To see the other types of publications on this topic, follow the link: Selat Makassar.

Journal articles on the topic 'Selat Makassar'

Create a spot-on reference in APA, MLA, Chicago, Harvard, and other styles

Select a source type:

Consult the top 50 journal articles for your research on the topic 'Selat Makassar.'

Next to every source in the list of references, there is an 'Add to bibliography' button. Press on it, and we will generate automatically the bibliographic reference to the chosen work in the citation style you need: APA, MLA, Harvard, Chicago, Vancouver, etc.

You can also download the full text of the academic publication as pdf and read online its abstract whenever available in the metadata.

Browse journal articles on a wide variety of disciplines and organise your bibliography correctly.

1

Sintaningsih, Ni Wayan, Eloq Faiqoh, and I. Dewa Nyoman Nurweda Putra. "spatial distribution of plankton in makassar strait." Journal of Marine and Aquatic Sciences 8, no. 1 (2023): 30. http://dx.doi.org/10.24843/jmas.2022.v08.i01.p05.

Full text
Abstract:
Selat Makassar merupakan lintasan pertama arlindo yang dimana lintasan pertama ini sebagaian besar mentransfer air yang kemudian menuju selat Lombok. Arus lintas Indonesia ini membuat perairan Indonesia terutama bagian timur menjadi subur akibat adanya proses upwelling dan proses pencampuran serta interaksi air dengan udara yang menyebabkan kandungan nutrisi dan mineral menjadi kaya pada lapisan laut dalam. Beberapa penelitian tentang plankton di Selat Makassar masih berkisar tentang klorofil- a sedangkan penelitian tentang plankton sendiri masih belum ada. Oleh karena itu, penelitian tentang
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
2

Hakim, Lukman, Widodo S. Pranowo, and Dian Adrianto. "Studi Karakteristik Propagasi Akustik Bawah Air di Selat Makassar dengan Menggunakan Software Monterey – Miami Parabolic Equation." Jurnal Chart Datum 9, no. 2 (2024): 145–56. http://dx.doi.org/10.37875/chartdatum.v9i2.269.

Full text
Abstract:
Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki lebih dari 17.000 pulau. Diantara pulau-pulau tersebut terdapat banyak selat penting bahkan empat diantaranya merupakan selat (choke point) terpenting di dunia, salah satunya adalah Selat Makassar. Sebagai selat penting Indonesia harus memiliki kontrol terhadap selat tersebut. Dalam aspek kemiliteran salah satu kontrol yang harus dimiliki adalah kontrol terhadap kapal selam asing yang mencoba masuk ke wilayah indonesia secara ilegal melalui Selat Makassar antara lain dengan memasang alat deteksi bawah air di perairan tersebut. Untuk mendukung
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
3

Lante, Samuel, Andi Tenriulo, Andi Parenrengi, Rachmansyah Rachmansyah, and Asmi Citra Malina. "KERAGAMAN GENETIK POPULASI IKAN BERONANG ( Siganus guttatus ) DI SELAT MAKASSAR DAN TELUK BONE MENGGUNAKAN METODE RANDOM AMPLIFIED POLYMORPHIC DNA (RAPD)." Jurnal Riset Akuakultur 6, no. 2 (2011): 211. http://dx.doi.org/10.15578/jra.6.2.2011.211-224.

Full text
Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keragaman genetik populasi ikan beronang di perairan Selat Makassar dan Teluk Bone dengan metode random amplified polimorphic DNA (RAPD). Sampel ikan beronang diperoleh dari tiga lokasi di perairan Selat Makassar (Polman, Barru, dan Takalar) dan satu lokasi di perairan Teluk Bone (Malili). Sebanyak 8 ekor ikan beronang dari tiap-tiap lokasi dipreservasi dengan larutan TNES urea buffer. Ekstraksi DNA genom dengan metode Phenol-Chloroform. Di antara tujuh screening primer, lima primer diseleksi untuk analisis RAPD. Keragaman genetik dianalisis menggunakan
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
4

Ady Jufri, Muh Nur Ihsan, and Sahabuddin. "Distribusi Spasial dan Temporal Arus Permukaan Laut di Selat Makassar." SIGANUS: Journal of Fisheries and Marine Science 1, no. 2 (2020): 69–73. http://dx.doi.org/10.31605/siganus.v1i2.655.

Full text
Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi spasial dan temporal arus permukaan laut di perairan Selat Makassar dengan menggunakan data citra satelit. Data yang digunakan adalah data citra satelit AVISO Januari-Desember 2019. Hasil penelitian diperoleh bahwa perairan Selat Makassar Berdasarkan peta arus perairan Selat Makassar (Musim Barat, Musim peralihan I, Musim Timur dan musim peralihan II) didapatkan bahwa arus permukaan bergerak dari Selatan (Laut Flores) ke arah bagian Utara. Dimana Musim Barat (Desember – Februari) dan Musim Timur (September – November) memiliki kecepatan arus
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
5

Naryanto, Heru Sri. "Analisis Sumber Tsunami untuk Pertimbangan Perencanaan Jalur Kabel InaCBT di Selat Makasar." Jurnal ALAMI : Jurnal Teknologi Reduksi Risiko Bencana 5, no. 1 (2021): 8–18. http://dx.doi.org/10.29122/alami.v5i1.4736.

Full text
Abstract:
Sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian Kabupaten Kutai Kartanegara di Provinsi Kalimantan Timur secara resmi telah ditunjuk menjadi calon Ibu Kota Negara (IKN) Indonesia baru. Untuk untuk memberi rasa aman kepada masyarakat di calon ibukota baru tersebut nantinya akan dibangun sistem peringatan dini bencana tsunami. Selat Makassar terletak pada persimpangan tiga lempeng, yaitu Lempeng Indo-Australia, Lempeng Eurasia dan Lempeng Pasifik, menyebabkan tektonik dan kegempaan di kawasan tersebut sangat kompleks. Potensi tsunami di Selat Makassar baik berasal dari gempa maupun l
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
6

Syamsuddin, Mega Laksmini, Ajeng Riska Puspita, Fadli Syamsudin, Sheila Zallesa, Qurnia Wulan Sari, and Fittrie Pratiwy. "VARIABILITAS KONSENTRASI KLOROFIL-A DARI SATELIT AQUA MODIS SELAMA FASE EL NINO SOUTHERN OSCILLATION 2015-2020 DI SELAT MAKASSAR." BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap 16, no. 2 (2024): 64. http://dx.doi.org/10.15578/bawal.16.2.2024.64-76.

Full text
Abstract:
Selat Makassar adalah jalur utama yang dilewati oleh Arus Lintas Indonesia (Arlindo) sehingga kondisi oseanografinya sangat dipengaruhi oleh karakteristik massa air Samudera Pasifik. Konsentrasi klorofil-a di Selat Makassar dipengaruhi oleh massa air yang terbawa oleh Arlindo dan masuknya nutrien dari daratan karena letaknya yang diapit oleh Pulau Kalimantan dan Pulau Sulawesi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis variabilitas konsentrasi klorofil-a dalam skala antar musiman maupun antar tahunan (inter-annual) yaitu fenomena El Niño Southern Oscillation (ENSO) di Selat Makassar. Pen
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
7

HERMANSYAH, H., and J. JAHARUDDIN. "PENDEKATAN MATEMATIS PADA PEMBANGKITAN GELOMBANG INTERNAL DI SELAT MAKASSAR." Journal of Mathematics and Its Applications 10, no. 1 (2011): 13. http://dx.doi.org/10.29244/jmap.10.1.13-20.

Full text
Abstract:
<p>Selat Makassar merupakan selat yang terletak di antara Pulau Kalimantan dan Pulau Sulawesi. Pembangkitan gelombang internal di Selat Makassar memanfaatkan relasi dispersi yang diturunkan dari persamaan dasar fluida dua lapisan yang masing-masing berupa fluida ideal yang tak berotasi. Relasi dispersi yang diperoleh berupa relasi dispersi Kelvin-Helmholtz. Berdasarkan relasi dispersi Kelvin-Helmholtz digambarkan frekuensi dan kecepatan fase gelombang internal terhadap bilangan gelombang.</p>
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
8

Agustinus, Agustinus, Widodo setiyo Pranowo, Nurhidayat Nurhidayat, Nuki Widi Asmoro, and Hendra Hendra. "Karakteristik Suhu dan Salinitas di Selat Makassar Berdasarkan Data CTD Cruise Arlindo 2005 dan Timit 2015." Jurnal Chart Datum 8, no. 2 (2022): 107–16. http://dx.doi.org/10.37875/chartdatum.v8i2.144.

Full text
Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Karakteristik massa air melalui Pola distribusi Suhu dan Salinitas secara menegak dan melintang serta analisa Diagram Tpot-S di Selat Makassar berdasarkan Data CTD Cruise Arlindo 2005 dan Timit 2015. Selat Makassar merupakan salah satu pintu utama Arus Lintas Indonesia (Arlindo) yang membawa massa air dari Samudera Pasifik menuju wilayah Indonesia sehingga pola distribusi Suhu dan Salinitas di Selat Makassar dipengaruhi oleh Arlindo, Berdasarkan hasil Analisa Diagram Tpot-S pada pengolahan data CTD Cruise Arlindo 2005 dan Timit 2015 dengan kedalam
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
9

Alamsyah, M. Zanugera, Fairus Jamil Rizqullah, Baiq Lista Azkia Sulhana, et al. "Analisis Dampak ENSO terhadap Presipitasi dan Evaporasi di Selat Makassar." Buletin Oseanografi Marina 14, no. 1 (2025): 23–36. https://doi.org/10.14710/buloma.v14i1.60285.

Full text
Abstract:
Penelitian ini menganalisis pengaruh ENSO terhadap presipitasi dan evaporasi di Selat Makassar. Data yang digunakan berupa data presipitasi dan evaporasi diperoleh dari The European Centre for Medium-Range Weather Forecast (ECMWF) serta data ONI (Oceanic Niño Index) dari National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) selama 15 tahun dari 2008 - 2022. Analisis korelasi pearson digunakan untuk mengukur kekuatan dan arah hubungan linier variabel ENSO terhadap presipitasi dan evaporasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara klimatologis dan spasial, presipitasi maupun evaporasi mengalami
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
10

Kunarso, Kunarso, Surya Risky Graharto, and Sri Yulina Wulandari. "Identifikasi Variabilitas Suhu Permukaan Laut dan Klorofil- A serta Intensitas Upwelling di Selat Makassar." Buletin Oseanografi Marina 11, no. 2 (2022): 206–14. http://dx.doi.org/10.14710/buloma.v11i2.42170.

Full text
Abstract:
Selat Makassar secara geografis terletak diantara Pulau Kalimantan dan Pulau Sulawesi. Kondisi perairan di Selat Makassar dipengaruhi oleh Arus Lintas Indonesia (ARLINDO) dan sistem angin muson. Hal ini menyebabkan Selat Makassar memiliki dinamika yang kompleks dan terjadi fenomena upwelling sehingga berpengaruh terhadap variabilitas suhu permukaan laut dan klorofil-a. Kajian tentang upwelling di Selat Makassar telah banyak dilakukan, namun kajian mengenai intensitas upwelling berdasarkan variabilitas suhu permukaan laut dan klorofil-a dengan periode data dalam jangka waktu yang panjang belum
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
11

Djamaan, Arlizar, Jumardin, Welem Ada', and Bustamin. "KAJIAN TINGKAT KESESUAIAN PERSYARATAN SESUAI DENGAN SOLAS PADA KAPAL-KAPAL PENUMPANG YANG BERLAYAR DI SELAT MAKASSAR." JURNAL VENUS 6, no. 11 (2021): 71–86. http://dx.doi.org/10.48192/vns.v6i11.304.

Full text
Abstract:
Setiap kapal yang memenuhi ketentuan SOLAS 1974/1978 dilengkapi dengan peralatan keselamatan untuk menjamin keselamatan jiwa harta benda dan menjaga kelestarian lingkungan di Laut. Menurut IMO, penyebab kecelakaan yang telah terjadi di laut adalah 80% disebabkan karena faktor manusia & sisanya 20% beberapa faktor lain. Seringnya terjadi kecelakaan di Perairan Laut Indonesia termasuk di Selat Makassar yang telah menyebabkan korban jiwa dan harta benda dan memilih judul tentang Kajian Tingkat Kesesuaian Persyaratan Sesuai dengan SOLAS pada Kapalkapal Penumpang yang Berlayar di Selat Makassar
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
12

Putri, Rini Sahni, Hasrianti Hasrianti, Damis Damis, et al. "The relationship between small pelagic fish catches with sea surface temperature and chlorophyll in Makassar Strait waters." Jurnal Iktiologi Indonesia 22, no. 1 (2022): 65–76. http://dx.doi.org/10.32491/jii.v22i1.582.

Full text
Abstract:
Makassar Strait is a waters area with a large and relatively fertile water resource potential. The Makassar Strait area represents the confluence zone between the Pacific Ocean and Indian Ocean fish populations. The fertility of the waters makes this area one of the breeding zones for most aquatic biota. This study aims to map the catch of small pelagic fishes with water conditions in the Makassar Strait. The data used in this study was fish catches data from Makassar Strait waters from June to September 2021. Data on environmental conditions in the form of Sea Surface Temperature and chloroph
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
13

Manik, Henry Munandar. "Urgensi Teknologi Deteksi Bawah Air untuk Pertahanan dan Keamanan Laut Ibu Kota Negara (IKN)." Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika 4, no. 4 (2022): 362–66. http://dx.doi.org/10.29244/agro-maritim.0404.362-366.

Full text
Abstract:
Pemerintah telah menetapkan UU No. 3 Tahun 2022 tentang pembentukan Ibu Kota Negara (IKN) bernama Nusantara, di mana wilayah IKN bersifat khusus karena setingkat provinsi. IKN sebagai pusat pemerintahan memerlukan pertahanan dan keamanan yang memadai untuk menjalankan fungsinya. Dari sisi pertahanan laut, perlua da pengendalian IKN dengan kekuatan yang besar. Kekuatan ancaman bisa masuk lewat Selat Makassar untuk kapal-kapal sipil dan operasi militer yang melewati selat tersebut. Untuk itu pentingnya teknologi deteksi pengendalian Selat Makassar dalam pengawasan dan pengendalian lalu lintas ka
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
14

Hammad, Fadhil Karunia, Baskoro Rochaddi, Purwanto Purwanto, and Harjo Susmoro. "Identifikasi Potensi Ocean Thermal Energy Conversion (OTEC) di Selat Makassar." Indonesian Journal of Oceanography 2, no. 2 (2020): 147–57. http://dx.doi.org/10.14710/ijoce.v2i2.8058.

Full text
Abstract:
Ocean Thermal Energy Conversion (OTEC) adalah salah satu dari banyak sumber energi terbarukan dari lautan yang bisa menjadi solusi untuk energi hijau. Selat Makassar merupakan salah satu wilayah perairan yang sangat berpotensi untuk pembangkit OTEC. Hal tersebut karena Selat Makassar memenuhi kaidah OTEC, dimana termasuk kategori laut dalam dan berada di equator yang memiliki suhu permukaan yang hangat dan konstan, serta memiliki selisih suhu sebesar 20℃ antara permukaan laut dan laut dalam dengan kedalaman 1000 m. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi energi OTEC, titik p
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
15

Larasati, Rakhma Fitria, Made Mahendra Jaya, I. Gusti Ngurah Kadek Hary Mahardi, et al. "OBSERVASI DAERAH PENANGKAPAN IKAN DI PERAIRAN LAUT JAWA DAN SELAT MAKASSAR." Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan 15, no. 2 (2024): 203–10. http://dx.doi.org/10.24319/jtpk.15.203-210.

Full text
Abstract:
Daerah penangkapan ikan di perairan Laut Jawa dan Selat Makassar merupakan daerah tangkapan yang penting bagi nelayan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis proses penentuan Daerah Penangkapan Ikan (DPI), menjelaskan hasil observasi suhu dan salinitas perairan di setiap DPI yang telah ditentukan, serta mengidentifikasi jenis hasil tangkapan, dengan menggunakan Kapal Motor (KM) Tirta Putra Kencana I (alat tangkap purse seine). Penelitian ini dilakukan di perairan Laut Jawa dan di Selat Makasar, mulai dari bulan Desember tahun 2022 hingga bulan April 2023. Metode penelitian yang d
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
16

Cahyono, Eko, and Indra Mardani. "IDENTIFIKASI ASAM AMINO IKAN LAYANG (Decapterus russelli) PADA LOKASI PENANGKAPAN BERBEDA." Jurnal Pengolahan Pangan 5, no. 1 (2020): 1–6. http://dx.doi.org/10.31970/pangan.v5i1.33.

Full text
Abstract:
Decapterus ruselli are a fisheries resource caught in the waters of Teluk Tomini and the Selat Makassar and have high economic value. The purpose of the study was to find out the profile of Decapterus ruselli fatty acids being caught at different locations. Methods used in this research is descriptive analysis. Results from this study indicate that plankton's abundance, weight in fish, protein levels, and amino acids in the waters of Teluk Tomini are higher than the Selat Makassar.
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
17

Suwarso, Suwarso, Wudianto Wudianto, and Suherman Banon Atmaja. "PERUBAHAN UPAYA DAN HASIL TANGKAPAN IKAN PELAGIS KECIL DI SEKITAR LAUT JAWA: KAJIAN PASKA KOLAPS PERIKANAN PUKAT CINCIN BESAR." BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap 2, no. 1 (2017): 17. http://dx.doi.org/10.15578/bawal.2.1.2008.17-26.

Full text
Abstract:
Penyusutan stok (biomassa) ikan pelagis di Laut Jawa dan Selat Makassar akibat peningkatan kapasitas penangkapan yang tak terkontrol diduga menjadi sumber penyebab penurunan produktivitas pukat cincin yang berlangsung secara simultan sejak tahun 1995 sampai dengan sekarang (tahun 2006), serta memberikan hasil tangkapan semakin rendah dan tidak menguntungkan. Kajian tentang perubahan upaya dan hasil tangkapan ikan pelagis pasca collaps perikanan pukat cincin inididasarkan pada data hasil tangkapan (per spesies) dan upaya (jumlah trip, hari laut) kapal pukat cincin yang mendarat di Pekalongan da
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
18

Rahmat, Enjah. "PENANGKAPAN IKAN DEMERSAL DENGAN PANCING RAWAI DASAR DI PERAIRAN KABUPATEN BARRU, SULAWESI SELATAN." BULETIN TEKNIK LITKAYASA Sumber Daya dan Penangkapan 5, no. 2 (2016): 65. http://dx.doi.org/10.15578/btl.5.2.2007.65-68.

Full text
Abstract:
Secara administratif, Kabupaten Barru termasuk ke dalam wilayah Propinsi Sulawesi Selatan dan berada di pesisir Selat Makassar yang berjarak ± 100Km ke arah utara dari Kota Makassar. Kabupaten Barru terdiri atas 5 Kecamatan, yaitu Tanete Rilau, Barru, Balusu, Suppeng Riaja, dan Mallusetasi.
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
19

Handoko, Eko Yuli, Muhammad Aldila Syariz, and Megivareza Putri Hanansyah. "Variasi Klorofil-a di Perairan Sekitar Laut Jawa, Laut Flores, dan Selat Makassar." GEOID 19, no. 3 (2024): 418–28. https://doi.org/10.12962/geoid.v19i3.1867.

Full text
Abstract:
Laut Jawa, Flores, dan Selat Makassar merupakan daerah pertemuan massa air dan juga merupakan salah satu titik masuk Arus Lintas Indonesia. Massa air tawar dari Samudera Pasifik masuk ke perairan Indonesia melalui Selat Makassar. Tidak hanya itu, wilayah maritim Indonesia dipengaruhi oleh Muson Asia-Australia yang mempengaruhi produktivitas primer di perairan, ditunjukkan dengan variasi klorofil-a. Maka dari itu, perlunya pemahaman tentang dinamika klorofil-a untuk penentuan strategi pengelolaan ekosistem laut yang lebih baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis variasi klorof
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
20

Hanggar Benny, Bimantara Phara Mahaesta, Ira Puspita Dewi, and Baharuddin Baharuddin. "ANALISIS MODEL DISTRIBUSI TSS (TOTAL SUSPENDED SOLID) PADA LAHAN REKLAMASI DI TANJUNG KEMUNING, KABUPATEN KOTABARU." Marine Coastal and Small Islands Journal - Jurnal Ilmu Kelautan 7, no. 1 (2024): 1. http://dx.doi.org/10.20527/m.v7i1.11819.

Full text
Abstract:
Tanjung Kemuning merupakan lokasi berada di utara Pulau Laut, dimana kondisi perairan wilayah ini dipengaruhi oleh dua selat yaitu Selat Laut/barat dan Selat Makassar/timur, pada perairan Kotabaru terdapat banyak sungai sehingga sumber masuknya TSS ke laut cukup besar, namuan di Tanjung Kemuning terdapat aktivitas reklamasi yang sedang berlangsung sehingga menjadi sumber lain masuknya TSS ke perairan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola arus dan distribusi TSS pada lahan reklamasi menggunakan pendekatan model dengan software Mike 21 Flow Model FM. Hasil penelitian menunjukan bahwa
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
21

Puspasari, Reny, Puput Fitri Rachmawati, and Wijopriono Wijopriono. "ANALISIS KERENTANAN JENIS IKAN PELAGIS KECIL DI PERAIRAN SELAT BALI DAN SELAT MAKASSAR TERHADAP DINAMIKA SUHU PERMUKAAN LAUT." Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia 22, no. 1 (2016): 33. http://dx.doi.org/10.15578/jppi.22.1.2016.33-42.

Full text
Abstract:
<p>Kondisi oseanografi Indonesia dipengaruhi oleh dinamika proses oseanografi global. Salah satu proses tersebut adalah Arlindo yang menghantarkan massa air bersuhu hangat dari Samudera Pasifik ke Samudera Hindia melalui Selat Makassar. Dinamika suhu perairan akan mempengaruhi kondisi sumberdaya ikan di perairan tersebut. Penelitian bertujuan untuk menganalisis dampak dinamika suhu permukaan laut terhadap empat jenis ikan pelagis yaitu ikan layang biru (Decapterus macarellus), kembung (Ratrelliger kanagurta), lemuru (Sardinella lemuru) dan tongkol (Auxis thazard). Penelitian dilakukan pa
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
22

Suwarso, Suwarso, and Achmad Zamroni. "SEBARAN UNIT STOK IKAN LAYANG (Decapterus spp.) DAN RISIKO PENGELOLAAN IKAN PELAGIS KECIL DI LAUT JAWA." Jurnal Kebijakan Perikanan Indonesia 5, no. 1 (2013): 17. http://dx.doi.org/10.15578/jkpi.5.1.2013.17-24.

Full text
Abstract:
Ikan layang (Decapterus russelli dan D. macrosoma, Fam. CARANGIDAE) merupakan komponen utama dari sumberdaya ikan pelagis kecil di perairan sekitar Laut Jawa-Selat Makassar. Peningkatan upaya secara tak terkontrol pada perikanan purse seine telah mengakibatkan penyusutan biomassa yang berdampak pada penurunan hasil tangkapan, sehingga tujuan pengelolaan yang berkelanjutan tak tercapai; ditambah lagi pengetahuan tentang karakter biologi dan keterkaitan diantara stok di sekitar zona utama belum diketahui secara jelas. Paper ini membahas dugaan sebaran stok dan risiko pengelolaannya berdasarkan d
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
23

Irma Fatmayani, Abd. Gafur, and Arman. "Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan Pajanan Timbal Dan Kromium Pada Masyarakat Yang Mengonsumsi Kerang Marcia hiantina Di Perairan Selat Makassar." Window of Public Health Journal 3, no. 2 (2022): 309–20. http://dx.doi.org/10.33096/woph.v3i2.384.

Full text
Abstract:
Perairan Selat Makassar merupakan salah satu perairan yang telah mengalami pencemaran dikarenakan kompleksnya aktivitas di pesisir Kota Makassar. Bahan pencemar yang cukup mengkhawatirkan adalah logam berat seperti timbal (Pb) dan kromium (Cr). Mengonsumsi biota laut seperti Marcia hiantina yang tercemar logam berat akan membahayakan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat risiko kesehatan lingkungan akibat pajanan timbal (Pb) dan kromium (Cr) pada masyarakat yang mengonsumsi kerang Marcia hiantina di perairan Selat Makassar. Jenis penelitian yang digunakan adalah peneliti
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
24

Bangsawan, Muhammad Hari, Yulita Salim, and Sitti Rahmah Jabir. "Penerapan Metode Backpropagation Dalam Memprediksi Ketinggian Gelombang Laut Pada Selat Makassar." Buletin Sistem Informasi dan Teknologi Islam 5, no. 4 (2025): 370–75. https://doi.org/10.33096/busiti.v5i4.2332.

Full text
Abstract:
Beberapa penelitian telah melakukan prediksi ketinggian gelombang laut menggunakan metode backpropagation, namun belum ada penelitian yang melakukannya di Selat Makassar. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menerapkan metode jaringan syaraf tiruan (JST) Backpropagation dalam memprediksi ketinggian gelombang laut di Selat Makassar. JST Backpropagation dipilih karena kemampuannya dalam menangani masalah prediksi dengan akurasi yang tinggi. Data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Maritim Paotere Makassar, mencakup data
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
25

Haiyqal, Sevti Viqa, Aris Ismanto, Elis Indrayanti, and Randy Andrianto. "Karakteristik Tinggi Gelombang Laut pada saat Periode Normal, El Niño dan La Niña di Selat Makassar." Jurnal Kelautan Tropis 26, no. 1 (2023): 190–202. http://dx.doi.org/10.14710/jkt.v26i1.17003.

Full text
Abstract:
Waves are an important factor in marine science that can have positive and negative impacts on the natural conditions that affect them. Under certain conditions waves can change the coastline, damage marine life, cause tidal flooding, affect coastal buildings and so on. With the energy that waves have, they can affect all human activities such as distribution, utilization of energy sources, utilization of marine biota sources, tourism business, and development of coastal areas. Based on the influence generated, information on wave characteristics is needed based on climate variability that aff
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
26

Siahaan, Jane E. V., Kunarso Kunarso, and Yusuf Jati Wijaya. "Variasi Temporal Dinamika Upwelling di Selat Makassar Periode 2007-2021." Buletin Oseanografi Marina 13, no. 1 (2024): 122–35. http://dx.doi.org/10.14710/buloma.v13i1.55838.

Full text
Abstract:
Selat Makassar merupakan lintasan utama dari Arus Lintas Indonesia (ARLINDO). Letak geografis ini menyebabkan Selat Makassar memiliki variabilitas upwelling yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji variabilitas musiman upwelling secara spasial dan temporal di Selat Makassar berdasarkan indeks upwelling, klorofil-a, nilai Rrs 443 dan 555, SPL (Suhu Permukaan Laut), SSHA (Sea Surface Height Anomalies) dan EMT (Ekman Mass Transport). Data yang digunakan pada penelitian ini adalah klorofil-a dari OC-CCI (Ocean Colour Climate Change Initiative), SPL dari OISST (Optimum Interpolation Sea S
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
27

Agustinus, Agustinus, Anastasia Rita Tisiana Dwi K, Wahyu W. Pandoe, and Nur Riyadi. "Studi Karakteristik Massa Air untuk Menentukan Shadow Zone di Selat Makassar." Jurnal Chart Datum 2, no. 2 (2016): 177–86. http://dx.doi.org/10.37875/chartdatum.v2i2.103.

Full text
Abstract:
Perairan Laut Indonesia memiliki arus yang bergerak dari Samudera Pasifik ke Samudera Hindiadisebut Arus Lintas Indonesia (ARLINDO), ARLINDO membentukkarakteristik massaair yang khas di Perairan Laut Indonesia. Besaran nilai massa air dan ARLINDO mempengaruhi nilai-nilai parameter untuk penentuan Shadow Zone di Selat Makassar. Data CTD 1991, 2005 dan 2015 digunakan untuk menentukan Shadow Zone dengan karakteristik massa air. Metode yang digunakan dengan membagi 3 zona wilayah yang berdekatan dengan memperhitungkan titik ekstrim nilai massa air dan propagasi akustik bawah air. Dari hasil pengol
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
28

Horhoruw, Selfrida Missmar, Agus Saleh Atmadipoera, Mulia Purba, and Adi Purwandana. "Current Structure and Spatial Variation of Indonesian Throughflow in Makassar Strait Under Ewin 2013 (Struktur Arus dan Variasi Spasial Arlindo di Selat Makassar dari Ewin 2013)." ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences 20, no. 2 (2015): 87. http://dx.doi.org/10.14710/ik.ijms.20.2.87-100.

Full text
Abstract:
Selat Makassar (SM) merupakan pintu masuk utama Arus Lintas Indonesia (Arlindo) membawa transport Arlindo sekitar 75% dari total 15 Sv. Pengukuran mooring arus di Kanal Labani telah dilakukan sejak tahun 1996, namun pengukuran hidrografi yang mencakup seluruh kawasan SM jarang dilakukan. Kontur selat yang berupa kanal dengan keragaman batimetri sangat mempengaruhi karakteristik massa air yang bergerak di dalamnya sehingga diperlukan penelitian mencakup seluruh kawasan SM. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji variasi spasial dan struktur arus dan massa air Arlindo di kawasan SM dari hasil eksp
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
29

Saragih, Rino Wijatmiko. "Identifikasi Karakteristik Mesoscale Convective Complex (MCC) di Selat Makassar." Jurnal Ilmiah Giga 24, no. 2 (2021): 55. http://dx.doi.org/10.47313/jig.v24i2.1395.

Full text
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
30

Melmambessy, Edy H. P. "Pendugaan stok ikan tomgkol di Selat Makassar Sulawesi Selatan." Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan 3, no. 1 (2010): 53. http://dx.doi.org/10.29239/j.agrikan.3.1.53-61.

Full text
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
31

Prastyani, Ratna, and Abdul Basith. "DETEKSI TUMPAHAN MINYAK DI SELAT MAKASSAR DENGAN PENGINDERAAN JAUH SENSOR AKTIF DAN PASIF." Elipsoida : Jurnal Geodesi dan Geomatika 2, no. 01 (2019): 88–94. http://dx.doi.org/10.14710/elipsoida.2019.4864.

Full text
Abstract:
Berada pada posisi yang strategis, perairan Indonesia dikenal dengan lalu lintas laut yang cukup padat dimana hal ini membawa keuntungan sekaligus ancaman. Tingginya lalu lintas laut di beberapa perairan Indonesia membuka peluang besar terhadap terjadinya pencemaran laut berupa tumpahan minyak. Tumpahan minyak tersebut bisa berupa tragedi tumpahan minyak yang bersumber dari oil platforms maupun tumpahan minyak dari sisa operasi rutin kapal. Tulisan ilmiah ini membahas penggunaan satelit penginderaan jauh (inderaja) sensor aktif dan data pendukung dari inderaja sensor pasif untuk melakukan dete
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
32

Syahdan, Muhammad, Hamdani Hamdani, Aida Sukma Hati, Fatur Rahmat Attijani, and Melkyanus Melkyanus. "Pelatihan Peta 3 Dimensi Upwelling Selat Makassar Bagi Nelayan Kecamatan Kintap Kabupaten Tanah Laut." Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) 3, no. 2 (2023): 419. http://dx.doi.org/10.20527/ilung.v3i2.10455.

Full text
Abstract:
Pemetaan kawasan upwelling secara 3 dimensi (3D) dapat membantu dalam melakukan interpertasi terhadap daerah penangkapan ikan secara optimal karena tampilannya menjadi lebih riil, komprehensif dan interaktif. Berdasarkan kenyataan bahwa nelayan mitra masih kurang memahami akan pentingnya kawasan ini, maka program ini dibuat untuk memfasilitasi transfer ilmu dan teknologi agar mitra dapat mampu secara mandiri memetakan daerah penangkapannya secara tepat. Metode yang akan digunakan untuk mendukung realisasi kegiatan ini adalah berupa penyuluhan dan pelatihan untuk membuat peta 3D kawasan upwelli
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
33

Ismah, Syaiful Anam, Zulkarnain, and YA Wahyudin. "Workshop Diplomasi Maritim Memanfaatkan Posisi Strategis Indonesia dalam Jalur Perdagangan Dunia: Meninjau Selat Lombok-Selat Makassar." Journal of Community Development & Empowerment 1, no. 1 (2020): 31–40. http://dx.doi.org/10.29303/jcommdev.v1i1.4.

Full text
Abstract:
Kegiatan pengabdian ini ditujukan untuk para calon aparatur pemerintah NTB yaitu praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) kampus Nusa Tenggara Barat (NTB). Sebagai calon pemangku kebijakan maka perlu dikenalkan metode diplomasi, dalam hal ini diplomasi maritim sebagai bentuk dukungan untuk visi Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia dimana pemerintah daerah memiliki peran besar didalamnya. NTB sebagai provinsi yang terdiri dari banyak pulau dan wilayah perairan luas menyimpan potensi maritim yang membutuhkan pengelolaan berkelanjutan yang didukung kerjasama dengan berbagai pihak. Wilayah
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
34

Tomasila, Leopold A., Silvester Sinau, Rusdianto, and Lolita Tuhumena. "Pengoperasian Purse Seine Pada KMN. Enterprise di Perairan Selat Makassar." ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua 6, no. 2 (2023): 18–32. http://dx.doi.org/10.31957/acr.v6i2.3433.

Full text
Abstract:
The fishing ground is the waters of the Makassar Strait. The activity starts on January 21st 2023 until April 9th, 2023. Unknowledge about fishing techniques with purse seine catch and fishing catch tools with various and function. The objective of that final on board training purse seining gration to identify the facilities and infrastructure used in carrying out operational activities purse this and can identify the catch. The results of observations during the implementation of the final on board raining show that work procedures within purse seining gration of FB Enterprise, in the Makassa
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
35

Gunawan, Indra, Widodo S. Pranowo, and Nawanto Budi Sukoco. "Studi Karakteristik Massa Air Laut di Perairan Timur Indonesia dengan Memanfaatkan Data Argo Float." Jurnal Chart Datum 5, no. 2 (2020): 130–43. http://dx.doi.org/10.37875/chartdatum.v5i2.151.

Full text
Abstract:
Laut Sulawesi, Selat Makassar, dan Terusan Lifamatola. Merupakan Perairan yang termasuk dalam Arus Lintas Indonesia (ARLINDO) sehingga memiliki karakteristik massa air laut yang unik. Penelitian bertujuan untuk mengetahui jenis massa air laut di Perairan Timur Indonesia dengan mengganalisis diagram T-S, variabilitas massa air laut (suhu, salinitas, densitas dan kecepatan suara) musiman (musim Barat, musim peralihan I, musim Timur, dan musim peralihan II) pada 3 kedalaman yaitu 50m, 150m dan 300m. Teknik analisis menggunakan tools Ocean Data View dan Microsoft Excel. Hasil yang diperoleh di Lau
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
36

Al-Ghifari, Muhammad Dzimar, and Wishnu Mahendra Wiswayana. "Analisis Strategi Pertahanan Indonesia dalam Mengamankan Alur Laut Kepulauan Indonesia II: Studi Kasus Selat Makassar 2019-2024." Syntax Literate ; Jurnal Ilmiah Indonesia 10, no. 3 (2025): 2650–67. https://doi.org/10.36418/syntax-literate.v10i3.57933.

Full text
Abstract:
The Makassar Strait is an Indonesian maritime territory that has an important function not only for Indonesia, but also for other countries that use the Makassar Strait as their sea transportation route. The urgency of the security of the Makassar Strait itself is also driven by the plan to move the Indonesian Capital City to the Nusantara Capital City in East Kalimantan, more precisely in the Penajam Paser Utara Regency and Kutai Kartanegara Regency. This study will use the concept of maritime security according to Chris Rahman as the basis for research on Indonesia's strategy in securing the
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
37

Ahmad, Wais Zulqarni. "Bahari dan Budaya Pulau-Pulau Kecil di Gugusan Spermonde Pangkajene Kepulauan (Pangkep)." Warta Pariwisata 18, no. 1 (2022): 19–20. http://dx.doi.org/10.5614/wpar.2020.18.1.09.

Full text
Abstract:
Kepulauan Spermonde adalah pulau-pulau karang yang terletak di Selat Makassar. Berada di sebelah barat daya Pulau Sulawesi dan tersebar dari Kabupaten Takalar berbatasan dengan Laut Jawa hingga Kabupaten Barru di sebelah utara. Kepulauan Spermonde juga disebut sebagai Kepulauan Sangkarang.
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
38

Simeon, Benaya M., Mulyono S. Baskoro, Am Azbas Taurusman, and Dwi A. Gautama. "KEBIASAAN MAKAN HIU KEJEN (Carcharinus falciformis): STUDI KASUS PENDARATAN HIU DI PPP MUNCAR JAWA TIMUR (Feeding habit of Silky Shark (Carcharinus falciformis): Case Study of Landing Shark in Muncar Coastal Fishing Port East Java)." Marine Fisheries : Journal of Marine Fisheries Technology and Management 6, no. 2 (2016): 203. http://dx.doi.org/10.29244/jmf.6.2.203-209.

Full text
Abstract:
<p>ABSTRACT</p><p>Indonesia is the biggest country which produced shark in the world. Muncar Coastal Fishing Port, Banyuwangi, is a shark fishing center in East Java. Caught sharks were dominated by silky shark (Carcharinus falciformis). Primary data collected by in situ sampling and stomach content analysis. Stomach content was collected by sectio. It preserved by 10% formaline in coolbox. Silky shark had caught by shark long line and gillnet. Shark is the fish target of longline and by-catch of gillnet. Silky shark preys were grouper fish (Epinephelus sp.) as main prey and
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
39

Putra, Tri Widya Laksana, Kunarso Kunarso, and Anastasia Rita Tisisana Dwi K. "Distribusi Suhu, Salinitas dan Densitas di Lapisan Homogen dan Termoklin Perairan Selat Makassar." Indonesian Journal of Oceanography 2, no. 2 (2020): 188–98. http://dx.doi.org/10.14710/ijoce.v2i2.8078.

Full text
Abstract:
Selat Makassar merupakan salah satu celah penghubung antara Samudera Pasifik dan Samudera Hindia dengan karakteristik oseanografi lebih dipengaruhi oleh Samudera Pasifik melalui sirkulasi Arlindo. Sirkulasi Arlindo bersama dengan variasi pergerakan angin muson akan berpengaruh terhadap distribusi suhu, salinitas dan densitas di lapisan homogen dan termoklin. Penelitian ini bertujuan mengkaji distribusi suhu, salinitas dan densitas di lapisan homogen dan termoklin perairan Selat Makassar. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2015. Data diperoleh dari Pusat Penelitian dan Pengembangan
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
40

Syahallatua, Augy, Asikin Djamali, Petrus Makatipu, and Rusli Rentua. "STRUKTUR UKURAN DAN FAKTOR KONDIS]IKAN TERBANG, Cheilopogon cyanopterus DAN C. spilopterus DI PERAIRAN INDONESIA TIMUR." Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia 12, no. 3 (2017): 203. http://dx.doi.org/10.15578/jppi.12.3.2006.203-210.

Full text
Abstract:
Kajian struktur panjang dan faktor kondisi dilakukan untuk 2 jenis ikan lebeng, Cheilopogon cyanopterus dan C. sprlopferus yang dikumpulkan antara bulan Mei sampai dengan Oktober 2005 dari 3 lokasi di perairan Indonesia timur, yaitu Selat Makassar, Laut Sulawesi, dan Laut Arafura-Contoh ikan terbang diperoleh dari hasil tangkapan nelayan dengan jaring insang, diidentifkasi, diukur panjang tolal, dan dilimbang bobot. Jumlah contoh yang memadai unluk jeni6 cyanopterus ditemukan di 3 lokasi, namun untuk contoh spilopterus hanya di 2 tokasi (Laut Sulawesi dan Laut Arafura). Struktur ukuran ke-2 je
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
41

Yani, Fitri Indah, and Warda Susaniati. "INFEKSI PARASIT ANISAKIS PADA IKAN TUNA DAN CAKALANG DI PERAIRAN SELAT MAKASSAR." JURNAL GALUNG TROPIKA 6, no. 3 (2017): 198–205. http://dx.doi.org/10.31850/jgt.v6i3.249.

Full text
Abstract:
Anisakis spp. merupakan endoparasit yang bersifat zoonosis (penyakit pada ikan yang dapat ditularkan ke manusia). Infeksi pada manusia bersifat insidental, berdampak terhadap kesehatan manusia dan menyebabkan beberapa gejala seperti nyeri perut, mual, muntah dan reaksi alergi. Peningkatan produksi perikanan tangkap terutama ikan tuna dan cakalang memerlukan informasi mengenai food safety (keamanan pangan) ikan-ikan tersebut, metode pengolahan, dan orientasi ekspor. Hal inilah menjadi dasar dilakukan penelitian kajian prevalensi parasit Anisakis pada ikan tuna dan cakalang di Selat Makassar gun
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
42

Suparta, Wayan. "Pengamatan Badai Cuaca Di Selat Makassar Untuk Mendukung Aktivitas Peluncuran Satelit." WIDYAKALA JOURNAL 6, no. 1 (2019): 26. http://dx.doi.org/10.36262/widyakala.v6i1.138.

Full text
Abstract:
Ribut cuaca adalah salah satu parameter terpenting yang perlu diperhatikan dalam skenario peluncuran roket atau peluncuran satelit menuju orbitnya. Tulisan ini bertujuan untuk mengukur terjadinya ribut badai berdekatan daerah Selat Makassar sebagai langkah awal untuk membangun model badai cuaca dalam rangka peluncuran satelit. Data meteorologi permukaan harian seperti tekanan, suhu, kelembaban relatif, tutupan awan, uap air, kecepatan angin dan arahnya telah dianalisis. Analisis juga mempertimbangkan musim kemarau dan musim hujan di dekat kawasan target peluncuran. Hasil penelitian menunjukkan
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
43

Wedjatmiko, Wedjatmiko, Tri Ernawati, and Sukarniaty Sukarniaty. "KOMPOSISI JENIS DAN DISTRIBUSI IKAN PETEK (LEIOGNATHIDAE) DI PERAIRAN SELAT MAKASSAR." Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia 13, no. 1 (2017): 53. http://dx.doi.org/10.15578/jppi.13.1.2007.53-60.

Full text
Abstract:
Penelitian terhadap komposisi dan distribusi ikan petek (Leiognathidae) di perairan SelatMakassar (perairan timur Kalimantan), dilakukan pada bulan Juni sampai dengan Juli 2005 dengan menggunakan KM. Bawal Putih. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa hasil tangkapan ikan petek (Leiognathidae)merupakan ikan dominan yang ke-2 dengan persentase 17,43%. Pada penelitian ini diperoleh 12 jenis ikan petek (Leiognathidae), dengan 3 genus yaitu Leognathus (7 spesies), Secutor (3 spesies), dan Gaza (2 spesies). Di antara ikan petek yang tertangkap, Leiognathus bindus mempunyai laju tangkap paling tinggi yai
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
44

Larasati, Rakhma Fitria, Liya Tri Khikmawati, and I. Kadek Hary Mahardi. "PERKIRAAN DAERAH PENANGKAPAN IKAN DI PERAIRAN LAUT JAWA DAN SELAT MAKASSAR." BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap 16, no. 2 (2024): 100. http://dx.doi.org/10.15578/bawal.16.2.2024.100-113.

Full text
Abstract:
Suatu perairan dapat dikatakan menjadi Daerah Penangkapan Ikan (DPI) jika memenuhi syarat yaitu terdapat ikan target tangkapan, alat tangkap dapat dioperasikan, serta tidak membahayakan nelayan maupun lingkungan sekitarnya. Keberadaan ikan di suatu perairan dipengaruhi oleh beberapa parameter yaitu ketersediaan klorofil-a (rantai makanan) dan Suhu Permukaan Laut (SPL) (suhu optimum untuk setiap jenis ikan). Parameter tersebut menentukan daerah optimum untuk penangkapan ikan. Tujuan kegiatan adalah memperkenalkan dan menyebarluaskan informasi daerah penangkapan ikan dan jenis hasil tangkapan de
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
45

Nurhaeda, Nurhaeda, Muhammad Kusnady Tabsir, Muhammad Kurnia, Andi Adri Arief, and Iswahyuddin Iswahyuddin. "OPTIMASI ALAT PENANGKAPAN IKAN CAKALANG DAN KAKAP MERAH DI SELAT MAKASSAR." JURNAL GALUNG TROPIKA 8, no. 1 (2019): 42. http://dx.doi.org/10.31850/jgt.v8i1.398.

Full text
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
46

Hasanah, Nur, Aswad Eka Putra, Muh Saleh Nurdin, and Intan S. Maasily. "Pertumbuhan ikan Tongkol Lisong (Auxis rochei) di Selat Makassar Sulawesi Tengah." Prosiding Seminar Nasional Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan 3 (December 8, 2022): 289–97. http://dx.doi.org/10.51978/proppnp.v3i1.319.

Full text
Abstract:
Penelitian ini bertujuan menganalisis aspek pertumbuhan seperti struktur ukuran, hubungan panjang berat dan faktor kondisi ikan tongkol lisong (Auxis rochei) yang didaratkan di PPI Labuan Bajo, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah. Penelitian dilakukan pada bulan Juni hingga Agustus 2022. Sampel diperoleh dari hasil tangkapan nelayan yang menggunakan alat tangkap purse seine dan pancing. Struktur ukuran ditentukan berdasarkan proporsi ikan pada kelas ukuran, hubungan panjang berat dianalisis menggunakan regresi linier dan faktor kondisi dianalisis sesuai formula yang digunakan oleh King. Hasil
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
47

Sholihah, Ghina Aghniatus. "ANALISIS FOSIL FORAMINIFERA PADA SEDIMEN LAUT DI SELAT MAKASSAR SEBAGAI BIOINDIKATOR PALEO-TEMPERATUR PERMUKAAN AIR LAUT." Jurnal Kelautan Nasional 12, no. 2 (2017): 83. http://dx.doi.org/10.15578/jkn.v12i3.6373.

Full text
Abstract:
Perubahan kondisi suhu permukaan air laut berlangsung dari masa lampau hingga saat ini. Informasi tentang perubahan tersebut dapat diperoleh dari fosil foraminifera yang terendapkan dalam sedimen laut. Struktur tubuh foraminifera yang sederhana, sebarannya yang luas serta kemampuannya yang tinggi dalam merespon perubahan lingkungan menjadikan foraminifera berpotensi sebagai bioindikator paleotemperatur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis foraminifera sebagai bioindikator paleotemperatur. Pengambilan sampel fosil foraminifera pada sedimen laut di Selat Mak
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
48

Jauhari, Isynu Lutfhi, Muhammad Syahdan, and Ulil Amri. "PEMETAAN DAERAH PENANGKAPAN IKAN PELAGIS KECIL BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DI PERAIRAN SELAT MAKASSAR BAGIAN SELATAN." Marine Coastal and Small Islands Journal - Jurnal Ilmu Kelautan 2, no. 2 (2024): 1. http://dx.doi.org/10.20527/m.v2i2.11757.

Full text
Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daerah potensial penangkapan ikan berdasarkan lokasi dan waktu yang tepat, serta menghasilkan pemetaan daerah potensial penangkapan ikan berbasis sistem informasi geografis di perairan Selat Makassar bagian selatan menggunakan aplikasi Arcgis. Penelitian ini dilakukan di Pulau Kerayaan, Kecamatan Pulau Laut Kepulauan, Kabupaten Kotabaru, Provinsi Kalimantan Selatan dengan areal kajian meliputi Selat Makassar bagian Selatan. Data tangkapan diperoleh dari Direktorat PSDI Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap KKP-RI di Jakarta. Hasil penelitian ini menu
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
49

Dananjaya, Wayan Kantun, Indra Cahyono, Nuraeni Lewa Rapi, Harianti Mansur, Fathuddin Fathuddin, and Surya Salim. "KOMPOSISI HASIL TANGKAPAN BUBU SEKITAR BIOREEFTEK DI PERAIRAN GALESONG UTARA, SELAT MAKASSAR." Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia 28, no. 4 (2022): 167. http://dx.doi.org/10.15578/jppi.28.4.2022.167-175.

Full text
Abstract:
Penangkapan ikan demersal telah berlangsung secara intensif sehingga berdampak pada perubahan populasi dan dinamika ekosistem. Berdasarkan hal tersebut penelitian ini dilakukan untuk mengetahui komposisi jenis, keanekaragaman jenis, keseragaman jenis, dan dominansi jenis ikan yang tertangkap di sekitar bioreeftek. Penelitian ini dilakukan di perairan Pantai Desa Sampulungan, Galesong Utara Kabupaten Takalar pada bulan September sampai November 2022. Penelitian ini menggunakan metode percobaan dengan memasang bioreeftek pada kedalaman perairan berbeda. Pengumpulan data dilakukan dengan metode s
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
50

Dede, Moh., Millary Agung Widiawaty, Iwan Setiawan, and Nurul Huda. "Integrasi AHP dan Sistem Informasi Geografis untuk Analisis Potensi Kerawanan Illegal Fishing di Indonesia." Jurnal Sains Informasi Geografi 2, no. 2 (2019): 8–17. https://doi.org/10.31314/jsig.v2i2.253.

Full text
Abstract:
Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki sumber daya perikanan melimpah dan kerap dijadikan sasaran illegal fishing jaringan lokal maupun internasional. Melalui integrasi AHP dan sistem informasi geografis, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi kerawanan illegal fishing secara spasial di Indonesia dengan melibatkan berbagai faktor penentunya seperti jangkauan patroli laut, kedaulatan laut, jarak dari negara asing, sebaran klorofil-A, dan potensi hasil laut yang divalidasi dengan data eksisting serta dilengkapi strategi penanganannya. Pemodelan illegal fishing memiliki a
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
We offer discounts on all premium plans for authors whose works are included in thematic literature selections. Contact us to get a unique promo code!