Academic literature on the topic 'Manajemen nyeri'

Create a spot-on reference in APA, MLA, Chicago, Harvard, and other styles

Select a source type:

Consult the lists of relevant articles, books, theses, conference reports, and other scholarly sources on the topic 'Manajemen nyeri.'

Next to every source in the list of references, there is an 'Add to bibliography' button. Press on it, and we will generate automatically the bibliographic reference to the chosen work in the citation style you need: APA, MLA, Harvard, Chicago, Vancouver, etc.

You can also download the full text of the academic publication as pdf and read online its abstract whenever available in the metadata.

Journal articles on the topic "Manajemen nyeri"

1

Fitriani Agustina and Berta Afriani. "Penerapan Manajemen Nyeri Pada Asuhan Keperawatan Pasien Dengan Dismenorea." Lentera Perawat 4, no. 1 (2023): 24–30. http://dx.doi.org/10.52235/lp.v4i2.187.

Full text
Abstract:
Dismenore terjadi karena proses kontraksi rahim yang memaksa wanita untuk istirahat atau berakibat pada menurunnya kinerja dan berkurangnya aktifitas sehari-hari. Pada pasien Dismenore yang merasakan nyeri , maka dengan penerapan manajemen nyeri yaitu dengan kompres hangat buli-buli panas dalam ini diharapkan dapat memberikan hasil keperawatan yang lebih baik. Jenis Penelitian studi kasus ini deskriptif dengan metode Pendekatan Studi Kasus. Penelitian Studi Kasus ini dilakasanakan pada 2 klien Dismenore dengan diagnosa keperawatan Nyeri akut berhubungan dengan agen pencedera fisiologis penerap
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
2

Devi, Fryda Liana. "Manajemen Nyeri Neuropatik." Jurnal Penelitian Perawat Profesional 3, no. 1 (2021): 179–88. http://dx.doi.org/10.37287/jppp.v3i1.370.

Full text
Abstract:
Diketahui jutaan orang di seluruh dunia telah mengalami nyeri neuropatik yang diperkirakan terjadi pada sebanyak 7% dari populasi. Nyeri neuropatik merupakan salah satu jenis nyeri yang timbul akibat adanya lesi atau gangguan primer pada susunan saraf. Nyeri ini dapat terjadi akibat berbagai gangguan, seperti penyakit infeksi, trauma, radikulopati dan kerusakan di sistem endokrin. Tujuan dari literature review iniadalah untuk meninjau lebih lanjut terkait masalah nyeri neuropatik yang umum terjadi sehingga dapat diketahui langkah manajemen masalah ini dengan tepatdi masyarakat.Metode. Peneliti
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
3

Dewi, Bella Arinda Mashita, and Chandra Bagus Ropyanto. "HUBUNGAN SIKAP DAN PENGALAMAN PELAKSANAAN MANAJEMEN NYERI PADA PERAWAT TERHADAP PELAKSANAAN MANAJEMEN NYERI PASIEN PASCA OPERASI." Jurnal Ilmu Keperawatan Medikal Bedah 1, no. 1 (2018): 38. http://dx.doi.org/10.32584/jikmb.v1i1.97.

Full text
Abstract:
The Ameican Society of Anastheiologists (ASA) mendefiniskan nyeri pasca operasi sebagai nyeri yang timbul pada pasien karena prosedur bedah yang dilakukan. Nyeri pasca operasi yaang tidak ditangani dapat berefk secara fisiologis dan psikologis pada pasien. Manajemen nyeri penting untuk mengurangi nyeri dan memberikan kenyamanan pada pasien sehingga peningkatan manajemen nyeri merupakan kebutuhan mendesak. Faktor yang mempengaruhi perawat pada pelaksanaan manajemen nyeri yaitu sikap dan pengalaman perawat. Penelitian bertujuan mengidentifikasi hubungan sikap dan pengalaman terhadap pelaksanaa m
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
4

Yulendasari, Rika, Renggo Prasetyo, and Seftiliani Putri Ayu. "Penyuluhan kesehatan tentang manajemen nyeri." JOURNAL OF Public Health Concerns 2, no. 1 (2022): 10–17. http://dx.doi.org/10.56922/phc.v2i1.173.

Full text
Abstract:
Pendahuluan: Nyeri merupakan pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat adanya kerusakan atau ancaman kerusakan jaringan. Nyeri sering sekali dijelaskan dan istilah destruktif jaringan seperti ditusuk-tusuk,panas terbakar, melilit, seperti emosi, pada perasaan takut, mual dan mabuk. Terlebih,setiap perasaan nyeri dengan intensitas sedang sampai kuat disertai oleh rasa cemas dan keinginan kuat untuk melepaskan diri dari atau meniadakan perasaan itu. Tujuan: Responden dapat mengetahui dan memahami tentang manajemen nyeri. Metode: Pelaksanaan metode yang digunakan dalam peng
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
5

Tri Chesariyanto, Maulana, Zubaidah Zubaidah, and Filia Sufiani Ikasari. "Manajemen Nyeri Pada Pasien Post Sectio Caesarea Dalam Asuhan Keperawatan Maternitas : Studi Kasus." JoIN : Journal of Intan Nursing 3, no. 1 (2024): 26–30. http://dx.doi.org/10.54004/join.v3i1.164.

Full text
Abstract:
Pendahuluan: Persalinan Sectio Caesarea (SC) merupakan proses pembedahan untuk melahirkan janin melalui irisan pada dinding perut dan dinding rahim. Persalinan SC membuat pasien merasakan nyeri pada abdomen. Nyeri dapat diatasi dengan melaksanakan manajemen nyeri. Manajemen nyeri merupakan salah satu intervensi keperawatan yang dapat diterapkan untuk menurunkan intensitas nyeri pada pasien. Tujuan: Studi ini bertujuan untuk mengaplikasikan manajemen nyeri pada pasien post SC dalam asuhan keperawatan maternitas. Metode: Metode studi kasus digunakan pada studi ini dengan melakukan asuhan keperaw
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
6

Saraswati, Fitri Wahyu, and Enna Rosalina. "Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Sikap Perawat terhadap Pelaksanaan Manajemen Nyeri: Teknik Relaksasi pada Pasien Pasca Apendectomy di Ruang Rawat Inap RS X Jakarta." Open Access Jakarta Journal of Health Sciences 2, no. 3 (2023): 644–55. http://dx.doi.org/10.53801/oajjhs.v2i3.194.

Full text
Abstract:
Latar belakang: Manajemen nyeri adalah upaya mengurangi rasa sakit sampai pada tingkat kenyamanan yang dapat diterima pasien. Perawat memiliki peran penting dalam pelaksanaan manajemen nyeri, namun masih ada perawat yang belum melakukan pelaksanaan manajemen dengan baik. Tujuan: Penelitian ini menganalisa hubungan tingkat pengetahuan dan sikap perawat terhadap pelaksanaan manajemen nyeri: teknik relaksasi pada pasien pasca apendectomy di ruang rawat inap RS X Jakarta. Metode: Penelitian ini menggunakan metode diskriptif korelasi dengan pendekatan Cross-sectional. Data dikumpulkan dengan kuesio
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
7

Amalia, Ismah, Irman Somanri, and Hana Rizmadewi. "Optimalisasi Intervensi Terapi Non-Farmakologis Pada Nyeri Akut Post Operasi Di Ruang Bimasakti RSUD Bandung Kiwari." JINTAN: Jurnal Ilmu Keperawatan 4, no. 1 (2024): 175–86. http://dx.doi.org/10.51771/jintan.v4i1.660.

Full text
Abstract:
Pasien yang melakukan operasi mengalami kerusakan jaringan akibat tindakan operasi dan menimbulkan nyeri. Nyeri yang dialami termasuk ke dalam jenis nyeri akut. Penanganan nyeri merupakan hal yang penting diperhatikan karena dapat memiliki dampak, seperti stres, kecemasan, depresi, serta menghambat penyembuhan. Perawat sebagai pemberi asuhan bertugas untuk memberikan intervensi secara optimal kepada pasien untuk melakukan manajemen nyeri. Penanganan nyeri utamanya menggunakan terapi farmakologis, Adapun terapi non farmakologis seringkali tidak digunakan dan dianggap bukan merupakan intervensi
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
8

Fatimah, Irma Siti, Dewi Sodja Laela, Hera Nurnaningsih, and Nining Ningrum. "PAIN MANAGEMENT CARE IN DRY SOCKETS CASE AFTER MAXILARRY RIGHT SECOND INCICSOR EXTRACTION." Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan 33, no. 2 (2023): 1–9. http://dx.doi.org/10.34011/jmp2k.v33i2.1807.

Full text
Abstract:
Nyeri yang timbul akibat dry socket sangat mengganggu aktivitas sehari-hari klien. Rasa nyeri ini dapat berlangsung selama beberapa hari hingga minggu, dan dapat semakin parah saat makan atau minum. Asuhan manajemen nyeri pada kasus dry socket merupakan hal yang penting untuk dilakukan. Manajemen nyeri dapat mengurangi rasa nyeri dan ketidaknyamanan, sehingga klien dapat kembali beraktivitas secara normal. Studi kasus ini bertujuan mengetahui penurunan rasa nyeri pada klien penderita dry socket paska pencabutan gigi 22. Metode yang digunakan adalah laporan kasus dengan pendekatan konsep asuhan
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
9

Fitriani, Fitriani, and Titi Iswanti Afelya. "Edukasi Kesehatan Tentang Manajemen Nyeri Di Kota Jayapura." Jurnal Pengabdian Masyarakat Lentora 3, no. 1 (2023): 23–28. http://dx.doi.org/10.33860/jpml.v3i1.3319.

Full text
Abstract:
Latar Belakang : Nyeri merupakan hasil sensasi yang penting bagi tubuh yaitu pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan berkaitan dengan kerusakan jaringan atau dijelaskan dalam istilah seperti kerusakan. Meskipun nyeri biasanya dialami sebagai ketidaknyaman dan ketidak inginan, nyeri juga memberikan peran perlindungan, memberi peringatan terhadap kemungkinan kondisi yang mengancam kesehatan. Salah satu pelayanan yang dapat diberikan untuk mengatasi permasalah nyeri yang dialami oleh seseorang adalah dengan menajemen nyeri. Hal ini menjadi dasar dirancangnya kegiatan pengabdian
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
10

Siagian, Ernawaty, and Deasy Lolyta Angeline. "In House Training Pada Perawat PK I-PK IV Terhadap Pengetahuan Tentang Manajemen Nyeri." Klabat Journal of Nursing 1, no. 2 (2019): 19. http://dx.doi.org/10.37771/kjn.v1i2.396.

Full text
Abstract:
Nyeri adalah respon subjektif terhadap stresor fisik dan psikologis. Semua individu mengalami nyeri pada beberapa tempat selama kehidupan mereka. Peranan penting perawat dalam manajemen nyeri adalah menilai, mendokumentasikan, memutuskan manajemen nyeri yang harus diberikan serta memantau perkembangan manajemen nyeri yang sudah diberikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan perawat tentang manajemen nyeri. Metode penelitian adalah Explanatory dengan pre eksperimental one group pretest-posttest design dengan pendekatan tehnik Accidental Sampling melibatkan 89
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
More sources
We offer discounts on all premium plans for authors whose works are included in thematic literature selections. Contact us to get a unique promo code!