultur: Journal of media and communication research 8, no. 17 (1992): 7. http://dx.doi.org/10.7146/mediekultur.v8i17.911.

Full text
Abstract:
TV2 har fra starten positioneret sig som en modtagerorienteret kanal. I modsætning til DR-TV, hvor afsenderens hensigter (opdragelse, oplysning, demokratisk debat) har været styrende for programpolitik- ken. Når afsenderhensigten bliver det overordnede i kommunikations- processen, kaldes det af mange bedreviden, formynderi eller skole- lærer TV. Den historiske forankring for sådanne programopfattelser har været diskuteret af Ib Bondebjerg i MedieKultur nr.14 og af Henrik Dahl i nr. 15. I konkurrencen med TV2 er DR-TV på vej væk fra sine rødder i bor- gerlige dannelsesidealer, forestillingen so
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
18

Bernicka, Adissa Mutiara. "Analisis Semiotika John Fiske Mengenai Perspektif Kekerasan Pada Series Katarsis." JIKA (Jurnal Ilmu Komunikasi Andalan) 6, no. 2 (2023): 133–44. http://dx.doi.org/10.31949/jika.v6i2.6783.

Full text
Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis series "Katarsis" dengan menggunakan metode penelitian kualitatif yang mengadopsi model semiotika John Fiske. Fokus utama penelitian adalah untuk memahami representasi kekerasan, khususnya kekerasan fisik, dalam series ini melalui dimensi realitas, representasi, dan ideologis. Dalam proses analisis, data diperoleh dari pengamatan adegan-adegan dalam series, termasuk tata rias karakter, representasi visual, dialog, teknik semiotika, serta kode-kode semiotik yang digunakan dalam media. Dengan menggunakan kerangka kerja semiotika John Fiske, penelitian
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
19

Burhan Fauzan and Ferry Darmawan. "Analisis Semiotika Pesan Moral pada Film Free Guy." Bandung Conference Series: Communication Management 4, no. 2 (2024): 847–54. http://dx.doi.org/10.29313/bcscm.v4i2.15445.

Full text
Abstract:
Abstract. As mass media, film is a means of education which contains the moral values of society. Films also function as conveying moral messages, information, history and solutions to problems developing in society. This research aims to reveal the moral message contained in the film Free Guy thoroughly and in depth. This research uses a qualitative research method with John Fiske's semiotic analysis approach. This type of research aims to determine the television codes of each scene that contains a moral message in the film Free Guy. Then the data was analyzed using The Codes of Television t
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
20

Hanifah, Wanda, and Moh Atikurrahman. "CATCALLING SEBAGAI BENTUK PELECEHAN VERBAL DALAM FILM DEAR DAVID: PENELITIAN SEMIOTIKA JOHN FISKE." Pena Literasi 6, no. 2 (2023): 132. http://dx.doi.org/10.24853/pl.6.2.132-140.

Full text
Abstract:
AbstrakMeski membawa dampak buruk bagi mentalitas seseorang, nyatanya pelaku pelecehan seksual makin merajalela. Alih-alih memikirkan kondisi korban yang amat terpuruk dengan beberapa kemungkinan bisa saja terjadi: trauma, introver bahkan bunuh diri. Artikel ini membahas fenomena catcalling dalam Dear David yang mengangkat isu orientasi seksual tiga remaja sekolah. Peran usia remaja mendominasi adanya berbagai tindakan seksual serta pengeksplorannya. Dalam perkembangannya, film juga menjadi cermin realita kehidupan bermasyarakat seperti Dear David memberikan wajah bahwa pelecehan tidak hanya b
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
21

Haryanto, Fahreza Adnan Nufa, and Noveri Faikar Urfan. "Representasi Peran Ayah Dalam Film Gara-Gara Warisan (Analisis Semiotika John Fiske)." Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Communique 7, no. 1 (2024): 103–15. https://doi.org/10.62144/jikq.v7i1.386.

Full text
Abstract:
Film merupakan salah satu media yang digunakan untuk menyampaikan informasi, edukasi, serta sosialisasi. Gara-Gara Warisan merupakan salah satu film dengan tema keluarga. Pada film bertema keluarga tersebut, tidak terlepas dari peran seorang ayah dalam mengatasi konflik dan membina keluarganya. Peran ayah dalam memberi kasih sayang keluarganya terkadang masih dianggap sebagai nomor dua dibandingkan ibu. Peran ayah dalam keluarga juga tidak terlepas dari budaya patriarki yang masih melekat di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui representasi peran ayah dalam film Gara-G
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
22

Ibad, M. Nashoihul. "Pesan Dakwah Islam Analisis Semiotika (Studi Kasus Instagram @Mahakaryaanakbangsa)." Wasilatuna: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam 3, no. 2 (2020): 68–86. http://dx.doi.org/10.38073/wasilatuna.v3i2.371.

Full text
Abstract:
Latar belakang penelitian ini diawali dengan melihat aktivitas dakwah dalam dunia media baru di internet khususnya pada akun instagram @mahakaryaanakbangsa.id. Dakwah merupakan aktivitas komunikasi massa yang dilakukan di publik untuk menyampaikan nilai -nilai keislaman menuju kebaikan. Penggunaan media baru saat ini sangat bermanfaat dalam pengembangan dakwah. Kini media baru menjadi sebuah jembatan yang baru dan menjadi jalan percepatan dalam berdakwah. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai arti pesan dakwah dalam level realitias, level representative dan level ideologi
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
23

Priatna, Priatna, Romi Syahril, and Azhar Hutomo. "KONSTRUKSI MAKNA PEMUDA PADA KEPEMIMPINAN SULTAN AL FATIH DALAM FILM BATTLE OF EMPIRES FETIH 1453 (Analisis Semiotika John Fiske)." Akrab Juara : Jurnal Ilmu-ilmu Sosial 6, no. 3 (2021): 98. http://dx.doi.org/10.58487/akrabjuara.v6i3.1550.

Full text
Abstract:
Banyak orang menganggap seorang pemuda belum layak menjadi pemimpin sekelas kepala negara atau raja. Keraguan dan ketidakpercayaan muncul dibenak rakyatnya karena dirasa belum memiliki pengalaman. Anggapan tersebut bagi sosok Sultan Al Fatih atau dikenal sebagai Mehmed II tidak berlaku. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Konstruksi makna pemuda pada kepemimpinan Sultan Al Fatih di film Battle of Empires Fetih 1453. Menggunakan metode Analisis Semiotika John Fiske penelitian ini memakai kode-kode sosial John Fiske yakni Level Realitas, Level Representasi dan Level Ideologi. Hasil penelit
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
24

Putra, Jaga Mitri Salhi, and Heri Supriyanto. "PLURALISME DALAM FILM MERAH PUTIH III." Jurnal Kaganga: Jurnal Ilmiah Sosial dan Humaniora 4, no. 2 (2020): 76–82. http://dx.doi.org/10.33369/jkaganga.4.2.76-82.

Full text
Abstract:
Penelitian ini untuk mengetahui bagaimana Pluralisme ditampilkan dalam Film Merah Putih III. Untuk mengungkap permasalahan tersebut secara menyeluruh dan mendalam, peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dengan memakai teori John Fiske yang berfokus dengan 3 elemen yaitu realitas, representamen, ideologi. digunakan untuk memberikan gambaran dan makna mengenai representasi Pluralisme dalam film Merah Putih III. Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa, 1. Film Merah Putih III mengangkat tentang rasa nasionalisme, film yang sangat kental akan pluralitas dalam setiap karakter atau peno
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
25

Bastiar, Dian. "REPRESENTASI DISKRIMINASI TERHADAP PENYANDANG DISABILITAS DALAM FILM WIDYA, JEMARI JIWAKU MENARI." KOMUNIKA 9, no. 2 (2022): 12–26. http://dx.doi.org/10.22236/komunika.v9i2.9116.

Full text
Abstract:
Hingga saat ini film dokumenter yang mengisahkan hidup penyandang disabilitas masih sangat jarang. Karena itu film Widya, Jemari Jiwaku Menari (Widya JJM) menjadi film yang tergolong langka. Artikel ini mengkaji tentang representasi diskriminasi terhadap anak perempuan penyandang disabilitas tuli. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Teori yang digunakan adalah semiotika model John Fiske. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan studi pustaka. Analisis data dilakukan dengan analisis semiotika John Fiske. Hasil analisis menunjukka
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
26

Pinontoan, Nexen Alexandre. "Representasi Patriotisme Pada Film Soegija (Analisis Semiotika John Fiske)." Avant Garde 8, no. 2 (2020): 191. http://dx.doi.org/10.36080/ag.v8i2.1226.

Full text
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
27

Tjhen, Chealsie Alicia, and Cendera Rizky Anugrah Bangun. "REPRESENTASI KONSEP DIRI SEORANG TRANSSEKSUAL DALAM FILM THE DANISH GIRL." Metacommunication; Journal of Communication Studies 7, no. 1 (2022): 68. http://dx.doi.org/10.20527/mc.v7i1.11409.

Full text
Abstract:
Film has a role as a representation to reflect and reality in society. One of these realities is the transsexual phenomenon and the self concept that transsexual people themselves go through. Self concept can be defined as people’s image of themselves. In this study, the researcher wanted to see the self concept of being transsexual in the film The Danish Girl. The approach used is qualitative, Media Text Analysis (MTA), with the John Fiske semiotic method and the constructivist paradigm, also the Queer ideology. In analyzing the representation of self concept in being a transsexual person, th
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
28

Mufidah, Salsabil Al. "Representasi Nilai Keluarga dalam Film Avatar: The Way of Water." JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan 6, no. 10 (2023): 8381–87. http://dx.doi.org/10.54371/jiip.v6i10.3095.

Full text
Abstract:
Penelitian ini mengkaji “Representasi Nilai Keluarga dalam Film Avatar: The Way of Water”, yang dilakukan dengan menggunakan metode penelitian semiotika John Fiske. Film Avatar: The Way of Water merupakan sequel dari Avatar (2009). Film buatan James Cameron ini berhasil meraih banyak prestasi, salah satunya adalah menempati posisi ke-3 di Box Office Dunia. Dalam film ini, James Cameron mengkombinasikan genre science fiction dengan tema keluarga. Hasil penelitian memperoleh tiga adegan yang diambil sebagai sampel representasi nilai keluarga kebersamaan, stabilitas, dan loyalitas seperti yang di
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
29

Wijayanti, Shanti. "Representasi Dakwah melalui Perjuangan Perempuan pada Novel Laut Bercerita Karya Leila S. Chudori." Journal of Islamic Communication Studies 2, no. 2 (2024): 78–90. https://doi.org/10.15642/jicos.2024.2.2.78-90.

Full text
Abstract:
Penelitian ini membahas tentang tokoh Kasih Kinanti dalam novel Laut Bercerita karya Leila S. Chudori yang menjadi bentuk representasi dakwah melalui perjuangan perempuan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan memahami tanda verbal dan konotatif, realitas, ideologi, dan representasi dakwah melalui perjuangan perempuan pada tokoh Kasih Kinanti di novel Laut Bercerita. Metode penelitian ini menggunakan analisis semiotik model John Fiske yang memiliki tiga level dalam merepresentasikan sesuatu, yaitu level ideologi, level representasi, dan level realitas. Hasil dalam penelitian ini di
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
30

Pratama, Adhitiya Prasta. "SEMIOTIKA FISKE TERHADAP IDEOLOGI PATRIOTISME FILM "GUNDALA"." JADECS (Journal of Art, Design, Art Education & Cultural Studies) 7, no. 1 (2022): 38. http://dx.doi.org/10.17977/um037v7i12022p38-51.

Full text
Abstract:
This writing aims to reveal the ideology of patriotism in the film Gundala. Namely, when today's film can be reached as a social practice and a medium of mass communication. The problem that is focused on is understanding the signs, meanings, and codes contained in the film's scenes. This paper also describes the history of film in Indonesia and its practice. In order to explore the study of signs and codes in films, this paper uses John Fiske's semiotic unit analysis, namely through the stages of reality, representation, and ideology. The data obtained through search searches, which are sourc
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
31

Pratama, Adhitiya Prasta. "SEMIOTIKA FISKE TERHADAP IDEOLOGI PATRIOTISME FILM "GUNDALA"." JADECS (Journal of Art, Design, Art Education & Cultural Studies) 7, no. 1 (2022): 38. http://dx.doi.org/10.17977/um037v7i12022p38-51.

Full text
Abstract:
This writing aims to reveal the ideology of patriotism in the film Gundala. Namely, when today's film can be reached as a social practice and a medium of mass communication. The problem that is focused on is understanding the signs, meanings, and codes contained in the film's scenes. This paper also describes the history of film in Indonesia and its practice. In order to explore the study of signs and codes in films, this paper uses John Fiske's semiotic unit analysis, namely through the stages of reality, representation, and ideology. The data obtained through search searches, which are sourc
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
32

Sholihah, Alvia Mustafidatus, and Jauharoti Alfin. "Kehidupan di Balik Tembok Keraton: Representasi Gaya Hidup Abdi Dalem dalam Film Marak Tinjauan Semiotika John Fiske." Nusa: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra 18, no. 2 (2023): 16–31. http://dx.doi.org/10.14710/nusa.18.2.16-31.

Full text
Abstract:
Film merupakan salah satu media yang berpengaruh dalam pola pikir dan kehidupan masyarakat terutama berkenaan dengan pengetahuan kebudayaan. Banyak sineas Indonesia yang mengangkat film pendek tentang budaya Jawa untuk mendapatkan makna dan pesan di dalam film. Hal ini bertujuan agar masyarakat dapat menyerap pengetahuan dari penciptaan film pendek sehingga penonton tidak cepat bosan karena durasi yang singkat. Salah satu film pendek yang dijadikan objek penelitian ini adalah film Marak: Mresani Panji Sekar (2020). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebiasaan dan gaya hidup para abdi da
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
33

Prasetyo, Diky Rizky, and Ertika Nanda. "Representasi Liberalisme dalam Film Gran Turismo (Analisis Semiotika John Fiske)." Jurnal Indonesia : Manajemen Informatika dan Komunikasi 6, no. 1 (2025): 152–60. https://doi.org/10.35870/jimik.v6i1.1135.

Full text
Abstract:
The research aims to understand how the representation of struggle is depicted through the journey faced by the main character in the film Gran Turismo. This research employs a qualitative method with a descriptive approach, as well as a semiotic analysis method by John Fiske using his Three Codes of Television, which divides social codes into three levels: the level of reality, the level of representation, and the level of ideology. Data collection was conducted through non-participant observation, with documentation in the form of screen captures. The results of this research include analyse
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
34

Rohman, Angga Nur, Dicky Nur Rahman, and Luluk Fikri Zuhriyah. "Pesan Dakwah pada Akun Instagram @angger_sy Analisis: Semiotika John Fiske." Journal of Islamic Communication Studies 1, no. 1 (2023): 80–98. https://doi.org/10.15642/jicos.2023.1.1.80-98.

Full text
Abstract:
Penelitian ini dilakukan atas dasar fenomena aktivitas dakwah pada akun Instagram @angger_sy. Dakwah merupakan aktivitas komunikasi yang dilakukan di publik untuk menyampaikan nilai-nilai keislaman menuju kebaikan. Penggunaan Instagram saat ini sangat bermanfaat dalam pengembangan dakwah. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai arti pesan dakwah dalam level realitias, level representasi dan level ideologi di postingan Instagram @angger_sy. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan strategi desain teori semiotika John Fiske. Pengumpulan
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
35

Rahman, Agung Hidayatu, and Indah Wenerda. "Representasi Ideologi Patriarki Dalam Film Sabtu Bersama Bapak (Analisis Semiotika John Fiske)." COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat 4, no. 10 (2025): 3522–28. https://doi.org/10.59141/comserva.v4i10.2969.

Full text
Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi ideologi patriarki dalam film Sabtu Bersama Bapak melalui pendekatan semiotika John Fiske. Film ini, yang diadaptasi dari novel karya Adhitya Mulya, menampilkan narasi hubungan keluarga yang sarat dengan nilai-nilai budaya patriarki. Pendekatan semiotika John Fiske digunakan untuk menguraikan lapisan makna dalam representasi visual dan naratif, meliputi level realitas, representasi, dan ideologi. Penelitian ini mengungkapkan bahwa film tersebut merefleksikan nilai-nilai patriarki melalui penggambaran figur ayah sebagai pusat otoritas kel
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
36

Rizki, Wahyu Pratama, and Aulia Rahmawati. "Analisis Semiotika John Fiske Mengenai Aging Masculinity pada Film Sejuta Sayang Untuknya." Da'watuna: Journal of Communication and Islamic Broadcasting 3, no. 4 (2023): 1411–28. http://dx.doi.org/10.47467/dawatuna.v3i4.3200.

Full text
Abstract:

 The aging process always happens to men or women regardless of sex or gender. One of the things that is always attached and related to gender is masculinity. The definition of masculinity is a culturally influenced social thought and practice about how to shape male traits. The hegemony of masculinity that is dominated by young men causes masculinity in older men to be considered demasculinized or the loss of masculinity. The depiction of aging masculinity in Indonesian film media has recently dared to break the stigma of masculinity dominated by young men. One of the Indonesian films,
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
37

Novariano, Alvian, and Sapto Hudoyo. "REPRESENTASI PERSAHABATAN DALAM FILM “THE GUYS” (Analisis Semiotika Model John Fiske)." Sanggitarupa 3, no. 1 (2023): 69–83. http://dx.doi.org/10.33153/sanggitarupa.v3i1.5159.

Full text
Abstract:
Mengkaji representasi persahabatan empat orang geng The Guys. Analisis model John Fiske yang dikenal sebagai kode-kode televisi yang dimana terbagi menjadi tiga level, level realita, level representasi dan level ideologi. Sisi persahabatan mengambil nilai dan fungsi persahabatan dari buku miliki DeVito dan Santrock. Metode analisis yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan Purposive Sampling. Hasil penelitian nilai dan fungsi dari persahabatan yaitu perbandingan sosial, keamanan, dukungan fisik, kebermanfaatan, dorongan, dukungan ego, penguatan dan intimasi atau afeksi.
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
38

Faza, Naufan Haidar, and Dewi K. Soedarsono. "KOMUNIKASI KELUARGA: REPRESENTASINYA DALAM FILM NANTI KITA CERITA TENTANG HARI INI." Medium 10, no. 1 (2022): 54–68. http://dx.doi.org/10.25299/medium.2022.vol10(1).9042.

Full text
Abstract:
Salah satu film yang dirilis pada tahun 2020 adalah film yang berjudul “Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini”. Film fiksi yang disutradarai oleh Angga Dwimas Sasongko ini bercerita mengenai keluarga yang terdapat rahasia dan trauma berat yang terkubur. Keluarga tersebut terdiri dari sepasang ayah dan ibu bernama Narendra dan Ajeng memiliki tiga anak bernama Angkasa, Aurora, dan Awan. Komunikasi keluarga adalah salah satu cara agar terjadinya proses komunikasi antar keluarga. Maka dari itu, pembahasan mengenai komunikasi keluarga dalam film ini sangat penting karena fokus utama dalam film tersebu
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
39

Mariza, Khairunnisa, Irwanto Irwanto, and Laurensia Retno Hariatiningsih. "Representasi Pesan Moral Pada Film Rumah Masa Depan." Jurnal Media Penyiaran 4, no. 2 (2025): 8–15. https://doi.org/10.31294/jmp.v4i2.7483.

Full text
Abstract:
Film merupakan audio visual dan juga media komunikasi yang cukup terkenal dijaman sekarang, serta film telah menjadi salah satu media komunikasi yang cukup berpengaruh dalam masyarakat. Film dapat mempengaruhi pandangan dan sikap penonton terhadap berbagai isu moral. Pesan moral yang terdapat dalam film tidak hanya mencerminkan pandangan pembuat film tetapi dapat mempengaruhi dan membentuk nilai masyarakat. Film yang kaya akan pesan moral dapat digunakan sebagai media pendidikan, pembentuk karakter, dan refleksi sosial. Karena film dapat membangkitkan emosi ataupun mempengaruhi tindakan penont
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
40

Aldatya Prakoso, Geraldo, Ester Krisnawati, and Seto Herwandito. "REPRESENTASI KASIH SAYANG ANAK KEPADA ORANG TUA BERDASARKAN FILM PERTARUHAN." Jurnal Impresi Indonesia 2, no. 7 (2023): 636–50. http://dx.doi.org/10.58344/jii.v2i7.3291.

Full text
Abstract:
Keluarga adalah beberapa orang yang bertempat tinggal di tempat yang sama dan juga hidup bersama yang didalamnya dapat merasakan adanya kasih sayang yang juga memperhatikan, memperdulikan dan mempengaruhi satu sama lain. Kasih sayang pertama kali muncul dari sebuah keluarga yang berasal dari kasih orang tua kepada anaknya. Namun, sebagian besar dari kita tidak melihat dari sudut pandang sebaliknya yaitu kasih sayang anak kepada orang tuanya. Berdasarkan dari paparan film Pertaruhan yang menceritakan bentuk kasih sayang anak kepada orang tua maka, penelitian ini dibuat dengan tujuan untuk melih
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
41

Jordi, Nuraida, and Muhammad Hamandia. "Analisis Semiotika Pola Komunikasi Kelompok Dalam Film “13 Boom Di Jakarta”." Jurnal Desain Komunikasi Visual 2, no. 1 (2025): 11. https://doi.org/10.47134/dkv.v2i1.3815.

Full text
Abstract:
Penelitian ini berjudul "Analisis Semiotika Pola Komunikasi Kelompok Dalam Film 13 Boom di Jakarta" dengan menggunakan pendekatan teori semiotika John Fiske. Film ini mengisahkan sekelompok teroris yang ingin meledakkan 13 boom di seluruh kota Jakarta dengan alasan ingin menguasai kota Jakarta, namun aksi mereka berhasil dihentikan oleh kelompok badan terorisme Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana tanda-tanda, simbol-simbol, dan elemen naratif dalam film berkontribusi pada pembentukan makna komunikasi antar karakter dalam konteks kelompok. Penelitian ini menggunakan met
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
42

Hendrawan, Bagus, and Sapto Hudoyo. "REPRESENTASI PESAN MORAL PADA FILM “ANAK GARUDA” (Analisis Semiotika John Fiske)." JURNAL PAKARENA 9, no. 1 (2024): 79. https://doi.org/10.26858/p.v9i1.46819.

Full text
Abstract:
Anak Garuda is a fictional movie that contains many moral values. The purpose of this research is to describe the representation of moral messages in Anak Garuda by using John Fiske's Semiotic analysis through three levels of approach, namely reality, representation, and ideology. The analysis method used is qualitative research based on the stages of Jane Stokes' Semiotic analysis. The results of this study are moral values towards God Almighty, moral values towards oneself, and moral values towards relationships with others.
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
43

Ariffananda, Nezar, and Dimas Satrio Wijaksono. "Representasi Peran Ayah dalam Film Ngeri-Ngeri Sedap (Analisis Semiotika John Fiske)." ANDHARUPA: Jurnal Desain Komunikasi Visual & Multimedia 9, no. 02 (2023): 223–43. http://dx.doi.org/10.33633/andharupa.v9i02.7887.

Full text
Abstract:
AbstrakPeran ayah di dalam sebuah keluarga merupakan sosok yang paling mendominasi karena memiliki tanggung jawab besar sebagai pemimpin keluarga. Hal tersebut merupakan kondisi sosial yang disebut budaya patriarki dimana kepemimpinan serta otoritas tertinggi dipegang dan didominasi oleh kaum laki-laki. Film Ngeri-Ngeri Sedap ini dibangun berdasarkan tropes orang Batak di dalam film yang sering menjadikan peran ayah sebagai penggerak cerita sekaligus sumber konflik di dalam keluarga. Berdasarkan fenomena tersebut, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana representasi peran ayah dala
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
44

Harp, Gillis J. "“The Church of Humanity”: New York's Worshipping Positivists." Church History 60, no. 4 (1991): 508–23. http://dx.doi.org/10.2307/3169031.

Full text
Abstract:
The philosophy of Auguste Comte changed irrevocably the intellectual contours of nineteenth-century Europe. In the Anglo-American world, John Stuart Mill was profoundly influenced by Comte's magisterial Cours de philosophie positive (1830–1842) and Mill's work became an important conduit through which Americans such as John Fiske, Lester F. Ward and Henry Adams encountered positivism. Comte's controversial later work (especially the Systéme de politique positive [1851–1854]) was also significant, although Mill and others became harsh critics of the so-called ‘second system.’ English admirers o
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
45

Efendi, Alreyhan Dafarrel, and Lisa Mardiana. "Representasi Akidah, Syariah dan Akhlak dalam Film Makmum (Analisis Semiotika John Fiske)." Journal of Innovative and Creativity (Joecy) 5, no. 2 (2025): 11154–68. https://doi.org/10.31004/joecy.v5i2.1833.

Full text
Abstract:
Penggunaan platform digital menjadi strategi yang penting bagi berbagai organisasi dakwah untuk menyebarkan pesan-pesan dakwah mereka. Fenomena berkembangnya film horor religi di Indonesia menjadi menarik untuk diteliti, salah satunya melalui film Makmum (2019) yang tidak hanya menyajikan cerita menegangkan, tetapi juga memuat nilai-nilai keislaman yang terselip dalam alur naratif dan visualnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana representasi nilai-nilai Islam—meliputi akidah, syariah, dan akhlak—dikonstruksi dalam film tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah \ kua
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
46

Naldi, Olivya, and Catur Nugroho. "Konstruksi Feminisme dalam Film Nada untuk Asa (Analisis Semiotika John Fiske)." Jurnal Inovasi dan Kreativitas (JIKa) 1, no. 1 (2021): 49–54. http://dx.doi.org/10.30656/jika.v1i1.3033.

Full text
Abstract:
Masalah: Tokoh-tokoh di dalam film Nada untuk Asa mengalami ketidakadilan pada perempuan. Perempuan yang ditolak, dan tidak diharapkan, seperti yang ada di dalam feminisme postmodern.
 Tujuan: Mengetahui dan menganalisis bagaimana konstruksi feminisme pada level realitas, level representasi dan level ideologi pada film Nada untuk Asa.
 Metodologi: Penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif dan menggunakan semiotika John Fiske dengan tiga tahapan level, yaitu level realitas dengan aspek ucapan, lingkungan dan ekspresi; level representasi dengan aspek tata kamera; dan level id
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
47

Rachma, Fatima Meutia, and Himmatul Ulya. "Representasi Male Gaze dalam Film Biografi ‘Lovelace’ (Analisis Semiotika John Fiske)." Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummanioramaniora 5, no. 2 (2021): 384. http://dx.doi.org/10.31604/jim.v5i2.2021.384-394.

Full text
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
48

Kamil, Aulia, and Ainur Rochmaniah. "REPRESENTASI FEMINISME DALAM FILM ENOLA HOLMES 2 (ANALISIS SEMIOTIKA JOHN FISKE)." Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP) 13, no. 1 (2024): 26–37. http://dx.doi.org/10.33366/jisip.v13i1.2711.

Full text
Abstract:
Film berperan sebagai alat komunikasi massa yang berfungsi mempengaruhi penonton berdasarkan isi pesan yang terkandung didalamnya. Banyak media bermunculan dengan subjek perempuan, membahas isu dan orientasi seksual dalam berbagai divisi. Tak terkecuali dunia perfilman, isu feminisme menjadi salah satu genre dalam “Enola Holmes 2”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana representasi feminisme yang ditampilkan dalam film Enola Holmes 2. Untuk mencapai tujuan tersebut, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan analisis semiotik dari John Fiske berdasarkan kode-ko
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
49

Donald, J. "Robert C. Allen ed., Channels of Discourse; John Fiske, Television Culture." Screen 31, no. 1 (1990): 113–18. http://dx.doi.org/10.1093/screen/31.1.113.

Full text
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
50

Yana Azli Harahap, Nova, Nursapia Harahap, and Syahrul Abidin. "ANALISIS SEMIOTIKA JOHN FISKE DALAM KETIDAKSETARAAN GENDER PADA FILM DANGAL 2016." SIBATIK JOURNAL: Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, dan Pendidikan 2, no. 4 (2023): 1117–26. http://dx.doi.org/10.54443/sibatik.v2i4.725.

Full text
Abstract:
This study aims to find out how the representation gender inequality is represented and understand the meaning of the sign of the level of reality, representation, and gender ideology contained in the Dangal film. The theory which was used to explore this research is the theory of construction or injustice gender. The object of this research is the film Dangal 2016 which has a duration of 2 hours 41 minutes. The method used in this research is a qualitative method descriptive paradigm using John Fiske's semiotic analysis technique. Based on the results of the research studied by researchers in
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
We offer discounts on all premium plans for authors whose works are included in thematic literature selections. Contact us to get a unique promo code!