To see the other types of publications on this topic, follow the link: Agama filsuf tasawuf sufi.

Journal articles on the topic 'Agama filsuf tasawuf sufi'

Create a spot-on reference in APA, MLA, Chicago, Harvard, and other styles

Select a source type:

Consult the top 50 journal articles for your research on the topic 'Agama filsuf tasawuf sufi.'

Next to every source in the list of references, there is an 'Add to bibliography' button. Press on it, and we will generate automatically the bibliographic reference to the chosen work in the citation style you need: APA, MLA, Harvard, Chicago, Vancouver, etc.

You can also download the full text of the academic publication as pdf and read online its abstract whenever available in the metadata.

Browse journal articles on a wide variety of disciplines and organise your bibliography correctly.

1

Rahmawati, Desty, and Resti Abidah Sulistyaningrum. "Kepemimpinan Sufistik Menurut Perspektif Al-Ghazali dan Ibnu Taimiyah." Spiritualita 7, no. 1 (2023): 14–25. http://dx.doi.org/10.30762/spiritualita.v7i1.1010.

Full text
Abstract:
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kepemimpinan sufistik menurut perspektif Al Ghazali dan Ibnu Taimiyah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, yaitu mendeskripsikan dan menguraikan tentang karakteristik kepemimpinan mnurut kedua tokoh sufi tersebut. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu dengan studi kepustakaan. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu terdapat benyak persamaan mengenai kepemimpinan Al Ghazali dengan Ibnu Taimiyah. Karakteristik pemimpin menurut keduanya memiliki persamaan yaitu amar ma’ruf nahi munkar, adil, dan berdasar pada Al Qur’an dan Ha
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
2

Widayani, Hana. "MAQAMAT (TINGKATAN SPIRITUALITAS DALAM PROSES BERTASAWUF)." EL-AFKAR : Jurnal Pemikiran Keislaman dan Tafsir Hadis 8, no. 1 (2019): 11. http://dx.doi.org/10.29300/jpkth.v8i1.2023.

Full text
Abstract:
Tasawuf merupakan salah satu bidang kajian Islam yang menjadi daya tarik tersendiri untuk dikaji. Ia merupakan salah satu tema yang mendapatkan perhatian luas baik di kalangan peneliti muslim, maupun non-muslim. Namaun demikian, hal ini pada akhirnya mempunyai konsekuensi tersendiri terhadap pemahaman tasawuf, yang terkadang bertentangan dengan pemahaman para pengamal tasawuf, dalam hal ini adalah sufi. Sebagaimana pendapat Nicholson misalnya, yang menyatakan bahwa salah satu maqamat yang ada di dalam tasawuf, yaitu az-Zuhd, merupakan ajaran yang juga telah dipraktikan dan ditemukan dalam peng
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
3

A. Samad, Sri Astuti, Abidin Nurdin, Munawwarah Samad, and Fihriani Gade. "AGAMA DAN PROBLEMATIKA MASYARAKAT: FUNGSI TASAWUF DALAM PENDIDIKAN, SOSIAL DAN AKHLAK." Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malikussaleh (JSPM) 5, no. 1 (2024): 111. http://dx.doi.org/10.29103/jspm.v5i1.15042.

Full text
Abstract:
Islam entered the archipelago peacefully brought by Sufi scholars and is influential to this day. Sufism is a dimension of Islamic teachings that is able to answer the problems of society from the past to the present. Sufi scholars also fought against colonialism supported by Sufi brotherhood or tariqa in which there was a concept of obedience to the teacher. The reformulation of classical Sufism which is individual, personal, is important enough to become a communal collective. This article is a qualitative study analyzed using the perspective of sociology of religion. Today, Sufism remains i
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
4

Sumarjoko, Sumarjoko, and Hidayatun Ulfa. "Pandangan Islam Terhadap Seni Musik (Pergolakan Pemikiran Hukum Islam dan Tasawuf)." Syariati : Jurnal Studi Al-Qur'an dan Hukum 4, no. 02 (2018): 203–12. http://dx.doi.org/10.32699/syariati.v4i02.1177.

Full text
Abstract:
Kesenian dalam filsafat hukum Islam (uṣûl fiqh) menduduki tingkat tersier(tahsîniyah). Secara khusus kesenian juga menjadi bagian objek keindahan dalam filsafat estetika. Keberadaan kesenian meskipun hanya tingkat penyempurna dikalangan fuqaha (ahli fiqh) tetapi bagi kaum sufi (ahli tasawuf) sangat berkaitan dengan nilai Ilahiah. Kesenian juga memiliki peran besar terhadap kemajuan budaya dan peradaban umat Islam. Al-Qur’an sebagai kalam Ilahi juga memiliki dimensi keindahan dan sumber inpirasi kesenian yang sangat representatif. Banyak ayat-ayat al-Qur’an yang mengungkapkan hal-hal keindahan.
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
5

Maisyaroh, Maisyaroh. "TASAWUF SEBAGAI DIMENSI BATIN AJARAN ISLAM." At-Tafkir 12, no. 2 (2019): 141–51. http://dx.doi.org/10.32505/at.v12i2.1243.

Full text
Abstract:
Islam merupakan agama yang memiliki dimensi internal yang disebut dengan al-ihsan. Sebagai dimensi internal Islam, para ahli memberikan respons berbeda terhadap ajaran para sufi. Sebagian ahli menerima tasawuf sebagai dimensi batin dari ajaran Islam, dan sebagian ahli mengkritik bahkan menolak ajaran tasawuf tertentu karena mereka menilai bahwa ajaran tasawuf bukan berasal dari Islam. Artikel ini mengkaji tasawuf sebagai dimensi batin ajaran Islam. Studi ini merupakan hasil kajian kepustakaan dimana data diperoleh dari kegiatan studi dokumen. Studi ini mengajukan temuan bahwa tasawuf merupakan
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
6

Khamim, M. "Metode Inabah Berbasis Sufi Healing: Kajian Konseptual dan Prosedural pada Rehabilitasi Pecandu Narkoba." Spiritualita 8, no. 1 (2024): 77–92. https://doi.org/10.30762/spiritualita.v8i1.2092.

Full text
Abstract:
Menurut pendapat banyak pakar, manusia modern disebut banyak mengalami frustasi eksistensial yang mengarah pada problematika psikologis. Salah satu problem psikologis yang banyak terjadi adalah penyalahgunaan narkoba. Agama memiliki peranan penting dalam penanganan hal tersebut, khususnya tasawuf sebagai dimensi esoteris Islam. Tasawuf dapat menjadi metode psikoterapi melalui sufi healing yang disebut inabah. Melalui metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kepustakaan, tulisan ini hendak mengulas lebih dalam tentang teori dan pratik inabah sebagai sufi healing dalam rehabilitasi p
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
7

Nuralim, Iik, and Dony Khoirul Azis. "INTEGRASI AGAMA DAN BUDAYA MODEL TASAWUF." Tasamuh: Jurnal Studi Islam 15, no. 1 (2023): 1–17. http://dx.doi.org/10.47945/tasamuh.v15i1.801.

Full text
Abstract:
Abstrak
 Di dunia Islam, perkembangan tasawuf tampaknya dimulai dari aktivitas individu para ahli sufi. Mereka hampir tidak memiliki kemampuan untuk mentransfer pengetahuan mereka kepada orang lain. Sebab, tasawuf sebenarnya tidak tepat disebut ilmu dalam arti ia terdiri atas fakta-fakta empiris, logis, rasional, dan sistematis. Tasawuf paling tepat digambarkan sebagai kumpulan pengalaman berkomunikasi dengan Nur Ilahi yang penuh cita rasa dan memanifestasikan dirinya dalam berbagai bentuk kehidupan yang menghindari kemewahan, menghabiskan waktu untuk beribadah, ingin bertemu Tuhan dan si
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
8

Maola, Mochammad. "Sufisme Ibnu Arabi dalam Resepsi Aboebakar Atjeh." Journal of Islamic Studies and Humanities 5, no. 1 (2020): 72–81. http://dx.doi.org/10.21580/jish.v5i1.7137.

Full text
Abstract:
Ibnu Arabi sebagai filsuf sufi adalah khazanah yang tak habis untuk digali. Sebagai tokoh utama dalam tasawuf falsafi, tidak sedikit ulama klasik atau kontemporer yang menolaknya. Di Indonesia, Ibnu Arabi mendapat banyak tempat, pun penolakan yang tidak sedikit. Aboebakar Atjeh sebagai ulama kontemporer yang berasal dari daerah yang kental keislaman, menulis beberapa tulisan tentang Tasawuf. Dua di antaranya secara khusus membahas Ibnu Arabi. Makalah ini membahas Ibnu Arabi dalam konstruksi Aboebakar Atjeh. Dari makalah ini dapat disimpulkan bahwa Aboebakar Atjeh mendukung pemikiran Ibnu Arabi
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
9

Mukhlis, Imam, and Muhammad Syahrul Munir. "Konsep Tasawuf dan Psikoterapi dalam Islam." Spiritualita 7, no. 1 (2023): 62–74. http://dx.doi.org/10.30762/spiritualita.v7i1.1017.

Full text
Abstract:
Tasawuf menawarkan sebuah pendekatan baru terhadap problem-problem psikologis, yaitu untuk memberikan solusi yang menjadi tujuan utama daripada diskursus psikoterapi. Oleh karena itu tasawuf sangat penting terhadap solusi-solusi spiritual berkenaan dengan masalah kejiwaan. Hal ini kemudian menyebabkan munculnya studi tasawuf psikoterapi di Lembaga-lembaga Pendidikan, khususnya di Indonesia. Manusia dikenal sebagai homo religiosus, yakni manusia tidak akan bisa terpisah dari agama, Keadaan manusia yang selalu tak lepas dari agama, di mana pun itu, meniscayakan keterikatan agama dan kondisi psik
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
10

SARI, SOLIHIN. "TASAWUF AL-GHAZALI DALAM PENDIDIKAN ISLAM." Marifah: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Peradaban Islam 2, no. 1 (2024): 54–63. https://doi.org/10.64173/mrf.v2i1.106.

Full text
Abstract:
Pembelajaran tasawuf semakin dibutuhkan di tengah kondisi globalisasi yang sedang berlangsung sebagai upaya untuk membatasi dalam cara pandang manusia terhadap dirinya sendiri, individu dan terlebih lagi kepada Allah SWT. Tindakan tasawuf yang dicontohkan para sufi sebagian besar memberi nilai-nilai agama yang menghasilkan cara berperilaku moral yang terhormat. Inti dari eksplorasi ini adalah untuk menelaah kiprah tasawuf dalam ranah persekolahan di tengah daruratnya budaya masa kini. Pemeriksaan semacam ini bersifat mencerahkan dan ilmiah dengan metodologi subjektif. Hasil dan perbincangan te
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
11

Redi Irawan, Redi Irawan. "Konsep Fundametalisme dan Moderat dalam Islam serta Relavansinya Dengan Pemikiran Tasawuf." Jurnal Garasi Buku dan Obrolan Keilmuan 3, no. 1 (2025): 8–25. https://doi.org/10.62475/sibook.v3i1.28.

Full text
Abstract:
Artikel ini berusaha untuk membahas dan mengalisa tentang konsep fundamentalisme dan moderasi dalam beragama serta bagaimana relasinya dengan pemikiran para Sufi Nusantara dan Sufi Persia dalam menginterpretasikan ayat-ayat al-Qur’an yang mengajarkan keseimbangan dalam setiap dimensi kehidupan. Untuk menganalisa pembahasan ini Penulis menggunakan metode analitis-deskriptif, yang Pada akhirnya penelitian ini mencapai kesimpulan bahwa konsep Fundamentalisme telah mempengaruhi alam bawah sadar pengikutnya yang kemudian menyebabkan kekakuan cara berpikir. Mereka yang beranggapan sama dengan mereka
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
12

Febrian, Hosen, Abdul Mukit, and Taufik Hidayat. "ANALISIS HISTORIS PERBEDAAN PADANGAN KAUM MUTAFAQQIH TERHADAP KAUM SUFI TENTANG FIQIH DAN AGAMA." Al-Muttaqin : Jurnal Studi, Sosial, dan Ekonomi 4, no. 1 (2023): 90–101. https://doi.org/10.63230/almuttaqin.v4i1.96.

Full text
Abstract:
Salah satu masalah yang terjadi dalam peradaban Islam adalah adanya pertentangan dan perdebatan antar sesama muslim. Hal ini disebabkan karena adanya perbedaan sebuah persepsi antara kaum sufi yang pandangannya bersifat bathiniyah dan kaum mutafaqqih yang sifatnya lahiriah. Namun, perbedaan prinsip antara kedunaya kaum mutafaqqih dan kaum sufi dalam tataran sebuah empirik saja. Karena pada kenyataannya bahwa fikih bercorak simbolistik, legalistik, eksoterik dan formalistik sehingga cenderung melihat sebuah tindakan dari syarat dan rukun, syah dan tidak syahnya. Pada penelitian ini hanya akan m
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
13

MZ, Ahmad Murtaza, Moch Ali Mutawakkil, and Khoirurroziqin Khoirurroziqin. "Tasawuf Falsafi Ibnu Arabi; Telaah Kitab Hakikat Al-Ibadah Karam Amin Abu Bakr." Journal of Islamic Thought and Philosophy 1, no. 2 (2022): 230–56. http://dx.doi.org/10.15642/jitp.2022.1.2.230-256.

Full text
Abstract:
Ibnu Arabi adalah sebagai pelopor tasawuf falsafi yang terkenal dengan pemikirannya yang menyelaraskan antara teks agama dan logika. Wahdatul Wujud dan Insan Kamil adalah salah satu gagasan Ibnu Arabi yang dapat beradaptasi setiap zaman yang datang dan terus menjadi pembahasan yang menarik. Konsep ketuhanan Ibnu Arabi berkisar pada puncak bernama Tajalliyat, Musyahadah, Kasyf dan Wahdah (kesatuan). Konsep-konsep tasawufnya semuanya bersumber dari pengalaman–pengalaman yang ia alami atau dalam bahasa lain Dzauqiyah (bangsa rasa). Selain konsep-konsep itu urusan teologi, ‘ubudiyah, hingga permas
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
14

Listiana, Anisa. "MENIMBANG TEOLOGI KAUM SUFI MENURUT AL-QUSYAIRI DALAM KITAB AL-RISĀLAH AL-QUSYAIRIYAH." KALAM 7, no. 1 (2017): 201. http://dx.doi.org/10.24042/klm.v7i1.441.

Full text
Abstract:
Teologi adalah disiplin yang menyangkut Tuhan (atau Realitas Ilahi) dan hubungan Tuhan dengan dunia. Dunia dan Allah adalah realitas yang berbeda. Dunia merupakan ciptaan sedangkan Allah adalah sang pencipta. Tulisan ini membahas tentang konsep teologi dalam ajaran tasawwuf Imam al-Qusyairi. Tasawuf yang dianut dan diajarkan oleh al-Qusyairi adalah tasawuf yang sejalan dengan ajaran syariat. Dari tulisan-tulisannya terlihat bahwa ia berupaya menyadarkan orang bahwa tasawuf yang benar adalah tasawuf yang bersandarkan pada akidah yang benar dan tidak menyalahi ketentuan syariat, seperti yang dia
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
15

Lubis, Muallim Lubis. "Pemikiran dan Gerakan Tasawuf Kerukunan Tuan Guru Batak di Kabupaten Simalungun." Kontemplasi: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin 12, no. 1 (2024): 106–26. http://dx.doi.org/10.21274/kontem.2024.12.1.106-126.

Full text
Abstract:
Abstract The turmoil in a multicultural society is one thing that needs to be awakened in the midst of society. This writing found the existence of the cultivation of clusters through the values of tasawuf; the character is Master Master Batak in Simalungun district, North Sumatra, through the Sufi House and the Civilization of Pondok Pesulukan Serambi Babussalam. As for the method used, it is a qualitative method, the primary source of which is a direct quote from the figures discussed in online media, both local and national. As for the results of this writing, it shows that the thought and
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
16

Shadiqin, Sehat Ihsan, and Shabrun Jamil. "Mediatisasi Sufisme: Otoritas, Komunitas, dan Autentisitas Tasawuf di Dunia Maya." Substantia: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin 26, no. 2 (2024): 273. https://doi.org/10.22373/substantia.v26i2.26654.

Full text
Abstract:
In the digital era, Sufism has undergone a transformation in both its dissemination and organization. Once grounded in local communities, Sufism now leverages digital media to reach a global audience, expanding its spiritual network beyond geographical boundaries. This article addresses the primary issues of how digitalization affects the dissemination of Sufi teachings, the formation of transnational communities, and challenges related to authenticity and privacy. The research employs a literature review method, analyzing scholarly publications on Sufism, digital religion, and online communic
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
17

Muzakkir, Muzakkir. "TOLERANSI BERAGAMA DAN MAHABBAH DALAM PERSPEKTIF SUFI." Jurnal THEOLOGIA 23, no. 1 (2017): 125–39. http://dx.doi.org/10.21580/teo.2012.23.1.1763.

Full text
Abstract:
Dalam kacamata kaum sufi, tidak ada orang lain (the other) di duniaini. Mereka melihat orang lain sebagai sebuah kesatuan makhlukyang bernaung di bawah kasih sayang Tuhan. Landasan cintamerupakan titik berpijak bagi mereka untuk melihat orang lain.Dalam pandangan kaum sufi, semua manusia adalah indah.Keindahan dalam pandangan itulah yang membimbing merekauntuk tidak melihat orang lain secara lebih rendah. Keindahanpandangan itu juga meliputi para penganut agama yang berbedabeda. Ajaran kedamaian, cinta dan kasih sayang yang diususng parasufi, bagian yang cukup menarik untuk disingkap, sekaligu
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
18

Rijal, Syamsul, and Umiarso Umiarso. "SYARI’AH DAN TASAWUF: Pergulatan Integratif Kebenaran dalam Mencapai Tuhan." Jurnal Ushuluddin 25, no. 2 (2017): 124. http://dx.doi.org/10.24014/jush.v25i2.3931.

Full text
Abstract:
Hukum Islam (syari’ah) dan tasawuf adalah dua entitas yang sampai saat ini masih terpancang sebagai varian yang berdiri sendiri, bahkan dua entitas ini sering dihadapkan secara vis a vis. Syari’ah yang berdiri secara konsisten pada dimensi eksoteris (lahiriah) mengklaim bahwa sufi secara keseluruhan mengabaikan ketentuan lahiriah hukum agama dan menggantikan praktik mendasar dengan inovasi desain mereka sendiri, sehingga menghapus diri dari komunitas muslim sejati. Sedangkan para sufi sendiri yang berkecipung di dunia esoteris menyatakan bahwa para fuqaha hanya melihat sisi eksplisit yang ada
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
19

Kolis, Nur. "WAHDAT AL-ADYAN: MODERASI SUFISTIK ATAS PLURALITAS AGAMA." TAJDID: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan 1, no. 2 (2017): 166–80. http://dx.doi.org/10.52266/tadjid.v1i2.42.

Full text
Abstract:
Perkembangan hubungan antara umat beragama ccenderung kehilangan spirit kemanusiaannya yang universal, berganti dengan semangat kelompok dan individu. Isu agama diangkat untuk keepentingan individu, kelompok, dan kekuasaan. Gagasan tentang pembelaan terhadap Tuhan telah menjadi gagasan yang utopis. Iman kemudian tertuju pada institusi agama, bukan kepada Tuhan. Akhirnya penganut ajaran agama lain dianggap bukan peenyembah Tuhan. Secara bertubi-tubi sikap keagamaan tersebut memicu terjadinya peperangan atas nama agama. Berbagai langkah solutif telah coba diwacanakan. Dikalangan pemikir Islam su
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
20

Rostitawati, Tita. "Pembaharuan dalam Tasawuf." Farabi 15, no. 2 (2018): 67–80. http://dx.doi.org/10.30603/jf.v15i2.642.

Full text
Abstract:
Fazlur Rahman sesungguhnya menghendaki agar umat Islam mampu melakukan tawazun (keseimbangan) antara pemenuhan kepentingan akhirat dan kepentingan dunia, serta umat Islam harus mampu memformulasikan ajaran Islam dalam kehidupan sosial. Kebangkitan kembali tasawuf di dunia Islam dengan istilah baru yaitu neo-sufisme nampaknya tidak boleh dipisahkan dari apa yang disebut sebagai kebangkitan agama. Kebangkitan ini juga adalah lanjutan kepada penolakan terhadap kepercayaan yang berlebihan kepada sains dan teknologi selaku produk dari era modenisme. Modernisme telah dinilai gagal memberikan kehidup
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
21

Fiqron, Mohamad Za'in, and Erina Dwi Parawati. "Relevansi Tasawuf Cinta Ilahi Rabi’ah al-Adawiyah terhadap Problem Radikalisme Beragama di Indonesia." Hikamia: Jurnal Pemikiran Tasawuf dan Peradaban Islam 3, no. 2 (2023): 75–85. http://dx.doi.org/10.58572/hkm.v3i2.26.

Full text
Abstract:
Abstract
 This article aims to understand and explain the significance of Rabi'ah al-Adawiyah's love of Sufism in the Contemporary religious context. Rab'iah Adawiyyah is a female Sufi who was admired by many Sufis after her and quoted by the Sufis of love in particular. Rab'ah al-Adawiyah made a huge contribution to the discipline of Sufism, namely al-Mahabbah. The method of this article is based on qualitative documentation as a data collection technique. Data were obtained from various literature relevant to this research topic, then analyzed using Hans-Georg Gadamer's hermeneutic theo
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
22

Arvionita, Diah, Efendi Efendi, Eka Putra Wirman, and Zainal Zainal. "Tasawuf Urban dan Tasawuf Perenial dalam Kehidupan Masyarakat Perkotaan." Jurnal Pemikiran Islam 3, no. 1 (2023): 1. http://dx.doi.org/10.22373/jpi.v3i1.16368.

Full text
Abstract:
Sufism is a concept within Islam that aims to lead individuals towards God. The practice of Sufism involves purifying the inner self through righteous deeds. In the journey of Sufism, there are three stages to be traversed: knowledge as the beginning, action as the middle, and God's grace as the culmination. By practicing Sufism, individuals can attain a deeper relationship with God and find inner peace. Through the process of purifying the inner self and engaging in righteous deeds, Sufism helps individuals enhance their spiritual quality and gain a profound understanding of their religion. I
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
23

Shadiqin, Sehat Ihsan. "Tasawuf di Era Syariat: Tipologi Adaptasi dan Transformasi Gerakan Tarekat dalam Masyarakat Aceh Kontemporer." Substantia: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin 20, no. 1 (2018): 66. http://dx.doi.org/10.22373/substantia.v20i1.3406.

Full text
Abstract:
Abstract: Since the implementation of Sharia law in Aceh in 2001, the idea of Islam has always been related to Islamic yurisprudence. This has denied the aspect of spirituality in Sufi order (tariqa) which is actually the root of Islam in Aceh. Moreover, Sufi order in Aceh is like ducking and disappeared from the surface. Does the inconspicuious Sufi order attributable to the implementation of Sharia law? The answer is no. This paper attempts to explore the patterns of adaptation and transformation of Sufi orders movements in Aceh after the great wave in December 2004. I look at three differen
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
24

J, Irwan Supriadin. "AL-GHAZALI : REKONSILIASI SYARIAT DAN TASAWUF." FiTUA: Jurnal Studi Islam 3, no. 1 (2022): 67–81. http://dx.doi.org/10.47625/fitua.v3i1.378.

Full text
Abstract:
Tulisan ini merupakan studi literatur dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang bertujuan menguraikan gagasan al-Ghazali dalam merekonsiliasi antara syariat dan tasawuf. Penelitian ini menemukan bahwa meskipun al-Ghazali percaya kepada Rasa (Dzawq) namun tidak menyebabkan ia meragukan akal sebagai alat dalam mencapai kepada kebenaran. Akal dituntut untuk menganalisa dan memahami soal-soal agama, sedangkan konsep ma’rifat yang menjadi ciri khas dari al-Ghazali merupakan pengembangan dari konsep-konsep yang telah ada sebelumnya.. Dalam upayanya mendamaikan Syari’ah dan sufisme, al
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
25

Muzayanah, Fitrotul. "INTEGRASI KONSEP TASAWUF-SYARIAT SYAIKH ABDUL QADIR AL-JAILANI (QUTUBUL AULIYA)." Mozaic : Islam Nusantara 7, no. 1 (2021): 1–28. http://dx.doi.org/10.47776/mozaic.v7i1.168.

Full text
Abstract:
Di era serba milenial ini masih banyak masyarakat muslim yang menegasikan antara unsur spritual tasawuf dengan syariat, sehingga menimbulkan dekadensi moral atau demoralisasi kemerosotan akhlak. Masyarakat muslim awam masih beranggapan tasawuf dan syariat merupakan hal yang berbeda. Hal ini sebetulnya dalam agama Islam dari awal sudah menanamkan ajaran unsur spritual dan manajemen hati yang seimbang antara tasawuf dan syariat, karena mereka tidak bisa berdiri sendiri melainkan harus saling berkesinambungan dalam laku kehidupan. Al-Jailani merupakan imamnya para sufi (Qutubul Auliya) menggambar
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
26

Ridwan, Abdul Mukit. "IBN ‘ARABI; EPISTEMOLOGI DAN KONTROVERSI." El-Furqania : Jurnal Ushuluddin dan Ilmu-Ilmu Keislaman 2, no. 01 (2016): 88–113. http://dx.doi.org/10.54625/elfurqania.v2i01.1421.

Full text
Abstract:
Perbincangan tentang tasawuf, sufi dan para pemukanya memang tidak pernah menemukan kata usai dan selesai. Karena ia mempunyai jangkauan meluas, akar mendalam yang harus benar-benar di perhatikan secara seksama oleh mereka yang ingin membahasnya. Terutama jika perbincangan tersebut berkaitan dengan salah satu pemuka tasawuf semacam Muhyiddin Ibn ‘Arabi> yang sudah tidak diragukan lagi otoritas dan kapasitas keilmuannya baik di Barat maupun di Timur. Di Timur, ia dikenal sebagai pemuka tasawuf yang jujur dalam perkataan dan menepatinya dengan tindakan dalam samudera rahasia ketuhanan. Sedang
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
27

Sugiharto, Muhammad Samuel. "Relasi Ma’rifat Dan Wushul Dalam Pengalaman Spiritual K.H Mahfudz Dzulwafi." Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan 16, no. 6 (2022): 2261. http://dx.doi.org/10.35931/aq.v16i6.1550.

Full text
Abstract:
<p>K.H Mahfudz Dzulwafi, atau sering dikenal dengan nama Ustadz Mahfudz. Beliau lahir di Cirebon pada tanggal 16 Februari 1971. Beliau adalah Alumni ke-3 Pondok Pesantren DARUL MUSTHAFA Hadramaut – Yaman pimpinan Guru Mulia Al Habib Umar bin Hafidz. Beliau merupakan pemuka agama Islam yang dikenal sebagai ulama di Kalimantan Selatan. K.H Mahfudz Dzulwafi adalah pengasuh (pimpinan) dari Pondok Pesantren Darussana yang berada di Sungai Cuka, Kintap. Beliau juga dikenal sebagai guru pengajar tasawuf yang memiliki banyak santri dan jama’ah. Kajian ini membahas bagaimana pandangan beliau meng
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
28

Nur, Muhammad, and Muhammad Iqbal Irham. "Tasawuf dan Modernisasi: Urgensi Tasawuf Akhlaki pada Masyarakat Modern." Substantia: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin 25, no. 1 (2023): 107. http://dx.doi.org/10.22373/substantia.v25i1.16851.

Full text
Abstract:
Sufism is a part of Islamic religious teachings. Ethical Sufism is one of the Sufi teachings that can help shape individuals with noble character. Amidst the hedonistic and materialistic lifestyle that has contributed to the moral decline of modern society, the moral aspect of Sufism seeks to balance these opposing forces. By implementing Sufism in contemporary culture, values of goodness and nobility can be instilled, offering a solution to one of the major problems plaguing modern society: the fragmentation of the human soul, something that can undermine one's moral worth. In dealing with th
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
29

Aryadillah, Aryadillah. "Metabahasa Komunikasi Ibnu Arobi dalam Tarian Suf." Jurnal Public Relations (J-PR) 4, no. 1 (2023): 1–8. http://dx.doi.org/10.31294/jpr.v4i1.1971.

Full text
Abstract:
Filsuf Ibnu Arabi memiliki pengaruh mendunia, Bahkan karya-karyanya dipelajari di beberapaMadrasah-Madrasah, ini disebabkan oleh teks yang ditulisnya, memantik siapapun yangmembacanya. Berbicara mengenai teks-teks yang tersampaikan oleh seorang tokoh Sufi, begituTeks itu keluar dari lisannya dan diketahui oleh orang banyak. Maka, Teks itu menjadi konsumsipublik. karena Teks itu sudah masuk ruang public (Public Spehere menurut Jurgen Habermas)yaitu ruang publik politik dan ruang publik sastra.Lalu Teksnya tersebut menjelma, merasuki pembaca dan dalam disiplin Ilmu Komunikasi. Pesantersebut tida
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
30

Kusuma, Amir Reza. "Konsep Hulul Menurut Al-Hallaj Dan Penempatan Posisi Tasawuf." Jurnal Penelitian Medan Agama 12, no. 1 (2021): 45. http://dx.doi.org/10.58836/jpma.v12i1.10488.

Full text
Abstract:
<p><strong>Abstract</strong></p><p>This paper aims to discuss the thought of Hulul according to al-Hallaj and seek the placement of Sufism from among Sufis, The study of Hulul thought which is often identified with the recent attracted the attention of academics, researchers and religious scholars. The issue of Al-Hulul, by some parties is forcibly tried to be juxtaposed and equated with the thought of wihdatul wujud which is conceptualized by Sufi figures such as al-Hallaj. This paper aims to examine the model and practice of Sufism in the person of Abu Mansur Al
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
31

Arista, Mohammad. "RELEVANSI AJARAN BUDHA DAN TASAWUF." PUTIH: Jurnal Pengetahuan Tentang Ilmu dan Hikmah 2, no. 1 (2017): 65–100. http://dx.doi.org/10.51498/putih.v2i1.49.

Full text
Abstract:
Tasawuf ibaratnya adalah ruh dari sebuah agama khusunya agama islam. Dengan tasawuf-lah seseorang dapat mengenali siapa dirinya dan dapat dijadikan sebagai refleksi degredasinya Akhlak seperti zaman sekarang. Tasawuf Dari segi linguistik (kebahasaan) dapat dipahami bahwa tasawuf adalah sikap mental yang selalu memelihara kesucian diri, beribadah, hidup sederhana, rela berkorban untuk kebaikan dan selalu bersikap bijaksana. Sikap jiwa yang demikian itu pada hakikatnya adalah akhlak yang mulia. Tasawuf beresensi pada hidup dan berkembang mulai dari bentuk hidup zuhud (menjauhi kemewahan duniawi)
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
32

Rosidi, Rosidi. "Koneksitas Ilmu Tasawuf dan Ilmu Nahw: Telaah atas Kitab Nahw Al-Qulub Karya Al-Qushayri." KACA (Karunia Cahaya Allah): Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin 12, no. 2 (2022): 134–60. http://dx.doi.org/10.36781/kaca.v12i2.272.

Full text
Abstract:
Terdapat koneksi yang sangat erat dalam cabang-cabang ilmu bahasa Arab, bahkan bisa dikatakan tidak dapat dipisahkan antara satu dengan yang lainnya. Lebih spesifik lagi terdapat interkoneksi antara ilmu nahw dengan semua ilmu dalam agama Islam seperti fikih, hadis, tafsir dan lain-lain. Sebab ilmu nahw menjadi instrumen yang fundamental dalam mengungkap makna yang bersifat eksoteris yang terdapat dalam teks-teks cabang ilmu-ilmu tersebut. Tulisan ini selain dalam rangka menggali aspek historis faktor lahirnya nahw bergenre tasawuf, sekaligus juga bermaksud menyanggah stigma yang mengatakan ba
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
33

Yong ho, Yoon. "Respon Misiologis terhadap Islam di Indonesia: Analisis Tasawuf dan Peran Nahdlatul Ulama." LAMPO: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 1, no. 2 (2025): 64–82. https://doi.org/10.63832/lampo.v1i2.28.

Full text
Abstract:
Abstract: Sufism is the center of Islam in Indonesia and influences Islamic boarding schools and the traditional Islamic group Nahdatul Ulama (NU) which is the base. In the history of Islam, Sufism plays a central role in the spread and faith of Islam and has a great influence on the spread of Islam in Indonesia. This paper aims for churches or Christian communities to have an understanding and be able to carry out their duties in implementing the mission to reach Muslims in Indonesia through international, spiritual, and dialogical purposes, which is based on an understanding of Sufism and NU
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
34

Irbah, Zukhruful, Ida Kurnia Shofa, and Hana Rahadatul Aisy. "KONSEP PENDIDIKAN TASAWUF DALAM KITAB FAIDHURRAHMAN SEBAGAI UPAYA PENANGANAN KRISIS SPIRITUAL." AT-TAISIR: Journal of Indonesian Tafsir Studies 3, no. 1 (2023): 11–20. http://dx.doi.org/10.51875/attaisir.v3i1.98.

Full text
Abstract:
Pada zaman modern saat ini krisis spiritual tergerus oleh berbagai kemajuan peradaban. Tidak jarang saat ini banyak dijumpai banyaknya masalah yang berkaitan tentang moral dan etika. Pada kenyataannya keberhasilan secara material dan intelektual saja tidaklah cukup, pendidikan agama membawa manusia lebih dekat kepada Tuhannya dan membuat manusia tidak kehilangan kendali atas kehidupan, kehilangan akal atau bingung menghadapi dunia modern yang berkembang pesat yang penuh dengan persaingan dalam berbagai hal dan individualisme yang tinggi. Pendidikan sufi atau tasawuf merupakan usaha secara sada
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
35

Ahmadi, Rizqa. "Sufi Profetik: Studi Living Hadis Jamaah Tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah di Kabupaten Trenggalek." Jurnal Living Hadis 2, no. 2 (2018): 289. http://dx.doi.org/10.14421/livinghadis.2017.1331.

Full text
Abstract:
Pandangan miring terhadap kelompok tarekat oleh sebagian golongan yang mengklaim dirinya lebih nyunnah menjadi pemicu perdebatan akademik yang panjang. Seolah-olah ajaran para sufi bertentangan dengan sunnah padahal dengan membaca sirāh, Beliau adalah zāhid, ābid, nāsik sekaligus sufi sejati yang patut diteladani. Pada kasus muslim Indonesia, fenomena ini lebih menarik lagi dengan adanya fakta bahwa corak Islam awal yang muncul di Indonesia menurut para sejarawan, lebih bercorak sufisme. Selain fakta tersebut, cara beragama muslim Indonesia yang terbentuk perpaduan antara tradisi yang telah me
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
36

Hasan, In'amul, and Ahmad Ahnaf Rafif. "POLARISASI SUFISTIK DAN HADIS PADA POPULARITAS IHYA’ ‘ULUMUDDIN DI NUSANTARA." Riwayah : Jurnal Studi Hadis 6, no. 1 (2020): 159. http://dx.doi.org/10.21043/riwayah.v6i1.6615.

Full text
Abstract:
<p><a name="_Hlk39758655"></a><span>Imam al-Ghazali sebagai pengarang kitab <em>Ihya’ ‘Ulumuddin </em>memiliki latar belakang hidup yang beragam. Ia pernah menjadi filsuf (<em>ahlu al-ra’yi</em>) yang kemudian beralih menjadi seorang sufi pada masa tuanya. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan karangan beliau yang menjadi <em>masterpiece</em>, yaitu kitab <em>Ihya’ ‘Ulumuddin</em>. Kitab ini menjadi populer di Nusantara dan dijadikan sebagai rujukan utama panduan hidup seorang muslim. Namun, dibalik kepopuleran kitab ini, b
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
37

Rajab, Hadarah. "PENDIDIKAN DIMENSI TASAWUF MEMBANGUN MORAL ANAK DIDIK." LENTERNAL: Learning and Teaching Journal 1, no. 3 (2020): 114–23. http://dx.doi.org/10.32923/lenternal.v1i3.1649.

Full text
Abstract:

 
 
 
 Manusia modern semakin terkontaminasi oleh rasa cemas dan kehilangan visi keilahian serta kehilangan dimensi transdental, sehingga mudah dihinggapi kegersangan dan kritis spiritual.Sebagai akibatnya, manusia modern sering dihinggapi penyakit setress, depresi dan alusinasi.Mereka teralusisnasi dengan dirinya sendiri, dari lingkungan sosialnya dan yang terpenting lagi seolah-olah pesan dari Tuhannya.Kesenjangan antara identitas dan peran agama di satu sisi dan kenyataan masyarakat beragama di sisi lain sebagai dampak modernisme, menunjukkan lemahnya peran agama diteng
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
38

Natsir, Muhammad. "REPRESENTASI POLA PERILAKU TASAWUF DALAM MEMBANGUN DINAMISASI MASYARAKAT GLOBAL." Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial 6, no. 1 (2020): 41. http://dx.doi.org/10.21580/wa.v6i1.3021.

Full text
Abstract:
<p align="center"><strong>Abstrak</strong></p><p>Islam agama Rahmatan lil ‘alamin yang mengajarkan sikap <em>wasathiyah</em> sesuai dengan metodologi Al-Qur’an, yaitu lembut, santun, ramah, berlapang dada, dan mengandalkan kekuatan doa. Wajah Islam Nusantara yang dibawa oleh para mujahid sufi wali sanga adalah sangat kental diwarnai oleh corak Tasawuf, yaitu corak keIslaman yang lembut, santun dan toleran. Para Ulama’ dari kurun waktu ke waktu yang lain telah memposisikan dirinya sebagai obor umat, yang senantiasa membimbing umat agar menjadi sebatang
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
39

Lutfi, Ahmad. "PERGULATAN SYARIAH DAN TASAWUF DI NUSANTARA: Analisis Kuasa Pengetahuan Syariah Atas Sufi Siti Jenar Dalam Praktek Islam Politik." Dialogia 17, no. 2 (2019): 161–80. http://dx.doi.org/10.21154/dialogia.v17i2.1858.

Full text
Abstract:
Abstract: The writing will reveal the relation of knowledge and power by taking the case of Sheikh Siti Jenar. The focus is on "aspects of thinking" that influence behavior. First, The problem sub-formulation, what is Sufi Siti Jenar thinking? Second, how does the relation of Siti Jenar's teachings dominate the body of its adherents to become its socio-political movement? Third, how is the practice of the power of walisongo knowledge in framing the truth of the teachings which has an effect on the marginalization of the Siti Jenar group?To do that, the writer will use a critical discourse anal
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
40

(Corresponding Author), Noor Syahidah Mohamad Akhir, Syaimak Ismail, and Azrul Shahimy Mohd Yusof. "Manuskrip Melayu MSS255 Al-Durr al-Nafis : Suatu Kajian dan Analisis Teks Kitab Tasawuf Nusantara Malay Manuscript MSS255 Al-Durr al-Nafis: A Study and Text Analysis of the Sufi Book of the Malay Archipelago." Journal of Al-Tamaddun 20, no. 1 (2025): 321–36. https://doi.org/10.22452/jat.vol20no1.22.

Full text
Abstract:
Abstract Kedatangan Islam ke Nusantara telah mewarnai kehidupan masyarakat di rantau ini khususnya dalam bidang pendidikan, bahasa, sastera dan tulisan. Senario tersebut telah melahirkan ramai cendekiawan dan ulama tempatan yang mempunyai kesedaran tinggi dalam aspek keintelektualan. Kebiasaan mereka mempunyai sumbangan dalam penyebaran agama Islam, penghasilan karya atau kitab dan pengajaran serta pendidikan. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis salah sebuah teks manuskrip khazanah warisan Melayu dalam bidang tasawuf yang dikarang oleh ulama tempatan. Kaedah kajian merupakan kajian kualit
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
41

Mokhtari, Omar. "The Epistemological Reading of Religious Knowledge in the Thought of ʻAbd Al-Karīm Soroush". Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies 62, № 2 (2024): 409–37. https://doi.org/10.14421/ajis.2024.622.409-437.

Full text
Abstract:
This study explores the epistemological dimensions of religious reform advanced by ʻAbd al-Karīm Soroush within the framework of ʻilm al-kalām al-jadīd (modern Islamic theology). It examines how Soroush conceptualizes the relationship between religion (al-dīn) and religious knowledge (al-maʻrifah al-dīniyyah), positing that the latter is inherently dynamic, historically situated, and epistemologically contingent. At the heart of his framework lies the assertion that religious knowledge is not fixed but evolves in tandem with developments in human understanding, cultural contexts, and scientifi
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
42

Dahri, Harapandi. "Moderasi Islam Pespektif Sufi: Kajian Kitab Tajul ‘Arus Karya al-Syaikh Tajuddin Ibn ‘Athaillah al-Sakandari." Jurnal Fuaduna : Jurnal Kajian Keagamaan dan Kemasyarakatan 4, no. 2 (2020): 126. http://dx.doi.org/10.30983/fuaduna.v4i2.3740.

Full text
Abstract:
<p><em>Islam as one of the divine religions carries the message of peace, harmony between people and even between God's creatures (</em>rahmatan lil 'Ālamîn<em>). There is no single text either al-Qur'an or al-Hadith which instructs its adherents to do the opposite, think and act radically and are anti-establishment. This problem by the previous scholars has been explained in various strokes of their thoughta. This article focuses on the thoughts of al-Shaykh Tajuddin ibn 'Athaillah al-Sakandari as one of the classical Sufism scholars who concentrate on and focus on the
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
43

Dahri, Harapandi. "Moderasi Islam Pespektif Sufi: Kajian Kitab Tajul ‘Arus Karya al-Syaikh Tajuddin Ibn ‘Athaillah al-Sakandari." Jurnal Fuaduna : Jurnal Kajian Keagamaan dan Kemasyarakatan 4, no. 2 (2020): 126. http://dx.doi.org/10.30983/fuaduna.v4i2.3740.

Full text
Abstract:
<p><em>Islam as one of the divine religions carries the message of peace, harmony between people and even between God's creatures (</em>rahmatan lil 'Ālamîn<em>). There is no single text either al-Qur'an or al-Hadith which instructs its adherents to do the opposite, think and act radically and are anti-establishment. This problem by the previous scholars has been explained in various strokes of their thoughta. This article focuses on the thoughts of al-Shaykh Tajuddin ibn 'Athaillah al-Sakandari as one of the classical Sufism scholars who concentrate on and focus on the
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
44

Mudaimin, Mudaimin. "KONSEP CINTA ILAHI (MAHABBAH) RABI’AH ADAWIYAH." Rausyan Fikr: Jurnal Studi Ilmu Ushuluddin dan Filsafat 16, no. 1 (2020): 133–62. http://dx.doi.org/10.24239/rsy.v16i1.552.

Full text
Abstract:
We ​​need a handle on life, that is religion or belief that recognizes the existence of an all-powerful substance, whereas in daily life a person is required to maintain, improve, and improve the quality of faith and piety in the creator, to achieve that there are all several ways one of which is through the world of Sufism or commonly known as the mystical world. For attainment in the mystical world it can be done by way of meditation or spiritual practice. The pinnacle of the mystical world is mahaabah or divine love where these are the highest levels of attainment towards God. In this paper
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
45

Mukharom, Rohmah Akhirul, and Jarman Arroisi. "MAKNA HIDUP PERSPEKTIF VICTOR FRANKL: KAJIAN DIMENSI SPIRITUAL DALAM LOGOTERAPI." TAJDID: Jurnal Ilmu Ushuluddin 20, no. 1 (2021): 91–115. http://dx.doi.org/10.30631/tjd.v20i1.139.

Full text
Abstract:
This article aims to reveal the concept of logotherapy of Victor Frankl. This study uses descriptive analysis. First, the concept of logotherapy has three pillars in its philosophical foundation, the freedom of will, in this context every human being free to make choices to determine his own choice and destiny. The will to meaning, which every human being has the desire to have meaning in life. The meaning of life is an awareness of the possibility to realize what is being done at that time which then if successfully fulfilled will produce happiness. Second, in logotherapy, there is a noetic d
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
46

Mohd Najib, Muhammad Naufal, Muhammad Mustaqim Mohd Zarif та Mohd Anuar Mamat. "Manuskrip Kesultanan Melayu Buton Bertajuk Taḥsīn Al-Awlād Fī Ṭā‘At Rabb Al-‘Ibād: Suatu Pengenalan Naskhah dan Kandungan". Sains Insani 9, № 2 (2024): 429–39. https://doi.org/10.33102/sainsinsani.vol9no2.717.

Full text
Abstract:
Abstrak: Buton adalah sebuah kepulauan yang terletak di kawasan pulau Sulawesi Tenggara, Indonesia yang pernah memiliki sebuah kesultanan Islam yang didirikan bermula pada abad ke-14 dan telah berakhir pada tahun 1960. Selama era pemerintahan kesultanan Buton, terdapat banyak karya-karya Islam yang dihasilkan oleh ulama’ dalam kalangan rakyat jelata serta pemerintah. Namun, karya-karya tersebut masih berada dalam bentuk manuskrip yang belum dilakukan kajian secara terperinci. Salah sebuah karya dari Kesultanan Buton yang membincangkan tentang ilmu pengetahuan dalam bidang akhlak yang belum dik
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
47

Casmini, Casmini. "Konsep dan Etika Kebahagiaan Melalui Ekonomi Sufistik." WELFARE : Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial 11, no. 1 (2022): 36–48. http://dx.doi.org/10.14421/welfare.2022.111-03.

Full text
Abstract:
This article aims to describe the thinking about economic practices that are not dichotomous with religion to get happiness. The offer of Sufistic spirituality becomes a bridge that connects economic activity with servitude to Allah SWT. This research is a literary study with primary sources of positive psychology literature, Sufistic economics and happiness, and secondary sources in the form of complementary sources, namely data about which supports a person can be happy such as economics and Sufism practices. Data analysis was carried out with stages of identification data collection, clarif
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
48

Tsani, Ahmad Firdaus, and Encung Encung. "Konsep manusia sempurna Mulla sadra dan fridriech william Nietzche." El-Waroqoh : Jurnal Ushuluddin dan Filsafat 7, no. 2 (2023): 301. http://dx.doi.org/10.28944/el-waroqoh.v7i2.1587.

Full text
Abstract:
ABSTRAKGagasan manusia sempurna sudah menjadi sebuah perdebatan di awal perkembangan zaman dalam hal ini ketika dalam sebuah zaman yang penuh dengan tatanan dan bentuk perbedaan pemikiran islampun mulai memasuki ranah dan sejak saat itulah, orang orang di dalam nya terbelah menjadi beberapa bagian, dimulai dari pemahaman manusia sempurna sebagai sosok mandiri tanpa ada orang lain yang membantu, selanjutnya manusia sempurna sebagai sosok yang mempunyai kedudukan di atas ketika mampu mencapai proses pembersihan yang berkaitan dengan pemahan yang di gaungkan oleh pemikiran kaum sufisme. Dan pada
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
49

Febriani, Sari, and Ahmad Suaedi. "Kerangka Pemikiran Intelektual Islam Sultan Mahmud Badaruddin II di Kesultanan Palembang Darussalam (1803–1821)." International Journal of Pegon : Islam Nusantara civilization 14, no. 01 (2025): 35–86. https://doi.org/10.51925/inc.v14i01.128.

Full text
Abstract:
Penelitian ini membahas kerangka pemikiran intelektual Islam Sultan Mahmud Badaruddin II (1803–1821) di Kesultanan Palembang Darussalam, sebuah kerajaan Islam yang berkembang pesat di wilayah Sumatera Selatan. Fokus kajian ini adalah eksplorasi gagasan, kebijakan, dan kontribusi Sultan Mahmud Badaruddin II dalam mengintegrasikan nilai-nilai Islam kedalam pendidikan, hukum syariah, dan jaringan ulama di kesultanan Palembang Melalui pendekatan historis dan analisis tekstual, studi ini mengungkap bagaimana Sultan Mahmud Badaruddin II terinspirasi oleh tradisi intelektual Islam, baik lokal maupun
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
50

M. Marki, Jamaluddin. "KAJIAN LINGUISTIK DALAM AL-QUR’AN DAN TASAWUF (Perkembangan Ajarannya di Indonesia)." Metalanguage: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia 1, no. 01 Maret (2021). http://dx.doi.org/10.56707/jmela.v1i01/2021/03.16.

Full text
Abstract:
Tasawuf (sufisme) adalah suatu falsafah hidup yang tujuan utamanya adalah meningkatkan derajat kesempurnaan jiwa manusia dari sisi moralitas. Tujuan tersebut bisa diraih dengan penyucian jiwa; dengan melakukan amalan-amalan tertentu (ibadah) hingga mencapai kondisi fanā’ sebagai metode memperoleh pengetahuan tentang hakikat tertinggi (Allah).
 Dalam perkembangannya, tasawuf dibagi ke dalam dua bagian, tasawuf teoritis dan tasawuf praktis. Setiap tipologi tersebut memiliki ajaran masing-masing yang mengarah pada penyucian hati untuk sampai kepada yang Haqq. Ajaran-ajaran yang dipraktikkan
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
We offer discounts on all premium plans for authors whose works are included in thematic literature selections. Contact us to get a unique promo code!