To see the other types of publications on this topic, follow the link: Partai Komunis Indonesioa.

Journal articles on the topic 'Partai Komunis Indonesioa'

Create a spot-on reference in APA, MLA, Chicago, Harvard, and other styles

Select a source type:

Consult the top 50 journal articles for your research on the topic 'Partai Komunis Indonesioa.'

Next to every source in the list of references, there is an 'Add to bibliography' button. Press on it, and we will generate automatically the bibliographic reference to the chosen work in the citation style you need: APA, MLA, Harvard, Chicago, Vancouver, etc.

You can also download the full text of the academic publication as pdf and read online its abstract whenever available in the metadata.

Browse journal articles on a wide variety of disciplines and organise your bibliography correctly.

1

Reinardus, Alvin. "Ketetapan MPRS No. XXV Tahun 1966 Ditinjau Dari Positivisme Hukum." Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan 20, no. 1 (2022): 1–11. http://dx.doi.org/10.53515/qodiri.2022.20.1.1-11.

Full text
Abstract:
Komunisme adalah salah satu ideologi politik yang berkembang pada abad 19 oleh Karl Marx dan Frederich Engels. Setelah Revolusi Oktober 1917 paham Komunisme menyebar ke berbagai negara di dunia termasuk salah satunya Indonesia hingga akhirnya akibat Gerakan 30S keluar KETETAPAN MPRS Nomor XXV/MPRS/1966 yang berisi Pembubaran Partai Komunis Indonesia, Pernyataan sebagai Organisasi terlarang diseluruh wilayah Negara Republik Indonesia bagi Partai Komunis Indonesia dan Larangan Setiap Kegiatan Untuk Menyebarkan Atau Mengembangkan Faham Atau Ajaran Komunis/Marxisme-Leninisme dari kacamata Positivi
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
2

Ardiono, Ardiono, Haerun Ana, and Erny Harijaty. "KETIDAKADILAN SOSIAL DALAM NOVEL PULANG KARYA LEILA S. CHUDORI (TINJAUAN SOSIOLOGI SASTRA)." Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) 4, no. 1 (2019): 90. http://dx.doi.org/10.36709/jb.v4i1.10722.

Full text
Abstract:
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan ketidakadilan sosial yang terdapat dalam novel Pulang karya Leila S. Chudori. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis. Metode ini digunakan untuk mendeskripsikan data-data berupa ketidakadilan sosial dalam novel Pulang karya Leila S. Chudori, kemudian disusul dengan analisis. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Dalam hal ini, data dalam penelitian ini berupa kata-kata tertulis bukan berupa angka. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan sosiologi karya sastra, yaitu so
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
3

Lestari, Chadijah Rizki, Basri Efendi, and W. Wardah. "Paksaan Pemerintah Dalam Mengatasi Penyebaran Buku Komunisme Di Indonesia." Jurnal Geuthèë: Penelitian Multidisiplin 4, no. 1 (2021): 55. http://dx.doi.org/10.52626/jg.v4i1.99.

Full text
Abstract:
Komunisme merupakan salah satu ideologi yang dilarang di Indonesia, selain tidak sesuai dengan falsafah hidup bangsa Indonesia, pemberontakan yang dilakukan oleh Partai Komunis Indonesia (PKI) telah menimbulkan keresahan yang luar biasa bagi rakyat Indonesia. Melalui TAP MPRS RI Nomor XXV/MPRS/1966 komunisme kemudian menjadi ideologi terlarang di Indonesia. Namun ternyata masih ditemukan sejumlah buku yang diduga menyebarkan paham komunis di kawasan pecinan pondok, Kecamatan Padang Barat, tanggal 8 januari 2019. Berdasarkan hal tersebut kajian ini berupaya untuk melihat bagaimanakah paksaan ya
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
4

Ahmad, Mirza Ghulam, and Muhammad Arya Mahasta. "Dinamika Sarekat Islam dan Komunis." Islamika : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman 20, no. 02 (2021): 62–67. http://dx.doi.org/10.32939/islamika.v20i02.690.

Full text
Abstract:
Sheevliet seorang warga belanda paham komunisme di Indonesia melalui Semaun yang juga anggota dari Sarekat Islam (SI), Semaun niatnya bikin si di tempat tumbuh suburnya paham komunisnya lewat kongres-kongres sampai pada gerakanya inilah tokoh dari tokoh-si dan bikinnya dari SI hingga semakin bertambah perpecahan SI Merah dan SI Putih. SI Merah yang dipimpin semaun berubah menjadi Sarekat Rakyat yang merupakan cikal bakal dari Partai Komunis Indonesia (PKI), SI yang mana paham komunisme bisa bangkit dengan melakukan dan mengalah pendidikan kader sehingga pembinanya di lintas zaman pasca kemerde
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
5

Osman, Samsul Kamil. "PROPAGANDA SURAT KHABAR HARIAN RAKJAT SEMASA KONFRONTASI INDONESIA-MALAYSIA, 1963–1965 (Propaganda of Harian Rakjat Newspaper During the Indonesia-Malaysia Confrontation, 1963-1965)." Applied History Journal of Merong Mahawangsa 1 (July 31, 2023): 26–53. http://dx.doi.org/10.32890/ahjmm2023.1.3.

Full text
Abstract:
ABSTRAK Kajian ini bertujuan untuk meninjau kegiatan propaganda surat khabar Harian Rakjat yang diterbitkan oleh Partai Komunis Indonesia (PKI) semasa Konfrontasi Indonesia-Malaysia pada tahun 1963 sehingga 1965. Tujuan kajian ini adalah melihat sejauhmana PKI memanfaatkan surat khabar Harian Rakjat untuk menyebarkan propangada untuk meraih sokongan rakyat mengganyang Malaysia. Strategi PKI menggunakan propaganda melalui tulisan dan karikatur dilihat telah berjaya menyemai kebencinan rakyat terhadap pemimpin dan rakyat Malaysia. Kajian ini menggunakan metodologi pengumpulan data melalui kaedah
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
6

Djie, Fransisco Kent. "Towards A Christian-Communist Friendship: Membawa Persahabatan Kristiani-Komunisme dalam Ketabuan Komunisme di Indonesia." Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika 6, no. 2 (2023): 268–93. http://dx.doi.org/10.34081/fidei.v6i2.412.

Full text
Abstract:
Ketabuan Komunisme akibat peristiwa kelam yang pernah dilakukan oleh Partai Komunis Indonesia membuat nilai-nilai Komunisme dilarang beredar di Indonesia. Padahal, ideologi ini memuat nilai-nilai penting yang dapat diintegrasikan dengan nilai kasih karena kesetaraan manusia yang terkandung di dalamnya dan bermuara pada tindakan yang setara pada setiap manusia. Maka dengan penelitian terhadap nilai-nilai kesetaraan Komunisme dan nilai-nilai kasih dalam Kekristenan, penulis memadukan kedua nilai tersebut ke dalam ikatan persahabatan, khususnya dengan teori mirror view yang dikembangkan Dean Cock
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
7

Muhammad Nurjihadi. "REVIEW TERHADAP GAGASAN REFORMA AGRARIA INDONESIA: ANTARA WACANA, KEPENTINGAN DAN KONFLIK IDIOLOGI EKONOMI." Nusantara Journal of Economics 1, no. 02 (2019): 1–12. http://dx.doi.org/10.37673/nje.v1i02.458.

Full text
Abstract:
Reforma agraria merupakan sebuah konsep redistribusi sumber daya agraria kepada rakyat untuk dikelola guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Gagasan reforma agraria berkembang dari masa ke masa dengan konsep dan bentuk yang berbeda, sesuai dengan idiologi umum yang berkembang di masyarakat pada setiap masa. Artikel ini berupaya untuk membangun narasi berfikir mengenai implementasi reforma agraria di Indonesia berdasarkan tinjauan literatur-literatur yang relevan. Hasil review menunjukkan bahwa gagasan reforma agraria di Indonesia telah berkembang sejak zaman kerajaan hingga era modern saa
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
8

Kurniawan, Ivan, and Muhammad Lutfi Aris. "Studi Analisis Isi: Representasi Kritik Politik dan Ideologi Komunis pada Lukisan Karya Hendra Gunawan." Majalah Ilmiah UNIKOM 19, no. 2 (2021): 105–12. http://dx.doi.org/10.34010/miu.v19i2.6390.

Full text
Abstract:
Penelitian ini berupaya menggali kepentingan politik dan ideologi komunisme yang dianggap terepresentasi dalam lukisan Hendra Gunawan oleh rezim Orde Baru. Dengan menggunakan metode analisis isi, penelitian ini akan melihat kembali maksud yang berusaha disampaikan Hendra Gunawan dalam 10 lukisan bertema kehidupan rakyat yang berasal dari rentang tahun 1950-1968, suatu fase dimana intervensi partai politik dalam ranah kesenian dicurigai banyak terjadi. Hasil penelitian menunjukkan adanya kesesuaian antara kepentingan politik kelompok komunis dengan hasil interpretasi lukisan berupa pesan yang d
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
9

Nami, Nami Irawan Batubara. "Faktor-Faktor Penyebab Kegagalan Gerakan Pemberontakan Partai Komunis Indonesia (PKI) 1926-1927." Politeia: Jurnal Ilmu Politik 14, no. 1 (2022): 1–16. http://dx.doi.org/10.32734/politeia.v14i1.6360.

Full text
Abstract:
Pemikiran sosialis-komunis diperkenalkan pertama kali di Indonesia oleh Henk Sneevliet pada tahun 1913. Ideologi tersebut memiliki tujuan untuk menciptakan masyarakat sosialis (masyarakat tanpa kelas). Pada saat itu, ideologi sosialis-komunis berkembang dan menyebar dengan cepat ke seluruh wilayah Indonesia dan memiliki banyak simpatisan. Pada tahun 1920 Partai Komunis Indonesia (PKI) terbentuk. Sejak berdirinya PKI, partai ini kemudian banyak mendukung gerakan-gerakan buruh dan memimpin beragam gerakan sosial. Puncak dari gerakan PKI terjadi pada tahun 1926-1927 yang berujung gagal dan mengak
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
10

Baiq Safira Putri Salsabila, Galang Asmara, Rachman Maulana Kafrawi, and Agung Setiawan. "KEKUATAN MENGIKAT PEMBERLAKUAN TAP MPRS NOMOR XXV TAHUN 1966 DALAM PERSPEKTIF HAK ASASI MANUSIA." Jurnal Diskresi 4, no. 1 (2025): 113–23. https://doi.org/10.29303/diskresi.v4i1.7427.

Full text
Abstract:
Salah satu TAP MPR/S yang dinyatakan tetap berlaku, yaitu TAP MPRS Nomor XXV Tahun 1966 tentang Pembubaran Partai Komunis Indonesia, Pernyataan Sebagai Organisasi Terlarang di seluruh Wilayah Negara Republik Indonesia bagi Partai Komunis Indonesia dan Larangan Setiap Kegiatan untuk Menyebarkan atau Mengembangkan Faham atau Ajaran Komunis/Marxisme-Leninisme. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kekuatan mengikat pemberlakuan TAP MPRS Nomor XXV Tahun 1966 sebagai peraturan perundang-undangan dan pengaruh pemberlakuannya dalam perspektif hak asasi manusia (HAM) dan memberi
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
11

Syahbuddin, Syahbuddin. "UPAYA SOEHARTO MEMOTONG PILAR-PILAR KEKUASAAN SOEKARNO." JURNAL PENDIDIKAN IPS 7, no. 1 (2017): 1–11. https://doi.org/10.37630/jpi.v7i1.74.

Full text
Abstract:
Paska proklamasi kemerdekaan Indonesia dihadapkan pada masalah-masalah yang besar. Bangsa Indonesia harus berhadapan dengan Belanda dalam revolusi fisik tahun 1945-1950. Indonesia yang baru merdeka juga dihadapkan dengan masalah dalam negeri; perekonomian dengan inflasi yang besar, masalah politik dan disintegrasi bangsa. Kemelut politik 1959 mendorong Soekarno mengeluarkan Dekrit pada tanggal 5 Juli 1959 dan era Demokrasi Terpimpin dimulai. Demorasi terpimpin merupakan upaya Soekarno menghimpun kekuatan Nasionalis, Agama dan Komunisme (Nasakom). Konsep Nasakom mendapat sambutan yang baik dari
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
12

Arif, Mohammad, and Yuli Darwati. "Eksistensi Agama Dalam Politik PKB Di Kabupaten Nganjuk." Realita : Jurnal Penelitian dan Kebudayaan Islam 20, no. 1 (2022): 29–54. http://dx.doi.org/10.30762/realita.v20i1.99.

Full text
Abstract:
Runtuhnya Uni Soviet pada awal 1990-an menandai hancurnya blok komunis dan berakhirnya era perang dingin. Dari konteks wacana-wacana besar tentang ideologi, komunis sudah dianggap tidak lagi relevan. Francis menyebut fenomena "the end of history", yaitu fenomena pengerucutan pada ideologi kapitalisme dan liberalisme. Kemudian menggelembunglah wacana globalisasi, seolah sebagai kelanjutan atau konsekuensi semata dari kegemilangan kapitalisme dan liberalisme. Namun, di abad ke-21 ini, dengan intensitas yang berbeda dengan abad ke-20, faktor agama mulai marak diperhitungkan kembali dalam khazanah
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
13

Hati, Lila Pelita, and Lestari Dara Cinta Utami Ginting. "Segitiga Kekuasaan Demokrasi Terpimpin Tahun 1959-1965: Sukarno, TNI-AD dan Partai Komunis Indonesia." Yupa: Historical Studies Journal 6, no. 2 (2022): 161–80. http://dx.doi.org/10.30872/yupa.v6i2.1051.

Full text
Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kekuasaan politik yang dimiliki oleh presiden Soekarno, TNI-AD dan Partai Komunis Indonesia pada masa demokrasi terpimpin tahun 1959-1965. Demokrasi terpimpin adalah era kekuasaan presiden Soekarno dan terjadinya peristiwa Gerakan 30 September 1965 yang juga melengserkan Soekarno dari kekuasaanya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian historis dengan tahapan heuristik, verifikasi, interpretasi dan historiografi. Sumber data digunakan berupa data primer dan sekunder seperti majalah sezaman, arsip, buku, dan artikel jurnal. Teori relasi-polit
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
14

Adawiyah, Robiatul, and Fita Fathurokhmah. "Pemberitaan Klarifikasi Isu Jokowi Partai Komunis Indonesia Pada Media Online Tempo.Co." Jurnal Studi Jurnalistik 3, no. 1 (2021): 63–76. http://dx.doi.org/10.15408/jsj.v3i1.20053.

Full text
Abstract:
Isu Jokowi anggota Partai Komunis Indonesia kembali muncul menjelang kontestasi pemilihan Presiden 2019. Isu ini menyebar setelah beredarnya foto di media sosial yang menampilkan Jokowi berada di podium bersama Ketua PKI D.N. Aidit yang sedang berpidato pada 1955. Terkait isu tersebut, Jokowi gencar melakukan klarifikasi di berbagai kesempatan, dan Tempo.co termasuk media online yang aktif memberitakan klarifikasi isu terkait Jokowi PKI. Artikel ini menjelaskan bagaimana Tempo.co membingkai pemberitaan klarifikasi isu Jokowi PKI. Penelitian ini menggunakan analisis framing Zhongdang Pan dan Ge
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
15

Jainuddin, Jainuddin. "ISLAM DAN POLITIK ORDE LAMA; “DINAMIKA POLITIK ISLAM PASCA KOLONIAL SEJAK KEMERDEKAAN SAMPAI AKHIR KEKUASAAN SOEKARNO”." SANGAJI: Jurnal Pemikiran Syariah dan Hukum 3, no. 2 (2019): 225–43. http://dx.doi.org/10.52266/sangaji.v3i2.470.

Full text
Abstract:
Setelah mengeluarkan dekret, Soekarno yang sudah terobsesi untuk menjadi penguasa mutlak di Indonesia, memaksa pembubaran partai Masyumi pada 17 Agustus 1960. Pemberlakuan Demokrasi Terpimpin oleh Soekarno ternyata menimbulkan respon yang beragama dari kalangan partai Islam. Ahmad syafi’i ma’arif membagi era Demmokrasi Terpimpin ini menjadi periode kristalisasi dan Periode Kolaborasi. Periode kristalisasi ditandai dengan pemilihan kawan dan lawan, pendukung dan oposisi terhadap kebijakan Soekarno tersebut. Sementara periode kolaborasi ditandai dengan kerja sama partai-partai Islam yang ikut be
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
16

Ghani, Rohani, and Muhamad Saleh Tajuddin. "G30S/PKI 1965 DAN TRAGEDI LUBANG BUAYA: SEBUAH TRILOGI[THE G30S/PKI 1965 AND LUBANG BUAYA TRAGEDY: A TRILOGY]." Journal of Nusantara Studies (JONUS) 2, no. 2 (2017): 295. http://dx.doi.org/10.24200/jonus.vol2iss2pp295-305.

Full text
Abstract:
This article discusses a blood shed disaster which took place on 30th September 1969 - the kidnapping and murdering of six Generals of Indonesian Army or Tentera Nasional Indonesia (TNI) at Lubang Buaya (Malay for Crocodile Well). The incident is known as the Tragedy Lubang Buaya 1965. Lubang Buaya is located at Pondok Gede Jakarta, which became a place for disposal of the dead bodies. The place was also used as a military training centre of the Indonesian Communist Party (Parti Komunis Indonesia ─ PKI). The PKI Army was not not only joined by men but also women who proclaimed themselves as Wo
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
17

Boden, Ragna. "The ‘Gestapu’ events of 1965 in Indonesia: New evidence from Russian and German archives." Bijdragen tot de taal-, land- en volkenkunde / Journal of the Humanities and Social Sciences of Southeast Asia 163, no. 4 (2008): 507–28. http://dx.doi.org/10.1163/22134379-90003693.

Full text
Abstract:
One of the unsolved riddles of Indonesian history in the twentieth century is the so-called Gestapu affair and its aftermath. For the murder of six army generals on the night of 30 September 1965 the Indonesian communists and President Soekarno were widely held responsible. Indonesian leftists – real and alleged – were persecuted; hundreds of thousands were killed. The longterm consequences affected Indonesian domestic as well as foreign policy: the changeover in government resulted in 30 years of rule by Soeharto; the Partai Komunis Indonesia (PKI, Indonesian Communist Party) and leftist orga
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
18

Michael, Tomy. "KORELASI KOMUNISME DALAM DEMOKRASI DI INDONESIA." Refleksi Hukum: Jurnal Ilmu Hukum 1, no. 1 (2016): 15. http://dx.doi.org/10.24246/jrh.2016.v1.i1.p15-28.

Full text
Abstract:
<p><strong>Abstrak</strong><br />Komunisme di Indonesia memiliki stigma buruk akibat bercampurnya dengan unsur politik.<br />Hal ini secara khusus tampak dalam proses pemilihan ketua partai di Indonesia, di mana<br />pada setiap Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga kepartaian secara tidak langsung<br />menyiratkan komunisme sebagai ideologi terlarang. Oleh karenanya, muncul paradigma<br />dalam masyarakat bahwa komunisme adalah ideologi yang sesat. Tulisan ini menunjukan<br />bahwa Komunisme tidak memiliki korelasi dalam proses pemilihan ke
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
19

Wempy Gilarsi, Eriyano. "Partai Komunis Indonesia dalam Persaingan Menuju Pemilu DPRD 1957 di Jawa Timur." Jurnal PolGov 5, no. 1 (2023): 237–74. http://dx.doi.org/10.22146/polgov.v5i1.7536.

Full text
Abstract:
Penelitian ini membahas tentang persiapan Partai Komunis Indonesia (PKI) menjelang pemilihan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) di Jawa Timur tahun 1957. DPRD hasil pemilihan umum (pemilu) perlu segeradibentuk untuk kemudian ditugaskan memilih Kepala Daerah. Selain sudah menjadi agenda pemerintah, pemilihan umum ini ditujukan untuk memenuhi tuntutan otonomi daerah yang semakin gencar pada akhir 1950-an. Jawa Timur menjadi salah satu daerah diselenggarakannya pemilu ini dan PKI menjadi salah satu kontestan yang paling berambisi memenanginya. Dengan menggunakan metode sejarah melalui
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
20

Rozikin, Rozikin. "PEMBUBARAN ORMAS HTI ( HIZBUT TAHRIR INDONESIA ) DEMOKRASI HUKUM DAN KEKUATAN NEGARA." CITA HUKUM INDONESIA 1, no. 1 (2022): 60–72. http://dx.doi.org/10.57100/chi.v1i1.12.

Full text
Abstract:
Tantangan demokrasi sudah mulai muncul sejak awal kemerdekaan Indonesia yakni munculnya DI/TII yang dipimpin Karto Suwiryo, DI /TII ingin mendirikan negara Islam. Selanjutnya, pemberontakan PKI (Partai Komunis Indonesia) pada September 1965, PKI menginginkan komunis menjadi idiologi negara Indonesia. Permaslaahn yang diteliti 1.Mengapa pemerintah Indonesia sudah final untuk membubarkan ormas HTI ( Hizbut Tahrir Indonesia ?. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dan metode yang digunakan adalah eksplanasi. keputusan pemerintah Indonesia sudah final untuk membubarkan HTI karena pemerint
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
21

Khoirulloh, Rofiq Wahyuda, Irfan Listyawan, and Muhammad Iqbal Birsyada. "Kegagalan PKI Membentuk Masyarakat Sosialis di Indonesia Pada Pemberontakan 1926." Estoria: Journal of Social Science and Humanities 5, no. 1 (2024): 706–23. https://doi.org/10.30998/je.v5i1.3067.

Full text
Abstract:
Pada masa pergerakan nasional muncul banyak organisasi-organisasi pemuda yang didirikan oleh tokoh perjuangan nasional salah satunya adalah Partai Komunis Indonesia (PKI). Pemberontakan nasional pertama tahun 1926 di inisiasi oleh PKI, lewat pemberontakan ini PKI bertujuan untuk membentuk masyarakat Indonesia yang sosialis, akan tetapi pemberontakan tersebut mengalami keakalahan total di seluruh daerah. PKI melakukan berbagai macam kesalahan yang membuat pemberontakan ini gagal total. Penelitian studi kepustakaan ini bertujuan untuk mengetahui apa kesalahan yang menyebabkan kegagalan PKI membe
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
22

Dermawan, Fito. "DISKRIMINASI HAK TERHADAP KETURUNAN EKS ANGGOTA PARTAI KOMUNIS INDONESIA (PKI)." Estoria: Journal of Social Science and Humanities 4, no. 1 (2023): 529–43. http://dx.doi.org/10.30998/je.v4i1.2117.

Full text
Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak Tritura yaitu pembubaran PKI beserta ormas-ormasnya yang berakibat adanya perlakuan diskriminatif pada keluarga dan keturunan mantan anggota PKI. Kebijakan Orde Baru yaitu secara tegas bertentangan dengan UUD 1945 yang tidak menghargai persamaan hak warga Negara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan penelitian deksriptif. Batasan spasial pada penelitian ini adalah Kota Madiun dan Blitar. Hasil penelitian ini untuk memperoleh informasi m
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
23

Hearman, Vannessa. "An Appeal for International Solidarity in a Time of the Cold War: Retracing Indonesia’s Participation in the 1966 Tricontinental Conference." Bandung 11, no. 1 (2024): 141–68. http://dx.doi.org/10.1163/21983534-11010004.

Full text
Abstract:
Abstract In January 1966, Cuban President Fidel Castro announced at the Tricontinental Conference the killing of more than 100,000 people in Indonesia and the destruction of the left movement in that country. The 1965–66 massacre of members and sympathisers of the Indonesian Communist Party (Partai Komunis Indonesia, pki) in Indonesia ushered in the authoritarian New Order regime under General Suharto, marking a realignment in Cold War politics. This article examines the battle to represent Indonesia by two competing delegations at the Tricontinental Conference and the materials left behind as
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
24

Syahbuddin. "Proses Dekolonisasi Republik Demokratik Timor-Leste dan Keterlibatan Indonesia." JURNAL PENDIDIKAN IPS 10, no. 2 (2020): 108–20. http://dx.doi.org/10.37630/jpi.v10i2.376.

Full text
Abstract:
Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses dekolonisasi Timor Portugis dan latarbelakang keterlibatan Indonesia dalam proses dekolonisasi tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian sejarah. Metode penelitian sejarah terdiri dari empat langkah yaitu pengumpulan data heuristik, kritik sumber atau verifikasi, analisis atau interpretasi dan penulisan sejarah atau histiriografi. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa proses dekolonisasi Timur Portugis dilatarbelakangi meletusnya revolusi di Portugal pada tanggal 25 April 1974 yang dikenal dengan Revolus
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
25

Utomo, Satriono Priyo. "Suara “Merah” Ibu Kota: Geliat Politik Partai Komunis Indonesia Comite Djakarta Raya." Lembaran Sejarah 12, no. 1 (2017): 59. http://dx.doi.org/10.22146/lembaran-sejarah.25520.

Full text
Abstract:
After the rise of nationalist movement, the Indonesian Communist Party (PKI) was one of the disciplined organizations in Indonesia. PKI has become the primary example in understanding how organized movements transformed after Indonesia’s independence. Ruth McVey’s assessment that the PKI as being the most organized organization is not excessive. When the PKI was revamped in the early 1950, it conducted political education through translation and publication work. In various cities they conducted research in order to understand the social contexts to determine the party’s political programs. In
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
26

Mundir, Mundir. "Fenomena Kehidupan Keturunan Eks Partai Komunis Indonesia Di Kabupaten Banyuwangi Tahun 2018." Jurnal Darussalam: Jurnal Pendidikan, Komunikasi dan Pemikiran Hukum Islam 11, no. 1 (2019): 162. http://dx.doi.org/10.30739/darussalam.v11i1.455.

Full text
Abstract:
This type of phenomenological qualitative research intends to explore and describe the religious, social and cultural life of people descended from the former Indonesian Communist Party (PKI) in the Banyuwangi Regency. By analyzing interactive model data, the following research results are obtained. First, the religious life of the former PKI religious community is similar to those of other religions. They mostly acknowledged that the involvement of their parents and grandparents in the PKI was only due to ignorance and because of economic factors. Secondly, the social life of former PKI desce
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
27

Ngenget, Indiana, and Indra Jaya. "Mengenang Kebijakan BJ Habibie Dalam Lepasnya Timor Leste dari Indonesia." JISHUM : Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora 1, no. 3 (2023): 710–16. http://dx.doi.org/10.57248/jishum.v1i3.141.

Full text
Abstract:
Artikel ini menganalisis faktor-faktor yang mendasari kebijakan politik B.J. Habibie dalam lepasnya Timor Leste dari Indonesia tahun1999. Metode penelitian ini kualitatif dengan sifat penelitian deskriptif analisis. Hasil penelitian, dari sejarah politik terdapat perbedaan pandangan mengenai perspektif integrasi dan aneksasi dari pemerintah Indonesia dan masyarakat Timor Leste yang menolak Indonesia. Masuknya Indonesia ke wilayah ini berawal dari kegagalan proses dekolonisasi oleh Portugal. Negara-negara Barat khawatir melihat perkembangan partai politik (Fretilin) yang mempunyai faham komunis
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
28

Noor, Firman. "Islamic Party and Pluralism: The View and Attitude of Masyumi towards Pluralism in Politics (1945-1960)." Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies 54, no. 2 (2016): 273. http://dx.doi.org/10.14421/ajis.2016.542.273-310.

Full text
Abstract:
This article discusses Masyumi’s response towards pluralism, particularly about the political diversity in the first fifteen years of Indonesia independent era. As the largest Islamic party in Indonesian history, Masyumi was well known by many as the champion of democracy and one of the essential elements in the nationalist movement. However, regarding pluralism, for some, Masyumi positive attitude on this matter has been doubtful, regarding this party as the guru of intolerance for some contemporary Islamic organisations. By exploring the ideals and practical aspects of this party, this artic
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
29

Indrayani, Nelly, and Budi Purnomo. "Transformasi Politik ke Jalur Dakwah: Studi Analitis Politik Masyumi tahun 1960-1967." Diakronika 23, no. 1 (2023): 44–67. http://dx.doi.org/10.24036/diakronika/vol23-iss1/311.

Full text
Abstract:
Penelitian ini mengungkapkan transformasi politik ke jalur dakwah. Pengkajian ini diungkapkan melalui konsep sejarah pemikiran. Yakni gerakan perubahan yang dilakukan sekelompok elit politik dalam perjuangan ideologi dasar negara. Gerakan perubahan dalam perjuangan ideologi Islam tidak lagi dilakukan melalui jalur politik tetapi bertransfor ke jalur dakwah. Masyumi satu-satunya partai Islam memperjuangkan Islam sebagai ideologi negara. Di sisi lain partai nasionalis atau komunis menolak menjadikan Islam sebagai dasar Negara. Soekarno mengambil langkah ikut andil dalam kekuasaan pemerintahan ya
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
30

Siddiq, Imamul Huda Al, and Ahmad Arif Widianto. "PEMUDA NU DALAM PUSARAN WACANA ANTI KOMUNISME: Sebuah Pergolakan Ideologi." Jurnal Sosiologi Reflektif 13, no. 2 (2019): 257. http://dx.doi.org/10.14421/jsr.v13i12.1528.

Full text
Abstract:
The role of the NU youth as an extension of the NU kyai was so great in eradicating parties and forbidden ideologies such as the PKI. Based on the basic principles of NahdlatulUlama such as tawasuth, tawazun, i’tidal, and tasamuh, plus a platform for thinking and acting based on the principles of the ushulfiqh and guidance from kyai, NU youths steadfastly declared war with communism. Similarly, when they defend the rights of former Communist activists or those who are considered Communists and their families, they are also based on these principles. For this reason, this paper aims to examine
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
31

Anwar, Idwar, Suriadi Mappangara, and Ilham Makkelo. "KEGAGALAN PARTAI KOMUNIS INDONESIA PADA PEMILIHAN UMUM 1955 DI DAERAH PEMILIHAN SULAWESI SELATAN/TENGGARA." Pangadereng : Jurnal Hasil Penelitian Ilmu Sosial dan Humaniora 7, no. 2 (2021): 239–52. http://dx.doi.org/10.36869/pjhpish.v7i2.208.

Full text
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
32

Anggarista, Randa, Lalu Nasrulloh, and Munasip. "KAJIAN NEW HISTORISME DALAM NOVEL HATI SINDEN KARYA DWI RAHYUNINGSIH." Jurnal Bastrindo 2, no. 2 (2021): 138–50. http://dx.doi.org/10.29303/jb.v2i2.253.

Full text
Abstract:
Penelitian ini menggunakan perspektif new historisme dengan tujuan untuk mengidentifikasi sejarah dan budaya Indonesia dalam novel Hati Sinden karya Dwi Rahyuningsih. Data dalam penelitian yaitu berupa teks, baik berupa kata, kalimat, atau wacana yang sesuai dengan rumusan masalah. Adapun sumber data dalam penelitian ini yaitu novel Hati Sinden karya Dwi Rahyuningsih yang diterbitkan oleh Diva Press pada tahun 2011. Instrumen dalam penelitian ini yaitu penulis yang berorientasi pada penelitian tentang sejarah dan budaya Indonesia dalam novel Hati Sinden karya Dwi Rahyuningsih. Teknik pengumpul
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
33

Putra, Idhamsyah Eka, Peter Holtz, Ardiningtiyas Pitaloka, Nicole Kronberger, and Nurul Arbiyah. "Positive essentialization reduces prejudice: Reminding participants of a positive human nature alleviates the stigma of Indonesian Communist Party (PKI) descent." Journal of Social and Political Psychology 6, no. 2 (2018): 291–314. http://dx.doi.org/10.5964/jspp.v6i2.794.

Full text
Abstract:
This study aims to demonstrate and change negative perceptions of descendants of members of the Indonesian Communist Party (Partai Komunis Indonesia/PKI), a stigmatized social group in Indonesia. In Studies 1 and 2, participants were given positive descriptions of an adult (Study 1) and a child (Study 2), and were asked to evaluate them twice, before and after reading information about the target’s family background. In Study 1, targets were described either as descendants of PKI members, members of another Indonesian party or criminals. In Study 2, the target was presented as a descendant of
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
34

Ahmad, Taufik. "EKS TAPOL PKI DAN KONTROL PEMERINTAH: Studi pada Komunitas Tapol PKI Moncongloe Sulawesi Selatan (1979-2003)." Patanjala : Jurnal Penelitian Sejarah dan Budaya 5, no. 3 (2017): 417. http://dx.doi.org/10.30959/patanjala.v5i3.93.

Full text
Abstract:
AbstrakPenelitian ini bertujuan menjelaskan kontrol pemerintah dan politik resistensi tahanan politik Partai Komunis Indonesia (PKI) pasca pembebasan dengan mengambil kasus pada komunitas tahanan politik Moncongloe di Sulawesi Selatan. Metode yang dipergunakan adalah metode sejarah, dengan tahap; pengumpulan sumber (heuristik), kritik sumber mencakup kritik eksteren yang menyangkut otentisitas atau keabsahan sumber dan kritik interen yang menyangkut kredibilitas atau bisa tidaknya sumber dipercaya, interpretasi atau penafsiran atas data, dan yang terakhir adalah penyajian kisah sejarah atau hi
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
35

Ahmad, Taufik. "EKS TAPOL PKI DAN KONTROL PEMERINTAH: Studi pada Komunitas Tapol PKI Moncongloe Sulawesi Selatan (1979-2003)." Patanjala : Jurnal Penelitian Sejarah dan Budaya 5, no. 3 (2013): 417. http://dx.doi.org/10.30959/patanjala.v5i3.96.

Full text
Abstract:
AbstrakPenelitian ini bertujuan menjelaskan kontrol pemerintah dan politik resistensi tahanan politik Partai Komunis Indonesia (PKI) pasca pembebasan dengan mengambil kasus pada komunitas tahanan politik Moncongloe di Sulawesi Selatan. Metode yang dipergunakan adalah metode sejarah, dengan tahap; pengumpulan sumber (heuristik), kritik sumber mencakup kritik eksteren yang menyangkut otentisitas atau keabsahan sumber dan kritik interen yang menyangkut kredibilitas atau bisa tidaknya sumber dipercaya, interpretasi atau penafsiran atas data, dan yang terakhir adalah penyajian kisah sejarah atau hi
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
36

Abdul. "The Meretas Sejarah: Telaah Kritik Taufiq Ismail Terhadap PKI Dalam Puisi “Catatan Tahun 1965"." Jurnal Pendidikan Sejarah 13, no. 2 (2024): 14–41. https://doi.org/10.21009/jps.132.02.

Full text
Abstract:
Dengan latar belakang periode Orde Lama di Indonesia, di mana situasi politik dan sosial sangat tegang, puisi tersebut menjadi medium bagi Ismail untuk mengekspresikan sikap kritisnya terhadap PKI dan tindakan represif yang dilakukan oleh kelompok tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kritik Taufiq Ismail terhadap Partai Komunis Indonesia (PKI) dalam puisi "Catatan Tahun 1965" yang terdapat dalam buku "Tirani dan Benteng" yang diterbitkan pada tahun 1993. Metode penelitian yang diterapkan adalah metode sejarah dengan pendekatan sastra, yang meliputi tahapan Heuristik, Kritik Su
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
37

Zhou, Taomo. "Ambivalent Alliance: Chinese Policy towards Indonesia, 1960–1965." China Quarterly 221 (February 11, 2015): 208–28. http://dx.doi.org/10.1017/s0305741014001544.

Full text
Abstract:
AbstractFrom 1960 until 1965, the People's Republic of China (PRC) built a remarkably cordial quasi alliance with the Republic of Indonesia. At the same time, however, the years between 1960 and 1965 were marked by two large waves of anti-Chinese movements in Indonesia. Although more than half a century has passed since these events, our understanding of Chinese foreign policy towards Indonesia during these turbulent years remains incomplete. In 2008, the Chinese Foreign Ministry Archives declassified for the first time documents produced during the years between 1961 and 1965. However, very r
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
38

Yuwono, Ardi Tri, and Mustafa Basara. "Faktor Pendorong Nahdlatul Ulama dalam Mengadopsi Konsep Demokrasi Terpimpin dari Presiden Soekarno (1959-1965)." NAHNU: Journal of Nahdlatul Ulama and Contemporary Islamic Studies 2, no. 2 (2024): 399–416. https://doi.org/10.63875/nahnu.v2i2.48.

Full text
Abstract:
The political and social dynamics in Indonesia continued to change during the old order which encouraged Nahdlatul Ulama (NU) to adopt the concept introduced by President Soekarno, namely guided democracy. Guided democracy in Indonesia occurred from 1959 to 1966, which placed all government power in the hands of President Sukarno. The aim of this research is to dig deeper into the reasons why NU adopted the concept of guided democracy. The methodology used in this research is a qualitative approach equipped with historical methods and political analysis methods. The findings of this research s
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
39

Afghani, RP M. Himam Awan, Muzaiyana Muzaiyana, and M. Sirajuddin Bin A. Khairani. "Media and Social History: Duta Masyarakat Newspaper Response Towards PKI (Partai Komunis Indonesia) in The Post-Gestapu (Gerakan September Tiga Puluh) Tragedy of 1965." JURNAL INDO-ISLAMIKA 14, no. 2 (2024): 269–82. https://doi.org/10.15408/jii.v14i2.42462.

Full text
Abstract:
This research is entitled ‘Media and Social History: Duta Masyarakat Response Towards PKI (Partai Komunis Indonesia) in the Post Gestapu (Gerakan September Tiga Puluh) Tragedy Of 1965’. This research aims to examine how Duta Masyarakat newspaper, as one of the Islamic mass media, responded to the PKI after Gestapu event and how this response shaped public opinion at that time. The approaches used in this research are sociological approach and critical discourse analysis, using agenda setting and framing theories.The results showed that Duta Masyarakat played a crucial role in shaping public op
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
40

Setyahadi, Mulyer Mananda. "ANALISIS KONFLIK POLITIK ELITE TNI PADA MASA DEMOKRASI TERPIMPIN (1959-1966)." Jurnal Renaissance 3, no. 01 (2018): 346. http://dx.doi.org/10.53878/jr.v3i01.72.

Full text
Abstract:
Tentara Nasional Indonesia (TNI) adalah alat pertahanan negara Republik Indonesia yang lahir ketika masa perang kemerdekaan. Tentara ini didirikan dengan merekrut para perwira bekas anggota Angkatan Bersenjata Hindia Belanda, yaitu KNIL (Koninklijke Nederlands Indische Leger), dan para perwira bekas anggota tentara pada masa pendudukan Jepang, yaitu PETA (Pembela Tanah Air), serta laskar-laskar perjuangan yang dileburkan, sehingga terbentuklah TNI. Dalam perkembangannya, TNI banyak mengalami konflik politik baik di dalam maupun di luar TNI. Peristiwa Madiun 1948 pada masa perang kemerdekaan me
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
41

Teguh Prasetyo. "Semaoen dalam Catatan Sejarah Sastra Indonesia." DIALEKTIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA DAN BUDAYA 10, no. 2 (2023): 113–25. http://dx.doi.org/10.33541/dia.v10i2.5408.

Full text
Abstract:
Abstrak
 Periode awal abad ke-20 merupakan tonggak penting dalam sejarah kesusastraan Indonesia. Pada periode ini, muncul pula karya-karya sastra yang kemudian diberi label “bacaan liar”. Salah satu pengarang yang sangat penting dari tulisan-tulisan yang dicap “bacaan liar” tersebut adalah Semaoen, dengan Hikayat Kadiroen-nya. Semaoen sendiri merupakan pemikir kiri sekaligus ketua Partai Komunis Indonesia yang pertama pada 1920-an. Hikayat Kadiroen menjadi novelnya yang memiliki bentuk penceritaan yang menarik. Sebagai penelitian sejarah sastra dengan pengumpulan data melalui studi pustak
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
42

Hendrawan, Jodi, and Ika Devi Perwitasari. "APLIKASI PENGENALAN PAHLAWAN NASIONAL DAN PAHLAWAN REVOLUSI BERBASIS ANDROID." JURNAL TEKNOLOGI INFORMASI 3, no. 1 (2019): 34. http://dx.doi.org/10.36294/jurti.v3i1.685.

Full text
Abstract:
Abstract - Heroes of revolution are titles or titles given to military officers who died in the betrayal tragedy of the G30S / PKI Indonesian Communist Party (PKI) which took place in Jakarta and Yogyakarta on September 30, 1965. National heroes are titles given to Indonesian citizens who fighting against occupation that had fallen in the battlefield. So that during his lifetime he left behind achievements or progress for the Republic of Indonesia. Where currently there is minimal knowledge of students or students regarding hero figures and lack of media for the introduction of heroes in Indon
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
43

Afandi, Ahmad. "KEHIDUPAN SOSIAL, EKONOMI DAN BUDAYA MASYARAKAT DESA LABUHAN HAJI DALAM HUBUNGANNYA DENGAN ETNIS CINA PASCA G 30 SEPTEMBER 1965-1966." Historis | FKIP UMMat 2, no. 2 (2017): 25. http://dx.doi.org/10.31764/historis.v2i2.190.

Full text
Abstract:
Tulisan ini menggambarkan tentang terjadinya peristiwa G 30 septemberyang sempat mengguncang kehidupan politik Indonesia yang berakibat pula terhadap kehidupan sosial, ekonomi dan budaya masyarakat Indonesia, khususnya di Daerah Nusa Tenggara Barat yaitu Desa Labuhan Haji Kecamatan Labuhan Haji Kabupaten Lombok Timur ikut merasakan dampak dari peristiwa G 30 september tahun 1965. Sebelum terjadinya G 30 September masyarakat Labuhan Haji pernah melakukan hubungan sosial, ekonomi dan budaya dengan Etnis Cina, hubungan tersebut tidak berjalan lama, pada tahun 1965 para pengusaha Cina diusir secar
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
44

Hidayanto, Nova Eko. "PENTINGNYA IMPLEMENTASI PANCASILA DALAM PENEGAKKAN HUKUM DAN MORAL DI INDONESIA." SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah 1, no. 4 (2012): 1145–50. http://dx.doi.org/10.55681/sentri.v1i4.362.

Full text
Abstract:
Kita semua tahu bahwa dasar negara Indonesia kita adalah Pancasila. Hal ini berarti segala peraturan baik yang mengenai perseorangan atau swasta, organisasi, pemerintah dan segala sendi kehidupan harus berdasarkan Pancasila. Kita tentunya mengenal bahwa Pancasila pada dasarnya terdiri dari lima sila dan di negara Indonesia mengakui bukan hanya satu agama saja tetapi lima agama, yaitu islam, kristen, hindu, budha dan konghucu. Hal ini berarti jika ada sendi kehidupan yang melanggar atau tidak sesuai dengan salah satu agama yang diakui di Indonesia tersebut maka harus dihapuskan. Selain itu, hal
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
45

Lionar, Uun, Ridho Bayu Yefterson, and Hendra Naldi. "Tan Malaka: Dari Gerakan hingga Kontroversi." Criksetra: Jurnal Pendidikan Sejarah 10, no. 1 (2021): 43–59. http://dx.doi.org/10.36706/jc.v10i1.13012.

Full text
Abstract:
Abstrak: Ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional oleh Presiden Soekarno di tahun 1963, Tan Malaka hingga saat ini masih menjadi pahlawan yang “redup”. Keterlibatannya dalam tubuh Partai Komunis Indonesia (PKI) di masa Hindia Belanda telah menempatkan Tan Malaka pada posisi sulit, mengingat keberadaan PKI yang telah mengukir sejarah kelam di era kemerdekaan. Padahal, jika memperhatikan ide dan gagasan Tan Malaka yang tertuang dalam banyak karyanya, maka selayaknya ia dijuluki sebagai Bapak Republik. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah kiprah Tan Malaka dalam pergerakan nasional dah mengekplora
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
46

Erasiah, Erasiah, and Farid Mat Zain. "Biografi Politik Shaykh Sulaiman Al-Rasuli (1871-1970): Ulama Kemerdekaan Indonesia." Islamiyyat 44, no. 1 (2022): 53–64. http://dx.doi.org/10.17576/islamiyyat-2022-4401-5(.

Full text
Abstract:
Selain tokoh pendidikan, Shaykh Sulaiman al-Rasuli juga dikenal sebagai tokoh yang memiliki peranan penting dalam politik. Makalah ini memnincangkan tentang aktiviti politik Shaykh Sulaiman al-Rasuli menggunakan pendekatan analisis kandungan dengan menggunakan metode sejarah. Selain itu, makalah ini juga menggunakan teori creative minority yang dikembangkan oleh Toynbee, bahawa penindasan selalu melahirkan adanya a tiny creative minority (kelompok kecil dari kalangan minoritas kreatif). Dapatan dalam penelitian ini bahawa ketokohan politik Shaykh Sulaiman al-Rasuli dalam menghadapi kolonial me
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
47

Turistiati, Ade Tuti. "PEMBERITAAN BANGKITNYA PKI DALAM MEDIA MASSA (Analisis Semiotika Sosial M.A.K Halliday pada Isu Pemberitaan Bangkitnya Partai Komunis Indonesia di Media Online)." LUGAS Jurnal Komunikasi 1, no. 1 (2018): 55–67. http://dx.doi.org/10.31334/jl.v1i1.104.

Full text
Abstract:
Mass media coverage on the rise of the Communist Party of Indonesia (PKI) became public attention including its news on online media. Online media that reported it among others are Republika.co.id, Liputan6.com, and Merdeka.com. The purpose of this study is to find out how online media in Indonesia discourse news text in the issue of the rise of PKI by using a qualitative approach, social semiotics method version of M.A.K Halliday. As an online medium that has certain characteristics such as speed, it was clearly seen in this news. The media became biased and ignored journalistic principles, i
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
48

Sudirman, Sudirman. "PESINDO ACEH 1945-1952: ORGANISASI NASIONAL DI TINGKAT LOKAL." Patanjala : Jurnal Penelitian Sejarah dan Budaya 6, no. 1 (2014): 49. http://dx.doi.org/10.30959/patanjala.v6i1.183.

Full text
Abstract:
AbstrakPenelitian berjudul “Pesindo Aceh 1945-1952: Organisasi Nasional di Tingkat Lokal” membahas Pesindo Aceh. Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan mengapa muncul Pesindo di Aceh sehingga menjadi kekuatan politik dan peranannya dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. Untuk pengumpulan data digunakan metode sejarah. Penggunaan metode sejarah dimaksudkan supaya mendapatkan data yang akurat. Melalui metode sejarah dilakukan studi secara mendalam sehingga diperoleh pemahaman yang menyeluruh dan akurat tentang Pesindo. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan studi
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
49

Nor Huda Ali and Yanto. "Orang-Orang Cina dan Perkembangan Islam di Palembang 1803-2000." Khazanah: Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam 10, no. 1 (2020): 69–90. http://dx.doi.org/10.15548/khazanah.v10i1.254.

Full text
Abstract:
Chu Yu-chien adalah pewaris terakhir tahta Dinasti Ming. Sebagai seorang pangeran Ming, Chu merupakan keturunan langsung dari kaisar Dinasti Ming yang pertama, Hung-Wu yang memerintah sejak kejatuhan ibukota Peking. Ming suku bangsa asli di Negeri Cina terakhir yang memerintah kedinastian selama hampir tiga abad antara kejatuhan dinasti Yuan-Mongol dan kenaikan QingManchu. Mereka mempunyai anak, cucu, dan keturunan sampai pada keturunan mereka yang bernama Zhu Cing. Karena Zhu Cing kaya raya, maka dia pun dipanggil saudagar Yhu Cing. Rumah tinggalnya yang berada di dekat sebuah anak sungai yan
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
50

Munif Ashri, Abdul, and Syahwal Syahwal. "POTRET HUKUM DISKRIMINATIF ORDE BARU: TINJAUAN HUKUM DAN POLITIK ATAS DISKRIMINASI TERHADAP EKS TAHANAN POLITIK PKI." Jurnal Poros Hukum Padjadjaran 4, no. 2 (2023): 221–43. http://dx.doi.org/10.23920/jphp.v4i2.1070.

Full text
Abstract:
ABSTRAKArtikel ini merupakan telaah atas hukum perundang-undangan yang mendiskriminasi eks tahanan politik Partai Komunis Indonesia (PKI) selama rezim otoritarian Orde Baru berkuasa. Isu yang dikaji berkenaan dengan bentuk-bentuk umum diskriminasi yang dijustifikasi oleh hukum perundang-undangan Orde Baru, serta kepentingan politik rezim status-quo di balik pemberlakuan hukum diskriminatif tersebut. Telaah ini menggunakan metode penelitian normatif (doktrinal) dengan pendekatan penelitian konseptual, perundang-undangan, dan historis, yang di sebelah itu turut mengandalkan teori hukum relevan y
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
We offer discounts on all premium plans for authors whose works are included in thematic literature selections. Contact us to get a unique promo code!