Academic literature on the topic 'Martabat Tujuh'

Create a spot-on reference in APA, MLA, Chicago, Harvard, and other styles

Select a source type:

Consult the lists of relevant articles, books, theses, conference reports, and other scholarly sources on the topic 'Martabat Tujuh.'

Next to every source in the list of references, there is an 'Add to bibliography' button. Press on it, and we will generate automatically the bibliographic reference to the chosen work in the citation style you need: APA, MLA, Harvard, Chicago, Vancouver, etc.

You can also download the full text of the academic publication as pdf and read online its abstract whenever available in the metadata.

Journal articles on the topic "Martabat Tujuh"

1

Arifka, Angga. "Teo-Antroposentrisme Konsep Martabat Tujuh Ranggawarsita." KACA (Karunia Cahaya Allah): Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin 13, no. 1 (2023): 1–26. http://dx.doi.org/10.36781/kaca.v13i1.286.

Full text
Abstract:
Artikel ini mendiskusikan tentang konsep martabat tujuh Ranggawarsita. Konsep martabat tujuh memang merupakan penjelasan lebih jauh atas konsep martabat lima yang menjadi populer karena mazhab tasawuf Ibn ‘Arabi. Sebagai “pujangga penutup”, Ranggawarsita dalam magnum opus-nya, Serat Wirid Hidayat Jati, memberikan eksplanasi secara lebih bernas dan mendalam tentang konsep martabat tujuh. Sebelumnya, baik konsep martabat lima maupun martabat tujuh hanya membabarkan teosentrisme gradasi wujud secara kosmologis sehingga tampak tak ada relevansi dan implikasi langsungnya pada diri manusia. Korpus b
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
2

Muzakir, Ali. "WACANA MARTABAT TUJUH DI JAMBI." JURNAL AL-AQIDAH 11, no. 2 (2019): 208–18. http://dx.doi.org/10.15548/ja.v11i2.1423.

Full text
Abstract:
Memasuki abad ke-17 merupakan periode yang normatif bagi pembentukan pikiran dan praktik tasawuf dan tarekat. Guru-guru sufi terlibat aktif tidak hanya dalam mengintelektualisasi berbagai disiplin ilmu-ilmu keislaman tetapi juga gerakan reformasi praktik-praktik tasawuf yang harmonis dengan akidah dan syari’ah. Tulisan ini menganalisis karya-karya ulama Jambi yang turut merespon doktrin-doktrin tasawuf yang dipandang rumit tersebut. Pendekatan kajian ini adalah bersifat kronologi pemikiran tentang doktrin martabat tujuh dari sejak awal diperkenalkan hingga penyebarannya. Dalam konteks pemikira
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
3

Sajaroh, Wiwi Siti. "Melacak Akar Teori Martabat Tujuh." Refleksi 6, no. 1 (2004): 57–78. http://dx.doi.org/10.15408/ref.v6i1.37291.

Full text
Abstract:
This writing analyzes the roots of the Seven Degrees. Linguistically, “martabat tujuh” translates to seven levels or stages. In terms of terminology, the Seven Degrees is a theory used to explain the occurrence of the universe within the framework of an emanation system. Despite being presented in various forms and versions, the theory is inherently monistic and is based on the same worldview, namely that the visible world flows from the Ultimate Singular. Upon examination, the systematic nature of the Seven Degrees can be traced back to Muhammad Ibnu Fadlillah al-Burhanpuri (d. 1620).
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
4

Abdillah, Ali. "Aspek Ontologi dan Kosmologi Dalam Ajaran Tasawuf Martabat Tujuh Shaykh Abdul Muhyi Pamijahan." ISLAM NUSANTARA:Journal for the Study of Islamic History and Culture 4, no. 2 (2023): 63–82. http://dx.doi.org/10.47776/islamnusantara.v4i2.689.

Full text
Abstract:
Shaykh Muhyi Pamijahan merupakan murid Shaykh Abd al-Rauf al-Singkili yang berdakwah menyebarkan ajaran Martabat Tujuh dan Tarekat Shattariyah di Pulau Jawa. Ajaran ini tersebar terutama di kalangan ahli tarekat dan para priyayi. Ajaran Martabat Tujuh Shaykh Muhyi bersumber dari kitab al-Tuhfah al-Mursalah karya Shakh Fadl Allah al-Burhanpuri dari India, namun Shaykh Muhyi memiliki penjelasan Martabat Tujuh Tujuh menggunakan bahasa pegon dalam manuskrip Martabat Kang Pipitu dan beberapa naskah koleksi Leiden Library dengan nomor katalog cod. or 7527 dan 7705. Martabat Tujuh merupakan penjelasa
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
5

Rohmana, Jajang A. "Tasawuf Sunda dan Warisan Islam Nusantara: Martabat Tujuh dalam Dangding Haji Hasan Mustapa (1852-1930)." Buletin Al-Turas 20, no. 2 (2020): 259–84. http://dx.doi.org/10.15408/bat.v20i2.3760.

Full text
Abstract:
Abstrak Paper ini membahas martabat tujuh dalam puisi dangding sufistik Haji Hasan Mustapa. Ia merupakan salah satu penerus tradisi tasawuf Nusantara dari Jawa Barat yang menulis lebih dari sepuluh ribu bait dangding. Tema martabat tujuh merupakan poros inti pembahasan dalam hampir keseluruhan puisi dangding-nya. Berbagai kesalahpahaman dan kesulitan para sarjana dalam memahami puisi Mustapa kiranya dilatarbelakangi keterbatasan pengetahuan atas ajaran ini. Kajian ini menggunakan pendekatan interteks atas sejumlah puisi Mustapa yang bertema sama. Kajian ini memfokuskan pada tiga hal: martabat
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
6

Suwandi, Suwandi, Halilul Khairi, M. Nopri Ramadani Utama Buhri, and Sharifah Nursyahidah Syed Annuar. "The Relevance of Islamic Values in the Martabat Tujuh Constitution: A Study of the Code of Ethics and Conduct for Civil Servants." IBDA` : Jurnal Kajian Islam dan Budaya 22, no. 2 (2024): 173–92. https://doi.org/10.24090/ibda.v22i2.12168.

Full text
Abstract:
This study examines the cultural concepts within the Martabat Tujuh Constitution of the Buton Sultanate in conjunction with Islamic principles and their relevance to government administration. The objective is to assess the relevance of Islamic valuesfor local government administration, particularly the code of ethics and conduct for civil servants. The literature review analyzes the revelant textual sources to identify the Islamic values embedded in the Martabat Tujuh Constitution and their application in governance. The study found that the Islamic values reflected in the Martabat Tujuh Cons
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
7

Imam S., Suwarno. "Ajaran Martabat Tujuh di dalam Kepustakaan Jawa." Refleksi 6, no. 1 (2004): 45–56. http://dx.doi.org/10.15408/ref.v6i1.37290.

Full text
Abstract:
This text discusses the teachings of the Seven Degrees within Javanese literature. The study is based on two sources, namely the Javanese version of Tuhfah written around 1680, and Serat Centini written in the early 19th century. The Seven Degrees doctrine in Javanese literature is presented in the form of poems containing terms related to the seven degrees, such as Ahadiyah, Wahdah, Wahidyah, la ta’yun, and the essence of Muhammadiyah. However, the terms used in Serat Centini have undergone slight changes, both in the spelling of certain letters and specific words. This is associated with the
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
8

Asep, Lukman Hamid. "THE CONCEPTION OF MARTABAT TUJUH IN WIRID HIDAYAT JATI OF RANGGAWARSITA (KONSEPSI MARTABAT TUJUH DALAM WIRID HIDAYAT JATI RANGGAWARSITA)." al-Afkar, Journal for Islamic Studies Vol. 4, No. 1, July 2019, E-ISSN :2614-4905, P-ISSN :2614-4883 (2019): 77–91. https://doi.org/10.5281/zenodo.3333725.

Full text
Abstract:
This research aims to answer: What is the background of writing the Wirid Hidayat Jati Book?, bagaimana konsep martabat tujuh dalam kitab tersebut ? , what is the concept of seven dignity in the book?, dan bagaimana pengaruhnya terha dap laku spiritual masyarakat Jawa? , and how does it affect the spiritual behavior of the Javanese people? .. Dengan mengaplikasikan pendekatan kajian pustaka (library research) By applying the library research and descriptive analysis can be concluded that: P ertama , Ranggawarsita adalah seorang pujangga Keraton dan dianggap sebagai pujangga penutup (as the cop
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
9

Hamid, Asep Lukman. "KONSEPSI MARTABAT TUJUH DALAM WIRID HIDAYAT JATI RANGGAWARSITA." al-Afkar, Journal For Islamic Studies 4, no. 1 (2019): 88–104. http://dx.doi.org/10.31943/afkar_journal.v4i1.61.

Full text
Abstract:
This research aims to answer: What is the background of writing the Wirid Hidayat Jati Book?, bagaimana konsep martabat tujuh dalam kitab tersebut ? , what is the concept of seven dignity in the book?, dan bagaimana pengaruhnya terha dap laku spiritual masyarakat Jawa? , and how does it affect the spiritual behavior of the Javanese people? .. Dengan mengaplikasikan pendekatan kajian pustaka (library research) By applying the library research and descriptive analysis can be concluded that: P ertama , Ranggawarsita adalah seorang pujangga Keraton dan dianggap sebagai pujangga penutup (as the cop
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
10

Malik, Rif'atul Khoiriah. "Konsep Sufistik “Martabat Tujuh” Sebagai Model Islamisasi Masyarakat Buton." ESOTERIK 5, no. 2 (2019): 223. http://dx.doi.org/10.21043/esoterik.v5i2.5983.

Full text
Abstract:
<p class="06IsiAbstrak">The article aims to examine the traces of the spread of Islam in Buton in terms of an analysis of the process of islamization in the archipelago. One of the processes of Islamization in Buton is related to the concept of "Martabat Tujuh." The concept of “Martabat Tujuh” which is considered to be the teachings of Sufism is a forerunner to the system of the Sultanate of Buton in the past. 138-1584) Sultan Murhum is called the title of the Sultanate of Qa'im ad-din, historical approach method is part of the achievement of the results of this research.The data that ha
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
More sources

Books on the topic "Martabat Tujuh"

1

Mu'jizah. Martabat Tujuh: Edisi teks dan pemaknaan tanda serta simbol. Djambatan, 2005.

Find full text
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
2

Artadi, I. Ketut. Kebudayaan spiritualitas: Nilai makna dan martabat kebudayaan : dimensi tubuh akal roh dan jiwa. 2nd ed. Pustaka Bali Post, 2011.

Find full text
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
We offer discounts on all premium plans for authors whose works are included in thematic literature selections. Contact us to get a unique promo code!