To see the other types of publications on this topic, follow the link: Perifer.

Journal articles on the topic 'Perifer'

Create a spot-on reference in APA, MLA, Chicago, Harvard, and other styles

Select a source type:

Consult the top 50 journal articles for your research on the topic 'Perifer.'

Next to every source in the list of references, there is an 'Add to bibliography' button. Press on it, and we will generate automatically the bibliographic reference to the chosen work in the citation style you need: APA, MLA, Harvard, Chicago, Vancouver, etc.

You can also download the full text of the academic publication as pdf and read online its abstract whenever available in the metadata.

Browse journal articles on a wide variety of disciplines and organise your bibliography correctly.

1

Indriani, Sri, Irma Nur Amalia, and Hamidah Hamidah. "Hubungan Antara Self Care Dengan Insidensi Neuropaty Perifer Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe II RSUD Cibabat Cimahi 2018." Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal 10, no. 1 (2019): 54–67. http://dx.doi.org/10.34305/jikbh.v10i1.85.

Full text
Abstract:
Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan kenaikan kadar glukosa dalam darah dan dapat menyebabkan komplikasi akut ataupun kronik jika tidak ditangani. Neuropati Perifer merupakan komplikasi kronik yang banyak terjadi pada pasien DM. Perawatan diri (Self Care) yang baik dapat membantu mencegah terjadinya komplikasi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Self Care dengan kejadian komplikasi Neuropati Perifer pada pasien DM tipe II. Jenis penelitian ini menggunakan deskriptif korelasi dengan sampel 69 responden, yang diperoleh melalui teknik Accid
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
2

Indriawati, Kristina Reny, and Rizaldy Taslim Pinzon. "DAMPAK PENGGUNAAN BETAHISTIN MESILATE TERHADAP PERBAIKAN GEJALA VERTIGO PERIFER DI RUMAH SAKIT BETHESDA YOGYAKARTA." Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana 2, no. 3 (2017): 427. http://dx.doi.org/10.21460/bikdw.v2i3.69.

Full text
Abstract:
Vertigo adalah salah satu keluhan yang sering dijumpai dalam praktek yang digambarkan sebagai rasa berputar, pening, tak stabil (giddiness, unsteadiness) atau pusing (dizziness). Penatalaksanaan pasien-pasien vertigo perifer sering kontroversi karena patofisiologi vertigo belum jelas. Beberapa obat ditemukan memiliki aktivitas antivertigo. Betahistin menyerupai histamin untuk terapi gangguan vaskuler dan vasomotor, dipakai untuk pengobatan vertigo, motionsickness, dan gangguan vestibuler sentral atau perifer. Mengetahui dampak penggunaan betahistin mesilate terhadap perbaikan gejala vertigo pe
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
3

Arivianto, Danny Sandhi, Mahendratama Purnama Adhi, and Andri Lumban Tobing. "Blokade Saraf Femoral-Popliteal pada Pasien dengan Pseudarthrosis Kongenital Tibia yang Menjalani Prosedur Ilizarov Berulang." Journal of Anaesthesia and Pain 1, no. 3 (2020): 45–52. http://dx.doi.org/10.21776/ub.jap.2020.001.03.06.

Full text
Abstract:
Latar belakang: Penggunaan blokade saraf perifer pada pasien pediatrik semakin meningkat karena dinilai aman, mengurangi kebutuhan opioid, efek samping minimal, pulih sadar lebih cepat dan mengurangi lama hari rawat. Untuk prosedur pembedahan ekstremitas bawah minimal diperlukan dua blokade saraf perifer. Kasus: Kami laporkan dua kasus pasien pediatrik (4 dan 6 tahun) dengan pseudarthrosis kongenital tibia yang menjalani prosedur Ilizarov berulang. Manajemen anestesi dilakukan dengan kombinasi blokade saraf femoral-popliteal dengan levobupivacain 0,3% dan pasien disedasi dengan propofol 75 mcg
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
4

Hendrawan, Arief. "Pelatihan Senam Neuromove Sebagai Upaya Peningkatan Pengetahuan dan Pencegahan Neuropati Perifer Diabetika Kader Kesehatan RT 3 RW 1 Desa Menganti Kabupaten Cilacap." Jurnal Pengabdian Masyarakat Al-Irsyad (JPMA) 2, no. 1 (2020): 50–56. http://dx.doi.org/10.36760/jpma.v2i1.80.

Full text
Abstract:
Neuropati Perifer Diabetika (NPD) adalah istilah yang digunakan untuk kondisi-kondisi yang terkait dengan gangguan fungsi saraf. Gejala umum dari neuropati adalah kram, kaki kesemutan dan baal (mati rasa). Neuropati perifer diabetik (NPD) adalah suatu keadaan dimana didapatkan kelainan klinik maupun sub klinik yang ditandai dengan adanya manifestasi somatik dari sistem saraf perifer pada penderita diabetes melitus tanpa adanya penyebab lain dari neuropati perifer. Terapi pada kondisi NPD dapat bersifat farmakologi (obat) maupun non farmakologi (tanpa obat). Penggunaan obat-obatan dan vitamin d
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
5

Reime, Marit Hegg, and June Aksnes. "Stell og fjerning av perifer venekanyle." Sykepleien 90, no. 10 (2002): 35–38. http://dx.doi.org/10.4220/sykepleiens.2002.0027.

Full text
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
6

Azizah, Nurul, and Endang Supriyanti. "PERGERAKAN SENDI EKSTREMITAS BAWAH UNTUK MENINGKATKAN PERFUSI JARINGAN PERIFER PASIEN DM TIPE 2." Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan 3, no. 2 (2019): 32–37. http://dx.doi.org/10.33655/mak.v3i2.72.

Full text
Abstract:
Diabetes Melitus merupakan penyakit dengan tingginya kadar glukosa didalam darah, dimana terjadi gangguan pada pembuluh arteri perifer yang disebabkan oleh peningkatan aliran shunting darah, yang berdampak terhadap peningkatan tekanan vena pada kaki dan membentuk edema yang mempengaruhi difusi oksigen dan nutrisi. sehingga, diperlukan pergerakan sendi ekstemitas bawah untuk meningkatkan pompa otot betis dan memfasilitasi difusi oksigen dan nutrisi pada jaringan perifer. Tujuan studi kasus ini menyusun resume asuhan keperawatan (pengkajian, diagnosa keperawatan hiperglikemia, perencanaan, imple
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
7

Azman, Ferdy, Yan Edward, and Rossy Rosalinda. "Diagnosis dan Penatalaksanaan Hipofungsi Vestibular Perifer Bilateral." Jurnal Kesehatan Andalas 7 (October 17, 2018): 61. http://dx.doi.org/10.25077/jka.v7i0.849.

Full text
Abstract:
Pendahuluan: Hipofungsi vestibuler perifer bilateral merupakan kasus yang jarang ditemui dan memiliki gejala gangguan keseimbangan yang menyebabkan gangguan penglihatan dan stabilitas postural. Etiologi penyakit ini sebagian besar idiopatik, selain itu disebabkan oleh zat ototoksik, penyakit autoimun, infeksi dan neoplasma yang melibatkan telinga dalam. Diagnosa ditegakkan berdasarkan gejala klinis, pemeriksaan keseimbangan sederhana dan tes khusus seperti dynamic visual acuity test (DVA), Rotatory Chair dan elektronistagmografi (ENG) pada tes kalori sebagai standar baku. Tatalaksana hipofungs
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
8

Simanjuntak, Melati Silvia, Karmila Br.Kaban, Mhd Yuda Satria, Dian Souvenir Waruwu, and Bonay A. M. Fandu. "PENGARUH THEURAPETIC EXERCISE WALKING TERHADAP SIRKULASI DARAH PERIFER PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI RUMAH SAKIT ROYAL PRIMA MEDAN TAHUN 2019." Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist) 13, no. 3 (2019): 190–94. http://dx.doi.org/10.36911/pannmed.v13i3.589.

Full text
Abstract:
Diabetes Mellitus merupakan penyakit kronik, progresif yang dikarakteristikkan dengan ketidakmampuantubuh untuk melakukan metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein awal terjadinya hyperglikemia. Kadarglukosa darah yang tinggi pada pasien DM tipe 2 menyebabkan peningkatan reactive oxygen species (ROS)dan menurunnya NO yang berdampak pada rusaknya sel endotel pembuluh darah serta terganggunyaelastisitas pembuluh darah sehingga plaque akan mudah menempel, yang memberikan dampak padapenurunan sirkulasi darah perifer terutama terjadi di kaki. Therapeutic Exercise Walking dapat berfungsiuntuk mela
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
9

Hanifah, Anny, Mudjiani Basuki, and Muhammad Faizi. "Hubungan antara Kadar HBA1C dengan Hasil Sural Radial Amplitude Ratio (SRAR) pada Pasien DM Tipe 1 dengan Neuropati Diabetik Perifer." AKSONA 1, no. 1 (2021): 29–33. http://dx.doi.org/10.20473/aksona.v1i1.98.

Full text
Abstract:
Pendahuluan: Neuropati diabetik perifer merupakan salah satu komplikasi mikroangiopati pada penderita diabetes mellitus. Manifestasi neuropati diabetik perifer paling banyak adalah polineuropati simetris distal, yang menunjukkan gangguan sensorik, motorik, serta penurunan refleks tendon dengan pola length-dependent. Diabetes Mellitus tipe 1 terbanyak diderita pada penderita usia muda, dimana saraf tepi memiliki amplitudo yang relatif masih tinggi, sehingga penurunan amplitudo yang relatif kecil, masih dianggap normal. Perbandingan amplitudo saraf sural dan radial dapat mendeteksi adanya neurop
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
10

Ørstavik, Kristin, Inge Petter Kleggetveit, and Ellen Jørum. "Mikronevrografi og forskning på perifer nevropatisk smerte." Tidsskrift for Den norske legeforening 133, no. 3 (2013): 302–5. http://dx.doi.org/10.4045/tidsskr.12.0098.

Full text
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
11

Hasina, Siti Nur, Ima Nadatien, Iis Noventi, and Tata Mahyuvi. "Buerger Allen Exercise Berpengaruh terhadap Ketidakefektifan Perfusi Jaringan Perifer pada Penderita Diabetes Mellitus." Jurnal Keperawatan 13, no. 3 (2021): 553–62. http://dx.doi.org/10.32583/keperawatan.v13i3.1324.

Full text
Abstract:
Ketidakefektifan perfusi jaringan perifer merupakan komplikasi dan diagnosa keperawatan yang sering terjadi pada pasien Diabetes Mellitus. Perawatan pasien dengan ketidakefektifan perfusi perifer pada kaki berdampak pada fisik, kualitas hidup, biaya untuk perawatan, dan menjadi beban bagi pembiayaan sosial negara. Latihan Buerger allen exercise mempunyai indikator berupa perbaikan dan penigkatan pada nilai ABI (Ankle Brachial Index) yang mencakup dalam perbaikan ketidakefektifan perfusi jaringan perifer. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh buerger allen exercise terhadap ketid
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
12

Reşat Nuri;AŞTI, AŞTI. "TAVUKLARIN PERİFER KAN T LENFOSİTLERİ ÜZERİNDE HİSTOKİMYASAL ÇALIŞMALAR." Ankara Üniversitesi Veteriner Fakültesi Dergisi 42, no. 2 (1995): 1. http://dx.doi.org/10.1501/vetfak_0000000793.

Full text
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
13

Hidayati, Hanik Badriyah. "Efikasi dan Tolerabilitas Karbamazepin untuk Nyeri Neuropati Diabetik." AKSONA 1, no. 1 (2021): 1–6. http://dx.doi.org/10.20473/aksona.v1i1.91.

Full text
Abstract:
Neuropati perifer merupakan salah satu alasan paling sering pasien dirujuk ke klinik neurologi. Neuropati diabetik, salah satu neuropati perifer, merupakan penyebab neuropati tersering di dunia sehingga masih merupakan masalah besar dunia. Nyeri neuropati diabetik (NND) merupakan komplikasi umum dari diabetes baik diabetes tipe 1 maupun tipe 2. NND mempengaruhi kualitas hidup pasien secara substansial akibat dari kurang tidur, kelelahan konstan, kesulitan mempertahankan konsentrasi secara penuh, gangguan melakukan aktivitas harian, gangguan mood, depresi dan ansietas. Karbamazepin merupakan sa
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
14

Aminuddin, Muhammad. "Prevalensi Penyakit Arteri Perifer Berdasarkan Nilai Ankle-Brachial Pressure Index di Universitas Mulawarman." Jurnal Kesehatan Vokasional 6, no. 2 (2021): 109. http://dx.doi.org/10.22146/jkesvo.62556.

Full text
Abstract:
Latar Belakang: Prevalensi penyakit arteri perifer (PAP) pada tahun 2015 di dunia diperkirakan lebih dari 200 juta orang. Penyakit ini terjadi pada <0,4 per 1000 orang pada usia 35-45 tahun dan 6 dari 1000 orang pada usia di atas 65 tahun. Namun prevalensi PAP dan faktor risiko yang mempengaruhi usia remaja sampai saat ini belum tergambarkan dengan jelas.Tujuan: Mengetahui prevalensi dan faktor risiko penyakit arteri perifer pada mahasiswa fakultas kedokteran Universitas Mulawarman.Metode: Penelitian ini melibatkan 141 responden dengan teknik pengambilan responden purposive sampling. PAP di
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
15

Reime, Marit Hegg, and June Aksnes. "Innleggelse av perifer venekanyle Hvorfor følges ikke gjeldende retningslinjer?" Sykepleien, no. 9 (March 2009): 34–38. http://dx.doi.org/10.4220/sykepleiens.2002.0024.

Full text
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
16

Idvall, Ewa, and Margareta Strand. "Utveckling av kvalitet —med fokus på patienter med perifer venkanyl." Nordic Journal of Nursing Research 21, no. 2 (2001): 36–41. http://dx.doi.org/10.1177/010740830102100207.

Full text
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
17

Nistiandani, Ana, Lantin Sulistyorini, Muhammad Fakhurur Rozsy, and Nuril Fauziah. "Characteristic Of Demographic Neuropathy Diabetic Perifer In The Agriculture Area." Jurnal Ners dan Kebidanan Indonesia 7, no. 3 (2020): 192. http://dx.doi.org/10.21927/jnki.2019.7(3).192-202.

Full text
Abstract:
<p><em>Jember Regency is a superior area in the agricultural sector, but it is contrary to the health conditions of the people. It was noted that Jember experienced an increase in cases of Diabetes Mellitus (DM). DM causes various complications, one of which often occurs is peripheral neuropathy. This study aims to analyze peripheral neuropathy based on the characteristics of people with diabetes in the agriculture area under the auspices of the Health Department of Jember Regency. This type of research is descriptive with the cross-sectional approach. The sampling technique used i
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
18

Maria, Dely. "Penerapan senam kaki dan modifikasi diit dalam pengontrolan kadar gula darah melalui metode studi kasus." Jurnal Kesehatan Holistic 3, no. 1 (2019): 31–45. http://dx.doi.org/10.33377/jkh.v3i1.43.

Full text
Abstract:
Perubahan pola penyakit dari penyakit infeksi ke penyakit tidak menular (PTM) merupakan faktor utama masalah morbiditas dan mortalitas. Menurut WHO (2013), 80% penderita DM berasal dari negara berkembang salah satunya Indonesia. Berdasarkan hasil data Riskesdas (2013), 5,7% di Indonesia khususnya Jakarta timur yang terkena DM dari usia 15 tahun memiliki prevalensi sebesar 2,4%. Berbagai masalah dapat timbul bila diabetes melitus tidak ditangani seperti neuropati dan retinopati. Metode yang digunakan yaitu studi kasus. Studi kasus dilakukan pada 2 pasien DM yang mengalami ketidakefektifan perfu
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
19

Utami, Indhit Tri. "Pengaruh Senam Kaki Diabetes terhadap Nilai Ankle Brachial Index (ABI) dan Nilai Ipswich Touch Test (IPTT) pada Pasien DM Tipe 2." Jurnal Ilmiah Keperawatan Sai Betik 15, no. 1 (2019): 1. http://dx.doi.org/10.26630/jkep.v15i1.1543.

Full text
Abstract:
<p>Diabetes Melitus (DM) menyebabkan komplikasi yang dapat melibatkan vaskuler dan persarafan seperti oklusi arteri perifer dan neuropati.Penentuan sirkulasi perifer melalui pengukuran <em>Ankle Brachial Index</em> (ABI) merupakan metode invasif untuk memeriksa sirkulasi arteri perifer dan sebagai skrining terhadap adanya penyakit arteri oklusi perifer.Sementara itu, IpTT merupakan metode baru untuk mendeteksi penderita diabetes yang kehilangan sensasi kaki dan sebagai informasi untuk skrining adanya neuropati diabetes.Metode ini mudah, aman, cepat, dan mudah di lakukan dan d
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
20

Iskandar, Iskandar, Ridha Dhama Jaya, and Yesi Ariani. "Pengaruh Stimulasi Listrik Terhadap Sirkulasi Kaki Pasien Diabetes Melitus Tipe 2." Talenta Conference Series: Tropical Medicine (TM) 1, no. 2 (2018): 355–60. http://dx.doi.org/10.32734/tm.v1i2.216.

Full text
Abstract:
Gangguan pembuluh darah pada arteri perifer merupakan faktor yang berkontribusi dalam pengembangan luka pada kaki pasien DM sampai dengan 50% kasus. Intervensi yang dianjurkan untuk mengurangi terganggunya aliran darah perifer dengan menggunakan stimulasi listrik yaitu untuk meningkatkan sirkulasi ke area kaki dengan menempatkan elektroda pada otot betis.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan sirkulasi kaki pasien diabetes mellitus sebelum dan sesudah stimulasi listrik pada otot betis.Desain penelitian menggunakan quasi eksperimen dengan pre and post test without controld
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
21

Simanjuntak, Galvani Volta, and Marthalena Simamora. "Lama menderita diabetes mellitus tipe 2 sebagai faktor risiko neuropati perifer diabetik." Holistik Jurnal Kesehatan 14, no. 1 (2020): 96–100. http://dx.doi.org/10.33024/hjk.v14i1.1810.

Full text
Abstract:
Sensory neuropathy in type 2 diabetes mellitus and its correlation with duration of diseaseBackground: Diabetic peripheral neuropathy is a complication of type 2 diabetes mellitus (T2DM) that results in harm to the nervous system. It is a progressive disease, and symptoms get worse over time.Purpose: To exploration the sensory neuropathy in type 2 diabetes mellitus and its correlation with duration of disease.Method: An observational analytic with cross sectional design with population was patients with T2DM without diabetic ulcers in diabetic clinic Sari Mutiara Hospital. The number of sample
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
22

Reynaldo, Giovanni, and Audrey Desiree. "Efektivitas Immunoterapi Dalam Tatalaksana Guillain-Barré Syndrome Pada Anak." Jurnal Kedokteran Meditek 25, no. 3 (2019): 107–14. http://dx.doi.org/10.36452/jkdoktmeditek.v25i3.1783.

Full text
Abstract:
Guillain-Barré Syndrome (GBS) merupakan suatu kelainan mediator imun dari sistem saraf perifer dimana respon autoimun menjadi aktif dan menargetkan saraf perifer. Patogenesis GBS dipercaya sebagai sebuah respon imun yang abnormal terhadap sebuah kejadian yang terjadi sebelumnya, paling sering didahului oleh suatu infeksi, dan pada sebagian kecil kasus dilaporkan pasca imunisasi terutama untuk pasien anak-anak. Manifestasi klinis GBS berupa kelemahan ekstremitas bilateral progresif yang cepat dan bersifat ascending. Terapi yang masih digunakan dan dianggap efektif untuk saat ini yaitu immunoglo
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
23

Pagehgiri, Aslesa Wangpathi, Ketut Putu Yasa, and Gde Raka Widiana. "Hubungan Lokasi Fistula Arteriovena dan Riwayat Penggunaan Kateter Double Lumen Ipsilateral Terhadap Kejadian Hipertensi Vena Perifer di RSUP Sanglah Denpasar." JBN (Jurnal Bedah Nasional) 3, no. 1 (2019): 16. http://dx.doi.org/10.24843/jbn.2019.v03.i01.p04.

Full text
Abstract:
Tujuan: untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi vena perifer paska pembuatan akses fistula arteriovena untuk hemodialysis. Metode: penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional. Subyek penelitian adalah pasien dengan Chronic Kidney Disease (CKD) Stadium V dengan akses fistula arteriovena yang menjalani hemodialisis di RSUP Sanglah selama periode Desember 2016-Desember 2017 sebanyak 141 sampel. Hasil: dilakukan uji multivariat dengan analisa regresi logistik untuk masing-masing faktor, dengan mengendalikan faktor perancu, yaitu usia, jenis kelamin, etio
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
24

Elfi, Eka Fithra. "PERAN LATIHAN DISUPERVISI PADA PASIEN DENGAN PENYAKIT ARTERI PERIFER EKSREMITAS BAWAH." Majalah Kedokteran Andalas 37, no. 2 (2015): 151. http://dx.doi.org/10.22338/mka.v37.i2.p151-161.2014.

Full text
Abstract:
AbstrakPenyakit arteri perifer (peripheral arterial disease, PAD) merupakan kumpulan kelainan yang menghambat aliran darah ke ekstremitas, pada umumnya terjadi akibat aterosklerosis dan bermanifestasi sebagai klaudikasio. Disamping terapi medikamentosa dan endovaskuler yang optimal, manajemen non farmakologi PAD terbukti efektif mengurangi gejala, meningkatkan kemampuan berjalan dan kualitas hidup. Telah dilaporkan laki-laki usia 58 tahun penderita klaudikasio intermitten karena oklusi arteri iliaka komunis sinistra. Pasien masih merasakan gejala setelah terapi medikamentosa dan angioplasty tr
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
25

Pakaya, David, Iniche Tinta, Elfiana Ibrahim, and Imtihanah Amri. "Pemberian Citicoline pada Tikus Cedera Saraf Mentalis: Ekspresi Gen SIRT1 Ganglion Trigeminal." Jurnal Farmasi Galenika (Galenika Journal of Pharmacy) (e-Journal) 4, no. 1 (2018): 68–72. http://dx.doi.org/10.22487/j24428744.2018.v4.i1.10005.

Full text
Abstract:
Cedera saraf perifer menyebabkan jumlah neuron menurun di ganglion sensorik, sehingga regenerasinya tidak baik. Pemberian Citicoline telah dilaporkan dapat memperbaiki kondisi fungsi motorik dan mencegah nyeri neuropati pada model tikus cedera saraf perifer. Pada ganglion sensorik, peningkatan regenerasi terkait dengan SIRT1 yang mendorong kelangsungan hidup neuron. Penelitian ini bertujuam untuk menguji hipotesis bahwa pemberian citicoline meningkatkan ekspresi gen SIRT1 fase akut pada model tikus cedera saraf mentalis. Setelah dianestesi, saraf mentalis kanan dijepit dengan klem tanpa gerigi
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
26

Alendra, Alendra. "KEWENANGAN PENYIDIK POLRI DALAM MELAKUKAN DISKRESI TERHADAP PENGANIAYAAN RINGAN." JURNAL YURIDIS UNAJA 1, no. 1 (2018): 34–42. http://dx.doi.org/10.35141/jyu.v1i1.101.

Full text
Abstract:
Komplikasi yang tersering dan paling penting pada DM adalah neuropati perifer dan berisiko tinggi untuk terjadinya ulkus kaki. Rumah Sakit Umum Raden Mattaher menunjukan peningkatan kejadian kaki diabetik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan mengontrol gula darah dan perawatan kaki dengan kejadian ulkus kaki diabetik di Rumah Sakit Umum Raden Mattaher Jambi tahun 2013. Penelitian ini dilaksanakan di RSUD Raden Mattaher Jambi tentang hubungan mengontrol gula darah dan perawatan kaki dengan kejadian kaki diabetik. Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross sectio
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
27

Aminah, Siti. "PENGARUH FLUSHING NACL 0,9% TERHADAP KEJADIAN FLEBITIS PADA PASIEN YANG TERPASANG KATETER INTRAVENA PERIFER." Jurnal Ayurveda Medistra 2, no. 2 (2020): 9–16. http://dx.doi.org/10.51690/medistra-jurnal123.v2i2.28.

Full text
Abstract:
Latar belakang: Kejadian flebitis menjadi indikator mutu pelayanan minimal rumah sakit dengan standar kejadian < 1,5%. Kejadian flebitis ini bila tidak segera ditangani dapat mengakibatkan komplikasi lebih serius yaitu Infeksi Aliran Darah Primer (IADP) yang berakibat fatal karena bisa menyebabkan sepsis atau kematian. Kejadian flebitis dapat dicegah dengan cara mematuhi standar prosedur tindakan keperawatan salah satunya adalahflushing NaCl 0,9%.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh flushing NaCl 0,9% terhadap kejadian flebitis pada pasien yang terpasang kateter intravena perifer
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
28

Persson, Gudrun. "Kreml i krig: Ruslands brug af militær magt." Nordisk Østforum 33 (June 19, 2019): 66–68. http://dx.doi.org/10.23865/noros.v33.1702.

Full text
Abstract:
Att studera rysk militär förmåga och Rysslands användning av militär makt ansågs i många år vara en rätt perifer syssla – särskilt i akademiska sammanhang. Efter 2014 har detta ändrats. Rysslands agerande i Ukraina, där man med vapenmakt ändrade Europas gränser, innebar ett bryskt uppvaknande – inte minst för väst, som i många fall nästan helt rustat ner sin Rysslandskunskap.
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
29

Yunir, Em, Dekta Filantropi Esa, Adelia Nova Prahasary, and Dicky Levenus Tahapary. "Penyakit Arteri Perifer dan Mortalitas Kardiovaskular pada Pasien Diabetes Melitus Tipe-2." Jurnal Penyakit Dalam Indonesia 6, no. 2 (2019): 100. http://dx.doi.org/10.7454/jpdi.v6i2.299.

Full text
Abstract:
Peripheral arterial disease (PAD) merupakan salah satu komplikasi makrovaskular diabetes melitus tipe 2 (DMT2) yang dikaitkan dengan peningkatan risiko mortalitas kardiovaskular. Pemeriksaan ankle-brachial index (ABI) merupakan salah satu pemeriksaan yang sederhana dan mudah dilakukan untuk menegakkan diagnosis PAD. Oleh karena itu, penulis ingin mengetahui tingkat mortalitas kardiovaskular pasien DMT2 dengan PAD. Dari hasil penelusuran literatur, didapatkan tujuh literatur. Studi Bundo dkk melaporkan hasil HR 2,45 (interval kepercayaan [IK] 95%: 0,84-7,17). Studi Mostaza dkk melaporkan hasil
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
30

Kurniawan, Leny Candra, and Ikhwan Abdullah. "PENGARUH AKUPUNKTUR JIN’S 3 NEEDLE TERHADAP PENURUNAN INTENSITAS NYERI DIABETIC NEUROPATHY PERIFER." Journal of Islamic Medicine 4, no. 1 (2020): 46–51. http://dx.doi.org/10.18860/jim.v4i1.9051.

Full text
Abstract:
Diabetic Peripheral Neuropathy is a type of nerve damagethat occurs due to diabetes. High blood sugar levels in thelong term can cause damage to nerve fibers throughout thebody, such as legs, feet, blood circulation, heart, digestivesystem, and urinary tract. Diabetic Peripheral Neuropathy isa serious complication of diabetes that often causes pain inthe limbs. Pain management Diabetic Peripheral Neuropathyis usually by administering pain medication for a long periodof time. These medicines will have side effects. The use ofacupuncture as an alternative to help reduce the intensity ofpain in p
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
31

Arif, Taufan. "Peningkatan Yaskularisasi Perifer dan Pengontrolan Glukosa Klien Diabetes Mellitus Melalui Senam Kaki." Jurnal Ners dan Kebidanan (Journal of Ners and Midwifery) 7, no. 1 (2020): 082–88. http://dx.doi.org/10.26699/jnk.v7i1.art.p082-088.

Full text
Abstract:
Pendahuluan: Diabetes Mellitus merupakan penyakit metabolik kronis. Diabetic foot ulcers merupakan komplikasi yang sering terjadi akibat kadar glukosa yang tidak terkontrol. Tujuan penelitian menjelaskan pengaruh senam kaki terhadap status vaskularisasi perifer dan glukosa darah. Metode: Penelitian menggunakan quasy experimental pre-post test control group design. Populasi berjumlah 30 responden yang terbagi dalam kelompok perlakuan dan kontrol. Teknik sampling menggunakan purposive sampling. Kriteria inklusi meliputi klien DM berusia >45 tahun, DM tipe II, dan glukosa darah acak < 300 m
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
32

Indrayana, Yanna, Herpan Syafii Harahap, and Ilsa Hunaifi. "Deteksi Dini Penyakit Arteri Perifer pada Pasien Diabetes Melitus di Kota Mataram." Jurnal Gema Ngabdi 2, no. 3 (2020): 256–62. http://dx.doi.org/10.29303/jgn.v2i3.118.

Full text
Abstract:
Diabetes mellitus is currently becoming a major public health problem in the world. The prevalence of diabetes mellitus globally in 2019 is estimated at 9.3% and will increase to 10.9% in 2040. Peripheral artery disease is one of the important complications of diabetes mellitus. Patients with diabetes mellitus accompanied by peripheral artery disease have high morbidity and. Therefore, early detection of peripheral artery disease in diabetic patients is important. This event is carried out with the aim of early detection of peripheral artery disease in diabetes mellitus sufferers in Mataram. A
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
33

Ozolins, Andrejs, and Carina Isaksson. "Attityder bland sjuksköterskor till faktorer kring utförande av perifer venpunktion på barn." Nordic Journal of Nursing Research 18, no. 2 (1998): 12–15. http://dx.doi.org/10.1177/010740839801800203.

Full text
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
34

Mustafa ; KUM, SANDIKÇI. "Develerin (Camelus dromedarius) perifer kan lökositlerinde alfa-naftil asetat esteraz aktivitesinin belirlenmesi." Ankara Üniversitesi Veteriner Fakültesi Dergisi 50, no. 1 (2005): 1. http://dx.doi.org/10.1501/vetfak_0000000019.

Full text
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
35

Reşat Nuri;ALABAY, AŞTI. "FARKLI HAYVAN TÜRLERİNİN PERİFER KAN LÖKOSİTLERİNDE ALFA NAFTİL ASETAT ESTERAZ AKTİVİTESİNİN BELİRLENMESİ." Ankara Üniversitesi Veteriner Fakültesi Dergisi 43, no. 2 (1996): 1. http://dx.doi.org/10.1501/vetfak_0000000704.

Full text
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
36

Reşat Nuri;KURTDEDE, AŞTI. "Kangal köpeklerinin perifer kan t lenfositleri üzerinde ışık ve elektron mikroskopik çalışmalar." Ankara Üniversitesi Veteriner Fakültesi Dergisi 40, no. 4 (1993): 1. http://dx.doi.org/10.1501/vetfak_0000001537.

Full text
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
37

Hati, Yulis, and Rosanti Muchsin. "SENAM KAKI UNTUK MELANCARKAN AIRAN DARAH PERIFER PESERTA DIABETES MELLITUS TIPE 2." JUKESHUM: Jurnal Pengabdian Masyarakat 1, no. 2 (2021): 71–77. http://dx.doi.org/10.51771/jukeshum.v1i2.158.

Full text
Abstract:
Penyakit diabetes mellitus merupakan penyakit kronis yang tidak dapat disembuhkan akan tetapi dapat dikendalikan. Pengendalian penyakit DM salah satunya adalah dengan latihan jasmani. Latihan jasmani salah satunya senam kaki akan menyebabkan terjadinya peningkatan aliran darah, maka akan lebih banyak jala-jala kapiler terbuka sehingga lebih banyak tersedia reseptor insulin dan reseptor menjadi lebih aktif yang akan berpengaruh terhadap penurunan glukosa darah pada peserta diabetes. Penderita DM di Desa Kubah Sentang Kecamatan Pantai Labu tahun 2019 cukup banyak dan belum pernah melakukan senam
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
38

Mirzanah, Syafa'atun, and Rr Tutik Sri Hariyati. "Studi Literatur Penggunaan Smartphone-based Thermal Imaging dalam Pengkajian Perfusi Vascular Perifer." NERS Jurnal Keperawatan 16, no. 2 (2020): 45. http://dx.doi.org/10.25077/njk.16.2.45-53.2020.

Full text
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
39

Diolanda, Lona, and Sri Handayani Mega Putri. "TEKNIK PEMERIKSAAN PADA MIKROTROPIA." Majalah Kedokteran Andalas 37, no. 3 (2015): 226. http://dx.doi.org/10.22338/mka.v37.i3.p226-236.2014.

Full text
Abstract:
AbstrakMikrotropia merupakan strabismus sudut kecil (kurang dari 5˚) yang disertai dengan ARC dan ketajaman stereopsis yang berkurang atau tidak ada sama sekali. Mikrotropia sering disertai dengan sindroma monofiksasi. Ini ditandai dengan adanya fusi perifer dan supresi di daerah sentral (foveal suppresion scotoma) mata yang mengalami deviasi. Mikrotropia dapat dibagi menjadi dua bentuk yaitu mikrotropia primer (mikrotropia with identity dan mikrotropia without identity) dan mikrotropia sekunder. Pemeriksaan diagnostik pada mikrotropia bertujuan untuk menunjukkan adanya penglihatan binokular p
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
40

ISTIGHOSAH, NINING. "PERILAKU SEKSUAL PADA USIA MENOPAUSE DI POSYANDU LANSIA DAHLIA RW 9 KELURAHAN DANDANGAN (Kecamatan Kota Kediri)." JURNAL KEBIDANAN 6, no. 2 (2019): 78–86. http://dx.doi.org/10.35890/jkdh.v6i2.34.

Full text
Abstract:
Menopause merupakan berhentinya siklus menstruasi wanita yang sering dikaitkan dengan berbagai gejala yang tidak menyenangkan, seperti : kecemasan, depresi, penurunan libido, kekeringan vagina, insomnia, sulit berkonsentrasi, dan gejala vasomotor (hot flashes dan berkeringat di malam hari). Sarrel dalam literaturnya menjelaskan lima perubahan dasar fungsi seksual terkait menopause, penurunan responsivitas seksual, nyeri pada saat berhubungan, penurunan aktifitas seksual, penurunan hasrat seksual, dan adanya pasangan dengan masalah – masalah seksual. Ia melaporkan bahwa gairah seksual, termasuk
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
41

Zasra, Radias, Harnavi Harun, and Syaiful Azmi. "Indikasi dan Persiapan Hemodialis Pada Penyakit Ginjal Kronis." Jurnal Kesehatan Andalas 7 (July 29, 2018): 183. http://dx.doi.org/10.25077/jka.v7i0.847.

Full text
Abstract:
Penyakit Ginjal Kronik (PGK) adalah kelainan struktural atau fungsi yang terjadi lebih dari 3 bulan dan mempunyai implikasi terhadap kesehatan serta diklasifikasikan berdasarkan penyebab, laju flitrasi glomerulus (LFG) dan albuminuria. Komplikasi serius yang ditimbulkan PGK dapat berupa malnutrisi, kelebihan cairan, perdarahan, serositis, depresi, gangguan kognitif, neuropati perifer, infertilitas dan Infeksi. Untuk mencegah komplikasi tersebut, diperlukan indikasi dan waktu yang tepat untuk memulai terapi dialisis pada pasien PGK.
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
42

Suarjana, I. Made Dwija, and Muhammad Nauval. "RAPID DIAGNOSTIC TEST (RDT) DALAM DETEKSI MALARIA (Literature Review)." JURNAL KEDOKTERAN 5, no. 1 (2019): 179. http://dx.doi.org/10.36679/kedokteran.v5i1.167.

Full text
Abstract:
LATAR BELAKANG : Penyakit malaria merupakan infeksi yang disebabkan oleh parasit malaria, suatu protozoa darah genus plasmodium yang ditularkan oleh nyamuk anopheles betina yang terinfeksi. Tes diagnostik cepat untuk malaria berpotensi dapat digunakan di fasilitas ritel obat perifer swasta. Mereka sensitif dan dapat digunakan dengan pelatihan minimal. Di sektor publik formal, menggantikan ini untuk diagnosis klinis (non-tes) dalam pengaturan periferal tanpa akses ke laboratorium umumnya mengarah ke penargetan yang lebih baik. Surveilans epidemiologi terhadap penyakit dapat menentukan penilaian
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
43

Sari, Indah Purnama, Hema Malini, and Yulia Yasman. "Upaya Pencegahan Infiltrasi Pada Terapi Intravena Perifer Di Rumah Sakit Awal Bros Batam." NERS Jurnal Keperawatan 15, no. 2 (2019): 67. http://dx.doi.org/10.25077/njk.15.2.67-73.2019.

Full text
Abstract:
Abstrak Upaya pencegahan terhadap kejadian yang bisa mengakibatkan ancaman keselamatan pada pasien akibat tindakan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan merupakan aspek penting dalam keselamatan pasien. Salah satu bentuk gangguan keselamatan pada pasien adalah pencegahan terhadap infiltrasi. Infiltrasi merupakan tanda awal sebelum terjadinya kejadian phlebitis. Untuk itu perlu dilakukan upaya dalam dalam mencegah terjadinya infiltrasi, dimana dengan mengenalkan pada tenaga kesehatan terkait instrument penilaian pencegahan infiltrasi. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi tindakan pencegahan
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
44

Putri, Rima Novia. "AKTIVITAS FISIK PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DENGAN NEUROPATI PERIFER : TINJAUAN LITERATUR." Jurnal Keperawatan Abdurrab 3, no. 1 (2019): 1–7. http://dx.doi.org/10.36341/jka.v3i1.764.

Full text
Abstract:
Type 2 diabetes mellitus is a chronic disease that could cause damage to foot peripheral nerves, namely peripheral neuropathy. Diabetic peripheral neuropathy is a damage and inability to regenerate nerve cells due to exposure of chronic hyperglycemia which can lead to various symptopms and complications. Therapy is aimed at improving symptoms and delaying development of peripheral neuropathy, one of which is physical activity which is one of the cornerstones of management of diabetes mellitus. An explanation of the benefits of physical activity in diabetes mellitus has been widely discussed, b
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
45

Putri, Rima Novia, and Agung Waluyo. "FAKTOR RESIKO NEUROPATI PERIFER DIABETIK PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 : TINJAUAN LITERATUR." Jurnal Keperawatan Abdurrab 3, no. 2 (2019): 17–25. http://dx.doi.org/10.36341/jka.v3i2.839.

Full text
Abstract:
Type 2 diabetes mellitus is one of the chronic diseases that has increased globally and is a cause of various organ dysfunction such as diabetic peripheral neuropathy. Early detection of diabetic peripheral neuropathy and identification of risk factors can reduce the morbidity of diabetic peripheral neuropathy. This literature review was written to present the risk factors of diabetic peripheral neuropathy in type 2 diabetes mellitus patients. Literature search was conducted to obtain appropriate articles through the electronic database Medline, Cinahl, Proquest, and Clinical Key with keywords
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
46

Adnan, Muhammad Luthfi. "Peran Reseptor IL-21 (IL-21R) sebagai Target Terapi Pada Penyakit Arteri Perifer." SCRIPTA SCORE Scientific Medical Journal 3, no. 1 (2021): 68–75. http://dx.doi.org/10.32734/scripta.v3i1.4440.

Full text
Abstract:
Background: Peripheral Artery Disease (PAD) is caused due to the disruption of blood supply to the periphery caused by blockages in the arteries. PAD is a disease that is difficult to detect and the current therapy is still limited to pharmacological therapy to reduce the risk of PAP incidence and surgical therapy if complications of PAD arise. The interleukin-21 receptor (IL-21R) is a family of interleukins that has been widely studied for its role in many diseases. Objectives: The aim of this review is to discuss the effect of IL-21R on the pathogenesis of PAP. Methods: A literature search w
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
47

Putra, Ariefa Adha, and Alexander Jayadi. "Efektivitas Revaskularisasi Endovaskuler pada Pasien Penyakit Arteri Perifer Berdasarkan Nilai Ankle Brachial Index." Jurnal llmu Bedah Indonesia 43, no. 1 (2014): 69–75. http://dx.doi.org/10.46800/jibi-ikabi.v43i1.78.

Full text
Abstract:

 
 
 Pendahuluan. Efektivitas Revaskularisasi dapat dievaluasi melalui penilaian ABI sebelum dan sesudah Revaskularisasi endovaskuler.
 Tujuan. Menilai efektivitas Revaskularisasi en- dovaskuler berdasarkan nilai ABI.
 Metode. Dilakukan pencarian penelitian yang dipublikasikan di MEDLINE (pubmed) menggunakan kata kunci Revaskularisasi endovaskuler, efektivitas Revaskularisasi, evaluasi setelah Revaskularisasi. Penelitian yang diambil memiliki kriteria inklusi, penelitian dengan bahasa Inggris dengan nilai ABI sebelum dan sesudah tindakan Revaskularisasi endovaskuler.
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
48

Dewi, Mia Milanti, Dwi Putro Widodo, Roy Amardiyanto, Nurcahaya Sinaga, and Nurul Hidayah. "Prevalensi, Spektrum Klinis dan Gambaran Neurofisiologi Kasus Neuromuskular." Sari Pediatri 20, no. 4 (2019): 214. http://dx.doi.org/10.14238/sp20.4.2018.214-20.

Full text
Abstract:
Latar belakang. Sebagian kasus neuromuskular dapat ditegakkan berdasarkan klinis. Pemeriksaan penunjang, pemeriksaan imunologi dan analisis genetik sangat penting diperiksa untuk memastikan diagnosis. Ini merupakan penelitian pertama mengenai prevalensi penyakit neuromuskular di Indonesia.Tujuan. Mengetahui prevalensi, spektrum klinis, dan gambaran neurofisiologi kasus neuromuskular di RSCM periode Januari – Desember 2017.Metode. Penelitian ini bersifat retrospektif dari Januari – Desember 2017.Hasil. Di tahun 2017 terdapat 179 pasien (usia 1 bulan – 18 tahun) yang dirujuk untuk dilakukan peme
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
49

Aisara, Sitifa, Syaiful Azmi, and Mefri Yanni. "Gambaran Klinis Penderita Penyakit Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisis di RSUP Dr. M. Djamil Padang." Jurnal Kesehatan Andalas 7, no. 1 (2018): 42. http://dx.doi.org/10.25077/jka.v7.i1.p42-50.2018.

Full text
Abstract:
Gambaran klinis Penyakit Ginjal Kronik (PGK) terlihat nyata bila ureum darah lebih dari 200 mg/dl. Uremia menyebabkan gangguan fungsi hampir semua sistem organ seperti; gangguan cairan dan elektrolit, metabolikendokrin, neuromuskular, kardiovaskular dan paru, kulit, gastrointestinal, hematologi serta imunologi. Hemodialisis merupakan suatu usaha untuk mengurangi gejala uremia tersebut, sehingga gambaran klinis pasien juga dapat membaik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran klinis penderita PGK yang menjalani hemodialisis di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Jenis penelitian ini adal
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
50

Aisara, Sitifa, Syaiful Azmi, and Mefri Yanni. "Gambaran Klinis Penderita Penyakit Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisis di RSUP Dr. M. Djamil Padang." Jurnal Kesehatan Andalas 7, no. 1 (2018): 42. http://dx.doi.org/10.25077/jka.v7i1.778.

Full text
Abstract:
Gambaran klinis Penyakit Ginjal Kronik (PGK) terlihat nyata bila ureum darah lebih dari 200 mg/dl. Uremia menyebabkan gangguan fungsi hampir semua sistem organ seperti; gangguan cairan dan elektrolit, metabolikendokrin, neuromuskular, kardiovaskular dan paru, kulit, gastrointestinal, hematologi serta imunologi. Hemodialisis merupakan suatu usaha untuk mengurangi gejala uremia tersebut, sehingga gambaran klinis pasien juga dapat membaik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran klinis penderita PGK yang menjalani hemodialisis di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Jenis penelitian ini adal
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
We offer discounts on all premium plans for authors whose works are included in thematic literature selections. Contact us to get a unique promo code!