To see the other types of publications on this topic, follow the link: Kristus.

Journal articles on the topic 'Kristus'

Create a spot-on reference in APA, MLA, Chicago, Harvard, and other styles

Select a source type:

Consult the top 50 journal articles for your research on the topic 'Kristus.'

Next to every source in the list of references, there is an 'Add to bibliography' button. Press on it, and we will generate automatically the bibliographic reference to the chosen work in the citation style you need: APA, MLA, Harvard, Chicago, Vancouver, etc.

You can also download the full text of the academic publication as pdf and read online its abstract whenever available in the metadata.

Browse journal articles on a wide variety of disciplines and organise your bibliography correctly.

1

Nggebu, Sostenis. "KEUNIKAN KRISTUS DALAM PANDANGAN STEPHEN TONG." JURNAL LUXNOS 9, no. 1 (2023): 73–95. http://dx.doi.org/10.47304/jl.v9i1.312.

Full text
Abstract:
Problem dari artikel ini pentingnya mengenali keunikan Kristus dalam pemikiran Stephen Tong. Sebagai tokoh intelektual Kristen nasional, Tong telah berkeliling ke berbagai penjuru dunia guna memberitakan keunikan Kristus yang diimaninya. Baginya, banyak orang Kristen membutuhkan pengajaran yang benar tentang Kristus. Tujuan pembahasan ini mengarah pada deskripsi pokok-pokok pemikiran Tong tentang keunikan Kristus. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode fenomenalogis. Hasilnya, menunjukkan bahwa pemikiran Tong tentang keunikan Kristus mengakar kuat pada teologi reformed. Keyak
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
2

Nggebu, Sostenis. "Pemuridan Model Epafras Sebagai Upaya Pendewasaan Iman Bagi Warga Gereja." Pengarah: Jurnal Teologi Kristen 3, no. 1 (2021): 26–42. http://dx.doi.org/10.36270/pengarah.v3i1.63.

Full text
Abstract:
Tinjauan artikel ini membahas pemuridan sebagai implementasi dari Amanat Agung untuk mendewasakan warga gereja menjadi serupa dengan Yesus Kristus. Untuk maksud itu penulis membahas konsep pemuridan yang dikerjakan oleh Epafras bagi jemaat Kolose. Dalam teks Kolose 1:3-11, Epafras memuridkan orang-orang Kristen Kolose agar memiliki karakter Kristus sekaligus memperlengkapi mereka ambil bagian sebagai pekerja Kristus (Kol. 1:28, 29). Dengan menggunakan metode deskriptif analitik, penulis berusaha menjelaskan pemuridan yang digunakan oleh Epafras. Dari studi ini tampak bahwa Epafras memuridkan o
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
3

Müller, Mogens. "Septuaginta – kirkens første bibel." Collegium Biblicum Årsskrift (CBÅ) 9 (February 1, 2005): 13–18. http://dx.doi.org/10.7146/cb.v9i0.19896.

Full text
Abstract:
Septuaginta, denne skriftsamling, der var kirkens første Bibel, er 'kristen' og del af den kristne kirkes kanon fortolket i lyset af den Kristus-tro, som fandt sin tidligste skriftlige bevidnelse i de tekster, der blev samlet under titlen Det Nye Testamente
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
4

Very, Esap. "Kajian Teologis Terhadap Kebangkitan Yesus Kristus dan Relevansinya bagi Umat Kristen Masa Kini." JURNAL LUXNOS 7, no. 1 (2021): 36–47. http://dx.doi.org/10.47304/jl.v7i1.39.

Full text
Abstract:
Abstrak: Dalam makalah ini penulis hendak mengkaji secara teologis tentang makna kebangkitan Yesus Kristus. Hal ini dikarenakan bahwa tema kebangkitan Yesus Kristus menjadi urgen dalam iman Kristen itu sendiri. Dengan memahami makna daripada kebangkitan Yesus Kristus secara benar maka akan membawa iman Kristen semakin teguh bahwa dibalik kebangkitan Yesus Kristus ada nilai iman yang tiada taranya dalam Injil, sehingga ada spirit untuk terus memberitakan Kristus yang bangkit sebagai sentral pemberitaan dalam Injil. Maka dalam hal ini penulis akan menggunakan metode kualitatif atau kajian pustak
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
5

Hwe, Li Ja. "Ancaman Teori-teori yang Menyimpang Tentang Penebusan Dalam Kehidupan Orang Kristen." SIAP: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen 10, no. 2 (2021): 61–79. http://dx.doi.org/10.55087/siap.v10i2.4.

Full text
Abstract:
Abstrak: Penebusan dan karya Tuhan Yesus Kristus merupakan peristiwa penting dalam kekristenan. Allah dalam wujud Yesus Kristus menyediakan keselamatan bagi umat manusia yang telah jatuh dalam dosa. Allah menyediakan keselamatan melalui pengorbanan Yesus Kristus di kayu salib sehingga Dia menjadi Penebus umat manusia. Teori ini adalah teori yang benar tentang penebusan. Tidak mungkin lebih dari dua teori tentang penebusan. Namun, sejak gereja abad mul-mula telah muncul teori-teori yang menyimpang tentang penebusan. Teori-teori ini bersifat subjektif dan dapat menjadi ancaman bagi orang Kristen
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
6

Ruseniati, Ruseniati, Mintoni Asmo Tobing, and Teo Andre Yonathan. "Kristus Sebagai Rahasia Allah Dalam Pandangan Paulus Dan Implikasinya Bagi Tugas Pemberita Injil." Jurnal Pendidikan Indonesia 4, no. 10 (2023): 1069–83. http://dx.doi.org/10.59141/japendi.v4i10.2250.

Full text
Abstract:
Paulus adalah seorang teolog dan dikagumi karena pemikiran dan pelayanannya. Ada banyak pemikiran teologis dalam surat-surat kepada jemaat Kristen yang dia layani. Salah satu pemikiran Paulus yang menarik untuk dikaji tentang “Kristus sebagai rahasia Allah”. Pernyataan bahwa Kristus adalah rahasia Allah adalah sesuatu yang perlu dipahami. Karena Paulus meletakkan iman dan pelayanannya berdasarkan kepercayaannya kepada Kristus. Dalam arti Kristus adalah pusat kehidupan Paulus dan juga pemberitaan Injilnya. Melalui tulisan ini, penulis ingin meneliti apa arti Kristus sebagai rahasia Allah dari k
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
7

Bilo, Dyulius Thomas. "PENTINGNYA PENERAPAN INTEGRITAS KEILAHIAN KRISTUS KE DALAM PENGEMBANGAN KURIKULUM PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN." SESAWI: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen 4, no. 1 (2022): 65–81. http://dx.doi.org/10.53687/sjtpk.v4i1.105.

Full text
Abstract:
Pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Kristen sangat membutuhkan ortodoksi iman Kristen seperti kepercayaan pada keilahian Kristus sebagai fondasi dan perangkat dalam menyusun rumusan teologi Kristen yang Alkitabiah. Pendidikan Agama Kristen haruslah berpusatkan pada Kristus, pengajaran tentang keilahian-Nya haruslah menjadi orientasi dalam pengembangan kurikulum. Itulah sebabnya, sangat dibutuhkan kesadaran guru-guru PAK untuk mengimplementasikan dalam setiap pengajaran yang dilakukan. Tujuannya siswa mampu memahami dan bertumbuh dalam Kristus menjadi dewasa dalam kerohanian dan tidak diomb
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
8

Nggebu, Sostenis. "Konsep Kenosis Yesus Kristus dalam Filipi 2:1-11 sebagai Norma Dasar Spiritualitas Kristen." Integritas: Jurnal Teologi 5, no. 1 (2023): 1–17. http://dx.doi.org/10.47628/ijt.v5i1.132.

Full text
Abstract:
Problem dari penelitian ini untuk menjelaskan pentingnya orang percaya memahami norma dasar spiritulitas Kristen bagi dirinya. Tujuan artikel ini menjelaskan bahwa orang Kristen membutuhkan karakter Yesus Kristus dalam Filipi 2:1-11 sebagai norma dasar bagi pembangunan spiritualitasnya. Tinjauan pembahasan artikel ini menggunakan tekstual-bibliografis. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa konsep kenosis Yesus Kristus dalam Filipi 2:1-11 merupakan prinsip utama bagi spiritualitas Kristen. Tuhan Yesus Kristus telah menghadirkan diri-Nya setara dengan umat-Nya untuk taat pada mandat Bapa demi menye
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
9

Stevanus, Kalis. "Karya Kristus Sebagai Dasar Penginjilan di Dunia Non-Kristen." Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika 3, no. 1 (2020): 1–19. http://dx.doi.org/10.34081/fidei.v3i1.119.

Full text
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
10

Jura, Demsy. "KAJIAN SOTERIOLOGI DALAM TEOLOGI UNIVERSALISME, CALVINISME, DAN ARMINIANISME SERTA KAITANNYA DENGAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN." Jurnal Shanan 1, no. 2 (2017): 21–57. http://dx.doi.org/10.33541/shanan.v1i2.1484.

Full text
Abstract:
Soteriologi adalah konsep penting dalam kajian teologi Kristen. Istilah ini berasal dari bahasa Yunani yaitu kata sótérios (ζωηήριον) yang artinya Keselamatan. Kata sótérios (ζωηήριον) ini berasal dari dua kata yaitu: sótér (ζωηήρ) yang berarti Penyelamat dan logia (λόγια) adalah Perkataan. Dengan demikian maka dalam segi etimologi, kata Soteriologi berarti ajaran tentang keselamatan manusia.Berdasarkan kajian hermeneutika, ada beberapa teori yang berkaitan dengan soteriologi. ikut memberi warna dalam kajian teologi tentang doktrin keselamatan ini. Walaupun doktrin Soteriologi Kristen terdiri
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
11

Ruseniati, Ruseniati, Mintoni Asmo Tobing, and Teo Andre Yonathan. "Kristus Sebagai Rahasia Allah dalam Pandangan Paulus dan Implikasinya Bagi Tugas Pemberita Injil." COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat 3, no. 10 (2024): 4107–19. http://dx.doi.org/10.59141/comserva.v3i10.1207.

Full text
Abstract:
Paulus adalah seorang teolog dan dikagumi karena pemikiran dan pelayanannya. Ada banyak pemikiran teologis dalam surat-surat kepada jemaat Kristen yang dia layani. Dalam arti Kristus adalah pusat kehidupan Paulus dan juga pemberitaan Injilnya. Tujuan penelitian ini untuk menegtahui apa arti Kristus sebagai rahasia Allah dari konsep paulus itu dan juga, apakah implikasi dari konsep ini bagi tugas pemberita Injil. Kebenaran ini penting untuk diungkapkan agar pemberita Injil dapat membangun pola hidup dan pelayanan pemberitaan Injil di dalam Kristus sebagai dasarnya. Metode yang digunakan dalam p
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
12

Markes, Karlitu Dias, and Eslye Esterina Londo. "PROFESIONALISME GURU PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN YANG BERKARAKTER KRISTUS." BONAFIDE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen 3, no. 1 (2022): 116–34. http://dx.doi.org/10.46558/bonafide.v3i1.98.

Full text
Abstract:
Penelitian ini merupakan sebuah analisis pedagogis-teologis terhadap prinsip profesionalisme guru PAK yang didasarkan pada nilai-nilai karakter pada teladan Yesus Kristus sebagai Guru Agung. Isu sentral dari profesi pendidikan agama Kristen sesungguhnya berhubungan dengan bagaimana seorang guru atau pendidik agama Kristen mencerminkan nilai-nilai hidup dan ajaran Yesus Kristus sang Guru Agung dalam menjalankan peran dan tanggung jawabnya. Substansi dari proses pembentukan karakter yang baik tentu berpusat pada karakter guru yang baik pula, demikian pula karakter guru agama Kristen yang baik ti
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
13

., Herlianto. "Pelbagai Pandangan Tentang Kristus : Sebuah Diskusi Populer Tentang Kristologi." Veritas : Jurnal Teologi dan Pelayanan 3, no. 1 (2002): 25–36. http://dx.doi.org/10.36421/veritas.v3i1.79.

Full text
Abstract:
Pandangan tentang Kristus atau kristologi memang ramai dibicarakan di sepanjang sejarah gereja, sejak Yesus yang disebut Kristus itu lahir, mati, dikuburkan, bangkit, dan naik ke sorga pada abad pertama dari suatu era yang disebut era Kristen (CE = Christian Era, dahulu AD = Anno Domini/ tahun Tuhan, untuk membedakan dengan era sebelumnya yang disebut BC = Before Christ/sebelum Kristus). Artikel ini mencoba memaparkan pelbagai pandangan tentang Kristus yang timbul selama ini.
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
14

Supriadi, Made Nopen, and Iman Kristina Halawa. "KAJIAN TEOLOGIS MAKNA INKARNASI KRISTUS DAN IMPLEMENTASINYA BAGI SPIRITUALITAS KRISTEN PADA KONTEKS PANDEMIK CORONA VIRUSES DISEASE 2019." SESAWI: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen 2, no. 1 (2020): 126–42. http://dx.doi.org/10.53687/sjtpk.v2i1.16.

Full text
Abstract:
Tulisan ini berjudul kajian teologis makna inkarnasi Kristus dan implementasinya bagi spiritualitas Kristen pada konteks pandemik corona viruses disesase 2019. Latar belakang penulisan adalah pengamatan penulis terhadap beberapa fenomena dalam kehidupan praktis umat Kristen pada masa pandemik covid-19 yang mengalami degradasi, baik dalam hal kerelaan, pengorbanan, kerendahatian, kasih dan iman. Persoalan tersebut penulis yakini akibat masalah spiritualitas umat Kristen masa kini. Penulis mengamati fakta inkarnasi Kristus memberikan prinsip-prinsip spiritualitas yang dapat menjawab persoalan te
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
15

Koanak, Ivoni Arisandi Kristina. "KLAIM EKSKLUSIVITAS KRISTUS DALAM KONTEKS KEMAJEMUKAN AGAMA DI INDONESIA." BONAFIDE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen 4, no. 2 (2023): 257–74. http://dx.doi.org/10.46558/bonafide.v4i2.200.

Full text
Abstract:
Klaim eksklutivitas Kristus merupakan pengajaran fundamental yang membedakan kekristenan dengan agama-agama lain sekaligus tantangan bagi orang-orang Kristen yang hidup di tengah kemajemukan agama di Indonesia. Penelitian ini bertujuan menggali bagaimana makna makna klaim ekslusifitas Kristus di tengah-tengah pluralitas agama. Metode yang digunakan adalah studi pustaka. Hasil dari penelitian untuk menunjukkan bahwa soteriologi Kristen adalah pengajaran Kristen yang dapat dibuktikan secara historis. Allah yang adil dan kasih menebus dan menyelamatkan orang-orang berdosa melalui karya agung kema
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
16

Itlay, Penina, Saul Arlos Gurich, and Paulus Dimas Prabowo. "Esensialitas Korban Kristus Yang Multidimensional dalam Ibrani 10." Jurnal Ilmiah Tafsir Alkitab 1, no. 1 (2024): 59–70. http://dx.doi.org/10.69668/juita.v1i1.8.

Full text
Abstract:
Inti dari doktrin Kristen terletak pada keyakinan yang mendalam bahwa dalam penyaliban Yesus dari Nazaret, Sang Allah dan Sang Manusia bersinggungan dengan cara yang selamanya mengubah jalannya sejarah manusia. Namun dimensi dari korban Yesus Kristus dimaknai secara beragam dengan berbagai model, yang setidaknya menyentuh aspek soteriologis dan moralitas. Namun adakah dimensi lain yang digapai melalui pengorbanan Kristus? Artikel ini hendak menunjukkan kepada pembaca bahwa Ibrani 10 memperlihatkan jangkauan dimensi yang lebih luas dari korban Kristus. Melalui metode eksposisi yang ditunjang de
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
17

Widodo, Agus. "Pengaruh Pemahaman Dan Praktik Makna Frasa “Istri Tunduk Kepada Suami” Berdasarkan Efesus 5:22-33 Terhadap Keharmonisan Rumah Tangga Kristen Di Gereja Bethel Indonesia Jemaat “Kristus Gembala” Juwana–Pati Jawa-Tengah." Kaluteros Jurnal Teologi Dan Pendidikan Agama Kristen 3, no. 1 (2022): 59–108. http://dx.doi.org/10.60146/.v3i1.28.

Full text
Abstract:
The purpose of this study was to reveal and analyze the effect on the understanding and practice of “Wives obey Your Husband” based on Ephesians 5:22-33 through the harmony’s Christian household on Indonesian Bethel Church ‘Kristus Gembala’ Juwana-Pati Central java. The method used in this research is a survey research with quantitative research approach. As for the population in this research is all husband and wife on the Indonesian Bethel Church ‘Kristus Gembala’ Juwana-Pati Central java. The results showed that the understanding and practice of “Wives obey your husbans” influence the posit
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
18

Kanelmut, Pius, Antonius Denny Firmanto, and Nanik Wijiyati Aluwesia. "SPIRITUALITAS PEMBAKTIAN DIRI DALAM AJARAN ST. MONTFORT DAN RELEVANSINYA BAGI UMAT KRISTIANI ZAMAN SEKARANG." Jurnal Pelayanan Pastoral 3, no. 1 (2022): 41–54. http://dx.doi.org/10.53544/jpp.v3i1.288.

Full text
Abstract:
Orang-orang Kristen dewasa ini tampaknya kurang memberi makna pada hidup mereka setiap hari sesuai dengan panggilan hidup mereka. Cara hidup mereka cenderung menganggap kesenangan dan kenikmatan materi sebagai tujuan utama dalam hidup. Konsekuensinya jelas, yaitu hidup mereka sering terasa hampa dan mudah putus asa. Cara hidup seperti ini mirip dengan keadaan orang-orang Kristen pada zaman Montfort, yaitu banyak yang mengagungkan harta duniawi dengan mengadakan pesta pora. Untuk menanggapi situasi ini, Montfort menyebarkan spiritualitas Pembaktian Diri untuk membawa orang Kristiani ke dalam pe
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
19

Dau, Mersi Prastika, and Yance Novrianti Benu. "Peran Kepemimpinan Kristen Berkarakter Kristus bagi Pertumbuhan Gereja." HARVESTER: Jurnal Teologi dan Kepemimpinan Kristen 9, no. 1 (2024): 64–78. http://dx.doi.org/10.52104/harvester.v9i1.171.

Full text
Abstract:
Christian leadership with the character of Christ has a very important role in church growth. Christian leaders who have the character of Christ are also able to mobilize God's people to actively participate in church services. This study uses a literature study approach, by examining references as a basis for research conducted from relevant sources according to the topic of discussion. The data collection process begins with selecting a reference source, then analyzing the data and providing a descriptive explanation of the results obtained. The results of this research found that the contex
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
20

Purnama, Edi. "Implikasi Kebijaksanaan Yesus Bagi Guru Pendidikan Agama Kristen." Pengarah: Jurnal Teologi Kristen 2, no. 1 (2020): 33–50. http://dx.doi.org/10.36270/pengarah.v2i1.19.

Full text
Abstract:
Kebijaksanaan merupakan bagian dari aspek karakter guru yang perlu dimiliki. Menjadi guru bijaksana merupakan harapan semua guru. Namun, hal ini tidak mudah diterapkan dalam realitas sesungguhnya. Sebab situasi dan kondisi tertentu menjadikan guru bersikap dan bertindak tidak bijaksana sehingga menghasilkan respons yang tidak menyenangkan dari peserta didik. Hal ini merupakan pergulatan yang dialami para guru. Penelitian ini mendalami aspek-aspek kebijaksanaan Yesus Kristus dalam menyikapi setiap persoalan dengan tepat dan benar. Sosok Yesus Kristus adalah contoh ideal bagi seorang guru masa k
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
21

Laia, Martinus. "Analisis Model Pengajaran Tuhan Yesus Berdasarkan Matius 5:13-16: Teladan Bagi Guru Pendidikan Agama Kristen." Formosa Journal of Multidisciplinary Research 1, no. 3 (2022): 533–42. http://dx.doi.org/10.55927/fjmr.v1i3.731.

Full text
Abstract:
Penulisan ini bertujuan untuk menganalisis model pengajaran Tuhan Yesus berdasarkan Matius 5:13-16 sebagai teladan bagi guru Pendidikan Agama Kristen. Model pengajaran Tuhan Yesus seharusnya menjadi teladan bagi setiap guru Pendidikan Agama Kristen. Namun, kadangkala masih ditemukan beberapa guru Pendidikan Agama Kristen yang tidak menjadi teladan bagi peserta didik seperti Kristus telah menjadi teladan bagi murid-murid-Nya. Dalam penulisan ini pendekatan yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif, dengan mengumpulkan data melalui Alkitab dan buku literatur lainnya seperti jurnal-jurna
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
22

Wurarah, Danny David H. "Pemahaman Etika Kristen terhadap Keterlibatan Jemaat Gereja Bethel Indonesia di Toraja dalam Tradisi Rambu Solo’." EULOGIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani 1, no. 2 (2022): 104–19. http://dx.doi.org/10.62738/ej.v1i2.12.

Full text
Abstract:
A Christian who already has Christ in his life is a person who fulfills all the demands of Christ in his life, and should be able to transform and bring the values of Christian faith and ethics into Toraja customs, especially Rambu Solo'. A critical attitude needs to be possessed by Christians in Toraja, respecting cultural customs does not mean compromising the worship of idols and the spirits of the dead.The Christian life is a life that no longer does what the world wants it to do. Because the desires of the world are different from what Christ wants (1 John 2:15-16). This understanding of
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
23

Ka'pan, Polikarpus. "Kebangkitan Yesus Kristus Dasar Iman Kristen." Jurnal Jaffray 5, no. 1 (2007): 7–14. http://dx.doi.org/10.25278/jj.v5i1.121.7-14.

Full text
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
24

Ka'pan, Polikarpus. "Kebangkitan Yesus Kristus Dasar Iman Kristen." Jurnal Jaffray 5, no. 1 (2007): 7. http://dx.doi.org/10.25278/jj71.v5i1.121.

Full text
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
25

Supriadi, Made Nopen, Minggus Dilla, and Lewi Nataniel Bora. "RELEVANSI MISI KRISTUS BAGI SPIRITUALITAS KRISTEN." SESAWI: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen 2, no. 2 (2021): 205–19. http://dx.doi.org/10.53687/sjtpk.v2i2.25.

Full text
Abstract:
Spiritualitas merupakan bagian penting dalam kehidupan umat Kristen. Spiritualitas Kristen dibangun berdasarkan kehidupan dan teladan dari Yesus Kristus. Problematika yang terjadi dalam kehidupan umat Kristen saat ini adalah spiritualitas yang cenderung bersifat subyektif dan tidak memiliki korelasi dengan sesama manusia, bahkan ada spiritualitas yang hanya meninggikan hal-hal spiritual dan mengabaikan disiplin ilmu yang penting dalam kehidupan ini dan spiritualitas yang justru menyebabkan terjadinya tindakan asketis yang menyakitkan diri sendiri. Melalui metode analisis deskriptif penulis aka
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
26

Santoso, David Iman. "Kristologi Kitab Wahyu." Veritas : Jurnal Teologi dan Pelayanan 6, no. 1 (2005): 29–43. http://dx.doi.org/10.36421/veritas.v6i1.137.

Full text
Abstract:
Kitab Wahyu ditulis adalah untuk menghibur dan menguatkan orang Kristen dan gereja pada waktu itu, yang mengalami banyak kekecewaan, penderitaan dan penganiayaan di bawah pemerintahan Romawi. Kitab ini ditulis agar mereka membaca dan menjadi tabah dan tetap bertahan menghadapi segala penderitaan, tetap setia dan berpegang teguh pada iman mereka, serta selalu berharap dan memandang pada Kristus yang adalah Anak Domba Allah yang menang, sebab orang Kristen dan gereja pada waktu mengalami banyak penganiayaan di bawah pemerintahan Romawi, bahkan banyak yang mati syahid (6:9-11; 7:14.) Oleh sebab i
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
27

Djone, Georges Nicolas, Timothy Amien RK, and Soneta Sang Surya Siahaan. "Analisis Penderitaan Orang yang Beriman kepada Kristus: Kasih Karunia Allah atau Kutuk?" Asian Journal of Philosophy and Religion 1, no. 1 (2022): 51–58. http://dx.doi.org/10.55927/ajpr.v1i1.360.

Full text
Abstract:
Tujuan penelitian ini adalah mengetahui makna penderitaan mereka yang sudah beriman kepada Kristus dan terus berusaha hidup dalam kebenaran sebagai bagian dari dedikasi hidup kepadaNya. Apakah penderitaan tersebut merupakan kasih karunia atau kutuk. Pendekatan yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan analisis pustaka maupun tafsir narasi. Pengumpulan data dilakukan melalui sumber Alkitab dan berbagai literatur seperti buku, jurnal, dan juga wawancara. Hasilnya, penderitaan orang yang sudah beriman kepada merupakan kasih karunia dan bukan kutuk, dikarenakan orang percaya dipang
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
28

Saputra, Sion, Hana Suparti, and Talizaro Tafonao. "BERTUMBUH DALAM RELASI DENGAN KRISTUS BERDASARKAN KOLOSE 2:6-7." Jurnal Shanan 4, no. 2 (2020): 162–73. http://dx.doi.org/10.33541/shanan.v4i2.2004.

Full text
Abstract:
Dalam artikel ini, penulis melakukan kajian mengenai bertumbuh dalam relasi dengan Kristus berdasarkan Kolose 2:6-7. Atikel ini beranjak dari kegelisahan penulis terhadap kondisi dangkalnya iman orang percaya saat ini, di mana dengan mudahnya terhisap oleh ajaran-ajaran palsu yang marak beredar di media-media sosial. Perkembangan ilmu dan teknologi memudahkan orang Kristen untuk mendapatkan berbagai ajaran yang telah ada di media sosial yang tidak berdasarkan firman Tuhan. Tujuan dari penulisan ini ialah menyuguhkan hasil kajian mengenai bagaimana cara orang percaya bertumbuh dalam relasi deng
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
29

Budiyana, Hardi. "Kristus Sebagai Pusat Misi Pendidikan Kristen Untuk Mewujudkan Murid Kristus Dalam Gereja Lokal." TELEIOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 1, no. 1 (2021): 45–63. http://dx.doi.org/10.53674/teleios.v1i1.29.

Full text
Abstract:
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dan mengetahui Misi Pendidikan Kristen dalam Mewujudkan Murid Kristus, yang tentunya Murid Kristus yang memiliki karakter Kristiani dalam jemaat melalui proses pengajaran di gereja lokal. Penelitian ini merupakan penelitian bersifat kualitatif dengan cara studi pustaka yakni mengkaji tentang Misi Pendidikan Kristen yang berpusat pada Kristus akan mewujudkan Murid Kristus yang memiliki wewenang untuk membangun karakter jemaat sesuai dengan ajaran iman Kristiani. Hasil penelitian ini memberikan pemahaman bahwa Misi Pendidikan Kristen berperan
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
30

Larosa, Setiaman. "Implementasi Misi Multikultural Yesus Kristus dalam Yohanes 4:7-39 pada Pendidikan Agama Kristen di Indonesia." Jurnal Apokalupsis 13, no. 2 (2022): 134–52. http://dx.doi.org/10.52849/apokalupsis.v13i2.54.

Full text
Abstract:
Artikel ini bertujuan untuk memahami konsep misi multikultural Yesus Kristus dalam Injil Yohanes pasal 4:7-39 yang kemudian dapat diimplementasikan pada pendidikan agama Kristen di Indonesia sebagai negara dengan masyarakat dan multikulturnya. Dengan metode kualitatif deskriptif dalam bingkai hermeneutik, teks Yohanes 4:7-39 digali untuk menemukan konsep teologi multikultural dalam misi yang dikerjakan Yesus Kristus terhadap perempuan Samaria. Dari eksposisi teks tersebut ditemukan formulasi misi yang relevan diimplementasikan pada masyarakat Indonesia yang multikultur, khususnya pada pendidik
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
31

Nggebu, Sostenis. "Supremasi Ketuhanan Kristus dalam Amanat Agung." Pengarah: Jurnal Teologi Kristen 5, no. 2 (2023): 85–96. http://dx.doi.org/10.36270/pengarah.v5i2.171.

Full text
Abstract:
Problem dari artikel ini menekankan tentang penting mengedepankan konsep Ke-Tuhan-an Yesus dalam misi Amanat Agung. Tujuannya agar orang yang percaya kepada Yesus mengakui otoritas Tuhan Yesus Kristus atas kehidupan mereka dan menyembah-Nya. Studi ini menggunakan metode studi pustaka. Hasilnya, menunjukkan bahwa Ke-Tuhan-an Kristus merupakan pokok utama dalam Amanat Agung. Para rasul Yesus giat memberitakan Yesus adalah Tuhan yang telah bangkit dari antara orang mati. Berita tentang kebangkitan Kristus bukanlah dongeng atau mitos tetapi sebagai fakta otentik bagi iman Kristen. Pemberitaan tent
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
32

Igo Satria. "Iman Kristen yang Menyelamatkan." Sinar Kasih: Jurnal Pendidikan Agama dan Filsafat 1, no. 2 (2023): 40–59. http://dx.doi.org/10.55606/sinarkasih.v1i2.105.

Full text
Abstract:
Iman yang sejati dalam kehidupan orang Kristen adalah iman yang menyelamatkan. Itulah sebabnya Sproul menuliskan bahwa, iman dibangun di atas dasar alasan yang sudah dipikirkan dengan matang, koheren, konsisten, dan bukti empiris yang absah. Namun ada juga kelompok yang menyatakan bahwa iman adalah sekedar alat untuk sampai kepada tujuan keselamatan itu sendiri. Tujuan penelitian yang ingin dicapai melalui penulisan artikel ini adalah untuk memaparkan tentang pengertian iman secara umum, enjelaskan tentang kontribusi pengajaran dari perspektif Reformed mengenai keselamatan bagi pertumbuhan ima
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
33

Lawolo, Mey Daman. "KAJIAN DOGMATIKA TENTANG IDENTITAS KRISTUS BAGI KAWULA MUDA KRISTEN." Jurnal Missio Cristo 6, no. 2 (2023): 81–99. http://dx.doi.org/10.58456/missiocristo.v6i2.54.

Full text
Abstract:
Kajian ini menunjukkan bahwa Yesus Kristus merupakan Allah dan manusia yang patut dipuji! Alkitab dan sejarah Kekristenan meneguhkan bahwa doktrin dwi natur Kristus merupakan pengajaran yang sangat krusial di dalam kekristenan yang tidak dapat diganggu gugat. Sebagai Pribadi yang memiliki natur ilahi dan manusia, Yesus Kristus melebihi semua anggapan manusia tentang Dia sebagai Nabi, Orang Bijaksana, Hikmat Sejati dan Guru Agung. Dia adalah Allah 100%! Dia adalah manusia 100%! Namun, dalam kemajuan zaman saat ini, gereja terlena sehingga mengabaikan pengajaran tentang Kristus (kristologi) bagi
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
34

Perangin Angin, Yakub Hendrawan, and Tri Astuti Yeniretnowati. "Deskripsi Serupa Seperti Kristus Sebagai Tujuan Pendidikan Karakter Kristen." ELEOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 1, no. 1 (2021): 13–27. http://dx.doi.org/10.53814/eleos.v1i1.2.

Full text
Abstract:
Abstract Many Christians never deal with God, but only deal with religion, church, and pastors. Although many Christians still feel they have dealt with God, thus making them Christians who do not experience God personally, and certainly do not experience the discipleship process. Through descriptive qualitative methods, it can be concluded that Christians should have the character of Christ according to the title Christian first appeared in Antioch which was assigned to students who learned the Gospel from Paul Barnabas for being followers of Jesus Christ. People who are in Christ must wear p
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
35

John, Frame. "Kekristenan dan Kebudayaan (Bagian 1)." Veritas : Jurnal Teologi dan Pelayanan 6, no. 1 (2005): 1–27. http://dx.doi.org/10.36421/veritas.v6i1.140.

Full text
Abstract:
Topik yang akan kita bahas adalah “Kekristenan dan Kebudayaan.” Topik ini akan dibagi menjadi lima bagian. Bagian pertama akan membahas “Apakah Kebudayaan itu?,” kemudian “Kristus dan Kebudayaan,” yang membahas tentang relasi Kristus dengan semua kebudayaan di dunia. Pada bagian ketiga, “Kristus dan Kebudayaan kita,” saya akan lebih mengkhususkan pada apa yang kita pelajari di kebudayaan Barat di mana manusia hidup. Bagian keempat adalah “Orang Kristen di dalam Kebudayaan Kita,” yaitu pembahasan yang berkaitan dengan manusia: bagaimana seharusnya menanggapi kebudayaan di sekeliling kita? Bagai
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
36

Sutono, Yohanes, Yonatan Alex Arifianto, and Noel Yosan Loveano. "Deskriptif Kepemimpinan Kristen dalam Perspektif Filipi 2: 3-8." Jurnal Ap-Kain 1, no. 1 (2023): 15–24. http://dx.doi.org/10.52879/jak.v1i1.58.

Full text
Abstract:
Leadership in a church is very important. Leadership is a divine mandate given by God to His people. Leaders are directly responsible to God who gives authority. Leadership is very influential in the development and growth of the church. The mature church is one that follows the example of Christ. Leaders can lead the congregation to grow up and have the character of Christ. The problem that arises is that the leader cannot be an example in implementing leadership in Christ. Leaders are not carrying out their duties properly and act arbitrarily. Leaders do not have the heart to serve. In this
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
37

Nome, Nehemia, Hana Suparti, Jonidius Illu, and Ana Lestari Uriptiningsih. "Eksplanatori dan Konfirmatori Hidup Kudus dan Persaudaraan." EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN 5, no. 5 (2023): 2064–77. http://dx.doi.org/10.31004/edukatif.v5i5.3971.

Full text
Abstract:
Penelitian ini akan membahas tentang eksplanatori dan konfirmatori hidup kudus dan persaudaraan. Pengkonfirmasian sikap hidup kudus dan kasih persaudaraan sebagai guru-guru Kristen adalah swujud nyata dari iman kepada Tuhan Yesus Kristus. Namun pada kenyataannya, hidup kudus dan kasih persaudaraan menjadi hal yang langkah begi-guru Kristen saat ini. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada guru-guru Kristen agar agar hidu kudus dan saling mengasihi dalam perbedaan sebagai persaudaaraan. sikap hidup kudus dan kasih persaudaraan sebagai guru-guru Kristen adalah wu
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
38

Heli, Fransisko Amadino, and Antonius Denny Firmanto. "KETERLIBATAN ORANG MUDA KATOLIK DALAM PELAYANAN GEREJA DI PEDESAAN." Jurnal Pelayanan Pastoral 4, no. 1 (2023): 28–35. http://dx.doi.org/10.53544/jpp.v4i1.343.

Full text
Abstract:
Mengambil bagian dalam pelayanan di Gereja katolik merupakan tugas yang mulia dan suci sebab Pelayanan ini ditujukan kepada Yesus Kristus, pemilik dan kepala Gereja. Pelayanan dipandang sebagai aktivitas rohani yang secara rutin dilakukan dalam komonitas orang Kristen Katolik, dalam hal ini yang mau dibahas dalam penelitian ini adalah pelayana komonitas orang muda katolik(OMK) terhadap gereja terlebih khusus di pedesaan. Pemahaman mengenai konsep gereja berawal dari dibentunya suatu komonitas khusus,yaitu bangsa Israel yang dipilih Allah dan terikat dalam perjanjian dengan Allah. Gereja adalah
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
39

Mamahit, Ferry Yefta. "Christus Victor dan Kemenangan Orang Kristen terhadap Kuasa Kegelapan." Veritas : Jurnal Teologi dan Pelayanan 5, no. 1 (2004): 1–21. http://dx.doi.org/10.36421/veritas.v5i1.125.

Full text
Abstract:
Tulisan ini adalah sebuah usaha untuk menjelaskan konsep Christus Victor sebagai salah satu motif dalam karya penebusan Kristus yang berdampak, bukan saja pada kemenangan atas dosa dan maut, tetapi juga atas kuasa-kuasa kegelapan (power of the darkness). Untuk menjelaskan hal ini, pada bagian awal akan dibahas konsep penebusan Kristen berikut masalah-masalahnya; lalu, akan dibahas juga motif “Kristus Pemenang” itu sendiri dan dampak-dampaknya; kemudian, akan diteliti dan dieksposisi nyanyian kemenangan dalam Kitab Wahyu (Why. 12:10-12) sebagai sebuah paradigma nyanyian bermotif kemenangan; dan
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
40

Sinaga, Janes, Juita Lusiana Sinambela, Rudolf Weindra Sagala, and Raden Deddy Kurniawan. "SILSILAH YESUS KRISTUS, ANAK DAUD, ANAK ABRAHAM BERDASARKAN MATIUS 1:1 DARI SUDUT PANDANG BIBLICAL DAN HISTORICAL." DA'AT : Jurnal Teologi Kristen 4, no. 1 (2023): 15–28. http://dx.doi.org/10.51667/djtk.v4i1.1043.

Full text
Abstract:
Tujuan penelitian ini adalah agar setiap orang Kristen memahami keberadaan Yesus Kristus sebagai Mesias atau Juruselamat, denga napa yang dituliskan pada Kitab Matius. Melalui kitab Matius 1:1 dipaparkan mengenai silsilah Yesus Kristus sebagai anak Daud dan Anak Abraham. Sepintas seakan-akan itu hanya sebuah informasi bagi setiap pembaca, namun di dalamnya ada makna teologis dan historical mengenai silsilah tersebut. Kitab Matius pada zamannya ditujukan kepada orang Yahudi. Pemaparan mengenai silsilah Yesus kristus dalam Kitab Matius sangat penting bagi orang Yahudi, untuk mengetahui keakurata
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
41

Umboh, Steven Tommy Dalekes. "Kematian Kristus dan Implementasinya Dalam Kehidupan Kristen Masa Kini." TELEIOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 1, no. 1 (2021): 30–44. http://dx.doi.org/10.53674/teleios.v1i1.28.

Full text
Abstract:
AbstrakSejarah telah mencatat bahwa kematian Kristus selalu menjadi perdebatan khususnya bagi mereka yang meragukan otenistas benarkah Kristus meninggal secara faktual? Walau ada yang meragukan kematian Kristus, namun Alkitab tetap menjadi patokan utama yang harus dipercayai, bahwa kematian-Nya merupakan memiliki bukti keotentikan sejarah maupun secara doktrinal. Bukti kematian Kristus bersifat absolut dengan adanya tanda-tanda yang dikemukakan oleh para penulis Alkitab yang menjadi saksi mata dari peristiwa tersebut. Metode yang digunakan pada tulisan ini adalah metode kualitatif deskriftif d
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
42

Yahya, Pancha W. "Tubuh adalah Bagi Tuhan: Sebuah Tinjauan Eksegesis 1 Korintus 6:12-20." Veritas : Jurnal Teologi dan Pelayanan 14, no. 2 (2013): 233–52. http://dx.doi.org/10.36421/veritas.v14i2.282.

Full text
Abstract:
Artikel ini menyajikan tinjauan eksegesis atas I Korintus 6:12-20. Di dalam perikop tersebut Paulus membantah slogan-slogan sebagian jemaat Korintus yang membenarkan tindakan percabulan mereka dengan para pelacur. Di dalam penyampaikan bantahan tersebut, Paulus menggunakan tiga argumen yang semuanya diawali dengan formula ouk oidate oti (6:15, 16, 19). Argumen-argumen tersebut adalah: (1) Tubuh orang Kristen adalah anggota Kristus (6:15); (2) Tubuh orang Kristen telah dipersatukan dengan Kristus (6:16-18); (3) Tubuh orang Kristen adalah milik Allah (6:19-20). Di akhir artikel ini, penulis meny
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
43

Bano, Nofri Isabela, and Wiyun Philipus Tangkin. "Peran Guru Kristen Sebagai Penuntun Terhadap Minat Belajar Siswa Selama Pembelajaran Daring." Jurnal Shanan 6, no. 2 (2022): 313–30. http://dx.doi.org/10.33541/shanan.v6i2.3900.

Full text
Abstract:
Peran guru Kristen sebagai penuntun selama pembelajaran daring sangatlah berpengaruh terhadap minat belajar siswa. Dengan menuntun siswanya, guru memberi ruang kepada siswa untuk terlibat dalam kegiatan pembelajaran. Namun pada praktiknya, masih ada siswa yang bosan, pasif, dan tidak berpartisipasi dalam proses pembelajaran, hal ini disebabkan oleh kurangnya bimbingan dari guru. Akibatnya, siswa tidak memperoleh pengalaman belajar yang bermakna. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji peran guru Kristen sebagai penuntun, terhadap minat belajar siswa
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
44

Runkat, Els Ribkah, and Sherly Mudak. "Model Teaching Skills Yesus Kristus Berdasarkan Injil Lukas Bagi Pengembangan Kompetensi Pedagogik Guru dalam Pembangunan Adversity Quotient dan Spiritual Quotient Pelajar Di SMP Kristen 1 Harapan Denpasar-Bali." Missio Ecclesiae 10, no. 2 (2021): 83–102. http://dx.doi.org/10.52157/me.v10i2.142.

Full text
Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh model teaching skills Yesus Kristus berdasarkan Injil Lukas bagi pengembangan kompetensi pedagogik guru bagi pembangunan adversity quotient dan spiritual quotient pelajar di SMP Kristen 1 Harapan Denpasar-Bali.
 Pembelajaran adalah suatu kegiatan yang dirancang oleh seorang guru atau pendidik untuk membantu siswa mengembangkan potensi dirinya serta mempelajari suatu nilai baru dalam suatu rangkaian sistem yang terkoordinasi dalam suatu proses pendidikan, yang biasanya ditentukan sebagai kompetensi keterampilan mengajar. Tercapainya tujuan kegiatan
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
45

Corneles, Herry Sonya, Jefry Yopie Afner Suak, and Veydy Yanto Mangantibe. "Analisis Kritis Terhadap Konsep Kristologi Penganut Kristen Tauhid." TELEIOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 1, no. 2 (2021): 130–43. http://dx.doi.org/10.53674/teleios.v1i2.34.

Full text
Abstract:
Abstrak: Artkel ini membahas konsep kristologi penganut krsiten tauhid. Persoalan doktrin Kristologi, khususnya tentang hubungan antara natur keilahian dan natur keinsanian Yesus Kristus sudah ada sejak abad mula-mula, sehingga gereja merumuskan rumusan Chalcedon pada konsili Chalcedon yang diadakan tahun 451. Tetapi persoalan Kristologi tetap berlanjut meskipun gereja sudah memiliki rumusan Chalcedon tersebut. Salah satu ajaran yang menentang Trinitas dan doktrin keilahian Yesus Kristus adalah unitarianisme, yang muncul pada abad reformasi. Paham unitarianisme merupakan paham yang meyakini ba
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
46

Nakmofa, Sutidjo Justus Jerzak, and Yefta Yan Mangoli. "Proses Kedewasaan Rohani Orang Kristen berdasarkan Kolose 2:6-10." KARDIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani 1, no. 2 (2023): 104–17. http://dx.doi.org/10.69932/kardia.v1i2.12.

Full text
Abstract:
Abstract: This research aims to find out about the exegetical review of the process of Christian spiritual maturity based on Colossians 2:6-10, and what are the inhibiting factors for Christian spiritual growth towards spiritual maturity. The research methodology used in this research is a qualitative literature research methodology with a biblical theological research approach, through an exegetical strategy of text criticism, because the goal to be achieved is related to an exegetical review of the process of Christian spiritual maturity. The results of the discussion based on the letter Col
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
47

Angin, Yakub Hendrawan Perangin, Tri Astuti Yeniretnowati, and Yonatan Alex Arifianto. "Implikasi Total Quality Marriage bagi Pendidikan Kristiani dalam Keluarga." DIDAKTIKOS: Jurnal Pendidikan Agama Kristen 2, no. 2 (2019): 61–73. http://dx.doi.org/10.32490/didaktik.v2i2.101.

Full text
Abstract:
Pernikahan yang berkualitas total haruslah disengaja dan diusahakan oleh suami istri Kristen secara terus menerus sejak awal pernikahan. Dalam kehidupan pribadi dan pernikahan yang berkualitas total atau holistik sebenarnya juga diperlukan manajemen diri dan manajemen pernikahan yang benar. Prinsip-prinsip yang terkandung dalam manajemen seperti perencanaan, pelaksanaan, pengecekan dan perbaikan sangat relevan diterapkan guna mencapai pernikahan yang berkualitas holistik.Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka, dengan mengumpulkan fenomena pernikahan yang terjadi sampai saat ini kualit
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
48

Sanda, Hendrik Yufengkri. "KAJIAN TERHADAP KISAH PARA RASUL 10:34-36: UNTUK MENJAWAB PANDANGAN PLURALIS MENGENAI YESUS TUHAN SEMUA ORANG." BONAFIDE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen 4, no. 1 (2023): 43–64. http://dx.doi.org/10.46558/bonafide.v4i1.168.

Full text
Abstract:
Iman Kristen unik dari semua bentuk kepercayaan manapun di dunia, sebab iman Kristen percaya bahwa Yesus adalah Tuhan dan satu-satunya Juruselamat manusia. Klaim eksklusif tersebut menimbulkan berbagai macam pertanyaan: Bagaimana dengan segala bentuk kepercayaan yang lain? Bukankah hal itu merupakan suatu anggapan yang subjektif berdasarkan semangat fanatisme agama dan sikap arogansi yang berlebihan mentuhankan seorang manusia Yesus? Bukankah benar anggapan para teolog pluralis agama-agama bahwa di semua agama juga memiliki kebenaran dan juruselamat lain sehingga dapat memimpin kepada keselama
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
49

Purdaryanto, Samuel. "LANDASAN HISTORIS PENDIDIKAN KRISTEN DAN RELEVANSINYA DALAM PENDIDIKAN KRISTEN MASA KINI." SESAWI: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen 2, no. 2 (2021): 220–38. http://dx.doi.org/10.53687/sjtpk.v2i2.45.

Full text
Abstract:
Pendidikan merupakan bagian dari proses pembentukan manusia. Tulisan ini berjudul landasan historis pendidikan Kristen. Sebagai bagian dari proses pembentukan, pendidikan Kristen memiliki latar belakang sejarah mulai dari dimulainya hingga perkembangannya, sehingga dapat menjadi landasan bagi pendidikan Kristen masa kini. Pendidikan Kristen merupakan upaya untuk mendorong orang-orang untuk mendapatkan hubungan yang sungguh-sungguh kepada Allah. Pendidikan Kristen bukanlah semata-mata bagian dari kurikulum pendidikan sekolah. Pendidikan Kristen merupakan proses untuk mengenal kasih Allah melalu
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
50

Nggebu, Sostenis. "Pencegahan Korupsi Menurut Iman Kristen." Jurnal Teologi Injili 2, no. 1 (2022): 1–18. http://dx.doi.org/10.55626/jti.v2i1.14.

Full text
Abstract:
Tujuan artikel ini untuk menjelaskan upaya preventif tindak korupsi menurut iman Kristen. Upaya ini sebagai bagian dari partisipasi kaum Kristen dalam menawarkan nilai-nilai iman yang bersumber dari Firman Allah tentang upaya mencegah terjadinya kasus korupsi. Rumusan pembahasannya memakai jasa metode deskriptif analitik. Hasilnya, memperlihatkan bahwa pencegahan korupsi dapat dimulai dengan tumbuh kembangnya nilai-nilai iman firman Allah, yang dianut kaut dalam batin orang Kristen; nilai itu akan menjadi piranti hakiki yang melindunginya dari godaan keduniawian. Orang Kristen yang dewasa dala
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
We offer discounts on all premium plans for authors whose works are included in thematic literature selections. Contact us to get a unique promo code!