To see the other types of publications on this topic, follow the link: Pariwisata Kintamani.

Journal articles on the topic 'Pariwisata Kintamani'

Create a spot-on reference in APA, MLA, Chicago, Harvard, and other styles

Select a source type:

Consult the top 38 journal articles for your research on the topic 'Pariwisata Kintamani.'

Next to every source in the list of references, there is an 'Add to bibliography' button. Press on it, and we will generate automatically the bibliographic reference to the chosen work in the citation style you need: APA, MLA, Harvard, Chicago, Vancouver, etc.

You can also download the full text of the academic publication as pdf and read online its abstract whenever available in the metadata.

Browse journal articles on a wide variety of disciplines and organise your bibliography correctly.

1

Putra, I. Komang Diyo Pramana, I. Ketut Sugihantara, and I. Wayan Wirya Sastrawan. "Penerapan Konsep Sense Of Place Pada Akomodasi Glamping Di Kintamani." Undagi : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa 11, no. 2 (2023): 279–86. http://dx.doi.org/10.22225/undagi.11.2.7031.279-286.

Full text
Abstract:
Melihat pentingnya akomodasi dalam lingkup pariwisata, glamping merupakan salah satu akomodasi yang sangat mendukung, khususnya di Kintamani dengan menjadi akomodasi yang mudah dijangkau oleh semua kalangan masyarakat, dapat mengangkat arsitektur lokalitas Kintamni, serta mampu menjadi akomodasi yang berkelanjutan baik di bidang sosial, budaya, ekonomi, maupun lingkungan. Walaupun demikian, dari beberapa glamping yang sudah ada di Kintamani, masih sedikit glamping yang mengangkat dan memperkenalkan glamping dengan konteks lokalitas khususnya dari segi arsitektur lokal Kintamani yang berlkelanj
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
2

Darmaja, I. Made, I. Ketut Suwena, and I. Made Sendra. "MODEL KEMASAN PAKET WISATA BATUR GLOBAL GEOPARK MENUJU PARIWISATA BERKELANJUTAN DI KINTAMANI." Jurnal IPTA 4, no. 1 (2016): 20. http://dx.doi.org/10.24843/ipta.2016.v04.i01.p04.

Full text
Abstract:
Aktivitas dari paket wisata Kintamani masih terlihat monoton dan kurang bervariasi, sehingga perlu adanya kemasan paket wisata yang menggambarkan Batur Global Geopark Kintamani secara utuh. Rumusan masalah yang diangkat adalah (1) Apa potensi wisata yang dimiliki Batur Global Geopark Kintamani?, (2) Bagaimana model kemasan paket wisata Batur Global Geopark Kintamani?, dan (3) Bagaimana kemasan paket wisata Batur Global Geopark Kintamani menuju pariwisata berkelanjutan?. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, studi kepustakaan, dokumentasi, dan wawancara. Penelitian ini menggunakan analis
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
3

Dinar Sukma Pramesti, Billy Tanius, and Ketut Wibawa. "PENGUATAN KAPASITAS SUMBER DAYA MANUSIA PARIWISATA MELALUI SOSIALISASI PELAYANAN PRIMA DAN PENGEMBANGAN PRODUK LOKAL DI DESA BATUKAANG, KINTAMANI." BINA CIPTA 3, no. 2 (2024): 85–97. https://doi.org/10.46837/binacipta.v3i2.53.

Full text
Abstract:
Desa Batukaang di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, memiliki potensi besar dalam pengembangan pariwisata berbasis alam dan produk lokal, khususnya jeruk Kintamani. Namun, keterbatasan pengetahuan masyarakat terkait pelayanan prima dan pengembangan produk lokal menjadi hambatan dalam memaksimalkan potensi tersebut. Untuk menjawab tantangan ini, Universitas Mahasaraswati (UNMAS) dan Politeknik Internasional Bali (PIB) melaksanakan program pengabdian masyarakat kurang lebih selama sebulan pada bulan Agustus-September 2024. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusi
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
4

Sudiarta, I. Nyoman, and I. Wayan Suardana. "MODEL KONSEPTUAL PERILAKU WISATAWAN MANCANEGARA PADA SUATU DESTINASI PARIWISATA: STUDI KASUS BALI SEBAGAI DESTINASI PARIWISATA INTERNASIONAL." Jurnal Ilmiah Hospitality Management 5, no. 1 (2018): 1–12. http://dx.doi.org/10.22334/jihm.v5i1.39.

Full text
Abstract:
Understanding consumer behavior is an important entity in the marketing strategy, particularly in tourism destination marketing strategy. This study is a preliminary study to understand the behavior of foreign tourists at a tourist attraction in Bali, especially Sangeh tourist attraction, Kintamani and Besakih (SAKIBE). Aims to study the behavior of tourists after visiting the tourist attraction in Bali. This study uses two approaches or a combination of qualitative methods (exploratory) and quantitative (confirmatory). Exploratory studies conducted with activities focus group discussion (FGD)
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
5

Antara, I. Ketut, Randhi Nanang Darmawan, I. Wayan Sonder, Putu Wibby Prasetya, Adhitia Pahlawan Putra, and Nyoman Danendra Putra. "Ekspansi Usaha Pariwisata di Kintamani: Analisis Kesenjangan Regulasi dan Risiko Lingkungan." ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin 4, no. 1 (2024): 300–313. https://doi.org/10.56799/jim.v4i1.6650.

Full text
Abstract:
Pandemi Covid-19 telah mentransformasi pariwisata di area Kintamani Bali. Ekspansi usaha pariwisata berkembang pesat dengan fakta empiris dilapangan makin banyak penyedia layanan Jeep Tour dan Coffee Shop. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji kesenjangan regulasi dan risiko lingkungan berdasarkan eskpansi tersebut. Motede yang digunakan dalam penelitian ini adalah Deskriptif Kualitatif dengan mengadopsi model Miles, Huberman, dan Saldana (2014). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jeep Tour menjadi primadona di Kintamani dengan menawarkan Sunrise di area Black Lava Gunung Batur, akan tetapi sa
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
6

Totok Suryawan, I. Gede, and I. Putu Agus Eka Darma Udayana. "Pelatihan Pengelolaan Website, Media Sosial, dan Google my Business di Kintamani Edelweiss Park." WIDYABHAKTI Jurnal Ilmiah Populer 2, no. 2 (2024): 93–99. http://dx.doi.org/10.30864/widyabhakti.v2i2.167.

Full text
Abstract:
Kintamani Edelweiss Park merupakan salah satu Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di Lingkungan Caldera Batur tepatnya di Kaki Gunung Batur Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli Provinsi Bali. Kintamani Edelweiss Park beranggotakan masyarakat lokal yang sebagian besar merupakan pelaku wisata. Tempat ini dibentuk sebagai alternatif bagi wisatawan selain menikmati Mount Batur and Lake View, Mount Batur Trekking, dan Natural Hot Spring, wisatawan juga bisa menikmati Edelweiss Park yang berlatar belakang Gunung dan Danau Batur. Mitra ini dipilih sejalan dengan Visi dan Misi STMIK STIKOM Indonesia ya
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
7

Darmawan, Randhi Nanang, I. Ketut Antara, I. Wayan Sonder, Putu Wibby Prasetya, Adhitia Pahlawan Putra, and Nyoman Danendra Putra. "Analisis Spasial Persebaran Coffee Shop di Kintamani: Kajian Risiko Bencana dalam Pariwisata Berkelanjutan." Journal of Tourism and Interdiciplinary Studies 4, no. 2 (2024): 224–34. https://doi.org/10.51713/jotis.2024.4255.

Full text
Abstract:
Perubahan preferensi wisatawan dalam memilih destinasi wisata telah mempengaruhi pola persebaran coffee shop, café dan resto di kawasan Kintamani, Bali. Seiring dengan pergeseran motivasi wisatawan yang lebih mengutamakan pengalaman visual dan suasana alam, banyak coffee shop, café dan resto dibangun di area pegunungan atau tebing dengan pemandangan yang menakjubkan. Namun, lokasi-lokasi ini juga menghadirkan risiko lebih tinggi terhadap bencana alam, terutama tanah longsor, akibat kondisi geologis yang rentan. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan persebaran coffee shop, café dan resto di
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
8

Wardana, I. Made Nata Hari Wisnu, and Anak Agung Ayu Dewi Larantika. "Analisis Kebijakan Kawasan Gunung Batur di Desa Batur Tengah, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli menjadi Global Geopark Network (GGN)." Public Inspiration: Jurnal Administrasi Publik 7, no. 2 (2022): 89–94. http://dx.doi.org/10.22225/pi.7.2.2022.89-94.

Full text
Abstract:
Latar belakang penelitian ini adalah mengingat keuntungan memiliki geopark untuk objek wisata Kintamani yaitu promosi yang terus dilakukan oleh UNESCO. Selain itu, dapat meningkatkan nilai situs, menciptakan lapangan kerja, dan mendorong pembangunan sosial ekonomi yang berkelanjutan. Namun, hingga saat ini belum banyak perubahan positif dalam industri pariwisata Kintamani. Rumusan masalah penelitian adalah 1). Mengapa kebijakan Kawasan Gunung Batur di Desa Batur Tengah Kecamatan Kintamani Kabupaten Bangli sebagai Global Geopark Network (GGN) tidak efektif? 2). Apa saja faktor yang menghambat k
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
9

Raharjeng Pamularsih, Tyas. "Pemberdayaan Masyarakat dan Pengembangan Potensi Wisata di Desa Abangsongan Kintamani." WIDYABHAKTI Jurnal Ilmiah Populer 3, no. 1 (2020): 99–105. http://dx.doi.org/10.30864/widyabhakti.v3i1.231.

Full text
Abstract:
Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan penyuluhan dalam bidang pariwisata di Desa Abangsongan, Kintamani yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat disana. Mitra kegiatan ini adalah masyarakat lokal, kelompok pemandu di Gunung Abang, pemuda-pemudi yang memiliki ketertarikan dalam bidang kuliner dan pengelolaan homestay. Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh Prodi Perhotelan Jurusan Pariwisata diantaranya memberikan penyuluhan mengenai product knowledge perhotelan dalam pengelolaan homestay, identifikasi potensi dalam pengembanga
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
10

Wiguna, Sang Made Widhi, I. Gusti Bagus Rai Utama, and Putu Chris Susanto. "Strategi Pengembangan Desa Wisata Berbasis Masyarakat Pasca Pandemi Covid-19 (Studi Kasus: Desa Catur, Kintamani, Bangli)." JAKADARA: JURNAL EKONOMIKA, BISNIS, DAN HUMANIORA 3, no. 2 (2024): 13–22. http://dx.doi.org/10.36002/jd.v3i2.3215.

Full text
Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk menelaah strategi pengembangan pariwisata berbasis masyarakat pasca pandemi Covid-19 (studi kasus di Desa Catur, Kintamani, Bangli). Studi dilakukan menggunakan analisis SWOT dengan melibatkan 5 informan dan 20 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dokumentasi dan kuesioner. Terdapat dua jenis kuesioner yaitu kuesioner bobot untuk informan dan kuesioner rating untuk responden. Kuesioner variabel internal terdapat 4A+2A yakni Attraction, Accessibility, Amenities, Penelitian ini bertujuan untuk menelaah strategi pengembangan pari
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
11

Widiastini, Ni Made Ary. "PENGEMBANGAN DAN PENGELOLAAN OBJEK WISATA DESA BATUR TENGAH, KINTAMANI BERBASIS MASYARAKAT LOKAL." JURNAL WIDYA LAKSANA 2, no. 2 (2017): 42. http://dx.doi.org/10.23887/jwl.v2i2.9139.

Full text
Abstract:
Pedagang acung di Desa Batur Tengah merupakan sekelompok masyarakat yang mencari nafkah dengan menjual produk wisata berupa souvenir yang didapatnya melalui pemasok dari Gianyar dan Denpasar. Namun, di dalam menjual produk wisata tersebut, mereka mengalami berbagai kendala, diantaranya larangan yang dibuat guide kepada kliennya/wisatawan untuk membeli produk yang ditawarkan oleh si pedagang acung karena kualitas yang kurang bagus dan harga yang cukup mahal. Hal ini membuat pedagang acung mengalami kesulitan, dimana mereka mengalami kesulitan dalam pemenuhan kebutuhan hidup mereka karena pendap
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
12

Harta, Made Wara Sastra, I. Putu Ogi Sayoga Putra, I. Gede Bagus Dwijaya Dharmanatha, Ni Nyoman Kerti Yasa, and I. Gusti Ayu Ketut Giantari. "Formulasi Strategi Bisnis Berbasis Analisis Matriks EFAS-IFAS untuk Mencapai Keunggulan Kompetitif." Forum Manajemen 22, no. 2 (2024): 184–201. http://dx.doi.org/10.61938/fm.v22i2.598.

Full text
Abstract:
Perkembangan industri pariwisata di Kintamani, Bali, telah memicu persaingan yang semakin ketat dalam bisnis akomodasi, termasuk Villa Pondok Felisya. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi bisnis berbasis analisis matriks EFAS-IFAS guna membantu Villa Pondok Felisya mencapai keunggulan kompetitif yang berkelanjutan. Metode Delphi digunakan untuk mengumpulkan data dari responden utama, yaitu pemilik villa, melalui wawancara terstruktur yang dilengkapi dengan observasi lapangan. Hasil analisis matriks menunjukkan bahwa posisi bisnis saat ini berada di kuadran V (Hold and Maintain),
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
13

Fatrisia Yulianie, Kadek Feni Aryati, and I Wayan Kiki Sanjaya. "OPTIMALISASI PENGEMBANGAN “Setra Ari-Ari” SEBAGAI DAYA TARIK WISATA BUDAYA DI DESA BAYUNG GEDE, KECAMATAN KINTAMANI, KABUPATEN BANGLI." PARIWISATA BUDAYA: JURNAL ILMIAH AGAMA DAN BUDAYA 7, no. 2 (2022): 150–61. http://dx.doi.org/10.25078/pariwisata.v7i2.1016.

Full text
Abstract:
Artikel ini membahas tentang optimalisasi pengembangan “Setra Ari-Ari” Sebagai Daya Tarik Wisata Budaya di Desa Bayung Gede Kecamatan Kintamani Kabupaten Bangli. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui upaya yang perlu dilakukan untuk mengoptimalkan pengembangan objek wisata budaya Setra Ari-Ari sehingga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat setempat tanpa mengurangi nilai sakral dan pelestarian yang ada. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Data dianalisis dengan menggunakan analisis des
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
14

Hilma, Rila. "Peran Pemerintah dalam Perencanaan Pembangunan Lapangan Golf Kintamani dengan Prinsip Pariwisata Berkelanjutan." Binus Business Review 4, no. 1 (2013): 283. http://dx.doi.org/10.21512/bbr.v4i1.1056.

Full text
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
15

Kardini, Ni Luh. "PERANAN PEREMPUAN DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN KELUARGA DI DESA PINGGAN KINTAMANI." JURNAL SEWAKA BHAKTI 4, no. 1 (2020): 21–35. http://dx.doi.org/10.32795/jsb.v4i1.591.

Full text
Abstract:
Keluarga merupakan suatu lembaga sosial yang paling besar perannya bagi kesejahteraan sosial dan kelestarian anggota-anggotanya terutama anak-anaknya. Pelaku penting dalam dinamika rumah tangga adalah perempuan dalam artian perempuan menguasai pengelolaan keuangan, redistribusi pendapatan, alokasi konsumsi. Kedudukan perempuan dalam keluarga/ rumah tangga secara umum memiliki wewenang dan tanggung jawab yang berbeda dari pria yang merupakan kepala keluarga. Perempuan diharapkan mampu memberikan kontribusi kepada keluarganya dan berperan dalam meningkatkan pendapatan keluarga. Sehingga ekonomi
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
16

Gian Saputra, I. Gede. "STUDI PELIBATAN MASYARAKAT LOKAL DALAM PENGEMASAN PRODUK DESA WISATA CATUR KINTAMANI BALI." JURNAL KEPARIWISATAAN 19, no. 1 (2020): 17–25. http://dx.doi.org/10.52352/jpar.v19i1.406.

Full text
Abstract:
Wisata desa adalah salah satu bentuk implementasi pengembangan pariwisata berbasis masyarakat dan berkelanjutan. Desa Catur sebagai salah satu desa wisata memiliki beberapa kendala dalam pengembangan desa wisata, terutama pengemasan potensi wisata menjadi produk wisata. Berdasarkan fenomena yang terjadi, studi yang melibatkan masyarakat setempat dalam pengemasan Desa Wisata Catur perlu dilakukan. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi sikap masyarakat dalam pengembangan desa wisata dan menganalisis bentuk keterlibatan masyarakat dalam pengemasan produk Desa Wisata Catur. Teori dan konsep y
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
17

Arniti, Ni Ketut, Ni Wayan Jan Kencana Montis, I. Putu Dharmawan Pradhana, and Ida Ayu Iswari Pidada. "ANALISIS IMPLEMENTASI STRATEGI SMART DIGITAL CONTENT MARKETING DALAM MEMBIDIK DECISION TO VISIT KONSUMEN MILLENNIAL." Journal of Community Service 5, no. 1 (2023): 224–35. http://dx.doi.org/10.56670/jcs.v5i1.128.

Full text
Abstract:
Perkembangan industri pariwisata di Indonesia yang terus meningkat menjadikan persaingan pada khususnya dunia perhotelan juga semakin ketat. Strategi Pemasaran memiliki peranan yang sangat penting dalam keberhasilan suatu perusahaan untuk menguasai pasar. Saat ini yang menjadi pangsa pasar paling besar di Indonesia adalah Generasi Millennial. Dalam melakukan proses pembuatan strategi pemasaran diperlukannya pendekatan mengenai karakteristik dan perilaku konsumen Generasi Millennial. Dalam melakukan sebuah keputusan berkunjung (Decision to Visit) Generasi Millennial memiliki karakteristik terse
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
18

Putriani, Ni Made Ayuk, and I. Gusti Agung Oka Mahagangga. "Eksistensi Atraksi Pariwisata Di Daya Tarik Wisata Toya Devasya Kintamani (Suatu Studi Pustaka)." JURNAL DESTINASI PARIWISATA 8, no. 2 (2020): 387. http://dx.doi.org/10.24843/jdepar.2020.v08.i02.p29.

Full text
Abstract:
Toya devasya is tourist attraction located ini Kintamani subdistrict, Bangli regency. Domestic tourist and international tourist very interested with toya devasya, we should give an appreciation due to management, strategy and travel products, toya devasya felt very fast to built its identity, very interesting and give multiple impact to the local community. Toursm activities have very interesting that sustainability must be pursued. Secondary sources show that the management has made a good effort to manage and establish harmony with the local community. This situation must be pursued for the
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
19

Sukarini, Ni Made, Ni Putu Sari Nadi, Kadek Dwi Darmayani, and A. A. Ayu Mega Laksmi Febriantari. "Pelestarian Budaya Bali Serta Pembelajaran Bahasa Asing di Daerah Pariwisata Batur Tengah Kintamani." Sevanam: Jurnal Pengabdian Masyarakat 3, no. 1 (2024): 53–61. http://dx.doi.org/10.25078/sevanam.v3i1.3599.

Full text
Abstract:
Pendidikan yang baik dan merata dikalangan masyarakat dalam suatu negara akan membantu memecahkan berbagai masalah sosial seperti: kebodohan dan kemiskinan sehingga masyarakat memperoleh kehidupan yang stabil dan terarah. Di Indonesia sendiri pemerintah dan masyarakat masih mengalami berbagai tantangan dalam upaya peningkatan Pendidikan sehingga menyebabkan berbagai masalah. Setelah mengadakan pertemuan antara anggota Kelompok VIII dengan Kepala Desa Batur Tengah memperoleh kesepakatan bahwa topik-topik pengabdian kepada masyarakat dalam bidang Pendidikan yakni Bahasa Bali, Bahasa Inggris, dan
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
20

Prayatni, I. Dewa Ayu Mita, and Ni Putu Nina Eka Lestari. "Strategi Keunggulan Bersaing Kopi Kintamani Pada Agrowisata JM Kopi." Jurnal Penelitian dan Pengembangan Sains dan Humaniora 6, no. 3 (2023): 404–12. http://dx.doi.org/10.23887/jppsh.v6i3.54400.

Full text
Abstract:
Pertanian merupakan sektor penopang terbesar kedua bagi perekonomian setelah sektor Pariwisata. Salah satu produk dari sektor pertanian yang memiliki potensi sebagai produk ekspor non migas adalah kopi. Kopi merupakan sebuah produk unggulan yang menjadi potensi perkebunan dengan jenis Kopi yang dihasilkan adalah Kopi Arabica dan Kopi Robusta. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi keunggulan bersaing kopi kintamani pada agrowisata JM Kopi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Subjek penelitian ini berjumlah 5 orang, yang terdiri dari pemilik, 2 konsumen dan 2 karyawan
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
21

Astara, Wayan Wesna, I. Ketut Selamet, and I. Wayan Suky Luxiana. "PENDAMPINGAN DESA WISATA SEMBILAN DESA MITRA KINTAMANI BARAT." JURNAL ABDI DAYA 3, no. 1 (2023): 6–14. http://dx.doi.org/10.22225/jad.3.1.2023.6-14.

Full text
Abstract:
Desa wisata menjadi salah satu alternatif pengembangan kepariwisataan yang berkembang di Bali dalam satu dekade belakangan. Wisata pedesaan mengacu pada kegiatan wisata yang berlangsung di daerah non-perkotaan, biasanya di pedesaan atau kampung-kampung kecil. Kegiatan ini sering melibatkan aktivitas tinggal di wisma lokal atau homestay, atau berpartisipasi dalam kegiatan yang merupakan ciri khas budaya lokal, seperti bertani, kerajinan tangan, atau acara budaya. Awalnya, desa-desa tidak dirancang secara khusus untuk dikunjungi, tetapi kini banyak desa yang menyiapkan dirinya untuk menerima kun
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
22

I Made Darsana, I Wayan Kartimin, Ni Wayan Rena Mariani, and Komang Shanty Muni Parwati. "ANALISIS PREFERENSI WISATAWAN TERHADAP AKTIVITAS PARIWISATA BERBASIS NEWA." Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan 24, no. 2 (2024): 160–66. https://doi.org/10.32795/ds.v24i2.6982.

Full text
Abstract:
Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi preferensi wisatawan terhadap empat jenis aktivitas pariwisata yang tergolong dalam konsep NEWA: Nature (alam), Eco (ekowisata), Wellness (kesehatan dan kebugaran), dan Adventure (petualangan). Serta mengungkap bagaimana wisatawan memprioritaskan aktivitas-aktivitas tersebut selama kunjungan mereka, sehingga dapat memberikan wawasan yang mendalam mengenai apa yang paling diminati oleh wisatawan. Manfaat yang diharapkan adalah membantu para pengelola desa wisata, pembuat kebijakan, dan pelaku industri pariwisata dalam merancang dan mengembangkan produk s
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
23

Luh Kadek Budi Martini, Ni Putu Widiastuti, and Komang Sri Wahyuni Prabawathi. "DIGITAL MARKETING DAN PERANAN ELECTRONIC WORD OF MOUTH SERTA INOVASI PRODUK PARIWISATA PENGARUHNYA TERHADAP LOYALITAS WISATAWAN DI MUSEUM GEOPARK BATUR KINTAMANI." Journal of Applied Management Studies 4, no. 2 (2023): 112–24. http://dx.doi.org/10.51713/jamms.v4i2.77.

Full text
Abstract:
Batur Geopark is a geological tourism area located in Bangli Regency, Bali. This area is famous for its natural beauty, including Mount Batur which is the icon of the area. Another thing that attracts destinations in this area is the Batur Geopark Museum. Batur Geopark has long been a popular tourist destination. With this popularity, the visits to this destination area are quite high. Likewise, with the Batur Geopark Museum. With the high intention of tourists to visit, it is necessary to make efforts to maintain tourist loyalty. The purpose of this study was to analyze the effect of digital
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
24

Sidaningrat, I. Gusti Ayu Novie, I. Wayan Arthana, and Endang Wulandari Suryaningtyas. "AQUATIC PRODUCTIVITY BASED ON THE ABUNDANCE OF PHYTOPLANKTON IN BATUR LAKE, KINTAMANI, BALI." Metamorfosa: Journal of Biological Sciences 5, no. 1 (2018): 79. http://dx.doi.org/10.24843/metamorfosa.2018.v05.i01.p12.

Full text
Abstract:
Danau Batur merupakan danau terbesar di Bali yang terletak di daerah Kintamani, Kabupaten Bangli. Danau Batur berada pada ketinggian 1.050 meter di atas permukaan laut (dpl) yang secara geografis terletak pada posisi 115022’42,3”-115025’33,0” Bujur Timur dan 8013’24,0”-8017’13,3” Lintang Selatan. Permukaan air Danau Batur memiliki luas yaitu 16,05 km2, dengan volume air 815,38 juta m3 dan kedalaman rata-rata 50,8 m. Luas daerah tangkapan 105,35 km2, selain itu kegiatan lain yang dilakukan di sekitar Danau Batur adalah kegiatan pertanian (49,35%), budidaya keramba jaring apung, pemukiman pendud
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
25

Arcana, I. Kadek Fajar, Made Gde Sudharsana, and Ni G. A. Diah Ambarwati Kardinal. "PERUBAHAN POLA PERMUKIMAN TRADISIONAL DI DESA BELANDINGAN, KECAMATAN KINTAMANI AKIBAT BANTUAN PERUMAHAN PEMERINTAH." Jurnal Anala 6, no. 1 (2018): 83–99. http://dx.doi.org/10.46650/anala.6.1.637.83-99.

Full text
Abstract:
Desa Belandingan adalah salah satu Desa Tradisional Bali Aga Pegunungan. Desa Belandingan masih mempertahankan pola ruang tradisional  serta tradisinya. Status Desa Belandingan bersama 14 desa lainnya sebagai pendukung Geopark Batur yang oleh masyarakat Batur disebut dengan istilah “bintang danu”. Dengan kekhasannya sebagai desa tradisional bali aga serta statusnya sebagai desa pendukung Geopark, Belandingan memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai Desa Wisata. Masyarakat Desa Belandingan sendiri memiliki keinginan mengembangkan pariwisata di desanya. Pada tahun 2017 desa Belandinga
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
26

Adhinata, Bayu. "Eksklusi Atas Ruang Hidup: Mempertahankan Hak Atas Tanah Masyarakat Petani di Kawasan Taman Wisata Alam Batur, Kintamani." Tunas Agraria 8, no. 1 (2025): 1–18. https://doi.org/10.31292/jta.v8i1.363.

Full text
Abstract:
This research aims to examine agrarian conflicts between farmers and tourism investors in the Bukit Payang Nature Tourism Park (TWA), Kintamani. The presence of investors with permits to use 85.66 hectares for tourism development threatens the livelihoods of hundreds of farming families who have lived in this area since the 1920s. This research employed qualitative methods and a case study approach. Data collection was carried out by interviewing informants selected purposefully. The study included five informants, including three community leaders, one informant from the Legal Aid Institute i
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
27

Kusjuniati, Kusjuniati. "Pemberdayaan Potensi Ekonomi Warga Minoritas Muslim Banjar Angansari Desa Kutuh Kintamani Kabupaten Bangli Bali." Widya Balina 6, no. 11 (2021): 108–20. http://dx.doi.org/10.53958/wb.v6i11.77.

Full text
Abstract:
ABSTRAK
 Pemberdayaan ekonomi masyarakat diartikan sebagai kegiatan ekonomi yang dilakukan secara swadaya oleh masyarakat itu sendiri dengan cara mengelolah sumberdaya apa saja yang dikuasainya, dalam rangka memenuhi kebutuhan dasarnya dan keluarganya. Pemberdayaan masyarakat hanya bisa terjadi apabila masyarakat itu sendiri ikut pula berpartisipasi. Pemberdayaan diarahkan guna meningkatkan ekonomi masyarakat secara produktif sehingga mampu menghasilkan nilai tambah yang tinggi dan pendapatan yang lebih layak. Hasil pemberdayaan ekonomi warga banjar Angansari, yaitu dari hasil usaha tani
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
28

I Nengah Sinarta. "Manajemen Risiko Bencana Kawasan Kissidan-EcoHill pada Perencanaan Pre-Disaster (Prevention, Mitigation, Preparedness)." JURNAL ABDI DAYA 3, no. 1 (2023): 15–24. http://dx.doi.org/10.22225/jad.3.1.2023.15-24.

Full text
Abstract:
Desa Sidan Kecamatan Gianyar, Kabupaten Gianyar, memiliki potensi daya tarik wisata di area Kissidan Echo Hill yang terletak di jalan raya sidan yaitu jalan menuju Kabupaten Bangli. banyak wisatawan melewati jalan ini untuk menuju Bangli/Kintamani, sehingga memiliki potensi jalur ini merupakan jalur wisata. Kissidan Echo Hill memiliki konsep eco wisata yang merupakan salah satu kegiatan pariwisata yang berwawasan lingkungan dengan mengutamakan aspek konservasi alam, aspek pemberdayaan sosial budaya ekonomi masyarakat lokal serta aspek pembelajaran dan pendidikan.
 Lokasi obyek wisata Kiss
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
29

Darma, Gede Doa Restuadi Darma, I Gede Partha Sindu, and P Wayan Arta Suyasa. "PENGEMBANGAN FILM ANIMASI 3 DIMENSI SEJARAH BARONG BRUTUK DI DESA TRUNYAN." Kumpulan Artikel Mahasiswa Pendidikan Teknik Informatika (KARMAPATI) 13, no. 3 (2025): 191–203. https://doi.org/10.23887/karmapati.v13i3.84833.

Full text
Abstract:
Budaya memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk identitas masyarakat dan menghubungkannya dengan warisan leluhur. Setiap wilayah di Indonesia memiliki budaya sebagai ciri khasnya, termasuk Bali. Kebudayaan Bali menjadi incaran dalam industri pariwisata. Namun sayangnya, perkembangan teknologi belum mampu diimbangi dengan pelestarian budaya. Hal tersebut dibuktikan dengan rendahnya pengetahuan generasi muda mengenai tradisi Barong Brutuk yang berasal dari Desa Trunyan, Kabpaten Bali. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengembangkan film animasi 3 dimensi Sejarah Barong Brutuk di Desa T
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
30

Sukmawati, Ni Made Rai, Solihin Solihin, and Ni Putu Wiwiek Ary Susyarini. "DAMPAK PENGEMBANGAN DESA MAS SEBAGAI DESA WISATA DI KECAMATAN UBUD, KABUPATEN GIANYAR." MEDIA BINA ILMIAH 13, no. 9 (2019): 1537. http://dx.doi.org/10.33758/mbi.v13i9.232.

Full text
Abstract:
Desa Mas, Ubud sudah terkenal ke manca negara sebagai desa penghasil seni kerajinan patung. Seiring dengan berkembangnya kepariwisataan dan juga karena adanya tingkat kunjungan wisata yang datang ke Indonesia setiap tahunnya mengalami peningkatan rata-rata dari tahun 2012 -2016 sebesar 8.15%. dan tahun 2017 terjadi penurunan karena adana erupsi Gunung Agung. Melihat peluang ini muncul keinginan masyarakat Desa Mas untuk mengembangkan daerahnya selain sebagai pusat seni pahat tetapi juga menjadi daerah tujuan wisata dengan menggali potensi budaya yang ada di desa tersebut.Tahun 2015 Bali dipusa
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
31

Naningsi, Nuranita. "Study Of Land Use Change From 1997 To 2014 Using Landsat Data In Bangli Regency." Jurnal Ilmiah Vastuwidya 1, no. 2 (2020): 101–8. http://dx.doi.org/10.47532/jiv.v1i2.30.

Full text
Abstract:
Kabupaten bangli adalah merupakan kabupaten satu-satunya diwilayah kabupaten di Provinsi Bali yang tidak memiliki pantai dengan luas 52.081 Ha atau 9,24% dari luas wilayah Provinsi Bali (563.666 Ha). Pertumbuhan dan perkembangan wilayah di kabupaten Bangli berdampak positif terhadap perekonomian masyarakat namun juga berdampak negatif terhadap lingkungan. Alih fungsi lahan menjadi salah satu isu negatif dari perkembangan wilayah Kabupaten Bangli. Penelitian ini bermaksud untuk menghitung besarnya perubahan fungsi lahan yang terjadi dalam kurun waktu 17 tahun (1997 – 2014) di kabupaten Bangli.C
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
32

Lestari, Ayu Putu Utari Parthami, I. Gusti Bagus Adnyanegara, and I. Kadek Wahyu Purnama Putra. "PERANCANGAN HOTEL WISATA ALAM DI KABUPATEN BANGLI." Jurnal Teknik Gradien 13, no. 1 (2021): 96–103. http://dx.doi.org/10.47329/teknikgradien.v13i1.745.

Full text
Abstract:
Bali adalah salah satu tujuan wisata salah satu daya tarik Bali adalah karena kebudayaannya dan keindahan alamnya. Kabupaten Bangli adalah sebuah kabupaten yang ada di provinsi Bali yang menawarkan keindahan alam dan wisata alam yang banyak diminati wisatawan. Namun dari potensi alam Kabupaten Bangli tersebut masih kekurangan fasilitas akomodasi untuk para wisatawan. Untuk menunjang kebutuhan sarana dan prasarana pariwisata di Bangli maka perlu dibangun Hotel Wisata Alam di Kabupaten Bangli guna mewadahi kebutuhan akomodasi wisatawan yang ingin berlibur. Kondisi Kabupaten Bangli yang sebagian
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
33

Purnamasari, Ni Putu Laras, and Agus Mediana Adiputra. "PENGEMBANGAN INDUSTRI KREATIF DALAM MENDUKUNG KEPARIWISATAAN DI KECAMATAN KINTAMANI KABUPATEN BANGLI PROVINSI BALI." November 30, 2018. https://doi.org/10.5281/zenodo.3895320.

Full text
Abstract:
Terciptanya produk suvenir khas Kintamani diharapkan dapat menjadi sumbangan dalam memperkaya dan mengembangkan kerajinan khas daerah, agar dapat memicu semangat kreativitas, dan mampu meningkatkan ekonomi masyarakat Kintamani khususnya, dan masyarakat di daerah lain yang memiliki potensi lokal unggul.Pengembangan industri kreatif melalui penciptaan produk suvenir  batik khas Kintamani, pertama-tama dilakukan dengan cara melakukan pendataan terhadap potensi unggulan yang ada di daerah tersebut. Data yang diperoleh kemudian dievaluasi, sehingga didapat temuan mengenai potensi-potensi unggu
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
34

Susanto, Putu Chris, Anak Agung Kompiang Adiada, and Ni Luh Christine P. Suyasa. "IDENTIFICATION OF TOURISM POTENTIALS IN CATUR VILLAGE KINTAMANI." Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) 1 (December 19, 2018). http://dx.doi.org/10.36002/snts.v0i0.524.

Full text
Abstract:
ABSTRACTThe community of Catur Village in Kintamani aims to initiate a community-based tourism program (CBT) based on the potential tourist attractions the village possesses, namely coffee plantations, unique culture, and captivating nature in the central mountains of Bali. This study seeks to identify the tourism potentials in Catur Village based on ‘4A’ (Attraction, Accessibility, Amenity and Ancillary Services), and identify the challenges in starting CBT by using PESTLE Analysis. This study utilizes descriptive analysis with qualitative approach. The findings of this study indicate several
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
35

Lamopia, I. Wayan Gede, and P. A. Andiena Nindya. "PENGEMBANGAN MODEL BARU STRATEGI PEMULIHAN PARIWISATA BALI BERBASIS WISATA BERKELANJUTAN." Jurnal Analisa Sosiologi 12, no. 1 (2023). http://dx.doi.org/10.20961/jas.v12i1.65649.

Full text
Abstract:
<p><em>The shock caused by the presence of Covid-19 caused the majority of tourist actors on the island of Bali to go out of business which had an impact on their socioeconomic life. For two years this tourism-based economic rotation has not moved, it is difficult to revive Bali back to what it used to be if there is no right strategy for tourism recovery. The purpose of this study is to explore new models as a form of tourism recovery strategy. This research uses qualitative research methods with a Rapid Rural Appraisal approach and data collection techniques in the form of Focus
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
36

Wulandari, Monica, Putu Chris Susanto, I. Made Andityawan, Jessica Barbara Sinlae, Rheza Paleva Wiryadikara, and Anak Agung Kompiang Adiada. "PENDAMPINGAN KELOMPOK SADAR WISATA DESA CATUR KINTAMANI MENUJU DESA WISATA YANG KEKINIAN." Seminar Nasional Aplikasi Iptek (SINAPTEK) 1 (December 13, 2018). http://dx.doi.org/10.36002/sptk.v0i0.459.

Full text
Abstract:
ABSTRAKDesa Catur yang berlokasi di Kecamatan Kintamani Kabupaten Bangli memiliki potensi sebagai desa wisata, dengan mengutamakan kopi sebagai salah satu daya tarik unggulan beserta keindahan alam, perpaduan budaya bali dan etnis Tionghoa, perkebunan jeruk di sela-sela bunga gumitir dan tanaman herbal. Berdasarkan hal tersebut, luaran dari program kreatifitas mahasiswa untuk pengabdian masyarakat adalah mewujudkan Desa Catur Kintamani sebagai desa wisata kekinian berbasis masyarakat. Tim menyusun strategi pelaksanaan yang berupa inventori dan dokumentasi untuk mendalami lebih pasti kendala-ke
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
37

Pamularsih, Tyas Raharjeng. "STRATEGI PENGEMBANGAN POTENSI WISATA ALAM DI DESA ABANGSONGAN, KINTAMANI, KABUPATEN BANGLI, BALI." JSHP : Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan 5, no. 1 (2020). http://dx.doi.org/10.32487/jshp.v5i1.988.

Full text
Abstract:
Kawasan Kintamani sangat terkenal dengan destinasi wisatanya yaitu Danau Batur dan Gunung Batur. Selain itu, ternyata di Kintamani memiliki beberapa potensi wisata lainnya yang dapat dikembangkan terutama di Desa Abangsongan. Desa ini memiliki potensi dalam bidang pariwisata yang sangat potensial di antaranya danau yang digunakan sebagai wisata air, hutan wisata, Gunung Abang dan situs purbakala. Namun, potensi wisata tersebut belum secara optimal dikembangkan sehingga belum banyak wisatawan yang mengetahuinya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan mengetahui potensi wis
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
38

Parma, Putu Gede. "PENGEMBANGAN MODEL PENGUATAN LEMBAGA PERTANIAN SEBAGAI PRIME MOVER PEMBANGUNAN KAWASAN DAERAH PENYANGGA PEMBANGUNAN (DPP) DESTINASI WISATA KINTAMANI – BALI." Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora 3, no. 1 (2014). http://dx.doi.org/10.23887/jish-undiksha.v3i1.2928.

Full text
Abstract:
Tujuan pokok penelitian ini ‘mengembangkan model prime mover sektor pertanian argo di daerah penyangga pembangunan (DPP) destinasi wisata Kintamani untuk penguatan dan pemberdayaan para petani agro berbasis kewilayahan dan berbasis penguatan kelembagaan lokal di Kecamatan Kintamani Kabupaten Bangli”. Penelitian ini menggunakan desain penelitian dan pengembangan (R&D) dengan metode kuantitatif IG (Indeks Gravitasi) untuk melihat derajat keterkaitan aktivitas ekonomi antara DPP dan desa sekitarnya, CDSF (Cobb-Douglas Stochastic Frontier) untuk melihat tingkat efisiensi teknis yang mencermink
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
We offer discounts on all premium plans for authors whose works are included in thematic literature selections. Contact us to get a unique promo code!