To see the other types of publications on this topic, follow the link: Bioindikator.

Journal articles on the topic 'Bioindikator'

Create a spot-on reference in APA, MLA, Chicago, Harvard, and other styles

Select a source type:

Consult the top 50 journal articles for your research on the topic 'Bioindikator.'

Next to every source in the list of references, there is an 'Add to bibliography' button. Press on it, and we will generate automatically the bibliographic reference to the chosen work in the citation style you need: APA, MLA, Harvard, Chicago, Vancouver, etc.

You can also download the full text of the academic publication as pdf and read online its abstract whenever available in the metadata.

Browse journal articles on a wide variety of disciplines and organise your bibliography correctly.

1

Radermacher, Ludwig, and Heinrich Rudolph. "Grünkohl als Bioindikator." Umweltwissenschaften und Schadstoff-Forschung 6, no. 6 (1994): 384–86. http://dx.doi.org/10.1007/bf02937727.

Full text
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
2

Ueckermann, E. "Leitthema: Wild als Bioindikator." Zeitschrift für Jagdwissenschaft 32, no. 4 (1986): 263–66. http://dx.doi.org/10.1007/bf02241853.

Full text
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
3

Forster, Eva-Maria, Michael Matthies, and Rainer Brüggemann. "Optimierung eines Bioindikator-Meßnetzes." Umweltwissenschaften und Schadstoff-Forschung 5, no. 5 (1993): 286–94. http://dx.doi.org/10.1007/bf02937967.

Full text
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
4

Roziaty, Efri. "REVIEW : KAJIAN LICHEN : MORFOLOGI, HABITAT DAN BIOINDIKATOR KUALITAS UDARA AMBIEN AKIBAT POLUSI KENDARAAN BERMOTOR." Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi 2, no. 1 (2016): 54. http://dx.doi.org/10.23917/bioeksperimen.v2i1.1632.

Full text
Abstract:
artikel ini akan mengeksplorasi masalah lichen terkait dengan fungsinya sebagai bioindikator. Beberapa kriteria dikemukakan untuk bisa mengarahkan bahwa lichen memang layak untuk dijadikan bioindikator lingkungan khususnya mengenai kualitas udara. Polusi udara dapat mempengaruhi kondisi tumbuhan termasuk lichen secara fisiologis. Beberapa jenis lumut kerak dilaporkan dapat menjadi bioindikator yang peka terhadap pencemaran udara. Tulisan ini bertujuan untuk mengulas tentang lichen dari sisi morfologi, anatomi dan habitat serta keterkaitan lichen dengan polusi udara khususnya polusi yang diseba
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
5

Sholihah, Ghina Aghniatus. "ANALISIS FOSIL FORAMINIFERA PADA SEDIMEN LAUT DI SELAT MAKASSAR SEBAGAI BIOINDIKATOR PALEO-TEMPERATUR PERMUKAAN AIR LAUT." Jurnal Kelautan Nasional 12, no. 2 (2017): 83. http://dx.doi.org/10.15578/jkn.v12i3.6373.

Full text
Abstract:
Perubahan kondisi suhu permukaan air laut berlangsung dari masa lampau hingga saat ini. Informasi tentang perubahan tersebut dapat diperoleh dari fosil foraminifera yang terendapkan dalam sedimen laut. Struktur tubuh foraminifera yang sederhana, sebarannya yang luas serta kemampuannya yang tinggi dalam merespon perubahan lingkungan menjadikan foraminifera berpotensi sebagai bioindikator paleotemperatur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis foraminifera sebagai bioindikator paleotemperatur. Pengambilan sampel fosil foraminifera pada sedimen laut di Selat Mak
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
6

Pribadi, Teguh. "Bagaimana Rayap dapat Digunakan sebagai Bioindikator." Anterior Jurnal 14, no. 1 (2014): 20–28. http://dx.doi.org/10.33084/anterior.v14i1.219.

Full text
Abstract:
Ecosystem alterations not only affect habitat conditions but also have an impact on biotic components. The presence of organisms provides a response of habitat alteration can be used as indication organism. Indication organisms or bioindicator are key components in ecosystem management. This paper aims to evaluate and review the role of termites as bioindicator. Bioindicator defined as organisms or group of organism reflect and inform the ecosystem circumstance; environmental, ecological and biodiversity status as well as. Main criteria of bioindicator are as follow: taxonomical and biological
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
7

Fatmalia, Enida. "ANALISIS CACING SUTERA (Tubifex tubifex) SEBAGAI BIOINDIKATOR PENCEMARAN AIR SUNGAI GORONG LOMBOK TENGAH." Jurnal Pijar Mipa 13, no. 2 (2018): 132. http://dx.doi.org/10.29303/jpm.v13i2.544.

Full text
Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan dan distribusi cacing Tubifex tubifex di sungai gorong desa Pengadang Lombok Tengah. Subyek penelitian ini adalah cacing Tubifex tubifex. Jenis penelitin yang dilakukan adalah penelitian deskriptif eksploratif. Adapun fokus kajian penelitian ini adalah (1) keberadaan dan distribusi cacing Tubifex tubifex di sungai gorong desa Pengadang yang dapat dijadikan sebagai bioindikator pencemaran lingkungan, (2) status pencemaran sungai gorong desa Pengadang berdasarkan bioindikator cacing Tubifex tubifex. Teknik pengambilan sampel mengginakan bebera
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
8

Afrilia, Dita, Yusrianti Yusrianti, Abdul Hakim, and Amrullah Amrullah. "STRUKTUR KOMUNITAS MAKROINVERTEBRATA SEBAGAI BIOINDIKATOR UNTUK MENENTUKAN STATUS KUALITAS AIR DI SUNGAI CANDIPARI, SIDOARJO." JURNAL ENVIROTEK 14, no. 1 (2022): 26–32. http://dx.doi.org/10.33005/envirotek.v14i1.175.

Full text
Abstract:
Sungai merupakan ekosistem yang berperan penting dalam kehidupan makhluk hidup yang berada di sekitarnya. Sungai tidak seimbang apabila adanya gangguan seperti aktivitas yang ada di sekitarnya. Sungai Candipari merupakan salah satu sungai sungai tercemar yang dipengaruhi dengan adanya aktivitas di sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas air sungai dengan menggunakan struktur komunitas makroinvertebrata (indeks keanekaragaman, indeks dominansi, dan BMWP-ASPT). Penelitian ini menggunakan metode biomonitoring dengan bioindikator makroinvertebrata, teknik pengambilan dengan
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
9

Sugianti, Yayuk. "EVALUASI KESUBURAN EKOSISTEM PADANG LAMUN DENGAN MENGGUNAKAN BIOINDIKATOR FITOPLANKTON DI PULAU KARIMUNJAWA, JAWA TENGAH." Jurnal Teknologi Lingkungan 16, no. 1 (2016): 9. http://dx.doi.org/10.29122/jtl.v16i1.1606.

Full text
Abstract:
Ekosistem padang lamun mempunyai fungsi yang sangat penting sebagai stabilitas dan penahan sedimen, mengembangkan sedimentasi, mengurangi dan memperlambat pergerakan gelombang, sebagai daerah feeding, nursery, dan spawning ground. Namun pemanfaatannya ternyata telah menimbulkan permasalahan pencemaran dan mengakibatkan kerusakan. Untuk mengantisipasi permasalahan tersebut digunakanlah fitoplankton sebagai bioindikator, karena beberapa organisme fitoplankton bersifat toleran dan mempunyai respon yang berbeda terhadap perubahan kualitas perairan. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan ting
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
10

Dayana, Mustika Elmi, Abdul Rahman Singkam, and Dewi Jumiarni. "Keanekaragaman Mikroalga sebagai Bioindikator di Perairan Sungai." BIOEDUSAINS:Jurnal Pendidikan Biologi dan Sains 5, no. 1 (2022): 77–84. http://dx.doi.org/10.31539/bioedusains.v5i1.3531.

Full text
Abstract:
This study aims to determine the diversity of microalgae and their relationship with water quality in the Air Lais River. The method used is a survey method. The results showed that there were 28 species of microalgae consisting of 7 divisions. The abundance of microalgae at the upstream station was 52 ind/ml, the middle station was 50 ind/ml and the downstream station was 115 ind/ml. The microalgae diversity index at each station was 2.2; 2.2; and 2.59, with a moderate level of diversity criteria. The microalgae dominance index was in the low dominance criteria, with the value of each station
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
11

Winter, Susanne, Olaf Wappelhorst, and Bernd Markert. "Löwenzahn Taraxacum officinale Web. als (städtischer) Bioindikator." Umweltwissenschaften und Schadstoff-Forschung 12, no. 6 (2000): 311–21. http://dx.doi.org/10.1065/uwsf2000.11.031.

Full text
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
12

Nurfadlillah, Adam satrio, and Herlina Fitrihidajati. "Biodiversitas dan Kadar Logam Berat Pb Tumbuhan Aquatik Terapung di Sungai Brantas Mojokerto Sebagai Bioindikator Pencemaran Timbal." LenteraBio : Berkala Ilmiah Biologi 11, no. 1 (2021): 63–70. http://dx.doi.org/10.26740/lenterabio.v11n1.p63-70.

Full text
Abstract:
Bioindikator logam berat Pb pada perairan dapat diketahui dari tumbuhan aquatic terapung. Tujuan penelitian ini untuk mengeksplorasi tumbuhan aquatic terapung yang dapat berfungsi sebagai bioindikator Pb. Jenis penelitian yang digunakan observasional in situ. Data diambil secara purposif di tiga stasiun dan masing-masing berjarak 600m. Parameter penelitian yang di ukur meliputi diversitas dan densitas tumbuhan akuatik terapung, kadar Pb pada tumbuhan akuatik dan air sungai, serta faktor fisik dan kimia perairan (suhu, pH, kadar oksigen terlarut dan BOD). Identifikasi tumbuhan akuatik terapung
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
13

Trianto, Manap, Nuraini Nuraini, Sukmawati Sukmawati, and Moh Dahri Kisman. "Keanekaragaman Genus Serangga Air sebagai Bioindikator Kualitas Perairan." Justek : Jurnal Sains dan Teknologi 3, no. 2 (2020): 61. http://dx.doi.org/10.31764/justek.v3i2.3562.

Full text
Abstract:
Abstract: Aquatic insects are groups of insects that most of their life in the water body. Aquatic insects are part of macrozoobenthos. Aquatic insects are very important roles in the ecological system due to various reasons. Insects are bio-indicators of water in water bodies such as rivers. The aims of the study were to determine the diversity and the potential roles of aquatic insects in the Kali Batu Anyar ecosystem. The research method used purposive random sampling method. The sampling of the data was conducted by Surber nets. The samples obtained were identified and analyzed using the S
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
14

Purwanto, Purwanto, Suriani Br Surbakti, and Rosye H. R. Tanjung. "Studi Kualitas Perairan Danau Sentani Menggunakan Bioindikator Makrobentos." JURNAL BIOLOGI PAPUA 5, no. 2 (2018): 53–59. http://dx.doi.org/10.31957/jbp.524.

Full text
Abstract:
Study on the water quality of Sentani Lake has been carried out during October–November 2012 at 3 stations of observation. Observation and retrieval of macrobenthos have been done by using combination between line transect method and square plot. While for physical and chemical characteristics of water is measured in site and at laboratory. Index of variance Shannon-Wiener, Evenness and Density as well as Pollution Index were used to analyse the physical and chemical characteristics of water. Result of this study showed that Telaga Maya area (station 3) has the highest variation of macrobentho
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
15

Ananingtyas, Yesie Rahayu, I. Gede Hendrawan, and Yulianto Suteja. "Diatom Epipelik sebagai Bioindikator Pencemaran di Estuari Suwung." Journal of Marine and Aquatic Sciences 4, no. 1 (2017): 120. http://dx.doi.org/10.24843/jmas.2018.v4.i01.120-128.

Full text
Abstract:
Epiphelic diatoms are the living diatoms adhere to the bottom substrate of the waters. Epiphelic diatoms ware used as bioindicators because sensivity of enviromental change, widely distributed, and ware not affected by currents. Epiphelic diatom research as a bioindicator of pollution in the Suwung estuary was conducted in December 2016 and January 2017. The sampling of epiphelic diatom using the method of "Lens tissue trapping method". The results of research in December 2016 found 34 species of epiphelic diatoms, while in January 2017 found 24 species of epiphelic diatom. Species that are of
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
16

Anggraini, Rika, Syahrial Syahrial, Ita Karlina, Wandesi Mariati, Dandi Saleky, and Yusyam Leni. "Gastropoda test family of Neritidae as bioindicator to health status of mangrove forest Pulau Tunda Serang Banten, Indonesia." Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal 8, no. 1 (2021): 49. http://dx.doi.org/10.29103/aa.v8i1.3829.

Full text
Abstract:
Uji gastropoda famili Neritidae terhadap habitatnya di ekosistem mangrove dilakukan di dua stasiun pengamatan di Pulau Tunda Serang Banten pada Januari 2014. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis gastropoda famili Neritidae terhadap kesehatan hutan mangrove Pulau Tunda Serang Banten. . Pengumpulan data kondisi gastropoda famili Neritidae dilakukan dengan menggunakan plot berukuran 1 x 1 m dan dipasang pada plot transek vegetasi mangrove berukuran 10 x 10 m, dimana transek garis dan plot vegetasi mangrove ditarik dari titik acuan (tegakan mangrove bagian luar) dan tegak lurus
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
17

Iseu Laelasari. "Morfologi Tipe Talus Lichen sebagai Bioindikator Pencemaran Udara di Kudus." BIOMA: Jurnal Biologi dan Pembelajarannya 3, no. 1 (2021): 36–42. http://dx.doi.org/10.31605/bioma.v3i1.850.

Full text
Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui morfologi tipe talus lichen sebagai bioindikator pencemaran udara di kota Kudus. Metode yang digunakan adalah deskriptif eksploratif dengan teknik survei. Pengambilan sampel dilakukan di sepanjang Jalan Conge-Ngembal Rejo dan Jalan Tumpang Krasak Jati yang sama-sama memiliki suhu udara yang sama dan tingkat kelembaban udara yang sama yaitu suhu udara 30° dan tingkat kelembapan udara 73%. Hasil dari penelitian ini adalah ditemukan jenis lichen yang termasuk dalam family Parmeliaceae yaitu Parmeliopsis sp dengan ciri-ciri yaitu memiliki korteks atas dan
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
18

Roziaty, Efri, Santhyami Santhyami, Annur Indra Kusumadhani, and Muhammad Iqbal Bayu Asy’ari. "Keanekaragaman Lichen Sebagai Bioindikator Kualitas Udara Di Kawasan Kota Surakarta, Jawa Tengah." Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi 7, no. 2 (2021): 66–73. http://dx.doi.org/10.23917/bioeksperimen.v7i2.16523.

Full text
Abstract:
Lichen dapat berfungsi sebagai bioindikator pencemaran udara di suatu daerah karena sifatnya yang sensitif terhadap polusi. Lichen mampu bertahan hidup di lingkungan yang ekstrim. Sensitivitas lichen terhadap pencemaran udara dapat dilihat melalui perubahan keanekaragamannya. Lichen dibedakan menjadi 4 kelompok berdasarkan bentuk thalusnya yaitu Crustose, Foliose, dan Fruticose. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji keanekaragaman lichen sebagai bioindikator kualitas udara di Kawasan Kota Surakarta. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari hingga Agustus 2021 menggunakan metode k
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
19

Sazali, Munawir. "Identifikasi Fauna Tanah Pada Areal Pascapenambangan Tanah Urugan sebagai Reklamasi Lahan Pertanian di Desa Lendang Nangka Provinsi Nusa Tenggara Barat." Biota 8, no. 2 (2015): 117–28. http://dx.doi.org/10.20414/jb.v8i2.64.

Full text
Abstract:
Keberadaan mesofauna dan makrofauna tanah bisa dijadikan sebagai bioindikator kesuburan tanah. Keanekaragaman fauna tanah sangat ditentukan oleh sumber nutrisi berupa biomassa yang tersedia untuk keberlangsungan hidup. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi keanekaragaman spesies dari makrofauna dan mesofauna tanah serta hubungannya dengan faktor lingkungan (environment faktors) pasca penambangan tanah urugan di Desa Lendang Nangka. Manfaat penelitian ini untuk menyediakan informasi dan merekomendasikan langkah monitoring keberadaan mesofauna dan makrofauna tanah sebagai bioindikato
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
20

Satiyarti, Rina Budi, Suci Wulan Pawhestri, Merliyana Merliyana, and Nurhaida Widiani. "Penentuan Tingkat Pencemaran Sungai Berdasarkan Komposisi Makrobentos Sebagai Bioindikator." al-Kimiya 5, no. 2 (2019): 57–61. http://dx.doi.org/10.15575/ak.v5i2.3690.

Full text
Abstract:
Hadirnya industri dan kenaikan jumlah penduduk di sekitar sungai Way Belau di Kota Bandar Lampung menyebabkan pencemaran di aliran sungai. Aktivitas manusia di sepanjang aliran sungai membuat warna air pada kawasan hilir menjadi kuning pekat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pencemaran air sungai Way Belau Teluk Betung menggunakan parameter biologi, fisika, dan kimia. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Line Transek pada 3 titik lokasi penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa komposisi makrobentos yang didapat yaitu 6 famili, diantaranya 4 famili dari kelas Ga
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
21

Purbonegoro, Triyoni. "POTENSI BIVALVIA SEBAGAI BIOINDIKATOR PENCEMARAN LOGAM DI WILAYAH PESISIR." OSEANA 43, no. 3 (2018): 61–71. http://dx.doi.org/10.14203/oseana.2018.vol.43no.3.68.

Full text
Abstract:
POTENTIAL OF BIVALVE AS BIOINDICATOR OF METAL POLLUTION IN THE COASTAL AREA. Bioaccumulation database using various species of marine bivalves is useful to determine which species are suitable as bioindicators in pollution monitoring. In general, metal bioaccumulation in bivalve varies in every location and influenced by the biokinetics of each species depending on the environmental condition. Increasing accumulation of one metal will enhance the accumulation of other metal in bivalve tissue. This needs to be taken into account in interpreting metal concentrations in bivalve. Oysters and musse
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
22

Sukar, Sukar, and Suharjo Suharjo. "Bioindikator Cemaran Timbal pada Rambut Masyarakat sekitar Kilang Minyak." Kesmas: National Public Health Journal 9, no. 3 (2015): 229. http://dx.doi.org/10.21109/kesmas.v9i3.569.

Full text
Abstract:
Timbal atau Plumbum (Pb) bersifat toksik, karsinogenik, bioakumulator dan biomagnifikasi. Bioakumulasi Timbal dari media lingkungan dapat terjadi pada kuku, hati, dan rambut. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor risiko kejadian bioindikator timbal rambut masyarakat di kawasan industri minyak. Penelitian dilakukan pada tahun 2012 di Kota Dumai, Provinsi Riau. Rancangan penelitian khusus pencemaran lingkungan 2012 adalah type- 1 health study, yang disarankan US Agency for Toxic Substances and Drugs Registry (ATSDR). Analisis statistik bivariat dengan uji kai kuadrat. Populasi penelitian ada
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
23

Jungelen, H. "Beitrag zur Frage der Verwendbarkeit des Rehgehörnes als Bioindikator." Zeitschrift für Jagdwissenschaft 34, no. 3 (1988): 182–91. http://dx.doi.org/10.1007/bf02242426.

Full text
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
24

Husnia, Fiki, Saifullah Hidayat, and Siti Mukhlishoh Setyawati. "Biodiversitas Capung Subordo Zygoptera Sebagai Bioindikator Kualitas Air Di Aliran Sungai Kawasan Muria Desa Colo Kabupaten Kudus Jawa Tengah." Journal Of Biology Education 2, no. 2 (2019): 128. http://dx.doi.org/10.21043/jbe.v2i2.6144.

Full text
Abstract:
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil perhitungan indeks biodiversitas serta nilai FBI (<em>Family Biotic Index</em>) dan menganalisis data keanekaragaman jenis capung subordo Zygoptera sebagai bioindikator kualitas air di aliran sungai kawasan Muria. Jenis penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian dilakukan tanggal 15-25 Agustus 2018 dan tanggal 5-7 Januari 2019 di tiga stasiun yaitu Sungai Kembang, ±200 mdpl, Air Terjun Montel, ±600 mdpl, dan Sungai Roti, ±800 mdpl. Seluruh data capung diambil dengan menggunakan metode jelajah (&
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
25

Juliantara, I. K. Putra, and I. Gusti Putu Agus Ferry Sutrisna Putri. "LETHAL CONCENTRATION ANGGANG-ANGGANG (Gerris marginatus) TERHADAP DETERGEN DAN PEWARNA KAIN SINTETIS." Jurnal Ilmiah Medicamento 3, no. 1 (2017): 48–52. http://dx.doi.org/10.36733/medicamento.v3i1.1052.

Full text
Abstract:
Anggang-anggang (Gerris marginatus) merupakan salah satu serangga air yang dapat digunakan sebagai bioindikator perairan. Namun sampai saat ini, penelitian yang dilakukan dengan memanfaatkan anggang-anggang sebagai bioindikator terhadap pencemaran di perairan tawar yang disebabkan oleh polutan dari detergen dan pewarna kain sintetis belum pernah dilakukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi detergen dan pewarna kain sintetis yang dapat mematikan anggang-anggang (Gerris marginatus) berdasarkan prinsip LC50-24 jam. Penelitian ini terdiri dari dua faktor, yaitu deterge
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
26

Suaskara, Ida Bagus, and Martin Joni. "KEANEKARAGAMAN JENIS CAPUNG DAN PEMANFAATAN NIMFANYA SEBAGAI NILAI TAMBAH PENDAPATAN DI BENDUNGAN LATU ABIANSEMAL." SIMBIOSIS 8, no. 1 (2020): 28. http://dx.doi.org/10.24843/jsimbiosis.2020.v08.i01.p04.

Full text
Abstract:
Capung merupakan serangga yang berperan penting dalam keseimbangan ekosistem, berperan sebagai bioindikator dan predator. Sebagian besar fase hidupnya berada di air dalam bentuk larva. Beberapa jenis capung menempati tipe habitat perairan yang spesifik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman jenis capung dan pemanfaatan nimfanya sebagai nilai tambah pendapatan di persawahan Bendungan Latu Abiansemal . Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan cara koleksi langsung menggunakan jaring serangga (insect net) untuk diidentifikasi. Hasil penelitian menunjukka
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
27

Putra, Raden Aditiyarma, Winny Retna Melani, and Ani Suryanti. "Makrozoobentos sebagai Bioindikator Kualitas Perairan di Senggarang Besar Kota Tanjungpinang." Jurnal Akuatiklestari 4, no. 1 (2020): 20–27. http://dx.doi.org/10.31629/akuatiklestari.v4i1.2486.

Full text
Abstract:
Makrozoobentos merupakan organisme yang peka terhadap perubahan lingkungan sehingga sangat baik digunakan sebagai indikator biologis suatu perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis makrozoobentos, tingkat keanekaragaman, keseragaman, dominansi makrozoobentos dan kualitas perairan Senggarang Besar berdasarkan keberadaan makrozoobentos (menggunakan Family Biotic Index). Penelitian menggunakan metode survei. Penentuan stasiun menggunakan metode purposive sampling. Pengambilan sampel makrozoobentos menggunakan line transect dengan transek kuadrat dan core sampler. Makrozoobentos ya
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
28

Dharmawibawa, Iwan Doddy. "STRUKTUR KOMUNITAS ANNELIDA SEBAGAI BIOINDIKATOR PENCEMARAN SUNGAI ANCAR KOTA MATARAM." Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi 7, no. 1 (2019): 42. http://dx.doi.org/10.33394/bjib.v7i1.2384.

Full text
Abstract:
Ancar River is a river that is used by many residents for various activities, such as agricultural activities, fisheries, and planting water spinach. In addition to these activities, the Ancar River is also used as a place for domestic waste disposal and disposal of the tofu waste industry so that it can have a negative impact on water resources, including causing a decrease in water quality. The Annelida response to environmental changes can be used to see the effect of various activities, such as the impact of industrial activities, agriculture, and land use. This study aims to assess the co
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
29

Amin, Abrori, and Tarzan Purnomo. "Biomonitoring Kualitas Perairan Pesisir Pantai Lembung, Pamekasan Menggunakan Bioindikator Fitoplankton." LenteraBio : Berkala Ilmiah Biologi 10, no. 1 (2021): 106–14. http://dx.doi.org/10.26740/lenterabio.v10n1.p106-114.

Full text
Abstract:
Pesisir adalah transisi antara daratan dan lautan yang membentuk ekosistem yang beragam dan produktif. Perairan pesisir memiliki fungsi yang penting karena menjadi habitat beragam organisme, sekaligus rentan mengalami degradasi akibat masuknya polutan dari daratan. Kualitas perairan pesisir dapat diketahui dengan biomonitoring menggunakan fitoplankton. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas perairan pesisir pantai Lembung, Pamekasan Madura berdasarkan indeks-indeks biologis fitoplankton, fisik-kimia perairan, dan hubungan antar keduanya. Penelitian di lakukan di pantai Lembung, Pam
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
30

Sukmawati, Sukmawati, Maarifah Dahlan, and Rat Dela. "ANALISA PENCEMARAN SUNGAI MANDAR DENGAN BIOINDIKATOR MAKROINVERTEBRATA MELALUI METODE BIOTILIK." Bina Generasi : Jurnal Kesehatan 12, no. 2 (2021): 48–52. http://dx.doi.org/10.35907/bgjk.v12i2.165.

Full text
Abstract:
Monitoring dan evaluasi terhadap kualitas air sangat diperlukan untuk mengetahui kualitas air serta dampak yang ditimbulkan dari berbagai aktivitas yang telah dilakukan. Penurunan kualitas air ditandai dengan perubahan kualitas air dan perubahan konisi habitat sungai, hal ini terjadi di sungai mandar yang diakibatkan aktifitas penduduk seperti membuang limbah ke sungai. Kualitas air dapat ditentukan dengan metode biotilik. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan menganalisa keberadaan makroinvertebrata menggunakan metode biotilik di desa Palece Sungai Mandar sebagai indikator pencemaran sung
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
31

Mahardikha, Emanuel Nugroho Damar. "ANALISA KUALITAS AIR SUNGAI DENGAN BIOINDIKATOR MAKROINVERTEBRATA DI SUNGAI GALENGDOWO." JURNAL ENVIROTEK 12, no. 1 (2020): 68–71. http://dx.doi.org/10.33005/envirotek.v12i1.25.

Full text
Abstract:
Terjadinya suatu penurunan kualitas air di tandai dengan perubahan kualitas air dan pruahan kondisi habitat sungai tersebut. Hal ini terjadi di sungai galengdowo dimana terdapatperubahan kondisi habitat dan kualitas sungai, hal tersebut diakibatkan karena penduduk sekitar membuang limbah cair dari kegiataan peternakan sapi langsung ke sungai tersebut. Untuk menyelidiki secara ilmiah peneliti melakukan penyelidikan tentang kualitas sungai dengan menganalisa keberadaan dan jumlah makroinvertebrata di sungai tersebut menggunakan metode EPT. Penyelidikan dilakukan sebanyak 3 titik, titik pertama b
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
32

Weliyadi, Encik, Imra Imra, Husein Husei, and Bara Anugrah. "KAJIAN KUALITAS AIR SUNGAI KARANG ANYAR PANTAI BERDASARKAN BIOINDIKATOR MAKROOBENTHOS." JURNAL PERIKANAN TROPIS 7, no. 2 (2020): 223. http://dx.doi.org/10.35308/jpt.v7i2.2391.

Full text
Abstract:
Macrozoobenthos are organism that can be used as bioindicators of water quality because of their population changes influenced by environmental factors. The research was conducted in the coastal flow area of Karang Anyar Pantai Tarakan City, because this area is suspected to be a source of pollutants with varying environment conditions. The purpose of research is to know the physical chemistry of the water-chemical physics area from Karang Anyar Pantai with the index diversity (H ) of macrozoobenthos as bioindicators. The Sampling methods was purposive sampling. Calculation of diversity index
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
33

Achmad Tan Tilar Wangsajati Sukmaring Kalih, Lalu, I. Gede Nano Septian, and Denianto Yoga Sativa. "Makroinvertebrata sebagai Bioindikator Kualitas Perairan Waduk Batujai di Lombok Tengah." Biotropika - Journal of Tropical Biology 6, no. 3 (2018): 103–7. http://dx.doi.org/10.21776/ub.biotropika.2018.006.03.05.

Full text
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
34

Erlangga, Putra Fajar, Febri Juita Anggraini, and Zuli Rodhiyah. "Pengaruh Jarak Emisi Terhadap Keanekaragaman Lichen Sebagai Bioindikator Kualitas Udara." Jurnal Engineering 4, no. 2 (2022): 55–64. http://dx.doi.org/10.22437/jurnalengineering.v4i2.20851.

Full text
Abstract:
Salah satu organisme yang dapat digunakan sebagai bioindikator pencemaran udara yaitu tumbuhan lichen. Penelitian ini berlokasi di Hutan Gerbang Universitas Jambi, Taman Rajo Mudo Kota Jambi dan Hutan Pinus Pall 10 Kota Jambi. Penelitian bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman serta pengaruh jarak emisi terhadap keanekaragaman lichen sebagai bioindikator kualitas udara. Populasi penelitian adalah pohon yang masuk dalam petak kuadrat, yaitu 10m x 10m setinggi 100cm dari permukaan tanah. Sampel dalam penelitian adalah lichen yang ada pada pohon diambil koloni lichen dengan membuat 3 plot beruk
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
35

Ramadhani, Rina Wahyu, Nadia Salsabila, and Kistantia Elok Mumpuni. "LICHEN SEBAGAI BIOINDIKATOR KUALITAS UDARA DI KECAMATAN JEBRES KOTA SURAKARTA." Jurnal Ilmu Lingkungan 16, no. 2 (2022): 207. http://dx.doi.org/10.31258/jil.16.2.p.207-221.

Full text
Abstract:
Surakarta is a city with polluted air due to transportation activities. Utilization of bioindicators could be one of efforts to monitor air pollution. Lichen is one of the air quality bioindicators that can be observed based on its morphological characteristics. This study aimed to determine air quality using lichen bioindicators at two stations in the Jebres sub-district, namely on UNS street and Juanda street. These two locations have different environmental characteristics and traffic density. This study is a descriptive exploratory research using purposive sampling method. The collected da
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
36

Kawuri, Lintang. "KONDISI PERAIRAN BERDASARKAN BIOINDIKATOR MAKROBENTOS DI SUNGAI SEKETAK TEMBALANG KOTA SEMARANG." Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) 1, no. 1 (2012): 1–5. http://dx.doi.org/10.14710/marj.v1i1.200.

Full text
Abstract:
Sungai Seketak merupakan sungai yang bagian hulunya berada di wilayah Tembalang yaitu daerah yang sebelumnya berupa daerah terbuka untuk resapan air tetapi kini berubah fungsi menjadi daerah kampus dan permukiman. Perubahan fungsi tersebut diikuti peningkatan kebutuhan masyarakat akan sarana dan prasarana, salah satunya adalah kebutuhan air. Untuk itu, rencana pembuatan waduk Diponegoro dengan membendung Sungai Seketak dianggap sebagai salah satu upaya konservasi air dan pengendalian daya rusak air. Kelompok makrobentos merupakan kelompok hewan yang relatif menetap di dasar perairan dan sering
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
37

Novasaraseta, Nadea, Zaenal Abidin, and Edi Junaedi. "KEANEKARAGAMAN PHYTOPLANKTON DI SITU BALONG KAMBANG DESA PASAWAHAN KECAMATAN PASAWAHAN KABUPATEN KUNINGAN." Quagga : Jurnal Pendidikan dan Biologi 10, no. 01 (2018): 33. http://dx.doi.org/10.25134/quagga.v10i01.806.

Full text
Abstract:
Phytoplankton dapat digunakan sebagai bioindikator kualitas air. Penelitian tentang Keanekaragaman phytoplankton di Situ Balong Kambang Desa Pasawahan Kecamatan Pasawahan Kabupaten Kuningan bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman phytoplankton sebagai bioindikator kualitas air. Penentuan stasiun pengambilan sampel phytoplankton menggunakan metode sampling sistematis dan penghitungan populasi ikan dewa dengan menggunakan metode kuadran.� Peneliti menetapkan 5 stasiun. Parameter fisika-kimia yang di ukur adalah kecepatan arus, intensitas cahaya, suhu, DO, BOD, dan pH. Data yang diperoleh kemud
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
38

Ulumudin, Mochamad Masum, and Tarzan Purnomo. "Analisis Kandungan Logam Berat Timbal (Pb) pada Tumbuhan Papirus (Cyperus papyrus L.) di Sungai Wangi Pasuruan." LenteraBio : Berkala Ilmiah Biologi 11, no. 2 (2022): 273–83. http://dx.doi.org/10.26740/lenterabio.v11n2.p273-283.

Full text
Abstract:
Papirus (Cyperus papyrus L.) merupakan salah satu tumbuhan akuatik yang dominan ditemukan di Sungai Wangi Pasuruan. Peningkatan aktivitas manusia dan industri di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) sungai Wangi telah memicu terjadinya pencemaran, diantaranya adalah timbal (Pb). Tumbuhan Papirus yang terpapar logam Pb akan meresponnya secara fisiologis, terutama berpengaruh terhadap biomassanya, sehingga dapat dijadikan sebagai bioindikator. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kadar timbal dalam air sungai Wangi dan Cyperus papyrus L., serta hubungan antara kadar Pb dengan biomassa Cyper
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
39

Anggraini, Febri Juita, Ria Resti Oktapiani, Freddy Ilfan, and Zuli Rodhiyah. "Lichen Sebagai Bioindikator Pencemaran Udara Di Gerbang Kota (Gateway) Kota Jambi." Jurnal Daur Lingkungan 4, no. 1 (2021): 6. http://dx.doi.org/10.33087/daurling.v4i1.61.

Full text
Abstract:
The gateway of city is the point of entry and exit for traffic activities, the high traffic activity that occurs causes air pollution, thereby reducing air quality. The use of lichen as a bioindicator is considered more efficient than using other indicator tools or machines. Purpose of this study was to determine the level of air pollution at the gateway of Jambi city using lichen as a bioindicator and to determine the concentration of Pb metal content in lichen. The research method used is exploration with roaming methods. The location of the research was carried out at the West Gate of Simpa
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
40

Purwati, Sri Unon. "KARAKTERISTIK BIOINDIKATOR CISADANE : KAJIAN PEMANFAATAN MAKROBENTIK UNTUK MENILAI KUALITAS SUNGAI CISADANE." Jurnal Ecolab 9, no. 2 (2015): 47–59. http://dx.doi.org/10.20886/jklh.2015.9.2.47-59.

Full text
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
41

Gusprastomo, Niko, Wahyu Wardana, and Gigih Irfatongga. "MENGUKUR KEBERHASILAN REKLAMASI PASCATAMBANG MENGGUNAKAN BIOINDIKATOR DI PT. KALTIM PRIMA COAL." Indonesian Mining Professionals Journal 3, no. 2 (2022): 107–18. http://dx.doi.org/10.36986/impj.v3i2.48.

Full text
Abstract:
Studi ini, bertujuan untuk mengukur peran ekosistem reklamasi pascatambang PT Kaltim Prima Coal (PT KPC) sebagai ekosistem penyangga kehidupan. Keberhasilan reklamasi diukur berdasarkan acuan bioindikator kondisi ekologis area rona awal. Kondisi ekologis yang diamati, meliputi kehadiran mamalia dan burung, populasi bakteri penambat fosfat dan nitrogen dan tingkat keanekaragaman hayati. Pengamatan flora untuk area reklamasi, menggunakan petak ukur permanen (PUP) berukuran 20m x 20m. Sedangkan pada hutan alam, menggunakan PUP berukuran 20m x 100m, mewakili area rona awal Sangatta dan Bengalon, s
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
42

Ramadansur, Rahmat, and Marta Dinata. "KEMELIMPAHAN FITOPLANKTON SEBAGAI BIOINDIKATOR DAN STATUS TROFIK DI ALIRANSUNGAI SIAK PEKANBARU." Bio-Lectura 8, no. 1 (2021): 57–70. http://dx.doi.org/10.31849/bl.v8i1.6568.

Full text
Abstract:
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui (1) struktur komunitas fitoplankton di Aliran Sungai Siak Pekanbaru; (2) pengaruh faktor fisiko-kimia perairan terhadap kemelimpahan fitoplankton; (3) status trofik Sungai Siak Pekanbaru. Ditemukan 99 spesies fitoplankton di Sungai Siak dengan kemelimpahan 51.714 ind/l, dimana kemelimpahan berkurang dengan bertambahnya kedalaman. Struktur komuntas fitoplanktonterdiri dari 6 kelas, yaitu Chlorophyta pada kelas Chlorophyceae sebesar 53%, Euglenophycea pada kelas Euglenophyceae sebesar 6%, Rhodophyta pada kelas Florideophyceae, sebesar 6% Chrysophyta diwakil
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
43

Zulfikar, Andi, Mennofatria Boer, Luky Adrianto, and Reny Puspasari. "Kajian Hubungan Allometrik dan Biomassa Lamun Thalassia hemprichii sebagai Bioindikator Lingkungan." Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia 25, no. 3 (2020): 356–64. http://dx.doi.org/10.18343/jipi.25.3.356.

Full text
Abstract:
Seagrass has long been known to be very sensitive to environmental changes, especially caused by human activities (anthropogenic disturbance) and has been used as a bioindicator for environmental condition. This research aimed to study interaction of Thalassia hemprichii measured and derived variables (metrics), at two locations i.e., inhabited island (high anthropogenic location) and uninhabited island (low anthropogenic location). Confirmative approach was conducted using a developed conceptual model based on preliminary studies, the conceptual model was analyzed in multivariate context usin
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
44

Prasidya, Denaya Andrya, Rizka Novembrianto, Munawar Munawar, Muhammad Abdus Salam Jawwad, and Muslikha Nourma Rhomadhoni. "Bioindikator Plankton dan Benthos dalam Monitoring Kualitas Air Sungai PT. WXYZ." JURNAL ENVIROTEK 14, no. 2 (2022): 169–75. http://dx.doi.org/10.33005/envirotek.v14i2.233.

Full text
Abstract:
Pemantauan kualitas air sungai memberikan gambaran terhadap keanekaragaman Plankton dan benthos. Tujuan penelitian ini sebagai bahan evaluasi kualitas air badan air sungai disekitar PT. WXYZ. Terdapat tiga titik pengamatan yakni pada upstream, titik outfall air limbah dan downstream. Metode yang digunakan adalah purposive sampling. Hasil dari analisa yakni Jenis dan kelimpahan benthos pada lokasi sungai PT. WXYZ variasinya sangat rendah, yaitu 1 filum Annelida kelas Clitelata yang terdiri dari 1 spesies yaitu Tubifex sp. dengan kelimpahan 13 individu/mL. Indeks keanekaragaman (H’) benthos term
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
45

Mushthofa, Aqil, Siti Rudiyanti, and Max Rudolf Muskanonfola. "ANALISIS STRUKTUR KOMUNITAS MAKROZOOBENTHOS SEBAGAI BIOINDIKATOR KUALITAS PERAIRAN SUNGAI WEDUNG KABUPATEN DEMAK." Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) 3, no. 1 (2014): 81–88. http://dx.doi.org/10.14710/marj.v3i1.4289.

Full text
Abstract:
Potensi sumberdaya perikanan di perairan Sungai Wedung Kabupaten Demak sangat dipengaruhi oleh kondisi perairan yang berasal dari sungai yang semakin hari semakin tercemar. Banyaknya bahan pencemar dalam perairan dapat mempengaruhi organisme perairan, bahkan dapat membunuh spesies tertentu. Makrozoobenthos dalam perairan memiliki peranan yang sangat penting yaitu sebagai organisme yang berperan sebagai indikator biologi suatu perairan. Bahan organik yang terkandung dalam substrat dasar erat kaitannya dengan makrozoobenthos, karena bahan organik merupakan sumber nutrien bagi organisme air. Tuju
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
46

Abdul Syukur, Khairuddin, M. Yamin,. "Analisis Kandungnan Logam Berat pada Tumbuhan Mangrove." Jurnal Biologi Tropis 18, no. 1 (2018): 69. http://dx.doi.org/10.29303/jbt.v18i1.731.

Full text
Abstract:
AbstrakPencemaran air dapat berasal dari sampah, limbah cair serta bahan pencemar lain seperti dari pupuk, pestisida, penggunaan detergen sebagai bahan pembersih. Air laut dapat dengan mudah tercemari oleh berbagai logam berat seperti timbal (Pb), dan kadmium (Cd). Permasalahan dalam penelitian ini yaitu ” Berapakah kandungan logam berat (Pb dan Cd) pada tumbuhan bioindikator dari teluk Bima ? Tujuan dari penelitian ini yaitu ingin mengetahui kandungan logam berat Pb dan Cd pada tumbuhan bioindikator dari teluk Bima. Pengambilan sampel ditentukan berdasarkan pertimbangan topografi, yang dibagi
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
47

Meilin, Araz, and Nasamsir . "SERANGGA dan PERANANNYA DALAM BIDANG PERTANIAN dan KEHIDUPAN." Jurnal Media Pertanian 1, no. 1 (2016): 18. http://dx.doi.org/10.33087/jagro.v1i1.12.

Full text
Abstract:
AbstractThe insect is a group of living thing that have the largest number of species. This article was compiled by aiming literature method studies at informing the negative and positive roles of insects in a farming and life. Some insects have a positive or negative role in agriculture and life. The negative role of insects in agriculture and life as cultivation plant, as a disease vector on the plant, and it cause humand being stickness. The positive role of insect is as pollinators, as a decomposer, as predators or parasitoids, as environment bioindikator, as the producer of the useful mat
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
48

Yuliani, Rida, Witiyasti Imaningsih, and Tri Wira Yuwati. "Lichen as bioindicator of air quality at buffer zone of Banjarbaru town." Jurnal Galam 2, no. 1 (2021): 54–65. http://dx.doi.org/10.20886/glm.2021.2.1.54-65.

Full text
Abstract:
Air pollution is one of the main issues faced by urban areas. Therefore, morphological characteristic and colony coverage of lichen growing at different scale air-polluted area could become as a bioindicator of their air quality. This research aims to determine the condition of lichen in spots located at near and far from the main road (width ± 29 meter) in urban area at Banjarbaru town. This research used descriptive method with purposive sampling technique. Sample were obtained from 2 plots those were far and near the main road, each plot represented by samples from 5 different trees (densed
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
49

Nurhaeni, Nurhaeni, Fitri A. Bande, and Rismawaty Sikanna. "KAJIAN EKSTRAK ETANOL BUNGA BOGENVIL (Bougenvillea spectabillis Willd) SEBAGAI BIOINDIKATOR ASAM BASA." KOVALEN 3, no. 3 (2017): 277. http://dx.doi.org/10.22487/j24775398.2017.v3.i3.9336.

Full text
Abstract:
Studies of ethanol extract of bougainvillea flowers (Bougenvillea spectabillis Willd) as bioindicators of the acid-base has been done. The aims to determine the content of chemical compounds contained in extracts of bougainvillea flowers and bougainvillea flower extract pH stretch. Achievement of the objectives has done through the test of ethanol extract of bougainvillea identification of compounds and the determination of the acid-base stretch of pH indicator is. The obtained results showed that bogenvil ethanol extract containing flavonoids with 401 nm absorption and provided a color change
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
50

Sofiyani, Risna Gina, Max Rudolf Muskananfola, and Bambang Sulardiono. "Struktur Komunitas Makrozoobentos di Perairan Pesisir Kelurahan Mangunharjo sebagai Bioindikator Kualitas Perairan." Life Science 10, no. 2 (2021): 150161. http://dx.doi.org/10.15294/lifesci.v10i2.54446.

Full text
Abstract:
The coastal waters of Mangunharjo Village, Tugu, Semarang City are located in a densely populated residential area, and many activities of people around it. These activities can cause a decrease in water quality which will impact the biota. This study aims to determine the structure of the macrozoobenthos community, determine the level of pollution that occurs and determine the most affecting factors of macrozoobenthos community in the coastal waters of Mangunharjo Village. This research using the purposive sampling method. Result find that there were 22 species of makrozoobenthos. The diversi
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
We offer discounts on all premium plans for authors whose works are included in thematic literature selections. Contact us to get a unique promo code!