Academic literature on the topic 'Agama filsuf tasawuf sufi'

Create a spot-on reference in APA, MLA, Chicago, Harvard, and other styles

Select a source type:

Consult the lists of relevant articles, books, theses, conference reports, and other scholarly sources on the topic 'Agama filsuf tasawuf sufi.'

Next to every source in the list of references, there is an 'Add to bibliography' button. Press on it, and we will generate automatically the bibliographic reference to the chosen work in the citation style you need: APA, MLA, Harvard, Chicago, Vancouver, etc.

You can also download the full text of the academic publication as pdf and read online its abstract whenever available in the metadata.

Journal articles on the topic "Agama filsuf tasawuf sufi"

1

Rahmawati, Desty, and Resti Abidah Sulistyaningrum. "Kepemimpinan Sufistik Menurut Perspektif Al-Ghazali dan Ibnu Taimiyah." Spiritualita 7, no. 1 (2023): 14–25. http://dx.doi.org/10.30762/spiritualita.v7i1.1010.

Full text
Abstract:
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kepemimpinan sufistik menurut perspektif Al Ghazali dan Ibnu Taimiyah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, yaitu mendeskripsikan dan menguraikan tentang karakteristik kepemimpinan mnurut kedua tokoh sufi tersebut. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu dengan studi kepustakaan. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu terdapat benyak persamaan mengenai kepemimpinan Al Ghazali dengan Ibnu Taimiyah. Karakteristik pemimpin menurut keduanya memiliki persamaan yaitu amar ma’ruf nahi munkar, adil, dan berdasar pada Al Qur’an dan Ha
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
2

Widayani, Hana. "MAQAMAT (TINGKATAN SPIRITUALITAS DALAM PROSES BERTASAWUF)." EL-AFKAR : Jurnal Pemikiran Keislaman dan Tafsir Hadis 8, no. 1 (2019): 11. http://dx.doi.org/10.29300/jpkth.v8i1.2023.

Full text
Abstract:
Tasawuf merupakan salah satu bidang kajian Islam yang menjadi daya tarik tersendiri untuk dikaji. Ia merupakan salah satu tema yang mendapatkan perhatian luas baik di kalangan peneliti muslim, maupun non-muslim. Namaun demikian, hal ini pada akhirnya mempunyai konsekuensi tersendiri terhadap pemahaman tasawuf, yang terkadang bertentangan dengan pemahaman para pengamal tasawuf, dalam hal ini adalah sufi. Sebagaimana pendapat Nicholson misalnya, yang menyatakan bahwa salah satu maqamat yang ada di dalam tasawuf, yaitu az-Zuhd, merupakan ajaran yang juga telah dipraktikan dan ditemukan dalam peng
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
3

A. Samad, Sri Astuti, Abidin Nurdin, Munawwarah Samad, and Fihriani Gade. "AGAMA DAN PROBLEMATIKA MASYARAKAT: FUNGSI TASAWUF DALAM PENDIDIKAN, SOSIAL DAN AKHLAK." Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malikussaleh (JSPM) 5, no. 1 (2024): 111. http://dx.doi.org/10.29103/jspm.v5i1.15042.

Full text
Abstract:
Islam entered the archipelago peacefully brought by Sufi scholars and is influential to this day. Sufism is a dimension of Islamic teachings that is able to answer the problems of society from the past to the present. Sufi scholars also fought against colonialism supported by Sufi brotherhood or tariqa in which there was a concept of obedience to the teacher. The reformulation of classical Sufism which is individual, personal, is important enough to become a communal collective. This article is a qualitative study analyzed using the perspective of sociology of religion. Today, Sufism remains i
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
4

Sumarjoko, Sumarjoko, and Hidayatun Ulfa. "Pandangan Islam Terhadap Seni Musik (Pergolakan Pemikiran Hukum Islam dan Tasawuf)." Syariati : Jurnal Studi Al-Qur'an dan Hukum 4, no. 02 (2018): 203–12. http://dx.doi.org/10.32699/syariati.v4i02.1177.

Full text
Abstract:
Kesenian dalam filsafat hukum Islam (uṣûl fiqh) menduduki tingkat tersier(tahsîniyah). Secara khusus kesenian juga menjadi bagian objek keindahan dalam filsafat estetika. Keberadaan kesenian meskipun hanya tingkat penyempurna dikalangan fuqaha (ahli fiqh) tetapi bagi kaum sufi (ahli tasawuf) sangat berkaitan dengan nilai Ilahiah. Kesenian juga memiliki peran besar terhadap kemajuan budaya dan peradaban umat Islam. Al-Qur’an sebagai kalam Ilahi juga memiliki dimensi keindahan dan sumber inpirasi kesenian yang sangat representatif. Banyak ayat-ayat al-Qur’an yang mengungkapkan hal-hal keindahan.
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
5

Maisyaroh, Maisyaroh. "TASAWUF SEBAGAI DIMENSI BATIN AJARAN ISLAM." At-Tafkir 12, no. 2 (2019): 141–51. http://dx.doi.org/10.32505/at.v12i2.1243.

Full text
Abstract:
Islam merupakan agama yang memiliki dimensi internal yang disebut dengan al-ihsan. Sebagai dimensi internal Islam, para ahli memberikan respons berbeda terhadap ajaran para sufi. Sebagian ahli menerima tasawuf sebagai dimensi batin dari ajaran Islam, dan sebagian ahli mengkritik bahkan menolak ajaran tasawuf tertentu karena mereka menilai bahwa ajaran tasawuf bukan berasal dari Islam. Artikel ini mengkaji tasawuf sebagai dimensi batin ajaran Islam. Studi ini merupakan hasil kajian kepustakaan dimana data diperoleh dari kegiatan studi dokumen. Studi ini mengajukan temuan bahwa tasawuf merupakan
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
6

Khamim, M. "Metode Inabah Berbasis Sufi Healing: Kajian Konseptual dan Prosedural pada Rehabilitasi Pecandu Narkoba." Spiritualita 8, no. 1 (2024): 77–92. https://doi.org/10.30762/spiritualita.v8i1.2092.

Full text
Abstract:
Menurut pendapat banyak pakar, manusia modern disebut banyak mengalami frustasi eksistensial yang mengarah pada problematika psikologis. Salah satu problem psikologis yang banyak terjadi adalah penyalahgunaan narkoba. Agama memiliki peranan penting dalam penanganan hal tersebut, khususnya tasawuf sebagai dimensi esoteris Islam. Tasawuf dapat menjadi metode psikoterapi melalui sufi healing yang disebut inabah. Melalui metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kepustakaan, tulisan ini hendak mengulas lebih dalam tentang teori dan pratik inabah sebagai sufi healing dalam rehabilitasi p
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
7

Nuralim, Iik, and Dony Khoirul Azis. "INTEGRASI AGAMA DAN BUDAYA MODEL TASAWUF." Tasamuh: Jurnal Studi Islam 15, no. 1 (2023): 1–17. http://dx.doi.org/10.47945/tasamuh.v15i1.801.

Full text
Abstract:
Abstrak
 Di dunia Islam, perkembangan tasawuf tampaknya dimulai dari aktivitas individu para ahli sufi. Mereka hampir tidak memiliki kemampuan untuk mentransfer pengetahuan mereka kepada orang lain. Sebab, tasawuf sebenarnya tidak tepat disebut ilmu dalam arti ia terdiri atas fakta-fakta empiris, logis, rasional, dan sistematis. Tasawuf paling tepat digambarkan sebagai kumpulan pengalaman berkomunikasi dengan Nur Ilahi yang penuh cita rasa dan memanifestasikan dirinya dalam berbagai bentuk kehidupan yang menghindari kemewahan, menghabiskan waktu untuk beribadah, ingin bertemu Tuhan dan si
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
8

Maola, Mochammad. "Sufisme Ibnu Arabi dalam Resepsi Aboebakar Atjeh." Journal of Islamic Studies and Humanities 5, no. 1 (2020): 72–81. http://dx.doi.org/10.21580/jish.v5i1.7137.

Full text
Abstract:
Ibnu Arabi sebagai filsuf sufi adalah khazanah yang tak habis untuk digali. Sebagai tokoh utama dalam tasawuf falsafi, tidak sedikit ulama klasik atau kontemporer yang menolaknya. Di Indonesia, Ibnu Arabi mendapat banyak tempat, pun penolakan yang tidak sedikit. Aboebakar Atjeh sebagai ulama kontemporer yang berasal dari daerah yang kental keislaman, menulis beberapa tulisan tentang Tasawuf. Dua di antaranya secara khusus membahas Ibnu Arabi. Makalah ini membahas Ibnu Arabi dalam konstruksi Aboebakar Atjeh. Dari makalah ini dapat disimpulkan bahwa Aboebakar Atjeh mendukung pemikiran Ibnu Arabi
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
9

Mukhlis, Imam, and Muhammad Syahrul Munir. "Konsep Tasawuf dan Psikoterapi dalam Islam." Spiritualita 7, no. 1 (2023): 62–74. http://dx.doi.org/10.30762/spiritualita.v7i1.1017.

Full text
Abstract:
Tasawuf menawarkan sebuah pendekatan baru terhadap problem-problem psikologis, yaitu untuk memberikan solusi yang menjadi tujuan utama daripada diskursus psikoterapi. Oleh karena itu tasawuf sangat penting terhadap solusi-solusi spiritual berkenaan dengan masalah kejiwaan. Hal ini kemudian menyebabkan munculnya studi tasawuf psikoterapi di Lembaga-lembaga Pendidikan, khususnya di Indonesia. Manusia dikenal sebagai homo religiosus, yakni manusia tidak akan bisa terpisah dari agama, Keadaan manusia yang selalu tak lepas dari agama, di mana pun itu, meniscayakan keterikatan agama dan kondisi psik
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
10

SARI, SOLIHIN. "TASAWUF AL-GHAZALI DALAM PENDIDIKAN ISLAM." Marifah: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Peradaban Islam 2, no. 1 (2024): 54–63. https://doi.org/10.64173/mrf.v2i1.106.

Full text
Abstract:
Pembelajaran tasawuf semakin dibutuhkan di tengah kondisi globalisasi yang sedang berlangsung sebagai upaya untuk membatasi dalam cara pandang manusia terhadap dirinya sendiri, individu dan terlebih lagi kepada Allah SWT. Tindakan tasawuf yang dicontohkan para sufi sebagian besar memberi nilai-nilai agama yang menghasilkan cara berperilaku moral yang terhormat. Inti dari eksplorasi ini adalah untuk menelaah kiprah tasawuf dalam ranah persekolahan di tengah daruratnya budaya masa kini. Pemeriksaan semacam ini bersifat mencerahkan dan ilmiah dengan metodologi subjektif. Hasil dan perbincangan te
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
More sources

Books on the topic "Agama filsuf tasawuf sufi"

1

Membangkitkan energi qolbu e-book google. Pustaka media, 2019.

Find full text
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
2

Membangkitkan energi qolbu. Mitra press, 2019.

Find full text
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
We offer discounts on all premium plans for authors whose works are included in thematic literature selections. Contact us to get a unique promo code!