To see the other types of publications on this topic, follow the link: Uji fitokimia.

Journal articles on the topic 'Uji fitokimia'

Create a spot-on reference in APA, MLA, Chicago, Harvard, and other styles

Select a source type:

Consult the top 50 journal articles for your research on the topic 'Uji fitokimia.'

Next to every source in the list of references, there is an 'Add to bibliography' button. Press on it, and we will generate automatically the bibliographic reference to the chosen work in the citation style you need: APA, MLA, Harvard, Chicago, Vancouver, etc.

You can also download the full text of the academic publication as pdf and read online its abstract whenever available in the metadata.

Browse journal articles on a wide variety of disciplines and organise your bibliography correctly.

1

Leonita, Audina, Frans Ferdinal, David Limanan, and Eny Yulianti. "Uji fitokimia, kapasitas total antioksidan dan toksisitas ekstrak etanol ubi jalar (Ipomoea batatas (L.) Lam.)." Tarumanagara Medical Journal 5, no. 1 (2023): 26–34. http://dx.doi.org/10.24912/tmj.v5i1.22558.

Full text
Abstract:
Antioksidan merupakan molekul yang cukup stabil untuk mendonasikan elektronnya ke radikal bebas dan menetralisirkannya, dengan demikian mengurangi kerusakan yang disebabkannya. Salah satu sumber makanan yang mengandung antioksidan adalah ubi jalar (Ipomoea batatas (L.) Lam). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan fitokimia, kapasitas total antioksidan dan toksisitas terhadap larva udang Artemia Salina dari ekstrak ubi jalar (Ipomoea batatas (L.) Lam) Penelitian dilakukan berdasarkan studi eksperimental laboratorium dengan bioassay. Sampel penelitian yang digunakan adalah
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
2

Sitti, Salmiyah, and A.Bahruddin. "FITOKIMIA DAN ANTIOKSIDAN PADA BUAH TOME-TOME (FLACOURTIA INERMIS)." HOSPITAL MAJAPAHIT 10, no. 1 (2018): 43–50. https://doi.org/10.5281/zenodo.3514591.

Full text
Abstract:
Buah tome-tome biasa disebut dengan nama Lobi-lobi (<em>Flacourtia inermis</em>). Berdasarkan penelitian terdahulu, kandungan vitamin C pada buah tome tome cukup tinggi, hal ini mengindikasikan adanya aktivitas antioksidan ada buah tome tome.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan Fitokimia dan Antioksidan pada buah tome-tome. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain penelitian eksperimen. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Kimia Lingkungan Universitas Khairun Ternate pada bulan September sampai Nopember 2017. Populasi dan sampel dalam penelitia
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
3

Ramli, Husnul Khatimah, Tatty Yuniarti, Noor Pitto Sari Nio Lita, and Yuliati Hotmauli Sipahutar. "Uji Fitokimia Secara Kualitatif Pada Buah dan Ekstrak Air Buah Mangrove." Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan 14, no. 1 (2020): 1–12. http://dx.doi.org/10.33378/jppik.v14i1.198.

Full text
Abstract:
Mangrove diketahui mempunyai komponen fitokimia yang mempunyai kemampuan bioaktif. Uji kualitatif komponen fitokimia diperlukan untuk screening awal eksplorasi komponen bioaktif tanaman. Air adalah pelarut komponen fitokimia yang relatif aman dan tidak polutif. Penelitian ini dilakukan untuk membandingkan komponen fitokimia yang terdapat pada buah mangrove sebelum dan sesudah diekstraksi menggunakan pelarut air. Jenis buah mangrove yang digunakan adalah Rhizophora mucronata, Rhizophora apiculata, dan Avicennia marina. Pembuatan ekstrak buah mangrove dilakukan dengan menggunakan pelarut akuades
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
4

Muawanah, Siti, Dina Febrina, and Sunarti Sunarti. "Identifikasi Senyawa Metabolit Sekunder Pada Hasil Ekstraksi Bertingkat Bunga Telang (Clitoria ternatea L.)." Pharmacy Genius 2, no. 3 (2023): 189–97. http://dx.doi.org/10.56359/pharmgen.v2i3.296.

Full text
Abstract:
Pendahuluan: Salah satu tumbuhan yang diyakini memiliki manfaat untuk pengobatan adalah bunga telang (clitoria ternatea L). Kandungan senyawa dalam bunga telang (Clitoria ternatea L) memiliki berbagai macam khasiat bagi kesehatan, namun pemanfaatan bahan alam tetap harus mempertimbangkan kandungan senyawa didalamnya sehingga penting dilakukan skrining fitokimia sehingga dapat diketahui ketepatan informasi tentang senyawa yang terkandung dalam bahan alam tersebut. Skrining fitokimia merupakan langkah awal untuk mengetahui kandungan bahan aktif yang merupakan metabolit sekunder pada tumbuhan. Tu
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
5

Dewi, Evi Ratna Oktavianti, and Usman Usman. "Uji Fitokimia dan Uji Antibakteri dari Akar Mangrove Rhizopora Apiculata terhadap Bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus." Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences 3 (April 26, 2016): 183–93. http://dx.doi.org/10.25026/mpc.v3i2.106.

Full text
Abstract:
Senyawa golongan metabolit sekunder adalah senyawa metabolit yang tidak esensial bagi pertumbuhan organisme dan ditemukan dalam bentuk unik. Senyawa metabolit yang digunakan pada penelitian ini merupakan hasil uji fitokimia dari akar mangrove Rhizopora apiculata. Tanaman mangrove Rhizopora apiculata banyak tumbuh di kawasan pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui senyawa golongan metabolit sekunder dan mengetahui daya hambat antibakteri yang terkandung pada ekstrak metanol akar mangrove Rhizopora apiculata terhadap bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Penelitian ini m
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
6

Habibah, Rizka Azahra, Frans Ferdinal, and Eny Yulianti. "Uji fitokimia, kapasitas total antioksidan, uji toksisitas dan kadar metabolit sekunder ekstrak buah aprikot (Prunus armeniaca)." Tarumanagara Medical Journal 5, no. 2 (2023): 354–60. http://dx.doi.org/10.24912/tmj.v5i2.24718.

Full text
Abstract:
Fitokimia merupakan antioksidan yang berperan dalam penghambatan stres oksidatif. Senyawa ini digolongkan dalam empat kelas utama yaitu terpenoid, alkaloid, glikosida, dan polifenol. Stres oksidatif dapat timbul karena ketidak seimbangan antara radikal bebas dengan antioksidan di dalam tubuh akibat kurangnya antioksidan atau meningkatnya radikal bebas seperti reactive oxygen species (ROS), reactive nitrogen species (RNS), dan reactive sulfur species (RSS). Namun jika jumlah radikal bebas berlebihan, dapat menyebabkan kerusakan sel yang akan menyebabkan percepatan penuaan dan penyakit degenerat
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
7

Zulhipri, Zulhipri. "PROFIL FITOKIMIA DAN UJI ANTIBAKTERI BIJI MANGGA ARUM MANIS (Mangifera indica. Linn)." JRSKT - Jurnal Riset Sains dan Kimia Terapan 1, no. 1 (2011): 9. http://dx.doi.org/10.21009/jrskt.011.02.

Full text
Abstract:
Telah dilakukan penelitian tentang profil fitokimia dan uji antibakteri dari biji mangga Arum manis (Mangifera indica. Linn). Hasil uji fitokimia dan anlisis kromatografi lapis tipis terhadap ekstrak metanol, menunjukkan bahwa biji mangga Arum manis mengandung senyawa fenolik, flavonoid dan terpenoid dengan kandungan tertinggi senyawa golongan fenolik. Uji antibakteri menunjukan ekstrak metanol ini dapat menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli dan Staphylococus aureus dengan nilai konsentrasi hambat minimum masing-masing sebesar 2000 dan 250 µg/mL.&#x0D; Kata kunci: Mangga, fitokimia,
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
8

Hadi, Ismanurrahman, Antika Mardhotillah Meilian, and Mariam Ulfah. "FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN SALEP EKSTRAK ETANOLIK DAUN UBI JALAR UNGU (Ipomoea batatas sp.)." Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah 4, no. 1 (2023): 45–52. http://dx.doi.org/10.37874/mh.v4i1.485.

Full text
Abstract:
Daun ubi jalar ungu mengandung berbagai macam senyawa fitokimia yang memiliki aktifitas farmakologis. Senyawa fitokimia dari daun ubi jalar ungu diantaranya adalah flavonoid dan tanin. Selain itu, daun ubi jalar ungu diketahui memiliki antioksidan yang tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memformulasikan daun ubi jalar ungu (Ipomoea batatas sp.) kedalam sediaan salep. Serbuk daun ubi jalar ungu dimaserasi menggunakan pelarut etanol 70%, kemudian dilanjutkan dengan skrining fitokimia. Hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa daun ubi jalar ungu mengandung senyawa Flavonoid, Saponin, A
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
9

Indarto, Indarto. "Uji Kualitatif Dan Kuantitatif Golongan Senyawa Organik Dari Kulit Dan Kayu Batang Tumbuhan Artocarpus Dadah Miq." Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Al-Biruni 4, no. 1 (2015): 75–84. http://dx.doi.org/10.24042/jpifalbiruni.v4i1.82.

Full text
Abstract:
Sekarang ini kimia tumbuhan atau yang dikenal dengan fitokimia telah berkembang menjadi suatu disiplin ilmu tersendiri, yang berada di antara kimia organik bahan alam dan biokimia tumbuhan, serta mempunyai kaitan erat dengan keduanya. Bidang perhatian fitokimia adalah aneka ragam senyawa organik yang dibentuk dan ditimbun oleh tumbuhan, yaitu mengenai struktur kimiannya, biosintesisnya, perubahan serta metabolismenya, penyebarannya secara alamiah, dan fungsi biologinya. Penentuan secara kualitatif dapat memberikan informasi keberadaan senyawa atau golongan senyawa tertentu, dan kuantitatif mem
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
10

Indarto, Indarto. "Uji Kualitatif Dan Kuantitatif Golongan Senyawa Organik Dari Kulit Dan Kayu Batang Tumbuhan Artocarpus Dadah Miq." Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Al-Biruni 4, no. 1 (2015): 75. https://doi.org/10.24042/jipfalbiruni.v4i1.82.

Full text
Abstract:
Sekarang ini kimia tumbuhan atau yang dikenal dengan fitokimia telah berkembang menjadi suatu disiplin ilmu tersendiri, yang berada di antara kimia organik bahan alam dan biokimia tumbuhan, serta mempunyai kaitan erat dengan keduanya. Bidang perhatian fitokimia adalah aneka ragam senyawa organik yang dibentuk dan ditimbun oleh tumbuhan, yaitu mengenai struktur kimiannya, biosintesisnya, perubahan serta metabolismenya, penyebarannya secara alamiah, dan fungsi biologinya. Penentuan secara kualitatif dapat memberikan informasi keberadaan senyawa atau golongan senyawa tertentu, dan kuantitatif mem
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
11

Zahidin, Imam, Mohammad Rayhan, and Paskalina Malteda. "Uji Simplisia Kulit Kayu Manis (Cinnamomum burmanii)." PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science 4, no. 1 (2023): 42–50. http://dx.doi.org/10.35706/pc.v4i1.8332.

Full text
Abstract:
Latar Belakang: Tanaman kayu manis (Cinnamomum burmanii) di indonesia telah dikenal di pasar internasional. Sebagian besar kebutuhan kulit kayu manis di dunia di pasok dari indonesia. Sumatera Barat, Jambi, dan Sumatera Utara sebagai salah satu penghasil kulit kayu manis terbesar di Indonesia. Tanaman kayu manis di daerah ini adalah jenis Cinnamomum burmanii yang dalam dunia perdangangan dikenal dengan casiera vera. Tanaman kayu manis banyak dimanfaatkan oleh masyarakat adalah kulit batangnya. Tujuan: Penelitian kulit kayu manis dilakukan untuk melihat dan mengkaji karakteristik parameter spes
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
12

Jagadhita, I. Gede Adi Laksana. "ANALISIS FITOKIMIA NIRA DAN TUAK KELAPA (COCOS NUCIFERA L.)." E-Jurnal Medika Udayana 11, no. 2 (2022): 65. http://dx.doi.org/10.24843/mu.2022.v11.i02.p12.

Full text
Abstract:
Minuman tradisional Bali adalah minuman yang telah diwariskan turun temurun oleh masyarakat Bali. Salah satu minuman beralkohol tradisional Bali adalah tuak kelapa yang merupakan hasil fermentasi nira kelapa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui senyawa fitokimia yang terdapat dalam nira dan tuak kelapa (Cocos Nucifera L.). Rancangan penelitian ini berupa deskriptif observative. Identifikasi senyawa fitokimia digunakan dengan uji reagen secara kualitatif. Berdasarkan hasil uji senyawa fitokimia yang dimiliki nira kelapa adalah saponin, fenol dan terpenoid sedangkan tuak kelapa me
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
13

Wahidah, Suci Wildatul, Khuzaimah Nurul Fadhilah, Hadyani Nahhar, Saskia Nur Afifah, and Neni Sri Gunarti. "UJI SKRINING FITOKIMIA DARI AMILUM FAMILIA ZINGIBERACEAE." Jurnal Buana Farma 1, no. 2 (2021): 5–8. http://dx.doi.org/10.36805/jbf.v1i2.105.

Full text
Abstract:
Skrining fitokimia bertujuan untuk mengetahui metabolit sekunder yang terdapat pada amilum familia zingiberaceae meliputi pemeriksaan alkalaoid, flavonoid, polifenolat, tanin, kuinon, saponin, steroid dan terpenoid. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah amilum Kunyit (Curcuma Longa L.), amilum Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.), amilum Jahe Merah (Zingiber officinale var.Rubrum), amilum Temu Putih (Curcuma zedoria), amilum Temu Hitam (Curcuma aeruginosa Roxb.), amilum Lempuyang Gajah (Zingiber zerumbet Smith.), amilum Lempuyang Wangi (Zingiber aromaticum .val) dan amilum Lempuya
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
14

Ngurah Budiana, I. Gusti Made, and Tuti Isnawati. "Isolasi dan karakterisasi Senyawa Metabolit Sekunder Ekstrak Petrolium Eter Daun Malapari (Pongamia Pinnata Linn)." Media Sains 24, no. 2 (2024): 19–24. https://doi.org/10.69869/a4p2kx09.

Full text
Abstract:
Telah dilakukan penelitian tentang isolasi senyawa metabolit sekunder ekstrak petrolium eter daun malapari (Pongamia pinata). Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi senyawa metabolit sekunder ekstrak petrolium eter daun malapari (Pongamia pinata). Penelitian ini dimulai dengan preparasi sampel dan ekstraksi dilakukan dengan teknik maserasi menggunakan pelarut petrolium eter. Identifikasi golongan senyawa metabolit sekunder menggunakan uji fitokimia. Isolasi senyawa metabolit sekunder dilakukan dengan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dan Kromatodrafi Lapis Tipis Preparatif (KLTP) dilan
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
15

Ngurah Budiana, I. Gusti Made, and Tuti Isnawati. "ISOLASI SENYAWA METABOLIT SEKUNDER DARI EKSTRAK PETROLIUM ETER DAUN MALAPARI." Media Sains 24, no. 2 (2025): 38–43. https://doi.org/10.69869/fd14sk07.

Full text
Abstract:
Telah dilakukan penelitian tentang isolasi senyawa metabolit sekunder ekstrak petrolium eter daun malapari (Pongamia pinata). Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi senyawa metabolit sekunder ekstrak petrolium eter daun malapari (Pongamia pinata). Penelitian ini dimulai dengan preparasi sampel dan ekstraksi dilakukan dengan teknik maserasi menggunakan pelarut petrolium eter. Identifikasi golongan senyawa metabolit sekunder menggunakan uji fitokimia. Isolasi senyawa metabolit sekunder dilakukan dengan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dan Kromatodrafi Lapis Tipis Preparatif (KLTP) dilan
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
16

Farida, Yunahara, Rahmatul Qodriah, Atika Puti Widyana, and Zauhara Ifani. "Uji Aktivitas Antioksidan, Uji Antikolesterol dan Toksisitas dari Ekstrak Etanol Daun Kemuning." Majalah Farmasetika 6 (December 30, 2021): 24. http://dx.doi.org/10.24198/mfarmasetika.v6i0.36670.

Full text
Abstract:
Daun kemuning (Murraya paniculata L.Jack) secara empiris banyak digunakan sebagai antibakteri, anti inflamasi, penurun kadar kolesterol darah dan juga sebagai antioksidan. Tujuan penelitian adalah menguji aktivitas antioksidan, antikolesterol secara in vitro dan menguji toksisitas secara BSLT menggunakan ekstrak etanol daun kemuning. Daun kemuning diekstraksi menggunakan etanol 96% secara maserasi kinetik, selanjutnya ekstrak yang diperoleh dilakukan skrining fitokimia, diuji aktivitas antioksidannya menggunakan metode peredaman radikal bebas DPPH, uji antikolesterol menggunakan metode Lieberm
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
17

Purnawati, Alna, Nurlansi Nurlansi, and Nasrudin Nasrudin. "FITOKIMIA DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL DAUN SONI (Dillenia serrata Thunb) DENGAN METODE DPPH." Jurnal Pendidikan Kimia FKIP Universitas Halu Oleo 5, no. 2 (2020): 83. http://dx.doi.org/10.36709/jpkim.v5i2.12461.

Full text
Abstract:
Telah dilakukan penelitian Fitokimia dan Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Daun Soni (Dillenia serrata Thunb) dengan Metode DPPH. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui senyawa metabolit sekunder dan aktivitas antioksidan dari ekstrak Ekstrak Etanol Daun Soni (Dillenia serrata Thunb).Senyawa metabolit sekunder yang terkandung dalam ekstrak etanol daun Daun Soni ditentukan dengan metode fitokimia, sedangkan aktivitas antioksidannya dengan metode DPPH. Daun soni yang digunakan adalah daun soni kering yang telah dihaluskan. Sebanyak 500g daun soni dimaserasi selama 3x24 jam dengan pelar
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
18

Perawati, Santi, Lili Andriani, and Putri Pratiwi. "Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Sembung Rambat (Mikania micrantha Kunth)." CHEMPUBLISH JOURNAL 3, no. 2 (2018): 40–45. http://dx.doi.org/10.22437/chp.v3i2.5554.

Full text
Abstract:
ABSTRAK &#x0D; Daun sembung rambat secara tradisional digunakan sebagai obat luka.Oleh karena itu diduga tumbuhan tersebut berpotensi sebagai antibakteri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi daun sembung rambat sebagai antibakteri Staphylococcus aureus. Serbuk daun sembung rambat dimaserasi dengan etanol 70%, dilanjutkan dengan uji fitokimia. Kemudian dilakukan uji aktivitas antibakteri menggunakan metode cakram terhadap bakteri Staphylococcus aureus variasi konsentrasi 5%, 15%, dan 25%. Dari hasil maserasi didapatkan rendemen sebesar 9,37%. Uji fitokimia positif mengandung a
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
19

Hasanah, Nur, and Arika Handayani. "Uji Toksisitas Dan Uji Fitokimia Ekstrak Daun Kedondong (Spondias dulcis Parkinson)." Edu Masda Journal 3, no. 1 (2019): 13. http://dx.doi.org/10.52118/edumasda.v3i1.23.

Full text
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
20

Sriwijayanti, Sriwijayanti, Boima Situmeang, Nani Yulianti, Dian Susvira, and Holisha Widiyanto. "Skrining Fitokimia dan Aktivitas Antioksidan Ekstrak Metanol Biji Buah Pare (Momordica charantia L.)." Jurnal Beta Kimia 4, no. 1 (2024): 77–84. http://dx.doi.org/10.35508/jbk.v4i1.15487.

Full text
Abstract:
Antioksidan merupakan senyawa yang dapat merangkat radikal bebas. Salah satu tanaman yang diduga dapat merangkat senyawa radikal bebas adalah biji buah pare (Momordica charantia L.). Masyarakat telah menggunakan pare sebagai makanan sehari-hari dan juga telah lama dipercaya sebagai obat tradisional untuk mengobati berbagai macam penyakit. Tujuan dari penelitian ini adalah uji skrining fitokimia dan uji aktivitas antioksidan ekstrak metanol biji buah pare. Ekstraksi dilakukan dengan menggunakan metode maserasi. Uji skrining fitokimia dilakukan dengan menggunakan berbagai reagent kimia untuk ana
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
21

Afifah, Nur, Aldi Budi Riyanta, and Wilda Amananti. "PENGARUH WAKTU MASERASI TERHADAP HASIL SKRINING FITOKIMIA PADA EKSTRAK DAUN MANGGA HARUM MANIS (Mangifera indica L.)." Jurnal Crystal : Publikasi Penelitian Kimia dan Terapannya 5, no. 1 (2023): 54–61. http://dx.doi.org/10.36526/jc.v5i1.2634.

Full text
Abstract:
Skrining fitokimia tahap pendahuluan yang dapat memberikan gambaran mengenai kandungan pada senyawa tertentu dalam bahan alam yang akan diteliti. Skrining fitokimia dapat dilakukan, baik secara kualitatif maupun kuantitatif sesuai dengan tujuan yang diinginkan. Pelarut yang akan dugunakan dalam penelitian ini yaitu dengan etanol 70% dengan bertujuan untuk mengetahui adanya senyawa metabolite sekunder dengan perbedaan waktu maserasi pada ekstrak daun mangga harum manis (Mangifera indica L.). Ekstrak pada daun mangga harum manis dibuat dengan menggunakan metode maserasi dengan pelarut 70%. Hasil
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
22

Khadijah, Khadijah, Merlin Merlin, Nurjannah Baturante, Sernita Sernita, Sabir Sumarna, and Ahmad Muchsin Jayali. "PENAPISAN FITOKIMIA EKSTRAK METANOL AKAR Gofasa (Vitex Cofassus) asal Pulau Halmahera DAN POTENSINYA SEBAGAI ANTIOKSIDAN dan ANTIKOLESTEROL." SAINTIFIK@: Jurnal Pendidikan MIPA 9, no. 1 (2024): 37–43. http://dx.doi.org/10.33387/saintifik.v9i1.8399.

Full text
Abstract:
Vitex cofassus (Gofasa) merupakan salah satu tanaman tropika yang secara tradisional telah digunakan sebagai bahan obat. Skrining fitokimia, uji antioksidan, antikolesterol dan uji toksisitas terhadap A. salina terhadap ekstrak metanol Vitex cofassus telah dilakukan. Ekstraksi komponen kimia dilakukan dengan cara maserasi dengan pelarut metanol dan dilakukan uji fitokimia terhadap ekstrak untuk mengetahui komponen kimianya. Uji kolesterol dilakukan dengan menggunakan metode CHOD-PAP dan uji antioksidan dilakukan dengan metode DPPH. Hasil skrining fitokimia menunjukkan ekstrak metanol akar V. c
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
23

Hilmi, Fakih, Frans Ferdinal, and Eny Yulianti. "Uji fitokimia kandungan fenolik ekstrak daun Ginkgo biloba." Tarumanagara Medical Journal 6, no. 2 (2024): 221–31. https://doi.org/10.24912/tmj.v6i2.31011.

Full text
Abstract:
Teh daun Ginkgo biloba atau suplemen ekstrak Ginkgo biloba menjadi salah satu pengobatan herbal yang terkenal sebagai suplemen daya ingat. Kandungan senyawa fenolik dalam tanaman herbal telah dilaporkan sebagai zat antioksidan yang berguna untuk memerangi reactive oxygen species (ROS). Kapasitas total antioksidan Ginkgo biloba penting untuk diketahui sebagai pertimbangan penggunaannya dalam produk nutraceutical atau kosmetik. Studi ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan antioksidan dan kandungan fenolik ekstrak daun Ginkgo biloba. Desain studi menggunakan eksperimental in vitro. Proses ekstr
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
24

Nurcholis, Waras. "Uji Toksisitas Tiga Varietas Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb) sebagai Kandidat Antikanker dengan Metode BSLT (Brine Shrimp Lethality Test)." Agrin 27, no. 1 (2023): 1. http://dx.doi.org/10.20884/1.agrin.2023.27.1.728.

Full text
Abstract:
Temulawak merupakan tumbuhan dengan nilai ekspor tertinggi. Temulawak juga dapat tumbuh serta beradaptasi di berbagai habitat. Temulawak bermanfaat sebagai antiinflamasi dan ekstrak kurkuminoid temulawak berpotensi sebagai antikanker. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek toksisitas dan kandungan fitokimia dari tiga (3) varietas temulawak, yaitu Cursina 1, Cursina 2, dan Cursina 3. Metode yang digunakan untuk uji toksisitas secara kuantitatif yaitu dengan brine shrimp lethality test (BSLT). Senyawa yang toksik berdasarkan metode BSLT seringkali berkorelasi positif sebagai antikanker.
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
25

Irawan, Ade, Teguh Adiyas Putra, and Citra Tasya Ulwia. "Uji Fitokimia Metabolit Sekunder Daun Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas (L.) Lamk)." Borneo Journal of Pharmascientech 6, no. 2 (2022): 71–74. http://dx.doi.org/10.51817/bjp.v6i2.424.

Full text
Abstract:
Daun ubi jalar ungu merupakan tanaman yang banyak dikonsumsi masyarakat sebagai sayuran dan obat tradisional berbagai penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komponen metabolit sekunder yang terdapat pada daun ubi jalar ungu dengan metode eksperimen laboratorium. Daun ubi jalar ungu diekstraksi dengan metode perendaman air menggunakan etanol 70% (1:5) selama 24 jam, kemudian diuapkan dengan rotary evaporator di bawah vakum untuk membentuk ekstrak pekat. Selain itu dilakukan uji skrining fitokimia dengan hasil ekstrak daun ubi jalar ungu mengandung alkaloid (+), flavonoid (+), tanin
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
26

Syarpin, Syarpin, Wahyu Nugroho, and Sari Rahayu. "Uji Fitokimia dan Antioksidan Ekstrak Etanol Buah Terung Asam (Solanum ferox L)." Acta Pharmaciae Indonesia 6, no. 2 (2018): 46–50. https://doi.org/10.5281/zenodo.3707211.

Full text
Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa kimia dan aktivitas antioksidan ekstrak etanol buah terung asam (<em>Solanum ferox</em>&nbsp;L). Untuk mencapai tujuan tersebut digunakan beberapa cara yaitu dengan melakukan uji fitokimia alkaloid, terpenoid, steroid, saponin, fenolat secara umum, dan flavonoid. Hasil dari uji fitokimia menunjukkan reaksi positif terhadap beberapa pereaksi yaitu uji alkaloid, uji terpenoid, uji fenolat dan uji flavonoid. Sedangkan uji steroid dan saponin tidak memberikan hasil yang positif terhadap pereaksi. Selanjutnya dilakukan uji antioksidan dan
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
27

Achmad Wahyudi and Septi Wulandari. "FORMULASI SEDIAAN SERUM EKSTRAK ETANOL KOPI ROBUSTA (Coffea canephora) PEABERRY GREEN BEAN PAGAR ALAM." Jurnal Kesehatan : Jurnal Ilmiah Multi Sciences 12, no. 01 (2022): 06–09. http://dx.doi.org/10.52395/jkjims.v12i01.337.

Full text
Abstract:
Pagar Alam kota terkenal dengan produksi tanaman perkebunan utamanya yaitu tanaman kopi. Biji kopi robusta adalah tanaman yang berfungsi sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi sediaan serum biji kopi robusta peaberry green bean dari kota Pagar Alam dan apakah sediaan mampu melembabkan kulit. Metode pegujian dilakukan meliputi uji homogenitas, uji fitokimia, dan uji kelembaban. Uji homogenitas memastikan bahwa sejumlah populasi yang di ukur. Uji fitokimia ekstrak kopi robusta (coffea canephora) peaberry sangrai mengandung golongan alkaloid, flavonoid, tannin, s
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
28

Imin, Syahrimin, Agrippina Wiraningtyas, Ruslan R, and Nurfidianty Annafi. "SKRINING FITOKIMIA DARI Rumput Laut Turbinaria sp." JURNAL REDOKS : JURNAL PENDIDIKAN KIMIA DAN ILMU KIMIA 3, no. 1 (2019): 18–23. http://dx.doi.org/10.33627/re.v3i1.244.

Full text
Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kandungan fitokimia pada rumput laut Turbinaria sp. agar dapat menjadi rujukan untuk pemanfaatan rumput laut Turbinaria sp. dan dapat menambah nilai ekonomis dari Turbinaria sp. Metode ekstraksi yang digunakan yaitu metode maserasi dan dilakukan uji secara kualitatif berupa uji flavonoid, alkaloid, steroid dan tanin. Berdasarkan hasil uji diperoleh bahwa ekstrak rumput laut Turbinaria sp. mengandung senyawa flavonoid yang ditandai dengan perubahan warna biru ungu. Uji positif pada senyawa alkaloid ditandai dengan terbentuknya warna merah jingga. Uji po
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
29

Fikriyah, Nanda adzka, Tia Setiawati, Rusdi Hasan, Mohamad Nurzaman, and Asep Zainal Mutaqin. "KANDUNGAN FITOKIMIA DAUN TEMBELEKAN (Lantana camara L) PADA DUA TEMPAT DENGAN INTENSITAS CAHAYA BERBEDA." Jurnal Riset dan Inovasi Pendidikan Sains (JRIPS) 4, no. 1 (2025): 11–25. https://doi.org/10.36085/jrips.v4i1.7955.

Full text
Abstract:
Tembelekan (Lantana camara L) adalah salah satu tumbuhan yang banyak dimanfaatkan untuk pengobatan. Tumbuhan ini mengandung banyak senyawa fitokimia yang bermanfaat untuk kesehatan seperti alkaloid, flavonoid, saponin dan lainnya. Salah satu faktor yang memengaruhi kandungan fitokimia tanaman adalah intensitas cahaya karena dapat memengaruhi proses metabolisme tumbuhan hingga pembentukan senyawa metabolit sekunder. Oleh karena itu, dilakukan penelitian untuk menguji kandungan fitokimia yang terdapat di daun tembelekan (Lantana camara L) pada lokasi dengan intensitas cahaya yang berbeda yaitu s
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
30

Yuniarti, Yuniarti, Gt A. R. Thamrin, Lusyian Lusyian, Budi Sutiya, and Kurdiansyah Kurdiansyah. "UJI FITOKIMIA TUMBUHAN TIGARUN (Crataeva nurvala Buch Ham)." Jurnal Hutan Tropis 11, no. 2 (2023): 267. http://dx.doi.org/10.20527/jht.v11i2.16779.

Full text
Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara kualitatif senyawa kimia aktif yang terdapat dalam tumbuhan tigarun, yaitu kandungan flavonoid, saponin, quinon, tanin, steroid, triterpenoid, dan alkaloid. Bahan yang digunakan berupa simpilisa daun, batang dan akar tigarun. Metode pengujian senyawa aktif tigarun menggunakan uji fitokimia berdasarkan metode Harbone (1978). Hasil penelitian menunjukkan senyawa saponin, dan steroid dan triterpenoid, sementara senyawa alkaloid, quinon, dan tanin ditemukan pada daun, batang dan akar tumbuhan tigarun, sedangkan flavonoid tidak terdapat sama sekali
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
31

Lidyawati, Lidyawati, Sasmiati Farach Dita, and Cut Melly Agustiany. "Uji Skrining Fitokimia Ekstrak Etanol Daun Ubi Jalar Ungu (Ipomoea Batatas L.)." Journal of Pharmaceutical and Health Research 2, no. 1 (2021): 1–3. http://dx.doi.org/10.47065/jharma.v2i1.778.

Full text
Abstract:
Purple sweet potato leaf (Ipomoea batatas L.) is one of the plants that has begun to be used as a traditional or herbal medicine. This study aims to determine the content of secondary metabolites from purple sweet potato leaves. This research was conducted at the Chemistry Laboratory, Faculty of Tarbiyah, State Islamic University of Ar-Raniry Banda Aceh with laboratory testing methods. Purple sweet potato leaves were extracted by maceration using 5 L 96% ethanol for 5 days and evaporated in a vacuum rotary evaporator to form a thick extract. Furthermore, phytochemical screening tests were carr
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
32

Susanto, Agus, Hardani, and Sri Rahmawati. "Uji Skrining Fitokimia Ekstrak Etanol Daun Ubi Jalar Ungu (Ipomoea Batatas L)." ARTERI : Jurnal Ilmu Kesehatan 1, no. 1 (2019): 1–7. http://dx.doi.org/10.37148/arteri.v1i1.1.

Full text
Abstract:
Purple sweet potato is a very familiar plant for us, and the most common is white sweet potato, purple, yellow ororange. The advantages of colored purple sweet potatoes contain anthocyanins. Anthocyanins are a secondarymetabolite of flavonoids and polyphenols that can act as antioxidants. This concentration of anthocyanins is whatcauses some kind of purple potato to have a gradient of different shades of purple. Anthocyanins provide excellenthealth effects namely as antioxidants and anticancer due to electron deficiency in its chemical structure so that it isreactive to resist free radicals. S
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
33

Ismiyati, Nur, Ana Mardiyaningsih, and Sherly Herdianti. "Antibacterial Effect of Chloroform Fraction from Ethanol Extract of Pandan Wangi Leaves (Pandanus amaryllifolius Roxb)." JURNAL ILMU KESEHATAN BHAKTI SETYA MEDIKA 6, no. 1 (2021): 37–43. http://dx.doi.org/10.56727/bsm.v6i1.59.

Full text
Abstract:
Daun pandan wangi sering digunakan sebagai pemberi rasa (corrigen saporis) dan pemberi aroma (corrigen odoris). Penelusuran potensinya sebagai pengawet makanan ditemui pada beberapa penelitian. Kandungan senyawa flavonoid, saponin, polifenol, tanin, dan alkaloid diduga mempunyai aktivitas antibakteri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui fraksi kloroform ekstrak etanol daun pandan wangi sebagai antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli dan kandungan senyawa yang terdapat pada fraksi kloroform dari ekstrak etanol daun pandan wangi dengan uji skrining fitokimia.&#x
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
34

Felix, Felix, Siufui Hendrawan, Enny Yulianti, and Frans Ferdinal. "UJI FITOKIMIA, KAPASITAS ANTIOKSIDAN DAN ANTIMITOTIK BUNGA TURI (Sesbania grandiflora L.)." Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan 8, no. 2 (2025): 169–78. https://doi.org/10.24912/jmstkik.v8i2.16397.

Full text
Abstract:
Stress oksidatif berperan dalam pathogenesis dari berbagai penyakit degeneratif. Hal ini terjadi apabila adanya ketidakseimbangan antara produksi ROS dan pertahanan dari antioksidan. Antioksidan terdapat yang enzimatik dan non-enzimatik. Antioksidan non-enzimatik dapat diperoleh secara eksogen, salah satu nya pada Bunga Turi ( Sesbania Grandiflora ) yang terdapat banyak senyawa bioaktif yang menjadi dasar dilakukannya penelitian ini sebagai upaya pencegahan penyakit degeneratif. Tujuan penelitian ini untuk Mengetahui kapasitas antioksidan, uji fitokimia, uji antimitotik dan kadar total alkaloi
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
35

Srikandi, Srikandi, Mira Humaeroh, and RTM Sutamihardja. "Kandungan Gingerol Dan Shogaol Dari Ekstrak Jahe Merah (Zingiber Officinale Roscoe) Dengan Metode Maserasi Bertingkat." al-Kimiya 7, no. 2 (2020): 75–81. http://dx.doi.org/10.15575/ak.v7i2.6545.

Full text
Abstract:
Jahe merah (Zingiber officinale Roscoe) merupakan salah satu varietas jahe yang beredar luas di masyarakat. Sifat khas jahe merah adalah beraroma harum dan berasa pedas. Komponen utama pembentuk rasa pedas pada jahe merah ialah gingerol dan shogaol. Adapun tujuan penelitian ini dilakukan adalah untuk mengetahui kualitas ekstrak jahe merah berdasarkan SNI-06-1313-1998, golongan metabolit sekunder serta kandungan gingerol dan shogaol jahe merah. Metode yang digunakan untuk mendapatkan ekstrak jahe merah adalah dengan cara simplisia jahe dimaserasi bertingkat menggunakan pelarut n-heksan, etil as
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
36

Fitria, Dori. "IDENTIFIKASI METABOLIT SEKUNDER EKSTRAK N-HEKSANA DARI DAUN SIRSAK (ANNONA MURICATA L)." JSSIT: Jurnal Sains dan Sains Terapan 2, no. 1 (2024): 1–5. http://dx.doi.org/10.30631/jssit.v2i1.46.

Full text
Abstract:
Sirsak (Annona Muricata l) memiliki kandungan kimia yang bermanfaat untuk pengobatan, antara lain sebagai antibakteri, antivirus, antioksidan, antijamur, antiparasit, antihipertensi, antistres, dan menyehatkan sistem saraf. Penelitian ini untuk mengetahui kandungan senyawa metabolit sekunder. Sampel daun sirsak diperoleh dari Kematan Talang Bakung Jambi Indonesia. Proses ekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol kemudian dipartisi dan dilanjutkan dengan skrining uji fitokimia dan uji kromotagrafi lapis tipis. Hasil skrining fitokimia sebelum dipartisi positif mengandung semua
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
37

Besin, Cecilia S. M., Jabes W. Kanter, Wilmar Maarisit, Silvana L. Tumbel, Douglas N. Pareta, and Friska M. Montolalu. "Studi Aktivitas Antioksidan Dari Ekstrak Etanol Daun Benalu (Dendrophthoe pentandra (L.) Miq) Pada Tanaman Pala." Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) 7, no. 1 (2024): 27–32. http://dx.doi.org/10.55724/jbiofartrop.v7i1.447.

Full text
Abstract:
Antioksidan merupakan zat yang menghambat atau mencegah kerusakan sel akibat oksidasi dari radikal bebas. Salah satu tanaman yang berkhasiat sebagai alternatif pengobatan tradisional dan berpotensi sebagai antioksidan adalah benalu pala. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah benalu pala memiliki aktivitas antioksidan dengan melakukan uji skrining fitokimia dan Spektrofotometer UV-Vis. Metode penelitian ini menggunakan benalu pada tanaman pala dan diekstraksi dengan etanol 95% dengan metode maserasi kemudian dipekatkan dengan rotary evaporator pada suhu 40°C untuk mencegah dekomposis
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
38

Najukha, Yusrifa, Eny Yulianti, and Frans Ferdinal. "Skrining Fitokimia dan Uji Toksisitas Ekstrak Bunga Tapak Dara (Catharanthus Roseus)." Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) 7, no. 01 (2024): 93–99. http://dx.doi.org/10.59141/jsi.v7i01.208.

Full text
Abstract:
Bunga tapak dara (Catharanthus roseus) merupakan tanaman perdu yang termasuk dalam famili Apocynaceae. Tanaman ini telah dikenal sejak lama sebagai tanaman hias dan juga dalam pengobatan tradisional sebagai obat. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder dan tingkat toksisitas pada bunga tapak dara (Catharanthus roseus). Penelitian dilakukan dengan metode eksperimental yang bersifat in vitro dan bioassay. Terdiri dari uji fitokimia dan uji toksisitas dengan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Hasil uji fitokimia didapatkan bahwa ekstrak bunga tapak
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
39

Marlinda, Mira, Meiske S. Sangi, and Audy D. Wuntu. "Analisis Senyawa Metabolit Sekunder dan Uji Toksisitas Ekstrak Etanol Biji Buah Alpukat (Persea americana Mill.)." Jurnal MIPA 1, no. 1 (2012): 24. http://dx.doi.org/10.35799/jm.1.1.2012.427.

Full text
Abstract:
Biji buah alpukat telah banyak digunakan sebagai obat tradisional, oleh karena itu diperlukan informasi ilmiah tentang kandungan kimia dan efek samping yang ditimbulkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis senyawa-senyawa metabolit sekunder yang terkandung dalam biji alpukat, serta menentukan toksisitas ekstrak biji alpukat berdasarkan metode Brine Shrimp Lethality Test (BST). Skrining fitokimia merupakan suatu tahap seleksi awal untuk mendeteksi golongan senyawa kimia yang terdapat dalam ekstrak tumbuhan. Skrining fitokimia meliputi uji alkaloid, uji triterpenoid dan steroid, uji
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
40

Fajri, Fadhli, Wenni Meika Lestari, Bunga Putri Febrina, et al. "PROFIL FITOKIMIA EKSTRAK DAUN GELINGGANG (Cassia alata L.) SEBAGAI KANDIDAT ANTIBIOTIC GROWTH PROMOTER (AGP) TERNAK UNGGAS." Jurnal Peternakan~Borneo 2, no. 1 (2023): 13–17. http://dx.doi.org/10.34128/jpb.v2i1.14.

Full text
Abstract:
Tanaman gelinggang (Cassia alata L.) merupakan salah satu komoditas pertanian unggulan dari Kalimantan Selatan, dan tanaman yang berpotensi mengandung senyawa fitokimia yang bersifat antibakteri dan dapat digunakan sebagai Antibiotic Growth Promoter (AGP) untuk ternak unggas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan fitokimia yang terkandung di dalam ekstrak daun gelinggang. Sampel daun gelinggang diperoleh dari Kab. Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan. Proses ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut air, dan dilanjutkan dengan uji kandungan fitokimia. Hasi
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
41

Hidayah, Nurul, Anita Herawati, and Ahmad Habibi. "IDENTIFIKASI KANDUNGAN FITOKIMIA EKSTRAK BUNGA MELATI (Jasminum sambac (L.)ai) KOMODITAS LOKAL YANG BERPOTENSI SEBAGAI ANTILARVASIDA." DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN 10, no. 1 (2020): 476–83. http://dx.doi.org/10.33859/dksm.v10i1.450.

Full text
Abstract:
Latar Belakang Masalah. Karakteristik tempat penampungan air dan parameter air di Kecamatan Martapura terbukti potensial untuk perkembangbiakan nyamuk A. aegypti. Masyarakat biasanya menggunakan antilarvasida kimia (temefos) untuk menangani masalah tersebut. Akan tetapi beberapa penelitian telah membuktikan adanya resistensi jentik terhadap temefos, sehingga perlu adanya antilarvasida alami. Salah satunya adalah bunga melati.Tujuan Penelitian. Mengetahui kandungan fitokimia ekstrak bunga melati komoditas lokal yang berpotensi sebagai antilarvasida.Metode Penelitian. Ekstraksi bunga melati dila
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
42

Fauziah, Affrina, Sang Ketut Sudirga, and Ni Made Susun Parwanayoni. "Uji Antioksidan Ekstrak Daun Tanaman Leunca (Solanum nigrum L.)." Metamorfosa: Journal of Biological Sciences 8, no. 1 (2021): 28. http://dx.doi.org/10.24843/metamorfosa.2021.v08.i01.p03.

Full text
Abstract:
Tanaman leunca (Solanum nigrum L.) merupakan salah satu tanaman yang sering digunakan sebagai bahan pangan bagi masyarakat Indonesia. Daun tanaman leunca banyak dimanfaatkan untuk obat-obatan herbal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan fitokimia dan aktivitas antioksidan dari ekstrak daun leunca (Solanum nigrum L.). Penelitian dilakukan di Laboratorium Analitik Universitas Udayana, Laboratorium Organik Program Studi Kimia Universitas Udayana dan Laboratorium Fakultas Teknologi Pertaian Universitas Udayana. Uji fitokimia dilakukan untuk mengetahui keberadaan senyawa alkaloid, st
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
43

Surahmaida, Surahmaida, and Umarudin Umarudin. "STUDI FITOKIMIA EKSTRAK DAUN KEMANGI DAN DAUN KUMIS KUCING MENGGUNAKAN PELARUT METANOL." Indonesian Chemistry and Application Journal 3, no. 1 (2019): 1. http://dx.doi.org/10.26740/icaj.v3n1.p1-6.

Full text
Abstract:
Tanaman suku Lamiaceae merupakan tanaman aromatik yang umumnya digunakan sebagai tanaman obat. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis senyawa fitokimia dari tanaman suku Lamiaceae yaitu daun kemangi (Ocimum sanctum) dan kumis kucing (Orthosiphon stamineus). Metode penelitian ini terdiri dari ekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut metanol selama 3 hari (dan diulang dua kali), lalu dilakukan uji fitokimia menggunakan reagen kimia untuk mengetahui adanya senyawa alkaloid, flavonoid, tannin, saponin, steroid, terpenoid dan minyak atisiri yang terkandung pada kedua ekstrak tana
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
44

Alfitroh, Ijazati, Elly Mulyani, and Marsha Ayu Permata. "STANDARISASI PARAMETER NON SPESIFIK DAN SPESIFIK NON SPESIFIK DARI EKSTRAK ETANOL DAUN JAMBU JAMAIKA (SYZYGIUM MALACCENSE L.) ASAL BENGKULU." Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran 8, no. 1 (2025): 2310–16. https://doi.org/10.31004/jrpp.v8i1.42108.

Full text
Abstract:
Daun Jambu Jamaika (Syzygium malaccense L.) memiliki senyawa fitokimia utama meliputi Flavonoid, Saponin, Tanin, Steroid, yang berfungsi antioksidan, antiinflamasi, antidiabetes, dan antibakteri. Tujuan dari penelitian berikut adalah untuk melakukan standarisasi parameter non-spesifik dan spesifik dari ekstrak daun jambu jamaika (Syzygium malaccense L).Ekstrak Daun Jambu Jamaika (Syzygium malaccense L.) dengan pelarut etanol, metode yang digunakan adalah maserasi menggunakan pelarutnya yaitu etanol 96%, ekstrak yang didapatkan kemudian dilakukan pengujian standarisasi parameter spesifik yaitu
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
45

Tangkau, Maria Immaculata, Fatimawali Fatimawali, and Elly Suoth. "UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL BATANG LENGKUAS PUTIH (Alpinia galanga) DENGAN METODE ABTS." PHARMACON 12, no. 3 (2023): 358–66. http://dx.doi.org/10.35799/pha.12.2023.49216.

Full text
Abstract:
Lengkuas biasa digunakan sebagai obat tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan fitokimia dan aktivitas antioksidan ekstrak etanol dari batang lengkuas (Alpinia galanga). Batang lengkuas diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 95%. Skrining fitokimia yang dilakukan meliputi uji flavonoid, triterpenoid, saponin, polifenol secara kualitatif dengan metode uji warna. Uji aktivitas antioksidan menggunakan metode ABTS (2,2-Azinobis(3-ethylbenzothiazoline)-6-sulfonic acid) dan vitamin C sebagai pembanding, serapan diukur menggunakan spektrofotometer UV-Vis
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
46

Fatmawati, Anita, Dewi Ratnasari, and Farhan Farhan. "SKRINING FITOKIMIA TANAMAN BILAJANG BULU (Merremia vitifolia) DENGAN METODE INFUSA." Journal of Holistic and Health Sciences 5, no. 1 (2021): 49–56. http://dx.doi.org/10.51873/jhhs.v5i1.152.

Full text
Abstract:
Latar Belakang: Secara geografis, Indonesia merupakan negara yang memiliki banyak jenis tumbuhan yang dapat dimanfaatkan sebagai obat tradisional. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder yang terkandung dalam herba Bilajang Bulu (Merremia vitifolia) dengan metode ekstraksi infus. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Tahapan penelitian dimulai dari pengumpulan sampel, pembuatan simplisia, susut pengeringan, pembuatan ekstrak dengan metode infusa, skrining fitokimia. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan uji skrining fitokimia
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
47

Fatmawati, Anita, Dewi Ratnasari, and Farhan Farhan. "SKRINING FITOKIMIA TANAMAN BILAJANG BULU (Merremia vitifolia) DENGAN METODE INFUSA." Journal of Holistic and Health Sciences 5, no. 1 (2021): 49–56. http://dx.doi.org/10.51873/jhhs.v5i1.152.

Full text
Abstract:
Latar Belakang: Secara geografis, Indonesia merupakan negara yang memiliki banyak jenis tumbuhan yang dapat dimanfaatkan sebagai obat tradisional. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder yang terkandung dalam herba Bilajang Bulu (Merremia vitifolia) dengan metode ekstraksi infus. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Tahapan penelitian dimulai dari pengumpulan sampel, pembuatan simplisia, susut pengeringan, pembuatan ekstrak dengan metode infusa, skrining fitokimia. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan uji skrining fitokimia
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
48

Sundu, Reksi, Sapri Sapri, and Henny Nurhasnawati. "UJI FITOKIMIA DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL UMBI PAKU ATAI MERAH (Angiopteris ferox COPEL)." JIIS (Jurnal Ilmiah Ibnu Sina): ilmu farmasi dan kesehatan. 3, no. 1 (2018): 97–105. https://doi.org/10.36387/jiis.v3i1.128.

Full text
Abstract:
Umbi paku atai merah (angiopteris ferox Copel) biasa dimanfaatkan sebagai obat tradisional oleh suku dayak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui metabolit sekunder dan aktivitas antioksidan pada umbi paku atai merah. Pada penelitian ini telah dilakukan uji fitokimia dan uji aktivitas antioksidan ekstrak yang ditentukan dengan metode DPPH (1,1-Difenil-2-pikrilhidrazil) menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Hasil uji fitokimia menunjukan bahwa ekstrak etanol umbi paku atai merah mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, saponin dan steroid. Sementara itu aktivitas antioksidan ekstrak terseb
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
49

Pongoh, Emma Julin, Rymond Jusuf Rumampuk, Dian Howan, and Veyta Tamunu. "Skrining Fitokimia dan Potensi Antilitiasis dari Ekstrak Etanol Daun Nusa Indah Putih (Mussaenda pubescens)." Fullerene Journal of Chemistry 4, no. 2 (2019): 76. http://dx.doi.org/10.37033/fjc.v4i2.98.

Full text
Abstract:
Skrining fitokimia dan uji antilitiasis telah dilakukan pada ekstrak etanol daun nusa indah putih (Mussaenda pubescens). Hasil skrinig fitokimia menunjukkan bahwa daun nusa indah putih (M. pubescens) positif mengandung alkaloid dan flavonoid. Hasil uji antilitiasis menunjukkan efektivitas dalam memperbaiki tikus urolitiasis dengan dosis 300 mg/kg BB lebih baik dalam memperbaiki ginjal dibandingkan dengan dosis 150 mg/kg BB dengan konsentrasi 1,8 ml/tikus.
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
50

Arifudin, Muliyana, Renny Purnawati, and Abdul Azis. "Identifikasi Senyawa Ekstraktif Kayu Cendana Papua dan Potensinya Sebagai Pengusir Nyamuk." Jurnal Ilmu dan Teknologi Kayu Tropis 18, no. 1 (2021): 19–26. http://dx.doi.org/10.51850/jitkt.v18i1.541.

Full text
Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi komponen kimia dari kayu cendana Papua (Flindersia sp.) dan menganalisa potensi pemanfaatannya sebagai pengusir nyamuk. Metode eksperimen yang dilakukan adalah analisis fitokimia kualitatif, analisis GCMS Pirolisis, dan uji mortalitas nyamuk untuk menginvestigasi sifat anti-nyamuk dari jenis kayu ini berdasarkan SNI 06-3566-1994. Hasil analisis fitokimia menunjukkan adanya komponen fitokimia seperti alkaloid, saponin, flavonoid, terpenoid, glikosida dan fenolik. Analisis GCMS pirolisis mengindikasikan bahwa diantara 43 senyawa kimia, butylated hy
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
We offer discounts on all premium plans for authors whose works are included in thematic literature selections. Contact us to get a unique promo code!