Academic literature on the topic 'Panjang-bobot'

Create a spot-on reference in APA, MLA, Chicago, Harvard, and other styles

Select a source type:

Consult the lists of relevant articles, books, theses, conference reports, and other scholarly sources on the topic 'Panjang-bobot.'

Next to every source in the list of references, there is an 'Add to bibliography' button. Press on it, and we will generate automatically the bibliographic reference to the chosen work in the citation style you need: APA, MLA, Harvard, Chicago, Vancouver, etc.

You can also download the full text of the academic publication as pdf and read online its abstract whenever available in the metadata.

Journal articles on the topic "Panjang-bobot"

1

Pratiwi, Siwi, Y. L. R. E. Nugraheni, and Danes Suhendra. "Identifikasi Morfometrik dan Korelasi Genetik Ayam Jawa Super (Joper) Umur 0 – 3 Minggu yang Dipelihara Secara Intensif." JAS 8, no. 1 (2023): 12–16. http://dx.doi.org/10.32938/ja.v8i1.3651.

Full text
Abstract:
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji perubahan morfometrik Ayam Joper umur 0 – 3 minggu, korelasi genetik dari perkawinan Ayam Kampung jantan dengan ayam petelur betina, dan data pengukuran morfometrik Ayam Joper umur 0 – 3 minggu. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa pertumbuhan Ayam Joper umur 0 – 3 minggu mengalami peningkatan dua kali lipat setiap minggunya. Rata-rata dari seluruh pengukuran meliputi bobot badan 107,5 ± 87,42 g, panjang paruh 1,2 ± 0,58 cm, panjang badan 7,1 ± 1,69 cm, tinggi badan 15,6
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
2

Hastuti, Hastuti, Junaedi Junaedi, and Arfandika Putra. "Hubungan Karakteristik Morfologi Tubuh dengan Bobot Badan Ayam Bangkok Jantan." Jurnal Veteriner 22, no. 3 (2021): 360–66. http://dx.doi.org/10.19087/jveteriner.2021.22.3.360.

Full text
Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antar morfologi tubuh dengan bobot ayam Bangkok jantan, sebagai salahsatu bahan pertimbangan dalam menyeleksi dan menduga bobot badan ternak ayam Bangkok. Materi penelitian adalah Ayam Bangkok jantan sebanyak 30 ekor, umur 12 bulan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif (pengukuran). pengambilan sampel ayam Bangkok dilaksanakan dengan purposive sampling. Variabel yang diamati yaitu panjang shank (PS), Lebar Dada (LeDa), Lingkar shank (LiSi), Panjang Dada (PaDa), Panjang tibia (TiBi), Tinggi pundak (TiPu), Lingkar tibia (TiPi), Panjang
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
3

Akbar, Aidil, S. Syamsia, and Abubakar Idhan. "PERTUMBUHAN BIBIT AREN (Arenga Pinnata) PADA PERLAKUAN JENIS DAN DOSIS CENDAWAN ENDOFIT." JURNAL GALUNG TROPIKA 11, no. 2 (2022): 106–13. http://dx.doi.org/10.31850/jgt.v11i2.966.

Full text
Abstract:
Salah satu kendala dalam penyediaan bibit aren adalah dormansi aren dan pertumbuhan bibit yang membutuhkan waktu lama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan dosis cendawan endofit yang dapat mempercepat pertumbuhan bibit aren. Penelitian ini disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 perlakuan yaitu jenis cendawan endofit dan dosis cendawan endofit. Jenis cendawan endofit terdiri dari 3 taraf yaitu : isolat 1 (C1), isolat 2 (C2), dan isolat 3 (C3). Dosis cendawan terdiri dari 3 taraf yaitu: 5 gr (D1), 10 gr (D2), dan 15 gr (D3). Parameter yang diamati adalah panja
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
4

Sa'diyah, Nyimas, Agi Pramudya, Rugayah Rugayah, Agus Karyanto, Sri Ramadiana, and Muhammad Elfajri Ramadhan. "KERAGAMAN, HERITABILITAS, KORELASI, DAN ANALISIS LINTAS KARAKTER DAUN DAN BUAH PADA CABAI MERAH KERITING (Capsicum Annuum L.) GENERASI M5." Jurnal Agrotek Tropika 10, no. 3 (2022): 429. http://dx.doi.org/10.23960/jat.v10i3.6234.

Full text
Abstract:
Hasil produksi cabai di Indonesia dapat ditingkatkan dengan penerapan program pemuliaan tanaman. Beberapa parameter genetik meliputi keragaman, heritabilitas, korelasi, dan analisis lintas diperlukan agar seleksi dapat menjadi lebih efektif dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) keragaman karakter daun dan buah pada cabai merah keriting generasi M5. (2) heritabilitas karakter daun dan buah pada cabai merah keriting generasi M5. (3) korelasi antara karakter daun dan buah dengan produksi cabai merah keriting generasi M5. (4) pengaruh langsung dan tidak langsung karakter daun
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
5

Rokhidin, Eko, Retno Widyani, and Djodjo Sumardjo. "HUBUNGAN ANTARA BOBOT KARKAS DENGAN LINGKAR DADA DAN PANJANG BADAN PADA SAPI PERANAKAN ONGOLE JANTAN." Kandang : Jurnal Peternakan 8, no. 1 (2024): 36–46. http://dx.doi.org/10.32534/jkd.v8i1.224.

Full text
Abstract:
ABSTRAKPengetahuan mengenai bobot ternak adalah penting, misalnya untuk menentukan dosis obat, harga jual atau beli, pemberian pakan dan keperluan pengelolaan peternakan lainnya. Bobot ternak yang biasa diukur ialah bobot hidup dan bobot karkas apabila tersedia timbangan. Bobot karkas adalah bobot ternak yang sudah disembelih, dikuliti dan telah dipisahkan bagian kepala, jeroan, keempat kaki mulai dari persedian carpus atau tarsus kebawah. Mengingat pentingnya mengetahui bobot hidup dalam jual beli ternak dan besarnya arti karkas dalam suatu usaha peternakan sapi potong atau belum adanya cara
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
6

Ningsih, Rina Yulianda, Hening Pratidina, Jenni Cahyaning Putri, and Ardyah Ramadhina Irsanti Putri. "FENOTIPE BOBOT BADAN DAN UKURAN TUBUH ENTOG (Cairina moschata) DIDASARKAN PADA JENIS KELAMIN YANG BERBEDA." REKASATWA : Jurnal Ilmiah Peternakan 4, no. 1 (2022): 22. http://dx.doi.org/10.33474/rekasatwa.v4i1.15690.

Full text
Abstract:
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui ukuran tubuh ternak entog yang didasarkan pada jenis kelamin yang berbeda di Desa Srengat Kabupaten Blitar. Materi yang digunakan pada penelitian yaitu 20 ekor ternak entog jantan dan betina. Metode yang digunakan yaitu metode deksriptif dan uji T tidak berpasangan dalam menganalisis variabel. Variabel yang diamati yaitu bobot badan, panjang shank dan panjang paruh. Hasil penelitian menunjukan bahwa fenotipe bobot badan, ukuran panjang shank serta panjang paruh pada entog jantan berbeda sangat nyata (P<0,01) dengan entog betina. Entog jantan memilik
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
7

Nurhalida, Dwi Ratna Anugrahwati, and Akhmad Zubaidi. "Uji Daya Hasil Beberapa Varietas Sorgum (Sorghum bicolor L.) yang Ditumpangsarikan dengan Kacang Tanah (Arachis hypogea L.) Lokal Lombok Utara." Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek 2, no. 3 (2023): 373–84. http://dx.doi.org/10.29303/jima.v2i3.3048.

Full text
Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk menguji daya hasil beberapa varietas sorgum, heritabilitas, korelasi antara hasil sorgum dengan karakter kuantitatif yang lainnya pada tumpangsari dengan kacang tanah. Percobaan dilaksanakan pada lahan yang terletak di Dusun Papak, Desa Segara Katon, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara pada bulan Juni 2022 sampai Oktober 2022. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial yang diatur secara split plot dengan petak utama adalah pola tanam (monokultur, tumpangsari) dan anak petak terdiri dari varietas sorgum (Bioguma, Numbu,
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
8

Deviona, Yunandra, Wardati, and Mulyani. "Pengembangan Kriteria Seleksi Cabai (Capsicum annuum L.) di Lahan Gambut Provinsi Riau." Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) 49, no. 2 (2021): 162–68. http://dx.doi.org/10.24831/jai.v49i2.36035.

Full text
Abstract:
Pengembangan varietas cabai toleran lahan gambut merupakan salah satu cara untuk meningkatkan produksi cabai di lahan gambut yang cukup luas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan kriteria seleksi cabai toleran lahan gambut. Penelitian dilaksanakan di KP Rimbo Panjang, Fakultas Pertanian UNRI pada bulan November 2020 hingga Maret 2021. Penelitian menggunakan 20 genotipe cabai meliputi sembilan cabai besar, enam cabai keriting, dan lima cabai rawit. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa perbedaan genotipe berpengaruh nyata terhadap semua karakter kuantitatif yang diamati kecuali u
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
9

Haryanti, Y., E. Kurnianto, and C. M. S. Lestari. "Pendugaan Bobot Badan Menggunakan Ukuran-Ukuran Tubuh pada Domba Wonosobo." Jurnal Sain Peternakan Indonesia 10, no. 1 (2015): 1–6. http://dx.doi.org/10.31186/jspi.id.10.1.1-6.

Full text
Abstract:
Penelitian bertujuan untuk menduga bobot badan domba Wonosobo menggunakan ukuran-ukuran tubuh (lingkar dada, tinggi pundak dan panjang badan). Domba Wonosobo sebanyak 273 ekor yang terdiri dari 118 ekor domba jantan dan 155 ekor domba betina dikelompokkan menjadi 6 kelompok umur (0-6 bulan, 7-11 bulan, 1-1,5 tahun, 1,75-2 tahun, 2,5-3 tahun dan 3-4 tahun). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan proc stepwise (SAS versi 6,12). Hasil penelitian menunjukkan lingkar dada dan panjang badan merupakan variabel yang sangat penting dalam menduga bobot badan domba Wonosobo. Lingkar dada dan panjang
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
10

Fajar, Muhammad Thoifur Ibnu. "Analisis Pengaruh Berbagai Pakan dalam Meningkatkan Pertumbuhan Panjang, Bobot dan Warna Ikan Mas Koi (Cyprinus rubrofuscus)." Jurnal Manajemen Pesisir dan Laut 1, no. 02 (2023): 59. http://dx.doi.org/10.36841/mapel.v1i02.3732.

Full text
Abstract:
Ikan mas koi adalah jenis ikan hias yang sering dibudidayakan dan laris di pasaran karena memiliki daya tarik yang tinggi bagi peminat ikan mas koi dari segi bentuk morfolologi dan keindahan warnanya. Pemilihan dan pemberian pakan dalam membudidayakan ikan mas koi penting untuk meningkatkan pertumbuhan panjang dan bobot ikan mas koi. Selain pemberian pakan untuk meningkatkan pertumbuhan panjang dan bobot ikan mas koi, pemilihan pakan yang tepat dapat meningkatkan warna tubuh sehingga menambah keindahan dari ikan mas koi. Tujuan penelitian adalah menganalisis pengaruh berbagai pakan yang dapat
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
More sources

Conference papers on the topic "Panjang-bobot"

1

Wulan, Afrida Nawang, and Mochamat Bintoro. "Pengaruh Umur Aplikasi Paclobutrazol dan Dosis Pupuk Boron Terhadap Produksi dan Mutu Benih Jagung Manis (Zea mays saccharata Sturt.)." In Seminar Nasional Semanis Tani Polije 2021. Politeknik Negeri Jember, 2021. http://dx.doi.org/10.25047/agropross.2021.225.

Full text
Abstract:
Untuk menekan pertumbuhan vegetatif tanaman jagung terutama tinggi tanaman agar tanaman tidak mudah rebah, yakni dengan aplikasi paclobutrazol. Selain itu, peningkatan produksi jagung manis juga dapat dilakukan dengan pengelolaan polen guna menjamin ketersediaan polen dan keberhasilan penyerbukan dengan pemberian unsur boron (Lordkaew et al., 2011). Penelitian dilaksanakan di lahan milik PT. Wira Agro Nusantara Sejahtera yang terletak di desa Jl. Pepaya, Lamong, Pare, Kediri selama 4 bulan mulai dari bulan Oktober 2020 sampai dengan Januari 2021. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
2

Prabawardani, Saraswati, Leonora Puadi, Alce Ilona Noya, Sutiharni, and Siska Syaranamual. "Respon Pertumbuhan dan Hasil Jagung (Zea mays L.) Dalam Sistem Tumpangsari dengan Beberapa Jenis Tanaman Semusim." In Seminar Nasional Semanis Tani Polije 2021. Politeknik Negeri Jember, 2021. http://dx.doi.org/10.25047/agropross.2021.214.

Full text
Abstract:
Dalam upaya meningkatkan produktifitas, tanaman jagung sangat berpotensi untuk dikembangkan dalam pola tanam tumpangsari. Selain untuk meningkatkan produksi, pola tumpangsari dipertimbangkan sebagai metode budidaya yang ramah lingkungan dan umum dipraktekkan oleh masyarakat petani di Papua. Pengujian tumpangsari jagung dengan tanaman sela dari beberapa jenis tanaman semusim lainnya masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji respon pertumbuhan dan hasil jagung yang ditumpangsari dengan jenis-jenis tanaman semusim lainnya. Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan dan Laboratorium
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles

Reports on the topic "Panjang-bobot"

1

Amzeri, Achmad. Evaluasi Nilai Heterosis dan Heterobeltiosis Pada Persilangan Dialel Tanaman Jagung Madura (Zea mays L.). Universitas Islam Madura, 2016. http://dx.doi.org/10.21107/amzeri.2016.1.

Full text
Abstract:
Identifikasi heterosis dan heterobeltiosis pada persilangan dialel diantara galur inbrida Madura sangat dibutuhkan sebagai dasar untuk merakit varietas jagung hibrida yang sesuai untuk dikembangkan di Madura. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kombinasi persilangan yang menunjukkan nilai heterosis dan heterobeltiosis terbaik untuk karakter kegenjahan, penunjang produksi dan produksi per hektar. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo Madura. Bahan tanaman yang digunakan adalah 6 genotip galur inbred jagung madura (UTM 2, UTM 7, UTM 14, UTM
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
We offer discounts on all premium plans for authors whose works are included in thematic literature selections. Contact us to get a unique promo code!