To see the other types of publications on this topic, follow the link: Nilai-Nilai Pendidikan Ki Hadjar Dewantara.

Journal articles on the topic 'Nilai-Nilai Pendidikan Ki Hadjar Dewantara'

Create a spot-on reference in APA, MLA, Chicago, Harvard, and other styles

Select a source type:

Consult the top 50 journal articles for your research on the topic 'Nilai-Nilai Pendidikan Ki Hadjar Dewantara.'

Next to every source in the list of references, there is an 'Add to bibliography' button. Press on it, and we will generate automatically the bibliographic reference to the chosen work in the citation style you need: APA, MLA, Harvard, Chicago, Vancouver, etc.

You can also download the full text of the academic publication as pdf and read online its abstract whenever available in the metadata.

Browse journal articles on a wide variety of disciplines and organise your bibliography correctly.

1

Apriliyanti, Fressi, Fattah Hanurawan, and Ahmad Yusuf Sobri. "Sistem Among dalam Penerapan Nilai-nilai Luhur Pendidikan Karakter Ki Hadjar Dewantara." Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan 5, no. 8 (2020): 1048. http://dx.doi.org/10.17977/jptpp.v5i8.13866.

Full text
Abstract:
<p class="Abstrak"><strong>Abstract:</strong> The purpose of this study was to describe the wholeness of the Among System in the application of the noble values in the character education of Ki Hadjar Dewantara. The case study qualitative research data collected using in-depth interviews, observations and study documents. The data analysis technique in this study was thematic analysis and validated by source triangulation and method triangulation The results showed that the Among System demonstrated the application of the noble values of the education of Ki Hadjar Dewantara's
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
2

widodo, winarso. "INTERNALISASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN KI HADJAR DEWANTARA DALAM MODEL PEMBELAJARAN DI PERGURUAN TINGGI (Studi Eksperimen di Jurusan Tadris Matematika)." Jurnal Math Educator Nusantara 2, no. 2 (2016): 93–186. https://doi.org/10.5281/zenodo.583643.

Full text
Abstract:
Department of Mathematics education curriculum implementation Based KKNI who have not provided the container development of character education for students. This can be seen from the learning process in college that still relies on aspects of increased knowledge. Achievement of learning on aspects of attitudes / values still are administrative without being pushed on the feasibility of value investment education daily life. Applied learning models are still oriented to conventional learning eg discussions, lectures, discussion and assignment. It is necessary to present innovations in the lear
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
3

Juliangkary, Eliska, I. Wayan Suastra, and Ananta Wikrama Tungga Atmaja. "Kurikulum Merdeka: Filsafat Pendidikan dan Nilai-Nilai Ki Hajar Dewantara dalam Sorotan Kritis." Empiricism Journal 4, no. 2 (2023): 598–605. http://dx.doi.org/10.36312/ej.v4i2.1665.

Full text
Abstract:
Kajian ini bertujuan untuk mengupas lapisan-lapisan Kurikulum Merdeka, mengurai akar filsafatnya, dan meneliti manifestasinya melalui idealisasi Ki Hajar Dewantara. Penelitian ini mengadopsi metode library research, yang melibatkan analisis literatur. Untuk mengumpulkan informasi terkait konsep merdeka belajar dan keempat filsafat yang dijelaskan yaitu aliran filsafat progresivisme, konstruktivisme, humanisme, dan filsafat Ki Hadjar Dewantara, penelitian ini merujuk pada berbagai literatur, buku, artikel, dan referensi lain yang relevan dengan tujuan penulisan artikel ini. Penelitian ini mengh
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
4

Zuhri Dwi Apriansah and Deri Wanto. "NILAI-NILAI PENDIDIKAN BUDI PEKERTI MENURUT KI HADJAR DEWANTARA DAN RELEVANSI DENGAN KEBIJAKAN PENDIDIKAN KARAKTER." LITERASI: Jurnal Pendidikan Guru Indonesia 1, no. 2 (2022): 105–13. http://dx.doi.org/10.58218/literasi.v1i2.382.

Full text
Abstract:
Penelitian bertujuan untuk mengetahui Nilai-Nilai Pendidikan Budi Pekerti Menurut Ki Hadjar Dewantara dan Relevansinya dengan Kebijakan Pendidikan Karakter. Manfaat penelitian yaitu memperkaya khazanah keilmuan dalam dunia pendidikan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian biografi naratif dengan metode pemaparan deskriptif. Jenis penelitian menggunakan metode library research. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, Nilai-Nilai Pendidikan Budi Pekerti Menurut Ki Hadjar Dewantara dalam menanamkan moral pada anak didik terdiri dari beberapa komponen. Kedua, Be
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
5

Tarigan, Mardinal, Alvindi Alvindi, Arya Wiranda, Syahwan Hamdany, and Pardamean Pardamean. "Filsafat Pendidikan Ki Hajar Dewantara dan Perkembangan Pendidikan di Indonesia." Mahaguru: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar 3, no. 1 (2022): 149–59. http://dx.doi.org/10.33487/mgr.v3i1.3922.

Full text
Abstract:
Dasar pendidikan adalah cita-cita kemanusiaan yang universal sehingga dalam pemecahan masalah-masalah pendidikan yang komplek dibutuhkannya filsafah-filsafah agar solusi pemecahan masalah tersebut dapat dirasakan manfaatnya bagi semua kalangan. Salah satu tokoh yang memiliki filsafah kuat tentang pendidikan adalah Ki Hadjar Dewantara. Beliau adalah seorang bangsawan dari lingkungan Kraton Yogyakarta yang memiliki tingkat kepedulian yang tinggi dengan lingkungan pendidikan. Gagasan filosofis yang disapaikan oleh Ki Hajar Dewantara telah menjadi pondasi bagi pendidikan di Indonesia. Menurut Ki H
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
6

Marwah, Siti Shafa, Makhmud Syafe’i, and Elan Sumarna. "RELEVANSI KONSEP PENDIDIKAN MENURUT KI HADJAR DEWANTARA DENGAN PENDIDIKAN ISLAM." TARBAWY : Indonesian Journal of Islamic Education 5, no. 1 (2018): 14. http://dx.doi.org/10.17509/t.v5i1.13336.

Full text
Abstract:
This article would like to explain about the relevance between Ki Hadjar Dewantara’s concept of education and Islamic education. To get a deep comprehension about the concept of Ki Hadjar Dewantara’s education and Islamic education, this research uses qualitative approach and descriptive analitic method, so that the relevance between these two concepts can be seen. The result of this research states that 5 of the 6 components examined from these two concepts of education, have a relevant relation. So, this result indicates that the decline of children’s moral quality that occured today is not
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
7

Dahlia, Dahlia. "FILOSOFI PENDIDIKAN KI HADJAR DEWANTARA DALAM MEMERDEKAKAN PENDIDIKAAN." Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial 4, no. 6 (2024): 1. http://dx.doi.org/10.17977/um063v4i6p1.

Full text
Abstract:
Abstrak: Ki Hadjar Dewantara adalah seorang tokoh pendidikan Indonesia yang dikenal karena konsep pendidikannya yang holistik dan humanis. Pendidikan di Indonesia memiliki landasan yang kuat dalam pendekatan filsafat pendidikan yang diperkenalkan oleh Dewantara. Filosofi pendidikannya, yang dikenal sebagai "Taman Siswa," menekankan pentingnya belajar melalui pengalaman, pemikiran kritis, dan perkembangan moral. Memerdekakan pendidikan bukan hanya tentang memberikan pengetahuan kepada siswa, tetapi juga tentang mengajarkan nilai-nilai kepedulian dan keadilan yang penting dalam membangun masyara
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
8

Acetylena, Sita. "Bahasa dan Pendidikan Karakter Dalam Pandangan Ki Hadjar Dewantara (Perspektif Teori Kritis Habermas)." AL-WIJDÃN Journal of Islamic Education Studies 3, no. 1 (2018): 33–55. http://dx.doi.org/10.58788/alwijdn.v3i1.121.

Full text
Abstract:
Abstrak Perjuangan Ki Hadjar Dewantara dalam merintis kemerdekaan melalui pergerakan politik maupun melalui pendidikan berbasis karakter dilakukan dengan menjadikan bahasa sebagai salah satu tumpu pergeraknya. Bahasa digunakan sebagai alat menanamkan karakter kebangsaan maupun bahasa sebagai alat diskursus demi meraih kemerdekaan. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan memahami pemikiran Ki Hadjar Dewantara tentang bahasa dan pendidikan karakter dalam pandangan Teori Kritis Habermas. Teori kritis Habermas merupakan teori kritis berparadigma komunikatif. Selain itu j
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
9

Zainuddin, Zainuddin. "Konsep Pendidikan Budi Pekerti Perspektif Ki Hadjar Dewantara." KABILAH : Journal of Social Community 6, no. 1 (2021): 8–25. http://dx.doi.org/10.35127/kbl.v6i1.4651.

Full text
Abstract:
Dewasa ini sistem pendidikan telah kehilangan visi sejatinya, kebanyakan lembaga pendidikan kini cenderung mengusung visi pragmatis, yaitu mencetak lulusan yang siap kerja. Karena pada hakikatnya tujuan pendidikan bukan hanya mempersiapkan generasi yang kompeten dan berdaya saing tinggi dalam memperoleh pekerjaan. Namun harus dibekali dengan nilai-nilai budi pekerti luhur. Pendidikan hanya berorientasi pada kehidupan duniawi sehingga aspek-aspek spiritual keagamaan kurang diperhatikan. Dari fenomena diatas menunjukkan bahwa saat ini sudah terjadi moral crisis yang harus segera dikembalikan kep
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
10

Wijayanto, Sukma. "Peran modal sosial dalam implementasi konsep pemikiran Ki Hadjar Dewantara di SD Taman Muda Yogyakarta." Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi 5, no. 1 (2017): 101. http://dx.doi.org/10.21831/jppfa.v5i1.13566.

Full text
Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) implementasi pendidikan Ki Hadjar Dewantara; dan (2) modal sosial di SD Taman Siswa Jetis. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Unit analisis penelitian adalah SD Tamansiswa Jetis. Penentuan subjek dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan subjek penelitian adalah pamong, kepala sekolahdan ketua yayasan Majelis Luhur Persatuan Tamansiswa cabang Jetis. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi partisipatif, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis penelitian ini menggun
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
11

Apriliyanti, Fressi, Fattah Hanurawan, and Ahmad Yusuf Sobri. "Keterlibatan Orang Tua dalam Penerapan Nilai-nilai Luhur Pendidikan Karakter Ki Hadjar Dewantara." Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini 6, no. 1 (2021): 1–8. http://dx.doi.org/10.31004/obsesi.v6i1.595.

Full text
Abstract:
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan keterlibatan orangtua dalam penerapan nilai-nilai luhur pendidikan karakter Ki Hadjar Dewantara di PAUD. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kualitatif studi kasus. Alat pengumpul data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara mendalam, observasi dan studi dokumen. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah tematik analisis. Derajat keterpercayaan dalam penelitian ini dicapai dengan menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukkan bentuk keterlibatan orang tua antara lain paguyuba
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
12

Bakhtiar, Yohan. "INTERNALISASI FILOSOFI TRILOGI PENDIDIKAN KI HADJAR DEWANTARA DALAM PEMAHAMAN PRODUCT KNOWLEDGE SYARIAH." IMANENSI: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi Islam 1, no. 2 (2019): 75–86. http://dx.doi.org/10.34202/imanensi.1.2.2014.75-86.

Full text
Abstract:
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengimplementasikan nilai-nilai filosofis trilogi pendidikan Ki Hadjar Dewantara dalam membangkitkan kesadaran akan arti pentingnya product knowledge sebagai salah satu aspek non-material dalam perbankan syariah. Metode penelitian yang digunakan untuk internalisasi pemahaman nilai-nilai keIslaman dalam berbisnis yaitu trilogi pendidikan Ki Hadjar Dewantara (Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa,Tut Wuri Handayani). Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa intervensi dapat diterapkan sebagai salah satu tujuan untuk memberikan kesadaran dan peruba
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
13

Hidayat, Wildan Nur, and Mukh Nursikin. "KONSEP PENDIDIKAN NILAI MENURUT KI HADJAR DEWANTARA DAN NICOLAUS DRIYARKARA." Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan 4, no. 1 (2023): 1–8. http://dx.doi.org/10.35672/afeksi.v4i1.48.

Full text
Abstract:
Pendidikan nilai sejatinya tidak dapat terlaksana dengan baik, jika tidak sejalan dengan kerjasama oleh tenaga pendidikan dan orang tua yang secara massife ikut berjuang dalam menanamkan nilai-nilai luhur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisi konsep pendidikan nilai menurut Ki Hadjar Dewantara dan Nicoulas Driyarkara. Metode penelitian dalam jurnal ini menggunakan metode literature review. Metode literatur ini didapatkan dari berbagai sumber seperti jurnal, buku, internet dan pustaka. Metode literatur dilakukan peneliti dengan maksud utama yaitu mencari dasar atau fondasi utnuk memperole
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
14

Nugroho, Bambang. "FILOSOFI PENDIDIKAN KI HADJAR DEWANTARA BASIS DALAM MERDEKA BELAJAR UNTUK MENCETAK MANUSIA INDONESIA BERKARAKTER." Psiko Edukasi 21, no. 1 (2023): 28–40. http://dx.doi.org/10.25170/psikoedukasi.v21i1.4374.

Full text
Abstract:
Melalui pemikirannya, Ki Hajar Dewantara berpendapat bahwa pendidikan adalah serangkaian proses untuk memanusiakan manusia. Konsep pendidikan menurut Ki Hadjar Dewantara didasarkan pada asas kemerdekaan, yang berarti bahwa manusia diberi kebebasan untuk mengembangkan dan mengatur kehidupannya sesuai dengan kemampuan dan talentanya. Seorang peserta didik harus memiliki jiwa merdeka yang berarti merdeka secara lahir dan batin. Ki Hadjar Dewantara mengistilahkan dengan sistem among, yakni melarang adanya hukuman dan paksaan kepada peserta didik karena akan mematikan jiwa merdeka serta mematikan k
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
15

Gantina, Gantina, Yusuf Tri Herlambang, and Tatang Muhtar. "Reinterpretasi Konsepsi Ki Hadjar Dewantara: Studi Kritis dalam Perspektif Filosofis-Pedagogis." Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru 10, no. 2 (2025): 1271–77. https://doi.org/10.51169/ideguru.v10i2.1518.

Full text
Abstract:
Pendidikan memiliki peran penting dalam kehidupan manusia sebagai fondasi utama dalam mengembangkan kualitas individu. Pandangan Ki Hajar Dewantara memunculkan konsep pendidikan yang komprehensif dan terintegrasi meliputi berbagai aspek, seperti aspek kecerdasan, emosional, fisiki, estetika, sosial serta spiritual. Tujuan penelitian ini yakni mengkaji serta menguraikan gagasan pedagogis Ki Hajar Dewantara dalam kaitan pendidikan masa kini. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Studi Literatur dengan menelaah berbagai sumber litetur yang relevan. Hasil penelitian menyatakan bahwa konsep
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
16

Nurdiana, Asri, and Mukh Nursikin. "Konsep Pendidikan Nilai Dalam Filsafat Pendidikan Menurut Al-Ghazali dan Ki Hadjar Dewantara." Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan 6, no. 5 (2025): 970–76. https://doi.org/10.59698/afeksi.v6i5.542.

Full text
Abstract:
Artikel ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis konsep pendidikan nilai dalam perspektif dua tokoh besar, yaitu Al-Ghazali dan Ki Hadjar Dewantara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka untuk menelaah karya-karya dan pemikiran kedua tokoh yang berpengaruh dalam sejarah pendidikan Islam dan pendidikan nasional Indonesia. Hasil kajian menunjukkan bahwa Al-Ghazali menekankan pendidikan sebagai proses penyucian jiwa (tazkiyatun nafs) yang bertujuan mendekatkan diri kepada Allah SWT, serta menempatkan akhlak sebagai inti dari pendidikan. Di sisi lain, Ki
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
17

Ainia, Dela Khoirul. "MERDEKA BELAJAR DALAM PANDANGAN KI HADJAR DEWANTARA DAN RELEVANSINYA BAGI PENGEMBANAGAN PENDIDIKAN KARAKTER." Jurnal Filsafat Indonesia 3, no. 3 (2020): 95–101. http://dx.doi.org/10.23887/jfi.v3i3.24525.

Full text
Abstract:
Merdeka belajar atau kebebasan berpikir merupakan gagasan yang dicetuskan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Tujuan dari merdeka belajar yaitu menciptakan pendidikan yang menyenangkan bagi siswa dan guru, karena selama ini sistem pendidikan di indonesia masih memiliki permasalahan yang kompleks. Selama ini pendidikan lebih menekankan pada aspek pengetahuan daripada aspek keterampilan. Dengan dicetuskannya gagasan merdeka belajar siswa dan guru dibebaskan dalam mengembangkan bakat dan ketrampilan dalam dirinya. Merdeka belajar menekankan juga pada aspek pengembangan kara
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
18

Zahrani, Anissa Maulida, Dihan Nabila Rihadatul Aisy, Heaven Frederica, et al. "SINERGISITAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DALAM PANDANGAN KI HADJAR DEWANTARA." Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial 4, no. 4 (2024): 2. http://dx.doi.org/10.17977/um063v4i4p2.

Full text
Abstract:
Abstrak: Sebelum memasuki era kontemporer, arah pendidikan Indonesia dicanangkan Ki Hadjar Dewantara sebagai instrumen dalam memerdekakan bangsa. Gagasan ide pendidikannya yang mengusung segi kebudayaan sebagai instrumen kuncinya, mampu mengangkat martabat pendidikan Indonesia ke arah maju. Lewat sistem among, serta peletakan pondasi berupa kurikulum pengajaran yang termanifestasi dalam perguruan Taman Siswa mampu mendorong terwujudnya cita-cita pendidikan yang memerdekakan bangsa. Selain itu, Ki Hadjar Dewantara turut menguraikan beberapa strategi untuk dapat mengembangkan kebudayaan. Hal ter
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
19

Mudana, I. Gusti Agung Made Gede. "MEMBANGUN KARAKTER DALAM PERSPEKTIF FILSAFAT PENDIDIKAN KI HADJAR DEWANTARA." Jurnal Filsafat Indonesia 2, no. 2 (2019): 75. http://dx.doi.org/10.23887/jfi.v2i2.21285.

Full text
Abstract:
Sistem pendidikan yang dikemukakan Ki Hadjar Dewantara (ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, dan tut wuri handayani) adalah wasiat luhur yang patut dijadikan sebagai acuan dalam pengembangan pendidikan karakter. Pendidikan menurut Ki Hadjar Dewantara haruslah bersifat nasional. Artinya, secara nasional pendidikan harus memiliki corak yang sama dengan tidak mengabaikan budaya lokal. Bangsa Indonesia yang terdiri atas banyak suku, ras, dan agama hendaknya memiliki kesamaan corak dalam mengembangkan karakter anak bangsanya. Penyelenggaraan pendidikan jangan terjebak pada pencapaian ta
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
20

Gunawan Parulian, Hendra, Mangatur Parsaoran Simbolon, and Rudy Harto Siringoringo. "Integrasi Filosofi Pendidikan Ki Hadjar Dewantara, Profil Pelajar Pancasila, Dan Nilai Kekristenan." Journal on Education 7, no. 2 (2024): 9397–408. https://doi.org/10.31004/joe.v7i2.7902.

Full text
Abstract:
This article examines the integration between Ki Hadjar Dewantara's educational philosophy, the Pancasila Student Profile, and Christian values ​​as a holistic approach to education in Indonesia. Ki Hadjar Dewantara's philosophy emphasizes the importance of Tri-Nga (understand, feel, act) and Tri-Center of Education (family, school, community), which is in line with the dimensions of the Pancasila Student Profile. This approach strengthens students' spiritual, intellectual and social character. Christian values ​​such as love, justice, and service add depth to the moral dimension of education.
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
21

Dewantara, Jagad Aditya, T. Heru Nurgiansah, and Fazli Rachman. "Mengatasi Pelanggaran Hak Asasi Manusia dengan Model Sekolah Ramah HAM (SR-HAM)." EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN 3, no. 2 (2021): 261–69. http://dx.doi.org/10.31004/edukatif.v3i2.277.

Full text
Abstract:
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis literatur yang berhubungan dengan solusi menghapus pelanggaran Hak Asasi Manusia di lingkungan sekolah melalui Sekolah Ramah HAM (SR HAM). Metode yang digunkan dalam penulisan artikel ini adalah dengan studi literatur. Sekolah Ramah HAM (Human Rights Friendly School) adalah sebuah sekolah yang mengintegrasikan nilai-nilai HAM sebagai prinsip- prinsip inti dalam organisasi dan pengelolaan sekolah, di mana nilai atau prinsip HAM menjadi pusat atau ruh dari proses pembelajaran dan pengalaman serta hadir di semua Sisi kehidupan sekolah tersebut. Pend
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
22

Shabartini, Dewi Nancy, Sholeh Hidayat, Ujang Jamaludin, and Suroso Mukti Leksono. "Konsep Pendidikan Ki Hadjar Dewantara Dalam Penanaman Nilai-Nilai Multikultural Untuk Siswa Sekolah Dasar." Jurnal Elementaria Edukasia 6, no. 2 (2023): 964–73. http://dx.doi.org/10.31949/jee.v6i2.5325.

Full text
Abstract:
In line with the development of science and technology, the Indonesian nation's education began to lose its identity. Indonesian education seems to be tossing and turning, not having clear directions and goals where to go and tends to imitate a lot from the education system in other countries. Therefore, this study aims to describe how the education system created by Kıe Hadjar Dewantara is dissecting in an effort to restore national identity through education based on cultural values. This study used a qualitative approach with a descriptive analysis design. Indonesian strength becomes an ene
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
23

Mahmudah, Indri, Muhammad Aditya Fahreza, and Hamdi Akhsan. "Konsep Sistem Among dalam Membentuk Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar Menurut Pemikiran Ki Hadjar Dewantara." Al Madrasah Jurnal Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah 8, no. 3 (2024): 1113. http://dx.doi.org/10.35931/am.v8i3.3539.

Full text
Abstract:
<p>Pendidikan memiliki peran krusial dalam perkembangan negara, terutama dalam meningkatkan kualitas pendidikan bangsa. Pendidikan bertujuan untuk menjadikan bangsa yang berbudaya dan beradap dengan menanamkan nilai kepedulian, kecerdasan, dan kepekaan terhadap negara dan bangsa. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi konsep dan penerapan sistem among dalam pendidikan karakter menurut pemikiran Ki Hadjar Dewantara, serta implikasinya di sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka atau kajian literatur dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan dari ber
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
24

Herpiana. Ap, A., Ali Halidin, and Mujahidin Mujahidin. "Konsep Pendidikan Karakter Ki Hadjar Dewantara dalam Implementasi P5RA pada Madrasah Ibtidaiyah di Kabupaten Bone." Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) 5, no. 2 (2025): 1107–21. https://doi.org/10.53299/jppi.v5i2.1542.

Full text
Abstract:
Penelitian ini merupakan studi lapangan yang bertujuan untuk mengkaji implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Rahmatan lil Alamin (P5RA) di Madrasah Ibtidaiyah yang telah menerapkan Kurikulum Merdeka di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara langsung terhadap pihak-pihak terkait yakni koordinator P5RA di MIN 2 Bone, MIN 8 Bone, dan MI Pondok Pesantren Modern Bone. Fokus penelitian ini adalah pada penerapan konsep pendidikan karakter Ki Hadjar Dewantara dalam konteks P5RA, dengan menggunakan pe
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
25

Mustaqim, Azmi. "INTEGRASI PERMAINAN TRADISIONAL PERSPEKTIF KI HADJAR DEWANTARA PADA PEMBELAJARAN SAINS." Islamic Elementary School (IES) 1, no. 1 (2021): 1–14. http://dx.doi.org/10.55380/ies.v1i1.81.

Full text
Abstract:
Tulisan ini hendak mengintegrasikan permainan tradisional perspektif Ki Hadjar Dewantara pada pembelajaran sains. Permainan tradisional menurut Ki Hadjar Dewantara adalah pendidikan ideal untuk anak. Melalui permainan, anak akan mampu mengembangkan aspek kognisi, afeksi dan psikomotorinya. Proses kontruksi pengetahuan alami dalam permainan tradisional menggunakan pendekatan etnosains. Metodologi dalam kajian ini menggunakan studi pustaka atau studi literatur yang dilakukan dengan menggali dan mengkaji berbagai teori dan praksis melalui penelusuran literatur dari buku-buku, penelitian-penelitia
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
26

Putra, Agung Dwi, Sofyan Sauri, and Aceng Kosasih. "Pendidikan Musik sebagai Wahana Pendidikan Nilai." Musikolastika: Jurnal Pertunjukan dan Pendidikan Musik 4, no. 1 (2022): 1–9. http://dx.doi.org/10.24036/musikolastika.v4i1.78.

Full text
Abstract:

 This article seeks to provide readers with a comprehensive understanding that Music Education is actually a vehicle for Value Education because it presents good values ​​that can be internalized by a person so that a positive character is built. The research was conducted by reviewing the relevant literature so that the results can be described as answers that build a certain theoretical framework. The relevant literature in question is obtained from various written sources originating from journals, books, and web pages (internet). The entire literature is then reviewed, filtered to se
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
27

Halla Mufida, Nevo. "PENDIDIKAN KI HAJAR DEWANTARA MASIH TERASA ATAU SUDAH MENGHILANG." Jurnal Ekonomi, Bisnis dan Pendidikan 3, no. 8 (2024): 3. https://doi.org/10.17977/um066v3i82023p3.

Full text
Abstract:
Pendidikan merupakan aspek yang sangat penting bagi setiap negara, karena pendidikan adalah wadah untuk mengembangkan sumberdaya manusia didalam suatu negara tersebut. Begitu juga pendidikan di Indonesia yang perlu untuk diperhatikan agar masyarakat Indonesia dapat menjadi masyarakat yang lebih baik dan dapat menjadi masyarkat yang beradap. Pendidikan setiap negara memiliki filsafatnya masing-masing yang dijadikan sebagai pedoman dan arah untuk menuju pendidikan yang lebih baik. Seperti yang diketahui hampir setiap orang bahwa filsafat pendidikan Indonesia adalah filsafat pendidikan Ki Hadjar
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
28

Sugiarta, I. Made, Ida Bagus Putu Mardana, Agus Adiarta, and Wayan Artanayasa. "FILSAFAT PENDIDIKAN KI HAJAR DEWANTARA (TOKOH TIMUR)." Jurnal Filsafat Indonesia 2, no. 3 (2019): 124. http://dx.doi.org/10.23887/jfi.v2i3.22187.

Full text
Abstract:
Gagasan-gagasan filosofis Ki Hajar Dewantara telah menjadi pondasi yang cukup kokoh dalam praksis pendidikan di Indonesia, meskipun dalan pengejewantahannya dewasa ini sering terinfiltrasi oleh determinasi filosofi Barat. Munculnya degradasi nilai dalam masyarakat sebagai akumulasi proses pendidikan yang lebih mengedepankan transformasi knowledge dari pada transformasi value dalam sistem pendidikan, telah menyentakan pemangku pendidikan di Indonesia untuk meletakkan kembali pilar filosofi kendidikan yang dicetuskan oleh tokoh-tokoh pendidikan di Indonesia. Pendidikan merupakan upaya mengembang
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
29

Sugiyanto, Sugiyanto, Syamsu Yusuf-LN, Mamat Supriatna, and Amin Budiamin. "Analisis nilai-nilai karakter dalam Tut Wuri Handayani sebagai asas pendidikan nasional." Jurnal Pendidikan Karakter 14, no. 1 (2023): 91–103. http://dx.doi.org/10.21831/jpka.v14i1.59168.

Full text
Abstract:
Penelitian ini bertujuan mengkaji nilai-nilai karakter yang terkandung dalam Tut Wuri Handayani. Tut wuri handayani merupakan suatu asas dan landasan pendidikan yang mengandung makna bahwa sebagai pendidik harus memfasilitasi setiap anak (peserta didik) untuk mencapai tingkat perkembangan yang utuh dan optimal. Pendekatan penelitian ini yaitu pendekatan fenomenologi. Metode penelitian ini menggunakan metode hermeneutika fenomenologi yang diarahkan pada pengalaman hidup dan untuk menafsirkan “teks” kehidupan. Teknik pengumpulan data melalui library research dan wawancara. Sumber data dalam pene
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
30

Yoser Yoli Wallangara, Novida Dwici Yuanri Manik, Netti Rismawati, and Lionarto Erson Jayadi. "Pengaruh Pendidikan Karakter Ki Hadjar Dewantara Dan Pendidikan Agama Kristen Dalam Membangun Karakter Anak Di Sekolah." Indonesia Journal of Religious 6, no. 1 (2023): 1–13. http://dx.doi.org/10.46362/ijr.v6i1.16.

Full text
Abstract:
Ki Hadjar Dewantara is a bearer or originator of character education. In the field of education he is known as the father, the great teacher in the field of education at that time. His name is remembered until now, because his movement brought the Indonesian nation. National education refers to his name. The method used is descriptive and comparative analysis techniques. In the results of Ki Hadjar Dewantara's research, it was found that there is a close relationship in character but focuses on a good personality and upholds good values ​​or attitudes to the Indonesian nation. and a high sense
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
31

Miftakhuddin. "Nilai Pendidikan Profetik dalam Filantropi Masyarakat Grenden Jember." Jurnal BELAINDIKA (Pembelajaran dan Inovasi Pendidikan) 3, no. 2 (2021): 30–39. http://dx.doi.org/10.52005/belaindika.v3i2.76.

Full text
Abstract:
Selama ini, filantropi tradisional kurang banyak dikaji dalam perspektif ilmu pendidikan, padahal ia berpotensi menjadi rujukan pendidikan karakter berbasis kearifan lokal. Penelitian ini bertujuan menginterpretasi nilai-nilai pendidikan dalam filantropi tradisional masyarakat Grenden. Menggunakan desain etnografi yang dilakukan sepanjang 2018-2020, penelitian ini berhasil mengungkap sejumlah nilai pendidikan dari aktivitas filantropis masyarakat golongan petani, penambang gamping, dan nelayan. Analisis lebih lanjut mengungkapkan bahwa landasan filosofis dan pedoman praktis dari filantropi itu
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
32

Wijiastuti, Asri, Siti Masitoh, Ima Kurrotun Ainin, and Febrita Ardianingsih. "Critical Analysis of the Inclusive Education Implementation in the Concept of Freedom of the Soul and Zona Proximal Development." JPI (Jurnal Pendidikan Inklusi) 3, no. 2 (2020): 62. http://dx.doi.org/10.26740/inklusi.v3n2.p62-71.

Full text
Abstract:
AbstractKi Hadjar Dewantara laid the foundation of education in Indonesia through his thoughts related to the nature of children in 1913-1919. On the other hand Lev Vygotsky (1896-1934) stated a theory that children are able to learn with the help of competent people. Both theories illustrate that the implementation of education will provide freedom and happiness for children in learning to learn by understanding children naturally and as they are. Research that has been done using ethnographic design aims to dissect and trace Ki Hadjar Dewantara's thoughts and Vygotsky's theory in the impleme
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
33

Raihan, Mathias Raihan, Halimatussa’diyah Halimatussa’diyah, Pathur Rahman, and Lukman Nul Hakim. "S.Ag." Tarbiyatuna: Jurnal Pendidikan Islam 17, no. 2 (2024): 113–30. https://doi.org/10.54471/tarbiyatuna.v17i2.2986.

Full text
Abstract:
Filsafat Pendidikan Islam mempunyai peranan yang sangat penting dalam membentuk karakter dan akhlak umat Islam. Dalam konteks ini, para pemikir seperti Al-Ghazali dan Ki Hadjar Dewantoro telah memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perkembangan konsep pendidikan Islam. Artikel ini melakukan kajian komparatif konseptual mengenai pandangan pendidikan Islam dari sudut pandang kedua tokoh tersebut. Al-Ghazali, seorang filosof dan teolog Islam terkemuka dari abad ke-11, menekankan pentingnya pengembangan karakter dan kesadaran spiritual dalam pendidikan Islam. Ia juga menganjurkan metode pe
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
34

Sofi Khonisatur Rohmah and Dya Qurotul A’yun. "Filsafat Pendidikan Dalam Mengembangkan Karakter Siswa: Landasan Nilai Dan Implementasinya Di Era Digital." Bhinneka: Jurnal Bintang Pendidikan dan Bahasa 3, no. 1 (2024): 356–63. https://doi.org/10.59024/bhinneka.v3i1.1196.

Full text
Abstract:
Education in the digital era faces big challenges in forming students' character due to the influence of technology and social media which influence the way of thinking and understanding moral values. This article discusses the contribution of educational philosophy in developing student character by emphasizing the importance of moral and ethical values in education. The study was carried out using the literature study method with descriptive-analytic analysis. Educational theories, such as Ki Hadjar Dewantara's views, are the main basis for designing holistic educational strategies to shape
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
35

Imran, Zulfi, and Nurhalima Tambunan. "PERANAN KARAKTER ANAK DALAM PERSPEKTIF FILSAFAT PENDIDIKAN." Hijri 12, no. 2 (2023): 257. http://dx.doi.org/10.30821/hijri.v12i2.18473.

Full text
Abstract:
<p>Penelitian ini adalah tentang Peranan Karakter Anak dalam Perspektif Filsafat Pendidikan. Pendidikan karakter adalah suatu penanaman nilai-nilai baik kepada anak didik agar menjadi manusia yang seutuhnya (yaitu menjadi insan kamil). Pendidikan karakter dianggap penting untuk memperbaiki moral bangsa Indonesia melalui jalur pendidikan. Pendidikan karakter mengunggah dunia pendidikan untuk membentuk dan memperbaiki moral-moral anak didik yang semakin merosot. Penulis menggunakan penelitian kepustakaan (<em>Library Research</em>) yang objek penelitiannya dicari lewat beragam
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
36

Fasius, Bony. "BENTUK KEPEMIMPIMPINAN PANCASILA SESUAI NILAI-NILAI INTEGRITAS MASA KINI." Jurnal Pembumian Pancasila 3, no. 2 (2023): 148–51. https://doi.org/10.63758/jpp.v3i2.31.

Full text
Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana integritas kebangsaan yang dilandasi dan dijiwai oleh nilai-nilai Pancasila, mendeskripsikan bentuk kepemimpinan yang dijiwai Pancasila serta mengetahui sejauh mana tokoh masyarakat, agama, pejabat publik dan elit politik mewujudkan nilai-nilai Pancasila dalam kepemimpinannya. Untuk itu, Pancasila dibahas sebagai pembentuk Integritas seorang pemimpin. Hal itu penting, karena hal tersebut erat hubungannya dengan fokus kepemimpinannya untuk menyejahterakan rakyat. Semakin korup – artinya, semakin rendah integritasnya - semakin berkurang pul
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
37

Herawati, Susetya. "Kebijakan Pendidikan Kewirausahaan dalam Menumbuhkan Kesadaran Bela Negara bagi Generasi Muda." Sukma: Jurnal Pendidikan 4, no. 2 (2020): 161–78. http://dx.doi.org/10.32533/04204.2020.

Full text
Abstract:
Kebangkitan Nasional yang dimulai dengan berdirinya Boedi Oetomo pada tanggal 20 Mei 1908, berlanjut pada Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 adalah sebuah kesadaran dari kaum muda terdidik yang bangkit dengan semangat persatuan, kesatuan, dan nasionalisme, serta kesadaran untuk memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia. Kemerdekaan tersebut saat ini diisi oleh generasi muda melalui peran sertanya dalam pembangunan. Mencintai negara bangsa dan daerahnya dengam melakukan pembangunan melalui nilai-nilai budaya lokal sebagai wujud dari kesadaran bela negara. Pendidikan kewirausahaan menjadi salah s
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
38

Laiq Atho’illa, Ahmad, and Syaiful Rizal. "REINTERPRETASI TRI PUSAT PENDIDIKAN DALAM PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA DI SEKOLAH DASAR PLUS AL-QODIRI JEMBER." eL-Muhbib jurnal pemikiran dan penelitian pendidikan dasar 8, no. 2 (2024): 289–303. https://doi.org/10.52266/el-muhbib.v8i2.3371.

Full text
Abstract:
Tujuan penelitian adalah untuk mengkaji kembali tripusat pendidikan Ki Hadjar Dewantara cenderung hanya dijadikan slogan, tidak dikaji, atau dijelaskan dalam dunia pendidikan, apalagi diterapkan dalam praktik khusunya dalam penguatan Profil Pelajatr Pancasila. Metode penelitian kualitatif dengan lokasi penelitin SD Plus Al-Qodiri Jember. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga memegang peran vital dalam mendukung pembelajaran di rumah dengan memberikan bimbingan moral, memfasilitasi akses pendidikan, dan mengajarkan nilai-nilai karakter. Masyarakat, sebagai lingkungan sosial yang lebih lua
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
39

Sunaryati, Titin, Elsih Yulian Nisah, Yessa Afrilia, Citra Cahyani, and Rizal Nugraha. "Evaluasi Pembelajaran Sekolah Dasar Berbasis Pendidikan Karakter dan Multikultural di Kurikulum Merdeka." Journal of Citizen Research and Development 1, no. 2 (2024): 96–101. http://dx.doi.org/10.57235/jcrd.v1i2.3148.

Full text
Abstract:
Evaluasi pembelajaran adalah konsep menyeluruh yang bergantung pada keduanya pengukuran dan penilaian untuk membuat penilaian atau keputusan gabungan. Karakter pendidikan dan evaluasi pembelajaran multikultural di sekolah dasar (SD) disesuaikan dengan tingkat berpikir anak di sekolah dasar. Salah satu tujuan penerapan Kurikulum Merdeka adalah menanamkan rasa cinta terhadap budaya daerah dan kearifan lokal yang pada masa sekarang ini sudah mulai terkikis akibat perkembangan jaman. Hal ini selaras dengan pemikiran Ki Hadjar Dewantara yang dikenal dengan asas trikon bahwa intinya dalam pendidikan
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
40

Hidayah, Salsabila Nur, and Tri Handayani. "Perkembangan Taman Siswa Sebagai Sekolah Berbasis Kearifan Lokal di Kota Yogyakarta, 1920-1942." Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi 9, no. 2 (2025): 217–32. https://doi.org/10.14710/anuva.9.2.217-232.

Full text
Abstract:
Artikel ini membahas mengenai perkembangan Taman Siswa sebagai sekolah berbasis kearifan lokal di kota Yogyakarta pada kurun tahun 1920-1942. Penelitian ini difokuskan pada rekonstruksi dinamika pendirian, pelaksanaan pendidikan, serta perjuangan Taman Siswa dalam menghadapi tekanan dari pemerintah kolonial Belanda. Melalui metode sejarah, kajian ini menelusuri pemikiran Ki Hadjar Dewantara, strategi pendidikan berbasis budaya lokal, serta respons terhadap kebijakan kolonial seperti Ordonansi Sekolah Liar dan larangan bagi guru pribumi untuk mengajar. Kondisi geografis Yogyakarta yang strategi
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
41

Siswantara, Yusuf, Ace Suryadi, Mupid Hidayat, Ganjar Muhammad Ganeswara, and Asnita Sirait. "EDUCATING CHILDREN WITH HEART AND SELF-QUALITY: IMPLICATIONS OF KI HADJAR DEWANTARA'S THINKING ON PRIMARY SCHOOL CHARACTER EDUCATION." Jurnal Cakrawala Pendas 9, no. 2 (2023): 272–84. http://dx.doi.org/10.31949/jcp.v9i2.4566.

Full text
Abstract:
The problem of bad behavior of the younger generation in the form of juvenile delinquency is a major concern in character education in elementary schools. Using qualitative methods, this study aims to raise character education in the educational paradigm of Ki Hadjar Dewantara as a fundamental solution to the problem of juvenile delinquency. The results showed that both the inner interiority in Neng, Ning, Nung, and Nang, the person (will and heart) who is "antêp, mantêp, têtêp," the child's attitude that is "Ngandel, Kandêl, Kêndêl, Bandêl" (attitude area), and the educational method "Among"
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
42

Mahardika, Moch Ilyas. "RELEVANSI KONSEP PENDIDIKAN KI HADJAR DEWANTARA DENGAN TEORI KARIR RIASEC DALAM BIMBINGAN KARIR DAN METODE PERMAINAN KARTU DOMINO." Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial 4, no. 4 (2024): 3. http://dx.doi.org/10.17977/um063v4i4p3.

Full text
Abstract:
Abstrak: Pendidikan nasional yang berlandaskan budaya bangsa Indonesia diawali dari konsep pendidikan Ki Hadjar Dewantara (KHD). Penyelenggaraan untuk mencapai kemerdekaan perlu upaya implementasi beragam teori sebagai pendekatan, salah satunya teori karir RIASEC yang dapat memfasilitasi kemerdekaan peserta didik menemukan potensi diri dalam berkarir di masa depan sebagai bentuk upaya kemerdekaan secara lahir dan batin. Upaya perpaduan teori karir dapat diimplementasikan pada pendidikan melalui bimbingan dan konseling yakni bimbingan karir yang perlu penyelarasan pendekatan dengan konsep pendi
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
43

Safitri, Ely Aulia, Edy Kurniawansyah, and Baihi Baihi. "Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Melalui Model Pelajaran Problem Based Learning Berbantuan Aplikasi Quizizz Pada Mata Pelajaran PPKn Kelas 11 IIS 4 di SMAN 8 Mataram." Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan 10, no. 1 (2025): 397–401. https://doi.org/10.29303/jipp.v10i1.3143.

Full text
Abstract:
Guru berperan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik karena hasil belajar tersebut menjadi patokan dalam keberhasilan sebuah pembelajaran. Namun, guru juga dituntut untuk mengembangkan pembelajaran sesuai dengan kodrat zaman seperti yang dikemukakakn Ki Hadjar Dewantara sehingga pendidikan saat ini menekankan adanya penggunaan teknologi. Penelitian ini memiliki tujuan yang berfokus untuk meningkatkan hasil berlajar peserta didik terutama pada mata pelajaran PPKn dengan menggunakkan model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan aplikasi Quizizz. Metode penelitian yang digunakan y
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
44

Febrianti, Nia, and Ismail Ismail. "Peran Tripusat Pendidikan Perspektif Ki Hadjar Dewantara sebagai Upaya Penguatan Pendidikan Karakter dan Keterampilan Abad-21 Mahasiswa Biologi." JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan 8, no. 1 (2025): 330–39. https://doi.org/10.54371/jiip.v8i1.6607.

Full text
Abstract:
Era society 5.0 membawa perubahan dan tantangan besar bagi paradigma pendidikan di Indonesia. Salah satunya adalah kemajuan teknologi yang bisa menggerus norma dan karakter generasi muda apabila tidak diselektif dengan baik. Oleh karena itu, peran tripusat pendidikan perlu ditingkatkan untuk menguatkan pendidikan karakter dan meningkatkan keterampilan abad-21 mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran tripusat pendidikan dalam perspektif Ki Hadjar Dewantara untuk menguatkan pendidikan karakter dan keterampilan abad-21 mahasiswa biologi. Penelitian ini menggunakan studi li
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
45

Zubaidah, Rr Siti Alisa Nur. "ETIKA GURU DALAM MENGAJAR SEBAGAI PERWUJUDAN KARAKTER BUDI PEKERTI SISWA DI SEKOLAH." SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah 1, no. 4 (2022): 1125–38. http://dx.doi.org/10.55681/sentri.v1i4.343.

Full text
Abstract:
Guru merupakan seorang pendidik yang memiliki kedudukan terhormat dan mulia. Guru sebagai pengajar berperan penting terhadap tumbuh kembang karakter anak didiknya di sekolah. Dalam hal pengajaran di sekolah, guru harus menjadi figur teladan bagi para murid dalam berattitude baik selama proses pembelajaran. Namun dewasa ni tidak sedikit guru yang melakukan penyimpangan perilaku seperti bullying terhadap murid dan rekan sejawat dalam praktik pendidikan. Hal tersebut menjadi bahan imitasi para murid yang berdampak pada rendahnya etika guru dalam mengajar, telah menyentangkan pemangku pendidikan d
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
46

Halqi, Muhammad, Agus Muliadi, Yusuf Yusuf, and Alwan Mahsul. "Pendidikan Sistem Among dalam “Tasrih Wasiat Renungan Masa” Karya Maulana Syaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Majid." Multi Discere Journal 1, no. 1 (2022): 31–40. https://doi.org/10.36312/mj.v1i1.781.

Full text
Abstract:
Studi ini bertujuan mendeskripsikan tentang pendidikan dengan Sistem Among dalam perspektif Wasiat Renungan Masa. Studi ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif melalui kajian pustaka dengan sumber utama yaitu buku Wasiat Renungan Masa karya Maulana Syaikh. Teknik analisis data dilakukan dengan tahapan yaitu membaca, mencatat, menelaah, mengumpulkan konsep, kemudian dilakukan elaborasi. Hasil studi ini adalah Sistem Among konsepsi Ki Hadjar Dewantara mengandung nilai-nilai pendidikan yang penuh kasih sayang dan ‘mengharamkan’ kekerasan, relevan dengan perspektif wasiat renungan masa kons
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
47

Rahmani, Nanda Hafizhah, Mahsun Mahsun, Burhanuddin Burhanuddin, and Saharudin Saharudin. "Bentuk Satuan Lingual dan Nilai Pendidikan Dalam Kearifan Lokal Pasatotang Suku Samawa." Cetta: Jurnal Ilmu Pendidikan 8, no. 3 (2025): 319–36. https://doi.org/10.37329/cetta.v8i3.4294.

Full text
Abstract:
Language, culture, and education are interrelated in shaping the character of society. Language is the main tool for passing on culture and educational values, while culture shapes values ​​in education. Education plays a role in preserving language and culture through teaching history, literature, and local values. This study aims to describe the form of lingual units and educational values ​​in the local wisdom of the Pasatotang of the Samawa Tribe on Sumbawa Island, West Nusa Tenggara. Pasatotang, which means advice, is an oral tradition that contains moral messages, manners, and profound l
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
48

Bakhrudin All Habsy, Oktaviana Ramadhani, Juliet Resa Armelimentara Tsu, and Elin Mutia Ramadhani. "Nilai-Nilai Ajaran Luhur Ki Hajar Dewantara." Jurnal Motivasi Pendidikan dan Bahasa 2, no. 4 (2024): 59–70. https://doi.org/10.59581/jmpb-widyakarya.v2i4.4284.

Full text
Abstract:
Ki Hadjar Dewantara's thoughts on contributions to education in Indonesia, with a special emphasis on educational goals and curriculum. According to Ki Hadjar Dewantara, the purpose of education is to develop each person's potential in terms of intellectual, moral, and social aspects. He emphasized the importance of education rooted in culture, principles, and society. The proposed curriculum integrates character development and academic elements as a whole. The results of this study show that education based on the teachings of Ki Hadjar Dewantara can produce a generation that is not only int
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
49

Sugiyanto, Bambang, and Muhtar Sofwan Hidayat. "INTERNALISASI PANDANGAN KI HADJAR DEWANTARA PADA PEMBELAJARAN IPA SD/MI DALAM KURIKULUM 2013 (STUDI KASUS MI DI KABUPATEN WONOSOBO DAN SD TAMAN SISWA YOGYAKARTA)." Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNSIQ 5, no. 3 (2018): 289–301. http://dx.doi.org/10.32699/ppkm.v5i3.476.

Full text
Abstract:

 Tujuan jangka panjang dari penelitian ini adalah Menemukan informasi dan rekomendasi tentang bentuk internalisasi Pandangan Ki Hadjar Dewantara Pada Pembelajaran IPA SD/MI Dalam Kurikulum 2013. Tujuan khusus dari penelitian melihat seperti apa dan sejauh mana penginternalisasian Pandangan Ki Hadjar Dewantara Pada Pembelajaran IPA di SD Taman Siswa Yogyakarta dan Pembelajaran IPA MI Dalam Kurikulum 2013 Di Kabupaten Wonosobo. Penelitian menggunakan metode Gabungan dengan instrument penelitannya mengggunakan angket dan lembar observasi. Jumlah sekolah sejumlah 15 MI dengan menggunakan kur
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
50

Lestari, Rizki Dian. "Mengimplementasikan Nilai Kepahlawanan Ki Hajar Dewantara dalam Proses Pembelajaran Bahasa Indonesia." Pedagogi : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran 1, no. 1 (2021): 30–37. http://dx.doi.org/10.56393/pedagogi.v1i1.1818.

Full text
Abstract:
Ki Hajar Dewantara merupakan salah satu tokoh pendidikan Indonesia yang mempunyai kontribusi besar terhadap perkembangan pendidikan di Indonesia. Filosofi pendidikannya menekankan pentingnya pendidikan karakter dan penerapan nilai-nilai kepahlawanan dalam pendidikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi nilai-nilai kepahlawanan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia berdasarkan filosofi Ki Hajar Dewantara. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang menggunakan observasi dan wawancara sebagai metode pengumpulan data. Partisipan penelitian ini adalah guru Bahasa
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
We offer discounts on all premium plans for authors whose works are included in thematic literature selections. Contact us to get a unique promo code!