To see the other types of publications on this topic, follow the link: Museum Pusat.

Journal articles on the topic 'Museum Pusat'

Create a spot-on reference in APA, MLA, Chicago, Harvard, and other styles

Select a source type:

Consult the top 50 journal articles for your research on the topic 'Museum Pusat.'

Next to every source in the list of references, there is an 'Add to bibliography' button. Press on it, and we will generate automatically the bibliographic reference to the chosen work in the citation style you need: APA, MLA, Harvard, Chicago, Vancouver, etc.

You can also download the full text of the academic publication as pdf and read online its abstract whenever available in the metadata.

Browse journal articles on a wide variety of disciplines and organise your bibliography correctly.

1

Sutarsyah, Sutarsyah, Rima Setiani, and Tupan Tupan. "Promosi Museum Tanah dan Pertanian Sebagai Penguatan Pusat Informasi dan Edukasi Pertanian Tematik." Media Pustakawan 29, no. 1 (2022): 54–64. http://dx.doi.org/10.37014/medpus.v29i1.2694.

Full text
Abstract:
Soil and Agriculture Museum as a center for information and education in agriculture which is managed by the Center for Library and Agricultural Technology Dissemination. In order to attract visitors, the museum needs to be managed creatively and attractively. This paper aims to provide information to users about the services and activities provided by the Museum of Soil and Agriculture (MTP). Services and activities carried out by libraries and museums to attract users during the COVID-19 pandemic are Virtual Tour MTP, Virtual Tour International Museum Day series, MTP Thematic Exhibition, Sun
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
2

POSHA, BETI, and Henny Yusnita. "PERAN MUSEUM SEBAGAI PUSAT EDUKASI DAN DAYA TARIK WISATA BAGI MASYARAKAT SAMBAS." Belalek 1, no. 1 (2023): 46–58. https://doi.org/10.37567/belalek.v1i1.2200.

Full text
Abstract:
Aspek budaya universal masyarakat dapat diamati di setiap masyarakat. Adapun cara yang dapat kita ketahui kebudayaan masyarakat baik itu individu maupun kelompok yang mana untuk mendapatkan gambaran budaya masyarakat setempat yakni berkunjung ke museum. Dengan berkunjung ke museum kita dapat melihat gambaran tentang peradaban budaya daerah, baik zaman purbakala maupun di zaman modern. Museum perlu merefleksikan diri sebagai tempat yang menggambarkan pusat penelitian, pusat multimedia, dan pusat pendidikan untuk pelestarian budaya masyarakat modern. Berdasarkan kinerja kegiatan Pengabdian kepad
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
3

Larasati, Rae, Jamil Jamil, and Marwiah Johansyah. "Museum Mulawarman sebagai Pusat Konservasi Warisan Budaya." Yupa: Historical Studies Journal 1, no. 1 (2017): 93. http://dx.doi.org/10.26523/yupa.v1i1.14.

Full text
Abstract:
The purpose of this study was to determine the values of Hindu-Buddhist cultural heritage in Mulawarman Museum. This research conducted at the Museum Mulawarman, Tenggarong, Kutai Regency. The results showed that the values of cultural heritage in the Museum Mulawarman are the religious value, historical value, cultural value and social value. Government efforts to preserve the cultural heritage values of Hindu-Buddhist divided into three: guard, care for, and following the rules.
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
4

Rina, Ratna Cahaya, and Gracia Mungki Leona. "Aplikasi Peta Wisata Museum Jakarta Pusat." ULTIMART Jurnal Komunikasi Visual 6, no. 2 (2016): 29–36. http://dx.doi.org/10.31937/ultimart.v6i2.474.

Full text
Abstract:
Tangerang memiliki beberapa kampus yang memiliki fakultas desain dengan jumlah mahasiswa yang semakin banyak. Mahasiswa desain memiliki kebutuhan alat dan jasa khusus untuk menunjang kegiatan belajarnya dan saat ini belum ada media yang mewadahi informasi tersebut. Metode active research dilakukan melalui wawancara dan survei untuk mendukung data yang dibutuhkan dalam perancangan. Hasil rancangan ini berupa direktori interaktif dalam bentuk aplikasi yang dapat digunakan untuk mempermudah mahasiswa mendapatkan layanan jasa dan alat penunjang studi
 Keywords : direktori, desain grafis, inte
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
5

Perdana, Fitri, and Dian Sinaga. "PENGELOLAAN PERPUSTAKAAN MUSEUM SRI BADUGA SEBAGAI PUSAT INFORMASI." Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora 7, no. 1 (2025): 55–61. https://doi.org/10.61296/jkbh.v7i1.300.

Full text
Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengelolaan dan pemanfaatan perpustakaan khusus sebagai suatu pusat informasi. Perpustakaan khusus yang dimaksud adalah Perpustakaan Museum Sri Baduga. Adapun ruang lingkup dari penelitian berupa pengelolaan perpustakaan, seperti pengklasifikasian koleksi, membuat nomor panggil, pelabelan koleksi, menginventarisasi koleksi, menginput koleksi ke dalam SLIMS, shelving koleksi, serta melakukan kegiatan layanan. Metode penelitian adalah Kualitatif deskriptif dengan wawancara, pengamatan yang dilakukan secara langsung, dan juga studi literatur. Pe
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
6

Larasati, Rae, Jamil Jamil, and Marwiah Johansyah. "Museum Mulawarman sebagai Pusat Konservasi Warisan Budaya." Yupa: Historical Studies Journal 1, no. 1 (2019): 93–102. http://dx.doi.org/10.30872/yupa.v1i1.94.

Full text
Abstract:
The purpose of this paper is to determine the values of the Hindu-Buddhist culture, which is in the Museum of Mulawarman Tenggarong, Kutai Kartanegara Regency. Based on the findings and discussion shows that cultural values that are in the Museum of Mulawarman are religious, historical, cultural values and social values. The Government's efforts to preserve the cultural values of Hinduism-Buddhism is divided into three: protection, care, and adhering to the rules
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
7

Astriecia, Aisha. "Kepuasan Pengunjung Museum Pusat TNI AD Dharma Wiratama Serta Konsep Pengembangannya." Tourisma: Jurnal Pariwisata 1, no. 1 (2018): 45. http://dx.doi.org/10.22146/gamajts.v1i1.36317.

Full text
Abstract:
Museum Pusat TNI AD Dharma Wiratama, located in Yogyakarta, is managed by TNI. The specialty of this museum lies in the collection of objects, which only displays historical objects associated with the struggle of soldiers in the struggle for RI’s independence. The museum is under the supervision of the Army History Service rather than the Tourism Department, thus the museum does not have admission fees and guide fees for visitors. This is due to the prohibition of collection or fees from Disjarahad. This study aims to analyze and determine the level of visitor satisfaction based on product qu
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
8

Aji, Rojil Nugroho Bayu. "Museum Olahraga Nasional Sebagai Pusat Data dan Kajian Sejarah Olahraga." Empiricism Journal 3, no. 1 (2022): 74–80. http://dx.doi.org/10.36312/ej.v3i1.864.

Full text
Abstract:
Manusia sejak awal beraktivitas, tidak lepas dari olahraga. Oleh karena itu, manusia dapat disebut sebagai makhluk bermain dan olahraga merupakan salah satu perwujudan nilai-nilai kemanusiaan dalam sebuah permainan. Permainan olahraga yang dipertandingkan dalam kejuaraan antar negara menjadi suatu pamor dan memiliki nilai yang melekat pada suatu negara. Sejarah perkembangan olahraga dan prestasi yang tercipta dalam kompetisi internasional memiliki jejak otentik, salah satunya disimpan dalam museum bertema olahraga. Indonesia memiliki Museum Olahraga Nasional yang dikelola oleh Kementerian Pemu
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
9

Haikal, Muhammad, Rinita Meliya, Rinita Meliya, et al. "ADAPTASI PELAYANAN MUSEUM PUSAT TNI AD DHARMA WIRATAMA SEBAGAI SEJARAH PUBLIK DI MASA PANDEMI COVID-19." Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah 8, no. 2 (2023): 176–83. http://dx.doi.org/10.31851/kalpataru.v8i2.10722.

Full text
Abstract:
Pemerintah Indonesia berupaya melalui kebijakannya untuk memutus mata rantai penularan Covid-19. Kebijakan tersebut, pembatasan sosial dan Sosial Distancing. Pembatasan sosial berlaku dari sekolah, tempat kerja, kegiatan keagamaan, tempat wisata salah satunya yaitu, museum. Hal ini menjadi permasalahan bagi pengelola museum melakukan pelayanan publik kepada pengunjung, mengingat keadaan situasi pandemi, walau pemerintah menurunkan status pembatasan sosial. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis peran pelayanan Museum Pusat TNI AD Dharma Wiratama sebagai sejarah publik pada masa pandemi Covi
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
10

Syahriani Ramadhan, Afifah Anzila. "Design Of The Indonesian Film Museum." Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia 4, no. 12 (2024): 1098–111. https://doi.org/10.59141/cerdika.v4i12.2370.

Full text
Abstract:
Meningkatnya minat masyarakat terhadap perfilman Indonesia diiringi dengan kurangnya wawasan mengenai sejarah dan perkembangan teknologi perfilman, serta tidak adanya museum yang mengangkat tema ini, menjadi tantangan yang perlu diatasi. Penelitian ini bertujuan merancang Museum Film Indonesia sebagai wadah edukasi dan informasi mengenai sejarah serta teknologi perfilman, agar masyarakat dapat lebih mengenal dan menghargai karya lokal. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Populasi penelitian terdiri dari masyarakat yang berminat pada perfilman, dengan sampel 30
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
11

Efendi, Yoyon, and Junaidi . "Teknologi Virtual Reality Menggunakan Sensor Gyrosscope Sebagai Media Edukasi Budaya Melayu Pada Museum." Jurnal Ilmu Komputer dan Bisnis 9, no. 2 (2018): 2083–91. http://dx.doi.org/10.47927/jikb.v9i2.139.

Full text
Abstract:
Teknologi Virtual Reality telah digunakan sebagai media edukasi. Salah satu pusat di Provinsi Riau yaitu Museum Sang nila Utama. Museum ini memiliki 3.819 koleksi benda-benda budaya khas Melayu. Kebijakan masalah yang memasukkan jumlah museum staf dalam memberikan layanan kepada pengunjung mempengaruhi menurunya pengunjung. Selain itu penggunaan teknologi sebagai media koleksi museum. Dari data pengunjung museum di dominasi oleh anak-anak sekolah. Diperlukan media edukatif yang menarik untuk meningkatkan minat pengunjung ke museum. Teknologi Virtual Reality menggunakan 3 Dimensi (3D) dengan me
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
12

Naredi, Hari, Lelly Qodariah, and Andi Andi. "PENGENALAN MUSEUM SEBAGAI INFORMASI KESEJARAHAN DALAM MENINGKATKAN KESADARAN SEJARAH." Prosiding Kolokium Doktor dan Seminar Hasil Penelitian Hibah 1, no. 1 (2019): 165–76. http://dx.doi.org/10.22236/psd/11165-17669.

Full text
Abstract:
Seiring dengan perkembangan zaman, dalam rangka menyiapkan generasi muda dan menghindari dekadensi moral menghadapi tantangan Era Globalisasi untuk mempertahankan identitas indonesia, maka diperlukan langkah-langkah yang tepat untuk mengatasi hal tersebut. Pengenalan museum sebagai pusat informasi kesejarahan diharapkan dapat meningkatkan kesadaran sejarah. Museum sangat berperan terhadap upaya peningkatan kesadaran sejarah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengenalan museum untuk memberikan informasi kesejarah dalam upaya meningkatkan kesadaran sejarah. Di harapkan peran
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
13

Elizandri, Bellanti Nur, Andhika Nurul Wahidah, Karina Indah Solihah, et al. "PEMODELAN KONEKTIVITAS SPASIAL TROTOAR BERKELANJUTAN ANTAR ZONA DI KOTA TUA JAKARTA." MAJALAH ILMIAH GLOBE 22, no. 1 (2020): 21. http://dx.doi.org/10.24895/mig.2020.22-1.1154.

Full text
Abstract:
<p>Kota Tua Jakarta adalah objek wisata sejarah di Kota Jakarta. Wilayah Kota Tua Jakarta terbagi ke dalam lima zona, yaitu Zona 1 Sunda Kelapa (Masjid Luar Batang, Museum Bahari, Menara Syahbandar, Gudang VOC, dll), Zona 2 Fatahillah (Museum Bank Mandiri, Museum Bank Indonesia, Museum Sejarah Jakarta, Alun-alun Fatahillah, Museum Wayang, Museum Seni, Stasiun Jakarta Kota, dll), Zona 3 Pecinan (Komunitas Pelukis Jalanan, Pusat Obat Tradisional Cina, Pusat Perniagaan, dll), Zona 4 Pekojan (Kampung Arab, Langgar Tinggi, Mesjid An-Nawier, dll), dan Zona 5 Peremajaan (Pusat Perniagaan, Bangu
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
14

Valensia Effendy, Valensia Effendy, and Rendy Sarudin Rendy Sarudin. "Pengaruh Daya Tarik Wisata terhadap Minat Kunjung ke Gedung Joang 45 Jakarta Pusat." Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal 6, no. 4 (2024): 1463–78. http://dx.doi.org/10.47467/reslaj.v6i4.721.

Full text
Abstract:
Historical tourism is a tour that is in great demand by tourists and also students, tourists rarely have the intention to visit historical tourism because they think historical tourism is very boring and this makes visitor intensity influential and many museums have implemented the development of digitalization technology which makes it easier for visitors to find out what they want to know about the object. The purpose of this research is to determine the effect of attractiveness on visiting interest. This research was conducted using quantitative methods with this quantitative research resea
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
15

Pitaya, Pitaya, and Ghifari Yuristiadhi Masyhari Makasi. "PENGUATAN STORYTELLING DALAM FORMAT DIGITAL UNTUK WISATA SEJARAH DI MUSEUM PUSAT TNI-AU DIRGANTARA MANDALA." Journal of Tourism and Economic 5, no. 1 (2022): 1–17. http://dx.doi.org/10.36594/jtec.v5i1.136.

Full text
Abstract:
The Indonesian Air Force Dirgantara Mandala Central Museum is a very special tourist attraction in Yogyakarta. This museum is a representative place to study the history of the struggle of the Indonesian people in the field of aerospace. Not only the main collection of weapons system and various other historical relics, the TNI-AU Dirgantara Mandala Central Museum also stores various patriotic and heroic stories from historical actors. Each museum collection that has its own story will be very interesting if it is expressed in the right storytelling scheme. The study focuses on how to include
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
16

Pitaya and Ghifari Yuristiadhi Masyhari Makasi. "Penguatan Storytelling Dalam Format Digital Untuk Wisata Sejarah Di Museum Pusat TNI-AU Dirgantara Mandala." Journal Of Tourism And Economic 5, no. 1 (2022): 1–17. http://dx.doi.org/10.36594/jtec/w3kf2r96.

Full text
Abstract:
The Indonesian Air Force Dirgantara Mandala Central Museum is a very special tourist attraction in Yogyakarta. This museum is a representative place to study the history of the struggle of the Indonesian people in the field of aerospace. Not only the main collection of weapons system and various other historical relics, the TNI-AU Dirgantara Mandala Central Museum also stores various patriotic and heroic stories from historical actors. Each museum collection that has its own story will be very interesting if it is expressed in the right storytelling scheme. The study focuses on how to include
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
17

Ade Aulia Rahma, Alfiana Nurul Fadillah, Nazwa Andjani, Ulfa Rahma Wishmar Siregar, and Flores Tanjung. "Rahmat Gallery: Wisata Edukasi Dan Konservasi Satwa Di Medan." ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin 4, no. 5 (2025): 1320–24. https://doi.org/10.56799/jim.v4i5.8696.

Full text
Abstract:
Penelitian ini berfokus pada sejarah berdirinya Museum Rahmat, perkembangannya dari masa ke masa, serta kontribusinya dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap konservasi satwa liar.. Museum ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat mengenai keanekaragaman hayati serta pentingnya pelestarian satwa langka. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian sejarah yang terdiri dari Heuristik, Kritik, Interprestasi, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Museum Rahmat tidak hanya berfungsi sebagai tempat wisata edukatif, tetapi juga sebagai pusat informasi
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
18

Yusuf, Muhamad Satok. "MENARASIKAN ULANG LABEL KOLEKSI ARCA CAMUNDI DI PUSAT INFORMASI MAJAPAHIT: SEBUAH TINJAUAN BIOGRAFI BENDA." Handep: Jurnal Sejarah dan Budaya 7, no. 2 (2024): 107–19. http://dx.doi.org/10.33652/handep.v7i2.573.

Full text
Abstract:
This paper discusses the significance of presenting an educational, holistic, and neutral narrative of a museum collection according to the ICOM 2022 definition of a museum. The Camundi statue, one of the iconic collections of the Majapahit Information Center, is an essential example of museum curatorial bias. Visitors are highly interested in the historical journey of the Camundi statue; however, they lack access to a neutral and holistic information label from the collection. This research emphasises the biography of the Camundi statue's journey by examining the dynamics of the statue's role
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
19

Hendrik, Herman. "TIDAK ADA WAKTU: STUDI TENTANG ALASAN TIDAK MENGUNJUNGI MUSEUM." Kebudayaan 15, no. 1 (2020): 27–40. http://dx.doi.org/10.24832/jk.v15i1.272.

Full text
Abstract:
Tulisan ini menganalisis alasan-alasan sejumlah orang yang tidak pernah mengunjungi museum. Kajian mengenai hal tersebut dianggap vital mengingat kunjungan ke museum merupakan hal penting. Pentingnya kunjungan ke museum berhubungan dengan besarnya peran museum dalam masyarakat. Peran tersebut mencakup peran pendidikan dan peran ekonomi, yang berkaitan dengan fungsi museum yaitu pendidikan, penelitian, dan kesenangan. Dalam bidang pendidikan, museum dapat menjadi wahana belajar dan penelitian. Sementara itu, dalam bidang ekonomi, museum berperan sebagai daya tarik wisata. Data untuk tulisan ini
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
20

Adhitama, I. Nengah Doni, and Khaerunnisa Khaerunnisa. "IDENTIFIKASI FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT KETERTARIKAN PADA DESAIN KONTEMPORER." Jurnal Arsitektur dan Perencanaan (JUARA) 6, no. 2 (2023): 1–8. http://dx.doi.org/10.31101/juara.v6i2.2763.

Full text
Abstract:
Museum Kontemporer merupakan institusi publik yang mengumpulkan, merawat, menyampaikan dan memamerkan benda-benda hasil karya seni kontemporer kepada masyarakat. Museum Kontemporer dengan memanfaatkan bentuk,warna,motif dan komposisi untuk membantu menciptakan museum yang atraktif.Permasalahan yang dialami oleh museum milik negara pada umumnya yaitu bersikap pasif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi elemen-elemen yang dapat meningkatkan ketertarikan berdasarkan bentuk,warna motif dan komposisi. Metode yang digunakan meliputi desk review study dan simulasi secara kuantitatif melal
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
21

Gunawan Prayitno, Sri Wahyuni, Wasiska Iyati, et al. "Pendampingan Penyusunan Desain Museum Desa Pertanian Karangpatihan: Integrasi Wisata Edukatif dan Pengembangan Pertanian Berkelanjutan." Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei 4, no. 2 (2024): 287–302. http://dx.doi.org/10.36985/09zx2v34.

Full text
Abstract:
Pengembangan Museum Desa Pertanian di Desa Karangpatihan, Kabupaten Ponorogo, bertujuan untuk meningkatkan potensi pariwisata edukatif berbasis pertanian. Desa Karangpatihan, yang dikenal dengan keunikan budaya dan tantangan sosialnya, menghadapi berbagai permasalahan, termasuk tingkat kemiskinan yang tinggi dan keterbatasan ekonomi. Museum ini diharapkan dapat mempromosikan warisan pertanian tradisional sekaligus mengedukasi pengunjung tentang praktik pertanian berkelanjutan, serta memberdayakan masyarakat desa. Pengembangan museum dilakukan dengan metode partisipatif, melibatkan pemerintah d
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
22

Zuhairy, Ahmad Muhib. "museum, Majapahit MUSEUM MAJAPAHIT DI TAHUN 2018-2019 SEBAGAI SARANA PENDIDIKAN DAN REKREASI SERTA TEMPAT BERSEJARAH." SINDANG: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Kajian Sejarah 2, no. 2 (2020): 124–38. http://dx.doi.org/10.31540/sindang.v2i2.262.

Full text
Abstract:
Pada tanggal 24 april 1924 R.A.A Kromodjojo Adinegoro salah seorang Bupati Mojokerto, bekerja sama dengan Ir. Henry Maclaine Pont seorang arsitek Balanda mendirikan Oudheidkundige Vereeniging Majapahit (OVM) yaitu suatu perkumpulan yang bertujuan untuk meneliti peninggalan-peninggalan Majapahit. Akan tetapi OVM telah mengalami banyak perubahan nama dan juga banyak berpindah-pindah tempat dari dulu hingga sekarang. Hingga pada saat ini dikenal dengan nama PIM (Pusat Informasi Majapahit) yang dinaungi oleh BPCB JATIM( Balai Pelestarian Cagar Budaya).
 Sampai saat ini Pusat Informasi Majapah
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
23

Pramana Putra, I. Made Ochlan, I. Gede Juliana Eka Putra, and Bagus Putu Wahyu Nirmala. "Pengenalan Artefak Museum Gedong Arca Berbasis Mobile Virtual Reality." Progresif: Jurnal Ilmiah Komputer 17, no. 1 (2021): 25. http://dx.doi.org/10.35889/progresif.v17i1.570.

Full text
Abstract:
<p>Abstrak. Museum seharusnya dapat menjadi pusat pendidikan yang bersinergi antar generasi. Namun pada kenyataanya keberadaan Museum sering hanya dianggap sebatas tempat penyimpanan benda-benda kuno yang sepi pengunjung. Kesulitan memikat pengunjung untuk berkunjung ke museum menjadi masalah secara nasional yang perlu ditangani secara komprehensif. Artikel ini menyajikan model Game Pengenalan Artefak Museum Gedong Arca, yang merupakan game yang mensimulasikan Gedung serta benda bernilai sejarah yang ada di Museum kedalam dunia Virtual atau Virtual reality. Pengembangan game ini dikerjaa
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
24

Astutik, Yuli, and Soebijantoro Soebijantoro. "Dampak Kunjungan Wisatawan Terhadap Pelestarian Museum Trinil Tahun 2010-2013." AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA 5, no. 02 (2015): 123. http://dx.doi.org/10.25273/ajsp.v5i02.889.

Full text
Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak kunjungan wisatawan terhadap pelestarian Museum Trinil tahun 2010-2013. Lokasi penelitian ini berada di Musuem Trini dan sekitarnya Dukuh Pilang Desa Kawu Kecamatan Kedunggalar Kabupaten Ngawi. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan induktif dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu sumber datar primer dan sumber data sekunder. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Validasi yang digunakan untuk menguji kebenaran dan keabsahan data menggunak
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
25

Puspitasari, Desthania, Adi Sasmito, and Anityas Dian Susanti. "DESIGN OF AN ARTS AND CULTURE MUSEUM WITH A MODERN ARCHITECTURAL APPROACH IN THE CITY OF SEMARANG PERANCANGAN MUSEUM SENI DAN BUDAYA DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR MODERN DI KOTA SEMARANG." Arsitektur Universitas Pandanaran Jurnal 4, no. 1 (2024): 26–43. http://dx.doi.org/10.54325/arsip.v4i1.98.

Full text
Abstract:
Negara Indonesia merupakan negara kepulauan, yang memiliki banyak sekali ragam budaya serta kekayaan seninya. Banyak peninggalan-peninggalan berharga yang harus dirawat serta dilestarikan, seperti peninggalan dari zaman purba, kekayaan budaya, dan lain sebagainya. Museum adalah lembaga yang berfungsi melindungi, mengembangkan, memanfaatkan koleksi, dan mengomunikasikannya kepada masyarakat. Kota Semarang merupakan ibu kota Provinsi Jawa Tengah, Indonesia sekaligus menjadi pusat pemerintahan dan perekonomian dari Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Di Semarang belum ada museum seni dan budaya yang
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
26

Brigitta Trianita and Yudhiet Fajar Dewantara. "ANALISIS KETIDAKTERTARIKAN PENGUNJUNG DATANG KE MUSEUM PERJUANGAN KOTA BOGOR." Journal of Tourism Destination and Attraction 9, no. 3 (2021): 50–62. http://dx.doi.org/10.35814/tourism.v9i3.2246.

Full text
Abstract:
Museum merupakan tempat kumpulan benda-benda sejarah sebagai bukti yang harus diketahui oleh masyarakat, keaslian koleksi dan diorama yang dimiliki museum belum mampu untuk menarik wisatawan untuk datang ke Museum Perjuangan Bogor. Bangunannya yang usang serta kurangnya keunikan penyampaian serta penataan koleksi menjadi beberapa alasanya. Tujuan penelitian ini menganalisa ketidaktertarikan masyarakat untuk berkunjung ke Museum Perjuangan di Kota Bogor. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian yang telah dilakukan Museum Perjuangan kota Bogor masih sepi pengunjung diakiba
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
27

Fikri, Osama, Yunus Winoto, and Edwin Rizal. "Manajemen aset digital gallery, library, archive dan museum (glam) di Perpustakaan Pusat Unpad." Nautical : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia 2, no. 8 (2023): 515–24. https://doi.org/10.55904/nautical.v2i8.914.

Full text
Abstract:
Di era perkembangan informasi, perpustakaan perlu untuk terus berinovasi agar layanan yang dimiliki kian relevan dengan pertumbuhan masyarakat saat ini. Perpustakaan Pusat Unpad sebagai upayanya menyokong kegiatan sivitas akademika hadir dengan penyatuan unit-unit Unpad melalui GLAM. Dengan mewadahkan seluruh aset digital melalui U-GLAM (Unpad GLAM). Wadah tersebut dibangun sebagai inovasi sekaligus upaya dalam sentralisasi aset digital yang dimiliki. Metode penelitian yang digunakan yakni kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penetuan subjek pada penelitian ini menggunakan metode pengambi
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
28

Putera, Dikmas Yanfaunas, and Wirania Swasty. "Perancangan Identitas Visual dan Pengaplikasian pada Media Promosi Museum Sri Baduga." ANDHARUPA: Jurnal Desain Komunikasi Visual & Multimedia 3, no. 02 (2017): 196–203. http://dx.doi.org/10.33633/andharupa.v3i02.1497.

Full text
Abstract:
ABSTRAKKota Bandung merupakan kota yang menjadi tujuan wisata, terdapat tempat-tempat wisata yang dapat dikunjungi di Bandung dari mulai pusat perbelanjaan, wisata alam hingga museum. Selain terkenal sebagai kota wisata, kota Bandung pun terkenal sebagai pusat kebudayaan Sunda. Untungnya di kota Bandung terdapat museum yang khusus menyimpan peninggalan kebudayaan Sunda yaitu Museum Sri Baduga sebagai tempat memplejarai kebudayaan Sunda. Namun, generasi muda sebagai generasi penerus kebudayaan kini kurang memiliki minat dalam mengunjungi museum Sri Baduga. Perancangan diperlukan guna menumbuhka
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
29

Puspa, Misrawati Aprilyana, Sulistiawati Ahmad, and Siti Andini Utiarahman. "APLIKASI TOUR GUIDE MENGGUNAKAN TEKNOLOGI QR CODE BERBASIS ANDROID PADA MUSEUM PROVINSI GORONTALO." JSAI (Journal Scientific and Applied Informatics) 5, no. 2 (2022): 75–84. http://dx.doi.org/10.36085/jsai.v5i2.3362.

Full text
Abstract:
Museum Provinsi Gorontalo yang disebut juga dengan Museum Popa Eyato merupakan museum yang dibangun oleh Provinsi Gorontalo. Fakta saat ini menunjukkan bahwa sekarang ini minat untuk mendatangi museum khususnya museum Popa Eyato masih sangat kurang dikarenakan dengan perkembangan zaman saat ini yang lebih memilih mengunjungi tempat atau lokasi yang modern seperti pusat perbelanjaan, Mall dan Café. Namun kondisi Negara yang saat ini masih mengalami pandemi Covid 19 sangat tidak memungkinkan juga untuk masyarakat atau wisatawan untuk dapat mengunjungi lokasi wisata khususnya museum. Selain itu k
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
30

Hadiaty, Renny Kurnia. "Status taksonomi iktiofauna endemik perairan tawar Sulawesi." Jurnal Iktiologi Indonesia 18, no. 2 (2019): 175. http://dx.doi.org/10.32491/jii.v18i2.428.

Full text
Abstract:
The freshwaters of Sulawesi are the habitat of numerous endemic Indonesian ichthyofauna that are not found anywhere else in the world. About 68 endemic fish species described from the Sulawesi’s freshwaters, it consisted of seven fami-lia of four order. The seven familia are Adrianichthyiidae (19 spesies, two genera), Telmatherinidae (16 spesies four gen), Zenarchopteridae (15 spesies, three gen), Gobiidae (14 spesies., empat gen), Anguillidae (one spesies, one gen), Eleotridae (two spesies, two gen), Terapontidae (one spesies, one gen). Most of the Sulawesi’s endemic ichthyofauna inhabit in l
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
31

Ardiansyah, Aldizar Fikri, Aria Saputra, Chatrine Chatrine, et al. "Analisis Peran Museum Seni Jakarta di Kota Tua dalam Mempertahankan dan Melestarikan Warisan Budaya." Buletin Antropologi Indonesia 1, no. 2 (2024): 9. http://dx.doi.org/10.47134/bai.v1i2.2611.

Full text
Abstract:
Pelestarian warisan budaya memiliki peran penting dalam memberikan edukasi kepada setiap orang. Dengan menjaga keaslian dan kelestarian warisan budaya, kita dapat memperkaya pengetahuan masyarakat tentang sejarah, tradisi, dan nilai-nilai budaya. Namun, peran museum dalam melestarikan warisan budaya masih menjadi pertanyaan. Meskipun museum berfungsi sebagai wadah untuk mengumpulkan, memamerkan, dan mengajarkan tentang warisan budaya, efektivitasnya perlu dievaluasi secara kritis. Dengan memastikan museum berperan aktif dalam pemberian informasi terhadap warisan budaya, dalam penelitian yang p
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
32

Winarwan, Abang, and Edwar Amrullah. "PENERAPAN ARSITEKTUR KONSTEKTUAL PADA MUSEUM SEJARAH ISLAM INDONESIA." Jurnal Arsitektur Archicentre 1, no. 2 (2021): 70–76. http://dx.doi.org/10.33746/archicentre.v1i2.11.

Full text
Abstract:
Cirebon adalah salah satu pusat propagasi Islam di Jawa Barat yang melestarikan bukti-bukti sejarah. Bukti-bukti ini tidak hanya dalam bentuk keterbatasan fisik seperti museum, masjid, istana, makam, dan pesantren lama, tetapi juga yang non-fisik seperti perpaduan tradisi yang unik dari Jawa dan Islam yang masih dipertahankan oleh orang-orang hingga saat ini. Hasil penelitian ini merupakan kajian konseptual pendirian museum cirebon. Berdasarkan kajian konseptual tersebutBangunan Museum sejarah islam ini menerapkan gaya arsitektur kontekstual pada fasade bangunannya dimana Kontekstual menekanka
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
33

Agung, Surya. "Konsep LAM Dalam Dunia Kearsipan di Indonesia." Diplomatika: Jurnal Kearsipan Terapan 2, no. 2 (2019): 87. http://dx.doi.org/10.22146/diplomatika.43519.

Full text
Abstract:
Konsep Library, Archives, Museum (LAM) sebenarnya telah berkembang sejak tahun 1990-an, di dunia. Hal ini muncul ketika lembaga-lembaga ini melihat misi mereka tumpang tindih, padahal, kegiatan mereka semua adalah sama, yaitu sebagai sumber informasi. Dalam karya tulis ini, penulis mencoba mengkaji bagaimana konsep LAM dalam dunia kearsipan di Indonesia. Dengan tujuan mengetahui sejauh mana konsep LAM telah menyentuh dunia kearsipan. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian kualitatif, dimana penulis melakukan observasi, wawancara hingga tinjauan pustaka. Dari hasil penelitia
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
34

M. Rizky and Kania Ratnasari. "PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN PENGUNJUNG DI MUSEUM NASIONAL INDONESIA JAKARTA PUSAT." Seminar Nasional Pariwisata dan Kewirausahaan (SNPK) 3 (May 16, 2024): 405–13. http://dx.doi.org/10.36441/snpk.vol3.2024.248.

Full text
Abstract:
Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis kualitas pelayanan, kepuasan pengunjung dan juga menganalisis pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan pengujung. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dan regresi linier sederhana. Responden dalam penelitian ini sebanyak 100 orang dengan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan dinilai sangat baik dengan rata-rata 3,42 dengan rerata tertinggi pada variabel kualitas pelayanan sebesar 3,49 terdapat pada dimensi reliability sedangkan rerata terendah 3,30 terdapat pada dimensi resp
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
35

Akbar, Muhammad, and Anggiat Parlindungan Simbolon. "Pengaruh Promosi, Harga dan Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Pengunjung Museum Perkebunan Indonesia Di Kota Medan." Jurnal Ekonomi Bisnis, Manajemen dan Akuntansi (JEBMA) 4, no. 3 (2024): 1595–606. https://doi.org/10.47709/jebma.v4i3.4786.

Full text
Abstract:
Museum Perkebunan Indonesia adalah sebuah museum yang didirikan sebagai pusat informasi dan pendidikan tentang perkebunan yang ada di Indonesia. Museum ini berlokasi di Jalan Brigjen Katamso No. 53 Kota Medan, Sumatera Utara. Kepuasan pengunjung di Museum Perkebunan Indonesia di Kota Medan menjadi fenomena dalam penelitian ini. Untuk memberikan kepuasan kepada para pengunjung ada terdapat beberapa faktor salah satunya adalah promosi, harga dan kualitas pelayanan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh promosi, harga dan kualitas pelayanan terhadap kepuasan pengunjung di Museum Perkebu
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
36

Edrea, Michelle, and Yudhiet Fajar Dewantara. "Analisis 4A terhadap Minat Berkunjung di Museum Nasional Jakarta." JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan 6, no. 9 (2023): 6953–62. http://dx.doi.org/10.54371/jiip.v6i9.2840.

Full text
Abstract:
Museum Nasional Jakarta adalah museum nasional yang berlokasi di pusat Kota Jakarta dengan berbagai daya tarik, akses, fasilitas, dan layanan yang dapat menarik minat pengunjung. Penelitian dilakukan dengan tujuan menganalisis pengaruh 4A terhadap minat berkunjung di Museum Nasional Jakarta. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode analisis Partial Least Square. Metode olah data menggunakan statistik deskriptif, uji outer model mencakup uji validitas dan uji reliabilitas, uji inner model mencakup uji R-square, uji path coefficients, dan uji hipotesis dengan bootst
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
37

Wulandari, Yulianti Fajar, Lymbarski Caesariano, Murtiadi Murtiadi, and Yan Bastian. "Virtual Tour Sebagai Media Komunikasi Digital Dalam Pelayanan Museum Kehutanan Di Masa Pandemi Covid-19." Jurnal Media Penyiaran 1, no. 1 (2021): 9–15. https://doi.org/10.31294/jmp.v1i1.389.

Full text
Abstract:
Kasus perdana COVID-19 diumumkan Pemerintah Indonesia di pertengahan Maret 2020. Untuk memutus penyebaran virus corona, diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar. Kebijakan PSBB menghimbau semua aktifitas dilakukan dari rumah, seperti bekerja dan belajar. Museum sebagai salah satu destinasi wisata, sangat terdampak karena tidak dapat beroperasi. Sekolah pun sulit mengadakan study tour (wisata edukasi) ke museum sebagai agenda tahunan. Museum Kehutanan yang dikelola Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, berlokasi di Jakarta Pusat, turut terdampak. Museum ini menyajikan wisata edukasi
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
38

Santika, I. Gede Candra, I. Ketut Sugihantara, and Ida Bagus Gede Parama Putra. "Penentuan lokasi Pada Perencanaan dan Perancangan Museum Seni Rupa di Gianyar." Undagi : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa 11, no. 2 (2023): 297–303. http://dx.doi.org/10.22225/undagi.11.2.7016.297-303.

Full text
Abstract:
Hakikat karya seni merupakan jejak langkah sang seniman dalam lingkup sejarah kebudayaan umat manusia. Semua ini akan terus dapat dilacak maupun diapresiasi secara berkesinambungan jika karya-karya seni tersebut disimpan dengan baik pada sebuah tempat yang representatif, salah satunya adalah museum seni rupa. museum seni rupa lukisan dan patung adalah wadah atau tempat bagi seseorang untuk mengekspresikan pikiran, perasaan maupun imajinasinya melalui media lukisan atau patung yang memiliki pesan tertentu maupun hanya sebagai ekspresi diri semata yang ditunjukan kepada khalayak banyak Secara um
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
39

Tasya Martasari, Sukma Puspita Sawitri, Fadilla Saputri, and Delmira Syafrini. "Pelestarian Warisan Budaya Masyarakat Minangkabau Melalui Museum Adityawarman Kota Padang." Social Empirical 2, no. 1 (2025): 28–36. https://doi.org/10.24036/scemp.v2i1.2.

Full text
Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Museum Adityawarman di Kota Padang sebagai pusat pelestarian identitas budaya lokal Masyarakat Minangkabau. Penelitian ini penting untuk dilakukan sebagai upaya dalam melestarikan budaya Minangkabau agar tidak hilang, terutama di era perkembangan zaman dan teknologi yang dapat menggerus nilai budaya lokal secara perlahan. Konsep yang digunakan dalam penelitian ini adalah Konsep Pelestarian Budaya oleh Koentjaraningrat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pemilihan informan yang digunakan yaitu teknik
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
40

NABILLAH, SALSA, NAUFAL RABBANI SUMITRA, and IMA ROHIMAH. "REVOLUSI TEKNOLOGI: IMPLEMENTASI MUSEUM TEKNOLOGI DALAM MENCIPTAKAN PARIWISATA INTERAKTIF DI ERA SOCIETY 5.0." JURNAL PESONA PARIWISATA 3, no. 1 (2024): 26–32. http://dx.doi.org/10.33005/peta.v3i1.61.

Full text
Abstract:
Di era revolusi industri dan society 5.0, perkembangan teknologi mengalami kemajuan yang signifikan dan mengubah lanskap di berbagai sektor, termasuk pariwisata. Namun jika ditinjau dari sektor pariwisata, museum menghadapi tantangan dalam menarik minat generasi Z yang hidup dalam era digitalisasi. Inovasi diperlukan untuk meningkatkan daya tarik dan keterlibatan pengunjung. Dengan penerapan Virtual MuseTech (Museum Technology) yang menggabungkan teknologi seperti Augmented Reality (AR), Virtual Reality (VR), panduan digital, dan interaksi multimedia. Melalui penerapan teknologi ini, pengunjun
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
41

Ulfah, Siti Maria, Esty Poedjioetami, and Suci Ramadhani. "Penerapan Tema Simbolis pada Bentuk Rancangan Museum dan Pusat Dokumentasi Perfilman Nusantara di Surabaya." Tekstur (Jurnal Arsitektur) 2, no. 1 (2021): 99–106. http://dx.doi.org/10.31284/j.tekstur.2021.v2i1.1508.

Full text
Abstract:
Abstract. Films in Indonesia have a long history, and are even now considered an era of national film revival, which is marked by the condition of films experiencing an ever-increasing number of production. Due to the lack of facilities available specifically for archipelago film archives in Indonesia, this background is the reason for the need to build a Museum and Archipelago Film Documentation Center located in Surabaya, where according to the Indonesian Film Agency the island of Java is the region that dominates the largest number of film viewers in Indonesia. The method used in this resea
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
42

Noviandina, Risye, Ahmad Zuhdi, and Gatot Budi Santoso. "PENGEMBANGAN WEBSITE MUSEUM 12 MEI UNIVERSITAS TRISAKTI MENGGUNAKAN PH." JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS TRISAKTI 5, no. 1 (2020): 69–76. http://dx.doi.org/10.25105/pdk.v5i1.6429.

Full text
Abstract:
Museum Trisakti atau Museum 12 mei merupakan museum yang dirancang sebagai wadah untuk menyimpan dokumen dan aspirasi, setra berperan aktif mahasiswa Trisakti dalam memperjuangkan demokrasi dan hak asasi manusia.. Di dalam museum terdapat berbagai artikel, kumpulan berita dari surat kabar, video tentang tragedi 12 mei, ornament tragedi 12 mei, foto almarhum, hingga barang-barang pribadi peninggalan almarhum. Dengan adanya museum ini, dapat menjadi pusat dari pendidikan untuk anak-anak usia sekolah, remaja, dewasa, maupun masyarakat umum untuk mengenal sejarah bangsa bagaimana dapat terjadinya
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
43

Muhammad Fahmi Syarofi, Eko Nursanty, and Astari Wulandari. "Perancangan Museum Sastra Indonesia di Surakarta." SARGA: Journal of Architecture and Urbanism 15, no. 2 (2021): 19–27. http://dx.doi.org/10.56444/sarga.v15i2.149.

Full text
Abstract:
Perencanaan arsitektur mencakup berbagai jenis proyek pembangunan. Salah satunya pembangunan museum. Museum merupakan tempat untuk menyimpan benda-benda bersejarah. Museum memiliki peran penting dalam suatu peradapan salah satunya sebagai pusat untuk penelitian terkait benda yang dikoleksi sehingga dapat dikembangkan dari masa ke masa. Museum sasatra indonesia merupakan museum khusus yang menyimpan benda mengenai sastra. Kota Surakarta dipilih sebagai tempat berdirinya museum sastra indonesia karena di kota ini menyimpan berbagai peninggalan sastra kuno yang masih terjaga namun belum ada tempa
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
44

Nisa Hafi Idhoh Fitriana, Ellecia Pricillia Siahaan, Nabilah Ainur Rohmah, and Danang Permadhi. "Pendampingan Wisata Edukasi di Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia." Kesejahteraan Bersama : Jurnal Pengabdian dan Keberlanjutan Masyarakat 1, no. 3 (2024): 01–09. https://doi.org/10.62383/bersama.v1i3.167.

Full text
Abstract:
The Indonesian Sugar Plantation Research Center (P3GI) plays a crucial role in the development of the sugar industry in Indonesia. Currently, the contribution extends not only to the sugarcane industry but also begins to branch out into the field of education by providing educational tours for the public. The educational tourism activities at the Indonesian Sugar Plantation Research Center (P3GI) not only offer tours but also include accompaniment. The main objective of this accompaniment is to enhance tourists' knowledge by accompany and educating them during their visit to P3GI. Guides will
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
45

Zega, Melitinus, Ayler Beniah Ndraha, Meiman Hidayat Waruwu, and Heseziduhu Lase. "Analisis Metode Perekrutan Karyawan di Museum Pusaka Nias." Arus Jurnal Sosial dan Humaniora 4, no. 3 (2024): 1590–603. https://doi.org/10.57250/ajsh.v4i3.729.

Full text
Abstract:
Penelitian ini bertujuan menganalisis metode perekrutan karyawan di Museum Pusaka Nias guna mengidentifikasi efektivitas, tantangan, dan potensi perbaikan dalam sistem perekrutan yang diterapkan. Menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif, data diperoleh melalui observasi langsung dan wawancara dengan manajemen serta karyawan yang terlibat dalam proses perekrutan di Museum Pusaka Nias selama periode penelitian dari Maret hingga Mei 2024. Analisis difokuskan pada aspek kualifikasi kandidat, metode seleksi, transparansi, serta potensi pengembangan sistem perekrutan. Hasil penelitian menunjukka
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
46

Muthi’ah, Waridah, Agus Sachari, Pindi Setiawan, and Ahmad Haldani Destiarman. "Komparasi Busana Arca Harihara Era Majapahit: Koleksi Museum Nasional Jakarta, Pusat Informasi Majapahit Trowulan, dan Museum Anjuk Ladang Nganjuk." HASTAGINA: JURNAL KRIYA DAN INDUSTRI KREATIF 1, no. 01 (2021): 18–25. http://dx.doi.org/10.59997/hastagina.v1i01.69.

Full text
Abstract:
Arca era Klasik di Nusantara merupakan sumber pengetahuan mengenai kondisi masyarakat pada masa tersebut. Dalam penggambaran busana pada arca dari era Klasik Akhir (abad ke-13 hingga ke-15 M) di Jawa, khususnya pada arca pendharmaan raja, tampak kesejajaran antara gaya busana yang dikenakan raja dengan para dewa, yakni pada bentuk, jenis, serta penggunaan simbol-simbol yang merupakan atribut dewa, khususnya Trimurti. Jika dikaitkan dengan prinsip kesejajaran mikrokosmos dan makrokosmos dalam masyarakat Jawa, hal ini merupakan representasi konsep dewaraja, yakni menyejajarkan sang pemakai denga
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
47

Santoso, Wisnu Wahyu, Hermawan Hermawan, and Adinda Septi Hendriani. "MUSEUM GEOLOGI WONOSOBO DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR BIOKLIMATIK." Journal of Economic, Business and Engineering (JEBE) 2, no. 2 (2021): 391–95. http://dx.doi.org/10.32500/jebe.v2i2.1757.

Full text
Abstract:
Kabupaten Wonosobo merupakan sebuah kabupaten di Jawa Tengah. Kabupaten Wonosobo mempunyai potensi besar dalam dunia kepariwisataan. Potensi wisata dapat ditemukan maupun dibuat, tergantung keadaan geografis dan ketersediaan objek alami. Objek alami yang sangat besar potensinya seperti Dieng yang diyakini sebagai pusat peradaban manusia hingga Wadaslintang dengan potensi alam yang menawan. , wisata yang berada di lubang sewu saat ini di rasa masih belum mampu memanjakan wisatawan yang datang karena kurangnya fasilitas yang memadai oleh sebab itu, diwisata lubang sewu perlu adanya museum geolog
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
48

Juliawati, Sarah, Mutiawati Mandaka, and Gatoet Wardianto. "DEVELOPMENT DESIGN OF THE MOSQUE AREA AT QUEEN KALINYAMAT'S TOMB IN JEPARA PERANCANGAN PENGEMBANGAN KAWASAN MASJID DI MAKAM RATU KALINYAMAT DI JEPARA." Arsitektur Universitas Pandanaran Jurnal 4, no. 2 (2024): 203–10. http://dx.doi.org/10.54325/arsip.v4i2.133.

Full text
Abstract:
Perancangan kawasan ini bertujuan sebagai wisata religi khususnya untuk umat islam dan sebagai penunjang masyarakat yang datang ke Jepara untuk berziarah. Masyarakat yang datang ke Jepara Di Kabupaten Jepara belum ada tempat wisata yang lengkap yang bisa menunjang kebutuhan para pengunjung seperti tempat penginapan, museum, pusat kuliner, belanja souvenir dan lainnya. Oleh karena itu diperlukan perencanaan perancangan fasilitas untuk kelengkapan masjid dan makam.
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
49

Hutagaol, Gilbert Alexander, and Diah Anggraini. "PENDEKATAN TIPOLOGI DALAM PERANCANGAN MUSEUM TRAGEDI PANDEMI DI PADEMANGAN, JAKARTA UTARA." Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) 4, no. 1 (2022): 545. http://dx.doi.org/10.24912/stupa.v4i1.16901.

Full text
Abstract:
Museums are a means of learning and knowledge for the general public, especially knowledge about history and culture. Museums are basically made to commemorate various events in the past with documents to objects left behind. Historical objects stored in the museum are representations of past events that can be remembered and become common. Hopefully, it will be a lesson in the future. Seeing that the current level of visits to museums in Indonesia is still low, so a rethinking of the typology of museums is needed, which can remind the interest of the Indonesian people to make museums a means
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
50

Thamrin, Nur Husniah, Anna Rulia, and Daffa Sega Maulana. "PERENCANAAN PUSAT UKM DI PASAR SENI MUSEUM MULAWARMAN TENGGARONG PENEKANAN PADA SIRKULASI RUANG DALAM." Jurnal Kreatif : Desain Produk Industri dan Arsitektur 9, no. 2 (2021): 11. http://dx.doi.org/10.46964/jkdpia.v9i2.163.

Full text
Abstract:
Souvenir center is a place that is sought when someone is visiting a city and wants to buy souvenirs typical of the city. With these souvenirs can be a souvenir for relatives and can also be a memento of the city that was visited. The Art Market is a souvenir shopping center typical of the city of Tenggarong, where the city of Tenggarong is very thick in culture and there are various types of handicrafts that can be used as souvenirs. With the Art Market, it can awaken the economy of the surrounding community because of the existence of Small and Medium Enterprises (SMEs) the results of the Te
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
We offer discounts on all premium plans for authors whose works are included in thematic literature selections. Contact us to get a unique promo code!