To see the other types of publications on this topic, follow the link: Manajemen nyeri.

Journal articles on the topic 'Manajemen nyeri'

Create a spot-on reference in APA, MLA, Chicago, Harvard, and other styles

Select a source type:

Consult the top 50 journal articles for your research on the topic 'Manajemen nyeri.'

Next to every source in the list of references, there is an 'Add to bibliography' button. Press on it, and we will generate automatically the bibliographic reference to the chosen work in the citation style you need: APA, MLA, Harvard, Chicago, Vancouver, etc.

You can also download the full text of the academic publication as pdf and read online its abstract whenever available in the metadata.

Browse journal articles on a wide variety of disciplines and organise your bibliography correctly.

1

Fitriani Agustina and Berta Afriani. "Penerapan Manajemen Nyeri Pada Asuhan Keperawatan Pasien Dengan Dismenorea." Lentera Perawat 4, no. 1 (2023): 24–30. http://dx.doi.org/10.52235/lp.v4i2.187.

Full text
Abstract:
Dismenore terjadi karena proses kontraksi rahim yang memaksa wanita untuk istirahat atau berakibat pada menurunnya kinerja dan berkurangnya aktifitas sehari-hari. Pada pasien Dismenore yang merasakan nyeri , maka dengan penerapan manajemen nyeri yaitu dengan kompres hangat buli-buli panas dalam ini diharapkan dapat memberikan hasil keperawatan yang lebih baik. Jenis Penelitian studi kasus ini deskriptif dengan metode Pendekatan Studi Kasus. Penelitian Studi Kasus ini dilakasanakan pada 2 klien Dismenore dengan diagnosa keperawatan Nyeri akut berhubungan dengan agen pencedera fisiologis penerap
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
2

Devi, Fryda Liana. "Manajemen Nyeri Neuropatik." Jurnal Penelitian Perawat Profesional 3, no. 1 (2021): 179–88. http://dx.doi.org/10.37287/jppp.v3i1.370.

Full text
Abstract:
Diketahui jutaan orang di seluruh dunia telah mengalami nyeri neuropatik yang diperkirakan terjadi pada sebanyak 7% dari populasi. Nyeri neuropatik merupakan salah satu jenis nyeri yang timbul akibat adanya lesi atau gangguan primer pada susunan saraf. Nyeri ini dapat terjadi akibat berbagai gangguan, seperti penyakit infeksi, trauma, radikulopati dan kerusakan di sistem endokrin. Tujuan dari literature review iniadalah untuk meninjau lebih lanjut terkait masalah nyeri neuropatik yang umum terjadi sehingga dapat diketahui langkah manajemen masalah ini dengan tepatdi masyarakat.Metode. Peneliti
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
3

Dewi, Bella Arinda Mashita, and Chandra Bagus Ropyanto. "HUBUNGAN SIKAP DAN PENGALAMAN PELAKSANAAN MANAJEMEN NYERI PADA PERAWAT TERHADAP PELAKSANAAN MANAJEMEN NYERI PASIEN PASCA OPERASI." Jurnal Ilmu Keperawatan Medikal Bedah 1, no. 1 (2018): 38. http://dx.doi.org/10.32584/jikmb.v1i1.97.

Full text
Abstract:
The Ameican Society of Anastheiologists (ASA) mendefiniskan nyeri pasca operasi sebagai nyeri yang timbul pada pasien karena prosedur bedah yang dilakukan. Nyeri pasca operasi yaang tidak ditangani dapat berefk secara fisiologis dan psikologis pada pasien. Manajemen nyeri penting untuk mengurangi nyeri dan memberikan kenyamanan pada pasien sehingga peningkatan manajemen nyeri merupakan kebutuhan mendesak. Faktor yang mempengaruhi perawat pada pelaksanaan manajemen nyeri yaitu sikap dan pengalaman perawat. Penelitian bertujuan mengidentifikasi hubungan sikap dan pengalaman terhadap pelaksanaa m
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
4

Yulendasari, Rika, Renggo Prasetyo, and Seftiliani Putri Ayu. "Penyuluhan kesehatan tentang manajemen nyeri." JOURNAL OF Public Health Concerns 2, no. 1 (2022): 10–17. http://dx.doi.org/10.56922/phc.v2i1.173.

Full text
Abstract:
Pendahuluan: Nyeri merupakan pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat adanya kerusakan atau ancaman kerusakan jaringan. Nyeri sering sekali dijelaskan dan istilah destruktif jaringan seperti ditusuk-tusuk,panas terbakar, melilit, seperti emosi, pada perasaan takut, mual dan mabuk. Terlebih,setiap perasaan nyeri dengan intensitas sedang sampai kuat disertai oleh rasa cemas dan keinginan kuat untuk melepaskan diri dari atau meniadakan perasaan itu. Tujuan: Responden dapat mengetahui dan memahami tentang manajemen nyeri. Metode: Pelaksanaan metode yang digunakan dalam peng
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
5

Tri Chesariyanto, Maulana, Zubaidah Zubaidah, and Filia Sufiani Ikasari. "Manajemen Nyeri Pada Pasien Post Sectio Caesarea Dalam Asuhan Keperawatan Maternitas : Studi Kasus." JoIN : Journal of Intan Nursing 3, no. 1 (2024): 26–30. http://dx.doi.org/10.54004/join.v3i1.164.

Full text
Abstract:
Pendahuluan: Persalinan Sectio Caesarea (SC) merupakan proses pembedahan untuk melahirkan janin melalui irisan pada dinding perut dan dinding rahim. Persalinan SC membuat pasien merasakan nyeri pada abdomen. Nyeri dapat diatasi dengan melaksanakan manajemen nyeri. Manajemen nyeri merupakan salah satu intervensi keperawatan yang dapat diterapkan untuk menurunkan intensitas nyeri pada pasien. Tujuan: Studi ini bertujuan untuk mengaplikasikan manajemen nyeri pada pasien post SC dalam asuhan keperawatan maternitas. Metode: Metode studi kasus digunakan pada studi ini dengan melakukan asuhan keperaw
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
6

Saraswati, Fitri Wahyu, and Enna Rosalina. "Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Sikap Perawat terhadap Pelaksanaan Manajemen Nyeri: Teknik Relaksasi pada Pasien Pasca Apendectomy di Ruang Rawat Inap RS X Jakarta." Open Access Jakarta Journal of Health Sciences 2, no. 3 (2023): 644–55. http://dx.doi.org/10.53801/oajjhs.v2i3.194.

Full text
Abstract:
Latar belakang: Manajemen nyeri adalah upaya mengurangi rasa sakit sampai pada tingkat kenyamanan yang dapat diterima pasien. Perawat memiliki peran penting dalam pelaksanaan manajemen nyeri, namun masih ada perawat yang belum melakukan pelaksanaan manajemen dengan baik. Tujuan: Penelitian ini menganalisa hubungan tingkat pengetahuan dan sikap perawat terhadap pelaksanaan manajemen nyeri: teknik relaksasi pada pasien pasca apendectomy di ruang rawat inap RS X Jakarta. Metode: Penelitian ini menggunakan metode diskriptif korelasi dengan pendekatan Cross-sectional. Data dikumpulkan dengan kuesio
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
7

Amalia, Ismah, Irman Somanri, and Hana Rizmadewi. "Optimalisasi Intervensi Terapi Non-Farmakologis Pada Nyeri Akut Post Operasi Di Ruang Bimasakti RSUD Bandung Kiwari." JINTAN: Jurnal Ilmu Keperawatan 4, no. 1 (2024): 175–86. http://dx.doi.org/10.51771/jintan.v4i1.660.

Full text
Abstract:
Pasien yang melakukan operasi mengalami kerusakan jaringan akibat tindakan operasi dan menimbulkan nyeri. Nyeri yang dialami termasuk ke dalam jenis nyeri akut. Penanganan nyeri merupakan hal yang penting diperhatikan karena dapat memiliki dampak, seperti stres, kecemasan, depresi, serta menghambat penyembuhan. Perawat sebagai pemberi asuhan bertugas untuk memberikan intervensi secara optimal kepada pasien untuk melakukan manajemen nyeri. Penanganan nyeri utamanya menggunakan terapi farmakologis, Adapun terapi non farmakologis seringkali tidak digunakan dan dianggap bukan merupakan intervensi
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
8

Fatimah, Irma Siti, Dewi Sodja Laela, Hera Nurnaningsih, and Nining Ningrum. "PAIN MANAGEMENT CARE IN DRY SOCKETS CASE AFTER MAXILARRY RIGHT SECOND INCICSOR EXTRACTION." Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan 33, no. 2 (2023): 1–9. http://dx.doi.org/10.34011/jmp2k.v33i2.1807.

Full text
Abstract:
Nyeri yang timbul akibat dry socket sangat mengganggu aktivitas sehari-hari klien. Rasa nyeri ini dapat berlangsung selama beberapa hari hingga minggu, dan dapat semakin parah saat makan atau minum. Asuhan manajemen nyeri pada kasus dry socket merupakan hal yang penting untuk dilakukan. Manajemen nyeri dapat mengurangi rasa nyeri dan ketidaknyamanan, sehingga klien dapat kembali beraktivitas secara normal. Studi kasus ini bertujuan mengetahui penurunan rasa nyeri pada klien penderita dry socket paska pencabutan gigi 22. Metode yang digunakan adalah laporan kasus dengan pendekatan konsep asuhan
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
9

Fitriani, Fitriani, and Titi Iswanti Afelya. "Edukasi Kesehatan Tentang Manajemen Nyeri Di Kota Jayapura." Jurnal Pengabdian Masyarakat Lentora 3, no. 1 (2023): 23–28. http://dx.doi.org/10.33860/jpml.v3i1.3319.

Full text
Abstract:
Latar Belakang : Nyeri merupakan hasil sensasi yang penting bagi tubuh yaitu pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan berkaitan dengan kerusakan jaringan atau dijelaskan dalam istilah seperti kerusakan. Meskipun nyeri biasanya dialami sebagai ketidaknyaman dan ketidak inginan, nyeri juga memberikan peran perlindungan, memberi peringatan terhadap kemungkinan kondisi yang mengancam kesehatan. Salah satu pelayanan yang dapat diberikan untuk mengatasi permasalah nyeri yang dialami oleh seseorang adalah dengan menajemen nyeri. Hal ini menjadi dasar dirancangnya kegiatan pengabdian
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
10

Siagian, Ernawaty, and Deasy Lolyta Angeline. "In House Training Pada Perawat PK I-PK IV Terhadap Pengetahuan Tentang Manajemen Nyeri." Klabat Journal of Nursing 1, no. 2 (2019): 19. http://dx.doi.org/10.37771/kjn.v1i2.396.

Full text
Abstract:
Nyeri adalah respon subjektif terhadap stresor fisik dan psikologis. Semua individu mengalami nyeri pada beberapa tempat selama kehidupan mereka. Peranan penting perawat dalam manajemen nyeri adalah menilai, mendokumentasikan, memutuskan manajemen nyeri yang harus diberikan serta memantau perkembangan manajemen nyeri yang sudah diberikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan perawat tentang manajemen nyeri. Metode penelitian adalah Explanatory dengan pre eksperimental one group pretest-posttest design dengan pendekatan tehnik Accidental Sampling melibatkan 89
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
11

Vitri, Vitri Rokhima. "Hubungan Intensitas Nyeri dengan Strategi Manajemen Nyeri pada Pasien Fraktur Post Operasi ORIF di RSU Setia Budi." Journal of Vocational Health Science 1, no. 1 (2022): 24–33. http://dx.doi.org/10.31884/jovas.v1i1.19.

Full text
Abstract:
Fraktur adalah terputusnya kontiniuitas tulang dan ditentukan sesuai jenis dan luasnya. Sebagian besar fraktur disebabkan oleh kekuatan yang tiba-tiba dan berlebihan, yang dapat berupa pemukulan, penghancuran, penekukan, pemuntiran atau penarikan. Rasa nyeri bisa timbul hampir pada setiap area fraktur. Untuk mengatasi nyeri pada pasien fraktur dibutuhkan manajemen nyeri efektif. Secara garis besar ada dua manajemen untuk mengatasi nyeri yaitu farmalogi dengan non farmaologi, manajemen nyeri dengan tindaan relasasi mencaup latihan pernafasan diafragma, teknik relaksasi progresif, guided imagery
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
12

Kartika, Imelda Rahmayunia, and Fitrianola Rezkiki. "DESKRIPSI PENGETAHUAN MANAJEMEN NYERI : SURVEY PADA ANAK USIA REMAJA." NURSE: Journal of Nursing and Health Science 1, no. 2 (2022): 56–63. http://dx.doi.org/10.15408/nurse.v1i2.28172.

Full text
Abstract:
Latar belakang: Nyeri merupakan gambaran umum yang terus menerus terjadi dan erat kaitannya dengan angka kesakitan pada remaja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan mendeskripsikan prevalensi nyeri, pengetahuan terkait manajemen nyeri dan kepatuhan terhadap pedoman pengobatan nyeri pada remaja. Metode: Desain penelitian kuantitatif dan pendekatan deskriptif analitik, penelitian ini dilakukan pada 461 anak remaja. Remaja diberi kuesioner yang diadopsi dari Nursing Outcome Classification mengenai pengetahuan manajemen nyeri. Analisis data menggunakan analisis deskriptif untuk m
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
13

Setyaningsih, Rahayu, and Siti Nur Solikah. "Identifikasi Tingkat Nyeri dan Manajemen Nyeri Anak yang Dilakukan Vaksinasi." Jurnal Keperawatan 15, no. 2 (2023): 879–84. http://dx.doi.org/10.32583/keperawatan.v15i2.1013.

Full text
Abstract:
Vaksinasi merupakan upaya pembentukan kekebalan tubuh seseorang terhadap penyakit tertentu. Indonesia merupakan daerah yang rawan terhadap penyakit infeksi yang dapat dicegah dengan vaksinasi. Cakupan imunisasi anak di Indonesia masih rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui skala/tingkat nyeri dan manajemen nyeri pada anak yang dilakukan vaksinasi di wilayah Mojosongo. Metode penelitian bersifat deskriptif yaitu menggambarkan tingkat nyeri dengan manajemen nyeri yang berbeda. Metode pengambilan sampel menggunakan random sampling dengan memberikan kuesioner dan menanyakan sec
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
14

Yuliana, Yona Arisena Magdalena Silitonga, and Ari Wahyuni. "Manajemen Nyeri Pasca Operasi : Tinjauan Pustaka." NUTRIENT 2, no. 2 (2022): 27–37. http://dx.doi.org/10.36911/nutrient.v2i2.1352.

Full text
Abstract:
Nyeri pascaoperasi adalah pengalaman multifaktorial individu yang dipengaruhi oleh budaya pasien, psikologi, genetika, kejadian nyeri sebelumnya, keyakinan, suasana hati, dan kemampuan untuk mengatasinya, serta jenis prosedur yang dilakukan. Pengobatan nyeri pasca operasi yang tidak memadai terus terjadi, meskipun ada kemajuan dalam teknik analgesik, menempatkan pasien pada risiko kecacatan yang signifikan. Manajemen nyeri pasca operasi yang optimal dihasilkan dari penatalaksanaan yang tepat pada periode pra operasi, intraoperatif, dan pasca. Pemahaman tentang patofisiologi nyeri pasca operasi
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
15

Karimah, Haya Falisa, Ari Wahyuni, Selvi Marcellia, and Dendy Maulana. "Manajemen Nyeri Pasca Operasi Laparotomi : Tinjauan Pustaka." Jurnal Kesehatan dan Agromedicine 11, no. 2 (2024): 62–66. https://doi.org/10.23960/jka.v11i2.pp62-66.

Full text
Abstract:
Manajemen nyeri pasca operasi merupakan aspek penting dalam perawatan pasien setelah menjalani laparotomi. Penggunaan opioid sebagai dasar manajemen nyeri sering kali dibatasi oleh efek samping yang berpotensi berbahaya, seperti kecanduan dan depresi pernapasan. Oleh karena itu, pendekatan multimodal yang menggabungkan berbagai teknik analgesik dan metode non-farmakologis menjadi semakin relevan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi efektivitas strategi manajemen nyeri multimodal dalam mengurangi penggunaan opioid dan meningkatkan pemulihan pasca operasi. Hasil menunjukkan bahwa terap
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
16

Sari, Mulat, and Masfuri Masfuri. "PENGGUNAAN TEKNOLOGI DIGITAL DALAM MANAJEMEN NYERI PADA PASIEN KANKER: LITERATURE REVIEW." Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) 15, no. 1 (2024): 78–85. http://dx.doi.org/10.36308/jik.v15i1.620.

Full text
Abstract:
Pendahuluan: Nyeri merupakan masalah utama pada penderita kanker. Nyeri yang tidak ditangani dengan baik merupakan masalah serius dan berdampak negatif terhadap kualitas hidup pasien dan keluarganya. Agar pengelolaan nyeri efektif maka penting untuk memantau dan mengevaluasi nyeri secara teratur. Penggunaan teknologi digital smart health dapat membantu pemantauan dan pengelolaan gejala nyeri dari jarak jauh. Teknologi pemantauan kesehatan jarak jauh seperti wearable sensor, ponsel pintar, embedded sensors, and telehealth platforms menawarkan peluang besar untuk meningkatkan kesehatan dan kesej
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
17

Nova Jalaludin, Rizal, Erida Fadila, Dewi Oktoviani, Evi Nurmala Fia, and Kiki Ameliya. "Penatalaksanaan Manajemen Nyeri Pada Ibu Bersalin." MEJORA Medical Journal Awatara 2, no. 4 (2024): 14–18. http://dx.doi.org/10.61434/mejora.v2i4.253.

Full text
Abstract:
Rasa nyeri dan ketidaknyamanan pada ibu hamil timbul akibat kontraksi rahim yang merupakan respon fisiologis dari persalinan. Rasa nyeri yang timbul setelah melahirkan merupakan respon alami tubuh karena mengalami kerusakan jaringan saat melakukan persalinan. Nyeri melahirkan dapat disebabkan oleh kontraksi uterus, dilatasi serviks, pengeluaran janin atau robekan jalan lahir. Sebanyak 99% kematian ibu diakibatkan oleh masalah persalinan yang terjadi di negaranegara berkembang. Berdasarkan permasalahan dan dampak yang ditimbulkan, maka dibutuhkan manajemen nyeri untuk menurunkan rasa nyeri ters
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
18

Pratama, Razi Ageng, Buyung Hartiyo Laksono, and Arie Zainul Fatoni. "Manajemen Nyeri Akut Pasca-Kraniotomi." Journal of Anaesthesia and Pain 1, no. 3 (2020): 28–38. http://dx.doi.org/10.21776/ub.jap.2020.001.03.04.

Full text
Abstract:
Kraniotomi adalah sebuah prosedur operasi umum divisi bedah saraf yang melibatkan pembuatan lubang yang cukup pada tempurung kepala atau tengkorak (cranium) untuk akses optimal ke intrakranial. Nyeri pasca kraniotomi adalah komplikasi berulang dari prosedur bedah saraf dan sulit untuk dikelola. Manajemen nyeri akut sangat penting untuk menghindari terjadinya nyeri kronik serta komplikasi seperti hipertensi dan muntah, yang dapat menyebabkan peningkatan tekanan intrakranial maupun perdarahan intrakranial, outcome pasien yang tidak baik, dan perpanjangan masa rawat inap. Pemilihan obat dalam man
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
19

Siregar, Anna Bella Mega Octavia, and Ermiati Ermiati. "ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN TERAPI NAPAS DALAM DAN PIJAT OKSITOSIN TERHADAP PENURUNAN INTENSITAS NYERI PADA PASIEN POSTSECTIO CAESAREA : STUDI KASUS." SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah 2, no. 7 (2023): 2656–64. http://dx.doi.org/10.55681/sentri.v2i7.1177.

Full text
Abstract:
Nyeri merupakan hal yang sangat umum terjadi pada pasien yang melaksanakan persalinan melalui tindakan Sectio Caesarea (SC). Salah satu asuhan keperawatan yang dapat diberikan pada pasien dengan keluhan nyeri yaitu manajemen nyeri. Manajemen nyeri dapat dilakukan dengan cara memberikan terapi non-farmakologi, salah satunya dengan intervensi terapi napas dalam d an pijat oksitosin. Tujuan studi kasus ini yaitu menganalisis intervensi terapi napas dalam dan pijat oksitosin pada pasien post section caesarea dengan masalah keperawatan nyeri akut. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif deng
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
20

Siswagama, Taufiq Agus, and Ristiawan Muji Laksono. "Manajemen Nyeri pada Kasus Complex Regional Pain Syndrome (CRPS) di Tangan Kiri Disertai Nyeri Bahu dan Leher." Journal of Anaesthesia and Pain 1, no. 1 (2020): 25–34. http://dx.doi.org/10.21776/ub.jap.2020.001.01.05.

Full text
Abstract:
Latar belakang: Nyeri dan edema lengan pasca operasi mammae cukup sering terjadi dan menimbulkan permasalahan yang pelik bagi pasien dan tenaga kesehatan. Gejala dan tanda berupa nyeri progresif yang tidak sebanding dengan penyebabnya diikuti edema, perubahan warna kulit dan suhu serta gangguan fungsi gerak merupakan tanda dan gejala Complex Regional Pain Syndrome (CRPS). Diperlukan pemahaman tentang penegakan diagnosis dan terapi yang tepat agar pasien CRPS mendapatkan tatalaksana yang baik. Kasus: Pasien dengan nyeri dan edema lengan kiri yang progresif pasca operasi mammae aberant kiri, tid
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
21

Wahyuni, Ni Kadek Ayuk Ari, Dewa Ayu Mas Shintya Dewi, and I. Gusti Agung Gede Utara Hartawan. "TINGKAT PENGETAHUAN MANAJEMEN NYERI MAHASISWA TAHAP AKHIR DI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA." E-Jurnal Medika Udayana 12, no. 12 (2023): 26. http://dx.doi.org/10.24843/mu.2023.v12.i12.p04.

Full text
Abstract:
Pengetahuan dasar yang wajib diketahui oleh seluruh mahasiswa kedokteran yaitu mengenai manajemen nyeri karena nyeri menjadi penyebab utama pasien datang untuk mendapatkan pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan manajemen nyeri mahasiswa tahap akhir di Fakultas Kedokteran Universita Udayana. Metode penelitian dengan responden penelitian ini adalah mahasiswa tahap akhir semester VI program studi pendidikan dokter di fakultas kedokteran universitas udayana. Adapun jenis penelitian ini non eksperimental dengan metode penelitian deskriptif yang menggunakan pendeka
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
22

Yulianto Sarim, Budi, and Bambang Suryono. "Manajemen Nyeri Kronis pada Kehamilan." Jurnal Anestesi Obstetri Indonesia 2, no. 1 (2020): 48–62. http://dx.doi.org/10.47507/obstetri.v2i1.34.

Full text
Abstract:
Menurut IASP ( International Association of the Study of Pain) nyeri didefinisikan sebagai “an unpleasant sensory and emotional experience associated with actual or potential tissue damage or describe interm of such damage”. Nyeri adalah rasa inderawi dan pengalaman emosional yang tidak menyenangkan akibat adanya kerusakan jaringan yang nyata atau yang berpotensi rusak atau sesuatu yang tergambarkan seperti itu.Kelainan muskuloskeletal yang sering dialami oleh wanita hamil adalah berupa nyeri lumbopelvis pada kehamilan (pelvic girdle pain) dan nyeri kronis lumbal (low back pain).Adapun yang me
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
23

Maqfirah, Maqfirah, Cut Mutiah, and Idwar Idwar. "Literatur Review: Terapi komplementer nyeri persalinan dengan massage." Femina: Jurnal Ilmiah Kebidanan 2, no. 2 (2022): 120–34. http://dx.doi.org/10.30867/femina.v2i2.265.

Full text
Abstract:
Latar Belakang: Nyeri persalinan menyebabkan inersia uteri, partus lama, hipoksia hingga distress janin, serta kematian ibu dan/atau janin apabila nyeri persalinan tidak ditangani. Terapi nonfarmakologis dalam manajemen nyeri persalinan sangat beragam, diantaranya adalah dengan mengkonsumsi makanan/sayuran yang terbukti dapat menurunkan intensitas nyeri persalinan ataupun dengan intervensi yang lain seperti massage. Tujuan: Literatur review ini disusun untuk mengetahui informasi tentang manajemen nyeri persalinan kala I dengan terapi massage. Metode: Metode review ini menggunakan metodologi be
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
24

Laksono, Ristiawan Muji. "Manajemen Nyeri Post-Operative untuk Pasien COVID-19 di Indonesia." Journal of Anaesthesia and Pain 1, no. 2 (2020): 35–36. http://dx.doi.org/10.21776/ub.jap.2020.001.02.01.

Full text
Abstract:
Manajemen nyeri post-operative menjadi salah satu fokus utama dalam perawatan pasien COVID-19. Minimnya jumlah publikasi tentang pilihan terapi post-operative untuk pasien COVID-19 di Indonesia membuat masih dibutuhkannya informasi mengenai pilihan obat-obatan atau teknik manajemen nyeri post-operative untuk pasien COVID-19. Manajemen nyeri post-operative pada pasien COVID-19 positif atau terduga pasien COVID-19 perlu mempertimbangkan ha-hal sebagai berikut.
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
25

Yunita, Sukma, Masdalifa Pasaribu, Dirayati Sharfina, and Ade Juliani Lubis. "PENGETAHUAN PERAWAT DENGAN PENERAPAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR MANAJEMEN NYERI DI RUMAH SAKIT MITRA MEDIKA TANJUNG MULIA MEDAN." JINTAN: Jurnal Ilmu Keperawatan 2, no. 2 (2022): 135–40. http://dx.doi.org/10.51771/jintan.v2i2.297.

Full text
Abstract:
Nyeri merupakan bagian dari pengalaman hidup sehari-hari. Nyeri mempunyai sifat yang unik, karena di satu sisi nyeri menimbulkan derita bagi yang bersangkutan, tetapi disisi lain nyeri juga menunjukkan suatu manfaat. Nyeri bukan hanya merupakan modalitas sensori tetapi juga merupakan suatu pengalaman.penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan perawat dengan penerapan standart operasional prosedur manajemen nyeri di rumah sakit mitra medika tanjung mulia medan .desain yang digunakan dalam penelitian ini deskriftif korasional dengan pendekatan closs sectional. Sampel peneliti
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
26

Listianingsih, Lina, Surtiningsih Surtiningsih, and Fauziah Hanum. "Pengurangan Nyeri Dengan Teknik Counter Pressure." Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan 2, no. 2 (2022): 19–21. http://dx.doi.org/10.69503/medika.v2i2.270.

Full text
Abstract:
Nyeri persalinan merupakan manifestasi dari adanya kontraksi (pemendekan) otot rahim yang menimbulkan rasa sakit pada pinggang, daerah perut menjalar ke arah paha. Kontraksi ini menyebabkan adanya pembukaan mulut rahim (serviks). Dengan adanya pembukaan ini maka akan terjadi persalinan. Terdapat beberapa manajemen nyeri, yaitu manajemen nyeri farmakologis dan nonfarmakologis. Manajemen nyeri farmakologis yaitu menggunakan obat-obatan, dan anestesi. Sedangkan manajemen nyeri non farmakologis yaitu relaksasi, distraksi, hipnoterapi, dan massage. Salah satu upaya untuk membantu meredakan nyeri pa
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
27

Raymond R Tjandrawinata. "Perspektif Baru dalam Manajemen Nyeri: Pendekatan Multidisiplin." MEDICINUS 38, no. 1 (2025): 3–5. https://doi.org/10.56951/s5zcnd64.

Full text
Abstract:
Nyeri merupakan pengalaman yang kompleks dan memiliki banyak sisi, tetap menjadi salah satu tantangan paling signifikan dalam dunia kedokteran. Karena sifatnya yang subjektif, terkait dengan dimensi fisik, emosional, dan psikologis, menjadikan nyeri sebagai kondisi yang relatif sulit untuk diobati secara efektif. Namun, kemajuan terkini dalam penelitian dan teknologi telah mengubah pemahaman kita tentang nyeri dan membuka jalan baru untuk penanganannya. Dari penemuan farmakologis hingga terapi psikologis yang inovatif, pendekatan multidisiplin membuka jalan bagi strategi yang lebih efektif, in
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
28

Efendi, Erfan, Hairrudin Hairrudin, Sugiyanta Sugiyanta, Zahrah Febianti, and Ika Rahmawati Sutejo. "MANAJEMEN INTERVENSI NYERI PADA PLANTAR FASCIITIS: LAPORAN KASUS." Medika Kartika Jurnal Kedokteran dan Kesehatan, Volume 5 No 3 (September 29, 2022): 321–31. http://dx.doi.org/10.35990/mk.v5n3.p321-331.

Full text
Abstract:
Plantar fasciitis memiliki manifestasi klinis nyeri tumit yang disebabkan oleh peradangan pada plantar fascia. Penderita nyeri akut yang berkembang menjadi kronis tidak hanya menimbulkan masalah medis, melainkan juga masalah individu serta sosial. Penanganan nyeri kronis dengan manajemen intervensi berkembang sangat cepat dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir. Seorang perempuan berusia 57 tahun datang ke rumah sakit dengan keluhan nyeri pada telapak kaki kiri sejak kurang lebih 4 bulan yang lalu. Nyeri terutama dikeluhkan saat bangun tidur pagi dan dipakai berjalan. Anamnesis dan pemeriksa
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
29

Alchalidi, Alchalidi, Abdurrahman Abdurrahman, and Dewita Dewita. "Literatur Review: Manajemen nyeri persalinan kala I dengan aromaterapi." Femina: Jurnal Ilmiah Kebidanan 2, no. 2 (2022): 143–49. http://dx.doi.org/10.30867/femina.v2i2.267.

Full text
Abstract:
Latar Belakang: Ambang nyeri menyebabkan frekuensi nyeri yang dialami sangat beragam bagi setiap ibu bersalin. Intensitas nyeri selama persalinan akan meningkat jika ibu mengalami cemas dan takut secara berlebihan. Salah satu terapi non farmakologis untuk mengurangi intensitas nyeri persalinan adalah dengan aromaterapi. Tujuan: Literatur review ini disusun untuk mengetahui informasi tentang manajemen nyeri persalinan kala I dengan terapi aromaterapi. Metode: Metode review ini menggunakan metodologi berdasarkan sistematika dan pedoman review. Hasil Penelitian:. Terapi komplementer non-farmakolo
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
30

Sari, Djayanti, Sudadi, and Irham Hanafi. "Pemberian Opioid Sebagai Manajemen Nyeri pada Pasien Pediatrik." Jurnal Komplikasi Anestesi 6, no. 3 (2019): 85–94. http://dx.doi.org/10.22146/jka.v6i3.7375.

Full text
Abstract:
Nyeri adalah fenomena kompleks yang terjadi karena transmisi stimulus nosiseptif dari sistem saraf perifer melalui medulla spinalis ke korteks serebral. Oleh karena kompleksitas mekanisme nyeri, terapi efektif nyeri membutuhkan penggunaan terapi multimodal yang menargetkan beberapa tempat sepanjang jaras nyeri. Reseptor opioid menurunkan pengeluaran neurotransmitter eksitatorik dari terminal yang membawa stimulus nosiseptif. Penggunaan opioid pada manajemen nyeri akut pada anak harus dipertimbangan ketika intensitas dan durasi nyeri tidak berespon terhadap obat analgesik kelas lain. Peningkata
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
31

Barus, Nelly. "Pendekatan Sosialisasi dan Keperawatan Pasien Nyeri Luka Section Caesarea di Rumah Sakit Umum Kabanjahe." Arus Jurnal Sosial dan Humaniora 4, no. 2 (2024): 1115–22. http://dx.doi.org/10.57250/ajsh.v4i2.630.

Full text
Abstract:
Terdapat dua jenis persalinan, yaitu persalinan normal dan persalinan caesar. Operasi caesar dilakukan melalui sayatan di perut dan rahim dalam kondisi tertentu seperti disproporsi sefalopelvik, ruptur uteri, persalinan lama, dan lain-lain. World Health Organization melaporkan adanya peningkatan insiden operasi caesar di negara-negara berkembang. Angka operasi caesar di rumah sakit pemerintah sekitar 11%, sedangkan di Inggris mencapai 20-29,1%. Di Indonesia, angka operasi caesar melebihi standar WHO yaitu 5-15%. Operasi caesar juga memiliki risiko seperti nyeri, masalah gizi, tantangan menyusu
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
32

Silalahi, Harlena Rose, and Mori Agustina br Perangin-angin. "Gambaran Pengetahuan dan Sikap Perawat terhadap Manajemen Nyeri di Rumah Sakit." Jurnal Penelitian Perawat Profesional 4, no. 2 (2022): 451–66. http://dx.doi.org/10.37287/jppp.v4i2.925.

Full text
Abstract:
Nyeri akan menjadi pengalaman yang buruk bilamana pasien tidak menerima manajemen nyeri yang optimal dari perawat yang berpengetahuan dan memiliki sikap yang positif. Pengetahuan perawat dalam pengkajian, penanganan farmakologi dan non-farmakologi serta sikap positif akan mempengaruhi cara perawat dalam merencanakan, memberikan pengobatan dan menilai respon pasien terhadap tindakan yang sudah diberikan. Perawat sebagai tenaga kesehatan harus memiliki pengetahuan dan keahlian yang kompeten dalam melaksanakan manajemen nyeri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahua
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
33

Astutik, Sisi Puji, and Arief Yanto. "Manajemen nyeri pada pasien cephalgia menggunakan terapi relaksasi otot progresif." Ners Muda 4, no. 1 (2023): 1. http://dx.doi.org/10.26714/nm.v4i1.10295.

Full text
Abstract:
Cephalgia atau nyeri kepala dapat disebabkan oleh faktor fisik, emosional, atau patologis. Cephalgia dapat mengakibatkan gangguan rasa nyeri, gangguan pola tidur, gangguan pola makan, depresi, kecemasan bahkan sampai mengganggu kualitas hidup pasien. Cephalgia dapat ditangani menggunakan terapi farmakologi dan non-farmakologi. Relaksasio tot progresif merupakan salah satu terapi non-farmakologi untuk menurunkan nyeri. Studi ini bertujuan untuk menerapkan relaksasi otot progresif dalam manajemen nyeri pasien cephalgia di rumah sakit. Studi ini merupakan case report yang menjelaskan tentang pros
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
34

Indirayani, Ima Indirayani, Putri Ade Meuratana Meuratana, Rizka Aditya Aditya, and Rajuddin Rajuddin. "Efektivitas dan Keamanan Elektroakupunktur pada Manajemen Nyeri Persalinan." Journal of Medical Science 3, no. 1 (2022): 59–70. http://dx.doi.org/10.55572/jms.v3i1.64.

Full text
Abstract:
Nyeri persalinan menjadi suatu kendala yang menghambat suksesnya persalinan pervaginam dan tidak tahan terhadap nyeri saat persalinan menjadi penyebab meningkatnya permintaan Seksio Caesaria (SC) dimana tindakan SC sendiri meningkatkan risiko morbiditas dan mortalitas terhadap ibu. Manajemen nyeri di Kamar Bersalin terutama di kota Banda Aceh saat ini belum berjalan sebagaimana mestinya, pasien bersalin belum mendapatkan pelayanan manajemen nyeri saat persalinan. Elektroakupunktur merupakan salah satu metode manajemen nyeri non-farmakologi yang terbukti efektif menurunkan nyeri dengan efek sam
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
35

Susiana Jansen and Elfira Awalia Rahmawati. "MANAJEMEN NYERI PADA ANAK DI RUMAH SAKIT." Jurnal Cakrawala Ilmiah 2, no. 8 (2023): 3361–64. http://dx.doi.org/10.53625/jcijurnalcakrawalailmiah.v2i8.5544.

Full text
Abstract:
Pencegahan nyeri pada bayi dan anak sudah seharusnya menjadi tujuan utama dalam perawatan bagi perawat. Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui cara memaksimalkan peran perawat dalam memberikan asuhan keperawatan berupa manajemen nyeri pada anak. Metode yang digunakan adalah pencarian literature menggunakan PICO. Hasilnya didapatkan 2 jurnal yang sesuai untuk membahas masalah. Faces, legs, activity, crying, dan FLACC scale adalah beberapa alat penilaian nyeri yang paling banyak digunakan diberbagai rumah sakit.
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
36

Mahmud, Sudadi, and Dika Rezkiawan Rezkiawan. "Manajemen Nyeri pada Pasien dengan Toleransi Opioid." Jurnal Komplikasi Anestesi 6, no. 3 (2019): 77–83. http://dx.doi.org/10.22146/jka.v6i3.7357.

Full text
Abstract:
Jumlah pasien yang diresepkan opioid telah berkembang pesat selama dekade terakhir. Kasus nyeri kronis menjadi lebih banyak dan telah terjadi peningkatan penggunaan opioid untuk nyeri kanker maupun nonkanker. Akibatnya, proporsi pasien dengan toleransi opioid yang membutuhkan manajemen nyeri akut telah meningkat. Hal ini sering menghadapkan dokter dengan tantangan yang lebih besar daripada yang dihadapi saat merawat pasien respon opioid. Tujuan pengobatan opioid adalah menghilangkan nyeri akut dengan efektif, mencegah penarikan obat, memberikan bantuan masalah sosial, kejiwaan dan perilaku, da
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
37

Umboro, Recta Olivia, Fitri Apriliany, and Regina Pricilia Yunika. "Konseling, Informasi, dan Edukasi Penggunaan Obat Antinyeri pada Manajemen Penanganan Nyeri Dismenore Remaja." Jurnal Abdidas 3, no. 1 (2022): 23–33. http://dx.doi.org/10.31004/abdidas.v3i1.525.

Full text
Abstract:
Manajemen penanganan nyeri dismenore diperlukan bagi remaja perempuan agar mereka mampu mengatasi keluhan nyeri dismenore secara mandiri dan menjadi lebih produktif ditengah periode menstruasinya. Tema yang diangkat pada Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) oleh Tim Dosen Fakultas Kesehatan Universitas Bumigora terkait permasalahan kesehatan reproduksi dan penanganan nyeri dismenore. Kegiatan ini menyasar pada peserta didik usia remaja di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 2 Mataram. Pelaksanaan kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi remaja khususnya perempuan terkait permasalahan kes
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
38

Riani, Riani, Muzakir Fahmi, Rohana Rohana, Nislawaty Nislawaty, and Muhammad Alfarizi Filma. "TERAPI DISTRAKSI VISUAL FILM KARTUN UNTUK MENGURANGI NYERI DAN CEMAS SAAT PEMASANGAN INFUS PASIEN ANAK DI RSUD ARIFIN ACHMAD TAHUN 2022." Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan 1, no. 3 (2023): 165–75. https://doi.org/10.31004/jiik.v1i3.17615.

Full text
Abstract:
Prosedur terapi melalui jalur intravena menimbulkan kondisi nyeri akut bagi anak, tindakan manajemen nyeri yang lebih kreatif dan inovatif diperlukan agar anak tidak mengalami trauma pada tindakan keperawatan karena nyeri yang dirasakan. Dengan adanya inovasi manajemen nyeri ini diharapkan anak mampu mentoleransi dan mampu mengontrol situasi, semua anak suka menonton sesuatu yang menarik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pemberian terapi distraksi visual film kartun akan mampu mengurangi nyeri dari pemasangan infus pada anak. Distraksi adalah metode atau teknik yang dapat digunaka
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
39

Nurjannah Ridwan, Abel Kaulah Putri, and Miftahul Magfirah. "EFEKTIVITAS BIRTH BALL DALAM MANAJEMEN NYERI PERSALINAN: LITERATURE REVIEW." Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) 2, no. 2 (2024): 18–25. https://doi.org/10.62017/jkmi.v2i2.3232.

Full text
Abstract:
Nyeri persalinan merupakan pengalaman universal yang seringkali dikeluhkan oleh ibu bersalin. Penggunaan birth ball sebagai metode non-farmakologis untuk mengurangi nyeri persalinan semakin populer. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan meta-analisis sistematis terhadap berbagai studi yang mengevaluasi efektivitas birth ball dalam mengurangi intensitas nyeri persalinan. Hasil analisis menunjukkan bahwa penggunaan birth ball secara signifikan mengurangi intensitas nyeri persalinan dibandingkan dengan kelompok kontrol atau metode non-farmakologis lainnya. Namun, efektivitas ini dipengaruhi ol
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
40

Jannah, Miftahul, Arifin Triyanto, and Anita Kustanti. "Hubungan antara Tingkat Pengetahuan Perawat dan Kualitas Manajemen Nyeri Pasien Pascabedah di RSUP Dr. Sardjito." Jurnal Keperawatan Klinis dan Komunitas (Clinical and Community Nursing Journal) 7, no. 3 (2023): 185. http://dx.doi.org/10.22146/jkkk.90826.

Full text
Abstract:
Background: The escalating number of surgical procedures globally, including in Indonesia, has not been followed by quality improvement in postoperative pain management. Insufficient postoperative pain management quality creates new problems, i.e.: decreasing in patients’ quality of life, prolonging hospital stay, and impacting the family’s quality of life. Literature indicates that the quality of pain management is influenced by various factors, one of which is the nurse’s knowledge of postoperative pain management. Objective: To determine the correlation between nurse’s level of knowledge an
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
41

Yudhanarko, Yudhanarko, Suwarman Suwarman, and Ricky Aditya. "Evaluasi Kepatuhan Pelaksanaan Standar Prosedur Operasional Manajemen Nyeri pada Pasien Luka Bakar di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung." Jurnal Anestesi Perioperatif 7, no. 2 (2019): 92–99. http://dx.doi.org/10.15851/jap.v7n2.1713.

Full text
Abstract:
Nyeri didefinisikan sebagai pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan terkait dengan kerusakan jaringan aktual atau potensial. Manajemen nyeri pada luka bakar merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari terapi luka bakar. Nyeri pada luka bakar merupakan nyeri akut, penanganan yang tidak baik akan menyebabkan komplikasi, salah satunya nyeri kronik. Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Hasan Sadikin Bandung telah membuat Standar Prosedur Operasional (SPO) manajemen nyeri yang berguna untuk meningkatkan kepatuhan dalam pelaksanaan manajemen nyeri. Penelitian ini bertujuan mengevalua
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
42

Kartika, Imelda Rahmayunia, La-Viola Septinizia Ababil, and Lisavina Juwita. "MANAJEMEN NYERI DAN PERILAKU CARING PERAWAT: STUDI DESKRIPTIF KEPUASAN PASIEN POST OP DI RUANG BEDAH." NURSE: Journal of Nursing and Health Science 2, no. 1 (2023): 33–44. http://dx.doi.org/10.15408/nurse.v2i1.31868.

Full text
Abstract:
Latar belakang: Kepuasan pasien adalah puas merasa senang sebagai tingkat perasaan seseorang setelah membandingkan kinerja atau hasil yang dirasakannya dengan harapan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan lebih dalam tentang manajemen nyeri dan perilaku caring perawat sebagai studi deskriptif kepuasan pasien post op di ruang bedah. Metode: Dengan menggunakan desain penelitian kuantitatif dan pendekatan deskriptif analitik, penelitian ini dilakukan pada 52 pasien post operasi di Ruang Rawat Inap Bedah RSUD Achmad Mochtar Bukittinggi. Pasien diberi kuesioner yang diadopsi dari Nurs
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
43

HIDAYATULLOH, ANA IKHSAN, Earlyana Octavia Limbong, and Kusman Ibrahim Ibrahim. "PENGALAMAN DAN MANAJEMEN NYERI PASIEN PASCA OPERASI DI RUANG KEMUNING V RSUP Dr. HASAN SADIKIN BANDUNG : STUDI KASUS." Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan 11, no. 2 (2020): 187. http://dx.doi.org/10.26751/jikk.v11i2.795.

Full text
Abstract:
ABSTRAKNyeri adalah gejala subjektif; hanya klien yang dapat mendeskripsikannya. Salah satu penyebab nyeri adalah tindakan pembedahan atau operasi. Jika nyeri tidak dikendalikan, hal tersebut memperpanjang proses penyembuhan dengan menyebabkan komplikasi pernapasan, ekskresi, peredaran darah, dan sistemik lainnya. Sebagai akibatnya, beberapa pasien meninggal, kualitas hidup dan pasien kepuasan menurun, lamanya tinggal di rumah sakit meningkat, dan biaya perawatan meningkat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan pengalaman nyeri, menganalisis manajemen nyeri dan mengevaluasi efektivi
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
44

Hirza Ainin Nur. "Kompres Jahe Merah Dan Sereh Terhadap Intensitas Nyeri Pada Lansia Dengan Arthritis Rhematoid." Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia 2, no. 1 (2022): 60–72. http://dx.doi.org/10.55606/jikki.v2i1.639.

Full text
Abstract:
Rheumatoid arthritis adalah suatu penyakit autoimun dimana pada lapisan persendian mengalami peradangan sehingga menyebabkan rasa nyeri, kekakuan dan kelemahan. Serangan rheumatoid arthritis akan menimbulkan rasa nyeri. Manajemen penatalaksanaan nyeri biasanya dilakukan dengan cara farmakologis dan nonfarmakologis. Manajemen Farmakologis nyeri dapat diberikan dengan obat-obatan medis dan manajemen non farmakologi dapat dilakukan dengan kompres jahe merah dan kompres sereh. Kompres jahe merah merupakan kompres yang dilakukan dengan mengunakan tumbukan jahe merah, sedangkan kompres sereh merupak
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
45

Maesaroh, Imas, Nenden Nur Asriyani Maryam, and Ema Arum Rukmasari. "Terapi Bermain Video Game Pada Anak Usia Sekolah Dengan Diagnosa Medis Hipospadia Post Op Uretroplasti : Studi Kasus." Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan 8, no. 2 (2024): 179–89. http://dx.doi.org/10.33366/nn.v8i2.2929.

Full text
Abstract:
Hipospadia merupakan salah satu kelainan bawaan yang sering terjadi pada anak laki-laki. Penatalaksanaan yang dilakukan adalah pembedahan dan pada fase post operasi akan dirasakan nyeri akut. Studi kasus ini untuk mengetahui apakah penatalaksanaan nyeri dengan bermain game dapat mengurangi nyeri akut yang dirasakan pada anak. Tujuan studi kasus ini untuk memberikan salah satu penatalaksanaan manajemen nyeri non farmakologi terapi bermain video game untuk mengurangi nyeri akut post op pada anak usia sekolah. Metode menggunakan studi kasus pada nyeri akut post operasi uretroplasti anak usia seko
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
46

Setyo, Arif, Agis Taufik, and Yunita Sari. "Self hipnosis Dengan Audiohipnoterapi Untuk Pengendalian Tekanan Darah Dan Nyeri Kepala Pada Kelompok Penderita Hipertensi Sehati Rw I Mersi Kabupaten Banyumas." Jurnal of Community Health Development 2, no. 1 (2021): 24. http://dx.doi.org/10.20884/1.jchd.2021.2.1.3319.

Full text
Abstract:
Prevalensi hipertensi di Indonesia meningkat setiap tahunnya. Masalah utama yang sering dijumpai pada penderita hipertensi adalah tekanan darah yang tidak terkontrol dan nyeri kepala. Kegiatan pengabdian yang dilakukan meliputi pelatihan manajemen nyeri kepala nonfarmakologis, Pelatihan pengukuran tekanan darah, pelatihan self hipnosis dengan audiohipnoterapi untuk pengendalian tekanan darah dan nyeri kepala pada penderita hipertensi. Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan 92,30% mitra mampu menjelaskan manajemen nyeri kepala non farmakologis, mampu melakukan pengukuran tekanan darah secara mandi
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
47

Sri Intan Rahayuningsih, Rosni, Ramlah, and Nova Fajri. "Efektivitas Terapi Non-Farmakologis Terhadap Nyeri Tindakan Invasif Pada Neonatus Di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin." Journal of Medical Science 2, no. 1 (2021): 44–53. http://dx.doi.org/10.55572/jms.v2i1.40.

Full text
Abstract:
Prosedur tindakan invasif merupakan salah satu prosedur yang sering dilakukan di rumah sakit khususnya di ruang NICU dan menimbulkan nyeri pada neonatus. Beberapa manajemen nyeri non-farmakologi untuk menurunkan nyeri adalah dengan pemberian pacifier, ASI, dan bedung. Namun metode tersebut masih perlu diukur keefektifannya dalam manajemen menurunkan nyeri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi efektivitas terapi non-farmakologis terhadap nyeri tindakan invasif pada neonatus di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda (RSUDZA) Aceh. Penelitian ini menggunakan desain r
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
48

Raymond R Tjandrawinata. "<b>Nyeri Neuropati: Tantangan dan Perkembangan dalam Manajemen Berbasis Bukti</b>." MEDICINUS 38, no. 4 (2025): 4–7. https://doi.org/10.56951/fqbssh75.

Full text
Abstract:
Nyeri neuropati merupakan kondisi kronis akibat disfungsi sistem saraf somatosensori yang memerlukan pendekatan terapi multimodal untuk mengoptimalkan manajemen nyeri. Pregabalin, sebagai agen farmakoterapi utama, bekerja dengan menurunkan eksitabilitas neuron melalui modulasi kanal kalsium tipe alfa-2-delta, menunjukkan efektivitas dalam mengurangi gejala nyeri neuropati dengan profil farmakokinetik yang lebih unggul dibandingkan gabapentin. Pendekatan nonfarmakologis, seperti cognitive behavioral therapy (CBT) dan stimulasi listrik noninvasif, juga berperan dalam meningkatkan kualitas hidup
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
49

Puspitasari, Anggraini, Kosim Kosim, and Kurniawan Yudianto. "PENERAPAN TERAPI MUROTTAL AL-QUR’AN DALAM MENURUNKAN INTENSITAS NYERI PASIEN POST LAPARATOMI APENDISITIS: A STUDY CASE." SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah 2, no. 7 (2023): 2841–49. http://dx.doi.org/10.55681/sentri.v2i7.1240.

Full text
Abstract:
Laparatomi adalah prosedur tindakan bedah mayor yang dilakukan dengan membuat sayatan pada dinding lapisan abdomen. Prosedur laparatomi ini dapat menyebabkan adanya rasa nyeri akibat kerusakan jaringan dari luka sayatan pembedahan sehingga diperlukan manajemen nyeri pasien post laparatomi. Manajemen nyeri menggunakan kombinasi terapi farmakologi disertai dengan non farmakologi yang dapat meningkatkan efektivitas mengurangi nyeri. Terapi murottal Al-Qur’an adalah jenis intervensi non farmakologi yang murah dan mudah dilakukan dalam berbagai situasi namun berpotensi menurunkan intensitas nyeri.
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
50

Ahmad, Muh Ramli, and Rezki Hardiyanti Taufik. "Manajemen Nyeri Terkini pada Pasien Pasca Seksio Sesarea." Jurnal Anestesi Obstetri Indonesia 4, no. 1 (2021): 63–78. http://dx.doi.org/10.47507/obstetri.v4i1.53.

Full text
Abstract:
Prosedur Seksio Sesarea (SS) seringkali menyebabkan nyeri sedang hingga berat selama 48 jam. Tujuan manajemen nyeri pascabedah adalah untuk memberikan kenyamanan pada pasien, menghambat impuls nosiseptif, dan menumpulkan respon neuroendokrin terhadap nyeri, yang dengan demikian mempercepat kembalinya fungsi fisiologis. Selain itu, manajemen nyeri yang adekuat pada pasien SS memungkinkan mobilisasi dini untuk mencegah risiko tromboemboli yang meningkat selama kehamilan dan pasien perlu bebas nyeri untuk merawat bayi serta memberikan ASI secara efektif. Mekanisme nyeri pascabedah terdiri dari se
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
We offer discounts on all premium plans for authors whose works are included in thematic literature selections. Contact us to get a unique promo code!