To see the other types of publications on this topic, follow the link: Selwyn Village.

Journal articles on the topic 'Selwyn Village'

Create a spot-on reference in APA, MLA, Chicago, Harvard, and other styles

Select a source type:

Consult the top 50 journal articles for your research on the topic 'Selwyn Village.'

Next to every source in the list of references, there is an 'Add to bibliography' button. Press on it, and we will generate automatically the bibliographic reference to the chosen work in the citation style you need: APA, MLA, Harvard, Chicago, Vancouver, etc.

You can also download the full text of the academic publication as pdf and read online its abstract whenever available in the metadata.

Browse journal articles on a wide variety of disciplines and organise your bibliography correctly.

1

Misbahruddin, A. "Kapasitas Aparatur Desa di Kalimantan Selatn dalam Menjalankan Tata Kelola Keuangan Desa Berdasarkan UU No.6/2014 Tentang Desa." Jurnal Penelitian Pers dan Komunikasi Pembangunan 21, no. 2 (2017): 127–35. http://dx.doi.org/10.46426/jp2kp.v21i2.70.

Full text
Abstract:
ABSTRACT
 The main goals of research is to know the ability of village officers in operationalizing ICT for village fund management and obstacles in operationalizing ICT. This research uses qualitative method, and data sample using purposive approach, with village are get funding assistance from the state budget of 1 billion. Each district one sub-district, then set 1 village as a sample of research. Informants were determined purposively each village taken 4 people The results of the ability of village officials to operationalize ICT for public services and processing of village fund adm
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
2

Mulyeni, Yulfa, and Etra Etra. "Pengawasan Terhadap Badan Usaha Milik Nagari (Bumnag) Menurut Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa Di Nagari Salayo." Jurnal Sarak Mangato Adat Mamakai 5, no. 1 (2020): 25–30. http://dx.doi.org/10.36665/sarmada.v5i1.145.

Full text
Abstract:
The state recognizes and respects customary law community units that still live in society. In Law Number 23 of 2014 concerning Regional Government (hereinafter abbreviated as the Regional Government Law) it is emphasized that Regional Governments in the administration of government affairs have a relationship between the Central Government and other Regional Governments. Village Administration, hereinafter referred to as Nagari Government, is the administration of government affairs and the interests of the local community in the government system of the Unitary State of the Republic of Indon
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
3

Dwijayanti, S, Patricia Febrina, Hartono Rahardjo, Agnes Utari Widyaningdyah, Bernadetta Diana Nugraheni, and Sofian Sofian. "PENDAMPINGAN PENYUSUNAN MODEL BISNIS CANVAS SEBAGAI STRATEGI KEMANDIRIAN PENDANAAN DI YAYASAN SOS DESA TARUNA." Peka: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 6, no. 2 (2023): 174–84. http://dx.doi.org/10.33508/peka.v6i2.5173.

Full text
Abstract:
Yayasan SOS atau lebih dikenal dengan SOS Children’s Villages merupakan organisasi nir laba yang mempunyai komitmen untuk memberikan kepada anak-anak hak pengasuhan orang tua dan kebutuhan utama mereka yaitu keluarga dan rumah yang dipenuhi dengan kasih sayang. Pengurus villages mendapatkan mandat dari yayasan SOS untuk dapat secara mandiri dalam membiayai operasional village-nya. Hal ini dikarenakan adanya instruksi dari yayasan SOS pusat bahwa mulai tahun 2020 terjadi pengurangan donasi, selain itu juga agar village dapat menjadi mandiri. Village Semarang mempunyai beberapa potensi untuk men
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
4

Nastiti, Titi Surti. "Prasasti Tlaŋ (904 m.): Desa Perdikan untuk Tempat Penyeberangan Masa Matarām Kuna." KALPATARU 24, no. 1 (2015): 25. http://dx.doi.org/10.24832/kpt.v24i1.53.

Full text
Abstract:
Abstrak. Prasasti Tlaŋ yang dikeluarkan oleh Śrī Mahārāja Rakai Watukura Dyah Balitung Śrī Dharmmodaya Mahāśambhu pada tanggal 6 parogelap bulan Posya tahun 825 Śaka (11 Januari 903M.) menyebutkan nama desa tempat penyeberangan di tepi Bengawan Solo, yaitu Desa Paparahuan. Untuk pembiayaannya, Desa Tlaŋ, Desa Mahe/Mahai, dan Desa Paparahuan dijadikan desa perdikan. Tulisan ini bertujuan untuk membaca ulang Prasasti Tlaŋ dan mengidentifikasi Prasasti Wonoboyo serta mengidentifikasi desa-desa yang disebutkan dalam prasasti. Adapun metode yang dipakai dalam makalah ini adalah metode deskriptif an
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
5

Karma, I. Putu Wisnu, and Nyoman Satyayudha Dananjaya. "PENGATURAN PEMILIHAN DESA ADAT DAN DESA DINAS DENGAN BERLAKUNYA UNDANG-UNDANG NOMOR 6 TAHUN 2014 TENTANG DESA." Kertha Semaya : Journal Ilmu Hukum 10, no. 9 (2022): 2192. http://dx.doi.org/10.24843/ks.2022.v10.i09.p19.

Full text
Abstract:
Penelitian ini memiliki tujuan memberikan pemahaman pengaturan mengenai desa dalam hukum positif di Indonesia dan mengetahui pengaturan pemilihan Desa Adat serta Desa Dinas dengan adanya Undang-Undang Desa. Metode yang dipergunakan pada artikel terkait pengaturan pemilihan Desa Adat serta Desa Dinas dengan berlakunya Undang-Undang Desa ini mempergunakan jenis penelitian hukum yuridis normatif, dengan mempergunakan pendekatan perundang-undangan ataupun statute approach dalam melakukan analisis artikel ini. Hasil dari studi ini mendapatkan jika pengaturan pemilihan Desa Adat atau Desa Dinas sebe
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
6

Muhaimin, Hikmah. "TATA KELOLA PARIWISATA DALAM PENGEMBANGAN POTENSI DESA KETAPANRAME KECAMATAN TRAWAS KABUPATEN MOJOKERTO." Journal of Governance Innovation 1, no. 1 (2019): 1–12. http://dx.doi.org/10.36636/jogiv.v1i1.296.

Full text
Abstract:
UU telah mengatur tentang hak untuk mengelolah potensi desa salah satunya dalam sektor pariwisata. Pembangunan desa wisata merupakan realisasi dari pelaksanaan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 Tentang Otonomi Daerah. Pembangunan desa berbasis wisata tidak semerta-merta, melainkan perlu memperhatikan potensi desa yang ada di wilayah tersebut. Begitu pula dengan Desa Ketapanrame, kepala desa setempat menemukan ada potensi untuk dijadikan desa wisata. Dengan demikian, perangkat desa dan masyarakat bekerja sama guna merealisasikannya, salah satunya adalah Taman Ganjaran. Taman Ganjaran ini digada
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
7

Bunga, Marten. "Peraturan Desa: Kedudukannya Dalam Sistem Perundang-Undangan." Indonesian Journal of Criminal Law 2, no. 1 (2020): 43–55. http://dx.doi.org/10.31960/ijocl.v2i1.388.

Full text
Abstract:
Masalah studi penelitian; Pertama, asas pengaturan desa menurut Undang Undang Desa, Kedua, Kedudukannya peraturan Desa menurut Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa. Metode Penelitian menggunakan metode penelitian yuridis normative. Hasil Penelitian bahwa, Pertama, Dalam hal asas pengaturan desa tentunya harus berpatokan kepada Undang Undang Desa mengenai pedesaan dimana dalam ketentuan tersebut menerangkan tentang berbagai asas-asas dalam pembentukannya. Kedua, Kedudukan peraturan desa menurut Undang-Undang Desa Tidak lagi berkedudukan sebagai penjabaran lebih lanjut dari peraturan pe
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
8

Safri Anggara, David, and Muhammad Rezki. "Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Potensi Lokal di Wisata Lembah Desa Pulutan." Journal of Social Development Studies 4, no. 2 (2023): 283–96. http://dx.doi.org/10.22146/jsds.6792.

Full text
Abstract:
Abstrak
 Dahulu desa selalu menjadi kawasan yang selalu diidentikkan dengan kemiskinan dan keterbelakangan. Namun, pada beberapa tahun terakhir desa menjadi sorotan dari berbagai pihak. Pasalnya, pemerintah memberikan otonomi khusus untuk desa agar bisa membangun wilayahnya sesuai dengan potensi lokal yang dimiliki melalui UU Desa. Salah satu desa yang berhasil mengimplementasikan amanat ini adalah Desa Pulutan melalui wisata lembah desa. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji lebih mendalam terkait konsep pemberdayaan yang dilakukan di wisata lembah desa. Peneliti menggunakan metode kualit
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
9

Farihanto, Muhammad Najih. "Dinamika Komunikasi Dalam Pembangunan Desa Wisata Brayut Kabupaten Sleman." Jurnal Penelitian Pers dan Komunikasi Pembangunan 19, no. 3 (2016): 203–14. http://dx.doi.org/10.46426/jp2kp.v19i3.37.

Full text
Abstract:
Development of rural tourism in Yogyakarta lately very rapidly, in Sleman there are dozens of tourist villages and even some tourist villages has status independently. To be a tourist village that independent status, there are organizational communication that occurs between the managers of the tourist village. One is the tourist village Brayut. In the construction of tourist villages must be available to independent status communication dynamics that occur. This study showed that a lot of the dynamics of communication in the construction of a tourist village. One of them is the conflict that
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
10

Sigarlaki, Patrick Joyhard, Agustinus B. Pati, and Johny P. Lengkong. "Upaya Pemerintah Desa Dalam Pengembangan Program Desa Wisata." POLITICO: Jurnal Ilmu Politik 12, no. 2 (2023): 170–80. http://dx.doi.org/10.35797/jp.v12i2.47336.

Full text
Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana upaya yang dilakukan oleh pemerintah desa Tumaluntung Kecamatan Kauditan Kabupaten Minahasa Utara dalam mendukung program pemerintah yang tertuang dalam Keputusan Menteri Pariswisata Dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia Nomor:KM/107/KD.03/2021, tentang panduan pengembangan Desa Kreatif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan Pendekatan kualitatif deskriptif, yang akan fokus mengidentifikasi berbagai upaya yang dilakukan oleh pemerintah Desa Tumaluntung dalam pengembangan Desa Wisata. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
11

Taufiq, Taufiq, Syamsuddin Maldun, and Nurkaidah Nurkaidah. "KOMUNIKASI APARATUR DESA TERHADAP PENINGKATAN PELAYANAN PUBLIK DESA SE-KECAMATAN TELLULIMPOE DI KABUPATEN BONE." Jurnal Paradigma Administrasi Negara 2, no. 2 (2021): 67–73. http://dx.doi.org/10.35965/jpan.v2i2.566.

Full text
Abstract:
Komunikasi aparatur desa terhadap peningkatan pelayanan publik di desa merupakan faktor penentu pencapaian kualitas pelayanan dasar di desa. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis syarat komunikasi terhadap pelayanan publik di desa se-Kecamatan Tellulimpoe dan implementasi fungsi komunikasi terhadap pelayanan publik di desa se-Kecamatan Tellulimpoe. Untuk mewujudkan kinerja pemerintah desa yang maksimal dalam meningkatkan pelayanan public, maka penting mendapat dukungan dari sumber daya aparatur yang memiliki kemampuan baik secara kualitas maupun kuantitas, serta adanya ketersediaan s
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
12

Putra, Arta Rusidarma, and S. Silfiana. "DEVELOPMENT STRATEGY OF POTENTIAL VILLAGE TO BE VILLAGE OF EDUCATION TOURISM IN BUMI JAYA VILLAGE (Case Study of Bumi Jaya Pottery Craft Center in Ciruas District, Serang Regency)." Jurnal Kebijakan Pembangunan Daerah 3, no. 1 (2019): 13–32. http://dx.doi.org/10.37950/jkpd.v3i1.51.

Full text
Abstract:
ABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi pengembangan potensi desa wisata edukasi Bumi Jaya yang terkenal dengan kerajinan gerabah dan keindahan alamnya. Kerajinan gerabah yang ada di Desa Bumi Jaya Kecamatan Ciruas Kabupaten Serang merupakan salah satu desa yang sangat berpotensi untuk pengembangan menjadi desa wisata edukasi. Selain dijadikan sebagai sentra kerajinan gerabah, desa ini memiliki sumber daya alam yang sangat mendukung terutama pada tersedianya bahan baku tanah liat yang mempunyai kualitas yang sangat baik dan juga sejarah kearifan lokal gerabah dari ja
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
13

Putra, Arta Rusidarma, and S. Silfiana. "DEVELOPMENT STRATEGY OF POTENTIAL VILLAGE TO BE VILLAGE OF EDUCATION TOURISM IN BUMI JAYA VILLAGE (Case Study of Bumi Jaya Pottery Craft Center in Ciruas District, Serang Regency)." Jurnal Kebijakan Pembangunan Daerah 3, no. 1 (2019): 13–32. http://dx.doi.org/10.56945/jkpd.v3i1.51.

Full text
Abstract:
ABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi pengembangan potensi desa wisata edukasi Bumi Jaya yang terkenal dengan kerajinan gerabah dan keindahan alamnya. Kerajinan gerabah yang ada di Desa Bumi Jaya Kecamatan Ciruas Kabupaten Serang merupakan salah satu desa yang sangat berpotensi untuk pengembangan menjadi desa wisata edukasi. Selain dijadikan sebagai sentra kerajinan gerabah, desa ini memiliki sumber daya alam yang sangat mendukung terutama pada tersedianya bahan baku tanah liat yang mempunyai kualitas yang sangat baik dan juga sejarah kearifan lokal gerabah dari ja
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
14

Thireau, Isabelle. "Chinese Village, Socialist State.Edward Friedman , Paul G. Pickowicz , Mark Selden , Kay Ann Johnson." Australian Journal of Chinese Affairs 28 (July 1992): 175–76. http://dx.doi.org/10.2307/2950060.

Full text
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
15

Anwar, Anwar, Ramli Ramli, Mafuzah Mafuzah, Siti Murzani, and Muhd Nu'man Idris. "Praktik Magang Serta Kolaborasi Pengabdian Dosen dan Mahasiswa di SOS Children’s Villages Meulaboh." Zona: Jurnal Pengabdian Masyarakat 1, no. 1 (2024): 15–22. https://doi.org/10.71153/zona.v1i1.14.

Full text
Abstract:
Salah satu bentuk kontribusi dosen dan mahasiswa di masyarakat adalah adanya kegiatan pengabdian. SOS Children’s Villages adalah lembaga sosial yang bergerak pada pelayanan masyarakat khususnya kebutuhan anak. Melalui kegiatan magang dan kolaborasi pengabdian dosen dan mahasiswa, para dosen dan mahasiswa STAIN berkontribusi bagi masyarakat melalui berbagai kegiatan dan dukugan kegiatan di lembaga tersebut. Selain melakukan pendampingan keagamaan dan pendataan, kolaborasi dosen dan mahasiswa juga melakukan initial dan core assessment di beberapa desa yang menjadi sasaran kerja SOS Children’s Vi
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
16

Murdiono, Achmad, Rifda Salsabila, and Wilda Qurrota A'yuna. "PEMANFAATAN DAUN KELOR SEBAGAI PRODUK UMKM DI DESA TENGGIRING, KECAMATAN SAMBENG, KABUPATEN LAMONGAN." Jurnal Graha Pengabdian 4, no. 2 (2022): 142. http://dx.doi.org/10.17977/um078v4i22022p142-153.

Full text
Abstract:
Abstrak: Tanaman kelor mudah tumbuh di daerah tropis termasuk di Desa Tenggiring. Namun, tak banyak ragam pengolahan yang dihasilkan dari tanaman kelor terutama daunnya. Pengolahan dari daun kelor selama ini di Desa Tenggiring juga hanya menghasilkan olahan sayur kelor saja. Selain itu, di Desa Tenggiring juga menginginkan adanya UMKM milik desa yang diolah bersama. Dari dua permasalahan tersebut, KKN UM 2021 Desa Tenggiring mengadakan pelatihan pengolahan daun kelor menjadi produk mie untuk UMKM. Pelaksanaan acara dilakukan di Balai Desa Tenggiring dan diikuti oleh sepuluh peserta dari anggot
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
17

Opu, Andi Besse. "Pemukiman Rumah Bertiang Seribu Di Perkampungan Tua Bitombang Selayar." Jurnal Ilmiah Ecosystem 24, no. 2 (2024): 348–57. http://dx.doi.org/10.35965/eco.v24i2.4695.

Full text
Abstract:
Perkampungan yang berada di seluruh dunia sudah ada sejak zaman dahulu bahkan sampai sekarang. Adanya perkampungan yang masih mempertahankan keasliannya sebagai daerah yang dapat menarik perhatian wisatawan baik mancanegara maupun domestik. Selain itu, budaya menjadi ciri khas kebudayaan suatu perkampungan yang seklaigus menjadi kearifan lokal. Tujuan penelitian untuk membahas arti keunikan dari rumah bertiang seribu yang menjadi kearifan lokal perkampungan tua bitombang dan dijadikan sebagai tempat potensi para wisatawan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yakni melakukan studi lite
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
18

Permadi, Hendro, Natasya Eno Sekar Miranti, Nadila Novayanti, and Irfan Yusriansyah. "PENGELOLAAN POTENSI DESA (PENGOLAHAN VARIASI PISANG DAN PEMBUATAN PRODUK DARI SERBUK KAYU) DI DESA RINGINSARI, KECAMATAN SUMBERMANJING WETAN." Jurnal Graha Pengabdian 3, no. 3 (2021): 288. http://dx.doi.org/10.17977/um078v3i32021p288-297.

Full text
Abstract:
Abstrak: Desa Ringinsari terletak di Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Mlang, Jawa Timur. Desa ini terletak di dataran tinggi yang memiliki tanah subur sehingga mudah ditanami berbagai jenis tanaman. Pisang merupakan salah satu potensi desa ini yang disebut dengan potensi fisik. Pisang adalah nama umum yang diberikan untuk tanaman berdaun dari Musaceae. Warga desa Ringinsari memnafaatkan potensi desa untuk mengubah buah pisang menjadi keripik pisang, yang dimana keripik pisang tersebt berjenis pisang Raja. Selain pisang, serbuk kayu dari gergaji lebih banyak dijadikan contoh dari potens
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
19

Noval Gumilar, Rivaldi, and Saraswati. "Strategi Pengembangan Desa Wisata Dayeuhkolot Kecamatan Sagalaherang Kabupaten Subang." Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning 3, no. 2 (2023): 455–64. http://dx.doi.org/10.29313/bcsurp.v3i2.8505.

Full text
Abstract:
Abstract. The development of tourism in Indonesia continues to increase, this is used by the government in improving the economy of the community and the country. The existence of various potentials owned by each region is the main capital in the development of the tourism sector, one of which supports the creation of a tourist village. A tourist village is an area that offers various types of existing tourism potential, such as natural attractions, culture, and local community creativity with the support of attractions, amenities, accessibility and other facilities to attract tourists to visi
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
20

Mattali, Siti Al Zyanasya, and Imam Indratno. "Kajian Potensi Desa sebagai Aset dalam Pengembangan Desa Wisata Rawabogo." Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning 2, no. 2 (2022): 180–88. http://dx.doi.org/10.29313/bcsurp.v2i2.3133.

Full text
Abstract:
Abstract. Potential is an essential element that must exist in developing a tourist village. Rawabogo Village is one of the tourist villages in Bandung Regency, which has diverse potential, both natural and cultural. Behind this potential, Rawabogo Village still has potential that can be further explored and utilized to support the development of the Rawabogo Tourism Village. This study aims to further identify the potential of Rawabogo Village as an asset in keeping the Rawabogo Tourism Village through asset mapping developed by Jody Kretzmann and John McKnight. The method used in this resear
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
21

Syahruddin, Syahruddin, Nur Jalal, Marthen A. I. Nahumury, Beatus Tambaip, Alexander Phuk Tjilen, and Yosephina Ohoiwutun. "Pembentukan Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) untuk Mengangkat Potensi Kampung Menuju Desa Mandiri." Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat 8, no. 3 (2023): 576–86. http://dx.doi.org/10.30653/jppm.v8i3.328.

Full text
Abstract:
Dalam studi ini, kami menjelaskan pembentukan Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) sebagai solusi untuk mengoptimalkan potensi kampung dan mendorong perkembangan menuju desa mandiri. Pengabdian ini bertujuan untuk menjadikan desa Zenegi mandiri dengan melalui pembentukan Badan Usaha Milik Desa (BUMK). Metode yang digunakan melibatkan pendekatan sosialisasi, ceramah, diskusi, dan tanya jawab dengan mitra untuk memecahkan masalah yang telah disepakati. Selain itu, BUMK juga dibentuk dan pelatihan diselenggarakan untuk meningkatkan kompetensi mitra. Evaluasi dilakukan dengan mengukur kompetensi masya
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
22

Merawati, Desiana. "Optimalisasi gerakan literasi melalui SDGs desa untuk mencapai generasi emas di Kabupaten Sidoarjo." Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) 3, no. 3 (2023): 294–312. http://dx.doi.org/10.17977/um063v3i3p294-312.

Full text
Abstract:
The literacy movement is an individual's active activity so that they are more fond of reading to broaden their horizons. Generally, literacy activities are implemented in educational institutions only. Even though this literacy movement should be carried out on an ongoing basis. Apart from educational institutions, literacy is also implemented in the smallest environment such as villages. The Village Literacy Movement is a community movement to foster an interest in reading, develop village potential, and improve the skills of village communities. This village literacy movement is to prepare
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
23

Hutapea, Rinto Hasiholan, Sri Angellyna, Sharon Michelle O. Pattiasina, Anggita Deodora Siten, Fernando Dorothius Pongoh, and Isabella Jeniva. "Harmoni Agama di Desa Tewang Darayu: Menguatkan Moderasi Beragama untuk Membangun Persatuan." Real Coster : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat 7, no. 1 (2024): 13–34. http://dx.doi.org/10.53547/realcoster.v7i1.507.

Full text
Abstract:
Community Service Activities were carried out in Tewang Darayu Village, Pulau Malan District, Katingan Regency. This activity aims to be a form of strengthening religious moderation for the community in Tewang Darayu village. This strengthening can increase the awareness of the Tewang Darayu village community in building harmonious relations between religions. Apart from that, it can strengthen the spiritual aspect of religion among the community as a whole as part of efforts to maintain religious moderation which is born from the diverse realities of life in Tewang Darayu village. This activi
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
24

Meidina, Ajeng Savira, Elva Nuraina, and Elly Astuti. "Akuntabilitas Dana Desa dalam Perspektif Permendesa PDTT Nomor 6 Tahun 2020." Jurnal Riset Akuntansi & Perpajakan (JRAP) 9, no. 02 (2022): 170–80. http://dx.doi.org/10.35838/jrap.2022.009.02.14.

Full text
Abstract:
ABSTRACT
 This study aims to see the management of village funds in Gondang Village, Karangrejo District, Magetan Regency from the perspective of Permendesa PDTT Number 6 of 2020. This research was conducted in Gondang Village, Karangrejo District, Magetan Regency. This study uses a qualitative method using an exploratory approach. The results of this study found that Gondang Village, Karangrejo District, Magetan Regency has implemented Permendesa PDTT Number 6 of 2020 as evidenced by the assistance provided by post-pandemic villages such as BLT-DD which was given in cash to the community
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
25

Kusdarini, Kusdarini, Desna Aromatica, Ria Ariany, Hendri Koeswara, Muhammad Ichsan Kabullah, and Misnar Sitriwanti. "Smart Village sebagai Upaya Penguatan Kapasitas Pemerintahan Nagari." Jurnal Warta Pengabdian Andalas 27, no. 1 (2020): 35–42. http://dx.doi.org/10.25077/jwa.27.1.35-42.2020.

Full text
Abstract:
The existence of the Nagari Government as the foremost government is expected to improve the welfare of the community. In 2016 the poverty rate in Solok Regency reached 10% of the total population of 363,684 people, where this poverty was caused by food poverty. Even though in 2017 the poverty rate decreased, poverty remains high. For this purpose, this community service activity aims to introduce innovative concepts in managing the nagari government so as to produce a module that can become a blueprint for a governance concept in the concept of smart villages. These two adjacent Nagari can su
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
26

Syam, M. Ardiansyah, Suratno Suratno, and Syahril Djaddang. "Teknik Audit PerAkun(an) Desa: Menuju Tata kelola Desa yang Transparan dan Akuntabel." CAPACITAREA : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat 1, no. 01 (2020): 35–52. http://dx.doi.org/10.35814/capacitarea.v1i01.1629.

Full text
Abstract:
Abstrak
 Pengauditan pada organisasi sektor publik menjadi isu penting guna mewujudkan good governance. Pemeriksaan tersebut merupakan investigasi independen terhadap beberapa kegiatan tertentu, dalam hal ini lebih difokuskan pada tata kelola keuangan desa dan akuntansi. Mekanisme audit merupakan mekanisme yang dapat menggerakkan makna akuntabilitas dalam pengelolaan sektor publik dalam hal ini lembaga pengelola kekayaan negara termasuk pemerintah desa dan pengelolaan dan pemerintahan keuangan desa. Dengan berlakunya Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, membawa konsekuensi bahwa
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
27

Syam, M. Ardiansyah, Suratno Suratno, and Syahril Djaddang. "Teknik Audit PerAkun(an) Desa: Menuju Tata kelola Desa yang Transparan dan Akuntabel." CAPACITAREA : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat 1, no. 01 (2020): 35–52. http://dx.doi.org/10.35814/capacitarea.2021.001.01.4.

Full text
Abstract:
Abstrak
 Pengauditan pada organisasi sektor publik menjadi isu penting guna mewujudkan good governance. Pemeriksaan tersebut merupakan investigasi independen terhadap beberapa kegiatan tertentu, dalam hal ini lebih difokuskan pada tata kelola keuangan desa dan akuntansi. Mekanisme audit merupakan mekanisme yang dapat menggerakkan makna akuntabilitas dalam pengelolaan sektor publik dalam hal ini lembaga pengelola kekayaan negara termasuk pemerintah desa dan pengelolaan dan pemerintahan keuangan desa. Dengan berlakunya Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, membawa konsekuensi bahwa
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
28

Fitriana, Zuhda, Dessy Maeyangsari, and Eko Wahyudi. "Implementasi Prinsip Partisipatif dalam Pengelolaan Keuangan Desa (Studi Kasus di Desa Jabung, Kabupaten Lamongan)." Jurnal Dedikasi Hukum 1, no. 3 (2021): 266–83. http://dx.doi.org/10.22219/jdh.v1i3.18384.

Full text
Abstract:
Pandemi Covid-19 memberikan dampak pada hampir seluruh sektor dalam kehidupan, termasuk Desa. Menimbang pentingnya peran Desa dalam ketahanan nasional, pemerintah pusat memberikan aloksasi dan prioritas lebih pada keuangan Desa untuk menunjang pemulihan ekonomi nasional sekaligus akselerasi pencapaian SDGs Desa. Hasilnya, Desa dan pemerintahannya mendapatkan amanah lebih untuk mengelola keuangan desa dengan pemberian BLT-DD. Isu-isu hukum tentang penyalahgunaan sumber dana desa oleh kepala desa sudah banyak terjadi. Penyebaran isu tersebut dikarenakan belum pahamnya baik pemerintah desa atau m
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
29

Thamrin, Dzaky Adam, Boby Habibi, Dewi Permata Sari, and Fauzul Hanif Noor Athief. "ANALISIS STRATEGI ISLAMIC COLLECTIVE ENTREPRENEURSHIP (ICE): SOLUSI MENGATASI DESA TERTINGGAL." Profetika: Jurnal Studi Islam 21, no. 1 (2020): 45–56. http://dx.doi.org/10.23917/profetika.v21i1.11059.

Full text
Abstract:
Sektor ekonomi desa memiliki peran substansial bagi kesejahteraan masyarakat dan menjadi tulang punggung perekonomian nasional. Data Kementerian Desa (2018) menunjukkan masih ada 13.232 desa tertinggal karena faktor ekonomi. Adapun kendala besar dalam ketertinggalan desa adalah rendahnya Sumber Daya Manusia (SDM), sehingga dibutuhkan upaya untuk meningkatkan SDM pada desa salah satunya dengan berwirausaha. Hal ini telah dilakukan oleh Desa Gerdu yang berhasil menjadi Desa Wisata Islami. Strategi wirausaha dilakukan secara kolektif yang berlandaskan nilai-nilai Islam atau dikenal Islamic Collec
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
30

Tri Saputra Wahidin, Danis, Mansur Juned, Siti Maryam, Chairun Nisa Zempi, and Aniqotul Ummah. "Pembangunan Desa Digital Berkelanjutan Di Desa Baros." IKRA-ITH ABDIMAS 8, no. 2 (2024): 218–31. http://dx.doi.org/10.37817/ikra-ithabdimas.v8i2.3437.

Full text
Abstract:
Pembangunan desa digital memiliki kompleksitas yang sangat tinggi. Kesulitan itu didorong oleh berbagai faktor utama antara lain, rendahnya kompetensi dan pengetahuan, lemahnya tingkat ekonomi, sedikitnya fasilitas kesehatan publik, terbatasnya kemampuan finansial, dan terbatasnya akses marketing dari produk lokal. Selain itu digitalisasi desa mengalami stagnasi karena metode pembangunan yang parsial, tidak kooperatif dan non-partisipatif. Proses mitigasi kebutuhan desa digital melalui FGD masyarakat Desa Baros dengan tim dosen pengabdi FISIP UPNVJ merupakan awal dari proses pembangunan desa d
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
31

Aztamurri, Fadhilla Ihsani, and Imam Indratno. "Identifikasi Ekosistem Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) sebagai Pendukung Desa Wisata Rawabogo, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung." Jurnal Riset Perencanaan Wilayah dan Kota 1, no. 2 (2022): 175–83. http://dx.doi.org/10.29313/jrpwk.v1i2.482.

Full text
Abstract:
Abstract. Rawabogo Village is one of the tourist villages in Ciwidey District which has millions of potential enough to be used as supporters of a tourist village. Micro, small and medium enterprises (MSMEs) have an important role in supporting a village to become a tourist village. In addition, MSMEs also help increase economic growth such as creating job opportunities, thereby creating income and wealth, as well as reducing poverty. Therefore, identification of the MSME ecosystem was carried out to find out how far the ecosystem supports the existing MSMEs, as an effort to support the develo
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
32

Wahyurini, Endang Tri, and Emmy Hamidah. "Pengembangan Ekonomi Desa melalui Kampung Garam (Studi Kasus Desa Bunder Kecamatan Pademawu Kabupaten Pamekasan Madura)." Jurnal Agrinika : Jurnal Agroteknologi dan Agribisnis 4, no. 2 (2020): 155. http://dx.doi.org/10.30737/agrinika.v4i2.1064.

Full text
Abstract:
The purpose of this research was to obtain an overview and analyze the patterns of economic development in the village of Bunder, Pademawu Pamekasan District. The research employed descriptive analytical-qualitative methods. The research illustrated that the village of Bunder was a village on the coast with considerable salt potential. The majority of the people earned their living as salt farmers. Based on the Pamekasan Regent program to facilitate the management and economic development in the village, a thematic village was formed, the formation of these thematic villages based on the local
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
33

Ardana Putra, I. Nyoman Nugraha, Sujadi Sujadi, and Hery Susanto. "GENGGELANG THE PEARL FROM NORTH LOMBOK." JCES | FKIP UMMat 7, no. 2 (2024): 198. http://dx.doi.org/10.31764/jces.v7i2.21563.

Full text
Abstract:
Abstrak: Desa Genggelang saat ini telah ditetapkan menjadi desa wisata dan memang sudah semenjak lama menjadi destinasi wisata unggulan bagi Kabupaten Lombok Utara. Kawasan ini merupakan daerah yang termasuk dataran tinggi dan berbukit yang memiliki udara yang masih bersih dan beberapa air terjun yang dalam Bahasa lokal disebut tiu. Kekayaan alam yang dimiliki oleh Desa Genggelang tersebut juga lebih menarik lagi dengan kekayaan budaya yang masih lestari. Tentu hal tersebut menjadi masalah bagi pelaku jasa wisata di Genggelang.Solusi yang ditawarkan berdasar permasalahan tersebut adalah melaku
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
34

Hajad, Vellayati, Zuhrizal Fadhly, Cut Asmaul Husna, Ahmad Harakan, and Ikhsan Ikhsan. "Community-Based Eco-Tourism Development Strategies in Damaran Baru Village, Bener Meriah Regency: Opportunities and Challenges." Journal of Government and Civil Society 9, no. 1 (2025): 1. https://doi.org/10.31000/jgcs.v9i1.12668.

Full text
Abstract:
The increasing tourism activity raises concerns about environmental impacts and sustainability. Sustainable ecotourism must utilize natural and cultural attractions to create tourism experiences that generate economic benefits and prioritize environmental conservation and social welfare. The Bener Meriah Regency Government of Aceh has implemented policies to encourage eco-villagebased tourism. This study uses a qualitative research method with a phenomenological approach. Data collection was carried out through observation, direct interviews, and document studies. The results of the study indi
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
35

Yunianti, Sri Rahmi, and Sri Apriani Puji Lestari. "ANALISIS POTENSI PENGEMBANGAN DESA WISATA KARANG BAYAN." Jurnal Planoearth 8, no. 1 (2025): 10. https://doi.org/10.31764/jpe.v8i2.6945.

Full text
Abstract:
Abstrak: Desa Karang Bayan merupakan salah satu desa di Pulau Lombok yang memiliki berbagai kekayaan alam dan budaya. Dalam peraturan daerah Kabupaten Lombok Barat Nomor 11 tahun 2011 tentang RTRW Kabupaten Lombok Barat menetapkan Desa Karang Bayan sebagai kawasan cagar budaya desa tradisional. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengindentifikasi potensi dan masalah di desa Karang Bayan sehingga pengembangan desa sebagai tujuan wisata. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa terdapat berbagai potensi di Desa Karang B
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
36

Subekan, Achmat. "Analisis Kesuksesan Pengelolaan Keuangan Desa: Studi Kasus Desa Ngroto, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Jawa Timur." Jurnal Widyaiswara Indonesia 1, no. 1 (2020): 47–60. http://dx.doi.org/10.56259/jwi.v1i1.11.

Full text
Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk menggali berbagai faktor keberhasilan pembangunan Desa Ngroto, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang dalam mengelola keuangan desa hingga meraih Indeks Desa Membangun (IDM) tertinggi nasional tahun 2018. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan para informan kunci yang terdiri atas Kepala Desa, Sekretaris Desa, Bendahara Desa, Kepala Seksi Pemerintahan Kec. Pujon, warga desa, dan lain-lain. Selain itu, data juga diperoleh dari dokumen-dokumen lain yang terkait. Analisis datadilakukan secara kualitatif dengan tahap pengolahan berupa transkripsi, reduksi, kategorisasi
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
37

Adinugraha, Hendri Hermawan, Razie Bin Nasarruddin, Ahmad Rofiq, Ahmad Hasan Asy’ari Ulama’i, Ade Yusuf Mujaddid, and Mila Sartika. "Community-Based Halal Tourism Village: Insight from Setanggor Village." Economica: Jurnal Ekonomi Islam 11, no. 1 (2020): 129–54. http://dx.doi.org/10.21580/economica.2020.11.1.6819.

Full text
Abstract:
Abstract: This research aims to describe the development model of Setanggor halal tourism village. This research uses qualitative research methods with a descriptive approach. The results showed that halal tourism in Setanggor village was developed through active community participation with the village government through a tourism village model based on community and halal values. The development of halal tourism villages in Setanggor is not able to be separated from religious values. As a result, Community-Based Halal Tourism in Setanggor village combines community-based tourism and halal-ba
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
38

Vany, Junita, Fionitta Priscillia, Matthew Arifin, Christopher Deo, and Budi Setiawan. "Perencanaan Dan Pengembangan Homestay Di Desa Wisata Angsana, Desa Setu, Kab. Bogor." IKRA-ITH ABDIMAS 8, no. 1 (2023): 57–63. http://dx.doi.org/10.37817/ikra-ithabdimas.v8i1.3122.

Full text
Abstract:
Desa Wisata Angsana merupakan satu dari banyaknya desa wisata yang terdapat di Desa Setu, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor. Dengan adanya desa wisata ini, dimimpikan dapat memberikan kesempatan dan peluang kepada masyarakat sekitar untuk memanfaatkan potensi dan sumber daya yang terdapat di desa wisata ini guna untuk mendukung keberlangsungan dan pertumbuhan pariwisata di Desa Wisata Angsana. Pengembangan desa wisata ini dilihat dari empat komponen pariwisata yang sudah ada di desa wisata ini, yaitu Attraction, Accessibilities, Amenities, Acomodation. Komponen pariwisata ini berguna untuk me
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
39

Hanani, Muhammad Muizul, and Nasirudin Al Ahsani. "Pembangunan Infrakstruktur Desa Untuk Meningkatkan Potensi UMKM Dan Desa Wisata Di Desa Banjar Banyuwangi." Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom 3, no. 2 (2023): 161–70. http://dx.doi.org/10.35719/ngarsa.v3i2.46.

Full text
Abstract:
Permasalahan infrastruktur desa dapat bervariasi dan tergantung pada kondisi setiap daerah. Beberapa permasalahan umum yang sering dihadapi dalam konteks infrastruktur desa melibatkan: Kurangnya akses jalan yang baik, membuat transportasi dan mobilitas masyarakat sulit. Minimnya infrastruktur telekomunikasi, yang dapat membatasi akses informasi dan komunikasi Masyarakat, dan Desa-desa mungkin menghadapi tantangan terkait perubahan iklim, seperti banjir atau kekeringan. Menanggapi permasalahan ini, diperlukan perencanaan dan implementasi kebijakan yang bijaksana, sumber daya yang memadai, serta
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
40

Puspananda, Dian Ratna, Ari Indriani, Dwi Erna Novianti, Anis Umi Khoirotunnisa', Ahmad Kholiqul Amin, and Puput Suriyah. "PROGRAM PENYEDIAAN AKSES AIR BERSIH DESA SENDANGHARJO DAN DESA WADANG KECAMATAN NGASEM BOJONEGORO." J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) 6, no. 1 (2022): 165. http://dx.doi.org/10.30734/j-abdipamas.v6i1.2487.

Full text
Abstract:
AbstractClean water is one of the basic human needs that is needed in a sustainable manner, as one of the unlimited natural resources. In Sendangharjo and Wadang villages, there is a shortage of clean water during the dry season. This research is a qualitative research. The data collection technique is observation and documentation. While the exploration is to see the condition of the drinking water supply system in Wadang and Sendangharjo Villages. The program for providing access to clean water can be used as an alternative to provide convenience for the community to obtain clean water both
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
41

Pratiwi, Sri Bening, Triyatno Triyatno, and Fitriana Syahar. "KLASIFIKASI KUALITAS PERMUKIMAN MENGGUNAKAN CITRA QUICKBIRD DI KECAMATAN MANDIANGIN KOTO SELAYAN KOTA BUKITTINGGI." JURNAL GEOGRAFI 7, no. 1 (2018): 109. http://dx.doi.org/10.24036/geografi/vol7-iss1/436.

Full text
Abstract:
ABSTRACT
 The purpose of this research are (1) describe the quality parameters of settlement, (2) analyze the distribution of quality of settlements, (3) test the accuracy of interpretation Quickbird. Methods used for the quality of settlements is scoring and overlay. Accuracy of interpretation used confusion matrix method. Based on research result show that (1) the quality parameter of the settlements is the density of the settlements has a medium quality of 120 Ha, the pattern of the building layout has a bad quality of 182 Ha, tree protective settlement has a bad quality of 233 Ha, the
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
42

Nana Rahdiana, Ujang Ahmad Khoirudin, Sukma, and Erna Fatimah. "PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN TEKNIK PERAWATAN AC SPLIT UNTUK KARANG TARUNA DESA TANJUNG, BANYUSARI, KARAWANG." JURNAL BUANA PENGABDIAN 4, no. 2 (2022): 20–29. http://dx.doi.org/10.36805/jurnalbuanapengabdian.v4i2.2781.

Full text
Abstract:
Desa Tanjung adalah salah satu desa dari 12 desa yang masuk dalam wilayah administratif kecamatan Banyusari, kabupaten Karawang, provinsi Jawa Barat. Karang taruna desa Tanjung yang mayoritas anggotanya generasi muda usia produktif, namun belum berkiprah secara maksimal. Oleh karena itu dibutuhkan pembekalan bagi karang taruna berupa pelatihan-pelatihan keterampilan, kewirausahaan, manajemen bisnis, koperasi, dan lain-lain. Dengan pelatihan-pelatihan semacam itu diharapkan semangat dan motivasi anggota karang taruna dapat terpacu sehingga akan muncul unit-unit bisnis/ usaha yang baru dan dapat
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
43

Widagdo, Ari Kuncara, Agus Widodo, and Muhammad Ismail. "Sistem Akuntansi Pengelolaan Dana Desa." Jurnal Ekonomi dan Bisnis 19, no. 2 (2016): 323. http://dx.doi.org/10.24914/jeb.v19i2.336.

Full text
Abstract:
<p align="center"><strong><em>ABSTRACT</em></strong></p><p><em>In 2014, the government and parliament passed Law No. 6 of 2014 stipulates the rights and obligations of the village. A key point in the Act is allocation large enough of the village fund for each village across Indonesia. As a follow up of the Act, the government has also issued Regulation of the Minister of the Home Affair No. 113/2015 on the Financial Management of the Village which serves as a guide for the government in the villages to manage their of village fund. Legalization o
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
44

Aurellia, Almira, Dwi Lestari, Ega Putri Novitasari, et al. "OPTIMALISASI POTENSI WISATA LEMBAH CINTA DAN UMKM DI DESA GAJAH SEBAGAI STRATEGI PEMULIHAN DARI KETERPURUKAN AKIBAT PANDEMI COVID – 19." Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Services) 5, no. 1 (2021): 151. http://dx.doi.org/10.20473/jlm.v5i1.2021.151-157.

Full text
Abstract:
Gajah Village is one of the villages located in Baureno District, Bojonegoro Regency. In Gajah Village there is Bukit Kapur which is a former mining activity in the form of an elongated basin or valley, residents call it the Valley of Love. However, according to the local village government, there is no management related to the Valley and it is still unknown to the wider community. In addition, in Gajah Village, there are also several Micro, Small and Medium Enterprises (UMKM) actors, the majority of which are in the food sector. However, the current Pandemic period has had an unfavorable imp
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
45

Purba, Jenny Marlindawani, Josetta Maria Tuapattinaja, Cholina Trisa Siregar, and Ronald Leonardo Siregar. "Peningkatan Kapasitas Masyarakat untuk Mewujudkan Desa Meat sebagai Desa Wisata Sehat Jiwa Berbasis Kearifan Lokal di Kecamatan Tampahan Kabupaten Toba." Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) 7, no. 12 (2024): 5431–40. http://dx.doi.org/10.33024/jkpm.v7i12.17382.

Full text
Abstract:
ABSTRAK Desa Meat merupakan salah satu desa yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Toba sebagai desa wisata. Namun, angka kunjungan wisatawan baik lokal, nasional maupun internasional sangat minimal ditambah lagi dengan kondisi lapangan, kesiapan dan komitmen masyarakat yang masih kurang sebagai bagian dari desa wisata. Oleh karena itu, perlu dibentuk suatu desa wisata sehat jiwa yang dibangun melalui kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan jiwa serta penerapan perilaku hidup bersih dan sehat. Perilaku hidup bersih dan sehat yang meliputi sehat jiwa dan fisik. Kegiatan pengabdi
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
46

Damayanti, Herna Octivia. "TINGKAT KETAHANAN PANGAN PADA RUMAH TANGGA MISKIN DI DAERAH RAWAN BANJIR (Studi di Desa Tanjang dan Desa Kosekan Kecamatan Gabus Kabupaten Pati)." Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK 14, no. 1 (2018): 15–26. http://dx.doi.org/10.33658/jl.v14i1.105.

Full text
Abstract:
ENGLISHFood security is a key issue in the fulfillment of people's welfare. The condition of food insecurity that can be called vulnerable food is experienced mostly by the poor. Besides economic factors, food insecurity can occur in flood vulnerable area. Objectives of the research are: (1) to analyze the food security level in the poor households; and (2) to analyze the inequality of food security. This quantitative descriptive research was conducted between March and September 2017 in Tanjang village and Kosekan village, Gabus Subdistrict, Pati regency. Sampling size is 89 households consis
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
47

Rosshad, Anwar, Vinda Verina Kartika Dewi Primasari, Merintha Suryapuspita, and Mutia Rahmah. "PELATIHAN PEMANFAATAN WHATSAPP BUSINESS DALAM PELAYANAN KEPADA MASYARAKAT DESA DI KECAMATAN KERTAJATI." Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 7, no. 3 (2024): 787–99. https://doi.org/10.24198/kumawula.v7i3.53691.

Full text
Abstract:
The realization of public services that are fast, easy, and accessible from anywhere is a concern for the village government as the institution closest to the community. The aim of this community service is to provide skills for service providers in villages through training in the use of WhatsApp Business in Kertajati District. To achieve this goal, this service activity is carried out using the introduction and training method through the pre-implementation, implementation, and post-implementation stages. This activity was attended by 42 people who were representatives from 14 villages in Ke
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
48

Permanasari, Yurista, Ika Saptarini, Nurilah Amalia, et al. "FAKTOR DETERMINAN BALITA STUNTING PADA DESA LOKUS DAN NON LOKUS DI 13 KABUPATEN LOKUS STUNTING DI INDONESIA TAHUN 2019." Penelitian Gizi dan Makanan (The Journal of Nutrition and Food Research) 44, no. 2 (2021): 79–92. http://dx.doi.org/10.22435/pgm.v44i2.5665.

Full text
Abstract:
ABSTRACT
 The implementation of government policies in stunting prevention has been carried out from the central level to the village level. The Ministry of Home Affairs annually establishes stunting locus villages in 34 provinces. At the stunting locus village, sensitive and specific interventions were carried out. Many factors influence the prevalence of stunting. This study aims to determine the determinants of stunting in locus and non-locus villages in 13 stunting locus districts in Indonesia. This study was a quantitative study with a cross-sectional design. The study was conducted
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
49

Kurniawan, Michelia Giovanni, and Olga Nauli Komala. "METODE KESEHARIAN DALAM PENATAAN KEMBALI KAMPUNG NELAYAN KAMAL MUARA, JAKARTA UTARA, SEBAGAI KAMPUNG WISATA." Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) 5, no. 1 (2023): 323–34. http://dx.doi.org/10.24912/stupa.v5i1.22595.

Full text
Abstract:
Kamal Muara Village is a densely populated fishing village located in Kamal Muara Village, Penjaringan District, North Jakarta. This village is one of the villages that was originally intended as a tourist village or better known as Kampung Pelangi. However, the existence of this village as a tourist village did not last long due to the lack of tourist objects in this village. This study aims to dig deeper into the design methods that are appropriate for the realignment of Kampung Kamal Muara as a tourist village. This study used a qualitative research method, namely observing the daily lives
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
50

Helfi, Helfi, Fajrul Wadi, Beni Firdaus, and Dahyul Daipon. "Portraying "Village Regulations" among Urban Community in Campago Guguak Bulek Nagari, Mandiangin Koto Selayan, Bukittinggi, West Sumatra." AL-IHKAM: Jurnal Hukum & Pranata Sosial 16, no. 1 (2021): 27–56. http://dx.doi.org/10.19105/al-lhkam.v16i1.4340.

Full text
Abstract:
Migrant workers usually come to a city for economic reason as cities are still deemed to provide much available economic opportunities. Urban communities, on the other hand, typically preserve village regulation that they specifically formulate in dealing with comers like what occurs in Bukittinggi, West Sumatra. On the basis of it, this article aims to portray the village regulation taking sample at the Campago Guguak Bulek Nagari, Mandiangin Koto Selayan, Bukittinggi, West Sumatra. The research problems are on the current village regulation from its establishment, form, dissemination, sancti
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
We offer discounts on all premium plans for authors whose works are included in thematic literature selections. Contact us to get a unique promo code!