Academic literature on the topic 'Mitologi Wayang'

Create a spot-on reference in APA, MLA, Chicago, Harvard, and other styles

Select a source type:

Consult the lists of relevant articles, books, theses, conference reports, and other scholarly sources on the topic 'Mitologi Wayang.'

Next to every source in the list of references, there is an 'Add to bibliography' button. Press on it, and we will generate automatically the bibliographic reference to the chosen work in the citation style you need: APA, MLA, Harvard, Chicago, Vancouver, etc.

You can also download the full text of the academic publication as pdf and read online its abstract whenever available in the metadata.

Journal articles on the topic "Mitologi Wayang"

1

Kurniyawan, Andika Wahyu, and Usrek Tani Utina. "Makna dan Fungsi Ricikan pada Busana Wayang Wong Gaya Surakarta." Jurnal Seni Tari 8, no. 2 (2019): 176–85. http://dx.doi.org/10.15294/jst.v8i2.32477.

Full text
Abstract:
Bentuk ricikan pada busana Wayang Wong memiliki banyak kesamaan motif yaitu diambil dari motif tumbuhan dan hewan yang masing-masing memiliki makna dan fungsi. Fenomena yang terjadi pada beberapa penari yang kurang paham terhadap bentuk, makna dan fungsi ricikan pada busana Wayang Wong. Ricikan yang dibahas dalam penelitian ini meliputi sumping, kelatbahu, dan uncal, karena keseluruhan ricikan tersebut sering digunakan pada semua tokoh dalam Wayang Wong. Tujuan penelitian adalah untuk memvisualisasikan bentuk ricikan pada busana Wayang Wong gaya Surakarta, mendiskripsikan makna dan fungsi rici
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
2

Krystiadi, Krystiadi. "Perjodohan Antasena dengan Manuwati dalam Lakon Antasena Rabi Ki Anom Suroto, Kajian Mitologi Ritual." Wayang Nusantara: Journal of Puppetry 5, no. 1 (2023): 16–37. https://doi.org/10.24821/wayang.v5i1.5821.

Full text
Abstract:
AbstractThis paper discusses the meaning of Antasena having a match with Manuwati in the lakon Antasena Rabi presented by Ki Anom Suroto. Research data in the form of cassette tape recordings. This study uses a ritual mythology approach and asma kinarya japa. The method used in this study is analytical description. The recorded data of the audio wayang performance is listened to and then summarized according to the conventional structure of the wayang performance. The results showed that Antasena, who at first did not want to get married, actually had an arranged marriage with Manuwati. Lesman
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
3

Rahyuda, I. Nyoman Darma, I. Made Sidia, and I. Bagus Wijna Bratanatyam. "Penciptaan Karya Wayang Goni Tiga Dimensi “Quarter Life Crisis”." JURNAL DAMAR PEDALANGAN 4, no. 1 (2024): 11–18. http://dx.doi.org/10.59997/dmr.v4i1.3721.

Full text
Abstract:
Pada dasarnya konsep dari Wayang Goni Tiga Dimensi ini adalah terapan dan pengembangan dari pertunjukan wayang konvensional. Dimana pesan atau tetuek yang disampaikan oleh dalang dapat diterapkan dikehidupan manusia. Akan tetapi, berkembangnya jaman dan tingkatan umur manusia yang cenderung menyukai sesuatu hal yang baru, disini penulis ingin menyampaikan pesan atau tetuek tersebut dengan media dan pertunjukan yang sedikit modern. Penciptaan karya seni Wayang Goni Tiga Dimensi ini mengangkat konflik permasalahan yang terjadi pada anak muda dengan rentang usia 20-30 tahun, yang biasa disebut de
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
4

Chair, Badrul Munir. "Perlawanan Perempuan Melalui Rekonstruksi Mitologi: Kajian atas Puisi-puisi Gunawan Maryanto." Imajeri: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 4, no. 2 (2022): 130–38. http://dx.doi.org/10.22236/imajeri.v4i2.8780.

Full text
Abstract:
Mitos yang berkembang dalam suatu masyarakat dapat mempengaruhi karya sastra, termasuk juga puisi. Salah satu penyair Indonesia yang memanfaatkan mitos sebagai sumber penciptaan adalah Gunawan Maryanto. Dalam puisi-puisinya, Gunawan tak sekadar terpengaruh dengan mitos-mitos seputar wayang, namun secara sadar merujuk lakon-lakon dan tokoh-tokoh dunia pewayangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis rekontruksi mitologi yang dilakukan oleh Gunawan atas tokoh perempuan di dalam puisinya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Data dalam penelitian ini berasal dari puisi-
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
5

Purnomo, Agus Dody, and Yasmin Adila Ramdan. "KAJIAN ELEMEN ESTETIS DAN SIMBOLIS CANDRASENGAKALA PADA TAMANSARI GUA SUNYARAGI DI CIREBON." Naditira Widya 16, no. 2 (2022): 123–34. http://dx.doi.org/10.24832/nw.v16i2.494.

Full text
Abstract:
Candrasengkala atau kronogram sudah dikenal oleh masyarakat di Jawa sejak zaman Hindu di Nusantara. Candrasengkala merupakan tetenger atau pengingat suatu peristiwa penting, seperti kelahiran, kematian, dan sebagainya. Dalam candrasengkala digunakan bentuk visual figur binatang yang diambil dari cerita pewayangan atau mitologi India. Binatang-binatang ditampilkan dengan pengolahan visual berupa gambar, relief, dan patung. Masing-masing figur binatang tersebut mengandung watak angka tahun dan makna simbolis. Hingga sekarang masih sedikit penelitian yang mengkaji candrasengkala di Tamansari Gua
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
6

Burhan, M. Agus. "KELAHIRAN GAYA UBUD DAN GAYA BATUAN DALAM SENI LUKIS BALI PADA MASA KOLONIAL BELANDA." Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain 10, no. 1 (2013): 97–118. http://dx.doi.org/10.25105/dim.v10i1.937.

Full text
Abstract:
Abstract This research reveal the changing of Balinese traditional painting in 1930's era. The consequence of their interaction with European painters and the influence of tourism, Balinese painting that have been bound to their traditions show the significant changing. Form and function is not any longer sacred and bound to the puppetries mythology ot their mythology, but they shift into profane function and express daily life world. The expert in that era called this a modern balinese painting or new design Balinese painting. Balinese painting developed became a genuinese expresion with many
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
7

Dewi, Ketut Sri Gangga. "SAPUH LEGER SIFAT KELAHITAN PADA WUKU WAYANG." DESKOVI : Art and Design Journal 3, no. 2 (2020): 116. http://dx.doi.org/10.51804/deskovi.v3i2.806.

Full text
Abstract:
Penciptaan karya tari Sapuh Leger merupakan pencapaian ide serta kreativitas yang di latar belakangi oleh kelahiran seseorang. Menurut masyarakat Hindu sifat baik buruknya seseorang sangat dipengaruhi oleh hari kelahiran. Kelahiran seseorang pada Wuku Wayang merupakan kelahiran yang dianggap tidak tepat, karena dapat mempengaruhi sifat dan tingkah lakunya sehingga terlihat berbeda ketika seseroang yang lahir dihari biasa. Masyarakat Hindu Bali sangat meyakini adanya mitologi kelahiran Wuku Wayang yang berhubungan dengan kelahiran Bhatara Kala. Konon katanya Bhatara Kala memiliki sifat dan wata
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
8

., Putu Rendhi Kusuma Artha, Ni Nyoman Sri Witari, S. Sn ., and I. Wayan Sudiarta, S. Pd,M Si . "PERBANDINGAN VISUAL FIGUR WAYANG KULIT TUALEN GAYA BALI SELATAN DENGAN FIGUR TUALEN BALI UTARA." Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha 7, no. 2 (2017): 154. http://dx.doi.org/10.23887/jjpsp.v7i3.11341.

Full text
Abstract:
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan (1) Struktur rupa figur Tualen pada Wayang Kulit Bali Selatan dan Struktur rupa figur Tualen Bali Utara, (2) Penyebab perbedaan bentuk Tualen Bali Utara dengan bentuk Tualen Bali Selatan. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriftif kualitatif. Data yang diperoleh dalam penelitian dideskripsikan dalam bentuk kata-kata dan gambar. Subjek penelitian ini adalah dalang wayang kulit Jro Dalang Gede Sudarma dari Desa Bungkulan dan Jro Dalang Nyoman Warisa dari Desa Tamblang sementara objek penelitian adalah figur wayang Tualen.Pengumpulan data dilakukan de
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
9

Wahyudi, Aris. "Bima-Drona dalam Lakon Dewa Ruci sebagai Vayu-Vata, Transformasi Prana dalam Pertunjukan Wayang." Wayang Nusantara: Journal of Puppetry 4, no. 2 (2021): 85–98. http://dx.doi.org/10.24821/wayang.v4i2.5172.

Full text
Abstract:
AbstrackRelationship of Bima and Drona in Dewa Ruci story is unique. Eventhough Drona puts Bima into danger, Bima chooses Drona as a teacher. It is because Bima has not obtained a very good spiritual knowledge about life yet since a hero is supposed to have high spiritual qualities and good prayers. The wayang tradition describes Bima as a cruel hero who is not religious, and Drona does not have good brahman qualifications, either. This leads to an assumption that their relationship must be important and meaningful. The question is what does the relationship between Bima-Drona mean, namely Bim
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
10

Abdullah, Muhammad Dzaky, Ari J. Adipurwawidjana, and Muhamad Adji. "The politics of hero myth in President Jokowi's biopic film (2013)." Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial 9, no. 1 (2025): 1–16. https://doi.org/10.22219/satwika.v9i1.34373.

Full text
Abstract:
Among the prominent Indonesian biographical films concerning "national heroes" that emerged in the 2010s is "Jokowi" (2013). This film narrates the life of Joko Widodo (Jokowi), who was then serving as the Governor of Jakarta and was released a month prior to the announcement of his presidential candidacy in the 2014 elections. The film predominantly focuses on Jokowi's personal life, including his romantic experiences, rather than his political career. This emphasis underscores the significance of personal character construction in creating a leader's myth in Indonesia. Employing the methodol
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
More sources

Dissertations / Theses on the topic "Mitologi Wayang"

1

Marques, Joana Duarte Pereira Sá. "Exploração e desconstrução do mundo Steampunk: a construção do steamlandic." Master's thesis, 2020. http://hdl.handle.net/10451/40898.

Full text
Abstract:
During this research assignment, I will, by means of creating drawings and illustrations, address the processes of developing a new concept: Steamlandic. To do so, it is necessary to call for the use of a deconstruction procedure, followed by the fusion of the key elements present in two completely distinct universes, which will constitute the Steamlandic. The treatment of this theme implies the frequent use of the Steampunk subgenre, not only for its diffusion and referencing, but also for being the basis of several new ideas, presented in the form of drawings and illustrations, in which meth
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles

Books on the topic "Mitologi Wayang"

1

Santosa, Puji. Sastra dan mitologis: Telaah dunia wayang dalam sastra Indonesia. Elmatera Publishing, 2010.

Find full text
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
2

Duta Pandhawa Dalam Lakon Kresna Duta Gaya Yogyakarta. ISI Press, 2023.

Find full text
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
We offer discounts on all premium plans for authors whose works are included in thematic literature selections. Contact us to get a unique promo code!